
*Bhie dan Raswan*
Bhie dan Raswan sudah duduk manis di kursi, dengan meja yang sudah penuh dengan aneka makanan yang mereka ambil. Dari semua makanan yang tersaji tentu saja harus semuanya dicicipi, makan gratis yang tidak setiap hari jadi harus dinikmati sepuasnya.
" Waktunya makan " kata Bhie.
" Pestanya Windy benar-benar keren, terutama makanannya banyak dan enak-enak banget " kata Raswan sambil mengunyah.
" Makannya santai saja, makanan yang kita ambil masih banyak, kalau kurang ambil lagi" kata Bhie.
" Mereka datang dengan pasangan, jadi pada jaim kalau makan. Berhubung kita jomblo, kita yang untung makan sepuasnya " kata Raswan.
" Iya juga ya. Selama ini aku gak pernah lihat kamu gandeng cewek, kamu gak niat cari pacar gitu ?" kata Bhie.
" Kalau aku gak bisa dan gak boleh cari pacar " kata Raswan.
" Hem, kenapa ? " tanya Bhie.
" Karena aku sudah dijodohkan, sama orang tuaku " kata Raswan.
" HAH ??? Serius ??? " Bhie terkejut.
" Iya ( menganggukkan kepala ). Ya walaupun aku belum pernah ketemu sama dia sih " kata Raswan.
" Trus kalau dia gak sesuai dengan tipemu gimana ? Masa iya belum ketemuan trus kamu setuju aja gitu dengan pilihan orang tuamu " Bhie merasa heran.
" Emmm, gimana ya ? Aku sih setuju saja, soalnya perempuan yang dijodohkan sama aku itu, anak dari teman orang tuaku " kata Raswan.
" Gimana ceritanya, sampai bisa dijodohkan ?" Bhie penasaran.
" Kata ayahku, saat muda dulu, ayah punya teman bermain yang sangat akrab seperti saudaranya sendiri. Lalu mereka membuat janji, kalau mereka punya anak, nanti mereka akan menikahkannya supaya mereka bisa menjadi keluarga yang sebenarnya. Perkataan itulah yang membuat aku yakin dan percaya dengan perjodohan ini " Raswan menjelaskan.
" Kamu kan belum pernah ketemu dia, bagaimana kalau anak dari teman ayahmu itu ternyata laki-laki ? " tanya Bhie
" Ha...ha...ha...gak lucu. Ayah pernah bertemu dengan calon istriku saat masih bayi dan memutuskan, bila saatnya sudah tiba, mereka akan bertemu kembali untuk mempertemukan aku dan calon istriku. Romantis kan ? Menikah tanpa pacaran, pasti akan menyenangkan " kata Raswan.
" Romantis jidatmu...!!! Menurutku, malah sangat aneh dan seperti tidak mungkin " Bhie meledek.
" Kalau jodoh tak kan kemana dan aku percaya dengan pilihan orang tuaku adalah yang terbaik untukku. Doa dari orang tua itu adalah yang paling mujarab " kata Raswan.
" Ya...ya...ya... semoga saja calon istrimu itu sesuai dan terbaik untukmu " kata Bhie.
" Amin " kata Raswan.
" Kue dipiringmu kelihatannya enak, boleh aku coba ? " Bhie melirik kue di piring Raswan.
" Buka mulutmu " perintah Raswan.
Raswan memotong kue di piringnya dengan sendok dan tanpa sungkan Bhie memakan kue tersebut langsung dari sendok Raswan. Tak ada perasaan jijik walaupun itu sendok bekas Raswan.
" Hem, enak. Mau coba punyaku ? " kata Bhie.
__ADS_1
Kini gantian Bhie yang menyuapi Raswan dan tentu saja menggunakan sendok bekas Bhie. Kalau orang tidak tau, pasti akan menyangka mereka adalah pasangan.
" Hem, punyamu juga enak " kata Raswan.
" Sudah berapa banyak kue kamu makan, sampai ada yang nempel di pipi " Bhie tertawa.
" Benarkah, sebelah mana ? " Raswan mengelap asal tapi tidak kena.
" Sini aku bantu bersihkan, ntar kalau calonmu sudah ketemu, suruh dia yang mengurusimu " kata Bhie sambil mengelap pipi Raswan dengan tisu.
Ditempat lain, masih di area yang sama, hanya posisi yang berbeda. Sin dan Nino nampak sedang berbincang-bincang dengan para tamu undangan yang dikenalnya. Pandangan mata Sin sempat tertuju pada Bhie dan Raswan yang sedang asyik mengobrol.
(Akrab sekali) gumam Sin dalam hati.
" Bos mau aku ambilkan minum ? " tanya Nino.
" Boleh, yang biasanya ya " kata Sin.
" Baik. Aku segera kembali " kata Nino.
Nino pergi untuk mengambil minuman dan saat itu Nino bertemu dengan Angela tanpa didampingi Bayu.
" Hai Angela, sendirian ? Mana Bayu ? " Nino basa-basi.
" Hai Nino. Ada di sana menemui temannya " Angela menunjuk ke arah Bayu.
" Lama tidak bertemu, tambah cantik saja " kata Nino.
" Iya sudah cukup lama. Apa kabar ? " Angela basa-basi.
" Kamu ngapain di sini ? Mau godain pacarku ?" Bayu tiba-tiba datang.
" Ambil minuman. Maaf saja ya aku tidak tertarik dengan mantan si bos. Bye Angela " Nino berbalik dan pergi.
" Jelaskan dulu, siapa mantan bos yang kamu maksud itu ?" Bayu menarik tangan Nino.
" Sudahlah yank " kata Angela.
" Tentu kamu tau, siapa yang aku maksud " Nino berbisik di telinga Bayu.
Setelah itu Nino pergi tanpa berbalik lagi. Bersamaan dengan itu ekspresi wajah Bayu berubah, menunjukkan kalau dia benar-benar sedang marah. Angela menelan ludahnya, ada perasaan takut melanda dirinya saat ini. Tangan Angela mulai gemetar dan mengeluarkan keringat dingin.
" Ada yang perlu kamu jelaskan yank. Mari kita bicara ditempat lain " kata Bayu.
Bayu menarik tangan Angela dengan lembut tapi genggaman tangannya terasa cukup sakit bagi Angela.
*Bhie berjalan kesana kemari melihat ke sekeliling, mencoba menerka dimana kira-kira letak toiletnya. Mau bertanya pada tuan rumah, lagi sibuk dengan para tamu undangannya. Bertanya pada salah satu pelayan, malah bingung sendiri petunjuk yang diberikan tidak terlalu jelas.
" Astaga, mau ke toilet saja susah banget, pakai nyasar, gini nih kalau punya rumah gede pakai banget " Bhie menggerutu sendiri.
Saat Bhie terus mencari letak toilet, sayup-sayup Bhie mendengar sebuah percakapan, dari nada bicaranya sepertinya mereka bertengkar. Bhie mendengarkan dengan seksama.
__ADS_1
(Seperti suara Bayu dan Angela ?) batin Bhie dalam hati.
Bhie mencari darimana asal suara mereka dan benar saja dugaan Bhie, yang di dengarnya adalah suara Bayu dan Angela yang sedang berdebat. Bhie mengamati dan mendengarkan dari kejauhan.
(Apa yang mereka debatkan ?) batin Bhie dalam hati.
" Jadi yang Nino bilang itu benar, kalau kamu mantannya Sin ? Kenapa kamu bohongin aku ?" Bayu meninggikan suaranya.
" Itu sudah lama sekali. Memangnya kenapa kalau aku pernah pacaran dengan Sin. Apa itu masalah buatmu ? " tanya Angela.
" Tentu saja itu masalah, karena kamu mantannya Sin " kata Bayu.
" Trus kenapa kalau aku mantannya Sin ? Apa itu membuatmu marah ? " kata Angela.
Saat Bhie sedang fokus mengamati Bayu dan Angela, tiba-tiba Bhie dikejutkan dengan tepukan halus dipundaknya. Spontan Bhie berbalik dan dilihatnya Sin berdiri dibelakangnya. Sebelum Sin mengucapkan sebuah kata, Bhie buru-buru menutup mulut Sin dengan tangan kanannya sambil memberi isyarat untuk diam.
Bhie memberi isyarat, menunjuk ke arah Bayu dan Angela. Sin menganggukkan kepalanya tanda paham. Akhirnya bertambah satu orang lagi yang menguping pembicaraan Bayu dan Angela.
" Aku jadi teringat. Bhie pernah bilang kalau dia kenal Sin dari temannya yang pernah pacaran dengan Sin. Berarti kamu adalah orang yang mengenalkan Bhie pada Sin. Astaga bodohnya aku, kenapa baru sekarang aku menyadarinya" kata Bayu.
" Kamu marah padaku, karena aku mantannya Sin atau karena aku mengenalkan Sin pada Bhie ? " tanya Angela.
" Keduanya. Kamu pernah pacaran dengan Sin, pasti kamu tau, bagaimana tentang Sin dan kamu masih kenalkan Bhie pada Sin ? Apa kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan ?" kata Bayu.
" Kenapa kamu jadi lebih perduli pada Bhie ? Pacarmu itu aku bukan Bhie " kata Angela.
" Karena Bhie perempuan baik-baik dan dia temanku, aku sayang dia, aku tidak mau melihatnya hancur karena Sin " kata Bayu.
" Jadi kamu suka Bhie ? " kata Angela.
Bayu terdiam, tidak menyangkal tapi juga tidak mengiyakan pertanyaan Angela dan hal itu membuat Angela sedikit terkejut.
" Aku juga temannya Bhie, aku juga sayang sama dia. Aku mengenalkannya sebelum aku tau Sin punya banyak pacar dan aku tidak menyangka kalau Bhie menjalin hubungan baik dengan Sin. Dan Bhie tidak pernah memberitahuku kalau kamu mengenal Sin. Aku juga baru tau malam ini kalau kalian sepupuan. Maaf aku tidak bermaksud membohongimu " kata Angela.
Air mata Angela mengalir dengan derasnya membasahi pipinya.
" HAAHH SIAL " Bayu benar-benar kesal.
Bayu mengusap air mata Angela, lalu memeluknya dengan erat. Sesekali ditepuk halus pundak Angela untuk membuatnya tenang agar berhenti menangis.
" Aku hanya kesal karena aku mendengar hal ini dari orang lain. Andai saja dari kamu langsung, mungkin aku tidak semarah ini. Aku sayang Bhie sebagai temannya, aku hanya tidak ingin Bhie hancur di tangan Sin. Bhie anak baik, terlampau baik sampai dia tidak pernah berfikir negatif pada orang lain. Aku mengenal Bhie saat dia masih duduk di bangku SMP. Sedikit banyak aku menyaksikan pertumbuhannya, jika kamu diposisiku pasti akan memiliki perasaan yang sama " kata Bayu.
Bayu meraih tangan Angela dan menciumnya, tangan Bayu mengusap pipi Angela dengan lembut, sesekali air mata masih mengalir dari sudut mata yang mulai nampak bengkak.
Menyaksikan pemandangan tersebut Bhie segera berbalik dan pergi meninggalkan mereka. Bhie jadi tak enak hati karena menguping pembicaraan mereka, tapi dia juga jadi tau tentang perasaan Bayu selama ini terhadap dirinya dan hal itu sedikit mengganggu pikiran Bhie.
" Ikut aku yuk ...!!! " Sin menarik tangan Bhie.
Sin berjalan di depan sambil terus menggenggam tangan Bhie, tanpa bertanya Bhie berjalan mengikuti kemana langkah kaki Sin berjalan. Genggaman tangan Sin terasa nyaman dan untuk sejenak dapat menenangkan pikiran.
Langkah kaki terus berjalan menaiki anak tangga, memasuki sebuah kamar ???
__ADS_1
( Bersambung )
Berfikir yang positif ya teman-teman ✌️🤗