
Rara benar-benar merasa khawatir sekarang. Wira tidak menjelaskan apa yang akan terjadi jika laki-laki itu datang ketempat dirinya sendiri dimasa lalu, harus dihindari.
Rara merasa perlu bicara dengan wira, secepatnya.
“Dimana wira sekarang, apakah kau tahu?”
“Ya, ini masih teramat pagi, matahari baru saja terbit, tapi dia sudah pergi ke Kadatuan Pamingkis, untuk bertemu dengan Prabu Siliwangi disana.”
Begitu. Wira membawanya untuk menemui Prabu Siliwangi kali ini. Semangatnya memuncak bersamaan dengan rasa kesalnya, karena Wira meninggalkannya begitu saja disini.
Seharusnya laki-laki itu membangunkannya terlebih dahulu. Mereka bisa pergi bersama, untuk melihat Raja yang terkenal tapi sedikit sekali tercatat dalam sejarah.
“Tuan Wira memintaku mencarikannya pakaian,” lanjut pemuda itu, “dan membantumu memakaukannya, karena kau tidak memiliki pelayan wanita.”
Oh ya? Cetus Rara dalam hati dengan kesal. Tapi ia tidak akan melampiaskan kekesalannya pada pemuda ini.
Ia punya target yang lebih besar lagi dalam benaknya.
“Siapa namamu?” tanya Rara. “Namaku Rara.”
“ Aku Rinja”.
__ADS_1
“Yah, terimakasih, Rinja atas pakaiannya, tapi aku tidak butuh bantuan untuk mengenakannya. Kalau kau menaruh pakaian itu, aku akan berusaha memakainya sendiri.”
“oh tidak, aku disuruh untuk membantumu, dan aku selalu melakukan persis seperti yang disuruh tuan Wira.”
Ekspresi keras kepala yang mulai ditunjukkan pemuda itu membuat Rara sadar bahwa tidak ada gunanya membantah, tapi Rara mencobanya lagi, dengan nada suara yang lebih keras, “jika aku butuh bantuan, aku akan memanggilmu. Sementara itu tunggu diluar.”
Saat mendengar kalimat Rara itu, Rinja hanya menggaruk kepalanya dan menyeringai. Dan Rara menambahkan.
“ Baiklah, aku mengakui kalau aku sepertinya membutuhkan bantuan, tapi pertama-tama aku butuh air terlebih dahulu untuk kupakai bersih-bersih. Apakah terlalu merepotkan jika kau membakannya, untukku?”
“ Yah itu hanya memakan waktu beberapa menit.” Rinja tampak berseri-seri, karena sekarang Rara mau bekerja sama dengannya.
“kau bisa meninggalkan pakaian itu disini,” seru Rara ketika Rinja berjalan keluar masih dengan membawa pakaian itu.
Rara buru-buru bergegas memakai baju itu sebelum Rinja kembali masuk membawakan air.
Rinja kembali setelah Rara selesai berpakaian, membawa air dari tempat seperti tanah liat. Tidak ada gunanya menegur pemuda itu agar memberitahu terlebih dahulu sebelum masuk, walaupun Rara ingin sekali menegurnya, tapi memang tidak ada pintu disana.
Dan akhirnya mulai terpikirkan olehnya, kenapa ia berada ditenda.
“Katakan padaku Rinja, seberapa jauh dari sini kesatuan Pamingkis ini yang dikunjungi Wira?”
__ADS_1
“ Tudak jauh, Nyi, hanya sebentar jika memakai kuda.”
Berapa lama sebuah perjalanan dianggap singkat oleh orang yang biasanya menunggang kuda? Satu atau dua jam, karena untuk berkendara dari satu kota ke kota lain bisa memakan waktu berhari-hari.
“apakah tidak ada....” Rara berusaha berbicara, penginapan disini?”
“ penginapan apa nyi?”
Rara mulai tersadar mengapa ia bertanya seperti itu, penginapan?? Bahh.
“Tidak maksudku apakah ada tenda seperti ini lagi disekitar sini, dikarenakan ada prabu Siliwangi.”
“Yah ada ratusan mungkin lebih pasukan yang berkemah disekitar hutan ini nyi.”
“ Aku akan memastikan kamu tetap aman disini sampai tuan Wira kembali”
Rara ingin membantah, tapi ia berkata, “apakah itu yang dikatakan Wira padamu?”
To be continued...
jangan lupa likenya...
__ADS_1
Terimakasih...😘