Zona Nyaman Sebuah Hubungan

Zona Nyaman Sebuah Hubungan
Bab 36


__ADS_3

Hari ini adalah hari H pernikahan Bhientang, saat ini Bhie sudah duduk manis, selesai sudah proses dandan yang lumayan panjang.


Bhie menatap dirinya di cermin, mengamati dengan seksama, bayangan dihadapannya ini.


( Apa benar itu aku ? ) gumam Bhie dalam hati.


" Hai Bhie. Wahhh... cantiknya...!!! " Windy masuk ruangan.


" Ini beneran kamu Bhie....??? " Angela memandang tak percaya.


" Entahlah. Aku sendiri juga tidak percaya " jawab Bhie.


" Foto dulu yuk...!!! " Windy mengeluarkan hp.


" OK. Foto bareng " kata Angela.


" Hei....!!!! Kalian masuk saja gak usah ngintip " teriak Windy karena sadar ada orang di depan pintu.


Muncullah Juli , Bayu dan Ian dari balik pintu dengan wajah yang sedikit malu-malu karena ketahuan.


" Wahhh.... cantiknya " Juli memuji.


" Apa benar, ini kamu Bhie ...??? " Bayu tidak percaya dengan penglihatannya.


" Aku tadi juga menanyakan hal yang sama, serasa bukan Bhie. Iyakan...??? " kata Angela.


" Tentu saja. Pengantin harus cantik, karena hari ini dia akan jadi ratu " kata Ian.


" Iya sih ratu sehari, tapi... sedikit kesal rajanya Raswan " jawab Bayu.


" Kesal kenapa ...??? " tanya Angela.


" Aku kesal karena dia nikah duluan daripada aku dan dengan Bhie pula " Bayu mengungkit.


" Ya gampang. Kamu tinggal nyusul saja. Bereskan ...!!! " Bhie meledek Bayu.


" Aduuhh.... tepat sasaran....!!! " Windy menambahi.


" Tantangan sob....!!!! " Ian ikutan meledek Bayu.


" Ayo kita foto bareng dulu, mumpung pengantin laki-lakinya belum datang " Juli mengalihkan pembicaraan.


" WOI....!!! KALIAN ngapain kumpul di sini ? Pengantin laki-laki sudah datang tuh... " Sam tiba-tiba muncul.


" Ayo sini yank, kita foto bareng dulu " Windy menarik Sam.


" Tapikan...." Sam tak bisa mengelak.


" Sudahlah kita foto saja dulu, foto terakhir, sebelum berubah status jadi istri orang " kata Bayu.


" Kok, sebel ya dengarnya..." kata Bhie.


" KALIAN INI....( tiba-tiba muncul ). Mau foto gak ngajak-ngajak... aku kan mau ikutan " kata Sin.


" Jangan lupakan diriku " Nino mengikuti Sin dari belakang.


" Ayo cepat sini, kita foto bareng " ajak Windy.


Tanpa banyak kata lagi, mereka mengambil posisi masing-masing, melakukan foto bersama.


Setelah jepret sana jepret sini, entah sudah beberapa kali Bhie difoto dan dibubarkan dengan suara panggilan dari luar karena pengantin laki-laki sudah mau memasuki rumah.


Dengan gerakan secepat kilat, mereka membubarkan diri dan menuju ruang acara. Hanya tinggal Sin, Sam dan Bhie yang ada di ruangan tersebut.


" Kamu gugup ? " Sin bertanya pada Bhie.


" Hem... sangat... " jawab Bhie.


" Aku saja gugup apalagi kamu, pasti Raswan sama gugupnya " kata Sam.


" Santai saja... !!! " Sin mengusap pundak Bhie.


" Aku mau lihat ke depan dulu, kamu temani Bhie dulu " Sam pergi melihat ke depan.


" Sam... lebih gugup dari aku " Bhie menatap kepergian Sam.


" Hemmm....!!! " Sin memandang Bhie seksama.


" Kenapa....??? Adikmu ini... saangaat cantik ya ? " Bhie narsis.


" Saangaat cantik. Adikku ini benar-benar sangat cantik " jawab Sin.


" Benarkah...??? " Bhie tersipu malu.


" Ini... hadiah yang kamu minta " Sin mengeluarkan sebuah kotak.


Saat membuka kotak tersebut, Bhie merasa sangat terharu. Tak disangka, Sin benar-benar menghadiahkan perhiasan satu set, sesuai dengan ucapannya waktu itu. Walaupun ucapan Bhie kala itu hanya candaan, tapi... benar-benar diwujudkan oleh Sin.


" Terima kasih kak " Bhie memeluk Sin.


" Sama-sama adikku ( mencium kening Bhie ). Gak boleh nangis, bedaknya luntur " kata Sin.

__ADS_1


" Hem " Bhie menganggukkan kepalanya.


" AYO...!!! Waktunya keluar, acara akan dimulai " Sam dari arah pintu.


" Baiklah " jawab Bhie.


" Jangan khawatir, aku bersamamu. Ayo...!!! " Sin menggenggam tangan Bhie.


Bhie menarik napas panjang untuk menenangkan hatiku, sesaat kemudian ia berdiri dan melingkarkan tangannya di lengan Sin. Bhie berjalan keluar di dampingi kakak dan pamannya.


Saat tiba di ruang acara, semua pandangan mata tertuju pada Bhie, yang membuat dirinya tambah gugup.


" Jangan gugup, tersenyum saja " Sin bicara pelan.


" Lihat ke depan " Sam ikut bicara pelan untuk mengarahkan Bhie.


Bhie meluruskan pandangannya, dihadapannya ada laki-laki yang sudah menyambutnya dengan senyum lebar dibibirnya.


Laki-laki yang menerima dirinya tanpa syarat apapun, laki-laki yang sebentar lagi menjadi suaminya.


Raswan bukan pelarian.


Kata itulah yang selalu Bhie yakinkan pada dirinya sendiri. Walaupun Raswan bukan orang pertama dihati Bhie, tapi... akan menjadi suami satu-satunya bagi dirinya.


{ acara ijab tidak dijelaskan karena susah merangkai kata-katanya 🙏 }


Acara berlangsung dengan baik dan lancar, tidak ada halangan ataupun hambatan. Raswan mengucapkan dengan satu tarikan napas, jelas dan lantang.


Kini... sah sudah Bhie dan Raswan berganti status sebagai sepasang suami istri. Semua tamu undangan yang ada ikut menunduk mendoakan pernikahan mereka.


" Haahhh... menyebalkan melihatmu duluan menikah, tapi... selamat atas pernikahan kalian" Bayu memberi ucapan selamat lebih dulu.


" Terima kasih Bayu " jawab Bhie.


"Kalau Raswan macam-macam, nyakitin kamu... kasih tau saja kami, kami akan beri pelajaran " Bayu mengepalkan tangannya.


" Resmi sudah, sekarang kamu menjadi keponakanku. Pasti akan jadi heboh di kampus" Sam menggeleng-gelengkan kepalanya.


" JANGAN COBA-COBA... memanggilku bibi ya !!! " Windy memberi peringatan pada keduanya.


" Iya... iya... " Raswan tak ada jawaban lainnya.


" Selamat ya... sekarang kalian resmi jadi suami istri. Semoga pernikahan kalian langgeng, bahagia sampai tua " Angela mendoakan setulus hati.


" AMIN " Bhie dan Raswan bersamaan.


" Yank, ambil minum yuk...!!! " Bayu menarik Angela.


" Ayo, kita juga, nikmati hidangannya " Sam menarik Windy.


Sesaat kemudian datang Juli dan Ian, menghampiri mereka.


" Selamat atas pernikahan kalian " Juli memberi ucapan.


" Ini hadiah, atas pernikahan kalian dari kami berdua " Ian memberikan sebuah kotak.


" Terima kasih kak Ian, terima kasih Juli " Bhie memberi pelukan bergantian.


" Jangan coba-coba nyakitin Bhie, pahamkan !" Juli berbisik pada Raswan, saat memberi pelukan.


" Bos kecil...!!! " Nino muncul bersama Sin.


" Tak memberi pelukan, sebagai ucapan selamat ??? " canda Bhie.


" Gak bolehlah bos kecil, mana aku berani ( melirik Sin ). Ini hadiah dariku, khusus buat kalian berdua " kata Nino memberi sebuah bingkisan.


" Terima kasih Nino " Bhie menerima.


" Jaga bos kecil baik-baik " ucap Nino bicara berbisik sambil menjabat tangan Raswan.


" Terima kasih, itu pasti " jawab Raswan.


" Kakak Sin, gak makan ? " tanya Bhie.


" Nanti saja. Aku masih kesal ( menatap Raswan ). Dengar ya....!!! Kalau sampai kamu membuat adikku menangis, akan aku balas berkali-kali lipat, sampai kamu tidak bisa bersuara lagi. PAHAM....!!! " Sin tanpa basa-basi.


" Itu tidak akan terjadi. Aku janji " Raswan menjawab dengan tegas.


" Itu baru keren. Buktikan, Bhie tidak salah memilihmu " kata Ian.


" Hemm... kamu lebih jahat Sin " kata Juli.


" Itu harus. Sudah jadi tanggung jawabku " Sin dengan bangga.


" Berhentilah menindas suamiku. Kalian ini selalu memberi tekanan padanya " Bhie membela Raswan.


" Hahh... sudahlah ayo kita makan " Juli mengalihkan pembicaraan.


" Baiklah ( mengiyakan Juli ). Bye..." Ian meninggalkan mereka.


" Aku selalu mengawasimu. Jangan macam-macam " Sin juga beranjak pergi.

__ADS_1


Saat ini mereka hanya tinggal berdua saja. Raswan menghela napas panjang, seraya berkata.


" Huuff... mereka semua benar-benar saingan yang berat, mereka selalu memberiku tekanan " kata Raswan.


" Sekarang, kamu suamiku, kamu pemenangnya" Bhie mencoba menghibur Raswan.


" Hem, kamu benar. Mereka begitu karena mereka sayang padamu dan aku yang beruntung mendapatkan dirimu " kata Raswan.


" Tentu saja sayang... " Bhie memberi pujian.


Seketika wajah Raswan merona, saat Bhie mengucapkan kata sayang.


" Kamu gak suka, aku panggil sayang ?? " tanya Bhie.


" Suka. Suka banget " Raswan tersenyum.


" LOVE YOU SAYANG...." Bhie menggoda Raswan.


" LOVE YOU TOO SAYANG " Raswan mencium kening Bhie.


Acaranya puncaknya, momen yang ditunggu-tunggu yaitu melempar buket bunga. Jangan tanya melempar buket bunga, bukan ide dari pengantin melainkan dari Windy, katanya biar lebih seru.


Sangking maksanya, buket bunga Windy yang menyediakannya, dari pilihan jenis bunga, bentuk buket dan tentu saja, Windy jugalah yang bayar.


Dalam hitungan.


Satu


Dua


Tiga


Bhie dan Raswan melempar buket bunga dengan posisi membelakangi dan... yang mendapatkan adalah Juli.


Yang diiringi dengan suara keluhan para teman-teman yang gagal mendapatkannya, terutama Windy.


" AAaaa ..... kesal. Kenapa kak Juli yang dapat sih....???? " Windy benar-benar kesal.


" Kalau kamu mau, nih ambil " Juli menyerahkan pada Windy.


" Gak seru kalau dikasih, bukan usahaku " Windy cemberut.


" Sudahlah memang bukan buat kita " Angela menghibur Windy.


" Kakak sih, pakai acara berdiri di sini " Windy masih menyalahkan Juli.


" Apaan...!!! Kenapa jadi aku yang salah " Juli tak terima.


" Mungkin memang sudah seharusnya " Ian tersenyum pada Juli.


" Menurutmu begitu ? " tanya Juli.


" Hem " Ian menganggukkan kepalanya.


" Aaaah.... aku kesal... kesal... kesal....!!! " ucap Windy.


" Kalau kamu mau bunga, aku bisa belikan " kata Sam.


" Bukan masalah bunganya " kata Windy.


" Lalu...??? " Sam beneran tidak peka.


" TAU AH...!!! " Windy tambah kesal.


" Sam... masa gak tau sih... ??? " kata Angela.


" Sam mana peka...!!! " Bayu meledek.


Bhie dan Raswan hanya tersenyum lebar melihat keributan mereka, tentu saja Windy kesal bukan main, karena dia sangat ingin mendapatkannya melebihi siapapun.


Bhie tersenyum bangga, sesuai dengan harapan.


( Tepat sasaran ) gumam Bhie dalam hati.


sesaat kemudian pandangan mata Bhie tertuju pada Sin, yang sedang asyik mengobrol dengan seorang perempuan.


Mereka berdua tampak akrab dan sesekali terlihat tawa diantara mereka. Sadar kalau sedang diperhatikan, tiba-tiba saja Sin tersenyum ke arah Bhie.


Kini pandangan mata mereka bertemu, seperti ada komunikasi batin, mereka saling melempar senyuman.


( Sin yang terdahulu sudah kembali ) gumam Bhie dalam hati.


Semua mulai dari perkenalan, sebuah perkenalan yang awalnya biasa saja, berlanjut sebuah pertemanan.


Pertemanan yang terjalin dengan baik, semakin kuat menjadi persahabatan, namun takdir memiliki jalannya sendiri.


Takdir mempertemukan kita dengan cara yang tak terduga, menguatkan kita dengan permasalahan yang menghadang dan dengan harapan yang membuat kita untuk terus berusaha maju ke depan yang lebih baik lagi.


( Tamat )


Besok tinggal 1 bab tambahan ya teman-teman, Terima kasih sudah membaca 🙏🤗.

__ADS_1


__ADS_2