Zona Nyaman Sebuah Hubungan

Zona Nyaman Sebuah Hubungan
Bab 19


__ADS_3

Karena insiden perkelahian tadi akhirnya Bhie di izinkan untuk pulang, awalnya Bhie ingin lanjut belajar tapi melihat tatapan teman-teman yang lain, mending pulang daripada harus menjelaskan panjang lebar pada mereka semua.


Sesampainya di rumah, saat hendak membuka pintu. Bhie sedikit heran, kenapa tidak bisa diputar dan dicoba untuk dibuka pun, gak bisa.


( Jangan-jangan papa pulang ?) batin Bhie dalam hati.


Dan dugaan Bhie ternyata benar, karena tak lama kemudian ada yang membuka kunci pintu dari dalam.


" Bhie ? Kenapa kamu sudah pulang ? Badanmu kenapa nak ? Kenapa banyak plester gini ? " papa Bhie terkejut melihat keadaan putrinya.


" Satu-satu pa kalau tanya, Bhie bingung mau jawab yang mana duluan " Bhie Salim ke papanya.


" Sekarang cerita, kamu habis ngapain ? sampai luka-luka begini ? dan ingat harus jujur tidak boleh berbohong " kata papa Bhie.


" Bhie berantem dan sekarang Bhie di skors selama 3 hari " kata Bhie.


" Berantem dan di skors 3 hari ? Kok papa tidak dipanggil sama gurumu ? " kata papa Bhie.


" Itu karena mama yang dipanggil datang ke sekolah " ucap Bhie lirih.


" Mama kamu datang ke sekolah ? " papa Bhie terkejut mendengarnya.


" Iya, sudah 2 kali malahan " Bhie menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah tidak apa-apa, papa tidak marah dan papa tidak akan bertanya, pasti kamu punya alasan sampai berantem dengan temanmu. Tentang mamamu, ngomong apa saja ke kamu? " kata papa Bhie.


" Awal ketemu Bhie juga kaget, mama bilang ingin memperbaiki hubungan tapi Bhie tidak memberi jawaban. Sepertinya mama memberi nomor telepon pada wali kelas Bhie, makanya saat nomor papa tidak bisa dihubungi, wali kelas telepon mama. Maaf pa, Bhie baru cerita sekarang " kata Bhie sambil menundukkan kepala.


" Papa tidak marah nak, papa senang kamu mau jujur. Tentang mamamu itu terserah kamu tapi papa harap kamu dapat memilih yang terbaik, biar bagaimanapun dia tetap mamamu" kata papa Bhie mengusap kepala Bhie.


" Papa ? boleh tanya sesuatu ? " Bhie sedikit ragu-ragu.


" Tentang perasaan papa kepada mamamu ?" papa Bhie menduga dengan tepat.


" Iya " Bhie menganggukkan kepalanya.


" Kalau sayang tentu saja sayang, karena mamamu pernah di hati papa dan menjadi istri papa. Berkat mamamu juga kamu lahir ke dunia ini. Papa bersyukur untuk itu, tapi sekarang mamamu sudah bahagia dengan pilihannya" kata papa Bhie.


" Trus papa ? " tanya Bhie lagi.


" Papa sudah bahagia sekarang, karena papa punya kamu, itu sudah lebih dari cukup " kata papa Bhie.


" Papa tak ingin menikah lagi ? " tanya Bhie.


" Untuk sekarang, papa belum ada niatan " kata papa Bhie.


" Apa karena Bhie ? " Bhie bertanya lagi.


" Bukan. Tapi karena papa. Sudahlah jangan mikir aneh-aneh, papa baik-baik saja. Papa mau cari makan, kamu mau apa ? papa belikan sekalian " kata papa Bhie.


" Terserah papa saja " kata Bhie.


" Baiklah. Kamu ganti baju sana dan istirahat dulu, habis berantem pasti kamu capek " kata papa Bhie.


" Papa nyindir Bhie ya ...?" Bhie cemberut.


" Papa benarkan, orang berantem mengeluarkan tenaga lebih, sama saja dengan bertarung " kata papa Bhie.


" Iyalah suka-suka papa saja " Bhie berbalik dan masuk ke dalam kamar.


***

__ADS_1


Dan sore harinya sekitar jam 15.00. Rumah Bhie ramai dengan para laki-laki yang datang menjenguk, katanya menjenguk tapi kenyataannya justru lebih mirip mengintrogasi.


Banyak sekali yang mereka tanyakan sampai pusing mendengarnya dan dapat ditebak dari siapa mereka semua dapat informasinya ? tentu saja dari Angela.


" Hadechh Angela, kenapa kamu kasih tau mereka ? " Bhie sedikit kesal.


" Sorry Bhie, gak sengaja keceplosan " Angela berkata lirih.


"Jadi kamu berniat merahasiakan ini dari kita semua ? " kata Bayu dengan nada ketus.


" Beri tau namanya ? Biar aku beri pelajaran balik " kata Sam tak kalah dari Bayu.


" Setuju. Kita buat dia kapok sudah gangguin Bhie kita " kata Raswan tak kalah heboh.


" Kalian bertiga, mau menghajar satu cewek keroyokan gitu ? Dimana harga diri kalian ? Melawan cewek saja sudah jatuh ditambah mau keroyokan, yang benar saja " Bhie meninggikan suaranya.


" Ya gak keroyokan juga, paling tidak biar jera saja " kata Sam.


" Apa kamu gak melawan Bhie ? Sampai luka banyak gini, lihat pipimu masih sedikit bengkak" kata Raswan.


" Tentu saja melawan, kalau gak, bisa lebih parah dari ini " kata Bhie.


" Pasti kamu melawannya setengah hati, iyakan ???" Bayu menduga.


" Namanya orang lagi kalap, kalau aku lawan sepenuh hati, tuduhan dia padaku berarti benar dong " kata Bhie.


" Iya dia nyerang Bhie hanya karena cemburu " kata Angela.


" CEMBURU....??? " kata Sam, Bayu dan Raswan bersamaan.


"Karena dia kira pacarnya mutusin dia gara-gara pacarnya suka sama Bhie. Oops...!!!" kata Angela menutup mulutnya.


" SIAPA....??? " kata Sam, Bayu dan Raswan bersamaan.


" Iya masalahnya sudah selesai dan dia juga mengalami luka yang sama parahnya dengan Bhie, jadi impas " kata Angela.


" Benarkah ??? " Sam tidak percaya.


" Aku kelihatan parah karena plester ini saja, sebenarnya hanya luka kena cakaran kuku saja. Takutnya infeksi, makanya aku tempel plester " kata Bhie menjelaskan.


" Tapi aku masih penasaran, siapa orangnya ?" kata Bayu.


" Aku tidak mau kasih tau, ntar kalian hajar tanpa sepengetahuanku lagi dan jangan coba-coba cari tau lewat Angela " kata Bhie menegaskan.


" Baiklah, kami tidak akan bertanya lagi. Tapi apa masih terasa sakit Bhie ? lukanya banyak loh " kata Raswan.


" Sudah baikan kok, paling besok plesternya juga sudah bisa dilepas " kata Bhie.


" Jangan tunggu besok, nich aku belikan obat dan nanti malam obati trus ganti plesternya biar cepat sembuh " Sam memberi bungkusan.


" Dan ini obat penghilang nyeri takutnya kalau ada luka dalam yang enggak kamu sadari " Bayu menyodorkan bungkusan


" Dan aku beli buah, tambahan vitamin dari buah segar adalah yang paling bagus untuk tubuh " kata Raswan.


" Terima kasih. Kalian benar-benar teman yang paling baik, lebih bagus lagi kalau ada gorengan, sore-sore gini paling cocok makan gorengan " kata Bhie melirik bergantian.


" JANGAN NGELUNJAK....!!! "


Tawa mereka pecah seketika, mencair sudah suasana yang tak mengenakkan barusan, berganti dengan tawa riang. Bhie melirik pada Angela memberi kode untuk tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. Angela yang awalnya keceplosan, kini mengiyakan Bhie. Ada baiknya tidak menceritakan semuanya, bukannya tidak percaya tapi untuk kenyamanan bersama.


Bersamaan dengan itu, ada sebuah mobil berhenti depan rumah, Bhie yang nampak familiar dan ternyata dugaannya benar, namun ada pemandangan yang berbeda, papa Bhie keluar dari dalam mobil tersebut bersama Nino dan Sin tentunya.

__ADS_1


" Papa ...!!! " Bhie terkejut.


" Ngapain mereka sama papamu ? " tanya Bayu.


" Mana aku tau, tadi papa pamit mau ke rumah temannya kok. Kenapa bisa sama mereka ?" kata Bhie.


" Kalian pada kumpul rupanya. Kebetulan banget Om ada bawa gorengan, nich di kasih sama teman, ayo makan sama-sama " kata papa Bhie.


" Kok papa datang dengan mereka ? motor mana pa ? " Bhie merasa heran.


" Motornya di bengkel sedang di servis, kamu tau pakai saja, giliran papa pakai malah mogok. Untungnya ketemu sama mereka, diberi tumpangan. Ayo Sin, Nino, masuk dulu " kata papa Bhie.


" Iya om " jawab Sin.


Tiba-tiba saja terasa aura aneh yang tak mengenakkan suasana. Bhie menyenggol Angela memberi kode untuk menenangkan Bayu supaya dapat menahan emosinya.


" Pas banget papa bawa gorengan, baru saja Bhie berkata ingin gorengan, beruntung banget hari ini " Bhie mencoba mencairkan suasana.


" Bos kecil, kenapa penuh plester gitu ? " tanya Nino.


" Ini....??? " kata Bhie.


" Habis berantem di sekolah, biasa belajar jadi jagoan ceritanya " sambung papa Bhie.


" Berantem ? Bos kecil bisa berantem juga ? Baru tau " kata Nino.


" Jangan ngeledek dech....!!! " kata Bhie.


" Belajar jadi jagoan, Al hasil babak belur gini " kata Raswan.


" Dan dia gak mau kasih tau dengan siapa dia berantem, padahal aku pengen tau " kata Sam.


" Sudah dech jangan dibahas lagi. Aku juga sudah gak apa-apa, ini sudah baikan " kata Bhie.


" Kita duduk dulu, ngobrol santai bareng-bareng. Bhie ambil piring dan minuman sana di dapur " kata papa Bhie.


" Iya pa " kata Bhie.


" Aku bantuin, sekalian mau numpang ke kamar mandi " kata Sin.


" Alasan ....!!! " Bayu menggerutu.


" Aku bantuin juga ya " Angela menawarkan diri.


" Boleh dech, yuk ke dapur " Bhie menarik Angela.


Bhie dan Angela berjalan masuk menuju ke dapur, sementara Sin mengikuti dari belakang. Sesampainya di dapur Bhie segera mencari apa yang diperlukan.


" Setelah disusun gorengannya, kamu bawa duluan ke depan, aku akan masak air dulu untuk buat. teh " kata Bhie.


" Ok. Oh ya Bhie...!!! Sin nampak akrab dengan papamu ya, gak terlihat canggung " kata Angela lirih.


" Begitulah, bukan hanya sama Sin saja, tapi papa berusaha akrab sama teman-temanku yang datang ke rumah. Itu cara papa mengawasi pergaulanku " Bhie menjelaskan.


" Papamu keren ya, aku jadi sedikit iri " kata Angela.


" Apaan sich. Nich bawa ke depan ntar aku nyusul " Bhie memberikan piring berisi gorengan.


" Ok " Angela berbalik dan pergi.


( Bersambung )

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗


__ADS_2