
BERPISAH
"BILA...sudah mau pulang"Sungguh
suara itu akan membangkitkan amarah yang sudah meredup menjadi berkobar
Semua mata tertuju pada Khalil orang yang memanggilku tadi
Kami semua memberi nya tatapan tajam dan memberi isyarat untuk segera pergi dan menjauh dari kami
Tapi sepertinya kode mata yang kami sampaikan tidak di fahami oleh Khalil ,dia malah makin mendekatiku tanganku langsung berada di genggaman Bilal
"Kenapa ngga' nunggu selesai acara baru pulang"?Khalil bertanya dengan tampang polos tidak tahu kondisi dan situasi kami saat ini yang sedang menahan bom amarah yang ada pada Bilal
"Aku ...."!
"Kami mau pulang ....kewajiban kami sudah selesai...."Bilal menyela ucapanku tidak mengijinkan Khalil untuk berbicara denganku
Khalil menatap Bilal sekilas tidak memperdulikan omongan Bilal
Tatapannya seakan tidak mau beranjak dia terlihat ingin slalu menatapku
"Kamu nungu acara selesai ya....saya ingin ngomong sesuatu"Khalil menambah suasana jadi kacau sebenarnya dia mau bicara apa sehingga begitu beraninya mengajakku di saat aku bersama Bilal padahal dia sudah berkali_kali kena damprat omongan kasar Bilal ketika berusaha mendekatiku
"Beraninya kamu"Kedua tangan bilal terkepal wajahnya merah padam
"KENAPA..."Khalil membalas tatapan Bilal tak kalah sengitnya
"HAAAAHHH....."!kami semua terkejut mulut dan mata kami terbuka lebar
"OOOHHH....udah merasa jagoan karena kamu senior di sini "Bilal makin marah.....aduh...pusing aku resiko jadi orang cantik begini nih....slalu jadi rebutan
"Kenapa kamu seakan mengekang Nabila ,kamu seakan menjadi pemilik dan penguasanya,kamu memaksanya untuk selalu berada di sisimu tanpa memikirkan perasaan Nabila"Khalil makin berani mengungkapkan kekesalannya pada Bilal ,karena selama ini dia selalu membatasi gerak seorang laki_laki yang menyukaiku
Bilal slalu menghalau mereka dengan
Sifat intimidasinya yang kuat
"Siapa yang bilang aku tersiksa?"Aku menyela Bilal yang ingin mengatakan sesuatu
"NABILA....."!khalil menatapku dengan sendu campur kaget mendengar ucapanku dia seakan tidak menyangkanya
"HAHHHH....."!aku menghela nafasku,aku harus mempertegas ini sekarang
"Khalil denger baik_baik ya..."Bilal menarik sudut bibirnya ,dia langsung menggenggam tanganku yang tadi ia lepas dia emosi karena melihat Khalil mendekatiku
"Akulah yang membatasi diriku sendiri dengan pria lain tanpa kekangan dari Bilal,
"Aku sendiri yang memberikan hak kepemilikan atas diriku pada Bilal.
"Aku yang memilih dia untuk menjadi penguasa diriku
"Dan satu lagi ,hAAAHHH......."!aku menghela nafasku lagi
"Aku sendiri yang memutuskan untuk slalu berada di sisinya,dan perasaanku adalah miliknya....."!Bilal langsung tersenyum pongah dan menatap Khalil dengan tatapan menyepelekannya
Dia menang telak tanpa melawan
"Aku tidak bermaksud menyinggungmu Nabila"!khalil menunduk lesu
"Khalil aku tahu persaanmu itu adalah hakmu,aku tidak akan menyuruhmu untuk membuang perasaanmu itu,tapi tadi ucapanmu itu seakan menyalahkan perasaanku
"Dan kamu seakan ingin merebut hati yang sudah ada dalam genggaman Bilal"!
"Kamu orang yang baik Khalil"!
"AHHHHH....SUDAH ayo kita pulang"Bilal menyeretku untuk menjauhi khalil
"Bilal aku belum selesai....,terlihat sekali tadi tu.. saya berbakat menasihati orang...."Aku berbicara sendiri dan Bilal tidak menghiraukanku ,dia tetap menyeretku
kan masih banyak yang ingin aku sampaikan pada Khalil sepertinya aku berbakat menjadi seorang penasehat"Aku masih berusaha
"KHALIL KAMU ORANG YANG BAIK CARILAH WANITA YANG BAIK JUGA"Aku berbicara berusaha meneruskan omonganku
sengaja mengeraskan suara biar khalil mendengarnya
"MAAF AKU TIDAK BISA LEPAS DARI GENGGAMAN BILALKU"!
"DA....DA....DA...KHALIL"!
"Puas kamu Bilal"Aku menatap Bilal
"Puas banget,kamu pintar sekali,bisa langsung membuat Khalil diam"Bilal tersenyum puas
Aku menaiki motor berboncengan pada Bilal
"Bilal aku kan belum selesai ngomong ,kamu ini suka seenaknya saja"!
"kamu ngomong panjang lebarpun ngga' akan berpengaruh pada dia...
"kamu pegang omonganku ,dia tidak mungkin berhenti mengejar kamu Bila.."
"Sudah ayo kita pulang..."
"Okelah ayo...."!Bilalpun melajukan motornya
"Sabar bro...."!Ibam menepuk bahu khalil
"Carilah perempuan lain ,tapi periksa dulu perempuan itu udah di cap stempel apa ngga'"!Roy menimpali
__ADS_1
"Dan ketua kami yang kamu suka itu udah di cap stempel oleh Bilal dari dia bayi"!
"Daa....bro kami pulang dulu "Lalu mereka semua menaiki motornya dan pulang menyusul kami yang sudah jauh di depan
"Terlihat Bilal selalu mengembangkan senyum nya dia teringat dengan ucapan Nabila tadi sungguh membuat Bilal berbunga_bunga dia sangat senang dan bahagia
Dia ngga' nyangka bahwa dirinya juga istimewa di hati Nabila
Kami sampai di rumah tongkrongan kami
yang lain belum terlihat mereka tertinggal jauh di belakang
"ABI...."aku tersentak kaget
Di teras rumah terlihat Abi ku duduk di kursi teras sedang menunggu kami
"ABI....."Aku berteriak lari menghampiri Abiku
"Kina....sayang....."!Abi lebih suka memanggilku dengan panggilan kina saat di tanya kenapa ,karna Abi suka sama nama itu
"Ada apa Abi kesini..."Aku menyallim tangannya dan mencium tangannya kemudian Bilal melakukan hal yang sama
Kamipun duduk di kursi teras itu aku disamping kiri Abi dan Bilal disamping kanan
"Pulanglah Kina kami merindukanmu"Abi menggenggam tanganku sambil menatapku dengan penuh rasa iba
Aku memang sudah lama ngga' pulang ,aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan Bilal
Aku ....merasa ingin sekali menjauh dari rumahku sendiri
Ada sesuatu yang membuatku sesak saat di sana aku terganggu dengan senyum yang ada di foto itu ,foto keluarga besarku ,kami terlihat bahagia ,senyum menghiasi bibir kami semua terutama senyum kakak ku yang begitu terlihat manis
Tapi entah mengapa senyum kakak ku itu seakan menekan jantungku aku selalu merasa sesak saat menatap foto itu ,aku tidak mengerti apa yang terjadi ,sepanjang ingatanku yang ada semuanya berbentuk kasih sayang kakak sangat menyayangiku begitupun aku ,
aku berusaha untuk mengingat apakah aku pernah berselisih dengan kakakku itu,tapi seingatku itu tidak pernah terjadi kami saling menyayangi,kami slalu saling melindungi tapi mengapa apa yang terjadi sebenarnya kenapa aku merasa sesak saat melihat senyum kakakku
Apa karna kepergiannya yang untuk selamanya ,padahal itu terjadi 10 tahun yang lalu waktu umurku masih 10 tahun sudah menginjak pendidikan menengah pertama(smp)
apakah aku merasa terpukul karena kematian kakakku
Aku sampai sekarang tidak mengerti
Ini terasa sangat menyakitkan
"Gimana nak ...pulang ya ..."!
"Kasian Umi..apa kamu tidak rindu sama masakan umi"!Abi masih berusaha membujukku
Sedang Bilal hanya menatapku penuh rasa hawatir
"Kenapa Kina....."!
"Apa kamu tidak rindu pelukan Abi"!Abi merentangkan tangannya
"Aku rindu Abi"!aku langsung berhambur kepelukan Abi kemudian berlinanglah air mata yang aku tahan dari tadi
"Lalu kenapa kamu tidak mau pulang nak..."?
"Maaf Abi aku ngga' bisa"Aku masih dengan tangisanku dan air mata yang mengalir makin deras
Bilal bangun dari kursi dia masuk kedalam
Namun tak lama dia kembali ...ternyata dia mengambil tisu dia mendekat kearah kami dam berdiri di depan Abi dan aku yang masih saling mendekap
lalu dia menurunkan badannya dan menumpukan lututnya di lantai sehingga tingginya sejajar dengan kami ,dia mengambil tisu dari tempatnya lalu mengusap wajahku yang sudah di penuhi air mata dengan tisu itu
"Bilal coba kamu bujuk dia biar dia mau pulang ,kami sangat merindukan dia nak"!Abi memandang bilal penuh iba
Aku bahkan ngga' nyangka Abi bakalan minta tolong pada Bilal untuk membujukku
"Haahhh....."Bilal menghela nafasnya kemudian dia mengusap kepalaku yang masih bersandar di dekapan Abi
"Dia Bilaku Abi ...dia gadis yang sangat baik dia juga sangat menyayangi kalian Abi dan Uminya
,dia tidak menuruti perkataan kalian pasti karena ada alasannya
"Kenapa kamu tidak menjelaskan saja apa alasanmu sehingga tidak mau pulang"!Bilal
Ikut membujukku
"Aku sendiri juga tidak tahu apa alasanku sehingga aku tidak mau pulang"!Aku berbicara sendiri dalam benakku,aku hanya bisa menatap bilal diam tidak membalas ucapannya
"Pulanglah Bila ...lihat keadaan Umimu apapun kendalanya dan alasan kenapa kamu tidak mau pulang ,redamlah dulu ,tahanlah ,temui mereka ,mereka sangat merindukanmmu Bila"!Bilal berbicara begitu halus
"Kamu udah bosen ya....ngeliat aku tiap hari...."!Aku pura_pura cemberut
"BOSEN ..."!bilal tersenyum
"Itu merupakan hal yang mustahil dalam hidupku"!
"Bahkan aku ingin segera merebut hak kepemilikanmu dari Abi sama umimu ,tapi nunggu aku pantas dulu ya ...."!Bilal mengacak_ngacak rambutmu
Abi tersenyum melihat interaksiku dan Bilal,tapi senyumnya terasa aneh,"Aaaahhh jangan mikirin itu dulu Nabila "Aku berusaha meredam perasaan tidak enakku
"Gimana mau pulang sama Abi "?Abi bertanya lagi
__ADS_1
"Hahhhh...."!aku menghela nafas dan menegakkan badanku
"Oke....baiklah....aku mau pulang "!
"Tapi awas ya ...kalian semua jangan pernah menusukku dari belakang dan berencana untuk melengserkan kekuasaanku sebagai ketua..."!
"BAIKKK KETUA....."!Bilal berdiri dan memberi hormat layaknya seorang prajurit
"HeHH..HEHHH...!Abi tersenyum terkekeh melihat tingkah kami
"Jadi Kina yang jadi ketua kalian"?
"Yapppp...Abi benar"!
"Jadi Abi jangan meremehkan wibawaku
" Anakmu ini sudah mampu menakluk 4 pria tampan yang keren nya ngga' ketulungan dan menjadi idola gadis_gadis desa di sini"!
"YA....YA..YA..."!Abi geleng_geleng kepala melihat tingkah kami
"Sekarang yang penting itu kamu pulang"!
"Tapi kami semua bisa kan main kerumah Abi mengunjungi Bila "?Bilal menatap Abi penuh harap
"Bilal...."!Abi berbicara halus
"Kalau kalian main kerumah,maka Kina otomatis akan selalu bersama kalian tidak ada waktu untuk kami keluarganya
"Abi tahu kan kalian kalau ngumpul ngga' mungkin cukup 2 atau 3 jam pastinya akan lebih ,jadi kapan Bilamu ini bisa bersama Abi sama Uminya"!Abi menjelaskan panjang lebar dan singkatnya dia tidak mengijinkan Bilal bermain kerumah
"Setidaknya 1 minggu ini Bilal biarkan kami menghabiskan waktu bersama anak kami ,setelah itu kami tidak akan mengusik kalian"!Aku dan bilal menatap Abi
Apa segitunya ya....Abi sama umi merindukanku ,aku memang lama tidak pulang ,aku kadang hanya pulang untuk mengambil barang yang aku perlukan,barang_barangku banyak yang tersimpan di rumah ini
Aku selalu memberi kabar kalau aku tidak pulang dan menginap di rumah ini namun tak terasa itu sering aku lakukan sehingga waktuku kebanyakan aku habis kan bersama Bilal dan teman_teman ,kami memang pengangguran belum mempunyai keinginan untuk meneruskan pendidikan kami berencana kira_kira setahun kami ingin mengistirahatkan otak kami
"Maaf Abi.."!Bilal menatap Abi penuh penyesalan
"Ngga' apa_apa Abi ngerti kok anak Abi ini memang ngangenin"
Kami tersenyum mendengar ucapan Abi
"Baiklah Abi .....ayo pulang..."!
Kami beranjak dari teras dan berjalan keluar untuk menuju ke mobil Abi yang terparkir di halaman
Saat membuka pintu mobil
Irfan Ibam,dan Roy tiba..
Mereka segera mematikan motor mereka dan menghampiri kami
Mereka langsung bersalaman dengan Abi
"Lho....ketua mau kemana...?Ibam segera bertanya....
"Aku pulang dulu ya....kalian jangan merindukanku ya..."!
"Cuma seminggu jadi kalian jaga baik_baik rumah ini ya..."!
"Da...da...da..."!Ibam Roy dan Irfan cuma diam menatapku sedih muka mereka terlihat sendu
Dan aku segera masuk kedalam mobil
"Jangan lebay kalian "!
"ketua kalian cuma mau pulang ,rumahnya pun di desa ini juga"!Abi geleng_geleng kepala dan langsung masuk kedalam mobil
Aku membuka kaca mobilku dan melambai kearah mereka...
"Kenapa ketua pulang BOSS?"!Ibam langsung bertanya Bilal
"katanya Abi dan umi nya Bila kangen sama Bila"!jawab Bilal terlihat berat
"Jangan bersedih gitu lah...."!
"Kita kan bisa bermain ke rumahnya nanti"!Ibam merangkul Bilal
"Itu masalahnya "!
"Mereka melarang kita bermain kesana "!
"Lho .....kenapa?Ibam melepas rangkulannya dan menatap Bilal penasaran
"Abi bilang mereka mau menghabiskan waktu bersama Bila tanpa adanya gangguan "!
"Kalau kita main kesana pasti bila akan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kita "!
"Gitu katanya..."!Bilal menjelaskan dengan wajah sendu
"Ya....ngga' apa_apa cuma seminggu ini..."!
"Yukkk kedalem..."!Ibam mengajak mereka kedalam markas
"Kaliann..jangan lebay ahhh...pake' acara nangis segala"!
"Kami ngga' nangis cuma sedih aja..."!
Merekapun masuk kedalam rumah yang sering kami sebut markas.
__ADS_1