Wira penjaga masa lalu

Wira penjaga masa lalu
episode 16


__ADS_3

“Sekarang ini, kuda hanya digunakan untuk kesenangan, bukan sebagai alat transportasi,” kata Rara pada Wira. “Ketika orang-orang ingin pergi ke suatu tempat, mereka menggunakan mobil, motor.... atau yah, mari kita bahas mobil saja dulu.


Dan benda ini akan mengantar kita sampai kerumah, hanya dalam beberapa menit. Ayo kita masuk sajalah.”


Untuk mengakhiri situasi ini, Rara meraih lengan Wira dan mengarahkannya ke kursi penumpang, membuka pintu, tapi masih saja harus mendorong laki-laki itu masuk kedalam mobil.


Rara mendorong kursi ke belakang untuk memberi ruang pada kaki panjang Wira, membuat Wira menggeram, dan Rara harus menjelaskan satu hal lagi mengenai kenyamanan dan kursi otomatis.


Ketika Rara akhirnya duduk di kursi pengemudi, ia sudah tidak berharap lagi bahwa Wira aKan terkesima. Yang diinginkannya hanyalah meredakan ketidaknyamanan laki-laki itu, maka ia memperingatkan.


“Mesinnya akan menyala begitu aku memutar kuncinya, Jadi jangan panik ketika mulai karena memang itulah yang seharusnya terjadi. Oke?? Siap?”


Anggukan Wira tampak kaku. Kedua tangannya memegang pinggiran kursi dan menatap lurus ke depan pada jalan yang ada didepan mereka, pemandangan itu dibatasi oleh gudang tua di kejauhan. Wira begitu terlihat tegang dan begitu waspada.

__ADS_1


Rara menghela nafas. Ia memikirkan untuk menunda keberangkatan mereka agar bisa menjelaskan lebih banyak pada Wira, tapi akhirnya ia memutuskan tidak ada yang akan membuat Wira merasa lebih mudah dalam menghadapi pengalaman saat pertama kali naik mobil.


Jadi, Rara memutar kuncinya. Tapi ia lupa dengan radio yang tadi tidak dimatikannya. Radio itu menyala sekarang seiring dengan menyalanya mesin, dan mata Wira langsung tertuju pada benda itu.


“Ini bisa bicara? Kau bilang tidak bicara.”


Rara tidak tahan lagi. Terdengar suara Wira menuduh dan tidak senang, ekspresinya begitu lucu, campuran antara kekesalan dan ketakjuban, hingga membuat Rara jadi tertawa.


Radio itu sekarang menyiarkan berita, jadi yang terdengar hanya satu suara, dan itu cukup untuk membuat Wira berpikir bahwa Rara berbohong padanya.


Rara mengganti-ganti saluran radionya, dua kali terdengar musik rock, dan akhirnya ia menemukan stasiun radio yang memutar lagu sedikit lembut.


“Kau lihat? Radio hanyalah salah satu alat untuk membuatmu merasa lebih nyaman, alat ini untuk hiburan.”

__ADS_1


Wira sepertinya tidak mendengarkan Rara, masih menatap radio, dan mungkin sedang mencoba memutuskan apakah ia akan mempercayai ucapan Rara atau tidak.


Rara menurunkan kaca jendela agar angin bisa masuk ke mobilnya, tapi sepertinya Wira tidak memperhatikannya, perhatiannya begitu terfokus kepada radio itu.


Rara memutuskan untuk segera pulang, semakin cepat semakin baik. Tapi ketika ia menginjak gas, Wira hampir setengah meloncat dari kursi, dan ia pun menginjak pedal rem dalam-dalam karena reaksi laki-laki itu, membuat mereka tergelincir beberapa meter ke tanah disamping jalan.


Pada saat itu, Rara tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menenangkan Wira, dan dia sendiri harus memenangkan diri, karena kegelisahan laki-laki itu membuat dirinya jadi gugup.


Namun, solusi datang padanya secara begitu tiba-tiba, ia perlu melakukan sesuatu untuk membuat Wira tidak ketakutan lagi saat pengalaman laki-laki itu naik mobil.


To be continued...


Jangan lupa like nya

__ADS_1


terimakasih 😘


__ADS_2