Zona Nyaman Sebuah Hubungan

Zona Nyaman Sebuah Hubungan
Bab 26


__ADS_3

*Siang hari di rumah Bhie.


Terdengar suara pintu diketok, buru-buru Bhie membukanya dan ternyata itu Bayu dan Angela datang berkunjung.


" Hai Bhie...!!! " Angela menyapa.


" Ngapain jam segini datang ? Kamu bolos ya ?" Bhie menuduh karena belum jamnya pulang sekolah.


" Enggaklah. Para guru ada rapat, jadi pulang cepat " Angela memberi alasan.


" Oh ya ..." Bhie dengan nada meledek tidak percaya.


" Jangan tanya lagi, kalau aku memang lagi gak niat masuk kelas hari ini. Makanya kami datang ke sini " kata Bayu.


" SIAPA BHIE " teriakan Raswan dari dalam.


" Kayak suaranya Raswan...??? " kata Bayu.


" Memang si Bakwan, masuk yuk...! Kita duduk di dalam saja " Bhie mengajak masuk.


" Ngapain kamu di sini...? " tanya Bayu saat melihat Raswan.


" Berduaan dengan Bhie, memangnya cuma kalian yang boleh berduaan ( nada sombong ). Hai Angela...!!! " Raswan menyapa Angela.


" Hallo..." Angela membalas.


" Bajumu... kok sama dengan yang kemarin...?" Bayu curiga.


" Memang semalam tidur di sini, wajar kalau belum ganti baju " kata Bhie.


" HAH....!!!? " Bayu dan Angela bersamaan.


" Dengan Sam juga... " Bhie menambahkan.


" Ooo...kirain..." Bayu dan Angela merasa lega.


" Makanya...!!! Jangan mikir aneh-aneh, curigaan mulu sih. Karena kalian datang, aku bisa tenang nih ninggalin Bhie. Aku mau balik pulang trus siap-siap kuliah. Aku tinggal gak apa-apa ya Bhie..." kata Raswan.


" Iya gak apa-apa " jawab Bhie.


Raswan berjalan mendekat ke Bayu.


" Kamu jangan pergi dulu sebelum Sam datang, intinya jangan biarkan Bhie sendirian, OK " kata Raswan berbisik lirih pada Bayu.


" Memangnya kenapa ?? " Bayu penasaran.


" Lain kali aku ceritakan, pokoknya jangan pergi, kalau Sam belum datang " Raswan mengulangi pesannya.


" OK " Bayu mengiyakan saja.


" Aku pergi dulu ya Bhie..." Raswan berpamitan dengan Bhie.


" Em " Bhie menganggukkan kepalanya.


" Bye Angela " kata Raswan.


Bayu penasaran dengan perkataan Raswan barusan, ditambah dengan sikapnya yang sedikit aneh terhadap Bhie.


Walaupun demikian, Bayu mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut.


( Pasti terjadi sesuatu...? ) batin Bayu dalam hati.


" Bhie, kamu gak apa-apa ? " Angela bertanya.


" Gak apa-apa kok. Kenapa memangnya...? " Bhie bersikap biasa.


" Beneran....??? Kemarin kan, kamu habis ketemuan dengan mamamu ?? " Angela kembali bertanya.


" Tau darimana ...??? " Bhie balik bertanya.


" Kemarin aku lihat kamu di cafe, tapi aku sengaja gak menyapa, karena kamu sama mamamu " kata Angela.


" Kamu ketemu mamamu Bhie ...? " Bayu ikut bicara.


" Begitulah. Gak ada angin, gak ada hujan, tiba-tiba datang lagi. Seperti gak ada dosa " kata Bhie.


" Ooo...pantas..." gumam Bayu lirih.


" Pantas apa Bay...??? " tanya Bhie mendengar gumaman Bayu.


" Gak apa-apa kok. Aku numpang kamar mandi" Bayu mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Saat berjalan Bayu memberi kode kepada Angela, untuk mengikutinya ke belakang.


( Mungkin Angela tau sesuatu ? ) pikir Bayu dalam hati.


" Bhie, aku haus, aku ambil minum di kulkas ya " Angela mencari alasan.


" Ambil saja sendiri, semoga ada " jawab Bhie.


Sesampainya di belakang, Bayu segera menarik tangan Angela. Agar tak terlihat oleh Bhie, hatinya sudah gak sabar, ingin bertanya.


" Kok kamu... gak kasih tau, kalau Bhie ketemuan dengan mamanya ? " tanya Bayu.


"Maaf lupa. Kan yang datang ke sekolah, waktu Bhie berantem itu mamanya, trus kemarin waktu kita ke cafe, aku juga lihat mereka. Nampaknya bicara serius, makanya aku gak sapa " Angela menjelaskan.


" Apa karena itu ya...??? " Bayu menduga.


" Tentang apa ....??? " Angela bingung.


" Sebelum pergi, Raswan berpesan, kita jangan pergi dulu sebelum Sam datang. Kayaknya terjadi sesuatu deh, sampai-sampai Bhie gak boleh sendirian " Bayu menjelaskan.


" Kayaknya sih iya, aku lihat, mata Bhie juga masih rada bengkak, kelamaan nangis kayaknya " Angela menduga.


" Cepat ke depan, jangan lama-lama ntar dia curiga " kata Bayu.


" OK " Angela bergegas ke depan.


***


*Sementara itu Mentari dan Nouval.


Sepasang suami istri duduk berdampingan di sofa kamar, sambil membicarakan solusi terbaik bagi semuanya.


" Ini gimana mas ? Informasi dari Nino, mereka sudah kenal lama dan cukup dekat " kata Mentari.


" Mereka beneran menjalin hubungan ? " tanya Nouval.


" Nino tidak tau pasti, tapi akhir-akhir ini, katanya mereka memang lebih dekat " kata Mentari.


" Dasar anak itu, terlalu banyak perempuan yang dia dekati, sampai tidak tau yang mana pacarnya " kata Nouval.


" Aku juga tidak menyangka, kalau mereka saling kenal, bukan hanya Sin saja. Bhientang juga mengenal para keponakanmu " Mentari menjelaskan.


" Benarkah ? " tanya Nouval terkejut.


" Mau gimana lagi. Kalau mereka menjalin hubungan ya harus berpisah, apa boleh buat " kata Nouval.


" Aku harus bicara lagi dengan Bhientang " kata Mentari.


" Apa...mau aku temani ? " Nouval menawarkan diri.


" Pekerjaanmu, ditunda lagi...? " Mentari mengingatkan.


" Biar diurus yang lainnya. Kamu harus kuat ya, kita lalui ini sama-sama. Siap-siaplah kita temui putri kita " kata Nouval.


Mentari bangkit dari sofa dan segera bersiap-siap, bergegas menuju rumah putrinya.


Beberapa menit perjalanan, akhirnya Mentari sudah sampai di depan rumah mantan suaminya. Rumah yang dulu pernah ia tempati, namun kini kondisinya sudah banyak berubah.


Nouval menggenggam tangan Mentari, mencoba meyakinkan istrinya, semua akan baik-baik saja.


Mentari mengetuk pintu, tak lama kemudian terdengar langkah kaki dari dalam. Mentari sudah berharap-harap cemas dengan apa yang mau ia katakan pada putrinya. Akankah Bhientang mau menerima dan mengerti.


Semua orang saling pandang, saat melihat kedatangan Mentari dan Nouval. Apalagi Bayu, merasa heran dengan kedatangan mereka.


( Om dan tante ? Kenal Bhie ...? ) itulah yang dipikiran Bayu.


" Ngapain mama ke sini ??? " ucap Bhie ketus.


" MAMA ??? " Bayu berucap sedikit keras karena terkejut.


" Itu tante Mentari, mamanya Bhie " Angela berbisik pada Bayu.


" Itu om Nouval, ayahnya Sin " Bayu berbisik pada Angela.


" Ya ampun, beneran ??? " Angela terkejut mendengarnya.


Seketika Bayu dan Angela menatap Bhie.


" Mama mau bicara apa ??? " Bhie tanpa basa-basi.


" Bayu... Angela...bisa kalian pergi dulu ? " kata Mentari.

__ADS_1


" GAK USAH DI SINI SAJA, biar kita hancur sama-sama " kata Bhie meninggikan suaranya.


" Bhie..." ucap Angela lirih.


" Kalau memang, kamu ada hubungan dengan Sin, maka putuskan hubungan kalian " kata Nouval memulai pembicaraan.


" Mas... !!! " kata Mentari.


" Seperti yang diketahui, kalian adalah saudara sekarang. Jadi jalan terbaiknya, putuskan hubungan kalian " kata Nouval dengan tegas.


" Kamu langsung terus terang mas..." kata Mentari protes.


" Bhientang juga, tidak suka basa-basi. Jadi langsung ke intinya saja. Bagaimana Bhientang? " kata Nouval memandang Bhie.


Mendengar ucapan Nouval membuat Bhie merasa geli hati dan tidak tahan untuk tertawa, yang membuat suasana tambah membingungkan.


" HA..Ha..Ha..." suara tawa Bhie.


" Lucu sekali, aku tidak tahan mendengarnya. Kenapa harus aku dan Sin yang berpisah ? ( berubah ekspresi ). Kenapa bukan kalian saja ? " Bhie memandang Nouval dengan tatapan serius.


" BHIENTANG...!!! Jaga ucapanmu !!! " bentak Mentari.


" KENAPA...??? MAMA BISA PISAH DENGAN PAPA. Trus sekarang pasti juga bisakan ??? Atau... karena mama TIDAK BISA HIDUP tanpa uang dari suami mama yang KAYA INI...??? " Bhie menatap ke Mentari.


" KARENA UANG KAN, mama ninggalin papa ?? Apa segitu pentingnya uang, sampai MAMA TEGA NINGGALIN ANAK SENDIRI ??? " sambung Bhie dengan tatapan marah.


" Bhientang, tidak seperti itu..." Mentari menyangkal.


" LALU SEPERTI APA ??? " bentak Bhie.


" Mama pergi sekian lama dan sekarang datang tanpa dosa. Mama bilang ingin memperbaiki keadaan dan sekarang mama minta aku putus hubungan dengan Sin ...??? APA SALAHKU SAMA MAMA ??? KENAPA HARUS AKU ??? " Bhie meninggikan suaranya.


" Karena keadaannya harus seperti itu " Nouval menyela.


Bhie terdiam sejenak.


" Kalian saudara, kalian tidak bisa sama-sama " sambung Nouval.


" Baiklah. Aku akan tinggalin Sin, tapi... Om harus tinggalkan mamaku. Cukup adil bukan ? " Bhie.


" BHIENTANG...!!! " Mentari membentak.


" KALAU MAMA gak bisa, JANGAN MINTA ORANG LAIN untuk berpisah ( menatap Mentari). Om juga pernah mengalami, RASA SAKIT DITINGGALKAN ORANG YANG OM SAYANGI, gak mudah MELUPAKAN begitu saja" kata Bhie.


" Tapi Nak..." kata Mentari.


" Pergi...aku gak mau dengar lagi penjelasan mama. Mama pergi dari sini " kata Bhie dengan nada datar.


" Bhien....." kata Mentari.


" PERGI....!!! " Bhie menunjuk arah pintu.


" Sayang, dengar Nak...." kata Mentari.


" AKU BILANG PERGI....!!! " Bhie kembali meninggikan suaranya.


" ADA APA INI....??? " Sam tiba-tiba muncul.


" Paman...!!! " Bhie menghampiri Sam dan memeluknya.


Tangisan Bhie mulai terdengar sayup-sayup, badannya mulai gemetar, kayaknya orang yang ketakutan. Sam sadar Bhie mencoba untuk menahan semua amarahnya.


" Kak Mentari, lebih baik pergi sekarang. Berikan Bhie waktu, untuk menenangkan dirinya " kata Sam.


" Tapi Sam..." kata Mentari.


" AKU MOHON KAK...!!! Pergilah..." Sam dengan tatapan memohon.


" Lebih baik kita pergi, kita bicarakan lain kali. Kami pergi " kata Nouval.


Nouval berjalan pergi keluar dari rumah, sementara Mentari mengikuti dari belakang dengan gontai.


Mentari berhenti sejenak dan menoleh ke belakang, memperhatikan putrinya dari kejauhan.


" Ayolah. Biarkan Bhientang tenang dulu, kita juga menenangkan diri, nanti akan ada masanya, kita bicara lagi " Nouval mengusap pundak Mentari.


" Bhientang gemetar mas, dia ketakutan ? Apa dia...." kata Mentari.


" Sudahlah, ayo....!!! " ajak Nouval.


( Bersambung )

__ADS_1


Kalau ada yang tanya " ini kisah hidupmu ya thor ?? ". Maka jawabannya, author tersenyum saja dulu 😊🤗.


__ADS_2