Zona Nyaman Sebuah Hubungan

Zona Nyaman Sebuah Hubungan
Bab 5


__ADS_3

*Cerita sebelumnya*


" Iya maaf, aku kan bertanggung jawab, kurang apalagi ? " kata Juli.


" Untung saja, kamu kenal Sin dan Bayu, kalau enggak aku pukul dulu baru aku maafin " kata Bhie.


" Hei...!!! Kamu ini cewek tapi mulutnya kasar banget, gak sesuai dengan tampang umurmu " kata Ian.


" Kak Ian bilang dia imut ? Imut darimana ? Lihat saja kelakuannya lebih mirip cowok daripada cewek " kata Juli.


" Kamu ngajak ribut, Haahh...!! Semua ini gara-gara kamu " Bhie meninggikan suaranya.


" Jangan bertengkar lagi. Kamu ini gak terlalu pandai merawat rambut ya ? " Ian mengalihkan pembicaraan.


" Keramas pakai shampo saja, emang apalagi ?" kata Bhie.


" Pantas saja. Kamu harus ganti merek shampo, nih rambutmu rada kusam trus pakai kondisioner biar lembut dan pakai vitamin rambut seminggu sekali biar rambutmu kuat gak rapuh. Nih lihat rontok " kata Ian sambil memperlihatkan rambut rontok.


" Kak Ian ini benar-benar ahli ya, bukan hanya potong rambut tapi juga paham kondisi rambut " kata Bhie memuji.


" Sudah biasa, pekerjaan tiap hari. Habis potong rambut, aku creambath sekalian ya, untuk hilangin sisa cat yang masih nempel " kata Ian.


" Boleh kak, mumpung ada yang bayarin " kata Bhie sambil melirik Juli.


Setelah potong rambut, creambath, dikeringkan dan disisir rapi, akhirnya selesai. Bhie menatap cermin diperhatikan rambutnya lebih rapi dan terlihat lebih mengkilat dari biasanya.


( Benar-benar beda ya antara keramas biasa dirumahnya dengan di salon ? " kata Bhie dalam hati.


" Gimana ? Baguskan ? " tanya Ian.


" Bagus kak, rambutku jadi mengkilat dan harum pula, makasih ya kak Ian " jawab Bhie.


" Sama-sama. Oh ya kita sudah bicara panjang lebar tapi belum kenalan resmi. Namaku Ian, kamu siapa ? " kata Ian mengulurkan tangan.


" Namaku Bhientang, panggil aja Bhie " Bhie menjabat tangan Ian.


" Bhie, panggilan yang unik " kata Ian.


" Ok. Karena sudah selesai, ayo aku antar pulang. Habis ini selesai sudah tanggung jawabku " kata Juli.


" Itu harus, tadi perginya sama kamu jadi pulangnya juga harus sama kamu " kata Bhie.


" Iya iya. Yuk aku antar. Pergi dulu kak, nanti aku kembali lagi " kata Juli berpamitan.


" Terima kasih kak, kamu pergi dulu. Bye bye (melambaikan tangan). Hei Jul, tunggu aku " kata Bhie mengejar Juli.


*Sesampainya di rumah, Bhie segera turun dari motor Juli.


" Kita sampai, kalau gitu aku langsung masuk aja " kata Bhie.


" Tunggu " Juli menarik tangan Bhie.


" Apalagi ? " tanya Bhie.


" Ada yang mau aku tanyakan, boleh duduk dulu gak ? " tanya Juli.


" Ok. Tapi kita di teras saja ya. Emang mau tanya apa ? Tentang Sin dan Bayu ? " Bhie menebak.


" Bukan, tapi kamu ada hubungan apa sama Sin dan Bayu ? " tanya Juli.


" Ya elah pertanyaanmu sama dengan Bayu. Kamu ada hubungan apa sama Sin ?. Kayaknya pada curigaan nih sama aku " kata Bhie.

__ADS_1


" Kamu sengaja dekati mereka untuk kepentinganmu ? Apa niatanmu sebenarnya ? " Juli menuduh.


" Perkataanmu kasar banget. Kamu nuduh aku manfaatin mereka gitu ? Astaga kamu pikir aku cewek apaan. Papaku masih mampu ya hidupin aku " Bhie kesal.


" Ya kalau gitu, jelasin apa hubunganmu dengan mereka berdua, supaya aku gak salah paham " kata Juli.


" Emangnya kamu sendiri siapanya mereka ? Kenapa juga aku harus jelasin ke kamu ? Penting ? " kata Bhie.


" Penting. Aku teman mereka berdua, teman akrab " kata Juli.


" Ohh teman, sama aku juga cuma temannya " kata Bhie.


" Masa sih ??? " Juli tidak percaya.


" Kalau gak percaya, ya sudah. Kenyataannya emang cuma temenan " kata Bhie.


" Trus gimana ceritanya kamu bisa kenal Sin dan Bayu ? " tanya Juli.


" Hemm. Kenal Sin, waktu dia pacaran dengan teman sekelasku, sekitar 2 tahun yang lalu. Trus kenal dengan Bayu karena sering ketemu waktu main di lapangan. Kebetulan Bayu sekolah SMA nya gak jauh dari sini, jadi banyak kenalannya di daerah sini. Makanya dia sering main di lapangan dekat sini " Bhie menjelaskan.


" Ohh gitu. Cukup lama ya berarti kamu berteman dengan mereka, aku pikir kamu baru-baru ini kenal mereka " kata Juli.


" Ya gitulah cukup lama. Tapi aku juga gak menyangka kalau Bayu mengenal Sin, bahkan Bayu juga tanya hal sama, sampai-sampai Bayu marah karena mengkhawatirkan diriku kenal dengan Sin. Apa kamu tau, mereka pernah salah paham apa gitu ? Karena kelihatannya Bayu benci banget dengan Sin " kata Bhie.


" Bukan salah paham biasa, tapi ribut besar. Apa kamu percaya kalau aku bilang mereka dulu sudah akrab sedari mereka kecil " kata Juli.


" Benarkah ? Bagaimana kamu tau ? " Bhie penasaran.


" Tentu saja tau, karena aku juga tumbuh besar bareng mereka. Kita itu dari TK, SD dan SMP selalu bareng, SMA juga sempat bareng sampai insiden itu terjadi. Tapi sampai sekarang aku masih berteman baik dengan mereka berdua " kata Juli.


" Insiden ? Insiden apa ? " Bhie lebih penasaran.


" Ceritanya panjang tapi intinya mereka ribut karena seorang cewek dan yang lebih parahnya lagi cewek itu hanya manfaatin mereka berdua. Karena insiden itu akhirnya Bayu pindah sekolah, lebih tepatnya karena dikeluarkan " kata Juli.


" Lebih cantik daripada kamu " kata Juli.


" Kalau itu gak perlu kamu bilang. Aku juga tau kali selera mereka berdua. Haiss sayang banget persahabatan dari kecil hancur percuma karena seorang cewek. Ternyata apa yang papaku bilang itu benar " kata Bhie mengingat ucapan papanya.


" Tapi aku gak menyangka, selera teman cewekpun juga orang yang sama " kata Juli.


" Maksudmu aku ???" Bhie menunjuk diri sendiri.


" Iya kamu " kata Juli.


" Cuma kebetulan saja. Mana mungkin teman ceweknya cuma aku, pasti ada yang lainnya, kamu aja yang gak tau " kata Bhie.


" Kenapa kamu mau berteman dengan mereka ? " tanya Juli.


" Pertanyaan lucu. Apa berteman harus pakai alasan ? Yang pentingkan kita merasa nyaman satu sama lain, gak perduli gendernya apa ataupun dari suku apa, kalangan mana, iyakan ? Itu semua kan selera masing-masing orang. Tapi aku akui sih aku lebih nyaman kumpul bareng anak cowok daripada cewek, soalnya cewek itu banyak ribetnya " kata Bhie.


" Kamu kan cewek, masa iya ngatain kaum sendiri ribet " Juli merasa heran.


" Kenyataannya gitu. Buktinya teman-teman cewek di sekolah tiap hari bahas hal yang sama, pamer pacar, baju, make up, dan banyak lagi deh. Sampai bosan dengarnya " kata Bhie.


" Kamu beneran cewek unik " kata Juli.


" Terserah kamulah. BTW ini sudah larut malam, apa gak sebaiknya kamu pulang sekarang, besok aku juga harus sekolah " kata Bhie.


" Iya juga sih, sebelum itu aku minta no hpmu, boleh ? " kata Juli sambil menyodorkan hpnya.


" Ok " Bhie mengetik no nya.

__ADS_1


" Sipp, sudah aku simpan. Sekarang kita berteman " kata Juli.


" Hemm, kita teman sekarang. Sudah sana pulang " kata Bhie.


" Aku pamit pulang, bye..." Juli berpamitan.


***


Keesokan harinya di sekolah seperti biasa selalu ramai dengan para murid yang mulai berdatangan.


" Selamat pagi, semuanya " Bhie menyapa.


" Selamat pagi. Emmm sepertinya ada yang berbeda, rambutmu ?? Kamu potong rambut ? " Angela langsung sadar.


" Cepat banget kamu sadar, iya terpaksa aku potong gara-gara ketumpahan cat " kata Bhie.


" Kok bisa ketumpahan cat ? " Angela heran.


" Anggap saja aku lagi kena nasib sial " kata Bhie.


Angela senyam-senyum sendirian, entah apa yang lucu.


" Apa yang lucu ? " tanya Bhie.


" Aku lagi bayangin, tampangmu waktu ketumpahan cat, pasti lucu banget " Angela tertawa.


" Iya ketawa saja sesuka hatimu (Bhie kesal). Lalu bagaimana kelanjutan perkenalanmu dengan Bayu ? " kata Bhie.


" Bagaimana kamu tahu ? " Angela terkejut.


" Ada dech..." kata Bhie.


" Kami sudah pacaran, baru tadi malam jadian " kata Angela malu-malu.


" Cie.... Sudah ganti pacar aja nih, yang kemarin dikemanakan ?? " goda Bhie.


" Yang kemarin tetap " kata Angela.


" Dasar kelakuan. Terserah kamu ajalah, asal kau bahagia saja " kata Bhie.


" Tapi darimana kamu kenal Bayu ? " tanya Angela.


" Sudah lama aku kenal Bayu, dulu kita sering main bola bareng di lapangan dekat rumahku " kata Bhie.


" Ohh gitu " Angela mengangguk.


( Apa jadinya, jika Angela tau kalau Bayu dan Sin saling kenal ?? Hemm, gak tega aku kasih taunya. Biarlah aku gak mau ikut campur urusan Angela ) kata Bhie dalam hati.


" Ada apa Bhie, kok diam ? " tanya Angela.


" Gak apa. Selamat ya sudah dapat pacar baru " kata Bhie.


" Meledek ya, lain kali kita jalan bertiga, gimana ? " Angela memberi ide.


" Ogah banget. Aku gak mau jadi orang ketiganya ntar aku berubah jadi setannya iihh serem " kata Bhie.


" Jadi setan gimana ? " Angela tidak paham.


" Kan ada yang bilang kalau dua orang pacaran, nanti yang ketiganya setan. Ya aku gak mau lah berubah jadi setannya " kata Bhie.


" Candaanmu gak lucu " Angela meledek.

__ADS_1


\*\*\*


( bersambung )


__ADS_2