Zona Nyaman Sebuah Hubungan

Zona Nyaman Sebuah Hubungan
Bab 2


__ADS_3

Waktu mulai menunjukkan pukul 05.00 sore, saat pintu rumah Bhie diketuk, kedatangan seorang tamu laki-laki yang bisa ditebak, laki-laki tersebut adalah pacarnya Angela.


Bhie sengaja tidak mempersilahkan masuk, ia hanya duduk di teras rumah, yang kebetulan ada kursi tempat ngobrol santai.


" Kenalkan ini Bhientang, teman sekelasku dan ini Sigit, pacarku " Angela mengenalkan.


" Jadi ini pacarmu yang bego tadi " kata Bhie.


" Nama dan kelakuanmu gak sesuai. " kata Sin.


" Bukan urusanmu. Beresin dech barang-barangmu, setelah itu pacaran dah kalian jauh-jauh sana dari rumahku " kata Bhie mengusir.


" Tapi belum selesai masih dikit lagi " kata Angela.


" Gak apa, besok kita lanjut lagi, sekalian kita gabungkan dengan bagian Nadia dan Tria " kata Bhie.


" Ok. Tunggu ya yank " kata Angela pada Sin.


" Ok " jawab Sin.


Angela pergi membereskan barang-barangnya, sementara Bhie dan Sin masih duduk di teras depan rumah.


" Angela mudah sekali gagal fokus, ini tugas kelompok bukan individu, jadi dia harus paham dengan isi materinya, karena dia harus presentasi " kata Bhie.


" Buat apa kamu kasih tau ? " kata Sin gak perduli


" Emangnya kamu mau, punya pacar cantik tapi BEGO...!!!" kata Bhie.


" Kamu...!!!" Sin kesal.


" Akrab banget, ngobrol apa...? " Angela tiba-tiba muncul.


" Akrab jidatmu " kata Bhie spontan.


" Jidatku kenapa ? " kata Angela dengan polosnya.


" Jidatmu lebar. Cocok kalian berdua, serasi. Ceweknya cantik, cowoknya ganteng tapi sayang BEGO " kata Bhie tanpa dosa.


" Kamu...!!!" pandangan Sin mulai sinis.


" APA...!!!" Bhie gak mau kalah.


" Sudah jangan berantem. Aku pulang ya Bhie, sampai ketemu besok di sekolah. Bye " kata Angela berpamitan.


" Tapi yank, dia..." kata Sin.


" Sudah. Yuk pergi " kata Angela sambil menarik Sin menjauh.


Angela berbalik melambaikan tangan, Bhie membalas. Bhie menatap kepergian mereka dengan tersenyum antara senyum meledek dan kepuasaan.


" Semoga aja mereka langgeng bisa lama " kata Bhie mendoakan.


Harapan tinggal harapan, doanya sich bagus semoga langgeng. Ehh baru masuk bulan ke-3 sudah kabar putus.


Nangis bombay dech Angela, mau gak mau Bhie mendengarkan semua keluh kesah, kekesalan, kekecewaan, sakit hati dan semua kata-kata yang kasar tak patut untuk diucapkan.


Dengan sabar Bhie mendengarkan semuanya sambil sesekali menyodorkan tisu. Dalam hati Bhie sudah bosan melihat Angela nangis berjam-jam, kasihan tapi kok kesel juga melihatnya.


Daripada nambahin keruh suasana lebih baik diam dulu, biar saja nangis sampai puas.Sangking lamanya nangis, akhirnya Angela tertidur dengan sendirinya.


" Haahhh" Bhie menghela napas panjang.


Sebelum pergi Bhie memungut semua tisu yang berserakan dimana-mana, dikumpulkan sampai satu tempat sampah terisi penuh.


( Gila habis berapa pak tisu ini ? ) kata Bhie dalam hati.


Saat perjalanan pulang Bhie mampir di sebuah warung untuk jajan, kebetulan papanya ada di rumah malam ini.


Namun hal yang tak terduga terjadi.


Sial atau takdir malah bertemu dengan mantan pacar Angela dengan seorang gadis disampingnya.


" Hadechh sial. Kenapa harus ketemu dia sich " Bhie menggerutu lirih.


" Kamu ngapain disini ? " kata Sin nampak heran.


" Menurutmu ? " kata Bhie ketus.


* Siapa dia ? Kamu kenal yank ? *


Itulah perkataan yang keluar dari gadis disampingnya Sin.


( Tak salah lagi, pasti dia pacarnya ) kata Bhie dalam hati.


" Dia...??? " Sin nampak ragu.


" Bukan siapa-siapa, hanya kenal aja. Pesananku sudah siap, duluan ya bye..." Bhie buru-buru pergi.


Entah itu takdir atau emang seharusnya begitu, setelah Angela dan Sin putus, justru Bhie dan Sin menjadi semakin akrab, bahkan hubungan mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Aneh bin ajaib memang, kehidupan memang punya misterinya sendiri dan penuh dengan kejutan yang tak terduga.


* Perkenalan selasai *


Sekarang ini.


" Ya ampun antriannya panjang banget. Yakin mau masuk " kata Bhie.

__ADS_1


" Yakinlah, sudah sampai sini juga masa mau balik lagi " kata Sam.


" Mana yang lainnya, kita janjian ketemu di pintu masuk kan ? " kata Bhie.


" Tunggu ajalah, sebentar lagi juga datang. Sambil nunggu siapa tau aja antriannya berkurang " kata Sam.


" Gak mungkin, yang ada semakin panjang iya " kata Bhie.


" HAI GAAESS...!!! " Raswan tiba-tiba muncul.


" Bisa gak sich, gak ngagetin " Bhie sambil mukul.


" Bisa gak sich, gak usah mukul kepala, rambutku jadi berantakan nich " kata Raswan sambil merapikan rambutnya.


" Darimana aja sich ? lama amat, trus Bayu mana ? " kata Sam.


" Bayu gak bareng kita. Dia sedang sama pacarnya. Tapi tenang aja. Tarra...!!! " Raswan memperlihatkan tiket masuk.


" Wuuiihh, keren sudah beli tiket masuk " kata Sam.


" Asyik, gak perlu antri panjang " Bhie girang.


" Aku sudah datang dari tadi jadi aku antri duluan. Kerenkan aku...!!!" Raswan membanggakan diri.


" Iya, bakwan keren " kata Bhie.


" Kebiasaan nich panggil bakwan " Raswan cemberut.


" Kelamaan, ayo masuk sekarang. Let's go " kata Sam.


Malam ini adalah pembukaan EXPO jadi wajar sangat ramai, karena jarang-jarang ada EXPO seperti ini.


Bagi Bhie ini seperti pasar malam, tidak penting ada apa aja didalamnya yang penting adalah banyak jajanan yang bisa dimakan.


Kumpul-kumpul gini gak seru kalau gak ada makanan apalagi kalau ditraktir lebih seru lagi.


" Wahhh, rame banget " kata Sam sambil melihat ke sekeliling.


" Pantesan aja banyak yang minat. Pamerannya keren-keren. Wuuiihh, gak sia-sia aku antri panjang " kata Raswan.


" Iya. Baju-baju yang dijual juga keren-keren banget. Sayang aku lagi kanker nich, ada yang mau belikan aku gak ? " kata Bhie.


" Jangan tanya, aku belum gajian dari ortu " kata Raswan.


" Tunggu panen ya ? " kata Sam.


" KELAMAAN " kata Bhie dan Raswan bersamaan.


" Kita ke tengah yuk. Katanya ada pertunjukan band-band indie loch " kata Raswan.


" Mungkin " kata Raswan.


" Siapa tau aja. Kan temanmu itu suaranya bagus. Sudah sering juga tampil di hajatan pernikahan " Bhie melanjutkan.


" Maksudmu bandnya Windy ? " kata Sam.


" Iyalah, siapa lagi kalau bukan bandnya Windy, pacarmu " Bhie meledek.


" Gak tau. Akhir-akhir ini dia susah dihubungi, sibuk banget katanya " Sam nampak murung.


" Kasihan " Bhie mengusap punggung Sam.


" Sabar ya bro. Begitu memang punya pacar yang populer. Untung saja kita jomblo ya Bhie, jadi gak perlu merasa sedih-sedih karena pacar, iyakan...? " kata Raswan.


" Yaps bener banget, pacaran itu ribetnya bukan main. Mau ini laporan, jalan kesini laporan, jalan sama si ini laporan, sama si itu laporan, semua pakai laporan. Sudah kayak pak RT aja harus laporan dulu " kata Bhie.


" Bener bener bener " kata Raswan sambil mengangguk.


" Kalian ini temanku bukan sich ?? " Sam kesal.


" Temanmu lah. BTW itu Bayu kan ? " pandangan Bhie tertuju pada Bayu.


" Iya itu Bayu. Tapi yang disebelahnya siapa ? Kok beda dari yang kemarin ? " kata Raswan heran.


" Paling pacar baru " kata Sam menduga.


" Dasar Bayu, mentang-mentang tampang ganteng, gonta ganti pacar, kayak gonta ganti baju aja. Pesonanya apa sich ? " kata Raswan.


" Kamu juga ganteng kok, mungkin memang belum ketemu jodohmu aja " Bhie menghibur Raswan.


" Kalau gitu pacaran denganku yuk ??" kata Raswan.


" Pacaran jidatmu ...!!! " Bhie memukul jidat Raswan.


" Auwww sakit Bhie " kata Raswan sambil mengusap.


" Lagi ....??!! " Bhie sambil mengangkat tangannya.


" Sakit banget. Kamu ini perempuan jadi-jadian atau apa sich " Raswan terus mengusap jidatnya.


" Bercandamu sich gak lucu. Kena kan " Sam meledek.


" Aku haus nich, cari minuman yuk ? " ajak Bhie.


" Aku mau cari camilan ahh..." kata Raswan.


" Kalian sajalah, aku tunggu disini " kata Sam.

__ADS_1


" Ok " kata Bhie.


Bhie dan Raswan pergi meninggalkan Sam, mereka melihat ke sekeliling, semuanya ramai penuh dengan orang.


" Gini caranya bakalan lama " kata Bhie.


" Kita misah aja. Aku cari makanan dan kamu minumannya, setelah dapat kita balik lagi ke tempat Sam. Gimana ? " Raswan memberi ide.


" Tapi aku pengen ice blender, kamu mau rasa apa ? " tanya Bhie.


" Terserah kamu aja " jawab Raswan.


" Ok " kata Bhie.


Akhirnya mereka misah untuk mempercepat waktu, saat antri di kedai minuman. Tidak sengaja menabrak seseorang dan saat orang itu berbalik.


" Nino ? " Kata Bhie.


" Bos kecil. Kesini sama siapa, sendirian ? " tanya Nino.


" Sama temen-temen kok, kita lagi misah aja sebentar cari minuman, soalnya kalau bareng-bareng antri, rame banget. Kamu sama siapa ? " kata Bhie.


" Sama si bos, tuh orangnya ada dibelakangnya " kata Nino sambil menunjuk.


" Kalian ini beneran sepaket ya " kata Bhie.


" Hai Bhie " kata Sin sambil melambaikan tangan.


" Hai Sin " Bhie balas melambaikan tangan.


" Bos kecil mau minuman rasa apa ? Sekalian aku pesankan " kata Nino.


" Permen karet dan cokelat " kata Bhie.


" Ok. Tunggu ya " kata Nino.


" Datang kesini berdua ? " tanya Sin.


" Tidak tapi bertiga, rencananya berempat tapi yang satu batal, dia milih datang dengan pacarnya. Kamu sendiri, kenapa gak datang dengan pacarmu ? malah datang dengan Nino " kata Bhie meledek Sin.


" Kalau sama pacar, ngapain ke tempat rame lebih seru di rumah " kata Sin.


" Heeemmm, kelakuan " kata Bhie.


" Bhie " kata Sin.


" Hem " kata Bhie.


" Keluar malam, gak pakai jaket, gak dingin ? " tanya Sin.


" Dingin darimana ? Panas gini sangking ramenya orang. Kamu sendiri bawa jaket juga gak dipakai " Kata Bhie sambil menunjuk jaket ditangan Sin.


" Di dalam sini panas mulai keringetan, jadi aku lepas dech, gak tahan gerah " kata Sin.


" Dasar. Tadi tanya apa gak dingin, sendirinya juga kegerahan " kata Bhie.


" Bos kecil, ini pesananmu " kata Nino sambil memberikan 2 gelas minuman.


" Terima kasih Nino. Berapa harganya ? " Bhie merogoh kantongnya.


" Gak usah bayar, anggap aja si bos yang traktir, ini tadi kan uangnya si bos " kata Nino.


" Jangan gitu, yang satu punya temanku loch " kata Bhie.


" Gak apa, santai aja " kata Sin.


" Beneran ? " tanya Bhie.


" Iya bener " kata Sin.


" Asyik, benar-benar rejeki nich. Makasih ya Sin. Makasih juga Nino " kata Bhie.


" Sama-sama bos kecil. Apa sich yang gak buat bos kecil " kata Nino.


" Senangnya yang jadi pacar kalian berdua, sudah ganteng, baik pula. Sempurna dech " kata Bhie.


" Bos kecil bisa aja " kata Nino malu-malu.


" Oh ya, gimana kalau kalian gabung aja dengan aku ? " Bhie memberi ide.


" Gak usah. Gak enak dengan teman-temanmu, masa langsung gabung aja " kata Sin.


" Ya gak apa. lebih rame lebih seru, mau ya ? " bujuk Bhie.


" Gimana bos, mau gabung ? " tanya Nino.


" Gak " jawab Sin.


" Ya sudah kalau gak mau. Aku pergi dulu ya, terima kasih traktirannya. Bye bye " kata Bhie berpamitan.


" Hati-hati bos kecil " kata Nino.


" Iya " kata Bhie.


Bhie pergi menjauh dari Sin dan Nino.


( bersambung )

__ADS_1


__ADS_2