Zona Nyaman Sebuah Hubungan

Zona Nyaman Sebuah Hubungan
Bab 22 ( 18+ )


__ADS_3

Saat Bhie membuka mata, ia seperti melihat wajah Sin yang tidur di sampingnya, dengan bertelanjang dada.


( Mungkin ini mimpi ) gumam Bhie dalam hati.


Bhie mengamati wajah Sin yang tertidur, tanpa sadar tangan kanan Bhie membelai rambut dan wajah Sin dengan berlahan, seperti kena hipnotis, Bhie benar-benar terpesona dengan pemandangan di hadapannya.


Namun tiba-tiba....???


" Apa aku ganteng banget di matamu ? " kata Sin.


" Dalam mimpi sekalipun, kamu masih narsis ya " kata Bhie.


" Ini nyata sayang bukan mimpi " Sin mencium bibir Bhie dengan lembut.


Seketika Bhie menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan membenamkannya di bantal. Ia benar-benar merasa malu semalu-malunya, sampai tidak dapat berkata-kata lagi.


Sementara Sin tersenyum sambil membelai rambut Bhie.


" Jadi kamu kira, ini mimpi ? Kalau begitu jangan bangun dulu, kita nikmati saja mimpi ini lebih lama " kata Sin.


" Sin..." kata Bhie.


" Ya " jawab Sin.


" Aku gak ngelakuin yang aneh-aneh kan ? Maksudku..." Bhie urung untuk melanjutkannya.


" Yang satu itu tidak, tapi yang lainnya iya " kata Sin.


( Duchh sial...!!! ) batin Bhie dalam hati.


Bhie benar-benar malu bukan main, sampai-sampai ia membelakangi Sin, tak berani menatap wajah Sin.


( Astaga, apa yang aku lakukan ? ) batin Bhie dalam hati.


" Tadi kamu salah ambil minuman, makanya kamu mabuk. Tenang saja, aku gak akan cerita siapa-siapa, anggap saja ini rahasia kita berdua. Apa kamu malu ? " kata Sin.


" Hem " Bhie menganggukkan kepalanya.


" Gak perlu malu padaku, aku suka dirimu apa adanya ( memeluk tubuh Bhie dari belakang ). Ayo, tidur lagi, ini masih malam, selamat malam Bhie " Sin mencium pundak Bhie.


Bhie hanya diam tak bersuara ataupun bergerak, ia masih tidak berani membalikkan badannya dan menatap wajah Sin.


Bhie dapat merasakan detak jantung Sin dengan jelas, jantung Sin berdetak dengan teratur, berbeda dengan miliknya, yang berdetak tak karuan.


Bhie mencoba untuk fokus mengingat-ingat kembali, apa yang terjadi. Kalau salah ambil minuman, berarti saat habis makan.


* Dalam ingat Bhie.


Saat sudah selesai makan, Bhie mengambil minuman dingin dari dalam kulkas. Bhie mengambil sebuah botol tanpa ada plastik label diluarnya, warna minumannya mirip dengan teh.


Tanpa rasa curiga, Bhie meminumnya walau awalnya terasa sedikit berbeda dari teh kemasan biasanya, Bhie tetap meminumnya.

__ADS_1


Setelah meminumnya, Bhie merasakan pusing dan naik ke atas tempat tidur untuk meredakannya.


Minuman tersebut membuat badan terasa gerah, makanya Bhie membuka kancing kemeja bagian atas, tapi karena masih merasa gerah Bhie membuka kancing kemejanya lagi dan saat itu Sin masuk setelah selesai dari terima telepon.


" Bhie, kamu kenapa ? " tanya Sin melihat gelagat aneh Bhie.


" Kenapa gerah banget ya, apa ACnya gak nyala ? Duchh ! Panas !!! " Bhie mengipaskan tangannya.


" ACnya sudah nyala Bhie, apa kurang dingin ? Ehh, tunggu, bau apa ini ? " Sin merasa ada yang janggal.


Sin mencium bau yang tak asing baginya dan mendapati botol kosong tergeletak tak jauh dari tempat tidur.


Sin tau betul isi dari botol tersebut, karena dirinyalah yang menaruhnya dalam kulkas.


" Kamu minum semua Bhie ? " Sin mendekat ke arah Bhie.


" Iya. Aku minum habis. Teh-nya enak wa-lau sedikit pahit, tapi tetap e-nak. Se-dikit pahit ta-pi e-nak " Bhie mulai bicara ngelantur.


" Astaga !!! Jadi kamu kira ini teh ??? " Sin meninggikan suaranya.


" Me-mang teh kan ?. Duchh panas...!!! Aku gak tahan lagi, gerah banget " Bhie hendak membuka kemejanya.


" Heehh jangan....!!! " Sin melarang.


" Apaan sich ! Panas tau ! Aku ju-ga masih pa-kai dala-man kok, te-nang sa-ja " Bhie membuka kemejanya.


" Kamu gak anggap aku laki-laki normal ya Bhie? " Sin mulai sedikit kesal.


" Kamu beneran mabuk Bhie " kata Sin menggelengkan kepalanya.


" SIAPA YANG MABUK ??? Selain ge-rah, kepalaku ha-nya sedikit pu-sing saja kok " kata Bhie.


Sin bingung harus berbuat apa ?


" Tapi... kalau aku per-hati-kan, semakin lama wa-jahmu semakin gan-teng, kenapa ka-mu gan-teng banget sich...!! " Bhie menyentuh pipi Sin dan mencubitnya.


" Jangan menggodaku Bhie...!!! " Sin memegang tangan Bhie.


" Aku, tidak meng-godamu, ta-pi hanya ingin..." Bhie tak melanjutkan.


Tanpa melanjutkan perkataannya, Bhie mencium bibir Sin terlebih dahulu. Walaupun ada penolakan dari Sin, Bhie justru mengeratkan tangannya di pundak Sin.


*Kembali saat ini.


Bhie benar-benar malu pakai banget dengan apa yang dia lakukan pada Sin.


" Haaiiss. Sial. Ya ampun, bisa-bisanya aku ngelakuin itu semua ? Benar-benar memalukan ! " Bhie bergumam lirih.


" Kamu mengingatnya ? " Sin angkat bicara.


" Sin, kamu... belum tidur ? " spontan Bhie berbalik menghadap Sin.

__ADS_1


Bhie menatap wajah Sin sesaat, karena masih malu, buru-buru Bhie menutup wajahnya dengan tangan.


" Kan, aku sudah bilang, kamu gak perlu malu padaku. Memangnya, apa yang kamu ingat ? " Sin menarik tangan Bhie.


" Aku... men...men...cium...mu...pak...sa " ucap Bhie lirih banget karena malu.


" Bukan hanya itu saja, mau aku ceritakan..." kata Sin.


" TIDAK PERLU....!!! " Bhie buru-buru menghentikan Sin.


" Awalnya aku menolak, karena kamu sedang mabuk, tapi jujur saja aku cukup menikmatinya. Aku jadi tau, sisi lain dari dirimu " kata Sin.


Bhie hanya terdiam.


" Tapi Bhie... lain kali kamu harus lebih waspada, karena belum tentu, lain kali aku dapat menahannya " sambung Sin.


" Emmm. Ngeledek kamu ya. Mana aku tau, kalau itu bukan teh " kata Bhie.


" Makanya lebih waspada dan hati-hati " Sin menyentil kening Bhie pelan.


" Jadi, kita beneran, gak melakukan itu kan...?" Bhie masih mempertanyakannya.


" Aku tidak melakukannya tanpa izin, kamu tau itu kan ? Ta-pi kalau sekarang kamu mau, boleh saja " Sin menggoda.


" HENTIKAN ! Gak lucu ! " Bhie cemberut.


" Aku bisa saja melakukannya, tapi akan sangat tidak adil, karena itu merupakan pertama kalinya bagimu. Aku sudah berusaha untuk menahannya, apa kamu masih meragukannya ?" kata Sin.


" Maaf ! Terima kasih, karena tidak melakukannya. Pasti, berat bagimu untuk menahannya ? " kata Bhie.


" Sangat berat. Jadi bisakah tidur lagi ? Matahari masih lama terbitnya " kata Sin.


" Em, baiklah " kata Bhie.


" Sebagai gantinya, aku akan tidur sambil memelukmu. Tutup matamu dan tidurlah " kata Sin.


Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka. Sin nampak sudah tertidur sambil memeluk tubuh Bhie, sementara Bhie masih terjaga dan sesekali memperhatikan wajah Sin yang tertidur.


Bhie masih tidak percaya, seorang Sin yang dikenal memiliki banyak pacar, kini tidur pulas di samping dirinya yang berstatus teman.


Bhie merasa kagum, karena Sin memikirkan tentang dirinya dan tidak mengikuti keinginannya, walaupun ada kesempatan untuk melakukannya.


Bhie benar-benar bersyukur laki-laki yang di sampingnya ini adalah Sin.


( Kamu benar-benar memberiku kejutan Sin, aku salut padamu ) batin Bhie dalam hati.


Bhie menutup mata dan tertidur.


( Bersambung )


Maaf teman-teman bab kali ini pendek 🙏. Terima kasih sudah membaca 🤗.

__ADS_1


__ADS_2