Zona Nyaman Sebuah Hubungan

Zona Nyaman Sebuah Hubungan
Bab 6


__ADS_3

Hari ini adalah hari rabu, Bhie sengaja duduk di ruang tamu sambil harap-harap cemas, apakah Sin akan datang sendirian atau datang bersama Nino. Bhie benar-benar penasaran ingin bertanya pada Sin tentang yang didengarnya dari Bayu.


Ada suara kendaraan berhenti di depan rumah, sebelum membuka pintu Bhie mengintip dari jendela, melihat dulu kira-kira siapa yang datang. Akhirnya yang ditunggu datang juga.


" Hai Sin " Bhie sambil membuka pintu.


" Semangat amat, nungguin aku ya ? " Sin menggoda.


" Memang iya. Kalau aku bilang kangen percaya gak ? " Bhie balas menggoda.


" Kangen aku apa makanannya ? " kata Sin sambil mengangkat kantong plastik yang berisi makanan.


" Keduanya ( tanpa malu mengambil bungkusan). Datang sendirian saja, Nino kemana ? gak ikut ? " tanya Bhie.


" Nino sama pacarnya, biar kita bisa berduaan " kata Sin.


" Kamu juga mau nemuin pacarmu kan, makanya Nino gak ikut " kata Bhie.


" Nah itu kamu tau. Pacaran kan enaknya cuma berdua saja bukan rame-rame, emangnya mau demo " kata Sin.


" Iya dech yang punya banyak pacar " kata Bhie sambil makan.


" Emmm Bhie. Kamu potong rambut ya ? " tanya Sin melihat rambut Bhie.


" Jeli juga padahal sudah aku ikat " jawab Bhie.


" Kenapa dipotong ? Katanya mau dipanjangkan ? " kata Sin.


" Terpaksa dipotong. Karena ketumpahan cat " kata Bhie.


" Ketumpahan cat ? Kok bisa ? " Sin heran.


" Anggap saja aku sial, lagi santai jalan tiba-tiba ada bola nyasar, nimpuk jidat, mental ketangga yang ada cat trus kesiram cat dech. Untung saja Juli tanggung jawab " Bhie menjelaska.


" Juli ??? " Sin mengkerutkan kening.


" Iya si Juli, temanmu yang gak mau kamu kenalkan ke aku. Dia orangnya yang nendang bola " kata Bhie sambil terus makan.


" Aku sengaja gak kenalkan malah kenalan sendiri. Haahh " Sin menghembuskan napas.


" Perkataanmu sama dengan Bayu. Bayu juga gak mau kenalkan aku sama Juli " kata Bhie.


" Bayu ? Bagaimana kamu kenal Bayu ? Trus apa hubunganmu sama Bayu ? " Sin bertanya bertubi-tubi.


" Waaauuww. Bahkan reaksimu sama persis dengan Bayu. Bayu juga menanyakan hal yang sama saat tau kalau aku kenal kamu. Kalian benar-benar mirip " kata Bhie.


" Jangan mengalihkan pembicaraan. Jawab pertanyaanku " kata Sin.


" Aku dan Bayu sudah lama kenal, bahkan sebelum aku kenal kamu dan kami berteman. Sama seperti kamu, Juli dan Bayu, bedanya aku perempuan " Bhie menjelaskan.


" Juli cerita apa saja ? " tanya Sin penasaran.


" Gak banyak, cuma bilang kalau kalian duluan ya pernah berteman. Tapi ada perkataan Bayu yang cukup membuat aku terkejut. Boleh aku tanyakan ? " kata Bhie melihat ke arah Sin.


" Tanyakan saja " kata Sin.


" Bayu bilang. Semua cewek yang kamu kenal pasti akan jadi pacarmu dan setelah jadi pacarmu akan selalu berakhir (diam sejenak) di tempat tidur. Apa itu benar ? ( diam sejenak lagi). Perkataan itu cukup mengganggu pikiranku, awalnya aku gak perduli tapi aku juga ingin tau, apakah yang dikatakan Bayu itu benar atau enggak " kata Bhie.

__ADS_1


Bhie menatap wajah Sin, nampak keraguan tersirat dari wajah Sin. Tentu saja, siapapun akan terkejut, bila mendapatkan pertanyaan seperti itu, apalagi pertanyaan yang menyangkut masalah pribadi, mana bisa sembarangan cerita.


" Kalau kamu ragu gak usah dijawab (menggenggam tangan Sin). Satu hal yang harus kamu tau, aku suka berteman denganmu dan aku nyaman ngobrol sama kamu. Jadi apapun yang orang lain katakan itu tidak akan mengubah faktanya kalau kita berteman " kata Bhie.


" Apa barusan kamu menyatakan cinta ? " kata Sin.


" Menyatakan cinta jidatmu ( seketika melepaskan tangan ). Kamu sudah punya banyak pacar, mau nambah lagi ? " kata Bhie.


" Kalau kamu, aku gak keberatan " kata Sin.


" Baiklah aku tarik perkataanku barusan, kamu bukan temanku tapi teman spesialku. Puas !" kata Bhie.


" Terdengar sama saja bagiku. Hemm, baiklah karena kamu ingin tau, maka akan aku beritahu. Apa yang dikatakan Bayu itu benar " kata Sin.


" Benarkah ???" Bhie terkejut.


" Aku melakukan itu berdasarkan mau sama mau, aku gak pernah maksa, jadi gak masalah kan ? " kata Sin.


" Waaahhh, jadi kamu melakukan pada semua pacarmu ? " Bhie kembali bertanya.


" Anggap saja seperti itu, tapi aku juga bisa bedakan mana cewek baik-baik dan mana cewek yang mau diajak. Lagipula selama ini, aku juga belum pernah dapat yang pertama, aku selalu dapat bekasnya. Paham maksudku kan ??? " kata Sin.


" Hem Hem paham " Bhie mengangguk.


" Beneran paham ? Dari tadi makan gak berhenti-henti, doyan apa lapar ? " kata Sin.


" Iya paham. Tapi Sin, kamu pernah melakukan itu selain dengan pacarmu ? " Bhie kembali penasaran.


" Gak pernah. Prinsipku harus jadi pacarku dulu" kata Sin.


" Hemm harus jadi pacar dulu. Eh tungggu, tentang pacar, berarti kamu dan Angela ?? " kata Bhie.


" Aku gak perlu tanya lagi, urusanmu itu. Sekarang aku sudah gak penasaran lagi, orang lain mau ngatain apa tentang kamu, itu terserah mereka saja, toh mulut mereka ntar capek juga berhenti sendiri " kata Bhie.


" Tapi mulutmu gak berhenti makan, yang besar ini buat aku kan " kata Sin sambil mengambil potongan martabak yang besar.


" Sin itu sengaja aku sisihkan, mau aku makan terakhir malah diambil. Sini balikin " Bhie protes.


" Mau nich ambil " kata Sin.


Dengan sengaja Sin menggigit potongan martabak, sambil menatap Bhie dengan pandangan meledek sekaligus menantang. Bhie menatap dengan kesal.


( Sialan, nantangin nih anak ) kata Bhie dalam hati.


Bhie mendekatkan wajahnya pada wajah Sin, wajah mereka benar-benar dekat. Bhie tersenyum dan dengan cepat mengambil kembali martabak yang digigit Sin, tentu saja Sin cukup terkejut karena itu diluar dari perkiraan Sin.


Bhie mengunyah potongan martabak tersebut dengan perasaan puas dan bangga, sesekali Bhie tersenyum meledek Sin yang masih diam membisu.


" Tidak menyangka bukan ?? Kalau cuma begitu aku juga berani " kata Bhie.


" Segitu gak ridhonya ya, aku makan " kata Sin.


" Nih, makan potongan yang lainnya saja " kata Bhie menyuapi ke mulut Sin.


Entah kenapa Bhie selalu merasa nyaman dengan situasi saat ini, walaupun begitu Bhie sadar betul dengan status mereka. Setiap hubungan apa pun itu namanya akan selalu ada batasan dan jarak yang tidak bisa dilewati.


Saat ini dan kedepannya Bhie hanya ingin terus seperti ini, selalu berada di zona nyaman untuk masing-masing. Tiba-tiba Bhie jadi teringat perkataan Angela.

__ADS_1


*Saat itu


" Kamu dengan Sin itu hubungannya seperti apa ? " tanya Angela pada Bhie.


" Kami berteman. Memang kenapa kamu tanyakan itu ? Apa ada yang aneh ? " kata Bhie.


" Kadang aku bingung saja dengan kalian berdua. Sin adalah mantanku tapi setelah putus justru jadi akrab denganmu. Padahal nih ya, kamu ini kan temanku. Kita lebih dulu saling kenal, seharusnya kamu itu lebih memihak sama aku tapi justru keduanya kamu jadikan teman " kata Angela.


" Apa kamu merasa tersaingi sebagai teman ? atau karena kamu masih sayang Sin ? " goda Bhie.


" Aku sudah gak sayang sama Sin, dia itu playboy, pacarnya banyak banget. Itu yang membuat aku benar-benar sakit hati. Makanya aku heran, kok kamu bisa akrab gitu dengan Sin, apa kamu gak keberatan dengan sikap playboynya itu ? " kata Angela.


" Kenapa aku harus keberatan, itu urusan Sin bukan urusanku. Aku ini hanya temannya jadi gak boleh ikut campur urusan pribadi Sin. Sama hubunganku denganmu, aku gak pernah ikut campur urusan cintamu kan ? " kata Bhie.


" Iya sih gak pernah, tapi apakah kamu gak ada rasa sama Sin ? Apa kamu gak suka Sin ? " tanya Angela.


" Aku suka Sin " Bhie menjawab tegas.


" Benarkah ??? " Angela terkejut.


" Hem ( menganggukkan kepala ). Selama ini dia baik kok, sama seperti teman-teman yang lainnya. Tapi aku akui Sin lebih perhatian, dia gak pernah datang dengan tangan kosong " kata Bhie.


" Bukan suka seperti itu, maksudku sebagai lawan jenis. Masa iya kamu gak Mandang dia sebagai laki-laki ? " kata Angela.


" Kalau yang seperti itu, aku sendiri juga gak tau. Untuk sekarang ini aku nyaman. Lagipula tidak perduli siapa yang lebih dulu kenal, namanya teman ya teman, entah itu sudah kenal dari kecil ataupun baru kenal, tetap saja namanya teman. Menurutku " kata Bhie.


*Kembali pada Bhie dan Sin saat ini


" BTW ini sudah mau jam 9 loh, bukannya kamu ada janji dengan pacarmu ? " Bhie mengingatkan Sin.


" Hemm, kamu ngusir aku ya, mentang-mentang martabaknya sudah habis. Tapi gimana nih kalau nanti malah kebayang wajahmu ? " goda Sin.


" Ya baguslah, bila perlu panggil namaku. Biar pacarmu marah trus putus dech. Nah ada kesempatan dech cari pacar baru, gampangan !!! " kata Bhie.


" Kamu yang jadi gantinya ya ??? " goda Sin.


" Ogah. Selama ini aku selalu jadi temanmu, itu tandanya aku perempuan baik-baik di matamu, kalau jadi pacarmu berarti pandanganmu sudah berubah padaku " kata Bhie.


" Ya gak gitu juga Bhie " kata Sin.


" Iya tau kok. Sudah sana kasihan pacarmu, ntar kelamaan nunggu " kata Bhie.


Sin menyentuh kepala dan membelai rambut Bhie dengan lembut. Bhie tidak keberatan dengan hal itu, karena baginya itu hal yang biasa dilakukan sesama teman. Hanya saja kali ini, ada hal yang tak terduga.


Tiba-tiba saja, Sin mendekatkan wajahnya dan mencium Bhie tepat dibibirnya. Tentu saja Bhie terkejut, sangking kagetnya Bhie hanya diam dengan mata yang melebar.


" Balasan yang tadi. Kalau mau nyium itu jangan setengah-setengah, lakuin aja biar gak tanggung. Aku pergi dulu. Bye " kata Sin.


Sin bergegas pergi, sementara Bhie masih duduk terdiam sambil mencerna kejadian barusan.


(Balasan yang tadi ? Apa maksudnya ? Apa mungkin Sin balas dendam karena martabak tadi ?) Bhie berpikir.


Belum saja benar-benar paham Bhie dikejutkan dengan ???


( bersambung )


Saya masih pemula

__ADS_1


Salam kenalšŸ¤—


__ADS_2