2 BIL

2 BIL
Bagian 12


__ADS_3

GO........


    Disinilah aku di bandara mengejar orang yang sangat berharga dalam hidupku,dan dia juga menganggapku sangat berharga namun itu dulu sekarang sepertinya keadaan membuatku meragu akan perasaan Bilal padaku yang sebenarnya


Aku benci hal ini


Bahkan aku tidak pernah memimpikan hal ini akan di tinggalkan oleh orang yang sangat menghargaiku orang yang slalu memujaku orang yang slalu menempel padaku


Slalu memberikan kemudahan padaku slalu mengutamakanku diatas segala_galanya


Dia terlihat sangat menyayangiku


Dia juga slalu membelaku di depan keluarganya yang sangat membenciku dan slalu meremehkanku


  Namun semua berubah dengan begitu cepat secepat kedipan mata...


Dan sampai saat ini aku belum faham akan situasi yang terjadi ini


aku tersesat tanpa tujuan


  Sekarang aku sangat terpuruk dan terjatuh kedalam jurang yang begitu curam .


  Dan aku kesini dengan berani dan membuang semua urat maluku karena janji yang di ucapkan Bilal pada kami bahwa dia akan menjamin dengan nyawanya bahwa kami akan terus bersama


  Aku berharap Bilal masih memegang janjinya itu dan menepatinya


Aku rela aku ikhlas walau dia bersama orang lain asal dia tetap di dekatku menjadi sandaranku


Aku benar_benar membutuhkan dia


Aku sudah terlalu bergantung padanya


  "Kami langsung masuk dan mencari Bilal di ruang tunggu


Kami berkeliling tapi tetap tidak menemukannya lalu kami memutuskan untuk berpencar


   Untung tadi kami juga mengajak Irfan dan Roy jadilah kami semua disini di bandara mengejar Bilal


Alhamdulillah aku menemukannya dia sedang duduk ditemani wanita yang menjadi tunangannya


Bilal masih sibuk dengan handphone nya sedang wanita disampingnya itu berbicara nyerocos yang ngga' jelas


  Aku berlari kearah Bilal pokoknya sekarang aku akan menulikan pendengaranku aku tidak akan memperdulikan ucapan orang tua Bilal aku akan tetap membujuk Bilal agar dia tidak pergi


"BILAALLLLL...."!aku berteriak sekeras_kerasnya


"Huuuuufft...hufft.....hufttt"!suara deru nafasku


"Bilalll...."!aku menelan ludahku berusaha membasahi tenggorokan ku yan kering


"Aku mohon jangan pergiii.."!


"Aku mohon jangan tinggalin kami"!Bilal hanya memberiku tatapan dinginnya sebenarnya itu membuatku sesak tapi aku berusaha menahannya aku masih percaya kalau perasaan Bilal tidak berubah


"Kamu apa_apaan sihhh.....Bila"!malah tante Raisya yang meresponku


Dia menghampiriku


"Sebaiknya kamu pergi dari sini sudah cukup ya tadi kamu teriak_teriak di rumah ....sekarang malah masih kesini kamu tau ngga' kamu itu mengganggu ketenangan keluarga kami"!tante Raisya mencengkram bahuku dia berusaha menyeretku untuk pergi


"Tapi tante aku ingin bicara sebentar dengan Bilal...aku mohon tante sebentar aja tante"!aku memohon melipat kedua tanganku didepan tante Raisya


"Lepasin diaaa..."!Alhamdulillah ada yang membelaku aku harap itu Bilal


Aku membuka mataku yang terpejam secara perlahan


"Lepasin dia tante..."!itu Ibamm


Bukan Bilal ,aku memandang kearah tempat Bilal  dia masih seperti tadi duduk dengan manis tanpa terganggu dengan semua teriakanku dan kesakitanku


dia ditemani wanita yang menjadi tunangannya,wanita itu menatapku sinis dan dia  tersenyum mengejekku


   Entah kenapa ada gejolak amarah yang muncul di dadaku,aku agak emosional melihat ketidak pedulian Bilal padaku padahal ketidak peduliannya itu sudah ia lakukan dari kemarin.


  "Tante lepasinnn"!Ibam mencengkram tangan tante Raisya melepaskan tangannya dari bahuku dan menyentaknya kasar


"Dasar anak kurang ajar"!tante Raisya menggenggam tangannya dia meringis menahan sakit


"Ketua..tidak apa_apa ..?Ibam memandangku penuh hawatir


  Dari belakang Ibam muncul Irfan dan Roy


"Ketuaa..."!mereka berseru menatapku hawatir


"Sebaiknya ketua melakukan apa yang ketua ingin lakukan kami tidak bisa berbuat banyak bujuklah dia untuk terakhir kalinya ,kalau tidak berhasil juga sebaiknya ketua menyerahhhh..."!


"Kami akan menjaga yang lain agar tidak mengganggu apa yang akan ketua lakukan"!Ibam...Irfan ...dan Roy..


Mengangguk tanda setuju


"Oke...👍👍👍"Aku mengacungkan jempolku


"Tatapanku beralih pada Bilal


"Ehhh....mau apa lagi dia"!tante Raisya ingin mendekatiku dia menunjuk_nunjukku


tapi di halangi oleh Irfan


"Tante diam dulu ya..."!Irfan merentangkan tangannya menghalangi tante Raisya


Melihat aku mendekati Bilal Rista si perebut itu mendekatiku dia ingin 


  menghalangiku untuk mendekati Bilal


Bruukkkk"!aku mendorongnya sampai dia terjatuh


"Ayah Bilal juga menghampiriku


ingin menghalangiku juga


Ibam dengan berani menghalangi ayah Bilal


Karena tidak ada halangan lagi aku langsung meneruskan langkahku


Aku menatap Bilal penuh amarah


Hilang sudah rencanaku yang ingin membujuknya dengan merajuk memohon menangis bahkan berlutut


Aku membatalkan renacanaku itu ketika melihat tatapan ketidak pedulian terhadapku yang terkesan meremehkanku seakan aku sampah yang tidak bisa di daur ulang


"BILALLLL KAMU MEMANG PENGHIANAT ULUNG"!aku berteriak sambil berlari menuju kearah Bilal


Bilal terlihat santai dan tidak merasa takut sama sekali padahal aku sudah memasang wajah amarah yang sangat menyeramkan


Sesampainya di depan Bilal aku langsung menjambak rambut Bilal dan menggoyang_goyangkan kepalanya


"KAU ADALAH ORANG YANG PALING JAHAT"!aku masih berteriak dengan keras aku tahu orang_orang di sekelilingku melihat kearah kami namun aku tidak memperdulikan semua itu


"Huftttt...huftttt ..huuftt"!suara deru nafasku yang di penuhi nafsu amarah astagfirloh ini begitu menguras tenaga


aku sangat membenci keadaan ini

__ADS_1


  Aku masih menjambak rambut Bilal dengan sekuat tenagaku


Aku mendongakkan wajah  Bilal agar dia lebih jelas mendengar ucapanku


Dia masih terlihat tenang dan tidak terlihat meringis kesakitan mukanya begitu datar tanpa expresi


kenapa Bilalku menjadi seperti ini kenapa dia begitu tidak peduli padaku


aku membuang perasaan tidak nyaman ini


yang terpenting sekarang aku harus bisa menyeretnya pulang aku akan menagih janjinya walau harus dengan cara kekerasan


"Aku membencimu sepenuh hati jiwa dan ragaku"!aku menatap mata itu dengan penuh kebencian


Bilal masih berexpresi datar


tidak memperdulikan ucapanku


  "Sekarang aku akan menagih janjimu"!Bilal masih aja diam


Aku melepas cengkraman tanganku di rambut Bilal ,lalu aku menarik kemeja Bilal


"Sayang sih bilal terlihat tampan sekali dengan kemeja warna hitam ini aku suka.


"Eeehhhhh....buang semua itu sekarang aku harus selesaikan misi ku dulu baru bisa melihat Bilal sepuasnya.


  Kancing kemeja bilal 2 paling atas terlepas aku menariknya kesamping kanan sehingga terlihat bahu Bilal setelah terlihat aku langsung menunduk dan menancapkan gigi taringku "Eehhhh.....lho kira lho itu vampire hahhhh pake' acara gigit_gigit segala "!


   Biarin aku kesel dari tadi Bilal tidak menampakkan expresinya sama sekali dia terlihat begitu dingin dan  datar sekarang kita lihat saat aku menggigitnya apa dia hanya akan diam saja...


"Arkkkkkhhhhhh"!Bilal berteriak begitu keras


"Rasainnnm....emang enak pake' acara nyuekin segala"!aku bergumam sendiri pake' suara batin


Semua kembali menatap kami termasuk Ibam Irfan dan Roy ,itu membuat mereka lengah dan tawanan mereka yang mereka hadang dari tadi juga melihat kearah kami


"Hehhh...hehh..hehhh"!aku tertawa sinis melihat expresi kesakitan Bilal


"Sakittt..hahh..."!aku menaik turunkan Alisku  menatap Bilal yang meringis kesakitan


"Kamu sudah gila hahhhh..."?Bilal bangun dari duduknya dia memegang bahunya yang mengeluarkan darah


"Heesssshhh..."!Bilal masih meringis kesakitan waaahhh aku ternyata menggigitnya terlalu keras


Aku masih memandang Bilal dengan penuh tantangan dan tidak merasa ketakutan sama sekali


"Itu tidak  sebanding dengan rasa sakit yang kau goreskan di hati jiwa dan ragaku"!aku berbicara sinis


Ada yang menyeretku dari hadapan Bilal dan


"Bruuukkk"!itu membuatku terjatuh kelantai...


"Dasar perempuan liar tidak tahu diri  .."!itu Rista


Dia menatapku sinis


"Kamu tidak terlihat seperti putri seorang kiyai tapi lebih terlihat seperti kucing liar yang kelaparan


Aku hanya diam menunduk aku juga merasa bersalah ketika melihat Bilal, aku juga merasakan sakit yang bilal rasakan bahkan lebih sebenarnya air mata sudah ada di pelupuk mataku tapi aku berusaha menahannya


"Namun aku tidak menyesal,dan kurasa itu semua pantas didapatkan oleh Bilal,yang sudah membuatku sakit tanpa alasan yang jelas


"Kamu tidak apa_apa  "!Rista memegang bahu Bilal


Pandanganku terhalang oleh tubuh Rista


melihat mereka sedekat itu membuatku sangat merasa cemburu


Mereka terlihat sangat romantis


Irfan ,Ibam dan Roy menghampiriku


"Ketua...."!mereka ingin menolongku


Namun aku menahannya


"Aku bisa sendiri"!aku bangun dan melihat kearah Bilal dan Rista yang membuatku ingin mencincang mereka menjadi sate dan gulai


"Dasar wanita tidak tahu diri "!aku berlari mendekat kearah Rista dan langsung menjambak rambutnya


"Kamu sudah merebut Bilalku"!


"Kamu membuat dia berubah"!aku semakin brutal menjambak rambut Rista


sedang Rista juga meraih rambutku jadilah kami saling jambak_jambakkan


"Enak aja aku tidak merebutnya dia sendiri yang memintaku untuk menjadi tunangannya"!Rista berusaha membuatku mundur dengan ceritanya tapi sayang itu tidak mempan


""SUDAAAAH...HENTIKANN"!Bilal berteriak berusaha menghentikan kami


"Apa kalian tidak malu di tonton banyak orang begini


"Engga' memang kenapa"!aku menjawab Bilal dengan lantang


"Kalau kamu memang sudah putus urat malunya ..."!


"Lagi pula aku bertanya pada Rista selaku tunanganku bukan bertanya sama kamu"!Bilal menghinaku


"Sudah kubilang kamu tidak berharga sama sekali"!dengan begitu sadisnya Bilal mengatakan itu semua


bahkan dia mengatakan itu semua tanpa melihatku


Ini terasa sangat menyakitkan aku ngga' kuat ...


"SUDAHH CUKUP...Cukup kamu mengatakan betapa tidak pentingnya aku untukmu tapi ini tentang janji yang sudah kau ucapkan ,kamu bilang kalau di antara kita ada yang ingin menjauh maka kita akan menyeret dan memaksanya untuk tetap tinggal"!aku berteriak di hadapan Bilal


 


  "Kamu aja yang mudah dibohongi,dan percaya dengan janji_janji manis yang tidak penting itu"!


"Kamu tahu janji itu ada untuk di ingkari"!bilal menunjuk_nunjukku dengan jari telunjuknya dan menggoyang_goyangkannya didepan wajahku ,aku menatap jari Bilal


"Errrkkkk"!aku mengeram kesal


Aku menyambar tangan Bilal lalu aku menggigit jari telunjuknya


"Arrrkkkhhhh"!Bilal berteriak kesakitan untuk kesekian kalinya


Aku tersenyum penuh kemenangan


Sedang Irfan , Ibam dan Roy terlihat menahan tawanya melihat itu


"Ayooo....Irfan Ibam Roy kita seret Bilal dari sini"!aku tetap tidak memperdulikan ucapan Bilal dan kesakitannya pokoknya aku harus menghentikan kepergian Bilal


aku menyuruh Irfan Roy dan Ibam untuk menyeret Bilal


Irfan Roy dan Ibam mendekati Bilal


Tapi sebelum mereka sampai ketempat Bilal mereka di tahan oleh security yang menjaga Bandara


"Kalian pembuat onar"!satpam tadi menahan Irfan Roy dan Ibam mereka tidak bisa berbuat apa_apa karena kekuatan satpam itu melebihi mereka

__ADS_1


"Terdengar suara peringatan keberangkatan ..."!


"Ayoo...kita berangkat "!itu suara bilal


"Sudahlah ayah mama jangan perdulikan mereka


Mereka semua berlalu


Aku berlari mengejar Bilal


"Tidaaaaaakkk ..Bilal jangan pergi aku mohon Bilal "!aku berhasil mensejajarkan langkahku


Bilal masih berjalan tanpa menoleh padaku


Karena tidak berhasil aku mencoba cara lain


"Aku mohon Bilall"!aku menjatuhkan diri di lantai dan memegang kaki Bilal


"Bilal aku sangat membutuhkan dirimu"!aku berbicara apa aja bahasa permohonan biar Bilal terenyuh


Bilal masih menyeret kakinya sehingga membuat terseret di lantai


  Ada satpam yang mendekatiku dia berusaha melepas kan peganganku pada kakinya


"Jangan pak "!karena aku tak bisa melebihi kekuatan satpam tadi jadinya satpam tadi bisa melepas cekalanku pada Bilal


"Pak satpam "!


"Dia suamiku ,dia begitu tidak bertanggung jawab meninggalkanku sendiri"!aku mengatakan pada satpam tadi dan terpaksa berbohong dengan memasang wajah sedih


"Pak satpam melihat pada Bilal"!


"Tidak pak jangan percaya dia memang suka membual"!Bilal menyangkalnya dan dia ingin berlalu dari hadapanku


"OOhhhhh...nasib seorang istri yang teraniaya...tidak ada seorangpun yang membelaku "!aku menepuk _nepuk dadaku berlagak seperti orang yang sangat menderita sedangkan air mata tak perlu di ragukan lagi mengalir begitu deras


kan aku memang lagi sedih jadi aku dengan mudah mengeluarkan air mata dari pelupuk mataku


Sedang pak satpam tadi yang hendak menyeretku hanya bisa menatapku sedih


"Ini semua terjadi karena diriku yang berasal dari keluarga miskin"!


"Mereka mau memisahkan kami yang saling mencintai ini ...dengan mengajak wanita ular yang berbisa untuk menjadi pelakor"!


"Ohh....aku hanya bisa meratapi nasib sialku ini "!aku duduk di lantai meraung_raung berusaha meresapi sandiwaraku agar terlihat sungguhan ,semua orang menatapku kasian


sedang Bilal dan keluarganya....hanya menatapku sinis dengan bersidekap dan menggeleng_gelengkan kepalanya tidak menyangka aku bisa berbuat seaneh ini


"Ayooo....kita berangkat Bilal nanti kita ketinggalan pesawat kita"!ayah Bilal memperingati Bilal


"Tidakkkk....jangan Bilal ...jangan pergi hikkksss...hiksss..."! Tak ada yang memperdulikanku


Bilal berlalu dia pergi menjauh dari hadapanku aku ingin bangun dan berlari menghadangnya tapi aku sudah di hadang oleh beberapa security...membuatku hanya bisa menangis tak berdaya...


Kulihat punggung Bilal menjauh sampai tak terlihat dia tidak menoleh sekalipun untuk melihatku


"Hikkksss....Bilall...hiksss...Bilall .."!


"Kenapa...Bilal ......hikkkssss.."!


"Kenapa kamu melakukan ini semua padaku aku benar _benar tidak sanggup😭😭😭😭"!


"Ketuaaa...."!Ibam Irfan dan Roy memanggilku,mereka hanya diam tidak tahu harus bersikap bagaimana


"Aku menunduk melipat lututku dan menangis untuk menumpahkan kesedihanku"!


"Hikkkksss.....hiksss...."!


Hingga malam tiba


Aku terdiam sepertinya Air mataku sudah habis sehingga tidak bisa di keluarkan lagi padahal sesak itu masih ada


"Ayooo....ketua kita pulang..."!Ibam mengangkatku dan menuntunku untuk berjalan keluar dari bandara dari tadi kami sudah menjadi tontonan orang banyak dan security sudah dari tadi mengusir kami


  Di mobil aku hanya diam...Ibam Roy dan Irfan tidak mengatakan apa_apa mereka hanya diam


Sampai di pintu gerbang rumahku aku turun Ibam juga ikut turun ingin membantu ku


"Kaliannn pulang aja...."!


"Tapi...ketua...."!Ibam sepertinya kekeh ingin mengantarku kedalam rumah


"Aku ngga' apa_apa..."!


Beneran ngga' apa_apa habis ini aku akan istirahat kokkk .."!


"Nanti aku hubungi..."!mereka mengangguk menyanggupi permintaanku


  Aku masuk kedalam rumah berjalan sambil menunduk untung di Abi  sama Umi ngga' ada di rumah mereka sedang menghadiri sebuah acara


  Di dalam kamar aku langsung mencari hp ku aku akan  menghubungi Bilal siapa tahu diangkat.....


Namun ternyata hp Bilal mati tidak aktif


"Aaarrrkkkk"!aku berteriak melempar hpku


Ini begitu menyebalkan


   Sudah 1 minggu sejak kepergian Bilal berkali_kali aku menghubungi Bilal


namun no itu selalu tidak aktif


mungkin dia sudah mengganti no nya


   Setiap hari yang aku lakukan hanya melamun dan menatap dunia luar dengan tatapan sedih


aku benar_benar tidak terbiasa tanpa Bilal sehari terasa begitu panjang


Dan sangat melelahkan


aku sudah tidak menangis lagi namun senyum ku seakan lenyap semua kebahagiaanku hilang


Karena senyum dan kebahagiaanku ada di tangan Bilal dia yang memintanya dia sendiri dan yang ingin menggenggam nya


Namun dia pergi menjauh meninggalkanku sendiri disini


Irfan,Ibam...dan Roy setiap hari mengunjungiku,namun mereka semua tidak mampu membuatku tersenyum aku hanya menatap kosong kearah mereka tanpa membalas ucapan mereka...


   "Ketuaa...."!


"Kami harap ketua tidak menyiksa diri sendiri"!


"Lupakan dia ketua ...dia sudah tidak peduli pada kita ketua..."!Ibam menatapku iba.....mata Ibam berkaca_kaca seperti menahan tangis


"Aku diamm...tidak mengatakan apa_apa ........dan aku hanya bisa menunduk  tidak berdaya


Kami tidak pernah bermain kerumah tongkrongan kami Ibam sudah menyerahkan kunci rumah itu pada keluarga Bilal.....


semuanya berubah sejak kepergian Bilal


kami hanya diam dan hanya sedikit yang kami bicarakan ...

__ADS_1


💔💔💔💔💔


 


__ADS_2