Zona Nyaman Sebuah Hubungan

Zona Nyaman Sebuah Hubungan
Bab 20


__ADS_3

Bhie kembali sibuk dengan persiapan membuat teh, sampai tak menyadari dengan kedatangan Sin.


Sin memperhatikan setiap gerak-gerik Bhie, entah darimana tiba-tiba timbul keinginan untuk memeluknya.


" Astaga...!!! " Bhie terkejut tiba-tiba dipeluk dari belakang.


" Jangan bergerak, diam dulu, sebentar saja " Sin mengeratkan pelukannya.


" Sin, ini di rumahku loch " Bhie mengingatkan.


" Sebentar saja, mengisi daya ini " Sin merayu.


" Memangnya hp perlu mengisi daya. Lepas ! airnya mendidih tuh " kata Bhie.


" Baiklah. Bhie, kamu berantem dengan siapa ? Sampai luka gini dan pipimu juga kena tampar kan ? Samar-samar masih kelihatan " kata Sin.


" Aku kasih tau, tapi janji, jangan marah DAN jangan membalasnya " kata Bhie.


" Baiklah, iya janji " kata Sin.


" Berantem dengan Grace. Dia gak terima kamu putusin dan nuduh aku penyebabnya " kata Bhie.


" Grace ...??? " Sin meninggikan suaranya.


" Eeiittss ! udah janji gak boleh marah ! " kata Bhie.


" Atas dasar apa, dia melakukan itu semua ?" kata Sin.


" Atas dasar cemburu. Ada orang yang mengirimkan foto kita berdua dengan sengaja, agar menimbulkan salah paham. Sudahlah jangan dibahas lagi, ayo, ke depan, tuh teko, bawa ! " kata Bhie.


Sesampainya di depan, Bhie segera meletakkan gelas di atas meja, yang di susul dengan Sin yang membawa teko berisi penuh dengan teh hangat.


" Kalau berkumpul begini, suasana benar-benar hidup, jadi seperti keluarga besar " kata papa Bhie.


" Iya sih, biasanya kayak kuburan, apalagi kalau Papa gak ada di rumah " kata Bhie.


" Carikan teman saja Om " kata Sin.


" Ide bagus tuh, mending kakak nikah lagi aja, carikan Bhie ibu baru, biar ada temannya " kata Sam.


" Boleh juga tuh " Bhie setuju dengan Sam.


" Masalahnya mau cari dimana ? Ini cari istri bukan barang yang bisa beli di toko " kata Raswan.


" Iya juga Om. Om kan, sudah lama menduda, gak ada salahnya menikah lagi " kata Bayu.


" Cari lewat biro jodoh saja " Nino memberi usul.


" Emangnya ada, biro seperti itu ? " tanya Angela.


" Ada. Banyak kok " jawab Nino.


Entah kenapa, pembicaraan jadi mengarah kepada biro jodoh, saat sedang berdebat membicarakannya, tiba-tiba saja.


" Kalian ini bicara apa sih ? Biro jodoh, pasangan, nikah, istri, emangnya siapa yang bilang setuju ? " kata Papa Bhie.


" Sin yang mulai duluan ! " Bhie menunjuk ke arah Sin.


" Kok aku ...??? Kan kamu dan Sam tadi, yang setuju " bantah Sin.

__ADS_1


" Aku bilang, ide bagus. Yang usul nikah lagi kan, Bayu " Sam membela diri.


" Enak saja, yang bilang biro jodoh tadi kan, Nino. Nino tuh yang mulai ! " Bayu melempar pada Nino.


" Aku kan cuma usul. Kok jadi aku yang disalahin ? " Nino membela diri.


" Benar, tadi kamu yang usul biro jodoh " Raswan ikut menyalahkan Nino.


" Kan, kamu tanya cari dimana ? makanya aku jawab, biro jodoh. Emang salah ? " Nino membela diri.


Akhirnya perdebatan kembali terjadi lagi antara mereka, saling menyalahkan siapa yang memulai duluan dan masing-masing tetap tidak mau disalahkan.


Al hasil malah saling lempar tuduhan dan membela diri masing-masing.


" Berdebatlah kalian. Kalau seperti ini, serasa memiliki banyak anak " kata Papa tersenyum senang.


Seketika perdebatan langsung terhenti, sudah tidak ada lagi suara yang saling menyalahkan ataupun membela diri.


" Kakak mau cari anak mantu ? " Sam angkat bicara.


" Begitu juga boleh " kata Papa Bhie.


" Hem. Sial aku gak bisa masuk hitungan. Diantara kita di sini, berarti cuma Nino dan Sin yang jadi pilihannya " kata Raswan.


" Kok bisa ??? " tanya Bayu.


" Aku tau alasannya. Pasti, karena kamu mengira hanya mereka berdua yang masih single kan ? " kata Angela.


" Alasannya hampir tepat tapi, bukan itu pertimbangannya " kata Raswan.


" Lalu apa ??? " Sam penasaran.


" Bagaimana dengan kamu ? Kan, kamu juga ada ! " kata Angela.


" Iya benar masih ada kamu " sambung Bayu.


" Kalau itu karena Raswan sudah dijodohkan sama keluarganya, jadi yang menjadi istrinya sudah ditentukan, bahkan saat Raswan belum tau, gimana rupa calon istrinya " kata Bhie.


" Hem gitu. Pantas saja Raswan gak cari pacar, jadi ini alasannya " kata Sam.


" Kalau begitu, pilihannya tinggal si bos, karena aku juga sudah punya pacar dan kebetulan si bos jomblo sekarang " kata Nino.


" Tetap saja gak boleh " Bayu langsung menentang.


" Bukannya tergantung Bhie " kata Sin santai.


Seketika pandangan Bayu dan Sin mengarah pada Bhie, yang membuat dirinya jadi salah tingkah, tidak tau harus berbuat apa.


" Papa sengaja ya ??? " Bhie melihat papanya.


" Kamu beruntung Nak, dapat teman-teman seperti mereka, mereka perduli denganmu dan menemani dirimu disaat papa gak bisa mendampingimu. Om berterima kasih pada kalian, karena sudah menjadi teman Bhie. Om harap hubungan kalian tetap terjalin dengan baik, sampai kalian tua dan dilanjutkan dengan anak-anak kalian nantinya " kata Papa Bhie.


" Papa mikirnya kejauhan " kata Bhie.


" Apa salahnya berharap, Papa kan, juga pernah muda, pernah punya teman akrab. Ya walau sekarang jauh, jadi gak bisa ketemuan. Kalian lanjut ngobrolnya, Om masuk ke dalam mau istirahat " Papa Bhie beranjak pergi.


" Baik Om " menjawab bersamaan.


" Papamu benar-benar keren Bhie, beda banget dengan ayah pada umumnya. Coba saja ayahku juga begitu, bisa bicara santai. Kalian juga nampak akrab " kata Angela.

__ADS_1


" Jangan salah, kakak Ram kalau marah serem banget. Jangan sampai dech, aku lihat lagi, serem pokoknya " kata Sam.


" Barusan, kamu manggil kakak Ram? emang namanya siapa ? " kata Raswan.


" Iya juga, selama ini kita sering main tapi belum tau nama papamu Bhie ?" kata Bayu.


" Aku juga penasaran, siapa nama papamu Bhie ?" tanya Angela.


" Kalian ini benar-benar payah. Si bos aja tau, nama Papa bos kecil siapa. Kasih tau bos, biar mereka tau " Nino dengan nada sombong.


" Coba, siapa nama papaku ? " Bhie menantang.


" Kalau aku bisa jawab, kamu harus mengabulkan satu permintaanku, bagaimana ?" kata Sin.


" Ok, gak masalah " Bhie mengiyakan tanpa berfikir.


" Jangan ambil kesempatan dech " kata Bayu.


" Cukup adil, tapi harus nama panjangnya ya " kata Sam menambah tantangan.


" Jadi penasaran " kata Raswan.


" Nama panggilan Ram, nama panjangnya Ramdan Bintoro, sama seperti nama belakangmu Samran Bintoro. Aku benarkan ! " kata Sin percaya diri.


" KEREN. Tepat banget " Sam mengacungkan jempolnya.


" Emang bener Bhie ? " Raswan memastikan pada Bhie.


" Iya nama papaku Ramdan Bintoro. Kamu tau darimana nama lengkap papaku ? perasaan aku gak pernah bilang dech sama kamu " kata Bhie merasa heran.


" Dari papamu sendiri, kamu ingat saat pertama kali aku ketemu papamu ? Kan, kenalan dan kita juga salaman. Lupa ya ?" Sin mengingatkan.


" Sebelum datang denganku bos kecil " Nino menambahkan.


" Entahlah, kayaknya aku lupa " gagal mengingat.


" Sepertinya hubungan kalian baik, bukan hanya sama Bhie tapi sama Om juga baik. Aku jarang ketemu Om, makanya jarang ngobrol " kata Angela.


" Wajarlah, kamu jarang ketemu, Om juga jarang ada di rumah " Bayu menghibur.


" Mungkin, karena sudah kenal lama, makanya akrab " kata Raswan.


" Kenal lama tapi gak tau namanya, apa gak aneh " sindir Nino.


" Karena yang kami tau, cuma papanya Bhie. Kami juga akan pernah tanya siapa namanya " kata Bayu.


" Jangan kan, kalian berdua. Orang-orang sini juga lebih kenal dengan sebutan papanya Bhie. Daerah sini, nama anak lebih populer daripada nama sendiri " Sam menjelaskan agar lebih paham.


" Oohh gitu, pantas " kata Angela.


Dari balik tirai orang yang sedang dibicarakan mengintip dan menguping sambil tersenyum-senyum sendirian.


Bukan karena bangga sedang dibicarakan, melainkan senang, melihat putrinya tumbuh besar dikelilingi orang-orang yang perduli dan sayang pada dirinya.


Melihat putrinya seperti ini adalah momen yang langka, makanya kalau ada kesempatan selalu curi-curi untuk bisa mengambil foto agar tak ketahuan.


( Bersambung )


**Jika semua ayah seperti papanya Bhie, enak banget ya 😊. Tapi percayalah setiap ayah memiliki cara sendiri berkomunikasi dengan anak-anaknya.

__ADS_1


Mohon dukungannya teman-teman, terima kasih 🙏🤗**.


__ADS_2