2 BIL

2 BIL
BAGIAN 36


__ADS_3

😞😞😞😟😟😟😟😟😟😟😟😟😟😟😟


"AAA....HA...😀"Mengacungkan jari telunjuk,pasti ada sesuatu yang aneh diotaknya


  " Coba kita pinjam baju Mama"Mengernyit tidak mengerti


"Buat apa pinjam baju Mama"?Penuh tanya


"Aku akan menyamar sebagai perempuan dan menjadi temanmu😉"Ide aneh sudah di katakan


"AAAAAA..."Menganga lebar


"Memang baju Mama ada yang muat?


Badan besar melebihi Mama tinggi menjulang bahkan tinggiku hanya sebahunya


"Iya......ya..."


"Emmmm....kita beli saja ....bagaimana "Ide gila ,saran juga ngaco.


"Mana sempat Bilal ,aku harus bawa teman itu sekarang juga


"Lagian apa kamu tidak ngaca"


"Baiklah aku ngaca dulu"Berdiri didepan kaca ,memegang dagu memperhatikan mukanya


"Aku tampan kok!


"Ya.....ya kamu Tampan " Aku kesal


"Bilal aku tuh membahas besarnya tubuh kamu"


"Kalau kamu mau jadi wanita kamu tekuk dulu kakimu biar tidak panjang begitu"Menunjuk dengan tangan mengejek


"Orang yang mau kamu tipu ,memiliki otak cerdik melebihi penipu ulung"Bilal Cemberut kesal


"Kenapa muka kamu kesal begitu?


"SEBELLLL.....Kamu selalu memuji orang lain,aku cemburu"


"Tadi itu pujian apa mengejek ya....?


"Hisshhhh....aku jadi bingung...gara_gara kamu"


"Gimana nihh.....dengan ideku ...ngga' baguskah..?Bilal masih kekeh dengan idenya


"Astagfirloh Bilal,kamu pintar ,sukses jadi pengusaha,masih tidak faham juga"


"Coba kamu fikir mau dapat dari mana baju wanita yang seukuran dengan tingi badan kamu"?


"Beli yang ukuran XL yang double X nya ,Maksudnya yang jumbo"


"Hahhh.....otakku berjalan"


"Sepertinya aku punya ide"!


"Ayo ...kita cari baju Mama"


"Tapi katanya mereka penipu ulung"


"Tenang ...aku lebih ulung dari mereka "Menepuk dada bangga


"Tapi katanya kakiku harus ditekuk"


"Tenang aku punya solusi untuk itu"


"Nggak mau ah. ...."


"Ihhhhh. ......kenapa nggak mau ,ini semua kan ide kamu"


"Tapi jangan dipotong juga kakiku Bila"


"Kamu Ihhhhh. .......serem..."Bilal bergidik ngeri


"Diemm nggak  kamu"Aku menunjukkan seperti mengancam


"Ya.....aku diem " Bilal menyerah dan menurutiku


"Sekarang kamu kekamar Mama ,minta baju Mama waktu dia hamil,oke..."


"Yang waktu hamil aku atau waktu hamil kak Raiz nihh....."?Ahhh...nama itu tak sengaja di sebut Bilal membuat darah ku berdesir ketika mengingat sosoknya,sosok yang sangat melekat di ingatanku, kakak dari Bilal Abimana orang yang ada di depanku ini dan juga orang begitu aku cintai


"HAAHHHH "Menghela nafas kasar


"Ba_ju waktu Ma_ma hamil kamu puaaaaaas"!Bilal cuma nyengir melihat aku yang geram karena tingkah nya


"Ohhhh......aku ngerti"


"Ayo..."menarik tanganku


"Heeeeeeeee. .."Aku nyengir sambil melihat tangan yang sudah di tarik Bilal


"Heeeeeeeee. ..."Bilal malah menirukanku


"Bilal.....Ihhhhh. ...."!Aku menepuk bahu Bilal


"APA ......."?Berteriak tidak mengerti


"Aku nggak usah ikut ya. ...."!


"Masih sungkan bicara sama Mama"Aku menatap penuh dengan permohonan


"Oke.....Nyonya Abimana kamu disini saja tunggu aku dan perintah akan segera di laksanakan"Bergaya memberi hormat


    Aku tidak mungkin menekuk kaki panjang Bilal,pengawalku itu tidak akan percaya jika melihat ada perempuan yang tingginya malah melebihi mereka,akhirnya ide ini muncul.


"Sudah selesaiiiiii....."Menepuk _nepuk tangan mengungkap lega,aku menggigit bibir menahan senyum melihat keadaan Bilal,baju hamil Mama sangat membantu,pasti saat hamil dengan perut besar,karena muat walaupun panjangnya ada di bawah lutut Bilal


  


"Ide ini muncul saat Bilal membahas tentang size"Dengan membuatnya terlihat gendut maka Bilal akan terlihat lebih pendek,dibalik baju besar itu Bilal menggunakan sesuatu yang membuat badannya terlihat bengkak


  Karena gamis Mama panjang nya di bawah lutut Bilal,aku menyuruhnya memakai celana jeans,untungnya ini gamis jadi gampang memanipulasinya ,Bilal hanya harus menjaga agar gaun gamis ini tidak terangkat keatas


  Wajah Bilal yang mewarisi bibir Mama seakan sangat membantu,setelah di taburi make up,Bilal terlihat begitu cantik dan manis,aku memakai kan kerudung hitam untuk kombinasi nya.


     Penyamaran sudah di lakukan ,hanya bisa berdoa dalam hati semoga ini berhasil mengelabui mereka,aku agak sanksi sama wajah Bilal yang besar ,rahangnya begitu terlihat jelas bahwa ia seorang pria,hijab membantu sedikit,pokok nya aku hanya menekankan pada Bilal untuk tidak banyak bertingkah


   Lucu sekali saat mengingat bagaimana Bilal harus menyesuaikan suaranya yang bariton menjadi suara cewek.


"Perkenalkan nama ku Zainab"Bilal bersuara dengan mengecilkan suaranya


"Oya......perkenalan juga Namaku MUHAMMAD BILAL ABIMANA "Aku menerima uluran tangan Bilal yang sedang berlatih dengan mengubah suaraku menirukan suara Bariton seorang pria,kami saling terkikik menertawakan tingkah kami sendiri


     Sudah sesuai semuanya dan kesepakatan nya kami memilih nama Zainab untuk Bilal sesuai yang di ucapkan Bilal tadi ,semua sudah lengkap ,tinggal meluncur kemedan perang


   Bilal berjalan agak susah ,kunci mobil sudah di tangannya kali ini kami menggunakan mobil Ayah ,untuk meminimalisir kecurigaan


    Sampailah kami di depan rumahku ,Hamba langsung menghampiri dan membuka pintu untukku,aku tidak bisa membantu Bilal aku yakin dia kesusahan tadi saat mau masuk mobil saja begitu sulit .


  Aku diam berdiri menunggu Bilal yang sekarang menjadi Zainab ,aku tersenyum sebenar nya menahan tawa,penuh pengorbanan hanya untuk ijin menginap


"Kenalkan ini zainab temanku"Hamba memandang Bilal  ,meneliti tiap inci keadaan Bilal,hal ini tidak bisa di cegah,mungkin Hamba heran wanita di depannya berwajah penuh dengan make up,perempuan desa kebayakan tampil sederhana tapi ini,untung pakaianya tidak terlalu mewah


"Hamba....."Suara memperingati mencegah kecurigaan berlanjut,Hamba tersentak segera mengulurkan tangan mengajak berkenalan


"Kenalkan Saya Hamba ,pengawal  nya Nona Nabila"


"Perkenalkan Nama saya  zainab"Hamba mengernyit heran karena Zainab menjawab uluran tangannya dengan kedua tangan didadanya,itu sebagian dari rencana,mencegah kecurigaan berlanjut


"Bukan Muhrim Hamba "Aku bicara menjelaskan , menghapus keheranan di wajah Hamba


   Hamba menurunkan tangannya ,dia hanya diam tanpa mengucapkan apapun "Bagaimana sudah puas"?Aku bersedekap menunggu respon nya,dan Hamba hanya mengangguk


    Aku menggandeng tangan Zainab menuju kedalam rumah tanpa perlu menunggu Hamba berkomentar lebih


   Di dalam rumah kami bertemu dengan Abi dan Umi,sebelum nya sudah di beri kabar tentang rencana pengelabuan ini,kami ngobrol sok akrab bicara halu tentang orang tua Zainab ,Umi sepertinya menahan tawa melihat Bilal yang bertingkah sebagai perempuan


  "Kami ada acara ,ada undangan dari teman kita tinggal ya....Nak Zainab"


"Ia...Ustadz"Bilal menjawab dengan suara mendayunya,Abi sama Umi pergi tinggallah kami berdua dengan dua orang pengawalku yang setia berdiri di belakang tempat aku duduk


  "Bagaimana apa kalian sudah melapor dengan benar pada Bos kalian ....."Aku berdiri bicara tegas sambil bersedekap


"Ia....Nona...maaf memaksa ini tugas kami "Mereka menunduk penuh penyesalan


"Nona boleh menginap di rumah teman Nona,pak Barak sudah memberi ijin"Aku langsung sumringah tapi aku tahan takut mereka curiga


"Tapi Nona jangan lupa bawa ponsel Nona sendiri"Nyaliku ciut,kalau aku bawa ponsel,tentu Barak akan mudah mendeteksi keberadaanku dan langsung menyelidiki pemilik rumah tempat aku menginap,sial....sial  . ..double sial"Mengumpat sendiri,harus mencari cara


"Tidak jadi ,....kami akan menginap disini saja,ya zainab tidak apa_apa kan " Aku berusaha mengubah raut wajahku supaya terlihat tenang


"Tapi______"Ini kenapa Bilal bilang tapi_tapi,dia memang tidak tahu soal ponselku,aku mencebik_cebikkan bibir ,melihat si Zainab alias Bilal ini tidak patuh sama sekali ,menyebalkan


"Tapi kenapa Zainab"Suaraku berusaha di perhalus


"Kedua pengawal kamu seram,aku takut mereka macem_macem nanti sama kita"Zainab bergerak genit,aku jadi geram melihat tingkah Bilal yang berlebihan.


"Ahh...engga' kok"Aku menghampiri Zainab duduk mendekatinya hingga mepet,aku mengusap_ngusap pungung Zainab memberi ketenangan,karena perut Bilal di tutupi busa ,membuatku tidak leluasa mencubitnya....


"Kamu tenang aja....mereka udah jinak kok"


"Beneran......"?


"Ia....Zainab"Aku mencubit pipi Bilal tidak kuasa menahan rasa geramku,aku tahu Bilal tidak suka ideku.


"Ahhhh.....kamu memang temanku yang paling ngegemesin "Aku merangkul Bilal dan memeluknya,agak susah,Bilal tidak memakai apapun saja agak sulit apalagi Bilal sekarang yang di sumpal dengan busa


"Kamu mau aja,nanti aku jelasin"Berbisik di telinga Bilal


"Beneran mereka udah jinak?


"Ia.......Zainab sayang .."


"Oke baiklah mari kita ke kamar kamu"


"Baguss .......ayo..."


"Kalian disini saja....tidak usah berdiri di depan seperti biasa kasian Zainab,kalian mengerti"Sebelum melangkah pergi aku bicara tegas pada mereka


   Aku dan Zainab ,ehhh maksudku Bilal melangkah meninggalkan kedua pengawalku,sesuai perintah mereka tidak mengikutiku.


   "Kamarnya masih sama"Bilal menggirup aroma kamar ini


"Aku sangat merindukan aroma ini"!Bilal langsung merebahkan tubuhnya yang besar itu ke tempat tidurku


"Sekarang jelaskan kenapa berubah jadi menginap disini"


"Karena ponsel "Menjawab singkat,aku ikut duduk di tepi tempat tidur membelakangi Bilal


"Kenapa dengan ponsel,bukannya kamu tidak punya ponsel,yang kemarinkan itu punya Abi"Bilal tahu ponsel kemarin punya Abi  .


"Ponselku yang dulu di sita"

__ADS_1


"Aku tahu itu,makanya Ibam tidak bisa menghubungi mu"


"Barak memberiku ponsel,tapi Barak mampu mengakses semua isi ponsel ku termasuk bisa mendeteksi keberadaanku"


"Sungguh cerdik,pantas aku sulit menjangkau dirimu Bila"Hingga aku meminta pertolongan Abi"Itu suara bisikan hati Bilal


"Apa.....maksudnya"


"Jangan di bahas"Bilal mengibaskan tangannya ,menghentikan pertanyaanku


"Sekarang waktunya kita berdua...kamu sudah janji"Bilal menyentuh pipiku


"A..a...pa maksud kamu"Suaraku mulai gagap


"Maksudnya......"Bilal mendekat kan wajahnya,bibir kami hampir bersentuhan,tanganku tidak bisa bergerak seakan terkunci padahal Bilal tidak memegang tanganku,aku mengedip_ngedipkan mataku,haruskah aku berciuman dengan Bilal yang sekarang sedang menjadi Zainab.....eeewwww....aku ciumam sama perempuan,walau palsu tapi Bilal begitu cantik walau aku sudah membuat dia gemuk namun kecantikannya tidak bisa di sembunyikan.


"Bhukk....bhukkk.....bhuk. ..."Pukulan dari bantal di mulai,menghajar Bilal dengan bringas,Bilal bak seorang pencuri yang ketahuan hendak mencuri


"Aww...aww...aww...ampun...ampun Bila"Nafas menderu


"KOK dipukul sihh....kita kan udah halal"


"Iiieeewww.....aku ngga' mau ciuman sama cewek,ini kan pertama kalinya,!Aku terdengar seakan menjelaskan Kalau aku memang tidak pernah melakukan hal itu


"Jadi kamu ngga' pernah ciuman?


"Ia.....lah,kalau sampai itu terjadi bisa murka Abiku"


"Ya ....bisa ajakan kamu melakukan itu tanpa sepengetahuannya Abi"


"Terserah "Malas membahasnya


"Lalu kapan kita bisa ciuman?


"Enak aja.. . ...kamu kan udah janji tidak akan melampaui batas"Mengingatkan


"Ya....ya...ya..."Memutar bola mata malas


"Kapan khilaf nya sih ,Bila ...."Menggerutu


"Kamu bilang apa"


"Emang aku bilang apa"?


."Tadi itu"!


"Emang kamu denger"


"Iya aku denger "Tidak mau kalah


"Lalu tadi aku bilang apa?Mendongak menantang


"Kamu tadi bilang kamu _____nunggu aku khilaf"Aku bicara ngegas namun di detik terakhir malu untuk mengucapkannya jadinya memelan dengan sendirinya tanpa diatur


"Ya......sudah kalau udah denger ngapain nanya lagi"Kayaknya Bilal ngambek dia cemberut


"Telfon yang lain bilang kita ngga' jadi ketemu"


"Yaaa....."menjawab ketus


    Teringat janji kami berlima para anggota genk ku untuk bertemu,sebenarnya karena alasan inilah aku mau menginap di rumah Bilal,kami semua berjanji mau ngumpul nanti sampai tengah malam,bisa di bilang reunian,tapi karena kita malah dirumahku ngga' jadi dehhh.


"Halo Ibam"Bilal masih ketus


"YA Bos ada apa?Ibam menjawab


"Bila ngga' jadi nginap di rumah"


"YA.....KENAPA BEGITU ?


"Kami sudah siap_siap ini"Berteriak kecewa


"Ngga' dapat ijin dari pengawalnya"


"Apa ketua belum pulang ,belum ya?


"Kami kesana sekarang ya....?Ibam nyerocos


"Kami di rumah Bila kok"


  "Lho kok kami,.....Bos Bilal ada di rumah ketua juga,ngga' ketauan tuh"


"Aku nyamar Ibam ...."


"Nyamar,...."?????


"Nyamar jadi apa Bos,biar kami kesana nyamar juga"Ibam makin kesini makin cerewet


"Emmm.......nyamar jadi cewek gendut"


"HAAHHHH"Ibam berteriak keras,sampe' Bilal menjauhkan ponselnya dari telinganya


"WHAAAA..HAA....HAA"Hehhh sekarang dia tertawa


    Apaan sihh.......Bilal merengut_merengut gitu bikin gemes aja,dari tadi aku duduk di tempat tidurku menunggu Bilal yang sedang bicara di telfon dia masih ketus bahkan menyebar kannnya pada semua orang.


  "Aahhh.....sudahlah kamu jangan banyak cincawww,yang jelas aku sekarang ada di kamar Nabila ,aku akan menginap disini,masalah kalian mau kesini apa ngga' dan bagaimana caranya itu terserah kalian,aku ngga' peduli"


"EHHHH....BOS Bilal brengsek_______


"Tit ..."Bilal mematikan ponselnya,tanpa mau mendengar kabar selanjutnya dari Ibam.


"Manggilnya Bos tapi ngga' ada hormat_hormatnya sama sekali"Aku terkikik menahan ketawa,Bilal masih kesal dengan yang tadi,mendengar cekikikanku Bilal menoleh padaku


"Ketus teruuuuussss"Aku bergumam keras


  Aku berdiri menghampiri Bilal yang berdiri di dekat pintu


"Tadi Ibam bilang apa"?


"Tau....lah ....Ibam cerewet,dia makin berani, bilang aku brengsek lagi,"Bilal menggerutu


"Hi ......hi ......hi....kamu kan memang brengsek Bilal"Tidak di duga Bilal menatapku tajam seakan tersinggung dengan perkataanku,ini membuatku takut,aku bergerak mundur namun Bilal malah makin maju .


  Aku terus mundur hingga aku jatuh duduk di tempat tidur, Bilal masih menatap ku penuh intimidasi membuat ku makin salah tingkah, gerakan Bilal selanjutnya membuat ku tambah sesak dia malah menjatuhkan dirinya diatas tubuhku


  Bayangkan betapa beratnya Bilal yang tidak memakai sumpalan busa di tubuhnya saja sudah berat apalagi sekarang ini


"Kamu berat Bilal "Berusaha mendorong agar menjauhi namun tenaga tidak sepadan


"Jangan macam-macam ya , kamu sudah janji loh "!


"Maaf aku sedang lupa ,dan sedang khilaf"Bilal bicara santai sesantai orang yang ada di pantai


     Selanjutnya semua tidak bisa di cegah lagi Bilal melakukan hal pertama itu,aku terdiam mata terpejam  seakan menikmati tidak bisa bergerak padahal tidak ada yang mengikat ku,Bilal hanya menempelkan bibirnya di bibirku


  Entah berapa lama kejadian ini terjadi aku bagai orang linglung yang sedang di hipnotis, namun selanjutnya bibir Bilal bergerak.


       Gerakan bibir Bilal membelai bibir ku dengan begitu lembut aku terlena , aku melayang hingga dadaku terasa sesak, seakan membutuhkan udara ,benar ini terjadi sangat lama hingga sekarang aku rasa aku membutuhkan udara untuk bernafas namun Bilal seakan tidak mau berhenti


  Aku tidak memperingati Bilal membiarkan dirinya menikmati bibirku penuh kuasa seakan hal ini tidak bisa dia dapatkan esok hari,dia bergerak seakan berkuasa penuh 


  Hingga Bilal membuka matanya dan dia tersentak kaget lalu melepas tautan bibir kami


  "Huuhhhh. ...huhuhu. ..huuuhh"Suara deru nafas kami ,mendorong dada Bilal dan langsung menyingkir, bangun tegak duduk membelakangi Bilal


"Maaf Bila...."Suaranya bergetar tanda menyesal,masih membelakangi berusaha meredam deru nafas dan detak jantungku


"Tapi aku tidak pernah menyesali nya" Aku Mengernyit tidak nyaman mendengar ucapan Bilal ,tapi aku juga tidak menyesali itu ,aku bahkan terlihat menikmati itu tadi,ARKKKKKHHH ini benar_benar membuatku gila,dan keadaan wajahku entahlah sudah terlihat seperti apa


"Aku_____"Bilal ingin mengucapkan sesuatu


"Bisakah kita tidak membahasnya" Menghindar adalah hal terbaik yang saat ini harus di lakukan,yang pasti aku tidak bisa menyalahkan Bilal sebab aku juga terlena dengan ciuman itu ,ada rasa canggung yang tercipta antara kami


"Ciuman pertama malah terjadi dengan seorang perempuan" Menggerutu sambil membenahi kasur


"Itu juga yang pertama buatku Bila" Suara hati Bilal yang tidak bisa di ungkap ke permukaan ,entah terhalang oleh apa


"Heiiiii...... aku dengar itu semua aku masih disini,dan aku bukan perempuan"


"Tapi kan kamu terlihat seperti perempuan "


"Tapi kayaknya tadi  bukan hanya aku yang menikmati nya"


" JA___NGAN DI__ BA___HAS"


"Tapi kamu yang mulai"Bilal ngotot


"Please jangan di bahas lagi oke...."


"Oke...."Terpaksa menurut


"Tapi bolehkan kita mengulanginya"


"Ya....ampun kamu ya...."Aku tidak tahan ,aku timpuk Bilal dengan bantal,dia lari menghindar hingga terjadilah kejar_kejaran diantara kami,berlari memutari tempat tidurku berkali_kali namun saat aku begitu semangat mengejarnya Bilal tiba_tiba berhenti hingga aku menabrak nya dan Bilal langsung memelukku mencegahku agar tidak jatuh karena aku kehilangan keseimbangan


  kami begitu dekat tanpa sadar saling menempelkan dahi mengambil nafas capek karena berlari , tersenyum saling tatap tanpa sadar bibir kami saling mendekat dan terjadilah ciuman untuk kedua kalinya , tidak sungkan dan menunjukkan bahwa aku juga menginginkan ini ,tangan terangkat mengalung dengan sendirinya di leher Bilal sedang bibir kami masih sibuk dengan tugasnya masing-masing tidak bisa di ganggu gugat


  Hingga saat  sudah merasa sesak kamipun menyudahinya ,segera menghirup udara sebanyak _banyaknya ,kali ini tidak ada rasa canggung lagi,saling menempelkan dahi kami tersenyum bahagia


   Begitu mudah Bilal membuatku menyerah ,rasa saat pertama kali bibir Bilal menyentuh bibirku seakan membuatku ketagihan ,ingin merasakannya Lagi dan lagi


  Bilal mengusap bibirku yang bengkak"Ciuman kedua,canggung?Bilal bertanya,aku menggeleng yakin,mataku sudah berkabut gairah aku melihat bibir Bilal yang terlihat bengkak malah terlihat seksi dan menggoda, Bilal juga menatap kearah bibirku ,kali ini aku sudah hilang akal hingga hal itu terjadi lagi ,bibir itu menyatu lagi  melupakan janji yang di ucap hanya gairah yang dirasakan ,melupakan semuanya ,toh apa yang kami lakukan bukan dosa kami sudah halal.


"Tok....tok...tok...."Suara ketukan pintu, tidak membuat kami tersentak,bibir kami masih bertaut bergerak rakus melupakan semuanya


"Nak. .....ini Abi..."Bilal tersentak dan langsung melepas tautan bibirnya.


"Itu Abi.....kita terusin nanti ya"Bilal bicara sambil mengusap bibirku


"Ihhhhh.....Bilal mesum...."Cubitan langsung mendarat di pinggang Bilal dia hanya meringis 


   Aku berlalu hendak membuka pintu "Tunggu dulu "Bilal mengambil tisu dan mengusap bibirku


"Ada lipstik di bibirmu"Mengelap dengan telaten hingga bersih


"Bibir kamu juga "Menunjuk bibir Bilal yang bernasib sama denganku,dan lipstik belepotan itu bukan karena ku tapi karena Bilal yang saat itu memakai lipstik.


  Membuka pintu, didepan pintu aku merapikan diri membenahi hijab yang agak serong serta menekan_nekan pipiku untuk menghalau rona di wajahku


"Cekkklek"Pintu terbuka


"ABIII ...."Tanpa suara Abi mendorong kedalam dan menutup pintu


"Ada apa Abi....."Abi berwajah hawatir


"Dibawah ada tunangan kamu"


"Tunanganmu. ...?Belum begitu sadar masih melayang _layang


"Tunanganmu Kina"Abi menyentil dahiku


"Barak...."Bicara dengan melotot

__ADS_1


"Tapi tadi____"


"Sudah ayo temui dia ,cepat jangan sampai dia curiga"Abi gregetan melihat anaknya lupa diri ,sebenarnya apa yang mereka lakukan? Tanya Abi dalam hati


"Lalu Bilal. .....?Terlihat hawatir, Bilal tersenyum,senang melihat wajah hawatir itu


"Sudah. ....tinggalkan saja dia, bilang saja sedang tidur,dia kan gendut,besar jadi susah bangunnya" Abi menatap sinis,"Ya ampun Abi ketus amat ,padahal kemarin saat bicara dengan Bilal waktu diancam dia terlihat patuh,sekarang malah menghina Bilal habis_habisan


"Bilang saja kalau dia kekenyangan" Aku menahan senyum mendengar celotehan Abi sedang Bilal tersenyum salah tingkah sambil mengusap tengkuknya,kurasa kalau beneran dia cewek gendut pasti dia bakal tersinggung dengan ucapan Abi.


"Ayo ooo......."Abi menggandeng ....aku rasa ini namanya menyeret,Abi menarikku menunjukkan pintu keluar, Saling menatap seakan kami dua pasang kekasih yang dipisah dengan paksa


  Saat Nabila hilang ditelan pintu keluar,Bilal langsung merebahkan diri, dia memegang jantungnya yang bertalu_talu berdengung kencang


   Tak ada niat sama sekali, dulu aku sering didekat Bila namun aku bisa menahan keinginan  untuk menyentuh dia ,tapi tadi ,apa karena hati merasa seakan itulah hakku


  Tadi dia bilang ini pertama kali buatnya,tahukah dia ini juga yang pertama buatku,walau aku menempuh pendidikan di luar negri ,tapi larangan ayahku masih aku pegang,aku tidak mengenal sama sekali tentang dunia malam


  Bersyukur sekali aku masih bersih, mampu mencegah walau berbagai jenis godaan slalu menghimpitku.


    Masalah kedatangan Barak tunangan nya itu, aku tidak terkejut sama sekali, mendengar Bila menginap di rumah teman nya Barak tidak akan mampu menghalau rasa curiga nya,dia tahu dia belum  memiliki hati Bila jadi was_was selalu ada di hati nya.


   Hati Bila apakah masih untuk ku ?Aku tidak yakin tapi aku tidak akan pernah menyerah, setidaknya aku melindungi dia dari si brengsek Barak Hadi


" Bila____Bila selamanya akan selalu ada di hati ku,tidak ada yang bisa menggantikan posisi nya di hati ku"


"Ngomong_ngomong baju ini membuatku sesak "


"Bisa aja Bila memberikan ide"


"Pantes kalau dia marah karena harus merasakan ciuman pertamanya dengan orang yang sedang memakai lipstik"


" Aku tidak berani keluar, Barak orang yang cerdik dia tidak mudah untuk di tipu"


"Menikmati sambil mengingat peristiwa tadi, pengalaman yang tidak pernah terlupa"


   


   "Nabila ...."Memanggilku, suaranya  begitu menggambar kan betapa rindu nya dia padaku,aku mendekat berusaha tersenyum


"Kamu disini. ..?Sungguh kesal, duduk di hadapannya menatap nya tajam


"Aku........."


"Kamu tidak percaya pada ku ya?Memotong ucapan


"Tidak aku hanya rindu "Barak merindukan ku sedang aku menghianatinya


"Kamu pasti masih lelah habis perjalanan jauh "


"Sebaiknya kamu istirahat"


   Aku mengantar Barak menuju kesebuah kamar


"Istirahatlah Barak,"!Menatap lelah,aku lelah berbohong


"Dimana temanmu"?


"Dia disini di kamarku Barak,kita menginap disini,supaya kamu tenang,tapi kamu malah kesini"


  Tidak ada alasan aku benar-benar rindu "


"Sudahlah Barak,kamu istirahat saja,aku tahu kamu lelah Barak begitupun aku, sekarang istirahat aku juga akan melakukan hal yang sama"Koper Barak sudah di dalam kamar aku langsung keluar meninggalkan Barak supaya bisa membersihkan diri dan merilekskan pikiran nya"


  Aku duduk sendiri di taman rumah ku,menatap kosong kearah depan


"Apa yang terjadi ini sungguh bukan inginkan, melihat Barak yang tidak peduli dengan apapun ,rela langsung kesini setelah menempuh perjalanan yang begitu jauh,ada rasa bersalah menggugah hatiku.


  "Barak sebenarnya kamu orang seperti apa,benarkah cintamu itu,seberapa besar cintamu itu?


"HAAHHHH...."Menghembuskan nafas kasar, sesuatu membuat ku tersenyum, Bilal berjalan dengan hati-hati, bersusah payah supaya tidak jatuh,dia masih betah dengan baju di sumpal busa yang membuat dia menjadi seorang gadis gendut


"Hi....hi....hi...."Aku terkikik geli


"Astagfirloh diatas suamiku"Mengelus dada menenangkan hati


"Bila....Zainab laper"Bilal membuat suara manja,itu terdengar menjijikkan


"Duduk dulu"Bilal duduk disampingku,menyenderkan kepalaku di bahunya,ingin menenangkan diri dulu,dan aku tahu Bilal masih punya sesuatu yang mampu membuatku tenang disaat sedang sumpek


"Tunanganmu mengatakan sesuatu "?Hanya menggeleng


"Aku ingin semua ini segera selesai "


"Biarkan aku membantu"


"Hahhh...tidak Bilal ,kamu sudah janji"


"Baiklah jangan bahas itu dulu,Tenang kan saja dirimu"Masih menyenderkan tenang


"Kruukkk. ...Kruukkk"Perut Bilal  berbunyi


"Jadi kamu beneran laper"?


"He....ehhh....Zainab laper"Mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya,aku tersenyum melihat Bibir Bilal, tapi kok bibir itu malah membuatku teringat dengan apa yang kami lakukan tadi, aku bengong melongo,lalu menelan ludah ku aku terlihat seperti orang yang sedang berpuasa lalu melihat sebuah minuman segar di depannya.


"Kemana kedua pengawalku kamu itu"Abi lalu teringat pada kedua pengawalku


"Mereka di kamar membahas sesuatu entahlah mungkin bisnis "Aku mengedikkan bahu


"Sepertinya kedua pengawalmu itu bukan orang sembarangan "


"Ya....mereka orang kepercayaan Barak,karyawan terbaik ,bahkan paling ia percaya dibanding pada pengacaranya DERRY HARIZ"


"Betapa tunanganmu itu meletakkan dirimu begitu istimewa,sehingga menjadikan orang kepercayaannya sebagai pengawal "


"Aku memang istimewa baru tahu kamu?" Menyombongkan diri


"Ia aku tahu hanya saja ,aku ingin hanyalah aku yang mengistimewakanmu"


"Ingat.....kamu pernah membuatku terlihat seperti sampah,dimana istimewanya coba seorang gadis yang bersimpuh menangis untuk tidak ditinggalkan"Bilal seakan tersentak dia menyadari sudah begitu dalam melukaiku,dia terlihat sedih


"Ayo....masuk ,aku harus masak sama Umi, katanya dia ingin menjamu calon menantunya "


"Bila.....aku bukan calon lagi ,kan udah jadi suami,jadi aku ini sudah menjadi menantu Umi"


"Ihhhhh. ....gwe..er banget bang"


"Bukan kamu la ya... ....tapi Barak,calon menantu baru,kalau ada yang baru ngapain ngelirik barang lama , sudah buluk baunya kecut lagi"


"Hinaan. .....TEROOOOSS sampek puas"Bilal bicara dengan nada zeneess.....


"Tersinggung banngg"


"Nggak.... tapi tersanjung"Aku tertawa melihat tingkah Bilal yang ngambek kayak anak kecil minta pujian


"Tapi .....aku ikut bantu juga ya...."Dalam sekejap muka Bilal berubah memelas, berusaha merayu ku untuk ikut membantu Umi


"Jangan nanti dapurnya ngga' muat ,dan sadar diri Nona tubuhmu besar kayak gentong,nanti di sana bukanya bantu masak malah bantu ngabisin makanan "


"Awas......kamu ya....dari tadi mengejekku " Bilal menyeringai hendak menerkam


"Emang kamu bisa mengejar ku kamu kan gendut.....wleeeee......Zainab gendutttt...gendut...gendut Zainab genduttt "Aku berlari menjauh sambil terus mengejek ,Bilal mengejarku tentu dia tidak leluasa bergerak dengan gaun besarnya , aku tetap lari menjauhi , hingga


"BRUUKKKKK"BILAL terjatuh


"HAA. ......HA.......HA.....HA. 😁😁😁" Otomatis aku tertawa dong.....lihat gentong jatuh ,BILAL cemberut dia mengerucutkan bibirnya, sambil mengusap _ngusap pantatnya


"Awas kamu ya......"Berlari sekuat tenaga, dia mulai bisa menyeimbangkan keadaan tubuhnya


"Gendut.....gendut....gendut " Aku masih diam sambil mengejek nya namun saat makin dekat aku berlari lagi


    Ohhhh.......tidak _ tidak ternyata Bilal mampu mendekat, dia gesit juga walau banyak halanfannya dan_____ happppp.......aku tertangkap ,karena aku belum siap menyeimbangkan tubuhku aku limbung dan terjatuh


"BRUKKKKKK"Kami terjatuh dengan wajahku menghadap rumput alias tengkurap dengan Bilal yang super besar menimpaku, untung di bawahku  itu rumput kalau tidak udah hancur mukaku


"Keenakan kamu ya.....Zainab genduttt....ehhh...bangun kamu berat nihhh " Bilal malah diam dan ngedusel _dusel di belakang kepalaku pas di leher ku seperti menghirup aroma ku untung terhalang hijab ku, kalau tidak ya.....aku merasa nggak nyaman namun saat ini hijab mampu menghalau rasa tidak nyaman ku tapi tetap saja dia berat tahu....


"EHHHH......Bilal kamu ngapain sih ahh..." Aku mendorong  bahunya ,walau terhalang hijab tetap aja geli


"Aku rindu aroma mu yang  menenangkan ini Bila,mohon biarkan begini sebentar "Kami terdiam,menikmati kebersamaan kami tapi keadaan ini sangat Riskan harus segera di hentikan ,ini bukan hanya membuatku jantungku berdetak tidak karuan bahkan aku takut nanti jantungku malah meledak karena detak nya yang begitu cepat


  "Emmmm......Bi__Lal" Aku tergagap


"Se__pertinya kita harus segera menghentikan ini "masih tak ada respon


"Ehhh...."Aku berusaha menggerakkan badanku yang terasa kaku karena terhimpun tubuh besar Bilal


"Kenapa kamu bersuara seperti itu Bila,apa kamu ______"


"Enak aja kamu tuh yang______,a...u...i..arkkhhh Bilal sebaiknya kamu menyingkir bagaimana kalau ada yang di lihat nanti kita dikira pasangan yang tidak karuan"


"Kamu benar"Bilal tersentak lalu segera menyingkir dari tubuhku,dia berbaring terlentang di sampingku,aku membalik badanku dan berbaring di sampingnya,kami menghirup udara sebanyak _ banyak nya untuk menghalau sesuatu yang terjadi pada tubuh kami


  Bilal tersenyum padaku ,aku membalasnya "Maaf aku tidak bisa menahan"


"I'ts oke I'm oke "


"Realy you Oke "Bilal menyeringai hendak menggodaku


"Bilal jangan mulai dehhh...."!Memutar bola mata malaz


"Bercanda Bila........"!kami terdiam


"Ngomong_ngomong pasangan yang tidak karuan itu seperti apa ya......?


"Ya.....yang itu.."


"Yang itu apa sihhh......Bila kamu ngomong nya muter_muter kayak gangsing"


"Masa sih ....kamu tidak ngerti ,maksudku itu kamu kan sekarang sedang menjadi perempuan ,dan kita tadi itu bermesraan kayak pasangan kekasih padahal kan kita sama-sama perempuan "


"Oo...maksud kamu pasangan sejenis gitu ya...."


"Iya...maksudku yang itu"


"Jadi tadi kita tuh bermesraan? Aku mengernyit tidak mengerti


"Siapa yang bilang begitu "


"Tadi kamu "


"Kapan ....aku nggak ngerasa tuh...."


"Pletakk "Bilal memiringkan tubuhnya menghadap ku dan menyentil dahiku


"Awww.....Bilal sakit tahu"


"Jangan bohong di depanku karena aku hafal betul saat kamu bohong atau jujur"


"Kalian sedang apa.....?


  😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓

__ADS_1


 


__ADS_2