
Selang beberapa menit Bhie sudah kembali ke tempat Sam berada. Semakin malam pengunjung semakin banyak, berjalan harus hati-hati karena mulai padat banyak orang.
" Hai Sam. Ini aku belikan air mineral. Nich ambil. Hai Windy " Bhie basa-basi menyapa.
" Hai Bhie " balas Windy.
" Mana si Bakwan belum datang ? " tanya Bhie.
" Belum datang " jawab Sam.
" Hadechh. Buset dah, rame banget. Antriannya panjang banget " Raswan tiba-tiba muncul.
" Beli apa saja sich ? banyak betul ditangan " kata Bhie.
" Gak banyak kok, cuma pop corn, potato dan crep. Ehhh ada Windy. Hai Windy " kata Raswan.
" Hai Raswan. Karena teman-temanmu sudah pada datang, aku pergi dulu ya " kata Windy.
" Gabung aja, biar lebih rame " kata Bhie.
" Gak usah, terima kasih. Aku sama teman-temanku saja. Aku pergi dulu. Bye...." kata Windy.
" Hati-hati ya " kata Sam.
Setelah Windy menjauh.
" Haaiiss. Emang kita bukan temannya ya " sindir Raswan sedikit sebal.
" Raswan, peka dikit kenapa sich " Bhie menyikut Raswan.
" Gak apa-apa. Aku hanya berfikir aja, dia ada waktu kumpul, nongkrong bareng dengan teman-temannya. Tapi buat pacarnya, susah banget. Coba lihat dia, begitu senang tertawa dengan temannya " kata Sam.
" Coba minum cokelat ini, biar moodmu lebih baik " Bhie menyodorkan minumannya.
" Tidak, terima kasih. Kamu tau, aku gak suka yang terlalu manis " kata Sam.
" Cobalah dikit aja " Bhie memaksa.
Akhirnya Sam mencoba, itupun hanya sedikit banget sambil mengkerutkan wajahnya.
" Manis banget " kata Sam.
" Kamu minumnya sambil lihatin aku sich, makanya kemanisan " canda Bhie.
" Oi...oi...oi... ada aku disini jangan sok romantis. Aku kan juga mau, minum sambil lihatin wajah Bhie. Sini aku coba beneran tambah manis apa gak " kata Raswan.
" Nich, bilang aja mau dilayani " kata Bhie.
" Hem...hemm... rasa permen karet memang kesukaanku. Biasa aja tuh gak tambah manis " kata Raswan.
" Sialan " Bhie kesal.
" Eh...eh...eh... gak bisa mukul, tangan penuh ntar tumpah minumannya " kata Raswan.
" Nich, pegang sendiri minumanmu " kata Bhie.
*Sementara dari sudut pandang Windy*
Windy memperhatikan Sam dengan pandangan kesal, terutama saat Bhie memberikan minuman kepada Sam. Serasa ada api panas yang membakar dada membuat Windy benar-benar sesak nafas.
" Katanya cuma teman, tapi lihat gak ada aku sok romantisan. Bukannya Sam gak suka minuman manis. MENYEBALKAN " Windy menggerutu.
*Sementara itu di tempat lain yang tak jauh*
" Teman bos kecil laki-laki semua ya. Pantesan aja dia rada tomboi " kata Nino.
" Menurutku biasa aja " kata Sin.
" Coba aja, tadi kita terima tawaran gabung bos, kan rame. Bosan juga terus berduaan sama bos tiap hari " celetuk Nino.
" Minta potong gaji, Haahhh...!!!" ancam Sin.
" Eh, jangan dong bos. Gitu aja marah. Kan aku cuma menyampaikan pendapatku, bos juga inginkan ? tapi bos gak mau mengakuinya " kata Nino.
" Sok tau " kata Sin.
__ADS_1
" Bos kecil, semakin dilihat semakin imut. Andai saja aku punya adik perempuan kayak bos kecil, akan aku jaga baik-baik, bila perlu aku kawal 24 jam " kata Nino.
" Justru kasihan Bhie, punya kakak seperti kamu, bencana malahan " kata Sin terus terang.
" Bos ini jahat banget. Kan andai, seandainya. Syirik aja bos nich " kata Nino.
*Saat pulang dari EXPO*
Hari semakin malam, akhirnya Bhie dan kawan-kawan memutuskan untuk pulang, karena membawa kendaraan masing-masing dan kebetulan arah rumah berlawanan, mereka memutuskan untuk berpisah dan pulang sendiri-sendiri.
Saat di parkiran.
" Hai Bhie. Kok sendiri, temanmu mana ? " kata Sin yang tiba-tiba muncul.
" Hai Sin. Kamu masih disini juga. Iya nich temanku bawa kendaraan sendiri dan kebetulan arah rumah kita berlawanan, jadi ya pulang masing-masing. Kok kamu sendiri, mana Nino ? " kata Bhie.
" Nino ngantar temannya dulu pulang dan aku nunggu disini sebentar " kata Sin.
" Aneh, kenapa gak sekalian aja ? " kata Bhie sedikit heran.
" Gak usah dipikirkan. Gimana kalau aku antar kamu pulang aja. Ini sudah malam loh " kata Sin.
" Trus Nino, gimana ? " tanya Bhie.
" Gampang, tinggal aku kabari aja, jemput di rumahmu. Gimana ? Maukan ? " kata Sin.
" Bolehlah. Nich kunci motorku " Bhie mengulurkan tangan.
" Tanganmu dingin banget " kata Sin saat bersentuhan.
" Wajarlah, semakin malam cuaca semakin dingin " kata Bhie.
Sin melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Bhie.
" Gayamu sok romantis, pacarmu lihat, cemburu, tau rasa " Bhie meledek.
" Pacarku yang mana ? Pakai saja biar gak sakit " kata Sin.
" Ok. Dengan senang hati ( tanpa basa-basi ).Kabari Nino dulu, jemput di rumah " Bhie mengingatkan.
Dari kejauhan nampak seseorang memperhatikan Bhie dan Sin dengan tatapan tak suka.
***
Keesokan siangnya.
" Janjian jam berapa ? Jam karet banget " kata Bhie cemberut.
" Sorry banget. Mendadak dipanggil dosen " kata Bayu memberi alasan.
" Sok sibuk banget, mentang-mentang mahasiswa. Emang mau ngomong apaan sich ? penting banget ya ? " kata Bhie.
" Tadi malam, kamu ke EXPO bareng Sam dan Raswan kan ? " tanya Bayu.
" Iya bareng mereka kok. Bukannya kamu yang batalin janji, malah datang sama pacarmu " sindir Bhie.
" Tapi kenapa kamu sama Sin ? " tanya Bayu.
" Kamu kenal Sin ? " Bhie balik bertanya.
" Itu gak penting. Sekarang jawab, bagaimana kamu mengenal Sin dan apa hubunganmu sama Sin ? " tanya Bayu.
" Penting ya ? " kata Bhie.
" BHIE. Ini penting buat aku " kata Bayu serius.
" Aku kenal Sin dari temanku yang pernah pacaran sama Sin dan hubunganku, kami hanya teman " kata Bhie.
" Yakin ? Gak lebih ? " Bayu tidak percaya.
" Gak percaya ? Ya sudah " kata Bhie.
" Bukannya gitu, hanya saja ? " Bayu ragu untuk melanjutkannya.
" Hanya saja ??? " Bhie penasaran.
__ADS_1
" Aku tau banget tentang Sin. Dia adalah Sigit Nouval, cowok yang dikenal playboy, banyak pacar, suka gonta ganti pasangan dan yang paling parah dia.... dia... suka mempermainkan cewek " Bayu menjelaskan.
" Waaauuwww. Kamu tau banyak ya ? Kalau itu sich aku juga sudah tau " kata Bhie.
" Yakin kamu tau apa yang aku maksud ? Apa kamu tau, semua cewek yang pernah kenal sama Sin, selalu berakhir jadi pacarnya DAN kalau sudah jadi pacarnya, pasti dia....( berhenti sejenak ) berakhir di tempat tidur " kata Bayu.
Bhie terkejut mendengar kalimat bagian terakhir, dan butuh beberapa menit untuk mencernanya.
" Kamu terkejut kan ? " kata Bayu.
" Waauuw. Bagian terakhir cukup membuat kaget. Aku gak sangka loh, kamu tau sampai sedetail itu tentang Sin. Tapi ada yang kamu lewatkan Bay..." kata Bhie.
" Apa yang aku lewatkan ? " tanya Bayu.
" Yang kamu lewatkan, tentang aku " kata Bhie.
" Kamu...??? " Bayu sedikit bingung.
" Iya aku. Kamu sendiri yang bilang kalau semua cewek yang kenal Sin akan berakhir jadi pacarnya, tapi buktinya aku enggak. Aku bukan satu dua hari kenal Sin, kami berteman sudah cukup lama, dari aku kelas satu sampai sekarang, coba kamu hitung, lumayan lama kan ? " kata Bhie.
" Selama itu kamu kenal dia ??? " kata Bayu heran.
" Iya. Gak percaya ? " kata Bhie.
" Pasti dia punya rencana. Dia itu benar-benar licik dan gak pernah benar-benar baik sama cewek. Aku hanya gak mau kamu kenapa-kenapa " kata Bayu.
" Kamu mengkhawatirkan ku ?? " goda Bhie.
" Iyalah. Kamu itu temanku yang spesial. Waktu aku lihat kamu dengan cowok licik itu, aku benar-benar khawatir, kamu jadi target berikutnya dan aku gak mau itu terjadi " kata Bayu.
" So sweet. Perhatian banget sich kamu Bay. Apa kamu beneran Bayu, temanku ? " canda Bhie.
" Serius Bhientang, aku tidak bercanda. Aku beneran khawatir sama kamu, aku gak akan biarin kamu jadi target berikutnya cowok itu. PAHAM...!!! " kata Bayu.
" Iya paham. Terima kasih atas perhatianmu, tapi beneran aku cuma berteman dengan Sin, gak lebih. Selama ini Sin baik kok sama aku, kalau datang ke rumah Sin juga ramah sama papaku " kata Bhie.
" APA...!!! Dia datang ke rumahmu dan papamu gak keberatan gitu...??? " Bayu terkejut.
" Kenapa kaget gitu ? Kamu kan juga sering datang ke rumahku. Sama seperti Sam dan Raswan " kata Bhie.
" Astaga, sudah sejauh apa hubungan kalian ? " kata Bayu.
" Sejauh aku dan kamu " Bhie menjawab asal.
" Jangan samakan aku dengan cowok licik itu. Aku gak sama seperti dia. Saat dia ingin, dia nikmati tapi setelah itu dia buang begitu saja " kata Bayu meninggikan suaranya.
" Hemm....??? Sepertinya kamu pernah berselisih dengan Sin ? Apa yang pernah terjadi antara kamu dan Sin ? Pasti ada sesuatu yang terjadi, iyakan ? Kalau gak, mana mungkin kamu sampai sebenci ini sama Sin " kata Bhie.
" Kira-kira seperti itu " kata Bayu.
" Hemm. Aku tebak pasti karena cewek ? " Bhie asal menebak.
Bayu hanya diam, dia tak menyangkal ataupun mengiyakannya.
" Haaiiss. Dari sikapmu sepertinya tebakanku benar. Dengar ya Bayu. Tentang hubunganku dengan Sin, biarlah jadi urusanku aja. Sama halnya hubunganku dengan kamu, jadi apa salahnya kalau aku berteman dengan Sin " kata Bhie.
" Tapi Bhie..." kata Bayu.
" CUKUP BAYU ( meninggikan suara ). Aku hargai kekhawatiranmu. Aku senang berteman dengan Sin dan selama ini Sin gak pernah macam-macam sama aku. Kalaupun semua yang kamu katakan tentang Sin itu benar, ya sudah biarkan, itu jadi urusan Sin. Begitu juga dengan kamu, kalau kamu gak suka dengan Sin, ya itu urusanmu. Jangan campur adukkan aku ke dalam urusanmu dan Sin. Jadi aku mohon berhenti menjelekkan Sin, aku tau kamu bukan orang jahat, kamu orang baik Bayu. Bisakan...??? " kata Bhie
" Baiklah. Maaf, aku hanya khawatir sama kamu aja " kata Bayu.
" Nahh gitu dong. Ini baru Bayu yang aku kenal. Tapi ngomong-ngomong sejak kapan kamu kenal Angela ? " Bhie mengalihkan pembicaraan.
" Bagaimana kamu kenal Angela ? " Bayu terkejut.
" Bukannya tadi malam kamu jalan dengan Angela ? " kata Bhie.
" Kalian lihat ? " tanya Bayu.
" Tentu saja, kita lihat. Apa kamu gak tau kalau aku ...??? " kata Bhie.
Bayu pun terkejut mendengar perkataan Bhie.
( bersambung )
__ADS_1