
Bhie duduk di sebuah bangku taman yang tak jauh dari kampus tempat Sam kuliah. Bhie sengaja mencari Sam karena Sam satu-satunya orang yang tau bagaimana hubungan Bhie dan mamanya, dari awal hingga sekarang ini.
" Hai Bhie. Aku langsung kemari setelah keluar kelas. Jadi kamu mau cerita apa ? " tanya Sam.
" Mama menemuiku di sekolah " kata Bhie.
" Kak Mentari ??? Dia datang ke sekolahmu ??? Kapan ??? Trus bilang apa saja ??? " Sam terkejut.
" Tadi. Mama mengatakan ingin diberi kesempatan untuk memperbaiki hubungan. Sangat lucu ya Sam, mama pergi bertahun-tahun gak ada kabar. Saat sekarang aku sudah baik-baik saja justru mama datang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dan yang paling mengesalkan, mama gak minta maaf sudah ninggalin aku. Rasanya sakit banget " kata Bhie.
Mata Bhie mulai berkaca-kaca, nampak butiran air bening mulai terlihat disudut mata. Sam menarik Bhie ke dalam pelukannya, dengan lembut Sam mengusap kepalanya.
" Nangis saja, keluarkan semuanya. Keluarkan semua kesedihanmu, lepaskan bebanmu, tidak apa-apa, aku disini menemanimu " Sam terus mengusap kepala Bhie.
Bhie menangis dalam pelukan Sam sama seperti waktu kecil dulu, Sam jugalah yang selalu mendampingi saat Bhie sedang bersedih dikarenakan rindu mamanya.
Nampak dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan yang tak suka, orang itu adalah Windy.
" Ohh jadi gini kelakuan kalian dibelakangku ?" kata Windy karena sudah tak tahan.
" Windy ??? " Sam terkejut melihat Windy tiba-tiba datang.
" Windy, aku bisa jelasin " kata Bhie melepaskan pelukannya.
" Jelasin kalau kalian selingkuh dibelakangku ? Jadi bener ya dugaanku selama ini, pantas saja Sam sikapnya berubah akhir-akhir ini. Itu semua gara-gara kamu " kata Windy sambil menunjuk ke arah Bhie.
" Kamu salah paham. Ini gak seperti yang kamu duga " Sam membela diri.
" Ohh ya, jadi kamu bela dia ? Aku ini pacarmu loh " kata Windy kesal.
" Aku tau kamu pacarnya Sam. Dan kamu benar-benar salah paham kali ini. Aku gak pernah selingkuh dengan Sam dan kalaupun aku mau pacaran sama Sam, bisa kulakukan jauh-jauh hari sebelum kamu kenal dengan Sam " kata Bhie.
" Apa ??? Jadi benarkan kamu suka Sam ? " Windy tambah kesal.
" Iya aku suka Sam, kamu mau apa ??? " Bhie mengiyakan.
" Kamu ...!!! " Windy meninggikan suaranya.
" Windy cukup !!! " Sam membentak Windy.
" Kamu membentak ku ??? " Windy terkejut.
" Percaya atau tidak, aku gak pernah selingkuhi kamu. Aku males berdebat sama kamu. Ayo Bhie kita pergi " Sam menarik tangan Bhie.
" Sam...!!! SAM...!!! ( teriak ). Haaa....sial...." Windy kesal.
Setelah agak menjauh dari Windy, Sam melepaskan tangan Bhie. Mereka tersenyum dan kemudian tertawa.
" Apa yang kamu tertawakan ? " tanya Sam.
" Wajah Windy saat cemburu lucu sekali, coba tadi kamu gak menarikku, mungkin aku bisa menggodanya lagi, benar-benar imut. Kalau kamu apa yang kamu tertawakan ? " kata Bhie.
" Bisa-bisanya kamu bilang suka padaku dihadapan Windy lagi, padahal barusan kamu habis nangis bombay karena sakit hati " kata Sam.
" Ya habisnya pelukanmu terasa nyaman, sama saat kita kecil dulu. Iyakan " kata Bhie.
" Hemm kelakuan. Ayo aku antar pulang " kata Sam.
" Apa kamu gila. Kalau aku pulang sama kamu, tuduhan Windy akan menjadi-jadi. Aku pulang sendiri saja. Terima kasih sudah mendengar curhatku. Pergilah aku tidak apa-apa " kata Bhie.
" Ok. Kalau mau curhat lagi hubungi aku. Bye bye " kata Sam.
Setelah kepergian Sam, beberapa saat Bhie masih diam terpaku, malas rasanya untuk beranjak pergi tapi akan jadi masalah jika lama-lama disini. Bisa-bisa Windy datang dan mengamuk lagi.
__ADS_1
(Hahh, mau curhat saja malah dituduh selingkuh) gerutu Bhie dalam hati.
" Cowok barusan siapa Bhie ? " Sin tiba-tiba muncul.
" ASTAGA...!!! (terkejut sampai mundur beberapa langkah). Sin, benar-benar kaget aku, tiba-tiba muncul " kata Bhie.
" Aku disini dari tadi, kamu saja yang tidak sadar. Kamu habis nangis ya ? Matamu sembab. Kenapa ? " kata Sin.
" Enggak apa-apa kok " Bhie berbohong.
" Mau ikut aku gak ? Aku punya beberapa kaset film, lumayan seru, kita nonton bareng gimana ? " kata Sin.
" Emmm boleh, tapi kita nonton dimana ? " kata Bhie.
" Ada dech, yuk kita pergi " menarik tangan Bhie.
Niat awal ingin nonton film tapi entah kenapa justru tidur, saat bangun lebih terkejut lagi. Bhie melihat Sin tepat berada disampingnya dan mereka bergandengan tangan. Bhie mengusap kepalanya mencoba mengingat kembali sebelum tertidur.
* Sebelumnya*
Bhie memasuki sebuah rumah, sesampai di dalam, Bhie memasuki sebuah kamar, awalnya sedikit canggung karena ini pertama kalinya Bhie masuk ke kamar seorang laki-laki.
Bhie melihat sekeliling, kamarnya tersusun dengan rapi, sementara Sin sibuk mencari kaset film yang ingin ditonton.
" Ok. Semua siap, film, camilan, dan minuman. Sini duduklah " Sin menarik tangan Bhie duduk disampingnya.
" Sin, apa tidak masalah kita di kamarmu ? " Bhie sedikit khawatir.
" Jangan khawatir, disini hanya ada kita berdua dan itu bagus, tidak ada orang yang mengganggu kita " kata Sin.
" Gimana pekerjaanmu ? " tanya Bhie.
" Santai ada Nino yang mengurusnya. Lihat ke depan nikmati filmnya, ok " kata Sin.
(Seolah-olah Sin memahami kalau aku sedang sedih saat ini) batin Bhie dalam hati.
Bhie menyandarkan kepalanya ke pundak Sin, terasa sangat nyaman.
(Coba saja aku punya kakak, begini pasti rasanya nyaman) batin Bhie dalam hati.
Sangking nyamannya lama kelamaan menjadi mengantuk dan tertidur. Ingatan Bhie terhenti sampai ia tertidur.
*Saat ini*
" Astaga ??? Bisa-bisanya aku tertidur " gerutu Bhie.
" Kamu sudah bangun Bhie ? Tidurmu pulas banget loh, tanganku sampai keram jadi bantalmu " kata Sin saat terbangun.
" Apaan aku hanya pegang tanganmu " Bhie merasa malu.
" Tangan kananku kamu pakai bantal dan tangan kiriku kamu genggam terus. Segitu inginnya, sampai tidurpun harus dipeluk dan gandengan tangan " goda Sin.
" Masa sich aku begitu ? " Bhie pura-pura.
" Aku tidak tau, apa masalahmu dengan mamamu tapi aku harap kamu jangan terlalu sedih. Bahkan dalam tidurmu, kamu juga menangis " kata Sin.
*Saat Bhie tertidur*
Sin membiarkan saat Bhie bersandar dipundaknya, namun setelah beberapa saat terdengar suara napas yang teratur. Sin menoleh nampak Bhie sudah tertidur pulas.
(Hahh, diajak nonton malah tidur) batin Sin dalam hati.
Sin mematikan TV dan mengangkat Bhie ke atas kasur, supaya tidur lebih nyaman. Sin meletakkan secara berlahan-lahan, Sin mengamati Bhie yang tertidur.
__ADS_1
" Jadi begini ekspresimu saat tidur. Cukup imut" kata Sin.
Tiba-tiba Bhie mengingau.
' Jangan pergi '
" Dia mimpi !!! " kata Sin tersenyum.
' Jangan tinggalkan Bhientang, Bhientang mau ikut ' Bhie mengigau sambil menangis.
" Bhie, kamu mimpi apa ? " Sin menepuk pipi Bhie.
' Jangan pergi. hiks...hiks...jangan pergi ma. Bhientang mo...hon....ma...ma...'
" Aku disini Bhientang, jangan menangis " Sin menenangkan Bhie.
Sin mencoba mendudukkan Bhie, supaya sadar dari mimpinya, namun Bhie tetap saja tidak bangun. Bhie terus saja menangis.
Sin memeluk tubuh Bhie untuk menenangkannya.
" Jangan menangis, aku disini, aku bersamamu, kamu tidak sendiri " kata Sin.
Perlahan tangisan mulai berhenti dan Bhie kembali tenang. Sin kembali membaringkannya secara berlahan . Namun Bhie terus menggenggam tangan Sin dengan kuat.
' Tidur denganku, jangan pergi ' Bhie mengigau.
Sin tersenyum melihat tingkah Bhie.
(Astaga imut sekali) batin Sin dalam hati.
Pada akhirnya merekapun tidur bersama satu ranjang dengan posisi berpelukan dan bergandengan tangan.
*Kembali saat ini*
Bhie memalingkan wajahnya karena malu mendengar Sin bercerita kelakuannya waktu mengigau. Serasa ingin lenyap seketika di telan bumi sangking malunya.
" Kamu malu ya ? " goda Sin.
" Jangan tanya. Kalau pacarmu tau, bisa habis aku " kata Bhie.
" Ya jangan sampai tau. Lalu sekarang apa kamu tidak mau kasih tau aku tentang mamamu ? Tadi kamu nangis sampai tersedu-sedu gitu. Mau kasih tau aku ? " kata Sin.
Bhie menarik napas panjang, menenangkan hati untuk mulai bercerita. Biar bagaimanapun Sin pasti bertanya-tanya apa yang terjadi antara Bhie dan mamanya.
" Mamaku meninggalkan aku dan memilih pergi bersama laki-laki pilihan mama. Kejadian itu sudah lama sekali dan kini saat semua sudah baik-baik saja.
Tiba-tiba mamaku datang kembali dan ingin memperbaiki hubungan kita. Saat bertemu kembali ada perasaan kesal, marah, kecewa tapi ada juga sedikit senang karena mama tampak cantik dengan pakaian yang bagus.
Saat itu aku berasumsi mama pergi karena papa tidak bisa memberi apa yang mama inginkan, jadi mama memilih laki-laki yang sesuai dengan keinginannya.
Tapi saat itu yang keluar justru amarah, karena aku kecewa, mama tidak meminta maaf karena sudah meninggalkan aku. Sangat menyakitkan" kata Bhie bercerita.
" Kamu merindukan mamamu kan ? " kata Sin mengusap kepala Bhie.
" Sangat. Tapi aku sadar mamaku yang dulu sudah tidak ada, mama sudah menjadi orang yang berbeda. Haahhh sial jadi nangis lagikan" kata Bhie.
Air mata Bhie mulai membasahi pipi, Bhie memalingkan wajahnya karena Bhie merasa malu menangis di depan Sin, saat ini Bhie benar-benar merasa buruk.
Tiba-tiba Sin mencium bibir Bhie, walaupun ini bukan yang pertama kalinya tapi tetap saja Bhie terkejut dengan tindakan Sin.
Namun kali ini Bhie merasa ada yang berbeda, bukan hanya sekedar mencium yang biasa. Sin mencium dan mengulum serta menghisap dan memainkan lidahnya. Hal itu membuat Bhie benar-benar kaget dan sesak napas.
(bersambung)
__ADS_1
Terima kasih buat teman-teman yang sudah mampir membaca 🙏🤗