
Sebulan kemudian semua sudah kembali beraktivitas seperti biasa, Raswan kembali sibuk dengan kuliahnya dan Bhie kembali bekerja lagi.
Tidak ada yang namanya bulan madu ataupun jalan-jalan liburan berdua romantisan, bukan gaya Bhie banget.
" Masih ada pengiriman barang lagi mas ? " Bhie bertanya pada Andika.
" Iya masih ada satu lagi pengiriman, semua akan pulang telat, barang yang datang lumayan banyak " jawab Andika.
" Tumben datangnya barengan, biasanya gantian " Bhie sedikit mengeluh.
" Semua gara-gara si bos nih...!!! Jadi kacau gini...!!! " Nino juga mengeluh.
" Emangnya, kakak kenapa ? " Bhie tidak mengerti.
" Biasa, ngurusin pacarnya " kata Nino sedikit kesal.
" Dulu juga begini ??? " Bhie mode kepo.
" Selalu bos kecil dan selalu aku yang menyelesaikannya. Kasihan aku kan..." Nino memasang wajah memelas.
" Hemmm... kasihannyaaa dirimu ( mengusap-usap punggung Nino ). Ayo SEMANGAT ...!!! Sekarang ada aku, yang siap membantu. AYO... SEMANGAT...!!! " Bhie menghibur Nino.
" Bos kecil yang terbaik " Nino mengacungkan jempolnya.
" Tenang saja mas Krisna, aku selalu siap membantu " kata Andika.
" Kalau kamu memang harus " Nino langsung berubah nada bicaranya.
" Nah pas banget, tuhh... datang bantuanku " wajah Bhie bahagia karena melihat sang suami datang.
" Masih sibuk ya... ??? " tanya Raswan.
" He'eh. Belum bisa pulang, masih ada satu pengiriman lagi. Ayo, sayang... bantuin angkat biar cepat selesai " kata Bhie.
" Lochh...??? Kok aku, aku bukan karyawan disini " Raswan protes.
" Ya emang bukan, tapi... istrimu kerja disini, kalau bantuin... nanti istrimu yang dapat tambahan gaji. IYAKAN NO....!!! " Bhie sengaja meninggikan suaranya.
" Hemmm. Baiklah...!!! " Nino mengiyakan tanpa protes.
" Aku... akan tambah sebesar gaji Bhie selama sebulan, tapi... KAMU SELESAIKAN... SEMUA tugas Bhie yang tersisa " Sin tiba-tiba muncul entah darimana.
" Kakak Sin...!!! " Bhie terkejut.
" CEPAT SELESAIKAN angkat barangnya, pengiriman selanjutnya sudah mau datang " Sin memerintah pada Raswan.
" Baik kak.... " Raswan tidak bisa membantah perintah Sin.
" Maaf ya Ras...." Bhie memandang suaminya.
__ADS_1
" Demi dirimu sayang... " ucap Raswan lirih.
" Nanti, kita pulang ke rumah kita sendiri. Mencoba perabotan baru. Besok pagi baru balik " kata Bhie.
" Beneran....??? " tanya Raswan.
" Hem, beneran " Bhie menganggukkan kepalanya.
" WOOOIII... CEPAT ANGKAT....!!! ( meneriaki Raswan ). Bhie...!!! Sini duduk...!!! Biarkan dia yang angkat barangnya " kata Sin.
"Kakak jahat sekali...!!! " Bhie protes pada Sin.
" DIA LAKI-LAKI harus kuat, gak boleh cemen. Duduk sini, kita pantau sambil makan " Sin menyodorkan makanan.
" Kakak Sin...!!! " jawab Bhie.
" AKU bos-nya disini. Suka-suka aku...!!! " kata Sin menunjukkan kuasa.
" Baiklah kakak bos... !!! " kata Bhie malas berdebat lagi.
" Pintar....!!! " Sin mengusap kepala Bhie.
Sementara itu dari tempat yang sama, ada sepasang suami istri yang mengamati dari kejauhan, memandang dengan wajah penuh keheranan.
" Apa, yang anak itu pikirkan ??? " gumam Mentari.
" Siapa...??? Suaminya Bhientang ...??? " Nouval balik bertanya.
*Pembicaraan antara Mentari dan Raswan, sesaat sebelum datang ke swalayan.
" Kenapa, kamu membiarkan Bhientang masih bekerja di sana ? Apa kamu tidak khawatir ? " tanya Mentari pada Raswan.
" Saya menghargai keputusan Bhie " jawab Raswan.
" Apa kamu tidak paham situasinya ??? " Mentari bertanya lagi.
" Saya paham, sangat paham. Tapi... mama tidak perlu khawatir, sudah tidak ada apa-apa, semua baik-baik saja " kata Raswan menjelaskan.
" Apa yang membuatmu yakin...??? " tanya Mentari.
" Saya suami Bhientang dan saya percaya dengan istriku " jawab Raswan tegas.
" Memang seharusnya suami istri saling percaya, bagiku itu sudah lebih dari cukup. Saya permisi Mama, saya sudah janji menjemput Bhie " sambung Raswan berpamitan.
Raswan berdiri, namun saat hendak melangkah.
" Perasaan seseorang bisa berubah Raswan " kata Mentari.
" Saya tahu mama khawatir. Tapi... saya percaya pada mereka ( ucap Raswan jelas ). Akan lebih bijaksana, Mama juga harus mempercayai mereka " kata Raswan.
__ADS_1
Raswan segera beranjak pergi.
***
Pada malam harinya, selesai bersih-bersih mandi, Raswan merebahkan badannya di atas kasur. Badannya terasa sedikit pegal-pegal, mungkin karena kaget angkat-angkat barang dalam jumlah yang banyak dan cukup menguras tenaga.
Karena nyaman baring di kasur, sayup-sayup rasa kantuknya datang namun, terbangun karena teriakan Bhie dari dalam kamar mandi.
" Ras...!!! Ambilkan baju lagi...!!! Bajuku basah nich, jatuh...!!! " teriak Bhie dari dalam kamar mandi.
Raswan bergegas mengambil baju dari dalam lemari dan dengan sengaja mengambil baju tidur, yang bukan gaya Bhie banget.
( Baju ini cantik, kalau Bhie yang pakai pasti lebih cantik lagi ) gumam Raswan dalam hati sambil membayangkan.
Karena sudah kebiasaan, Bhie selalu membawa baju ganti, bila setiap mandi. Karena pantang bagi Bhie hanya keluar cuma mengenakan handuk.
" Kamu kan, bisa... keluar pakai handuk... " Raswan menggoda Bhie.
" Jangan godain. Sini cepat...!!! Mana bajunya ?? " Bhie mengeluarkan satu tangan dari celah pintu.
" Baiklah. Ini bajunya " Raswan memberikan baju.
Beberapa saat kemudian, Bhie keluar dengan handuk melilit di kepalanya. Mata Raswan tak berhenti menatap Bhie.
Sesuai dengan dugaannya, baju tersebut benar-benar cantik dikenakan Bhie. Entah bajunya atau orangnya...???
" Kamu sengaja memberiku baju ini ya ...? " Bhie dengan nada kesal.
" Kenapa...??? Bajunya cantik kok.. cocok di badanmu " Raswan tersenyum puas.
" Ihhss kamu ini ( nada kesal ). Baju ini hadiah dari Windy, aku gak tau, apa yang dipikirkan saat membelinya. Karena hadiah, ya aku simpan di rumah ini " Bhie menjelaskan.
"Mungkin... bibi Windy, ingin cepat dipanggil nenek. Ayo... wujudkan keinginannya ? " Raswan dengan gelagat mencurigakan.
" Aku lapar mau makan...!!! " Bhie pura-pura gak peka.
" Hemmm... baiklah... " Raswan berwajah cemberut.
Bhie sadar betul apa yang dimaksud oleh Raswan. Sebagai suami dia cukup sabar dan tidak memaksakan kehendaknya, untuk kepuasannya sendiri.
Bhie mendekati dan membisikkan sesuatu. Seketika wajah yang semula cemberut, kini berubah dengan senyuman.
Tujuan menikah untuk keluarga bahagia kan.
...🏵️🏵️🏵️...
Terima kasih atas dukungan teman-teman dan terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗.
Novel ini tamat sampai disini, tak akan ada season dua, karena memang novel ini tidak panjang. Sejujurnya novel ini, sudah saya buat bertahun-tahun yang lalu, namun baru tahun ini saya memberanikan diri untuk mempublikasikan secara on-line.
__ADS_1
Sekali lagi terima kasih atas dukungan teman-teman semuanya, sampai jumpa di karya berikutnya. Terima kasih 🙏🤗🤗.