Zona Nyaman Sebuah Hubungan

Zona Nyaman Sebuah Hubungan
Bab 25


__ADS_3

Sepulang dari cafe, Raswan berpapasan dengan Ian di jalan, Ian merasa ada yang aneh melihat Raswan mengendarai motor Bhie.


( Pasti terjadi apa-apa dengan Bhie ) pikir Ian dalam hati.


Tanpa pikir panjang Ian segera menghadang jalan Raswan, beruntung motor tidak terlalu laju, sehingga dapat berhenti tepat waktu.


" Untung gak nabrak, hampir saja " Raswan merasa lega.


" Raswan...!!! " saat Ian turun dari mobil.


" Kak Ian ...??? " Raswan heran.


" Kenapa kamu pakai motor Bhie ? " Ian langsung bertanya.


" Oh... aku habis ambil motor ini dari cafe, memang sengaja di tinggal. Memang kenapa kak ? " kata Raswan.


" Kenapa ditinggal ? Apa terjadi sesuatu ? " Ian penasaran.


" Aku gak tau pasti ceritanya, tapi yang jelas keadaan Bhie sedang tidak baik " kata Raswan.


" Bhie gak apa-apa kan ? Gak ngelakuin yang aneh-aneh kan ??? " tanya Ian.


" Kak Ian, sepertinya tau sesuatu tentang Bhie. Apa kak Ian juga tau, tentang hubungan Sin dan Bhie ? " Raswan mulai curiga.


" Memangnya Sin dan Bhie menjalin hubungan ? " Juli tiba-tiba turun dari mobil.


" Juli...!!! Kenapa kamu turun ? " Ian sedikit panik.


" Kelamaan nunggu, sekarang jelaskan, apa yang terjadi dengan Sin dan Bhie ? " Juli dengan pandangan tajamnya.


" Bukan ranahku untuk menjelaskannya " kata Raswan.


" Nanti aku jelaskan padamu ( mengusap pundak Juli ). Seperti dugaanmu, aku tau. Tolong jaga Bhie, jangan biarkan dia sendirian, aku takut dia nekad aja. Kami pergi dulu " Ian mengakhiri percakapan dan pergi.


Sesampainya di dalam mobil.


" Jelaskan padaku, apa yang kamu tau ? " tanya Juli sudah tidak sabar.


" Baiklah. Aku tidak bisa bohong padamu " kata Ian.


Sambil menyetir mobil, Ian menceritakan semua cerita yang diceritakan Bhie tadi pagi padanya.


Inti ceritanya


Saat Bhie memperlihatkan sebuah foto kepada Ian.


# Ini aku juga kenal Bhie #


# Ini tante Mentari, istrinya om Nouval #


# Om Nouval, ayahnya Sin #


# Yang kakak sebut tante Mentari itu adalah mamaku #


Saat mendengarkan cerita dari Ian, reaksi Juli, sama dengan reaksi Ian saat pertama kali mengetahuinya dari Bhie.


" Astaga. Kenapa bisa ? " Juli sangat terkejut.


" Sepertinya Sin sudah mengetahuinya sekarang " kata Ian.


" Apa, aku tanyakan pada Sin " kata Juli.


" Jangan...!!! ( buru-buru melarang ). Itu baru dugaanku saja, Bhie memintaku untuk merahasiakannya dulu, karena dia takut Sin akan kecewa " Ian menjelaskan.


" Kasihan. Tak ku sangka, pada akhirnya mereka saling memiliki perasaan, tapi sekarang ...takdir benar-benar mempermainkan mereka " kata Juli.


" Aku rasa juga begitu " kata Ian.


***

__ADS_1


Keesokan harinya, dengan langkah gontai Bhie keluar dari kamar, namun langkah kakinya tidak sengaja menginjak sesuatu yang membuatnya terkejut.


" AAAA....!!! " Bhie berteriak.


" Aduuhh...!!! SAKIT...!!! SIAPA NIH YANG INJAK ? " Raswan bangun.


" RASWAN...!!! Ngapain tidur di lantai ? Aku pikir gak ada orangnya " Bhie benar-benar kaget.


" ADA APA RIBUT-RIBUT ? ( muncul dari dapur ). Bhie, kamu sudah bangun ? " kata Sam.


" Kalian bermalam di sini ??? " tanya Bhie.


" Iya. Cepat mandi, habis itu kita sarapan, aku sudah siapin " kata Sam.


" Em, baiklah " Bhie bergegas pergi mandi.


" CEPAT BANGUN DAN RAPIKAN SELIMUTNYA" kata Sam memerintah Raswan.


" IYA IYA...!!! Sepertinya Bhie tidak ingat kejadian tadi malam " kata Raswan.


" Pasti ingat, mana mungkin lupa. Aku kenal Bhie, dia hanya menutupinya saja " kata Sam.


Setelah semua beres, mereka pun duduk bareng sarapan yang dimasak oleh Sam, ya walaupun hanya masak mie instan dan telur goreng saja.


Sam dan Raswan menatap Bhie, yang dengan lahap menyantap sarapannya, sesekali mereka saling pandang dan melemparkan senyuman.


" Aku tidak apa-apa, tenang saja. Maaf sudah merepotkan kalian " Bhie memulai pembicaraan.


" Sadar diri juga, kalau sudah merepotkan. Habiskan, kalau kurang, aku bisa masak lagi " kata Sam tersenyum.


" YA EELLAAH. Masak mie instan sama telur goreng doang, aku juga bisa. Hampir tiap hari malahan " Raswan meledek.


" NGAJAK BERANTEM, HAHH...??? " kata Sam dengan mata melotot.


" Sam gak salah, soalnya di rumah ini, stok makanan, ya cuma mie instan dan telur. Makanan yang cepat dan praktis " kata Bhie tersenyum.


" IYA... maaf sudah membuat kalian khawatir " kata Bhie.


" Jangan begitu lagi ya. Aku benar-benar khawatir " kata Sam.


" IYA PAMAN. Sudah ahh... jangan drama. BTW kalian gak kuliah ? " Bhie mengalihkan pembicaraan.


" Aku ada kuliah pagi, habis ini berangkat. Jadi... kamu ditemani dulu sama Raswan " kata Sam.


" Aku sendirian gak apa-apa kok " kata Bhie.


" Kamu gak mau berduaan denganku ya Bhie...?" Raswan memasang wajah cemberut.


" Bukan gitu. Takutnya ngerepotin kamu. Pasti kamu juga ada kesibukan sendiri " Bhie memberi penjelasan.


" Gak sama sekali. Kuliahku juga siang. Lagian, bosan juga balik rumah, gak ada teman " kata Raswan.


" OK, deal ya. Pagi ini Raswan yang menemanimu, sehabis kuliah aku bakalan cepat balik ke sini " kata Sam.


" Jangan minta bayaran ya... aku gak punya uang cukup, untuk bayar kalian " kata Bhie.


" Bayar pakai yang lain saja, gak usah uang " Raswan langsung semangat.


" JANGAN ANEH-ANEH...!!! " Sam memukul kepala Raswan.


" SIAPA YANG NIAT ANEH-ANEH SIH...!!! Aku berniat pinjam buku novel yang di kamar Bhie, kayaknya seru " Raswan mengusap-usap kepalanya.


" Ohh... maaf..." ucap Sam lirih.


" MAKANYA dengar dulu sampai selesai " Raswan benar-benar kesal.


***


*Sementara itu di tempat Sin

__ADS_1


Nino berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar Sin, niat hati ingin melihat keadaan bosnya, tapi...gak berani ganggu juga, takutnya malah marah.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka, nampak Sin keluar dengan penampilan yang berantakan dan tercium bau yang cukup menyengat hidung.


" Bos sudah bangun " Nino basa-basi menyapa.


" Bereskan kamarku, harus selesai dalam 10 menit " kata Sin.


" Baik bos " Nino tak berani membantah.


Saat masuk kamar, Nino dikejutkan dengan pemandangan yang super berantakan dan botol kosong berserakan dimana-mana.


" Si bos borong satu toko ini... banyak banget botolnya " Nino sambil melihat ke sekeliling.


Nino segera mengumpulkan botol-botol kosong yang berserakan di lantai, merapikan tempat tidur dan tak lupa mengelap bekas minuman yang tumpah.


Sesaat kemudian Sin masuk kamar dan langsung merebahkan badannya di tempat tidur.


" Nino...!!! " Sin memanggil.


" Iya bos " jawab Nino.


" Gimana keadaan Bhie tadi malam ??? Kamu yang antar dia pulang kan ??? " tanya Sin.


" Jujur saja ya bos, tadi malam bos kecil sempat hilang kendali, tapi bisa ditenangkan oleh Sam, pamannya bos kecil " Nino menjelaskan.


" Dia... gak kenapa-napa kan ? " Sin khawatir.


" Gak apa-apa, gak terluka. Bos kecil sama kecewanya dengan si bos. Dalam hal ini, gak ada yang bisa disalahkan, mungkin memang sudah jalannya begini " tanpa sadar Nino menasehati.


" Takdir...." kata Sin.


" Kira-kira seperti itu " kata Nino.


" Keluarlah, aku mau istirahat " kata Sin.


" Baik bos " Nino keluar dari kamar dengan membawa kantong plastik berisikan sampah.


Sin kembali teringat pada saat-saat kebersamaannya dengan Bhie, serasa begitu indah tapi dalam sekejap... semuanya langsung berubah.


( Kenapa baru sekarang terungkap...? ) itulah yang ada di benak Sin saat ini.


***


*Sementara itu di tempat lain.


Juli sengaja datang pagi-pagi sekali untuk mencari Sam, dia ingin sekali tau keadaannya Bhie saat ini. Juli terus bertanya pada mahasiswa yang sekiranya dianggap tau Sam berada sekarang ini.


" Kenapa nyari aku ? " tanya Sam saat bertemu Juli.


" Keadaan Bhie bagaimana ? " tanya Juli penasaran.


" Dia sudah baikkan, sekarang dia ditemani Raswan. Bagaimana...??? " Sam merasa bingung.


" Aku sudah dengar. Aku tidak menyangka kalau tante Mentari adalah ibu kandungnya Bhie. Selama ini, aku pikir tante Mentari belum punya anak, sebab waktu menikah dengan om Nouval, kelihatan seperti masih gadis " kata Juli menjelaskan.


" Waktu Bhie, ditinggal pergi kak Mentari, memang masih muda, jadi gak heran kalau orang menganggap dia belum menikah dan punya anak " kata Sam.


" Iya sih, sampai sekarang juga masih cantik. Nanti, aku sempatkan untuk jenguk Bhie, gak apa-apa kan, aku datang dengan Ian ? " kata Juli.


" Datang saja, dia di rumah. Aku pergi dulu, kelasku sudah mau dimulai " Sam berpamitan.


" OK " jawab Juli.



( bersambung )


Membacanya berurutan ya teman-teman jangan di skip supaya paham dengan jalan ceritanya. Terima kasih sudah membaca 🙏🤗.

__ADS_1


__ADS_2