Zona Nyaman Sebuah Hubungan

Zona Nyaman Sebuah Hubungan
Bab 13


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, semua berjalan seperti biasa dan lancar, tidak ada masalah penting yang terjadi. Sam juga mengabari Bhie, kalau dia dan Windy sudah menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.


Sam menceritakan kepada Windy, semuanya tentang bagaimana hubungan Sam dan Bhie. Kini mereka baik-baik saja, bahkan Bhie di undang dalam pesta ulang tahun Windy.


Dalam bayangan Bhie pesta ultah Windy pasti dirayakan dengan meriah, mengingat betapa populernya Windy sebagai penyanyi, pastilah banyak juga tamu undangan dari kalangan anak-anak populer lainnya.


Dan ternyata ??? JENG JENG...!!!


Pestanya lebih besar dan meriah dari bayangan Bhie, banyak banget tamu undangannya. Yang lebih membuat kagum adalah ternyata Windy benar-benar tajir, rumah besar, halaman luas, ada taman, kolam renang dan pos keamanan di pintu gerbang.


Dari tempat parkir sampai ke tempat pesta diadakan Bhie tidak hentinya melihat sekeliling, bukannya apa tapi tata ruang benar-benar keren dan sangat enak dipandang mata.


" Bhie, kamu datang sendiri ? " Raswan tiba-tiba muncul.


" Astaga...!!! Bakwan kebiasaan dech " kata Bhie terkejut.


" Aku sudah dari tadi panggil kamu tapi kamunya gak dengar. Lagian kita kan janjian di depan, kenapa kamu masuk duluan ? " Raswan protes.


" Coba buka hp mu ? " perintah Bhie.


" He he he....!!! Banyak banget panggilan masuknya, maaf lupa kalau mode diam " kata Raswan tersenyum malu.


" Jadi salah siapa ? " Bhie melototi Raswan.


" Maaf dech. Sekarang, ayo kita temui yang ultah dan kita bisa mulai makan-makan sepuasnya " kata Raswan.


" Haaiiss, kamu ini. Kita cari Sam dulu, biar bagaimanapun kita datang karena Sam " kata Bhie.


" Pasti Sam sudah di dalam dari tadi, asal kamu tau, sekarang mereka berdua itu nempel banget sudah kayak perangko. Ngomong-ngomong kamu bawa kado apa Bhie ? " kata Raswan.


" Ada dech rahasia. Yang penting datang bawa kado, gak usah kepo apa isinya " kata Bhie.


Bhie dan Raswan masuk ke tempat acara diadakan, di dalam sangat ramai tamu undangan dan mereka pada berpasangan. Pakaian mereka juga tampak gaul dan trendi, benar-benar ya anak-anak gaul zaman sekarang sangat memperhatikan penampilan. Tapi Bhie gak minder, walau penampilannya biasa saja yang penting rapi dan sopan.


" Hai Windy. Selamat ulang tahun, ini untukmu " Bhie memberi kado.


" Selamat ulang tahun Windy " kata Raswan.


" Terima kasih " kata Windy.


" Waahh kamu benar-benar cantik " Raswan memuji Windy.


" Benarkah ??? " kata Windy.


" Apa kamu tidak melihatku ??? " Sam melotot.


" Astaga, pacarnya marah " Raswan meledek Sam.


" Terima kasih Bhie, sudah mau datang. Maaf atas kejadian yang kemarin, aku benar-benar sudah salah paham padamu. Jujur aku benar-benar cemburu saat itu " kata Windy.


" Lupakan. Yang penting sekarang kamu sudah tau. Bukannya menutupi tapi emang banyak yang tidak tau, lagipula aku juga tidak mau memanggilnya paman " kata Bhie.


" Walaupun cerita, banyak yang tidak percaya, awalnya juga gitu saat aku diberitahu, aku pikir mereka bohongin aku " kata Raswan.


" Mungkin, sesekali boleh juga sih, manggil paman Sam dan bibi Windy " Bhie menggoda.


" Jangan dechh " Windy buru-buru melarang.


Merekapun tertawa melihat wajah terkejut Windy. Bersamaan dengan itu nampak Bayu dan Angela datang, tak lupa bingkisan kado yang cukup gede di tangan Angela. Wajah Windy nampak senang saat Bayu datang.


" Kakak Bayu ...!!! " Windy menghampiri dan memeluk Bayu.


" Selamat ulang tahun princess kecil " Bayu mencium kening Windy.


" Terima kasih " kata Windy.


" Selamat ulang tahun Windy. Ini kado dari kami berdua " kata Angela.


" Terima kasih " kata Windy sambil melirik Bayu.


" Ini Angela, pacarku " Bayu mengenalkan.


Bhie nampak heran melihat sikap Bayu terhadap Windy, apalagi saat mencium kening Windy, bukan hal yang lazim biasanya orang hanya akan cipika-cipiki bukan kening.

__ADS_1


" Bayu, kakak sepupu Windy " Sam berbisik pada Bhie.


" Hah ??? Serius ??? " Bhie terkejut.


" Aku juga baru tau, kamu juga gak percaya kan? " kata Sam.


Bhie hanya menganggukkan kepalanya, sudah sekian lama kenal dan baru tau mereka sepupuan. Sesaat kemudian nampak Juli dan Ian datang.


" Selamat ulang tahun, adik kecilku " kata Juli.


" Kenapa kakak Juli datangnya lambat " Windy protes.


" Kadonya ketinggalan jadi balik lagi " Juli membuat alasan.


" Pasti kakak, lupa kan ??? " Windy curiga.


" Bukan lupa hanya tidak ingat. Selamat ulang tahun Windy. Kado untukmu " kata Ian.


" Terima kasih kak Ian. Kakak Ian yang paling pengertian, selalu ingat ulang tahunku, tidak seperti kak Juli selalu lupa " Windy memeluk Ian.


" Tentu saja aku ingat, kamu kan adikku " Ian memeluk dan mencium kening Windy.


" Apa cuma kak Ian yang dapat pelukkan ? " Juli protes.


" Baiklah. Paling tidak kakak bawa kado untukku " Windy memeluk Juli.


Bhie yang sayup-sayup mendengar percakapan Windy, kini menyadari kalau Juli adalah kakak kandung Windy.


(Juli kakaknya Windy. Bayu kakak sepupu Windy dan berarti juga sepupunya Juli. Sin dulu bilang kalau Juli adalah sepupunya. Kalau Sin dan Juli sepupu, berarti Sin dan Bayu juga sepupuan ???) batin Bhie dalam hati.


Baru saja dipikirkan tak lama kemudian Sin datang bersama Nino, tentunya dengan kado yang tak kalah besar dengan yang dibawa Bayu dan Angela. Wajah Windy juga nampak senang melihat Sin datang.


" Kakak Sin. Akhirnya kakak datang juga " Windy memeluk Sin.


" Selamat ulang tahun princess kecilku " Sin mencium pipi kanan kiri dan kening.


" Kakak Sin bawa kado permintaanku kan ?" kata Windy.


" Tentu saja sesuai permintaan princess kecilku. Berikan No " kata Sin.


" Asyik dapat boneka panda " Windy girang.


" Kamu beneran belikan boneka panda ? " Juli bertanya pada Sin.


" Kebetulan dapat " kata Sin.


" Tidak mungkin kebetulan, boneka panda sangat susah dicari, pasti kamu pesan jauh-jauh hari " kata Juli.


" Anggap saja untuk menyenangkan adik " kata Sin.


" Haaiiss Sin, kamu terlalu memanjakan Windy" kata Juli.


" Tukang pamer " Bayu menggerutu.


" Untuk malam ini, kalian harus berdamai. Kakak Sin dan kakak Bayu, kalian yang terbaik. Ayo kalian akan aku kenalkan pada pacarku " kata Windy.


Windy berjalan ke arah Sam.


" Perkenalkan ini adalah Sam, pacarku " Windy menggandeng Sam.


" Ohh jadi laki-laki ini pacarmu. Biasa saja " ucap Juli ketus.


" Kamu harus hati-hati dengan perkataanmu, Sam adalah pamannya Bhientang " Sin berbisik pada Juli.


" Pamannya Bhientang ??? Maksudmu Bhientang ? Bhie ??? " Juli terkejut.


Sin hanya menganggukkan kepalanya.


" Aku Sin, kakak sepupu Windy " Sin mengulurkan tangannya pada Sam.


" Samran. Panggil saja Sam " Sam menjabat tangan Sin.


" Juli kakaknya Windy dan ini Ian " Juli mengenalkan diri tanpa berjabat tangan.

__ADS_1


" Ian. Jangan diambil hati ya ? " Ian menjabat tangan Sam.


" Sam " kata Sam menganggukkan kepala.


" Aku Raswan temannya Sam. Kak Ian, boleh foto bareng ??? " Raswan tiba-tiba ikut bicara.


" Raswan....!!! " Bhie menarik tangan Raswan.


" Apa...??? Kamu tau gak, ini kak Ian, pemilik salon yang cukup terkenal di kalangan anak-anak kampus. Aku mau pamer pada mereka. Boleh ya ....??? " kata Raswan.


" Maaf ya kak Ian. Raswan memang begitu " kata Bhie.


" Tidak apa-apa. Aku tidak menyangka saja, kalau aku begitu terkenal " kata Ian sambil melirik Juli.


Raswan begitu senang bisa berfoto dengan kak Ian dan dia tidak hanya sekali tapi banyak kali dengan berbagai pose.


" Astaga Raswan, berapa banyak foto itu ?? " kata Bhie.


" Entahlah...!!! Besok dia akan pamer besar-besaran di kampus, pasti heboh " kata Bayu.


" Kamu gak minta foto juga Bay ....???" Bhie meledek.


" Buat apa ? Aku sudah lama kenal kak Ian " kata Bayu.


" Orang tua kak Ian, berteman dengan orang tua kami dan kami sesekali berkumpul main bareng. Iyakan Sin ? " kata Juli.


" Teman sekaligus teman bisnis, kira-kira seperti itu " kata Sin.


" Ohh gitu, jadi kalian itu saling terhubung. Emm baru tau " kata Bhie.


" Kalian tampak akrab, sudah saling kenal ?" tanya Windy.


" Bhie maksudmu ??? " Juli menunjuk ke arah Bhie.


" Iya " kata Windy.


" Begitulah aku sudah kenal dengan Juli, kak Ian, Sin dan juga Bayu. Angela adalah teman sekelasku. Kami sudah mengenal satu sama lainnya, cukup lama " kata Bhie menjelaskan.


" Wahhh kebetulan yang menyenangkan ya, semoga hubungan kita tetap baik-baik saja, iyakan yank ? " kata Windy.


" Iya semoga " kata Sam.


" Bhie, Sam beneran pamanmu ? " Juli berbisik pada Bhie.


" Begitulah, kamu tau dari siapa ? " kata Bhie juga berbisik.


" Barusan dari Sin " kata Juli.


" Kalau kamu gak suka sama Sam, itu urusanmu. Sam adalah Sam, aku adalah aku. Jangan memandang hubunganku dan Sam, karena itu gak ada urusannya dengan hubungan Sam dan Windy " Bhie menjelaskan.


" Jadi, kalau aku mau menindas Sam, gimana ?" tanya Juli.


" Silahkan saja, kalau kamu tega " kata Bhie.


" Sebagai keponakan, kamu cukup tega Bhie " ledek Bayu.


" Aku hanya keponakan, sementara Juli adalah kakaknya Windy, jadi sah-sah aja kalau Juli ada rasa gak suka sama Sam. Kalian kan para kakaknya, pasti punya pandangan yang berbeda tentang Sam, iyakan ? " kata Bhie.


" Aku sudah kenal lama dengan Sam jadi aku gak masalah karena Sam pribadi yang baik, menurutku. Ya walaupun waktu aku tau cukup kaget juga sih " kata Bayu.


" Kapan kamu taunya ? tanya Bhie.


" Waktu Windy datang padaku dalam keadaaan nangis-nangis trus nunjukin foto kalian berdua, minggu kemarin kalau gak salah " kata Bayu.


" Ayolah jangan diungkit lagi, aku kan jadi malu. Ayo yank temani aku menemui tamu yang lainnya, jangan dengarkan pembicaraan mereka " kata Windy menarik tangan Sam menjauh.


" Hei...!!! Aku ini kakakmu, kenapa justru ngajak pacarmu ? " protes Juli.


Windy tidak perduli dan tetap berjalan menjauh sambil menggandeng Sam dengan mesranya. Lengket seperti amplop dan perangko, yang kalau sudah nempel susah banget untuk dilepaskan lagi, kira-kira seperti itulah Sam dan Windy sekarang.


" Sekarang aku mau ajak Raswan cari makan, sudah terlalu banyak dia ambil foto. Kalian juga, temui sana teman-teman kalian, jarang-jarang kalian kumpul bareng " Bhie pergi menemui Raswan.


" Ayo yank, kita ambil makanan. Aku gak mau lama-lama disini sama orang gak penting " kata Bayu.

__ADS_1


( bersambung )


Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗


__ADS_2