2 BIL

2 BIL
Bagian 15


__ADS_3

      Orang Baru


Seharian aku melakukan kegiatan ku seperti biasanya di tambah dengan menyelidiki tentang laki_laki itu,yang sudah sangat saya yakini itu adalah orang atau pria itu yang sudah menghancurkan kehidupanku yang damai dan yang sudah menyebabkan adanya trauma yang aku alami


  "Assalamu alaikum"kuucapkan salam yang langsung di balas oleh bibi ku


"Waalaikum salam"dengan suaranya yang halus yang membuatku teringat akan umiku


   Aku menghampiri bibi yang waktu itu sedang sibuk dengan acara di TV


dan langsung menyalami tangannya


"Gimana hari ini semua kegiatan kamu lancar"?Bibi bertanya dan pandangannya masih fokus sama televisi


"Alhamdulillah lancar semua"!Aku menjawabnya dengan sumringah


"Kak Hima udah pulang"?


"Udahhh...."!Terdengar suara kak Hima menjawab pertanyaanku dan langsung di sofa tempat aku dan Bibiku duduk.


   Kak Hima sedang memegang sebuah majalah dan dia meletakannya di atas meja ,aku melihat kearah majalah itu sebentar dan kembali melihat kak Hima dan tersenyum kearahnya,namun pandanganku kembali kearah majalah tadi tanpa aku sadari aku mengambilnya dengan tergesa dan menatap foto yang ada di majalah itu wajah itu yang kemarin membuatku tertekan dan akhirnya menyelidiki siapa orang itu dan mencari tahu siapa nama orang ini ,dan sekarang malah foto orang ini terpampang jelas di majalah ini dan terpampang jelas nama orang ini tercetak dengan huruf kapital.


  "Kamu kenal dengan dia"?kak Hima bertanya melihat aku begitu tertarik dengan foto di majalah ini


"Emmmhh engga' sih"Aku berusaha membuang rasa gugupku


"Cuma kayaknya aku pernah melihatnya "Aku menjelaskan dengan tenang


"Tentu saja karena dia tinggal di kota ini dan dia berasal dari keluarga Hadi yang sangat karena kesuksesannya dan tentu karena dia terlihat tampan dan keren sehingga banyak gadis yang memujanya"kak Hima menjelaskan semuanya


"Termasuk kak Hima ....?


"Ia.....sih "


"Siapa coba yang ngga' kagum sama orang yang seperti dia ,aku ingin mencontohnya yang bisa sukses di usia yang terbilang masih muda"


   Ternyata aku bisa mendapat informasi dengan mudah tau gitu aku tadi ngga' usah repot_repot mondar_mandir berlari kesana kemari sampai kakiku lecet


   Di majalah ini di ceritakan juga nama orang tua dari Mubarak Hadi dan menjelaskan tentang keluarganya disertai foto keluarga lengkapnya namun mereka hanya bertiga bukannya tadi di jelaskan dia mempu


nyai seorang adik tapi disini tidak terpampang foto adiknya itu.


  "Kok mereka hanya bertiga kak,katanya mereka mempunyai 2 orang anak"?Aku menanyakan pada kak Hima dengan wajah datar agar kak Hima tidak curiga


"Adiknya memang agak misterius dia ngga' mau di expose itu menurut kabar sih..."


"Tapi kamu tenang aja besok kamu juga bisa melihatnya "


"Maksud kak Hima?


"Dia kan kuliah di fakultas kita ,murid baru seangkatan dengan mu Nabila,tapi mungkin kalian beda jurusan"


"O.....ya..."Astagfirloh aku memperlihatkan betapa aku sangat antusias dengan berita ini membuat kak Hima memberi tatapan curiga padaku


"Kamu penasaran..?kak Hima memberi tatapan menyelidik padaku


"Ahh...engga' cuma....heran aja ada orang yang ngga' mau terkenal kayak dia di jaman yang serba sosmed seperti sekarang ini"Aku memang pintar mengelak jawabanku memudarkan kecurigaan kak Hima padaku


  "Begitulah dia ,bahkan dia tidak punya Akun sosmed seperti cowok keren lainnya,jadilah dia selalu menjadi pemandangan yang langka dan membuat wanita_wanita penasaran. "Besok deh kak Hima tunjukin sama kamu gimana dia menghipnotis kampus dengan kehadirannya"


"Oke...lah saya tunggu besok"Aku akan sabar menungu hari esok dan aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan selanjutnya untuk sementara ini aku hanya ingin mengetahui tentang keluarga dari pria ini ,pria yang sudah membuatku selalu mengalami mimpi buruk tiap malam


     Dan mungkin adiknya ini bisa menuntunku untuk mencapai tujuanku


  Untuk sementara ini aku berencana untuk mendekati keluarganya dulu ,dan saya harap ini merupakan jalan yang terbaik


   Pembicaraan tentang keluarga Hadi berakhir dengan sendirinya


   Selanjutnya kami tertawa bersama membicarakan hal_hal lucu.


Tiba_tiba bel di rumah ini berbunyi


  "Kalian duduk saja biar saya yang membuka pintu rumah ini untuk menyambut tamu"Kak Hima berbicara dengan bahasa Baku


  "Ya....silahkan Tuan putri"Aku dan Bibi menjawab bersamaan


   Kak Hima langsung menuju ke depan pintu dan membukannya,lama sekali kami menunggu kok Kak Hima ngga' kembali kesini ,dan membawa tamu yang memencet bel tadi


Aku hendak bediri  untuk melihat Kak Hima tapi sebelum aku berdiri  aku mendengar derap langkah dan tak lama muncullah Kak Hima


"Ohhh...ternyata Ibam "Aku bediri dan menghampiri Ibam yang berada di balakang kak Hima aku sudah mengerti tujuan dia kemari pasti karena aku dari kemarin tidak menghubungi nya sehingga dia menampakkan wajah hawatir


"Ayo...Ibam duduk sini dulu"!Aku mempersilahkan Ibam untuk duduk diruang tamu melihat ada tamu bibi berdiri dan menghampiri kami


"Bi..kenalin ini Ibam"


"Nama aslinya Ibrahim namun kami biasa memanggilnya Ibam"!Ibam dan bibi bersalaman


  "Dan Ibam ini kakak sepupuku Rahima Yusuf"Aku menunjuk Kak Hima dan terlihat kak Hima tetlihat diam saja dari tadi dan dia melihat kearah Ibam


""Ekhemmm....Kak Hima"!Aku berdehem dan menyengol lengan Kak Hima,sambil tersenyum aku ngerti Kak Hima pasti terpesona sama Ibam


Ibam memang telihat tampan dan keren ,dan sudah kubilang semua temanku orang baik dan juga sangat tampan jadi wajarlah Kak Hima terlihat tepesona pada Ibam


   Kak Hima tersentak kaget


"Naksir ni ye ..."!Aku berbisik di telinga kak Hima,kak Hima menatapku dengan tajam dia takut Ibam mendengar perkataanku


aku melihat Ibam yang menatap kami penasaran kenapa kami berbisik


Kak Hima menjulurkan tangannya dan memperkenalkan diri dengan menyebut namanya"Rahima"


"Ibrahim"Ibam menjawab dan memberi senyuman pada Kak Hima


Kak Hima tersenyum dan terlihat senang melihat senyuman Ibam


  Aku menyuruh Ibam untuk duduk di ruang tamu sedang kak Hima pergi kedapur untuk menyiapkan minuman tadi dia sendiri yang menawarkan ,kak terlihat sangat menyukai Ibam,kak Hima tidak ada bedanya denganku memang tidak pernah menjalin hubungan pacaran dengan seorang laki_laki karena kepatuhan kami pada agama islam.


Yang melarang bagi umat islam untuk pacaran agar  mencegah kami dari kemungkaran


  Sedang Bibi  setelah berkenalan dengan Ibam dan memberitahukannya kalau Ibam merupakan temanku yang berasal dari desa kami juga ,dia pamit kekamar dan mempersilahkan Ibam untuk tidak sungkan saat berada di rumah nya,Bibiku sepertinya paham bahwa kami ingin menyelesaikan sebuah masalah jadi tanpa kami utarakan dia sudah mengerti semuannya,dan Bibi memilih untuk pergi meninggalkan kami di ruang tamu


"Ketua ini bikin hawatir"


"Ngga' biasanya tidak menghubungi sama sekali"!Ibam menatapku cemas


"Maaf Ibam aku beneran lagi sibuk_sibuknya ngurusin tugas di kampus sampai ngga' sempet hubungin kamu"


"Tapi kemarin setelah aku anter pulang kesini katanya mau telfon ngasih kabar apa ketua baik_baik saja.


"Kemarin aku kan hawatir ketua"


   Begitulah Ibam semenjak aku pindah kesini dan Bilal meninggalkanku dia slalu bersikap posesif ,lain kali sebaiknya aku harus sempetin balas pesennya dan menerima telfonnya


   Ibam sudah pulang setelah mendengar semua penjelasanku dan dia menyuruhku untuk tidak melakukan hal ini lagi,"Ibam seharusnya kamu memikirkan masa depanmu sendiri dan tidak perlu menghawatirkanku"Mendengar ucapanku Ibam nampak kecewa


  "Aku akan berhenti menghawatir ketua jika ketua sudah mempunyai dan memilih seseorang yang ketua cintai sebelum semua itu terjadi saya akan slalu menjaga ketua"


Aku hanya diam menatap Ibam pasrah dan tidak mau membuat dia kecewa lagi,dan sebenarnya dia dan kak Hima cocok menurutku "Apa ya....mereka itu sama_sama selalu ingin menjagaku dengan baik"


    semoga....mereka sehati dan berjodoh


************

__ADS_1


  Biasanya aku selalu berangkat ke Kampus dengan kak Hima tapi kali ini kak Hima sedang ada urusan jadi aku berangkat sendiri,kami janjian ketemu di kantin nanti jam istirahat


   Dan yang paling penting kak Hima nanti katanya akan menunjukkan laki_laki yang kemarin kami bahas yang merupakan keluarga Hadi yang terkenal itu,aku bilang pada kak Hima kalau saya hanya ingin tahu saja dan penasaran karena mendengar cerita kak Hima .


   


     Sampailah aku di kampus ,sudah banyak Mahasiswa berlalu _lalang di kampus aku berjalan dengan santai di tempat parkir banyak sekali mobil berjejer dari yang biasa sampai yang mewah


  Aku melewati sebuah mobil hitam aku menoleh kearah mobil itu ada pantulan diriku disana aku berhenti karena melihat hijabku yang agak miring lalu aku mendekat kearah mobil itu nelihat pantulan diriku disana dan merapikan hijabku


  "Agak miring ,tapi tetap terlihat oke  dan tetap cantik...."Aku berbicara memuji diri sendiri sambil  merapikan hijabku


  Aku mengenakan hijab segi empat berwarna maroon polos dan kemeja hitam tunik panjang sampai di bawah lututku  dengan celana jeans yang longgar


  Aku mulai sibuk dengan hijabku namun tiba_tiba kaca mobil itu bergerak kebawah dan terlihat disana seorang laki_laki tersenyum manis kearahku mungkin bukan tersenyum tapi dia sedang menertawakanku.


  Aku tersipu malu


"Maaf kirain ngga' ada orangnya"!Aku memasang wajah menyesal sambil tersenyum tulus pada laki_laki itu


  Aku langsung berlalu meninggalkan mobil dan laki_laki tadi berusaha menyembunyikan rasa maluku,namun tiba_tiba ada yang menghadang langkahku,aku menatap dari bawah terlihat sepatu hitam menghiasi kaki orang yang menghadangku itu,aku menaikkan kepalaku dan melihat wajah orang yang menghadangku .


"Kamu ....."Dia laki_laki tadi yang ada di mobil yang aku pinjem kacanya untuk benerin Hijabku


"Kenapa mengikutiku ,mobilmu tidak lecet kan?Aku menatap laku_laki itu heran


"Aku kan cuman numpang ngaca doang...."Aku mengernyit keheranan


Panjang lebar aku bicara nyerocos ngga' karuan tapi laki_laki di depanku ini cuma diam dan hanya tersenyum


    "Ohhhh.....subhanallah senyumnya begitu manis lagi,seakan menghipnotisku untuk terpana"


  Aku menggelengkan kepalaku berusaha menyadarkan keterpanaanku


"Kamu tidak mengenalku?laki_laki itu menatapku dengan serius menunggu jawabanku.


"Heh  ...hehh..heh"Aku terkekeh pelan


"Ada aturan semua siswa disini harus mengenal kamu gitu?


"Memangnya kamu siapa ?


"Artis terkenal....atau anak nya pejabat,lagi pula..


"oh..ya ampun kenapa pertanyaanmu itu mirip dengan dialok flm _flm sihhh apa ngga' ada perkataan lain yang bisa kamu karang sendiri?


Aku membalas ucapan laki_laki tadi dengan sangat serius


  "Memangnya kamu Artis ya..?Aku memberi tatapan menyesal karena memang tidak tahu dan tidak mengenal laki_laki itu.


Laki_laki tadi hanya diam terpaku


"Ohhh....jadi kamu beneran ngga' kenal aku"?Tanya laki_laki itu


"Sorry aku benar_benar ngga' tahu"Aku memberi tatapan penuh penyesalan.


   "Lagi pula penting apa mengetahui siapa dia"Aku berbisik sendiri di dalam hatiku,aku tidak mengatakannya takut orang itu tersinggung,tapi aku menatapnya sinis,dia bersikap seolah dia itu orang yang sangat terkenal dan wajib di kenal dimana saja


  "Kalau begitu apa kamu mau menjadi temanku"?Laki_laki itu menjulurkan tangannya kepadaku


  Aku diam sebentar menatap tangan laki_laki itu ,kemudian berlalu dan tidak membalas ataupun menyambut tangan laki_laki itu,"Apa maksudnya itu ,berteman....? 


"Hehhh.....apa dia nga' tahu pertemanan itu harus di awali dengan perkenalan,bukannya mengajak berkenalan terlebih dahulu dia malah langsung mengajakku berteman"Aku menggerutu dalam hati panjang lebar


"Kenapa ....?Laki_laki itu sekali lagi menghalangi langkahku


"Tidak mau berteman denganku? Dia seperti terheran karena aku tidak mau berteman dengannya


  "Sudahlah....dia...kan cuma orang asing yang tidak aku kenal"Aku melangkah memantapkan hati untuk tidak merasa bersalah


  Jam istirahat aku ada janji sama kak Hima makan siang di kantin,sudah lama aku menjadi mahasiswa di kampus ini tapi aku belum mempunyai teman dekat hanya kak Hima yang slalu menyempatkan dirinya untuk menemaniku


  "Kak Hima sudah duduk di salah satu kursi di kantin ketika melihatku dia langsung melambaikan tangannya dan akupun langsung menghampirinya


  Kami memesan makanan yang ingin kami makan ,dan setelah makan dan hanya menyisakan minuman kami ,kami masih disana dan membicarakan beberapa hal tentang kampus,hingga aku teringat dengan rasa penasaranku pada keluarga Hadi yang saat ini sedang aku selidiki


  Namun aku tidak tahu harus mulai dari mana ,jika terlalu antusias takut kak Hima curiga


"Sepertinya pria yang kemarin kita bicarakan hari ini tidak masuk"


"Alhamdulillah ternyata kak Hima sudah membahasnya tanpa perlu aku pancing,dan aku langsung mengerti arah pembicaraan kak Hima yang di maksud pria kemarin pasti tentang keluarga Hadi"


"Siapa maksud kak Hima?Aku bertanya pura _pura tidak mengerti padahal di dalam hatiku aku tersenyum sumringah


"Itu ....pria dari keluarga Hadi"kak Hima menjawabku


"Kamu penasaran ngga' sama keluarga Hadi .


Dia .....bener_bener keren lho Bila ,aku ngga' tahu kamu akan terpesona atau ngga' tapi dia sudah menghipnotis seluruh wanita yang ada di kampus ini"Kak Hima berbicara panjang lebar


"Ya...tergantung hati kak Hima,masa' saat Hati tidak tertarik aku harus maksa supaya tertarik kan ngga' mungkin"


"Dan mungkin aku hanya penasaran saja"Aku kecewa sih mendengar pria dari keluarga Hadi itu tidak kekampus,namun aku yakin lain waktu pasti aku akan di beri kesempatan untuk bisa mengetahui seluk beluk dari keluarga Hadi


   Kami sudah selesai dan memutuskan untuk pergi dari kantin dan nanti setelah kegiatan kampus selesai kami akan pulang bersama


*****


  Akhirnya kegiatan kampus selesai aku duduk di tempat tunggu kampus menunggu kak Hima untuk pulang bersama


   Tiba_tiba ada mobil berhenti di depanku ,dan itu mobil tadi yang aku pinjam kacanya untuk benerin hijabku


"Haiii...."laki_laki tadi ,dia menyapaku dan tersenyum kearahku


   Aku hanya diam tidak membalasnya,terlihat sekali dia ingin dekat denganku,selama di kampus aku slalu bersikap dingin pada cowok    


     Membuat para cowok enggan mendekatiku ,namun aku tidak peduli dengan semua itu aku memang lagi males berdekatan dengan cowok yang tidak begitu aku kenal


"Mau saya______


"Ngga' usah" Aku langsung menjawab pertanyaan laki_laki itu sebelum dia menyelesaikan ucapannya,biar dia cepet menyingkir,hari ini kegiatanku sangat padat dan aku sudah merasa capek ,apalagi harus meladeni laki_laki ngga' jelas seperti dia


"Sadis amat neng...."


"Baiklah saya tidak akan mengganggu neng cantik ,karena mengganggu neng cantik itu sama saja seperti mengganggu diriku sendiri,karena aku sudah memutuskan kalau kita ini satu apa yang kamu rasakan itulah yang kurasakan....sampai ketemu besok neng cantik yang ramah..."Dia melambai kan tangannya dan seketika mobil berlalu dari hadapanku,untung dia bukan termasuk laki_laki yang keras kepala.


"Tapi kok kayak ada yang aneh dengan ucapannya"


"Apa itu tadi neng cantik ramah....heh dia menyingungku rupanya, dan apa lagi katanya ,menganggap kalau kita ini satu "Satu Nusa satu Bangsa maksudnya"


"kuharap besok kita ngga' ketemu ,males aku meladeni laki_laki genit kayak dia ..."


   Kami sudah sampai di rumah sekarang aku lagi di kamarku menikmati tenang dan lembutnya tempat tidurku


Drrrttt


Hpku bergetar ada panggilan dan itu dari Ibam


"Ya..Ibam.."!Aku langsung menyapa Ibam


'Sudah di rumah rupanya"


"Iya....sekarang aku lagi istirahat di kamar"

__ADS_1


"Kegiatanku lagi padat ketua  ...jadi maaf ngga' bisa nganter"Ibam bersuara lagi kelihatan dari suaranya dia merasa kecapean


"Tenaga jangan dipaksa Ibam kalau lelah harus segera istirahat ,kamu tidak perlu hawatir ,aku bisa kok jaga diri dan aku selalu di temani kak Hima kok..!


   Lagi pula kamu lupa apa kalau aku udah dibekali  oleh ilmu silat yang kita pelajari dulu di KPSD ,jadi jika ada bahaya mengancam aku akan langsung mengeluarkan semua jurus yang aku simpan"Aku berusaha menasehati dan menenangkan Ibam agar dia tidak perlu hawatir tentang diriku


"Iya....deh ketua..."!Kami mengobrol sebentar dan setelah itu kami meng akhiri obrolan kami di telfon


  Aku terdiam sebentar ,lalu tiba_tiba ide muncul di kepalaku


"Kenapa tidak aku buka akun sosmed nya si Mubarak itu pasti dia memosting kebersamaan dia sama keluarganya


  Aku langsung mencari akun si Mubarak dan langsung ketemu dan aku langsung mengikuti akunnya dengan menggunakan akun palsu yang aku punya


  Ini sungguh mengecewakan di akun sosmed si Mubarak ini hanya ada tentang bisnis pertemuan saling berjabat tangan dengan seseorang dan selebihnya foto sebuah lahan..


"Huffttt..."Aku menghembuskan nafasku dan mengusap dadaku agar aku bisa bersabar dan menunggu besok,semoga besok bisa lebih mudah


  Aku harus bisa menyelidiki keluarga Hadi ,dan besok saya harap adik dari Mubarak Hadi itu masuk kampus.


   Hari ini aku diantar Ibam ke kampus ,dia mengantarku sampai depan pintu gerbang kampus


Ibam ikut turun dari mobilnya


dia menghampiriku lalu bertanya sesuatu"Apa ketua masih kepikiran tentang si Bos"!Aku langsung mengerti maksud Ibam ,


dan Ibam seperti sengaja tidak menyebut nama Bilal


  Saat ini aku memang sibuk menyelidiki tentang keluarga Hadi,dan mengenai kabar tentang Bilal tentu saja sangat mengusikku namun aku berusaha meredamnya dengan menyibukkan diriku sendiri


"Sudahlah Ibam jangan di bahas kita kan sudah sepakat untuk tidak menoleh kebelakang sekarang kita hanya harus fokus pada masa depan kita,OKE..."Aku memberi keyakinan penuh pada Ibam


  Ibam tersenyum ,kemudian dia langsung pamit untuk pergi dan aku langsung berjalan menuju kedalam kampus


  Namun ditengah perjalanan ada suara klakson mobil yang sangat keras di belakangku padahal aku sudah ada di pinggir jalan bahkan sampai mepet,namun suara klakson mobil itu tidak berhenti akhirnya dengan terpaksa aku menoleh dan melihat kebelakang


"Hehh.....sudah kuduga "cowok yang kemarin sepertinya dia mempunyai hoby untuk menggangguku padahal kemarin aku sudah memasang wajah paling tidak ramah se Indonesia untuk membuatnya menjauhiku tapi tidak berhasil


  mobil itu berhenti setelah melihat aku menoleh kebelakang


   Aku menghampiri mobil itu dan mengetuk kaca mobilnya ,langsung saja kaca mobil tersebut terbuka


aku menghela nafasku


"Apa yang anda inginkan dari saya sebenarnya?Aku berkata sambil mengangkat dagu setinggi mungkin agar terlihat sombong biar laki_laki ini jera


"Aku hanya ingin dirimu"laki_laki itu menjawab dengan tenang


"Kamu....gila ya...?


"Bahkan saya tidak tahu nama kamu"Aku meninggikan suaraku


"Ohhhh....kalau begitu kenalkan namaku_____


"Diammmmm..."Saya berteriak ,laki_laki tadi menutup telinganya


"Dengar ya...."Saya menunjuk nya dengan jari telunjuknya


"Saya tidak ingin tahu nama kamu,dan satu lagi saya disini benar_benar hanya berniat untuk kuliah dan tidak ingin berhubungan dan berteman dengan siapapun"Aku langsung berbalik dan pergi dari hadapan laki_laki itu,wajahku sudah memerah menahan emosi


     Mobil tadi melaju kedepan menghampiriku


"Aku tidak akan menyerah..... "Aku tidak memperdulikannya dan terus melangkah


"O....iya...kalau neng ingin tahu namaku....."


"Namaku slalu menemanimu ketika kamu sholat "Dia laki_laki itu yang terlihat seumuran denganku berteriak dari dalam mobilnya dan melaju menuju tempat parkir


   Aku menggeleng kan kepalaku dan tetap berlalu


"Laki_laki tidak waras dan sinting..."Aku menggerutu dalam hati


  Ngga' nyangka dia tidak menyerah padahal biasanya kalau ada cowok satu kali aku pelototin mereka udah lari terbirit_birit dan langsung menjauhiku


****


  Saat istirahat kampus aku melihat ada cewek_cewek berteriak histeris,dan mereka mengelilingi area lapangan basket


  Aku berhenti melangkah dan melihat kearah para perempuan yang berteriak heboh itu


  Saat kulihat aku mengernyitkan dahiku "mereka berteriak heboh hanya karena melihat pertandingan basket"Aku tersenyum sendiri melihat hal itu


"Mereka seperti anak SMA yang sedang tergila_gila pada Artis favoritnya"


  "Haiii..."Ada yang menepuk bahuku ,aku langsung menoleh dan melihat kearah orang yang menepuk bahuku ,aku tersenyum lagi itu kak Hima dia terlihat ceria


"Kak Hima"Aku membalas sapaannya


"Sedang lihat apa?kak Hima bertanya


"Tuhhh...sedang merhatiin para perempuan yang sedari tadi sangat heboh...."


"Naaahhh itu dia maksud kak Hima"


"Apa maksud kak Hima"


"Itu dia laki_laki keluarga Hadi yang kita bicarakan kemarin"


"Yang  ....bener kak Hima ,yang mana orangnya"?Aku langsung menanggapi ucapan kak Hima dengan antusias dan melihat kearah para pemain Basket


"Itu yang ngga' pake' seragam basket dan hanya memakai kaos oblong warna putih"Kak Hima menunjuk ke salah satu pemain basket,dia memang tampak keren dengan kadar ketampanannya yang melebihi rata_rata dan dengan keringat yang tampak membasahi keningnya dengan senyum yang memikat,dia memang pantas untuk di elu_elukan dan memang layak untuk di kagumi


   Aku tersenyum sendiri melihat kearah laki_laki yang selama ini aku incar demi untuk melancarkan tujuanku"Tapi tunggu dulu"Aku mengernyitkan dahiku dan mempertajam penglihatanku dengan melebarkan mataku


"Arkkkkkhhhh "Aku berteriak tidak karuan


"Kamu kenapa Nabila?Kak Hima merasa heran dengan tingkahku


"Engga' kok aku cuma kaget melihat kadar ketampanannya"Aku berusaha mengelak dari keterkejutanku


"Tapi apa kak Hima ngga' salah orang?Aku menatap kak Hima menuntut kepastian


"Ya...ngga' lah ,itu memang dia aku ngga' mungkin salah orang ,kamu kan tahu aku orangnya sangat jeli dan mudah mengenali orang..."Kak Hima malah memuji dirinya sendiri


"Itu tidak mungkin,kenapa ini harus terjadi,kenapa adik dari si Mubarak itu malah dia,


  Dia kan yang dari kemarin ingin berkenalan denganku tapi aku tolak mentah_mentah.


  Aku menggaruk dahiku dan memijat keningku yang tiba_tiba merasa nyeri"Bakal susah aku deketin dia kalau begini,kalau aku tahu dia berasal dari keluarga Hadi ,ngga' bakalan aku nolak dia pasti aku akan menerima perkenalan yang ia ajukan dan ajakannya untuk di antar pulang


  Tadi aja aku sudah meneriakinya habis_habisan


  "Kamu kenapa Nabila...kok malah bengong"!Kak Hima menepuk bahuku untuk kesekian kalinya


"Kamu terpesona kan....?Kak Hima menggodaku


   Aku hanya bisa menggaruk kepalaku yang tidak gatal dan terasa pusing karena memikirkan kesalahan yang sudah kubuat karena tidak memperdulikan niat baik seseorang,selama ini aku memang slalu berpikir negatif jika ada orang asing yang ingin mengajakku berkenalan dan ingin mengenalku lebih jauh,aku sering tidak memperdulikan orang_orang itu.


    Sikapku ini ternyata sekarang malah menjadi bomerang bagiku .


  Sekarang saat aku ingin mendekati seseorang aku harus berjuang dengan keras ,karena aku sudah menolak laki_laki yang ingin berkenalan denganku dan malah dia orang yang aku cari selama ini.


🎡🎡🎡🎡🎡🎡🎡🎡

__ADS_1


__ADS_2