2 BIL

2 BIL
BAGIAN 40


__ADS_3

Flash back


    Entah kenapa semenjak Kak Raiz dan Kak Bina menikah, sikap Bilal berubah, dia sering menghindar dari ku,dia bahkan tidak duduk satu bangku dengan ku,aku malah duduk sebangku dengan Ibam ,tiap hari dia yang selalu menemani ku,karena memang temanku dari dulu hanya Bilal ,aku tidak pernah dekat dengan murid lainnya baik yang cewek atau pun yang cowok


   Hingga tiba saat liburan sekolah Bilal malah memilih berlibur ke luar negeri bersama ayah dan mamanya dia bahkan tidak pamit


   Setahun sudah pernikahan Kak Bina dan Kak Raiz, mereka tinggal di kota karena disana usaha Kak Raiz sudah mulai lancar,hari ini mereka berkunjung kerumah kami,Kak Raiz tentu sudah tahu kalau keluarganya berlibur ke luar negeri, jadi mereka tinggal di rumah kami,Kak Bina bilang dia tidak mau sendirian,sedang alasan mereka tidak ikut berlibur juga dengan keluarga Bilal, karena kesibukan Kak Raiz yang tidak bisa di tinggal


"Hikks. ...hiks. ..hiks "!Aku menangis sendiri di bangku halaman rumahku


"Heiiiii. ...ada apa dengan nyonya Abimana ini"Kak Raiz merangkul ku dan ikut duduk di samping ku,dan dia memanggil ku nyonya Abimana, karena dia sering menggoda ku dengan Bilal yang memang sangat dekat  .


  Aku masih menangis dan tidak menjawab pertanyaan Kak Raiz


"Berenti dong jangan nangis begini, lagi pula, Bilal ini tidak biasa nya dia sampek tega ninggalin Bila nya seperti ini "Kak Raiz menggerutu sendiri membicarakan Bilal


"Whooaaa. .....hikkkss...."Tangisan ku makin keras


"Ohh. ...jadi benar ini semua karena Bilal


"He....ehhh. ...Bilal ninggalin aku Kak Raiz "


"Coba Kak Raiz telfon siapa tau diangkat "?


"Ia..kak.."Aku menjawab antusias


Tutt....tut....tut....."Hingga bunyi sambungan telepon itu berhenti, tidak ada yang mengangkat


"Hahh.....tidak diangkat Nabila "Aku langsung cemberut lagi


"Mungkin aku melakukan kesalahan sehingga Bilal membenci ku"


"Heiiiii. ....dengar Bilal tidak mungkin membenci orang yang paling dia sayang di dunia, bahkan dia saat di tanya sama mama lebih sayang mana ,Nabila apa mama dia jawab nya Nabila "


"Benarkah "Aku terpengaruh ucapan Kak Raiz


"Bagaimana kalau kamu ikut kami saja ke kota biar Kak Bina punya temen biar dia nggak kesepian, anggap saja liburan buat kamu, "


"Iya.....aku mau...."Aku meloncat kegirangan, hari itu, pertama kalinya aku berlibur kekota


     Kak Raiz begitu baik padaku, dia orang yang sangat hebat ,dia mampu membangun perusahaan menjadi perusahaan yang sangat sukses,dia juga sangat mencintai kakak ku,tak pernah sekalipun dia melirik wanita lain


  Kak Raiz kakak nya Bilal orang yang aku cintai, dan sekarang dia sudah menjadi suamiku, walaupun aku harus menjadi Yang kedua apa boleh buat Bilal mengancam dengan menggunakan Pesantren.


    Waktu di desa saat Bilal menyamar sebagai Zainab, aku bertanya pada Bilal alasan dia pergi dan dia menunjukkan sebuah surat, sebuah surat hasil dari pemeriksaan ku


Flash back


"Inilah alasan kenapa aku pergi waktu itu"Bilal memberikan sebuah surat hasil pemeriksaan dan itu milikku


"Dari mana kamu mendapatkan ini?


"Sebenarnya aku menemukan sebuah pil ,satu pil kecil tergeletak di lantai kamar yang biasa kamu pakai di rumah markas ,aku tidak curiga sama sekali tapi hanya penasaran jadi aku menyimpan obat itu"Bilal menghampiri ku dan duduk di sebelahku,  kami duduk di sofa  kamarku,Barak belum datang saat itu.


"Aku curiga saat pernah satu kali aku terbangun di tengah malam, aku mendengar bunyi gumaman dan pekikan ,suara itu pelan ,namun aku bisa mendengarnya, itu berasal dari kamar kamu, aku langsung berlari dan memasuki kamar mu ,tapi aku lihat  kamu tidur dengan nyenyak, namun aku melihat bekas air mata di pipi mu,gerakan kecil pada matamu tidak bisa menipuku Bila, kamu tidak tidur waktu itu,


    Selanjutnya aku juga pernah memergoki kamu bersepeda motor sendiri, karena penasaran, aku mengikutimu dan ternyata kamu i


Ke dokter ,aku menunggu sampai kamu keluar ,aku hendak menghampiri mu tapi aku lihat kamu malah membuat sebuah kertas ke tempat sampah,dan aku melihat raut wajahmu yang sedih,aku pun mengurungkan niatku untuk menghampirimu menunggu kamu pergi dari sana,setelah kamu pergi aku langsung memungut kertas yang kamu buang tadi, dan setelah membacanya sungguh aku terkejut dan kecewa pada diriku sendiri


    aku tahu apa yang kamu alami Bila, aku yakin itu buruk dan tidak mungkin tidak meninggalkan suatu trauma,dokter sudah mempengatkan hal itu pada kami, tapi kamu menyimpan, kami senang kami bahagia kamu tidak mengalami trauma, tapi kamu malah menyimpan itu semua sendiri"


"Kenapa Bila.....kenapa kamu menyimpan semua  penderitaanmu sendiri, aku benar-benar merasa tidak berguna "


"Tidak Bilal kamu jangan bicara seperti itu"Aku ikut menangis, Bilal merebahkan kepalanya di pangkuan ku dia menangis, inilah pertama kali aku melihat Bilal menangis ,terakhir kali waktu kami kehilangan Kak Raiz, aku lihat semua orang menangis,karena kepergian Kak Raiz.


"Seluruh perhatian aku berikan padamu Bila,bahkan aku lebih menuruti mu dari pada Mama,kamu sangat penting bagiku, kamu merupakan dunia ku Bila ,tapi semua itu kurang untuk mu sehingga kamu tidak mau membagi derita yang kamu rasa padaku"Bilal diam ,bahunya masih bergetar ,karena menangis, lalu tiba-tiba dia bangun dan duduk membelakangi ku


"Bila....tolong ambilin tisu dong.....maaf baju kamu kena  ingusku"Bilal ini ada_ada saja ,lagi serius malah bahas ingus,aku pun bangun dan mengambil tisu tanpa banyak  membantah


    Bilal sudah membersihkan kotoran ingus di wajahnya, lalu dia menatapku lagi,tangannya terulur dan membelai wajahku.


"Aku rela mengorbankan apapun untuk mu Bila,cintaku sangat besar,tapi itu semua tidak cukup untukmu,aku hancur saat itu ,aku merasakan sakit yang begitu ngilu,yang tidak bisa aku tahan,aku membaginya dengan ayahku,aku tahu ayah membencimu karena kejadian tentang kepergian Kak Raiz,aku menceritakan semuanya, lalu ayah memberikan solusi padaku


"Bukan hanya cinta yang dia butuhkan Bilal, ini pasti terlihat ayah mengambil kesempatan dalam kesempitan, tapi ini di butuhkan Bilal,dia .....Bila mu itu butuh perlindungan yang kuat, bukan hanya kekuatan otot yang ia butuhkan namun juga,kekuatan otak dan kekuatan kuasa pengaruh dan tentu itu semua bisa di peroleh jika kamu punya uang dan otak yang cerdas"Kalimat itu langsung aku mengerti, selama ini Ayah memang slalu menawariku untuk meneruskan pendidikan ku ke luar negeri dan pergi meninggalkan mu.


"Aku akan pergi Ayah......tolong urus semuanya"!Ayah memegang bahuku dan meninggalkan ku sendiri,setelah itu akupun menjauhimu,menurut ku dengan menjauhimu sebelum aku pergi tidak akan terlalu melukaimu "


  "Aku pergi tanpa menoleh padamu dan memberikan rasa sakit yang begitu dalam padamu....maaf Bila.....maaf...."


  "Kamu ingin tahu alasannya kenapa aku tidak memberitahukan semuannya padamu,ya karena ini takut kamu pergi , dan dugaan ku benarkan ,kamu pergi saat mengetahui itu semua " Aku berdiri di depan jendela  dan melihat ke luar


"Apa.....maksud kamu Bila"?


"Kamu .. .pergi karena kamu jijik kan padaku ,cewek dengan sebuah trauma "


"Kamu berfikir seperti itu setelah semua yang aku lakukan"


"LALU....AKU HARUS BERFIKIR APA BILAL " Aku berteriak


"Aku pergi karena kecewa pada diriku sendiri Bila,karena aku tidak mampu membuatmu nyaman dan mengungkapkan isi hatimu tanpa rasa takut "


"Maaf......aku benar-benar tidak menduga aku sudah menghancurkan mu "Bilal memelukku dari belakang, aku diam tidak memberontak dan menikmati ketenangan dan kedamaian yang di berikan oleh dekapannya Bilal, tidak berubah masih sama selalu membuat ku merasa damai


"Kamu ingin tahu satu hal lagi Bilal,kenapa aku tidak ingin kamu pergi dariku"Bilal diam dia menunggu aku meneruskan kalimat ku


"Karena kamu adalah obat, aku membuang hasil pemeriksaan ku waktu itu karna kamu Bilal,aku menceritakan semua pada dokter yang menangani ku bahwa ,selama ini trauma ku tidak kambuh saat bersamamu trauma itu kambuh hanya saat aku mengingat Kak Bina dan melihat fotonya,tapi saat itu kamu mampu meredam nya Bilal ,waktu di dapur,saat kamu dan teman-teman masuk kerumah melalui jendela


"Flash back"


  Aku berdiri di depan foto kakak ku berharap mengingat sesuatu tapi sekian lama aku berdiri disana  tidak ada apapun yang aku ingat, kepalaku malah pusing,tubuhku mulai gemetar,aku berlari kedapur berusaha meredamnya dengan meminum air agak mereda


   Akupun menyibukkan diri dengan menyediakan minum dan makanan kecil untuk kalian dan saat itu kamu datang


 


"Haii...."Tiba_tiba ada suara sapaan yang walaupun sangat terdengar pelan tetep aja membuatku kaget


"Bilal kamu ngagetin aja .."Aku mencubit perutmu


"Apa kamu tidak takut ketauan Abi"?


"Insyaallah enggak


"Kamu menjawab dengan cengiran


  Aku meletakkan kembali nampan yang berisi minuman tadi


Dan menatapmu penuh arti


"Bolehkah aku mendapatkan pelukan"?aku memang selalu meminta untuk di peluk saat aku lagi merasa sesak dalam hidup


kamu langsung menarikku dan mendekapku


"Lagi sedih...hah...."?


"Hahh...."!aku menghela nafasku


Pelukan mu slalu bisa membuatku  tenang


"Jangan bertanya dulu "kamu pun hanya diam dan tidak protes dengan sikapku yang tidak membagi kesedihan ku padamu


Selama ini aku tahu kamu


slalu menungguku untuk mengungkapnya sendiri tanpa di minta


"Semalaman juga aku mau begini"!


"Tapi ...."!


"Aku takut kepergok sama Abi dan Umi kamu...."!


"Kalau dinikahkan sih aku ikhlas dan senang hati,tapi aku takut mereka bakalan misahin kita"!


"Aku bisa mati karena tidak bisa bernafas ....karena nafasku ada di kamu Bila"!


"AWWWW....."!Teriakan mu karena aku mencubit perutmu ,kamu tidak sadar kan kalau saat itu kamu sudah mampu mengobati traumaku,pusing dan sesak serta tubuhku yang gemetar semua menghilang saat aku ada di pelukanmu


  Aku menceritakan semua itu pada dokter dan dia bilang, itu bagus berarti aku harus slalu bersama mu dan dokter memberiku saran agar aku berterus terang padamu, namun sebelum aku berterus terang padamu kamu malah pergi....


"Maaf.....aku benar_benar minta maaf "Bilal meletakkan kepalanya di bahuku ,kami terdiam menikmati kebersamaan kami ,hanya itu yang di ceritakan Bilal dia tidak menyinggung tentang keberadaan Rista diantara kami,aku harus menerima itu semua ,apapun yang terjadi nanti, aku akan menerima nya ,tapi tujuanku tidak berubah aku harus bisa mendapatkan tujuanku ketika aku menerima janji yang di berikan Barak, bisa di bilang aku ingin sedikit berusaha mencegah pernikahan Ku dengan Barak yaitu dengan mencari sendiri sesuatu itu tanpa sepengetahuannya Barak.

__ADS_1


  Malam ini aku sedang berada di kamarku,malam ini malam terakhir ku dalam berusaha, aku sudah mencari kemana_mana bukti itu namun aku tidak mendapatkan nya


  Dan markas yang aku temukan ternyata sudah kosong, tidak ada orang di rumah itu,dan saat aku bertanya pada warga sekitar mereka bilang rumah itu memang sudah lama tidak berpenghuni


"Hahh.....sulit banget untuk mencapai tujuanku,sedang semua ruangan Barak yang ada di kantor maupun di rumah ini sudah aku obrak_abrik namun aku tidak menemukan sesuatu apapun "


  Lebih aku tidur agar besok bisa bangun lebih segar,besok ....besok adalah hari pernikahan yang sudah di tentukan oleh Barak, aku bingung aku PUSING"ARKKKKHHH. ........"Ini semua karena Bilal seharusnya aku bisa menjalankan ini dengan baik tidak perlu pusing begini,aku menikah dengan Barak dan Barak akan membantuku mencapai keinginan ku selesai.


"Adoohhhh.....pusing....lebih baik aku tidur terserah besok ,Aku.....pasrah"!


   Aku mulai memejamkan mata ku,bolak _balik badanku kekanan tak lama berubah kekiri,aku diam tidak bergerak siapa tahu aku bisa terlelap,namun sekian lama menunggu mataku tidak juga terlelap,akupun membalik badanku lagi kearah kiri dan______


"A________"Aku ingin berteriak namun ada tangan yang membekap ku


"Emmm. ...."Aku berusaha berteriak, namun masih terhalang bekapan tangan itu


"Janji tidak berteriak, aku akan membuka bekapanku"Suara orang yang membekap ku


"Bagaimana?


"Mmmmmmm...ehhh..."Aku  mengangguk patuh, orang itupun langsung melepas bekapan nya


"Kamu..........bagaimana kamu bisa masuk Hahhhh.......diam.....aku tidak akan diam"


"Bukkkkk. .....buk...Bukk....."Aku memukul Bilal dengan membabi buta menggunakan bantal,terakhir kami bertemu saat ia berulah dengan menciumku padahal di depanku ada Barak


"Awwww.....Sakit Bila, apa kamu tidak takut tunangan mu akan mendengar,?


"Tidak akan.....sebab kamarnya ada di atas sedang aku di bawah"


"Ohh. ......baguslah kalau begitu"


"Apa.....bagus dasar brengsek penghianat, aku tidak sudi kamu melakukan seperti yang kemarin itu padaku"


"Tapi waktu itu kamu diam.....jadi aku kira kamu sudi melakukan itu"


"Kamu.....memang benar_benar _____"Aku memukul nya namun


"Brakkk......"Bilal menangkap tanganku lalu langsung menindik dan menahan kedua tanganku


"Mau diam.....atau aku teriak dan akan bilang kalau kamu mau memperkosaku"


"Hehhh......"Aku menatapnya Bilal sinis


"Tidak lucu......."


"Ohhh.....terimakasih aku memang imut dan lucu"


"Hiiiii..........genit.....lagi pula gimana kamu bisa masuk sihh...."


"Kamu tidak ingat kalau aku memang ahli dalam mengendap_ngendap"


"YA.....YA...keahlian licik yang patut di banggakan i'm proud of you "Bilal terdiam begitu pun denganku, Bilal semakin mendekatkan wajahnya pada wajahku makin mendekat hingga begitu hampir mendekat aku menoleh ke samping,aku kira dia akan berhenti namun dia malah tetap meletakkan bibir nya pada pipiku,lama dia terdiam seperti mengecup seluruh pipiku sambil seperti menghirup bau dan mengendus menghirup aroma pipiku


"Aku sangat rindu......aku benar-benar gila akan aroma mu Bila,aku tidak bisa tidur nyenyak ,tidurku selalu terusik dengan pemikiran ku yang memikirkan tentang dirimu yang sekarang tinggal bersama satu atap dengan Barak, itu sangat membuatku gelisah tidak menentu Bila"


"Lepassss....."Aku meronta dan Bilal merenggangkan cengkramannya di tanganku dan aku langsung bangun dan duduk ,aku menatap nya sekilas lalu menunduk lagi,bagaimanapun aku berbohong tubuhku tidak bisa berbohong juga,perbuatan Bilal tadi pasti menciptakan semburat merah di pipiku,aku menunduk sekuat tenagaku


   Aku menyenderkan punggung ku di senderan tempat tidurku dan menghadap Bilal sedang Bilal duduk di depan menghadapku juga jadilah kami saling berhadapan


"Kamu kesini pasti mempunyai tujuan,lakukan tujuanmu dan pergi"


"Hehhh......"Bilal nyengir agak sinis


"Memang kamu tahu tujuanku apa?


"Tidak aku tidak tahu dan tidak mau tahu"


"Aku ingin hakku....."!


"Hahh......"Aku Menganga dan berujar pelan,agak bingung mendengar ucapan Bilal


"Hak.....hak....yang mana...."


"Kamu jangan pura_pura tidak mengerti Bila......hak setelah kita menikah"


"Ohh......aku kira hak apa, sebab yang aku tahu semua hak yang aku berikan padamu dulu sudah hilang saat kamu meninggalkan ku"


"Dan dengan memaksa kamu mendapatkan hak itu dengan menikahiku"


"Hak .....untuk membuatku tenang......hak untuk mendengar ocehan isi hati ku hak untuk menjadi sandaran hak pertemanan kita"


"Bila....berapa kali harus aku jelaskan padamu bahwa aku terpaksa meninggalkan mu saat itu "


"Dan saat itu aku benar-benar membutuhkan seseorang dalam hidupku, orang yang mampu membuat ku tenang"


"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk menebus nya Bilal, apa yang harus aku lakukan agar semua hak itu kembali padaku"


"Tidak ada Bilal....tidak ada ...aku sudah berusaha membuatmu menjadi penting lagi dalam hidupku,namun ada sesuatu yang menghalangi "Aku mulai menangis,Bilal dia tercekat menelan ludah menatapku penuh iba


"Dan jika yang kamu ingin hak pernikahan yang kamu paksakan itu sekarang ,baik....ayo kita lakukan"Aku diam menunggu Bilal melakukan sesuatu padaku namun dia hanya melihat ku kosong


"Biar aku yang mulai....."Karena Bilal tidak berinisiatif untuk bergerak akhirnya aku yang memulai,aku maju dan duduk diatas pangkuan Bilal lalu mencium bibirnya sambil melepas kaos Bilal dengan menaikkan nya keatas dan kaos Bilal pun terlepas dan sekarang dia sudah tidak memakai baju aku meneruskan ciuman ku, Bilal hanya diam dan saat ini hanya aku yang bergerak,tanganku berjalan menyusuri tubuh Bilal mulai dari pundak lalu turun kebawah dan menuju keatas dan menyusuri punggung Bilal,dia masih tidak bergerak diam bagai patung,aku tidak peduli ,untuk lebih mengusiknya kedua tanganku menuju ketengkuknya dan menekan nya kuat agar lebih memperdalam ciuman ku


  YUPPP......Aku berhasil Bilal terpengaruh dia mulai membalas dan bergerak seperti ku, aku tak mau kalah dan ikut membalasnya hingga kami berbaring saling menindih ,karena aku sudah mulai terbuai,bagaimanapun aku manusia ,aku terbuai dengan semua ini bahkan aku lupa kalau sekarang ini kami sedang ada di rumah Barak yang merupakan tunangan ku yang aku hianati juga sama seperti apa yang aku lakukan pada Sajad ,namun bedanya aku menghianati Barak dengan pernikahan, dan dia belum mengetahui semua ini.


   Karena sudah saling terbuai ,dan Bilal terlihat masih belum berniat melangkah lebih jauh ,aku berinisiatif, membuaka kancing bajuku namun...


"HENTIKAN. ......."Bilal mengenggam tanganku dan menghentikannya


"Kenapa....bukankah....ini yang kamu ingin " Aku berusaha menepis tangannya Bilal dan hendak membuka kancing bajuku lagi


"Aku ingin ada cinta disini"Bilal meraba mataku.


"Dan keikhlasan disini " Lalu meraba letak detak jantungku


"Aku yakin detakan jantung yang menggebu ini bukan hanya karena nafsu " Bilal bicara sambil merebahkan kepalanya di dadaku hingga dia mendengar detak jantungku yang menggebu,Bilal mengambil tanganku dan meletakkan tanganku  didadanya


"Detak jantungku juga sama Bila .....dia berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang"


"Jangan.....tersenyum aku tahu aku tidak kreatif sehingga untuk merayu saja aku meniru kan lirik lagu"Aku masih tidak merespon diam menatap Bilal datar,namun sebenarnya aku agak terkekeh di batinku,aku tidak mau memperlihatkan nya nanti dia ge er lagi


"Kamu diam dan sepertinya terbuai.....apa aku teruskan saja lirik lagunya"Aku tersenyum kali ini aku benar_benar tersenyum  ,tapi tentu Bilal tidak melihatnya jadi aku hanya diam


"Aku sedang ingin _____


"STOP.......Jangan di teruskan...."Aku akhirnya membuka suara


"Akhirnya kamu bicara Bila.....dari tadi aku kira sedang memeluk bantal guling ,tapi aku tidak percaya,soalnya guling nya empuk _empuk gimana____gitu....AWWWW.....Sakit Bila "Aku mencubit lengan Bilal ,membuatnya berteriak kesakitan


"Apa aku kurang menarik...?Pertanyaan apa yang keluar dari mulutku ini,aku tidak tahu.... saat Bilal menghentikan semua ini aku merasa menjadi perempuan yang tidak menarik sama sekali


"Apa...kamu gila menanyakan itu semua....."!Bilal bangun dari rebahannya dan dia menatapku tajam


"Kamu....adalah perempuan yang paling menarik hatiku tidak ada yang mampu menarik hatiku seperti yang kamu lakukan padaku tidak ada yang mampu hanya kamu"Aku menunduk ,aku menahan untuk tidak bertanya lagi ,agak tidak percaya karena status nya yang sudah bersama Rista sebelum menikahiku


"Apa yang kamu fikir kan Hahhh......"Tangan Bilal membelai  kening dan dahiku yang mengkerut karena memikirkan sesuatu


"Tidak bukan apa-apa "


"Bukkk......"Aku memeluk Bilal ,kami terdiam dalam posisi ini ,Bilal membelai rambutku ,yang memang dari tadi tidak berhijab, aku hendak tidur tentu aku tidak menggunakan hijab,untung Bilal yang mencuri masuk kesini yang memang sudah halal untuk melihat dan menyentuh ku,kalau orang lain tentu aku akan menendang dia sampai tidak mampu bangun dan lari  .


"EKHEMM. .....aku rasa aku harus kekamar mandi dulu"


"Kamu kebelet pipis....."?


"Kamu masih menanyakan ini,tidak melihat keadaanku"


"Keadaanmu ___"Aku masih mengernyit tidak mengerti ,kemudian Bilal memberi isyarat dengan pandangan mata ,dan aku mengikuti arah tatapan mata Bilal


"AHHH______"Bilal membekap mulutku mencegah teriakan ku


"Dasar mesum......"Aku menutup mataku dengan kedua tanganku malu untuk melihat hal itu


"Siapa yang mulai siapa yang di bilang mesum.....dimana kamar mandinya?


"Disana....."Aku menunjuk kamar mandi dengan masih menutup mataku


   Bilal pun beranjak dari kamar tempat tidurku dan masuk kedalam kamar mandi


  Bilal lama sekali di kamar mandi ,sekitar satu jam....dan...aku menunggunya untuk meneruskan pembicaraan kami

__ADS_1


"Ceklekkk. .."Bilal keluar dari kamar mandi dengan tetap menggunakan celana yang tadi, sedang bajunya masih ada di atas tempat tidurku


"Lama...sekali....mandi besar pak...."?Bilal melempar handuk di tangannya kemukaku,aku terkekeh sedikit


"Ihhh.....jorok letakkan ketempatnya lagi"Aku melempar handuk itu lagi ke Bilal dia menangkapnya dan masuk lagi kedalam dan menggantungnya di tempat semula  ,aku memang slalu meletakkan handuk di kamar mandi ,takut lupa atau apa.


  Bilal mendekatiku,aku gugup dia berjalan dan duduk lagi di sampingku,merangkul bahuku dan mendekapku meletakkan kepalaku di dadanya,ini nyaman tapi seperti menumbuhkan sesuatu karena Bilal tidak memakai baju,akupun berinisiatif mengambil kaosnya dan memberikannya pada Bilal


"Pakai lagi .....aku merasa tidak nyaman "


"Heee..he...he...."Bilal nyengir


"Tidak nyaman apa bikin nafsu nih....."


"Bicarain nafsu lagi aku bakal Teriak " Suara ancaman ku, Bilal langsung diam.


  Kami sama-sama terdiam ,bergelung pada pikiran kami masing-masing


"Sekarang sebaiknya kita lupakan hari esok,apapun yang terjadi besok,kita pasrah saja"Bilal mulai bijak


"Jika akad nya terjadi sukses dan sah gimana"


"Tidak akan sah Bila ,kamu tuh.....sudah aku ikat dengan Ijab dan qobul"Bilal mencubit hidungku


"Tapi tujuanku ada pada Barak "Aku bersikeras


"Besok kamu akan mendapatkan tujuanmu itu tanpa menikah dengan Barak "


"Jadi kamu sudah punya rencana"?


"Tentu donggg....."Bilal menjawab percaya diri


"Dan kalau rencana nya tidak berhasil bagaimana "?


"Terpaksa PLANE B....."


"Plan B nya apa?


"Hanya ada Bilal dan Bila...."Aku terdiam seperti teringat sesuatu


"Ohh.....sekarang aku tahu 2 BIL itu artinya BILAL DAN BILA iya....kan?


"Ohh....ya...tuhan....kamu tuh memang perempuan paling tidak peka.....Bila.....jadi selama ini kamu tidak faham arti dari nama perusahaan ku"Bilal menepuk jidatnya


"Jadi.....itu benar...?


"Bagaimana lagi caranya .....aku menunnjukkan agar kamu mengerti betapa berarti nya dirimu untukku Bila......"


"Ya.......tidak mungkin kan aku berpikir sejauh itu ......nanti di sangka aku tidak waras lagi"


"Cinta dan akal sehat memang tidak akan pernah sejalan Bila....Cinta hanya sejalan dengan ketidak warasan"


"Jadi menurut mu orang yang jatuh cinta itu pasti gila?


"Apa....menurutmu tidak...."?


"Iya.....sih....kamu benar...."Aku menunduk sebentar memikirkan sesuatu


"Bilal tujuan hidupku adalah hal ini,jadi apapun caranya aku harus mendapat kan tujuan ku itu,aku akan melakukan apapun termasuk menikah dengan Barak walaupun aku sudah di ikat olehmu,aku tidak perduli"Mendengar perkataanku aku tahu Bilal kesal,tapi itulah memang kenyataan nya


"Besok.....kamu hanya harus diam dan tidak melakukan apa-apa "Ya....semoga saja ,tapi kalau tidak sesuai dengan keinginanku, aku tidak menjamin aku akan diam saja


"Aku menunggu itu semua " Aku pasrah apapun yang terjadi besok akan aku terima dengan tangan terbuka


"Ngomong_ngomong apa disini tidak ada CCTV nya?


"Tentu tidak ,kalau disini ada CCTV nya itu namanya Barak itu cabul "


"Apa...tunanganmu itu tidak akan masuk kesini"


"Dia kesini jika ada hal penting saja,dia slalu bersikap sopan ,walau kesini dia slalu mengetuk pintu terlebih dahulu,tidak seperti kamu yang nyelonong tanpa permisi"Bilal cemberut mendengar omonganku yang menyinggungnya


"Terpaksa sayang.....kalau nggak gini mana bisa kita ketemu "


"Kamu tidak usah hawatir Bilal, aku betah disini karena Barak selalu menghargai ku,walau Barak agak arogan tapi dia selalu menghormati ku,cuma aku memang agak tidak bebas,ponsel di sadap pergi kemanapun juga harus pakek Bodyguard, kamu sendiri sudah bertemu dengan Bodyguard ku kan, mereka tidak tertandingi"


"Muji......terooossss.....bikin keki aja"Tambah mrengut Bilal


"Tapi itu kenyataan Bilal"


"Ya....ya....kenyataan memang selalu pahit _sepahit Pare"


"Kamu tidak berniat ingin menginap disini kan....."


"Aku akan bermalam disini"


"Kamu gila....."


"Aku memang gila....gila karena kamu"Bilal mulai dengan gombalannya


"Terserah kamu deh.....aku ngantuk ,aku mau tidur,besok akad


nikah nya jam sembilan dan perias pengantin akan kesini jam 7 ,pokoknya aku tidak peduli kalau kamu di pergoki dan seperti biasa aku tidak akan mengakuimu ,di depan orang kamu masih orang asing buatku " Aku nyerocos sambil merebahkan tubuhku tidur membelakangi Bilal


"Bila.......Bila....."Aku diam tidak merespon


"Bila...Bila...."


"Apa.....sihh....Bilal aku ngantuk nihhh....."Terpaksa aku menghadap nya ,ternyata dia juga merebahkan badannya sehingga wajah kami sangat dekat


"Ihhhhh......"Aku memencet hidung Bilal dengan keras


"Awwww.......sakit Bila.   "


"Hidung kamu tuhhh....nyebelin ,kenapa bisa mancung banget kayak gitu ,jadinya kan hampir menabrak hidungku"


"Kenapa jadi nyalahin hidung sihhh...."


"Hidung kamu tuhh.....terlalu mancung nyebelin..."Aku memasang wajah mrengut


"Tidur Bilal. ...aku ngantuk "Padahal tadi aku tidak bisa memejamkan mataku tapi entah kenapa setelah kedatangan Bilal aku jadi ngantuk dan ingin memejamkan mataku,sekali lagi aku membelakangi Bilal


"Tapi....boleh peluk ya.....soalnya ini tempat asing bagiku aku tidak terbiasa "


"Hehh......yang nyuruh kamu disini itu siapa sekarang malah.....mengeluh kayak anak kecil,ya......sudah boleh"


"Beneran......asyik. ...."Bilal menggoyangkan _goyang kan badannya bergerak tidak karuan kesenangan


"Diem......kalau tidak ______


"YA.....YA.....aku diam istriku"Deggg.....ya ampun mendengar panggilan itu bikin deg___degan aja


  "Tapi kamu ngadep sini dong...."


"Segera lakukan atau______


"Ya....ya....aku nyerah"Selanjutnya Bilal menyusupkan tangan menuju pingganggku dan merapatkan tubuhnya padaku,aku tersenyum melihat tingkah Bilal, dia selalu begitu jika bersamaku ,lalu dengan Rista_______Astagfirloh rasanya tidak rela jika harus membagi sikap Bilal yang terlihat menyebalkan ini dengan orang lain,ada rasa sesak yang tidak bisa di gambarkan dengan jelas, walau menyebalkan tapi slalu bisa membuatku tersenyum bahagia


 


  Pagi sudah menjelang tadi kami sudah melaksanakan sholat subuh ,berjamaah dong....dan ini pertama kalinya kami lakukan ,sholat berjamaah dengan suami


"Aku akan keluar .....kamu pergi ,untung semua barang _barang untuk pernikahan adalah di kamar lain,aku akan kesana untuk di rias " Aku berbalik hendak berlalu


"Tunggu....."Bilal menghentikan ku akupun berhenti, Bilal mendekatiku langsung memelukku


"Tetap. ...tenang aku tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi "Bilal membelai punggungku, kemudian dia melepas pelukannya, aku kira dia akan melepaskan ku ehh....dia malah menciumku, aku pasrah menerimanya dia berhak untuk ini,lama ciuman terjadi seperti nya kami tidak pernah puas kami seakan tidak mau berhenti dan....


"Tok....tok....tok..."Masih tidak peduli kami


"Tok....tok....Nabila belum bangun ya....."?Itu suara Barak,aku langsung mendorong Bilal ,dan terlepas kami saling menatap ,lalu Bilal mengelap bibirku dengan jarinya


"Ya......sudah keluar sana..."Bilal membalik badanku dan mendorong kearah pintu


   Aku langsung membukanya pintu dan di sana sudah ada Barak yang tersenyum


"Perias nya. ...sudah datang...."


"Iya......aku akan kesana "Aku melangkah keluar dan menutup pintu kamarku,aku sudah yakin Bilal pasti sudah sembunyi jadi aku santai menghadapi Barak.


   "Kita sarapan dulu ya...."Kami berjalan menuju meja makan.,di sana sudah ada Umi yang memang sudah ada di sini dua hari yang lalu ,semua sudah di urus orang suruhan Barak jadi kami disini hanya santai dan menunggu semua selesai

__ADS_1


"Abi.....Umi....."Aku menghampiri mereka berdua dan memeluk mereka.


  Kami sudah duduk tenang di meja makan,tidak ada yang kami bicarakan ,Barak memang tidak begitu akrab dengan Abi dari awal Hubungan ku dengan Barak ,mereka seperti membangun dinding tersendiri ,hanya bersalaman dan saling tersenyum hanya itu yang mereka lakukan tidak lebih.


__ADS_2