
" KALIAN SEDANG APA?
"Sedang menikmati udara segar "Bilal merentangkan tangannya menghirup udara segar sambil memejamkan mata,sambil menjawab sebuah pertanyaan yang tiba-tiba terdengar
"Itu suara siapa .....ya...?Aku bertanya dengan bergumam kecil
"Tauuuuuu mengganggu saja"
"Nabila aku ingin bicara"
"Hahhh. ...bukankah itu...Barak.."Aku langsung bangun dari rebahanku duduk menghadap orang yang bicara tadi
"BARAK..." Aku melotot kaget
"Ia.....ini aku sayang..."Barak bersuara lembut,membuatku salah tingkah,sedang Bilal yang ada di samping ku tersenyum mengejek
"Kalian lagi ngapain....."?Barak mengulurkan tangannya seperti menyuruhku untuk berdiri,aku menatap uluran tangannya, melirik sedikit kearah Bilal merasa tidak enak padanya tapi kalau aku tidak menyambutnya maka Barak akan curiga,terpaksa aku menerima uluran tangannya Barak menarikku hingga aku berdiri tegak
"Terimakasih " segera kulepas genggaman tangan Barak,dan senyum paksa tersungging di Bibirku
"Dia.....temanmu"?
"Ohh.....iya...dia temanku"
"Kenalkan namanya Zainab "Aku menunjuk Bilal dan mengenalkan nya pada Barak,dari tadi Bilal malah hanya diam duduk di bawah melihatku dengan sinis
"Gimana sih Bilal kenapa dia diam begitu,bahkan uluran tangan Barak hanya dia lihat tanpa mau menyambutnya
"Zainab.....kenalkan dia Barak tunanganku "Aku bicara sambil menahan geramanku
"BILA tolong Aku " Zainab gadungan ini benar_benar membuatku kesal setengah mati dia malah bertingkah seperti gadis yang kegenitan
"Biar aku bantu"Barak menawarkan diri untuk membantu
"Tidak mau kamu bukan mukrimku"Ya....dia malah ketus begitu,seakan menyindir tindakanku tadi membuatku makin geram tidak tahan rasanya pengen aku kucek sampek halus biar jadi penyedap buat sambal "ya....ampun kesaaallll banget
"Tidak apa_apa Barak biar aku yang membantu dia"Aku Masih geram namun ditahan
"Ayo....Zainab bangun, katanya tadi mau bantu Umi memasak"
"Ia......"Menjawab dengan suara manja
Aku mengulurkan tanganku ingin membantunya ,berusaha menarik Zainab sekuat tenaga
Tapi tenaga tidak sebanding sehingga aku malah ketarik dan
"BRUUKKKKK"Aku terjatuh terjerembab menimpa Bilal,senyum nakal tersungging di bibir Bilal
"Bilal brengsek "Bisikan ku di telinga Bilal dia hanya nyengir ,aku langsung bangun berdiri tegak
"Kamu tidak apa_apa yang "Ini lagi Barak tidak tahu apa panggilannya itu sudah membuat seseorang murka.
Tatapan kesal Bilal tapi dia berusaha meredam nya
"Maaf ....maaf. ya Bila,aku memang sering lupa dengan keadaan bobotku
"Aku ngga' apa_apa kok"
"Sebaiknya kita masuk kedalam kasian Umi masak ngga' ada yang bantu"Melihat kearah Bilal
"Kamu bisa berdiri?
"Ohhhh. ...bisa. ...bisa kok"Zainab berdiri hati _hati ,pasti itu sulit,aku hanya meringis tidak tega
"Ayo ooo. ...."Setelah berdiri Zainab langsung menyela ditengah aku dan Barak Zainab alias Bilal ini menggandeng tanganku, menyeret ku untuk berjalan
Aku berjalan berdampingan dengan Zainab dia menempeliku ,sedang Barak ada di belakang kami dia hanya melihat hal itu tanpa merasakan apapun karena tidak tahu siapa sebenarnya yang sedang bergelayut di lenganku.
Bilal tahu aku tidak mungkin mampu mengimbangi langkahnya jadi dia berjalan begitu pelan sambil kadang mengambil kesempatan dengan meletakkan tangan nya di pingganggku menarikku supaya lebih merapat padanya
Mataku kadang melirik Barak yang ada di belakangku takut kalau dia marah,namun dugaanku salah sepertinya dia sedang melihat sekeliling,menikmati setiap detail keadaan halaman rumahku,alhamdullilah dia tidak curiga pada Zainab gendut dan genit yang ada di sampingku ini,aku tersenyum dalam hatiku ,bisa ya....Bilal menjadi seorang seperti Zainab"Astagfirloh...,jangan sampai dia benar_benar belok dan merubah aliran nya dari jantan menjadi betina
"Hi ....hi.....hi. ."Aku terkekeh kecil,menertawakan pikiran ku sendiri
"Ada apa..."Bilal mengernyit tidak mengerti melihatku heran karena terkikik sendiri
"Ngga' apa_apa kok"Hiii. ...hi....dasar aku, dan aku menepuk kepalaku tanpa ada yang memperhatikan sehingga tidak ada yang menanyakan tindakan ku tadi .
Kami sudah di dapur, membantu Umi memasak, Barak sedang duduk di meja yang ada di dapur dia sedang mengupas bawang,tadi dia memaksa untuk membantu padahal sudah melarang nya ,sedang aku berdiri di depan meja kompor sedang mengiris sayur Umi sudah mulai menyalakan kompor dan memasak air untuk merebus sayur ,kali ini ibu akan masak tumis kangkung dengan ikan gurami goreng dan tumis sayur ikan asin,sebenarnya tumis sayur ikan asin tidak ada dalam menu yang di tulis Umi namun aku memaksanya karena itu masakan kesukaan nya Bilal ,dulu Bilal saat main kesini sering makan disini dan dia memang paling suka pada Tumis sayur ikan asin masakan Umi.
Barak sendirian duduk dengan konsentrasi mengupas bawang ,tadinya sih niatnya aku ingin Bilal menemani Barak ,tapi aku takut kalau lama _lama Bilal ada di dekat Barak dia akan curiga dengan gerak_geriknya yang tidak sesuai dengan tingkah wanita itu,satu lagi aku takut make up Bilal luntur tambah ketauan nanti jadilah Bilal dari tadi selalu ada di samping ku,dia sengaja lagi selalu mepet _ mepet untung udah halal kalau enggak udah aku timpuk dengan panci
Melirik sekilas ,sepertinya Barak sedang mengetik sesuatu di ponselnya
"Pria itu tunangan kamu ya Bila? Astagfirloh Bilal sekarang dia bersuara, dari tadi aku berusaha menjauhkan nya dari Barak, dan sekarang, sungguh aku kehabisan Kata _ kata
"Ia....dia tunanganku " Kami bicara sambil membersihkan sayur
"Kayaknya genit...."Suara Bilal agak keras disengaja ingin agar Barak mendengarnya
"Dia nggak genit Zainab kamu nggak usah macam _macam ya"!Aku bicara penuh ancaman sambil menatapnya geram dan bicara dengan bahasa isyarat mata supaya tidak perlu banyak ngomong,Barak itu orang nya sangat peka aku takut dia mengenali suara Bilal
"Tapi aku tidak suka pria kayak gitu"Barak melirik kami ,dia sadar ketidak sukaan nya Zainab padanya,dia hanya diam mendengar ocehan Zainab
"Jangan begitu nanti lama _lama jadi suka lagi"Aku balas menggoda Bilal,aku tahu dia kesel, biar suruh siapa tidak mau berhenti dan menutup mulut
"Kesel...ahh...Bila.....nyebelin. ...."Bilal ngambek dengan gaya kemayu has nya Zainab, Bilal terlalu mendalami peran nya.
"Hal seperti itu sering terjadi loh "Aku makin menambahkan
"NYEBELIN KAMU"Bilal menyipratkan air ke mukaku dengan jarinya
"Ihhhhh. ......Zainab apaan sihh....basah Tahu " Aku mengelap bajuku,aku memasukkan jariku ke dalam air dan melakukan hal yang sama yang di lakukan Bilal tadi,jadilah kami saling siram,Barak hanya tersenyum melihat tingkah kami,dia terlihat seperti orang polos yang sedang di tipu oleh kami
"Hentikan......kalian seperti anak kecil,jangan membuat dapur Umi berantakan "Umi membentak pelan,kami langsung berhenti
Umi tiba_tiba mendekatkan diri denganku sampai mepet banget
"UMI sempit ini.....Zainab udah mentok ketembok tuh lihat kasian kan dia jadi sesak karena tubuhnya yang bengkak " Aku berkata seperti itu tanpa melihat Umi, membuat Umi kesal
"Emm Umi kan hanya ingin dekat dengan putri Umi "Suara Umi bernada cemberut
"Sini biar Umi lap kamu Nak"Aku langsung menghadap Umi,karena Umi membelok wajahku dan membuat wajahku menghadap Umi, aku hanya menurut Umi pun mengelap wajahku
Umi mengedip_ngedipkan mata nya
"Umi kelilipan"?Umi menatapku kesal
dia makin mendekati wajahku sangat dekat ,dia seperti memperhatikan sesuatu
"Kamu bawa Bilal kedalam, make up nya luntur " Suara Umi sangat pelan hingga aku membacanya lewat pergerakan bibirnya,aku langsung melotot dan menoleh ke Bilal,bersamaan dengan itu dari pintu menuju dapur ada dua orang pria masuk,mereka Hamba dan kak Adz
"Ia....pak ada apa" Mereka bicara sambil memberi hormat dan tersenyum pada kami semua,Zainab hendak menoleh,namun aku tahan kepala nya,Bilal berusaha lepas ,dia memang keras kepala,aku langsung mengatakan sesuatu agar dia berhenti berontak
"Jangan menoleh make up kamu luntur " Dia langsung terdiam,kusuruh untuk tetap menghadap kedepan ,lalu aku menoleh melihat kearah Barak lagi
"Kalian......bantu aku mengupas bawang "Barak menatap Kak Adz dan Hamba memberikan perintah layaknya di kantor,aku hendak tertawa ,jadi dia memanggil mereka untuk membantu dia mengupas bawang, dari tadi Barak memang terlihat kesusahan saat mengupas bawang,sehingga dari tadi dia hanya bisa mengupas beberapa bawang saja,tadi aku ingin mendekatinya dan membantu Barak tapi Bilal selalu menghalangi ku dengan banyak alasan yang ia ucapkan
"Baik .....pak..."Mereka duduk di hadapan Barak dan mulai mengambil bawang dan melaksanakan perintah Barak dengan patuh,kalau aku jadi mereka aku tidak akan patuh begitu Pasti aku akan membantah Barak dan mengatakan kalau itu di luar pekerjaan ku,tapi karena mereka Kak Adz dan Hamba mereka melakukan semuanya dengan patuh ,entah mereka berhutang apa pada Barak sehingga selalu mematuhi semua perintah Barak tanpa bantahan
"Apa....tidak sebaiknya kalian diluar saja ,Umi bisa kok menyelesaikan ini walau tidak di bantu sama dua pengacau yang ada di sampingku ini,jadi kalian jangan sungkan"Umi berusaha menghentikan Barak
"Tidak apa_apa Umi sekalian belajar membantu istri "Umi ,dan aku hanya bisa menatap penuh penyesalan, tidak menyangka Barak yang terkenal arogan dan tidak pernah bersikap lemah pada lawannya ,sekarang ada di dapur sedang mengupas bawang
"Ya....sudah terserah kalian, tapi hati _hati ya"!Umi mengeluarkan nasihat tulusnya
"Ia Umi ..."Mereka menjawab serempak
"Emmmmm....aku sama Zainab kekamar dulu ya Umi " Suaraku menyela dan berpamitan pada semua yang ada di dapur
"Ia....cepetan tapi ya.. ...."Umi bisa aja bersandiwara ,dia ternyata pintar acting,dengan memasang wajah kecewa seakan perginya kami bukan perintahnya
Aku berjalan menggandeng si gendut Zainab,aku lihat mereka bertiga Barak dan kedua pengawalnya itu kayaknya sedang sibuk sendiri dengan bawang mereka masing-masing
Berusaha menyembunyikan wajah Bilal dengan aku yang berjalan dekat dengan ketiga orang itu yang sedang menunduk khusyuk, mereka benar-benar ngegemesin dehhh....."!aku berseru sendiri di hatiku
Berjalan pelan sekali ,aku tidak ingin membuyarkan konsentrasi mereka,hingga di ujung pintu dan Bilal pas berada di tengah pintu,ada suara yang membuatku berhenti
"Mau...Kemana " Aku gelagapan
"Kamu jangan menoleh Bilal"Aku berbisik pelan
"Ohh....aku....kekamar dulu"
"EHHHH. ....biasa ada urusan cewek yang harus segera di selesaikan"Entah kenapa Barak masih bertanya sepertinya dia tidak mendengar tadi saat aku ijin sama Umi untuk pergi.
Aku hanya menggaruk kepala sedikit untuk menghalau rasa gugupku
"Ya.....sudah...maaf menghentikan soalnya takut ditinggal"Mulutku menganga tidak percaya dengan ucapan Barak yang tidak seperti biasanya" Apaan sihh.....Barak makin kesini makin lebay tahu. .....padahal selama ini dia cuek ,apa terjadi sesuatu yang. ..?"Au ahhh...bodoh amat sekarang yang penting ngurus laki-laki yang ada di depanku ini"
Kami melangkah memasuki kamarku hendak membenahi makeup nya Bilal
Bilal duduk di meja rias ku, aku melepas hijab yang ia pakek kemudian membersihkan wajahnya..
"Kamu ini di bilangin suruh jangan bertingkah masih saja banyak bertingkah jadi gini kan makeup kamu luntur kan ....buyar jadinya kalau sampai ketauan " Aku ngomel sendiri sambil menekan_nekan wajah Bilal dengan kapas"
"Sakit loh Bila ...."Bilal pura_pura kesakitan
"Kenapa....cemberut gitu"Aku bicara menatapnya lewat pantulan kaca " Nggak apa-apa cuma nggak rela kamu di panggil sayang ...sayang gitu sama Si Barat ..."
"Barak.....Bilal...bukan Barat!
"Ya...apalah itu aku nggak peduli"
"Terserah kamu dehhh, tapi usaha in jangan bertingkah ,karena kalau ketauan ,kita tidak akan seperti ini lagi "Penuh ancaman
"Ya....dehhh...."!Bilal mengalah
"Imbalan nya dong"Bilal menunjuk pipinya
"Booolehh...... tapi tutup mata "
"Oke...."Bilal menutup mata dengan semangat, lalu menangkap pipinya membuat kepalanya menghadap keatas,saat itu aku berada di belakang nya dan dia duduk di kursi rias jadi kami jarak kami di halangi oleh kursi
__ADS_1
Bilal masih terpejam ,aku tersenyum aku berniat mengerjainya, wajah Bilal sudah bersih dari makeup ,dan dia kembali menjadi Bilal yang mempesona,aku menjepit hidungnya dengan tanganku sehingga dia tersentak langsung membuka mata dan melotot tajam kearahku,aku menahan tangan ku menjepit hidungnya lama
"Bila sakiiiittt....."Dia menggeleng_gelengkan kepalanya karena tidak bisa bernafas ,aku segera melepasnya setelah melihat mukanya memerah
"Rasain. .....makanya jangan mesum"
"Sadiiss.....amat......Bil"
"Begitulah hidup denganku, kalau bisa tahan silahkan tinggal kalau tidak tahan silahkan pergi "Aku bicara sok cuek
"Aku...tahan....aku tahan.."Bilal menjawab tergesa seakan takut beneran diusir padahal aku cuma bercanda
"Dan diluar sebaiknya kamu diam saja dan aku rela kamu tempelin terus saat ini,jangan menjauh dariku tetap di dekatku"
"Iya.....iya ....."Bilal mengangguk patuh
"Iya....iya....tapi diluar nanti malah melakukan yang sudah di larang "
"Tunanganmu mancing rasa amarah dan emosi ,dia bikin aku cemburu"Sunguh aku tersenyum senang Tapi aku tidak menunjukkannya ,nanti dia besar kepala lagi,biarlah semua tersimpan rapi di hatiku"
Bilal duduk di sofa ruang TV dia menonton acara TV,aku yang menyuruhnya untuk diam dan anteng disitu, sedang aku di dapur membantu Umi menyelesaikan masakannya, Bilal sempat protes namun aku mengancamnya diapun bisa di taklukkan dan tunduk patuh .
"Ting.....tong...."Bel rumah berbunyi,aku segera berlari takut Bilal akan membuka pintu ,nanti takut tambah runyam kalau ternyata yang dateng adalah orang yang tidak boleh tahu tentang penyamaran Bilal
Seperti dugaan ku Zainab alias Bilal hendak bangun dari sofa,aku berlari ngos_ngosan
"Tidak usah....bangun,biar yang buka pintu aku ,kamu hanya perlu diam dan makan semua camilan yang aku sediakan itu,memang aku menyediakan berbagai macam camilan biar Bilal tidak kemana,dia memang seneng ngemil ....makan juga banyak,tapi heran nya dia nggak gendut _ gendut, tapi sekarang dia malah menyamar seperti wanita gendut
"Kalau kamu terus menyuruh ku diam dan tidak bergerak ,nanti aku gendut beneran Bila"Aku berjalan berlalu tanpa memperdulikan ocehan Bilal
Ini lebih mengejutkan keadaan dibanding kemarin kedatangan Barak, dan sekarang lihat siapa yang ada di depanku dengan tetap memasang senyum manis
"SAJAD......"
"Ia ini Sajad mu, ....."Aku terdiam agak lama,menelan ludah
"Kamu disini???
"Iya....."
"Apa aku boleh masuk kedalam ,ingin bertemu Umi dan Ayah...."Jangan lupa panggilannya untuk Abi ,dan hanya dia seorang yang memanggil Ayah pada Abi, makanya Abi sangat menyukai Sajad ,bahkan Abi lebih menyukai Sajad dari pada Bilal yang notabene nya adalah anak dari sahabatnya.
"Ohh....iya...iya silahkan Masuk " Sajad melangkah masuk berjalan kearah sofa ruang tamu dia hafal seluk beluk rumah ini karena pernah kesini,aku mengekor di belakang Sajad menunduk salah tingkah
Dia duduk di sofa ,aku masih berdiri masih merasa syok dengan kedatangannya
"Ohh....selamat siang .....rupanya ada Tamu " Sajad melihat kearah Zainab duduk,dia menyapanya, terlihat Zainab memerah ,dan itu bukan karena malu dan grogi ,tapi karena marah
"O....ya..."Aku berlari kecil menghampiri Zainab
"Kenalkan dia Zainab temanku"!Nafasku masih ngos_ngosan karena berlari tadi.
"Ayo......Zainab kenalan sama dia "Senyumku merekah melihat kearah Bilal
"Nggak mau emang dia Siapa " Aku kaget dan melotot kearah Zainab,tidak menyangka dia tidak lagi patuh pada ucapanku
"Heeeeeeeee. ...."Aku tersenyum salah tingkah,Sajad tidak kalah kaget nya, dia terlihat menegang, kok ada ya....perempuan desa yang judulnya kayak dia mungkin itulah pendapat Sajad tentang Bilal alias Zainab
"Ayo Zainab dia tamuku "Aku bicara geram
"Tadi kayaknya ada orang yang menyuruh ku untuk diam dan tidak kemana_mana "
"Heeeeeeeee. ....Maaf Sajad kayaknya Zainab temanku ini,sedang PMS"Aku nyengir berusaha merubah suasana
"Tidak apa_apa, Nabila aku akan tetap memperkenalkan diri dari sini"Sajad dari dulu memang slalu mengalah makanya aku nyaman sama dia
"Namamu Zainab kan. ..perkenalkan namaku SAJADAH HADI ,kamu temannya Nabila aku juga temannya kuharap kamu juga mau menjadi temanku"Sajad memperkenalkan diri ditempatinya berdiri sambil tersenyum tulus, namun apa yang di lakukan Zainab gendut ini sungguh makin membuat aku dongkol
"Nggak sudi aku jadi teman kamu"Zainab bicara makin ketus
"Tadi ...siapa nama kamu ,Sajadah Hadi,lalu kamu siapanya Hadi__Hadi yang sekarang ini ada di dapur " Aku terperangah mendengar ucapan Bilal,sungguh aku menyesal menjadikan dia perempuan ternyata dia lebih nyingir dari pok Neti ,jiwa siriknya seperti terlahir saat dia pura_pura jadi perempuan.
Aku cuma tersenyum salah tingkah ,aku melotot kearah Bilal sambil berbisik "Awas kamu ya..."sambil mengepalkan tanganku penuh ancaman,dan dia hanya tersenyum penuh kemenangan
Aku melangkah menghampiri Sajad dan duduk di depannya ,terserahlah apa yang akan dilakukan Bilal
"Ia....kakak mu ada di sini " Aku memulai pembicaraan dengan santai
"Bukannya dia ada di luar Negri"?
"Dia pulang tadi dan langsung kesini"
"Kamu apakabar dan kenapa bisa kesini?
"Ingin liburan lalu teringat desa kamu ,udara di desa kamu sangat sejuk aku suka"
"Seperti nya ,kamu tidak dari perjalanan jauh ,kamu dari kota tidak langsung kesini ,lalu mana koper baju kamu"?
"Aku tidak mungkin tinggal disini Nabila ,tidak enak sama Abi kamu,dia sangat baik ,saat kamu tunangan dengan kakakku dia bertemu denganku dan bicara kemudian dia minta Maaf " Aku menunduk mendengar ucapan Sajad
"Seharusnya aku yang minta Maaf " Aku bersuara pelan agak seperti bisikan
"Tidak usah di bahas,aku senang kok kamu masih menerimaku dengan tangan terbuka ,disini aku ingin liburan bisa kita lupakan sejenak masalah kita"
"Lalu kamu nginap dimana"
"Dirumah Ibam " Sajad langsung menjawabku
"Oya......"Aku kaget
"Kalian berteman aku ikut senang"
"Ia....Ibam orang yang sangat supel,mereka semua katanya mau kesini,kami juga tahu kok tunangan kamu itu ada disini"
"Oo....ya..."Aku Menganga terkejut
"Mereka menyuruh ku untuk duluan kesini katanya ,kalau aku disini tunangan kamu itu pasti tidak berani macem_macem "Sajad seakan membicarakan orang asing padahal yang dia maksud itu merupakan kakak nya sendiri. ...entahlah bagaimana sebenarnya hubungan mereka berdua saat ini ,aku tidak berani bertanya pada Barak ataupun Sajad
"DIA tidak akan berani macem_macem, sekarang aja dia lagi di dapur bantuin Umi masak"
"Oya......"Sajad kayaknya kaget banget,
Aku menimpali dan ngobrol santai dengan Sajad ,tanpa peduli pada Zainab yang sekarang terlihat geram sambil sesekali mengganti saluran TV dan menggerutu tidak jelas"Biarin aja biar tahu rasanya di cuekin"Aku tersenyum penuh kemenangan dalam batin ku sihhh....!
"Aku pengen juga dong bantuin Umi masak"
"Beneran pengen,.....?
"He.....eh....."Sajad mengangguk antusias
"Pengen jadi cewek Bang"Tiba_tiba Zainab menimpali ucapan Sajad,kamipun melihat kearah nya bersamaan
"Tidak usah di dengerin ,dia lagi PMS"
"Ayo.....kedapur kamu boleh kok bantu Umi masak " Aku mengajak Sajad kedapur ,kami melangkah Sajad di depanku dan aku di belakangnya,saat aku yakin Sajad tidak akan menoleh aku melihat kearah Bilal,aku menatap nya tajam memberi ancaman sambil berkata geram " AWAS .....KAMU. .."!Aku mengepalkan tangan ku berpura-pura ingin menonjok Bilal
🎀🎀🎀🎀
Sampai di dapur,sikap Barak sudah kami perkirakan dia tersentak kaget melihat Sajad ada disini,aku bilang tidak bisa berbuat lebih,dia kesini katanya mau liburan
Sedang Umi menerima Sajad dengan tidak enak hati juga pada Barak,kamipun berbaur di dapur dengan Barak dan Sajad yang selalu bertukar berusaha merebut hati Umi,tak lupa aku bilang sama Umi untuk menambah masakannya karena semua anggota genk ku akan kesini,saat mendengar itu Barak langsung berinisiatif menarikku keluar dapur dan membicarakan ketidak sukaannya ,mendengar semua anggota genk ku akan ke rumah ini.
"Siapa saja yang bakal kesini "Bisikan nya penuh intimidasi
"Semua anggota genk ku Barak"
"Termasuk Bilal "Barak menatapku penuh tanya
"Enggak dia nggak ikut PUAAAASS...."Aku mulai sinis menatap Barak
"Ia aku puaass"Barak membalas penuh kemenangan,tidak tahu saja
orang yang dia maksud sekarang lagi ada di Ruang TV "Astagfirloh, ia ...Bilal aku tinggal sendiri ,ya ampun aku lupa,kasian juga dia ditinggal sendiri"
"Aku ke Ruang TV ya,nemenin Zainab"
"Teman kamu itu kenapa sihh. .jutek amat sama aku"?Barak bertanya heran
"Biasa lagi sensitif sedang PMS dia,kamu tenang aja bukan hanya kamu aja yang dis jutek kini, tadi Sajad juga"
"Dia.....itu ngapain sih kesini"?Barak menggerutu
"Barak......Barak....dia itu adik kamu loh"
"Peduli amat sama dia"
"Nabila......kenapa tidak Memanggilku seperti waktu kamu kecil aja,biar lebih jelas hubungan kita di mata teman_teman kamu nanti "
"Mereka itu sepertinya tidak pernah menganggap ku sebagai tunangan kamu,tapi Sajad mereka kok bisa nerima dia" Barak menggerutu panjang lebar
"Dalam hal seperti itu kamu nyuruh aku ngatur mereka,aku ini sahabat mereka Barak bukan Bos mereka"Barak diam
"Maaf tidak bermaksud begitu,cuma aku iri sama adikku "
"Kamu dan Sajad berbeda Barak ,didirimu ada kekurangan maupun kelebihan begitu pun sebaliknya, kita hanya perlu bersyukur "Aku seakan menjadi penasehat, saat ini Barak terlihat seperti orang yang frustasi takut kehilangan sesuatu
"Baiklah kali ini aku mengalah dan membiarkan kamu bertemu dengan para temanmu itu,dan besok kita harus segera pulang mempersiapkan pernikahan kita Okee...."
"Oke ee. ...."Aku menjawab lesu
"Aku ke Zainab dulu ya....."?
"Ya.....temani Zainab yang jutek itu "Barak mengusap kepalaku tanda sayangnya,sebenarnya aku agak risih ,Barak disini menjadi orang yang hangat,tidak seperti biasanya terlepas dari sikapnya pada adiknya itu
Aku menghampiri Zainab yang dari tadi beneran nurut duduk manis didepan sofa TV,aku duduk dan langsung menyenderkan kepalaku di bahunya
"Kenape.....lho bukannya seneng di apelin tunangan sama mantan tunangan " Si Zainab gadungan ini menyindir keadaanku seakan tahu akan suasana hatiku
"Ihhh.....udah deh jangan ribut aku lagi pengen menenangkan diri"Semburan amarah aku perlihatkan pada Zainab
"Oya.....pengen nenaning diri,ya....sudah yukk ke kamar "!Bilal masih saja tidak memperdulikan amarahku dia malah berceloteh tidak karuan
"Ihhh.....ngapain ke kamar "
"Nenaning diri lah....biar aku bantu"
__ADS_1
"Bantu....emang ada caranya "Aku akhirnya tertarik dengan ucapan Bilal dan penasaran dengan apa yang akan dia lakukan
"Iyalah...ada caranya....."
"Engga' ahh.....nanti kamu mesum lagi"
"Ya....sudah kalau ngga' mau disini aja aku bantu,toh ngga' ada yang bakalan curiga,aku kan lagi nyamar jadi cewek, sini duduk "Bilal membuka kakinya dan Bilal menyuruh
Ku duduk diantara kakinya itu
"Beneran kan mesum"
"Enggak. ...sini dulu "Aku menurut dan duduk ditengah kakinya ,kasian juga Bilal harus rela kakinya di balut busa biar terlihat lebih besar ,jadi empuk saat aku duduk di tengah kakinya
Saat aku sudah duduk Bilal ,menyuruhku untuk menyenderkan di dadanya"nggak ahh...mesum itu namanya "Aku menolak dan berfikir negatif
"Kenapa nggak nurut aja sihh....sukanya bantah terus "Bilal malah mencubit hidungku " Ihhh sakit Bilal"
"Mangkanya nurut....."
"KDRT ini namanya "Bilal hanya tersenyum dan akupun menurut dan menyenderkan didadanya,setelah itu dia menarik kepalaku dan menekan sedikit pelipis ku
"Bilang aja di pijit gitu Bilal,bikin orang salah sangka aja kamu"
"Kamu aja yang memang otak mesumm"
"Ihhhhh. ....aku nggak mesum"
"Ya....ya...kamu nggak mesum,udaaaahh jangan banyak bergerak nanti ada yang bangun"
"Emang siapa yang tidur,wong Abi lagi di pesantren"
"Kamu tuh udah dewasa Bila,pikiranmu itu di dewasain juga,selama ini kamu dekat dengan mereka mantan tunangan dan Tunanganmu itu ngapain aja sihhh"
"Aku..ngapain "?
"Iya....."
"Ya.....kalau aku sama Sajad sihh,karena di masa kuliah ,yang pastinya kami bahas tentang kuliah kami,terus kalau sama Barak pastinya bahas soal kantor"
"Beneran mereka cuma melakukan hal itu"
"Pernah nggak mereka minta macem_macem, misalnya seperti yang kita lakuin di kamar tadi "
"Ihhhhh. ....mana berani mereka,saat mereka meminta ku berhubungan dengan mereka Aku langsung mengajukan syarat ,kalau tidak ada kontak fisik"
"Ciuman pipi....ngga ' pernah "
"Nggak lah...."
"Kasian juga mereka ya..."
"Pelukan pegangan tangan juga tidak pernah "
"Emmmm.....pernah sihh...sama Sajad " Bilal berhenti memijat aku tahu dia kaget,selama ini ,hanya dia yang berani melakukan semua itu walau kami belum terikat pernikahan
"Berarti dia ...sangat berarti bagi kamu ya....aku tahu kamu tidak akan mengijinkan Orang lain menyentuh mu jika kamu tidak menganggap mereka istimewa "
"Aku_____"
"Sudah jangan di teruskan. ....kalau nggak nyaman " Aku tersenyum salah tingkah,dan bingung bagaimana aku menjelaskan hubunganku dengan Sajad bisa di bilang aku begitu terkesan akan sikap Sajad dan menganggapnya sebagai seorang teman seperti perasaanku pada Ibam ,Irfan dan Roy,tapi aku tidak mampu mengatakan nya biarlah Bilal berfikir apa saja ,bukan salahku juga dia sendiri yang memutuskan masuk di antara hubungan ku dengan Barak dan Sajad padahal aku dekat dengan mereka walau memang aku bermaksud tertentu tapi aku selalu serius dalam setiap hubungan tidak pernah ada keinginan mempermainkan
"Sudah enakan...."Bilal berhenti memijat lalu bertanya tentang keadaanku, Aku menjawab dengan anggukan
"Terimakasih ......"Bilal hanya tersenyum ,selanjutnya kami hanya diam sambil menatap kearah TV tanpa sebuah obrolan, hingga
"Ting....tong..."Suara Bel rumahku berbunyi lagi,dan kali ini aku yakin itu anggota genk ku Ibam,Roy ,dan Irfan
"Aku rasa itu Ibam"
"Ibam.....dia kesini,?
"Ia.....tadi kan Sajad sudah bilang ,apa kamu nggak denger"
"Aku sibuk merhatiin TV,mana tahu tadi kalian bicara apa"! Sebenarnya Bilal sibuk merhatiin Nabila,dia takut Nabila beneran suka sama Sajad,memang cowok selalu sok cool
"Dia kenal nggak ya....nanti sama kamu"?Aku bicara penuh kehawatiran
"Kenal sudah pasti nggak, yang perlu kamu hawatirin dia bakal percaya tidak kalau kamu punya temen cewek dari desa ini,jangan sampai dia keceplosan dan bicara di depan semua orang kalau kamu nggak pernah punya teman cewek"
"Kamu buka....aja dulu nanti kita lihat mereka bisa nggak di ajak kompromi ,sekarang mereka suka nggak nurut sama aku,membantah terus,bahkan saat aku bilang pengen nikahin kamu waktu itu kami berantem"
"Kalian berantem. ....."
"Ia.....lah....mereka sudah tidak menghormati ku lagi sebagai Bos,Manggilnya aja tetep Bos tapi sukanya nyindirin aku terus ,mereka bilang aku sudah membuat ketua mereka yang paling mereka cintai tersiksa selama ini"
"Kamu nyadar nggak kalau memang kamu udah nyakitin banget"
"Iya......"
"Makanya kamu tidak ada hak untuk mempertanyakan semua yang aku lakukan"Bilal hanya memutar bola matanya malas,aku tidak memperdulikan itu dan langsung melangkah menuju pintu dan membukanya
"Assalamualaikum Ketua " Aku tersenyum
"Waalaikum salam ...ayo...masuk "
"Rindu banget sama ketua...."Mereka langsung duduk di sofa ruang tamu,mereka belum menyadari sih keberadaan Bilal mereka terlalu sibuk mengeksplorasi kerinduan mereka padaku
"Ekhemm....ekhemmmm"Suara Bilal yang membuyarkan obrolan kami dia tidak tahan dari tadi menjadi orang yang tak terlihat
"Wahhhhhh....siapa itu ketua"Ibam bertanya .
"Dia ........"Kepalaku yamg tidak gatal aku garuk siapa tahu memberiku ide "Sepupu aku ,sepupu jauh...."Ide itu nenurutku yang paling aman sekarang kita lihat apa mereka mampu mengenali Bilal,kalau tidak ,penyamaran ini berarti berhasil
"Ayo ooo. ...kita kesana kenalan ,soalnya dia lagi males bergerak ,nggak kuat mengangkat bobot tubuhnya "Aku bicara sinis,dan kelihatannya ketiga temanku ini menatap Zainab dengan tidak enak,mereka kira Zainab bakal tersinggung, mereka kan tidak tahu siapa Zainab
Irfan mengulurkan tangannya dan menyebut namanya,Zainab menyambutnya ,setelah itu Roy dan dia juga menjawabnya dengan jelas ,hingga tiba giliran Ibam,EHHHH. ..dia malah bersedekap, menatap Zainab penuh curiga
Melihat tingkah Ibam ,Roy dan Irfan menatap nya heran,"Kalian kesini semua " Mereka menurut dan menghampiri Ibam, mereka memicingkan mata mereka menatap Zainab penuh intimidasi
"Apa mereka mengenal Bilal ya....."Aku bertanya dalam hati,dan aku hanya bisa diam menunggu apa yang akan mereka lakukan pada Zainab
"SATU..."Mereka malah menghitung ,Bilal menatap mereka ngeri sepertinya dia sudah tahu apa yang akan terjadi
"DUA....TIGA...SERANGG..."Ya..ampun mereka menyerang Bilal secara brutal,membuka baju yang di pakai Bilal,tentu saja didalam tidak ada rambut palsu karena Bilal langsung menggunakan dalaman untuk hijab,setelah hijab terlepas mereka menarik baju Bilal memaksa untuk membukanya " Ini mah pelecehan "
"HENTIKAN ...."Aku berteriak kesal,mereka tidak menggubris ucapanku,mereka tetap brutal menyobek baju Zainab,Baju pun terlepas terlihatlah busa yang di pakai Bilal yang membuat dia terlihat gendut,terpaksa aku menghalangi mereka dengan tubuhku, dan memeluk Bilal.
"Kalian. .......ini sungguh brutal"
"He.....he...he...."Mereka semua terkekeh
"Memang siapa yang nyaranin ini semua"
'"Aku memang kenapa?Aku menjawab dengan mengangkat daguku
"Kenapa dia mesti nyamar seperti itu"?
"Kita....kan niatnya mau nginap,aku bilang mau nginap di rumah temanku,lalu Barak menanyakan temanku itu perempuan atau laki_laki...ehhh....malah dia menyuruhku untuk menunjukkannya pada pengawalku itu"
"Ohh.....jadi ketua menyuruh dia jadi perempuan"
"Iaaaaaaa......"
"Ketua memang cerdik,Bos Bilal pantas jadi perempuan " Ibam memujiku ,Bilal mengerucut sebel,sedang aku menahan senyum ku
"Kalian jangan bercanda lagi ,bantu aku nanti Barak kesini dan kita ketahuan bisa buyar semua,lagian kalian kok bisa ngeh. .......kalau dia ini Bilal "
"YA IYALAH....KAMI KAN SEHATI ......"Mereka menjawabku serentak bersamaan namun Sebuah suara menghentikan senyum di wajah kami
"Nabila ada....apa?Kami melotot berbarengan ,itu suara Barak ,aku langsung berdiri menghadap Barak yang berada jauh di depanku, sedang di sofa masih ada Bilal yang terlihat berantakan terlihat seperti perempuan yang baru di lecehkan
"Ahh.....iya....Barak...ada apa?
"Ohhh......kamu bersama mereka"Barak melihat ketiga temanku,mereka tersenyum pada Barak berusaha tenang
"Lalu kenapa tadi kamu berteriak?Aku menelan ludah ku, bingung harus menjawab apa
"Tadi kami bercanda,hendak mencubit dia, ehhh.....belum di cubit dia sudah teriak tidak jelas" Ibam menjawab pertanyaan Barak berusaha santai dan menutupi keadaan ,Barak malah melangkah mendekati kami .
Kami bingung,Barak harus segera di hentikan .
"Lalu teman kamu yang gendut,ehhh.....maksud aku,teman kamu yang bernama Zainab tadi mana
"Kalian jahat...."Itu suara wanita Bilal,maksudnya Bilal yang menyamar jadi Zainab,kami melihat kearah Zainab " Ahhh. ......syukurlah "Kami bernafas lega,itu memang Bilal atau Zainab yang berdiri membelakangi arah Barak sehingga Barak tidak melihat muka Bilal,dan dia menutupi dirinya dengan selimut tebal,tadi aku memang memberinya selimut,agar dia tenang dan diam di sofa dan tidak berbuat ulah
"Kalian.....jahat ,kalian sudah menghinaku sebagai gadis gendut " Setelah mengatakan hal itu,Bilal berlari menuju kearah depan tanpa menolehkan wajahnya ,dia meninggalkan ruang TV dan ruang tamu yang menyatu ini.Bilal berlari menuju keluar teras depan
Tentu Hijab tadi sudah aku pasang jadi Barak tidak curiga karena dia tidak melihat wajah Zainab dari depan yang terlihat pasti hanya bagian belakang tubuh Zainab yang tertutup selimut
" Heeeeeeeee. ...dia lagi ngambek ,tadi sama mereka semua ,kalian sihh...pake' ngeledekin dia gendut " Aku menatap ketiga temanku yang aku persalahkan dengan muka kesel
"Aku kesana dulu mau bujuk dia....."Aku menatap Barak dan Barak hanya mengangguk memberiku ijin
Aku keluar dan menghampiri Zainab,eeeeeee....maksudku Bilal
"Mereka enak bisa bertemu kamu tanpa harus menyamar,aku juga pengen seperti mereka"
"Ya.....itu sihh.....terserah kamu,pokoknya yang penting kamu tidak membuat masalah dan keadaan menjadi ribet nggak karuan"Aku mengangkat bahu acuh,Bilal cemberut menatapku
"Aku pulang......aku akan kembali dengan wajah asliku tanpa membuat masalah"
"Pulang ajah......emang apa peduliku"Bilal memutar bola matanya malas melihat aku sok tidak peduli
Bilal menciumku pipiku,"Dada istriku"lalu dia melambaikan tangannya dan melangkah pergi
"BILALLLL. ....BRENGSEK. ....."Aku berteriak kesal,dia hanya tersenyum senang
"Kalau masih kurang besok ya....."
"ORAH.....SUDI"Kami bicara dengan Bilal yang sambil berjalan mundur ,dia semakin jauh tapi kami masih bisa saling mendengar
"Orah sudi...tapi kalu sudah disentuh mulut kamu sampe' kebuka"
"IHHHHH. ......Bilal mesumm " Bilal sudah jauh dan dia melangkah pergi,sebelum tak terlihat dia menoleh dan tersenyum padaku,tanpa aku sadari aku membalas senyumnya kemudian dia berlalu melewati pintu pagar Rumahku dan tidak terlihat lagi
__ADS_1