
Mendengar jawaban itu, Rara menghela nafas. Antusiasme dan kekecewaan yang turun naik ini lama-lama jadi membosankan.
Membawa pada dan putri raja yang selama ini Rara anggap itu adalah sebuah dongeng belaka? Apa yang disarankan Wira sungguh mustahil.
“Itu tidak mungkin....,” Rara berbicara, tapi ia langsung berhenti.
Apa yang bisa dikatakannya? Keberadaan Wira disini juga tidak mungkin, tapi disinilah Wira, sangat tinggi, dan benar-benar tampak sebagai seorang pendekar.
Jadi, Rara menerima saja walau masih ragu bahkan ia berusaha mengendalikan nafasnya.
“Oke, bagaimana caramu melakukannya?”
“Dengan pedang yang ada pada mu.”
“Dengan pedang ditanganku?”
“Dengan pedang? Apakah itu kekuatan lain yang dimiliki pedang itu? Apa dengan pedang itu kau bisa melakukan perjalanan waktu dari masa ke masa?”
“Ya.”
“Bagaimana?”
__ADS_1
“Aku hanya perlu membayangkan tempat dimana aku pernah muncul, dan kesanalah aku akan sampai.”
Pada saat itu, antusiasme Rara kembali terbit.
“Lalu aku bisa melakukan hal yang sama?”
“Iya, pedang itu terikat padaku. Kekuatannya berkurang kecuali bila aku yang melakukannya.”
Rara menghela nafas, kali ini terdengar lebih keras. Ada jebakan disana, dan ia seharusnya sudah tahu dari awal.
Ia mulai berpikir kalau Wira akan melakukan dan mengatakan apa saja untuk mendapatkan pedang itu kembali, termasuk mengarang cerita Seperti ini.
Tapi selam beberapa saat, Rara mengikuti permainan Wira, dan ia bertanya, “ dengan kata lain, aku harus meminjamkan pedangku padamu dan mempercayai kalau kau dan pedang itu tidak akan menghilang dariku?”
Kenapa ucapan Wira yang itu terdengar tidak asing baginya? Ah, Wira sudah mengatakan sebelumnya. Yah, paling tidak laki-laki itu konsisten dalam berbohong.
“Baiklah, anggap saja aku memberimu pedang itu, dan aku bahkan setuju untuk ikut dengamu. Lalu, apa yang akan terjadi kemudian?”
“Kendali atas kekuatan itu ada padaku. Aku akan bisa pergi ke tempat manapun yang dulunya pernah aku kunjungi.”
“Pilihannya agak terbatas, iya kan? Atau kau sering dipanggil selama ini, sehingga banyak masa yang bisa kau pilih?”
__ADS_1
“Berapa kali aku panggil tidak ada pengaruhnya, jelas wira.
“Waktunya tidak harus persis. Yang paling penting apa yang kubayangkan. Jika ternyata tempat itu telah berubah dari yang kuingat, maka waktunya bisa maju atau mundur dari saat aku pertama kali muncul ditempat itu.
Waktunya tidak mesti persis saat aku disana dulu.”
“Maju atau mundur berapa lama?”
Wira mengangkat bahu. “Seminggu, setahun, ratusan tahun. Sekali lagi, yang paling penting adalah apa yang kubayangkan. Pantai atau daerah pinggiran yang tidak ada penduduknya memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk berubah ketimbang kota.”
“Dan jika kau mencoba kembali kemasa dimana kau belum pernah muncul, katakanlah setahun setelah kau berada disuatu tempat, dan tempat itu telah berubah, lalu apa yang terjadi?”
“Aku akan muncul ditempat itu diantara dua masa itu, ketika tempat itu seperti terakhir kali aku mengingatnya.”
“Bagaimana dengan masa depan, katakanlah seminggu atau sebulan dari sekarang?”
“Nyi, pedang ini tidak akan bisa melebihi masa sekarang ini. Perjalanannya terbatas dimasa lampau. Pada akhirnya pedang ini akan kembali kemasa sekarang, tidak peduli walaupun mungkin terjadi perubahan.”
To be continued...
Jangan lupa like dan komentarnya...
__ADS_1
Maaf jika ada salah-salah tulis..
Terimakasih 😘