
Someone else
Sudah 1 minggu aku tidak bertemu dengan Bilal dia yang biasanya selalu menempel padaku hilang tanpa ada sapaan di telfon ,sapaan di depan rumahku saat dia pura_pura lari pagi
Apapun keinginanku selalu ia penuhi
Bahkan dia sering diejek teman sekolah kami dulu karena begitu memujaku dan di katain gila dan masuk dalam daftar siswa yang di perbudak oleh cinta
Tapi dia tidak memperdulikan semua itu baginya yang terpenting hanyalah senyum ku tidak ada yang lain
Tapi sekarang apa
dia tidak muncul sama sekali
senyum yang slalu ia persembahkan untukku hilang begitu saja
Aku sangat rindu ,aku sungguh merindukan nya
Teman_teman masih sering main kerumahku
kami mengobrol hal yang tidak penting mereka berusaha menghiburku
Dan semua omongan Ibam salah dia bilang mungkin 2 atau 3 hari lagi Bilal bakal sadar dan segera menghubungiku dan meminta maaf padaku
Ini malah sudah 1 minggu lamanya
Dan nyatanya aku yang menyerah 3 hari yang lalu aku mencoba menghubungi Bilal,tapi sesuai dugaan dia tidak mengangkatnya
Siang itu saat Ibam dan Roy...kerumah sedang Irfan bilang dia lagi sibuk jadi dia ngga'ikut
"Aku akan kerumah Bilal sudah cukup aku sudah tidak sabar lagi"!aku berusaha membujuk Ibam selama ini Ibam memang selalu mencegahku jika aku ingin pergi kerumah Bilal
Tapi kali ini aku sudah tidak peduli lagi
Aku langsung keluar dan menaiki sepeda motorku tidak memperdulikan teriakan Ibam dan Roy
"Ayo....cepet kita susul..."!Roy berusaha menyadarkan Ibam yang terlihat bengong dia kaget melihat aku begitu nekat
Aku menarik nafasku berkali_berkali , lalu aku melangkah memasuki gerbang rumah Bilal
Sampai di depan pintu aku langsung memencet bel
Aku melihat kearah halaman Bilal kayaknya mereka sedang ada tamu
Karena belum di bukakan pintu aku memencet bel untuk kesekian kalinya
"Ceklek"!Akhirnya pintu terbuka juga
Ternyata itu Bibi pembantu rumah ini dia dulu yang juga membukakan pintu untuk kami saat aku kesini bersama Ibam.
"Bi"!
"Ehhh...non "!Si bibi terlihat gugup
"Bilalnya ada bi"?Aku tersenyum ramah
"Ada...non...mari silahkan masuk
Aku langsung mengikuti si bibi
Si bibi membawaku keruang tamu
Setelah sampai di sana ternyata benar mereka sedang ada tamu
Mereka
Terlihat sumringah
"Bi....tunggu "!
"Ia....non.."!
"Bisa Bibi panggilin Bilalnya aja
ngga' enak kalau saya kesana bilang kalau di luar ada saya bi Nabila gitu"!Aku agak berbisik pada si Bibi
"Tapi non..."Si bibi menunduk
"WAAHH...WAAAHH....ternyata kita kedatangan tamu yang sangat terhormat"!Itu suara tante Raisya
Dia menghampiriku
"Ayo.....kesana biar saya kenalin dengan seseorang"!
Tante Raisya mengapit tanganku dan membawaku keruang tamu dan di sana sudah ada tamu mereka dan saya yakin itu tamu yang sangat penting
Aku di dudukkan di sofa kosong yang kecil dan aku berhadapan dengan Bilal dan di sebelahnya ada seoarang gadis dia sangat cantik dengan wajahnya yang putih hidung
sangat mancung dan dengan wajah
Yang tirus dia tersenyum kearahku lalu aku melihat Bilal dia hanya menatapku sekilas lalu dia memandang kearah lain
"Siapa dia Raisya"!Nyonya yang seumuran dengan tante Raisya
Dan bisa di tebak dia merupakan ibu dari gadis yang duduk dengan Bilal
Dia menanyakan tentang diriku yang terlihat seperti tamu tidak di undang
" OOOHHHH...kenalin "!
"Dia putri kiyai yang terkenal disini"Tante mengenalkanku sangat sinis
"Putri kiyai "?Nyonya tadi mengernyitkan dahinya menatap penuh tanya
Mungkin dia ngga' nyangka
Aku putri dari seorang kiyai karena aku yang ngga' memakai hijab
"Itu lho....kiyai FATAHILLAH"!
"OHHHHH...iya saya tahu kalian pernah memperkenalkannya dengan kami "!Sepertinya nyonya ini mengenal orang tuaku
"Sana kenalan sama tante RIMA"!tante Raisya seperti memerintah pada bawahannya
Aku pun berdiri dan menyalami mereka semua
Dan saat menjabat tangan gadis yang ada di dekat Bilal
"SAKINA NABILA"!
"RISTA HIMAWAN"Gadis tadi menyebutkan namanya dengan muka jutek
"Ada perlu apa dia kemari tante?Aku duduk kembali ketempatku terlihat sekali tatapan tidak suka Rista padaku
"Dia sahabatnya Bilal Rista "!
__ADS_1
"Ngga' apa_apa kan dia nanti menyaksikan hari bahagia kalian"!Tante Raisya melirik
Sudah kuduga mereka menjodohkan Bilal dengan gadis ini terlihat sekali dari gerak_geriknya
Dan dari tadi Bilal hanya diam tanpa mau berkata apa_apa sungguh Bilal sekarang terlihat sangat menyebalkan padahal selama 1 minggu ini aku sangat merindukannya tapi apa dia malah enak_enakkan berdua_duaan dengan seorang gadis dan di lihat dari tingkah mereka sepertinya mereka sudah sangat dekat
"Aku membencimu Bilal ,"Aku menggumam sendiri tanpa aku sadari aku melotot pada Bilal dan menampakkan wajah penuh amarah aku ingin sekali mencekik leher Bilal sampai dia ******
Sedang mataku sudah sejak dari tadi menahan aliran airnya sungguh ini sangat menyakitkan
"Sebaiknya acaranya segera di laksanakan"!Bilal yang sedari tadi diam dia sekarang berbicara aku kira mulutnya sedang di lem sama tante Raisya ternyata aku salah sangka
Tunggu dulu acara
"ACARA APA...?
Aku melihat tante Raisya dia tersenyum pada Bilal lalu aku melihat Bilal yang juga tersenyum ..
Pada mamanya
Lalu aku mengikuti kemana arah tatapan Bilal...
Tek....tek...tek..."!Dunia seakan berjalan dengan pelan
Sampailah tatapan Bilal pada meja di depannya dan begitu pula tatapanku
Dan di sana ternyata ada dua cincin yang terlihat sangat indah dan merupakan cincin pasangan
Seketika otakku berjalan lambat
Apa ini ....apa mereka
"TIDAAAAKKK..."!Aku berteriak sekencang_kencangnya
Semua menatap kearahku mereka semua melongo keheranan sambil menutup telinga mereka karena mendengar teriakanku.
"MAU APA KAMU"!
"Kamu jangan kurang ajar ya ...."!
"Kamu mau ribut dan mencegah pertunangan ini"!Tante Raisya berdiri menunjuk_nunjukku dengan jari telunjuknya yang seperti menggoda sekali untuk di gigit sampai putus
"Sadis amat"Biar....tante Raisya juga berbuat sadis padaku dengan memisahkanku dengan Bilal
Tidak aku tidak boleh kurang ajar sama mertuaku
Apapun yang terjadi aku akan tetap menganggap tante Raisya sebagai mertua
Dari tadi aku bengong mulutku terbuka sangat lebar ,ada sebuah suara yang menasihatiku
"Sebaiknya kamu diam sakina Nabila"!
"Biarkan mereka bertunangan ingat hanya tunangan bersabarlah...sekarang kamu pasang wajah yang sangat manis tapi jangan hilangkan rasa sedihnya....perlihatkan lah pada mereka penderitaanmu dengan cara tersenyum"!
"Ingat selama ini kamu mendekati tante dengan cara berontak sekarang aku harus menggunakan cara halus
Ya....aku sekarang akan diam dan pura_pura tertekan.
"He....he...he.😁😁😁"!aku pura_pura nyengir padahal hati udah sesak dan air mata rasanya tak tertahan seperti ingin sekali melarikan diri dari mataku
"Engga' kok tan..."
"Emmm ...tadi cuma kaget aja..."!
"Dasar kamu Bilal masak mau tunangan ngga' ngasih kabar"!
"Aku disini ikut bahagia"Aku tersenyum salah tingkah
"Awass kamu ribut lagi ya...."Tante mengancamku dengan tatapan yang sangat tajam..
"Aku ngga' akan berani tante"Aku mengangkat kedua tangan ku seperti orang yang sudah menyerah
"Akhirnya selesai juga mereka saling bertukar cincin"!Ya allah rasanya aku ingin mencincang gadis yang tersenyum manis pada Bilal
Dia sudah mencuri Bilalku dengan cara yang curang dia tidak bertarung secara adil
"Arkhhhhhh"!aku benci hari ini
"PROK...PROK......PROKK...."Aku bertepuk tangan sendiri
"WAAÀAA...HA..HA ..mereka memang pasangan yang sangat serasi"Aku berteriak heboh
"Saya doakan semoga....kalian segera menuju ke...."!
"SUDAH DIAMMMM......"!Bilal memotong ucapanku
"Aku menatap nya sinis "
"Emang dia kira aku akan berdoa apa ...orang aku mendoakan semoga kalian segera menuju KE NERAKA JAHANAM..."Aku berbicara sendiri dalam hati
"Selamat buat kalian"Tante Raisya berusaha memecah kesunyian dia bertepuk tangan salah tingkah sepertinya dia takut para keluarga calon besannya itu akan tahu siapa aku bagi Bilal
"Ehh....emang siapa aku bagi Bilal"!
"Ia...dulu dia menganggapku istimewa tapi sekarang aku hanyalah seorang sahabat yang tersesat di acara tunangannya...
"Ngomong_ngomong kenapa acaranya sederhana seperti ini kenapa kalian tidak menyelenggarakan pesta yang sangat besar yang tak tertandingi
Kalian kan orang yang sangat mampu"Aku menyinggung dengan memilih kalimat yang sangat halus
"Ini karena kami sudah ngga' sabar untuk saling terikat"!Rista berucap dengan suara yang di buat agak manja
Rista yang tadi sudah resmi menjadi tunangan Bilal
"Ngga' sabar untuk saling terikat"Aku meniru ucapannya dengan suara pelan dengan meniru gayanya yang sok manja
"Ia...terikat diatas pohon ,tapi sayang yang terikat cuma kepalanya he ....he...he.."!aku berbisik sendiri dalam hati dong kalau sampai itu keluar dari mulut maka sudah pasti aku sudah di tendang sama tante Raisya
Aku tidak mau keluar aku sudah kepalang rindu
Biarlah Hati tersakiti asalkan rindu terobati
"Apa kamu senyum_senyum sendiri"Tante Raisya menegurku
"Tante Raisya perhatian sekali....sampai aku senyum_senyum sendiri aja tahu...
"HAYOOOOO...tante merhatiin aku ya"?
"HEDEEEEHHH ORA SUDI "!tante menjawabku sinis
aku berusaha mengakrabkan diri dengan keluarga Bilal
Karena dari dulu aku menjauhi mereka seharusnya itu tidak aku lakukan ,seharusnya aku berusaha mendekati mereka
sekarang baru aku menyesal setelah aku melihat Bilal harus bertunangan dengan orang lain
__ADS_1
"Tuan nyonya"Ada suara si bibi tadi
"Ada apa bi"?
"Ada temen_temennya den Bilal "!
"Ohh....suruh masuk aja bi' dan antar kesini"!
"Baik nyonya..."!si bibi tadi pergi dan tak lama dia berjalan bersama Ibam dan Roy
"Ayo sini "!
"Mereka temen_temennya Bilal"Tante Raisya menjawab rasa penasaran tamunya
Ibam berjalan kearah kami dan menyalami semua orang ..
"Karena kalian sudah disini jadi kalian harus tahu kalau Bilal tadi sudah bertunangan dengan Rista"!
Ibam dan roy terlihat terkejut sekali mereka memandang kearahku
Aku hanya tersenyum pada mereka dan memperlihatkan bahwa aku baik_baik saja
"Kalian jangan kaget begitu ini sudah lama kami bicarakan "Tante Raisya sekali lagi menjawab rasa penasaran Ibam dan Roy tanpa perlu mereka banyak bicara
"O...ya...kalau begitu selamat ya Bilal"Ibam dan Roy menyalami bilal dan Rista dan Irfan ngga' tahu dia kemana ngga' biasanya dia ngga' ikut ngumpul
Untung kalian kesini semua jadi Bilal tidak perlu pamit sama kalian"!
"Pamit...kemana tante?Ibam mewakili pertanyaan yang muncul di otakku
"Dia akan pergi ke luar negri meneruskan pendidikannya dan juga dia akan melangsungkan pernikahan nya dengan Rista di______
"TIDAAAAAAKK...."Aku berteriak menghentikan ucapan tante Raisya
Mendengarkan teriakanku semua orang berdiri
"TIDAAAK ......BILAL tidak boleh pergi"!aku berbicara sambil berlari kearah Bilal
dan aku langsung memeluknya
Aku sudah tidak perduli lagi walau semua orang menatap kearahku
"Bilal....jangan pergi aku mohon..
"Hikss..hikss...hikss..."Mengalir sudah air mata yang aku tahan dari tadi
"Apapun yang kamu lakukan Bilal aku hanya akan diam dengan manis
Aku tidak akan menyela ataupun memprotes aku akan jadi penonton yang setia"!
aku berbicara apapun yang aku bisa tanpa ada jeda
Bilal hanya diam dia tidak membalas pelukannya dia hanya menatap lurus kedepan
"Kamu apa_apaan sih..."!Si Rista yang sok imut tadi melotot tidak percaya dengan apa yang aku lakukan
"LEPAS...NGGA' ...LEPASSS.dasar perempuan kurang ajar"Si Rista
memukul _mukul lenganku
Tapi aku tidak merasakan sakitnya sama sekali
Aku masih memeluk Bilal dengan erat bahkan aku mengaitkan kedua tanganku aku mengeluarkan tenaga yang begitu besar aku tidak akan mengalah pada perempuan ini enak aja dia mau mengambil Bilalku
"Tante Raisya aku mohon jangan jauhkan aku dari Bilal
"Aku tidak akan merecoki Bilal lagi
Tapi jangan bawa dia jauh dariku
Aku tidak bisa tante Aku mohon"Aku berbicara tanpa melihat tante Raisya tapi aku tetap berada dalam pelukan Bilal aku takut dia menjauh dariku
"Tante....ayo..bantu aku memisahkan mereka"Si Rista menatap mama
nya Bilal memohon bantuan padanya
"DIAM KAMU CEWEK GENIT...."Aku membentak si Rista tapi aku masih ada dalam dekapan Bilal....ehh....salah tapi aku yang memeluknya dengan paksa
"Dasar kamu kurang ajar"Si Rista hendak menggamprat kepalaku
"Namun Bilal menahan tangan si Rista"!
"Bilal ...kamu membela gadis tidak tahu diri ini..."!
"Rasain emang enak di marahin "Aku mengejek Rista tapi masih dengan derai air mata
"Kamu jangan pergi ya Bilal..."Aku makin mempererat pelukanku
"HAAAHHH..."Bilal menghela nafas nya dan dia menarikku supaya aku melepas pelukanku
"ENGGA' ....ENGGA' MAU ... .ngga' akan aku lepas aku takut kamu pergi"!
Aku masih terus bertahan
Tapi karena memang aku tidak bisa menandingi kekuatan Bilal
Akhirnya Bilal mampu membuatku melepas pelukanku
Aku tersentak dengan kasar
Aku menatap mata Bilal
Dia menatapku tajam aku kira dia akan mengatakan sesuatu hal panjang lebar
Namun perkataannya makin membuatku sesak
"PERGILAH aku sudah muak dan tidak ingin melihat muka yang membuatku ingin muntah ini"!Setelah mengatakan itu Bilal mendorongku dengan kasar hingga aku terjatuh ke lantai
"BILAAAAL...."!Ibam berteriak dia menghampiri Bilal
Sedang Roy menghampiriku berusaha menolongku
"Ketua.... ngga' apa_apa"?Ibam terlihat ingin menonjok Bilal
"HENTIKAAAN...."!aku berteriak lagi
"Kalau sampai kamu Ibam berani memukul Bilal Aku tidak akan menyapamu sampai aku mati "!Ibam terlihat sok dia terdiam dan menunduk dia mungkin tidak menyangka aku akan berbuat seperti itu pada orang yang membelaku".
"PLEASE...."!aku menyatukan kedua tanganku dan tangisku semakin terisak😢😢😢"
"Jangan begini Bilal,aku benar_benar tidak bisa jika tanpamu....."!
"Hikss....hikssssss....hikkssssss"!
Aku memohon dengan sekuat tenagaku sambil berurai air mata
__ADS_1
😢😢😢😢