
Aku tersenyum di depan cermin aku sudah selesai di rias.....ini lebih mewah dari gaun yang aku pakai waktu akad dengan Bilal "sebenarnya apa yang di rencanakan Bilal ,aku hanya tinggal menunggu
Bilal menghilang entah kemana ,ya.....sudahlah aku tinggal menunggu dengan sabar
"Nabila....."Suara Umi ,dia menghampiri ku dan berdiri di belakangku
"Kamu sangat cantik Nak"Kami saling menatap di cermin
"The Power of make up Umi"
"Kamu ini bisa aja....."Umi menoyor kepalaku
"Umi.....nanti rusak....."
"Ya.....ya...sudah ayo keluar semua sudah siap dan menunggu "Akupun keluar di gandeng Umi
Kami berjalan menuju ruang tamu ,Barak Pasti sudah menunggu di sana ,tapi heran nya kemana para perias tadi yang meriasku dan memakaikan baju pengantin padaku"Ahhh.....sudahlah mungkin mereka sudah pulang.
"Sebenarnya apa....ya...rencana Bilal ,mungkin mereka akan menghadang kami di tengah jalan,semoga berjalan lancar,aku pasrah dan hanya harus diam menerima semuanya.
Di ruang tamu langsung terlihat beberapa pria yang berpakaian resmi dengan jaz di tubuh mereka ,aku yakin salah satu dari mereka ada Abi,aku selalu senang melihat Abi berpenampilan seperti itu terlihat keren aku suka
Melangkah makin dekat ,aku malah melihat dua orang terikat diatas kursi dan mereka adalah Kak Adz dan Hamba
"HAAAAAAA. ..apa ini rencana Bilal"?Suara batinku ,aku melihat Umi ,dia hanya tersenyum dan membelai lenganku
Makin dekat semua makin jelas disana ada Barak yang sudah terikat juga ,dengan Khalil dan Akhi Ali yang memegangi bahunya, pasti sulit saat ingin melumpuhkan Barak ,sehingga dia di jaga oleh pakarnya ilmu bela diri ,pasti sulit bagi mereka
Dan di belakang Akhi Ali dan Khalil ,ketiga temanku ,mereka sedang berdiri menjaga beberapa pengawal disini yang memang di tugaskan untuk menjaga keamanan disini dan nanti mereka akan mengawal kami menuju tempat akad dan lihat sekarang mereka terikat dan di jaga oleh ketiga temanku ,Ibam ,Roy dan Irfan
"Hai.....ketua...."Mereka menyapaku sambil mengedipkan matanya aku terkekeh melihat mereka
Selanjutnya aku melihat Abi ,Ayah ,dan tidak aku duga Papanya Barak tapi dia tidak terikat ,pastinya dia juga ikut membantu ,aku yakin itu karena memang dari awal dia tidak pernah menyukaiku dan di sampingnya ada Sajad dia menatapku penuh arti selalu teduh dan damai begitulah Sajad selalu berwajah tenang di situasi apapun
Umi menuntunku untuk duduk di sofa dan Umi juga duduk di sampingku ,lalu tak lama terdengar suara derap langkah kami semua melihat kearah nya itu Bilal dan tidak kuduga sama sekali di belakang Bilal ada seorang gadis mengikuti
"SONA......"Aku berteriak pelan,ya....dia PESONA LAIL ILHAM ,Teman yang baru aku kenal
"Hahhh.....di luar agak sulit untuk di kendalikan,untung kami punya jagoan yang sangat terlatih"Bilal menepuk_nepuk tangannya
"Berdirilah di belakang dua Bodyguard itu "Bilal menunjuk kearah Kak Adz dan Hamba yang terikat dia menyuruh Sona untuk mengawasi mereka berdua karena Sona memang mampu melakukan itu, dan aku yakin dia juga yang melumpuhkan mereka sehingga mereka berakhir dengan terikat
"Tidak menyangka seorang Abimana hanya mampu bersikap pengecut seperti ini"Barak bersuara ,aku melihat kearah nya, saat aku duduk tanpa di paksa dan expresi wajahku yang hanya sedikit kaget ,aku tahu pasti Barak sudah mengerti bahwa aku tidak keberatan dengan semua ini
"Aku tidak perduli tentang ocehan mu itu"Bilal duduk di sampingku di sofa dan di sofa itu kami berhadapan dengan sofa yang diduduki Barak
"Papa....apa papa juga mendukung mereka?Barak menatap papanya
"Mereka hanya ingin tahu yang sebenarnya Nak ,ceritakan saja mereka berhak untuk mengetahuinya"Barak melengos menatap papanya sinis
"Apa....yang ingin kalian ketahui? Barak melihat kearah Bilal
"Semuanya.....ancaman apa yang kamu lakukan pada Nabila sehingga dia menuruti semua ke inginanmu"
"Hehh....ancaman apa yang akan kalian gunakan untuk menekanku sedang orang yang sangat penting dalam hidupku ,tidak mungkin kalian sakiti ,karena dia juga penting bagi kalian...aku benar-benar kan"Barak nyengir ngeri menatap Bilal dengan menyeringai
"PUKUL DIA...."Bilal memerintah Khalil dan Akhi Ali ,aku gelagapan tidak setuju dengan perbuatan Bilal
"Buk......Buk....Buk....."Akhi Ali dan Khalil menghantam wajah Barak dengan tinju mereka
"He....he....he..."Barak terkekeh dengan bibir yang sudah sobek dan hidung yang berdarah
"HENTIKAN. ......."Tidak perlu memaksanya ,aku yang akan mengatakan nya
"Dia....mempunyai bukti sebuah video CCTV Kejadian saat meninggalnya Kak Raiz dan Kak Bina ,dan aku ingin membersihkan nama Kak Raiz dan Kak Bina, mereka mati dengan menyandang dosa yang tidak pernah mereka lakukan dan dia mempunyai video aku ingin mendapatkan itu,dan dia berjanji akan memberikan itu semua jika aku mau menikah dengannya "
"Jadi aku mohon Barak berikan video itu, dan aku mohon bersihkan nama Kak Raiz dan Kak Bina,mereka orang sangat baik"
"APA....yang kamu bicarakan Bila"Bilal melihat kearahku tidak mengerti
"Aku sudah mengingat semuanya Bilal semua kejadian itu ,kejadian dimana nyawa Kak Raiz dan Kak Bina terenggut
"Sejak kapan.."?
"Sejak pertama kali bertemu dengan Barak"!
"Dari awal sebenarnya bukti itu yang kucari, waktu kejadian aku melihat benda seperti CCTV di Ruangan itu,dan itulah alasan utamanya aku mendekatimu Sajad " Aku melihat kearah Sajad, dia hanya tersenyum padaku ,akupun menunduk tidak mampu melihat kebencian di wajah Sajad
"Tapi sungguh "Aku mengangkat kepalaku dan melihat kearah Sajad lagi
"Saat aku....melihat ketulusan di matamu,dan saat kamu mengatakan isi hatimu Sajad,aku benar-benar menerima itu semua....aku tidak bohong saat aku bilang memberi kesempatan padamu untuk membuka hatiku .
"Aku berusaha mendekat kearah kakakmu ,berusaha masuk kedalam perusahaannya, itu semua demi video itu,namun pertahanan Barak sungguh kuat ,aku tidak mampu menemukan video itu di manapun, bahkan aku rela lembur kerja hanya demi video itu,aku benar_benar menginginkan video itu untuk Kak Raiz dan Kak Bina dan untuk jiwaku yang hancur saat kejadian itu.
Kehadiranmu kebersamaan kita bahkan sempat membuat ku berniat untuk melupakan semuannya dan memulai hidup baru denganmu ,aku putus asa untuk mencapai tujuanku hingga, Barak memberiku tawaran.
Dia tahu dari awal siapa aku ,dan dia mengetahui semua tentang diriku
trauma yang aku derita dan kembalinya ingatanku tentang kejadian itu.
"FLASH Back sebelum bertunangan dengan Barak ada di Bagian
"Tunggu...."Tuan Bos menghentikanku
"Kamu tahu kenapa aku memilihmu untuk menggantikan Sania dari pada Mauli waktu itu?
"Tidak Tuan...saya tidak tahu!Aku menjawab santai
"Karena aku melihat kelicikan di matamu"Aku terkejut mendengar perkataan Tuan Bos,aku sadar di memahami kelicikanku
"Dan aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya,APA KAMU FIKIR SAYA BODOH ....HAAAHHH Sehingga tidak mampu mengenalmu"Tuan Bos bicara tegas dia terlihat emosi,dan apa maksudnya apa dia tahu siapa aku yang sebenarnya,"OHHH....kenapa aku sebodoh ini"?
"Jadi ....aku ketahuan"Aku bicara santai seakan tidak bersalah
"Putuskan Sajad,dan jadilah pasanganku"Aku tersentak kaget,namun aku tidak menurunkan pandanganku aku masih menantangnya dengan tetap memberi nya tatapan ngeri
"Tidak akan,dan tidak mungkin"Aku menjawab singkat,aku memutus pandanganku darinya dan hendak beranjak menjauh
"Aku akan keluar dari kantor ini dan______
"Aku akan mewujudkan tujuanmu"Ucapan nya menghentikan pergerakanku ,aku menatapnya lagi
"TUJUAN....Aku tidak mengerti maksudmu"Aku masih ingin menebak seberapa jauh dia mengetahui tentang diriku
Tuan Bos berdiri dia membuka laci di mejanya dan melempar sesuatu
"Brakkkkkk"Terlihat beberapa foto berserakan di lantai,itu fotoku waktu masih umur 10 tahun bersama dengan kakakku dan suaminya,melihatnya aku tidak mampu menahan air mataku aku menangis dan menghampiri foto itu dan mengambilnya.
"Putuskan Sajad,dan bertunanganlah denganku,aku akan mewujudkan tujuanmu,dan menghapus rasa bersalahmu itu"Aku mendekap foto itu dan menangis tersedu
"Aku tahu kamu sudah mengingat semuanya ,kamu juga pasti sudah ingat bagaimana aku begitu menginginkanmu hingga aku hampir mencelakai mu waktu itu"Barak mengungkit sesuatu yang pernah terjadi dulu ,waktu dia mabuk dan hampir melecehkanku,saat itu aku masih kecil tapi dia hendak melecehkan ku.
"Aku punya video CCTV itu,putuskan Sajad dan jadilah milikku"!
"Tapi bagaimana dengan Sajad dia adikmu"Aku bicara sambil terisak
"Kita disana saat itu Nabila bukan hanya kamu yang hancur ....aku juga hancur Nabila ,Raiz sahabat ku ,satu-satunya sahabat yang tulus,dia lebih dekat denganku dari pada papaku ,dia sangat baik,dan saat terakhir aku melihat Raiz ,masih terbayang di mataku Nabila "
"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa mereka malah di tuduh sebagai bandar narkoba, bukankah kita sudah kabur dari sana"?Aku
bertanya tentang kejadian yang kami alami
"Saat kita berjalan sempoyongan keluar dari ruangan itu, semua nya terekam di CCTV yang ada di luar ruangan itu,ditambah lagi mereka juga sudah meletakkan obat terlarang itu di mobil Kak Raiz mu dan juga mobilku, mereka melakukan hal itu untuk mengantisipasi kalau kita kabur dan aku mengetahui itu semua saat aku di mintai keterangan oleh pihak polisi,mereka bilang mereka menemukan obat _obatan terlarang itu di mobil Raiz "
"Selesai di mintai keterangan aku langsung pulang ke rumah dan memeriksa mobilku ,dan benar banget obat_obatan terlarang itu ada juga di mobilku dan aku langsung melenyapkan barang itu"
"Kenapa hanya mereka yang di tuduhkan sebagai bandar ....sedangkan kita_____"
"Papa ku yang melakukan itu semua....dia mampu membayar seseorang untuk menghapus saat CCTV merekamku berjalan keluar dari ruangan itu, kamu ikut terhapus dari rekaman itu,karena aku yang memerintahkan mereka
"Maaf tidak bisa menghapus tuduhan itu pada Raiz kakak iparmu dan kakak mu Bina,mereka sangat licik Nabila, mereka mengancam papaku dengan menggunakan perusahaan papaku yang memang berhubungan juga dengan dunia hitam "
__ADS_1
"Dan juga mereka tahu hal yang di lakukan papa menghapus Rekaman CCTV dan membantuku menyembunyikan fakta tentang kejadian itu ,karena ancaman itu aku diam dan papa tidak bisa membantu Nabila dan aku tidak bisa karena papa ,aku tidak ingin menghancurkan perusahaan yang dia bangun dari nol hingga bernilai sampai sekarang. "
"Maaf Nabila"
"Kak Raiz....hikss....hikss....hikss..."Aku
menangis dengan terisak
"Ayo....lupakan itu semua Nabila ,dan hiduplah denganku ,aku sudah lebih kuat dari siapapun sekarang tidak akan ada yang bisa mencelakaimu atau mengancammu"
"Aku hanya ingin Nama Kak Raiz dan Kak Bina di bersih kan di hapus dari daftar nara pidana"
"Baiklah akan aku lakukan semua itu ,tenang aku memang juga ingin melakukan itu aku menunggu waktu yang tepat..."
"Waktu yang tepat. ....?Aku mengernyit tidak mengerti
"Iya...aku menunggumu,aku menunggu kedatanganmu SAKINA NABILA FATAHILLAH "Barak menyeringai
"Apa maksud mu?
"Akan kulakukan apapun untuk mendapatkan mu Nabila kecilku"
"Aku sudah dewasa. ....."
"Bagiku kamu slalu menjadi Nabila kecilku"
"Terserahlah....."
"Kamu sangat licik. ...."
"Aku menunggu jawaban. ...!Barak sedikit memaksa
"Baiklah ....aku setuju "Aku berdiri sambil mengenggam semua foto ku ,Barak ikut berdiri dan menyalurkan tanganku untuk berjabat tangan denganku
💕💕💕
"Akupun menyetujuinya dan memutuskan pertunangan kita"Aku menghapus air mataku ,Umi dari tadi mengelus punggungku berusaha menenangkanku
Sajad berdiri dari duduknya dan menuju kearahku ,dia mendekatiku
"Berhenti....."Bilal menghentikan Sajad dengan mengangkat tangannya
"Bilal.....Please. ...."Aku menegur Bilal,dia pun menurunkan tangannya dan menurutiku
Sajad bersimpuh di hadapanku ,dia menghapus air mataku
"Tidak perlu merasa bersalah Nabila ,
Hahhh....."Sajad mengeluarkan nafasnya
"Asal kamu tahu ,dari awal aku sudah tahu kalau aku di manfaatkan olehmu ,aku rela di perlakukan seperti itu,aku tahu tujuanmu sebenarnya adalah kakakku Nabila, tapi aku juga tidak menyangka ternyata kakakku menyukaimu,aku kecewa saat di tinggalkan olehmu ,tapi sekarang aku sudah tahu semua alasannya,aku tidak marah padamu ,aku ikhlas ,lagi pula kamu kan tahu kalau sebenarnya aku memang sudah terbiasa di manfaatkan "kami tersenyum bersamaan ,itu memang candaan yang slalu di lakukan Sajad saat dulu kami bersama.
"LEPASKAN DIA BODOH....DIA CALON ISTRI KU"Barak menatap kami nyalang
"Aku kembali kesana dulu ya. ."?Sajad bangun dan langsung duduk kembali di tempat duduk nya tadi dia tidak memperdulikan kakaknya, dia pasti marah pada Barak.
"Sekarang sudah jelas ...dia terpaksa bertunangan denganmu, sekarang serahkan video itu....."Bilal memulai lagi ,dia menatap kearah Barak yang sudah lebam dengan hidung dan bibir yang berdarah
"Aku tidak akan menyerahkan nya sebelum kami menikah"
"Kamu jangan memaksa Tuan Barak ,semua yang di paksakan itu tidak akan berjalan dengan benar dan tidak akan abadi"Bilal bicara sok bijak,memaksa lalu apa yang dia lakukan padaku waktu itu,merayu....hehh...heee. ..."Aku terkekeh dalam hati
"Tapi hanya dia yang aku mau ..."
"Tapi dia tidak mempunyai perasan padamu"
"Dia punya perasaan padaku"!Semua kaget mendengar ucapan Barak,dia tidak bohong ,aku memang punya perasaan sama dia dan aku sudah mengungkapnya
"Benar Nabila kamu punya perasaan padanya...."?Bilal bertanya padaku ,ada nada getir di suaranya
"Iya..........dia punya perasaan padaku....kamu tidak perlu menanyakan padanya, dia pasti malu"
Barak menjawab pertanyaan Bilal padahal Bilal bertanya padaku
"DIAMMM.....KAMU MUBARAK HADI"Bilal tersulut emosinya ,aku hanya diam menikmati kemarahan Bilal ,biarlah.....sekali _kali biar dia merasakan juga rasa sakit
"Aku tidak mendengarkan ucapan orang yang tidak waras "Bilal berbalik dia berjalan mendekatiku dan bersimpuh sambil mengenggam tangan ku
"Apa.....benar semua itu...?Bilal menatap kearahku penuh dengan permohonan
"IYA.....IYA...AKU PUNYA PERASAAN PADA MUBARAK HADI INI ...PERASAAN BENCI Yang merongrong kebaikan dalam hatiku sehingga rasanya aku ingin mencekikmu , aku hanya ingin video itu "Aku berdiri dan mendekati Barak
"Aku mohon berikan video itu Barak hikkkss. ....hikks... ....."Aku terduduk di depan Barak dan menangis histeris,Bilal menoleh dan langsung mendekapku dari belakang kami berpelukan duduk di lantai
"kalau kamu tidak memberikan nya maka selama hidupku aku tidak akan menghapus perasaan benci ku padamu "Aku menatap Barak tajam,dan hanya memberiku tatapan penyesalan
"Aku tidak peduli....pada semuannya, asal aku bisa memilikimu"Barak tetap tidak bergeming
Ada yang mendekapku lagi membuatku berdiri dan menuntunku menuju ke tempat Duduk ku tadi
"Nak....."Itu suara Abi,dia menangkup pipiku,Bilal juga ada di sampingku
"Sebelum kamu mendapat kan video itu bisakah kamu menceritakan sebenarnya apa yang terjadi waktu itu, kami dari awal menemukan mu di rumah sakit ,slalu menanyakan apa yang terjadi sebenarnya, kami semua juga yakin kalau Raiz dan Bina tidak mungkin melakukan itu.
Bukan hanya kamu yang hancur Nak.....Abi ,Umi,Papa dan mamanya Kak Raiz juga hancur Nak
Kami sangat menyayangi mereka nak....waktu itu kami sangat syok
ketika polisi memberi tahunan kabar tentang kematian mereka
"Flash back...."Abi...
Hari itu tiba_tiba ada telfon dan yang tidak kami duga sama sekali itu telfon dari polisi
"Maaf bisa bicara dengan Tuan Abimana "pihak polisi menelfon keluarga Abimana
"Ya....pak"
"Bisa kekantor polisi yang ada di kota,ini tentang Tuan Raiz Abimana"Faizal langsung menghubungi Abi dan mengajak kami ke kota ,kamipun berangkat,dan langsung menuju kantor polisi, namun sampai di kantor polisi ,mereka membawa kami ke rumah sakit ,pikiran kami sudah was_was tidak karuan ,dan sampainya di rumah sakit ,kami di bawa kearah kamar mayat dan mereka menyuruh kami untuk meng identifikasi dua mayat dan sungguh hancur hati kami dua mayat itu adalah benar Kakakmu dan dan suaminya
Mereka terbujur kaku diatas tempat tidur mayat,senyum tulus yang biasa mereka berikan pada kami...hilang di telan pucat dari wajah mereka"
"TIDAKKKK. ...."Umi mu dan Tante Raisya langsung menangis histeris
"Hikks....hiks....hiks...."Dengan tangan gemetar Abi hendak menutup mayat dari Kakakmu
"Tunggu. ...."Om Faizal menghentikan Abi, kemudian dia mengambil sapu tangan di sakun dan mengelap wajahnya,dan meletakkan nya kembali
"Hahh..."Om Faizal menghembuskan nafasnya ,berusaha menghalau rasa sesak di dadanya,setelah merasa tenang Om Faizal menciumi wajah Kak Raiz
"Kamu anak baik nak......Papa yakin kamu akan tenang di sana nanti "Om Faizal membelai kepala Kak Raiz,dia tersenyum
"Dari semenjak bayi sampai dewasa kamu selalu baik nak....bahkan kamu tidak pernah sekalipun membentak Ayah atau mama,hidupmu slalu di penuhi kebaikan "Kemudian Om Faizal menghampiri mayat Kak Bina,dan dia juga menciumi seluruh wajah Kak Bina
"Terimakasih Nak karena sudah mau bersanding dengan anakku sampai akhir.....cintamu memang sejati Nak"Om Faizal pun menjauh dan menatap kearah Umi dan Tante Raisya yang menangis saling berpelukan
"Hapus....air mata kalian ,peluk dan cium mereka..hikss....hikks....hikss " Om Faizal menangis dengan bibir bergetar berusaha menahan agar tidak terisak
"Peluk dan Cium mereka sebelum mereka di bawah jauh dari kita"Om Faizal menoleh kesamping dan dia terduduk dan menunduk tak lama bahunya bergetar Abi tahu dia sedang menangis
Kamipun menghapus air mata kami dan melakukan apa yang di lakukan oleh Om Faizal, sebelum mereka di mandikan dan di kafani,kami akan memakamkan mereka di desa .
"Mereka kecelakaan ,dan kami tidak bisa menyelamatkan mereka ,dan di mobil nya di penuhi dengan obat terlarang pak"Kami ada di hadapan polisi, setelah mendapatkan kenyataan bahwa anak kami meninggal kami mendapatkan kenyataan bahwa mereka di tuduhkan sebagai seorang yang berkemilikan atas obat_obatan terlarang
"Tidak mungkin pak mereka anak yang baik "
"Tapi dengan sangat menyesal seperti itulah yang kami temukan dan kami sudah memeriksa jasad mereka ,kami perkirakan mereka kecelakaan karena dalam keadaan mabuk pak"Kami tersentak
"Itu tidak mungkin pak"Kami berusaha menghindari
"Di tubuh mereka ada bekas suntikan ,dan dengan sangat menyesal pak hasil pemeriksaannya juga positif "Muka Om Faizal dan Abi pucat pias ,kami sungguh merasa tidak siap dengan semua ini
Lalu Abi teringat padamu "Pak adiknya tinggal bersama mereka ,dimana adiknya Pak dia masih kecil gadis perempuan berumur sepuluh tahun....?Umi dan Tante Raisya sudah menangis tidak karuan
__ADS_1
"Kami tidak menemukan jejaknya di tempat kejadian,tapi kami menemukan memang di rumah mereka ada baju dari seorang gadis kecil ,tapi di tempat kejadian dan di Rumahnya pun tidak kami temukan seorang gadis dan untuk penyelidikan kami sedang mencari gadis itu untuk di minta ijin keterangan ,kami sudah mengambil fotonya di rumah tersebut"
"Lalu kemana gadis itu pak....?
"Tunggu kabar dari kami selanjutnya"Kami terdiam berusaha menerima kenyataan, semua tuduhan itu sangat menyakiti kami
kami kembali kedesa dan mengurus pemakaman mereka ,kami ingin memakamkan mereka di desa saja ,bahkan kami semua di perintah kan untuk tes urine terlebih dahulu,entah untuk apa ,mungkin mereka mencurigai kami
Kami seratus persen tidak percaya sama sekali,mereka berdua merupakan anak yang baik,kami selalu saling terbuka ,begitu juga Raiz ,itulah yang kami katakan pada polisi itu,tapi mereka tidak mempercayai kami,bukti sudah mereka temukan di mana-mana, di rumah mereka juga di temukan obat _obatan terlarang itu bahkan di kantor nya juga
Saat kami tanya tentang keberadaan Tuan MUBARAK HADI teman nya itu, mereka bilang dia sedang ada di luar negri ,perjalanan bisnis dan dia akan segera pulang untuk memberikan keterangan
Dua hari setelah kejadian itu Nak Barak datang ,kami langsung menuju ke kantor polisi dan menunggunya mungkin dia mengetahui sesuatu, dan tentu saja dia bilang dia tidak tahu apa-apa, tapi dia memberi keterangan seperti hal nya kami ,dan mengatakan kalau mereka tidak mungkin mempunyai barang_barang terlarang itu,tapi mau gimana lagi bukti sudah ada dan kami tidak bisa berbuat apa-apa
Kamipun menanyakan tentang kamu Nabila, tapi Nak Barak bilang ,dia memang bertemu dengan mu tapi itu seminggu yang lalu ,karena dia adalah di luar negri selama itu
Kami terus menunggu Nak ,menunggu kamu di temukan
"Tuan Fatahillah silahkan kerumah sakit ,kami menemukan anak bapak...."Dan akhirnya pihak kepolisian menghubungi kami dan mengatakan bahwa mereka sudah menemukanmu
"Ohh.....baik pak kami akan segera kesana"Kami pun tergesa-gesa menuju ke rumah sakit ,kamu terluka
di kepalamu belum sadarkan diri namun saat sadar ,saat itu sungguh tidak kami sangka ,kamu berteriak _riak tidak karuan dan hanya mengatakan tidak_tidak
"Ya.....dan aku ingat itu semua"
Saat sadar fikiran ku seakan kosong tidak ada apa-apa, tapi hatiku sakit sangat sakit bukan hanya hatiku tapi otakku juga
Aku hanya menangis tiada henti sepanjang hari aku juga menangis, Abi dan Umi jadi kelimpungan, aku tidak menanyakan tentang Kak Raiz dan Kak Bina ,Abi tidak memberitahukan padaku, mereka menunggu aku tenang ,padahal sudah dua hari yang lalu mereka berdua di makamkan
"Hikks.....hikks....Umi...."Aku menangis tersedu di pelukan Umi
"HA .....HA...HA.....UMI AKU INGIN PULANG"AKu minta pulang saat itu
"Iya kita tunggu perintah dari dokter ya....nak!
"Ini udah malem nak sudah seharian ini kamu menangis "
"HAA.....HA....HIKS...HIKS..."Aku tidak
tahu Umi .....aku juga tidak mengerti dengan diriku
Menurut keterangan dokter, luka di kepala yang aku alami tidak seberapa, tapi entah apa yang terjadi, aku melupakan kejadian yang terjadi padaku sebulan yang lalu,jadi kejadian yang aku alami apapun itu ,aku tidak mengingat nya semua menghilang dari memory otakku
"Sebaiknya kita tenangin dulu batin anak itu pak,apa dia memiliki seseorang yang mampu membuat dia tenang dan mampu mengendalikan dia?Dokter bertanya
"Sebaiknya panggil dia dan pertemukan mereka, kalau cara ini tidak berhasil kita bisa gunakan cara lain "
"Seterusnya kalau dia mengalami trauma atau ketakutan akan sesuatu sebaiknya kalian bawa dia ke skiater untuk meninjau keadaan jiwa nya ,cepat kalian bawa orang yang dekat dengan dia secepatnya "
Kamipun menelfon Bilal, menyuruhnya kerumah sakit,tentu di temani seseorang saat itu Bilal di desa di tinggal sendiri oleh Faizal dan Bilal di jaga sama pelayan mereka .
"Bagaimana Bi...."Umi bertanya pada Abi
"Sebentar lagi Bilal kesini Umi ,kita berdoa saja Bilal mampu menghentikan tangisnya "
"Abi....kita sudah kehilangan Bina ,Umi tidak mau kehilangan Nabila juga Bi...."
"Sekarang kita hanya bisa berdoa Umi "Umi dan Abi terlihat putus asa
"Faizal.....bagaimana Bilal sudah ada di mana?Abi bertanya pada Om Faizal yang duduk di kursi tunggu rumah sakit dengan Tante Raisya, mereka memang tidak pulang, mereka ikut menunggui Nabila.
"Aku ke dalam dulu ya....Bi..."Abi mengangguk dan Umi pun kedalam kamar
Umi melihat ku,aku tertidur ,terpaksa dokter membiusku dengan obat tidur ,sudah seharian penuh aku menangis tiada henti ,karena takut keadaanku makin lemah dokter memutuskan untuk membiusku,dan sekarang aku terlelap tidur dengan damai di atas tempat tidur rumah sakit,harapan satu-satunya bergantung pada kedatangan Bilal apa dia mampu menghentikan tangisanku ini
Pagi menjelang, kira-kira jam sebelas malem Bilal sudah ada di Rumah sakit ,aku belum bangun masih terbius dengan obat tidur yang di berikan dokter.
"Bangun.....Nak Bilal bersihkan dulu dirimu di kamar mandi...."Umi membangun kan Bilal ,Om Faizal dan tante Raisya ada di Rumah Kak Raiz, mereka istirahat di sana sedang Umi dan Abi yang menjagaku bersama Bilal yang memaksa tetap di rumah sakit sampai menginap .
Bilal sudah mandi dan mengganti bajunya dia langsung duduk di kursi dekat ranjang ku dan langsung menggenggam tanganku
"Hehh.....hikss...."Aku terisak mulai sadar ,dan aku berusaha membuka mataku ,dan aku melihat atap rumah sakit ,terasa kosong, aku mulai ingat,iya kemarin aku ada di rumah sakit ada yang menemukan ku tergeletak di jalan raya dalam keadaan kepala terluka , perkiraan aku mengalami tabrak lari heran nya sebelum kejadian itu aku tidak ingat apa_apa, yang aku ingat hanya saat aku di bawa ke rumah sakit
"Bila...."Ohhhh.....itu suara yang aku rindukan, berapa lama Aku tidak melihatnya aku lupa
"Bila..."Bilal Memanggilku lagi ,aku menoleh dan di sana aku menemukan Bilal yang sedang menangis .
"Bilal.......hikk ...hikkss. ...hikss..."Aku menarik tangan Bilal dan membawanya ke dadaku ,Bilal makin tersedu kami sama_sama menangis
"Ya.....Abi...mereka malah sama-sama nangis"
"He...he...he..,kita tunggu saja Umi ,apa Bila tidak akan berhenti menangis
"Abi beli makanan dulu, aku ikut saja Abi ,biar mereka berduaan tidak terganggu, ya...sudah ayooo....."Abi sangat Umi pun keluar meninggalkan kami berdua
"Jangan menangis terus....katanya kamu takut kalau air mata kamu bakal habis"
"BILALLLL....HAAA...HAA....HA..."Bilal berdiri mendekatiku dan kamipun berpelukan
Setengah jam kemudian aku baru berhenti menangis ,kehadiran Bilal seperti mengurangi beban yang aku rasa saat ini ,pelukannya mampu membuatku tenang.
Kehadiran Bilal memang benar-benar ampuh, keadaan ku makin membaik dan aku sudah di ijinkan pulang ,kami semua pulang ke rumah Kak RAIZ
Dari awal aku sampai di rumah ini aku sudah menanyakan tentang Kak Bina dan Kak Raiz, kemana mereka ,apa sebenarnya yang terjadi.
Dan di sinilah kami ,Umi,Abi ,Tante Raisya dan Om Faizal ,aku dan Bilal duduk berdampingan ,aku seakan tidak bisa lepas dari nya
"Nabila ada kejadian yang mengerikan yang menimpa Kakak mu ,selama sebulan ini kamu tinggal bersama mereka"
"Iya....aku ingat hal itu"
"Kejadian apa Abi...."
"Kakakmu dan suaminya sudah tiada Nak ....mereka sudah tiada "
"TIDAKK....TIDAKK.....MUNGKIN"Aku
berteriak histeris, Bilal langsung memelukku
"Kami tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya Nak....hanya dirimu Yang kami harapkan namun, kamu sekarang hilang ingatan "
"Tidak ada yang bisa kami lakukan selain pasrah menerima semuanya..."Kami menunduk lesu Abi sudah menceritakan bagaimana tuduhan polisi pada Kak Raiz dan Kak Bina
"Maaf....aku benar-benar tidak ingat "Aku makin menangis terisak
"Apa yang harus kita lakukan Abi hiks. ...hikss...hikks.."
"Hanya pasrah Nak menerima ,kalau seandainya suatu saat kamu mengingat semuanya ceritakan pada kami,apapun tuduhan polisi pada Kakakmu tidak ada yang kami percaya ,tapi kami masih ingin mengetahui kebenaran nya"
"Iya....Abi....maaf....yang aku ingat hanya pertama kali aku kesini dan mereka mengajakku jalan_jalan "
"Satu lagi Nak....kak Bina ternyata sedang hamil ,cucu yang kami nantikan tapi Allah sudah mengambilnya sebelum dia menjadi bayi "
"Kak ....Bina....hikkss....hikks..sebenarnya apa yang terjadi kenapa. ....kenapa aku tidak bisa mengingat sesuatu...KENAPA...."Aku memukul _ mukul kepalaku
"APA.....APA....APAAAAA. ......"Aku memukul kepalaku membabi buta
"Hentikan Bila"Bilal mengambil tanganku berusaha untuk menghentikan ku
"Tidak...ini semua salahku....APA...HEH...HEH...HEH"Aku menghantam kepalaku dengan keras
"Hentikan. ...hentikan. ...."Bilal mengambil tanganku membawaku kedalam pelukan nya dan menahan tubuhku yang terus berontak
"Haaa....hikss....hikss......"Umi dan Tante Raisya hanya bisa menangis ,Bilal masih berusaha menenangkan ku
Dan tak lama tangisanku berhenti ,kemudian Abi berkata kita harus pulang Nak.....rumah ini akan di ambil perusahaan .....kita harus kembali ke desa ,disana kita coba hidup yang baru "
"Peristiwa ini sangat menyakitkan, tapi....Abi yakin setiap peristiwa pasti dan akan slalu ada hikmahnya "
Ke esokannya kami pun pulang ,aku langsung berziarah ke makam kak Bina dan Kak Raiz, aku menangis meraung _raung di sana di temani Bilal dia juga ikut menangis,kami saling berpelukan dan saling menguatkan
Waktu berlalu ,waktu memang selalu menjadi obat mujarab bagi luka hati ,perlahan kami melewati hidup normal seperti biasa ,aku dan Bilal meneruskan pendidikan kami
__ADS_1
Dan tak dapat di pungkiri karena peristiwa itu sikap Om Faizal dan Tante Raisya berubah ,mereka menjadi dingin terhadapku
Namun apa mau di kata ,aku memang merasa bersalah jadi aku menerima dengan pasrah sikap mereka .