
GO........
Disinilah aku di bandara mengejar orang yang sangat berharga dalam hidupku,dan dia juga menganggapku sangat berharga namun itu dulu sekarang sepertinya keadaan membuatku meragu akan perasaan Bilal padaku yang sebenarnya
Aku benci hal ini
Bahkan aku tidak pernah memimpikan hal ini akan di tinggalkan oleh orang yang sangat menghargaiku orang yang slalu memujaku orang yang slalu menempel padaku
Slalu memberikan kemudahan padaku slalu mengutamakanku diatas segala_galanya
Dia terlihat sangat menyayangiku
Dia juga slalu membelaku di depan keluarganya yang sangat membenciku dan slalu meremehkanku
Namun semua berubah dengan begitu cepat secepat kedipan mata...
Dan sampai saat ini aku belum faham akan situasi yang terjadi ini
aku tersesat tanpa tujuan
Sekarang aku sangat terpuruk dan terjatuh kedalam jurang yang begitu curam .
Dan aku kesini dengan berani dan membuang semua urat maluku karena janji yang di ucapkan Bilal pada kami bahwa dia akan menjamin dengan nyawanya bahwa kami akan terus bersama
Aku berharap Bilal masih memegang janjinya itu dan menepatinya
Aku rela aku ikhlas walau dia bersama orang lain asal dia tetap di dekatku menjadi sandaranku
Aku benar_benar membutuhkan dia
Aku sudah terlalu bergantung padanya
"Kami langsung masuk dan mencari Bilal di ruang tunggu
Kami berkeliling tapi tetap tidak menemukannya lalu kami memutuskan untuk berpencar
Untung tadi kami juga mengajak Irfan dan Roy jadilah kami semua disini di bandara mengejar Bilal
Alhamdulillah aku menemukannya dia sedang duduk ditemani wanita yang menjadi tunangannya
Bilal masih sibuk dengan handphone nya sedang wanita disampingnya itu berbicara nyerocos yang ngga' jelas
Aku berlari kearah Bilal pokoknya sekarang aku akan menulikan pendengaranku aku tidak akan memperdulikan ucapan orang tua Bilal aku akan tetap membujuk Bilal agar dia tidak pergi
"BILAALLLLL...."!aku berteriak sekeras_kerasnya
"Huuuuufft...hufft.....hufttt"!suara deru nafasku
"Bilalll...."!aku menelan ludahku berusaha membasahi tenggorokan ku yan kering
"Aku mohon jangan pergiii.."!
"Aku mohon jangan tinggalin kami"!Bilal hanya memberiku tatapan dinginnya sebenarnya itu membuatku sesak tapi aku berusaha menahannya aku masih percaya kalau perasaan Bilal tidak berubah
"Kamu apa_apaan sihhh.....Bila"!malah tante Raisya yang meresponku
Dia menghampiriku
"Sebaiknya kamu pergi dari sini sudah cukup ya tadi kamu teriak_teriak di rumah ....sekarang malah masih kesini kamu tau ngga' kamu itu mengganggu ketenangan keluarga kami"!tante Raisya mencengkram bahuku dia berusaha menyeretku untuk pergi
"Tapi tante aku ingin bicara sebentar dengan Bilal...aku mohon tante sebentar aja tante"!aku memohon melipat kedua tanganku didepan tante Raisya
"Lepasin diaaa..."!Alhamdulillah ada yang membelaku aku harap itu Bilal
Aku membuka mataku yang terpejam secara perlahan
"Lepasin dia tante..."!itu Ibamm
Bukan Bilal ,aku memandang kearah tempat Bilal dia masih seperti tadi duduk dengan manis tanpa terganggu dengan semua teriakanku dan kesakitanku
dia ditemani wanita yang menjadi tunangannya,wanita itu menatapku sinis dan dia tersenyum mengejekku
Entah kenapa ada gejolak amarah yang muncul di dadaku,aku agak emosional melihat ketidak pedulian Bilal padaku padahal ketidak peduliannya itu sudah ia lakukan dari kemarin.
"Tante lepasinnn"!Ibam mencengkram tangan tante Raisya melepaskan tangannya dari bahuku dan menyentaknya kasar
"Dasar anak kurang ajar"!tante Raisya menggenggam tangannya dia meringis menahan sakit
"Ketua..tidak apa_apa ..?Ibam memandangku penuh hawatir
Dari belakang Ibam muncul Irfan dan Roy
"Ketuaa..."!mereka berseru menatapku hawatir
"Sebaiknya ketua melakukan apa yang ketua ingin lakukan kami tidak bisa berbuat banyak bujuklah dia untuk terakhir kalinya ,kalau tidak berhasil juga sebaiknya ketua menyerahhhh..."!
"Kami akan menjaga yang lain agar tidak mengganggu apa yang akan ketua lakukan"!Ibam...Irfan ...dan Roy..
Mengangguk tanda setuju
"Oke...👍👍👍"Aku mengacungkan jempolku
"Tatapanku beralih pada Bilal
"Ehhh....mau apa lagi dia"!tante Raisya ingin mendekatiku dia menunjuk_nunjukku
tapi di halangi oleh Irfan
"Tante diam dulu ya..."!Irfan merentangkan tangannya menghalangi tante Raisya
Melihat aku mendekati Bilal Rista si perebut itu mendekatiku dia ingin
menghalangiku untuk mendekati Bilal
Bruukkkk"!aku mendorongnya sampai dia terjatuh
"Ayah Bilal juga menghampiriku
ingin menghalangiku juga
Ibam dengan berani menghalangi ayah Bilal
Karena tidak ada halangan lagi aku langsung meneruskan langkahku
Aku menatap Bilal penuh amarah
Hilang sudah rencanaku yang ingin membujuknya dengan merajuk memohon menangis bahkan berlutut
Aku membatalkan renacanaku itu ketika melihat tatapan ketidak pedulian terhadapku yang terkesan meremehkanku seakan aku sampah yang tidak bisa di daur ulang
"BILALLLL KAMU MEMANG PENGHIANAT ULUNG"!aku berteriak sambil berlari menuju kearah Bilal
Bilal terlihat santai dan tidak merasa takut sama sekali padahal aku sudah memasang wajah amarah yang sangat menyeramkan
Sesampainya di depan Bilal aku langsung menjambak rambut Bilal dan menggoyang_goyangkan kepalanya
"KAU ADALAH ORANG YANG PALING JAHAT"!aku masih berteriak dengan keras aku tahu orang_orang di sekelilingku melihat kearah kami namun aku tidak memperdulikan semua itu
"Huftttt...huftttt ..huuftt"!suara deru nafasku yang di penuhi nafsu amarah astagfirloh ini begitu menguras tenaga
aku sangat membenci keadaan ini
__ADS_1
Aku masih menjambak rambut Bilal dengan sekuat tenagaku
Aku mendongakkan wajah Bilal agar dia lebih jelas mendengar ucapanku
Dia masih terlihat tenang dan tidak terlihat meringis kesakitan mukanya begitu datar tanpa expresi
kenapa Bilalku menjadi seperti ini kenapa dia begitu tidak peduli padaku
aku membuang perasaan tidak nyaman ini
yang terpenting sekarang aku harus bisa menyeretnya pulang aku akan menagih janjinya walau harus dengan cara kekerasan
"Aku membencimu sepenuh hati jiwa dan ragaku"!aku menatap mata itu dengan penuh kebencian
Bilal masih berexpresi datar
tidak memperdulikan ucapanku
"Sekarang aku akan menagih janjimu"!Bilal masih aja diam
Aku melepas cengkraman tanganku di rambut Bilal ,lalu aku menarik kemeja Bilal
"Sayang sih bilal terlihat tampan sekali dengan kemeja warna hitam ini aku suka.
"Eeehhhhh....buang semua itu sekarang aku harus selesaikan misi ku dulu baru bisa melihat Bilal sepuasnya.
Kancing kemeja bilal 2 paling atas terlepas aku menariknya kesamping kanan sehingga terlihat bahu Bilal setelah terlihat aku langsung menunduk dan menancapkan gigi taringku "Eehhhh.....lho kira lho itu vampire hahhhh pake' acara gigit_gigit segala "!
Biarin aku kesel dari tadi Bilal tidak menampakkan expresinya sama sekali dia terlihat begitu dingin dan datar sekarang kita lihat saat aku menggigitnya apa dia hanya akan diam saja...
"Arkkkkkhhhhhh"!Bilal berteriak begitu keras
"Rasainnnm....emang enak pake' acara nyuekin segala"!aku bergumam sendiri pake' suara batin
Semua kembali menatap kami termasuk Ibam Irfan dan Roy ,itu membuat mereka lengah dan tawanan mereka yang mereka hadang dari tadi juga melihat kearah kami
"Hehhh...hehh..hehhh"!aku tertawa sinis melihat expresi kesakitan Bilal
"Sakittt..hahh..."!aku menaik turunkan Alisku menatap Bilal yang meringis kesakitan
"Kamu sudah gila hahhhh..."?Bilal bangun dari duduknya dia memegang bahunya yang mengeluarkan darah
"Heesssshhh..."!Bilal masih meringis kesakitan waaahhh aku ternyata menggigitnya terlalu keras
Aku masih memandang Bilal dengan penuh tantangan dan tidak merasa ketakutan sama sekali
"Itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang kau goreskan di hati jiwa dan ragaku"!aku berbicara sinis
Ada yang menyeretku dari hadapan Bilal dan
"Bruuukkk"!itu membuatku terjatuh kelantai...
"Dasar perempuan liar tidak tahu diri .."!itu Rista
Dia menatapku sinis
"Kamu tidak terlihat seperti putri seorang kiyai tapi lebih terlihat seperti kucing liar yang kelaparan
Aku hanya diam menunduk aku juga merasa bersalah ketika melihat Bilal, aku juga merasakan sakit yang bilal rasakan bahkan lebih sebenarnya air mata sudah ada di pelupuk mataku tapi aku berusaha menahannya
"Namun aku tidak menyesal,dan kurasa itu semua pantas didapatkan oleh Bilal,yang sudah membuatku sakit tanpa alasan yang jelas
"Kamu tidak apa_apa "!Rista memegang bahu Bilal
Pandanganku terhalang oleh tubuh Rista
melihat mereka sedekat itu membuatku sangat merasa cemburu
Mereka terlihat sangat romantis
Irfan ,Ibam dan Roy menghampiriku
"Ketua...."!mereka ingin menolongku
Namun aku menahannya
"Aku bisa sendiri"!aku bangun dan melihat kearah Bilal dan Rista yang membuatku ingin mencincang mereka menjadi sate dan gulai
"Dasar wanita tidak tahu diri "!aku berlari mendekat kearah Rista dan langsung menjambak rambutnya
"Kamu sudah merebut Bilalku"!
"Kamu membuat dia berubah"!aku semakin brutal menjambak rambut Rista
sedang Rista juga meraih rambutku jadilah kami saling jambak_jambakkan
"Enak aja aku tidak merebutnya dia sendiri yang memintaku untuk menjadi tunangannya"!Rista berusaha membuatku mundur dengan ceritanya tapi sayang itu tidak mempan
""SUDAAAAH...HENTIKANN"!Bilal berteriak berusaha menghentikan kami
"Apa kalian tidak malu di tonton banyak orang begini
"Engga' memang kenapa"!aku menjawab Bilal dengan lantang
"Kalau kamu memang sudah putus urat malunya ..."!
"Lagi pula aku bertanya pada Rista selaku tunanganku bukan bertanya sama kamu"!Bilal menghinaku
"Sudah kubilang kamu tidak berharga sama sekali"!dengan begitu sadisnya Bilal mengatakan itu semua
bahkan dia mengatakan itu semua tanpa melihatku
Ini terasa sangat menyakitkan aku ngga' kuat ...
"SUDAHH CUKUP...Cukup kamu mengatakan betapa tidak pentingnya aku untukmu tapi ini tentang janji yang sudah kau ucapkan ,kamu bilang kalau di antara kita ada yang ingin menjauh maka kita akan menyeret dan memaksanya untuk tetap tinggal"!aku berteriak di hadapan Bilal
"Kamu aja yang mudah dibohongi,dan percaya dengan janji_janji manis yang tidak penting itu"!
"Kamu tahu janji itu ada untuk di ingkari"!bilal menunjuk_nunjukku dengan jari telunjuknya dan menggoyang_goyangkannya didepan wajahku ,aku menatap jari Bilal
"Errrkkkk"!aku mengeram kesal
Aku menyambar tangan Bilal lalu aku menggigit jari telunjuknya
"Arrrkkkhhhh"!Bilal berteriak kesakitan untuk kesekian kalinya
Aku tersenyum penuh kemenangan
Sedang Irfan , Ibam dan Roy terlihat menahan tawanya melihat itu
"Ayooo....Irfan Ibam Roy kita seret Bilal dari sini"!aku tetap tidak memperdulikan ucapan Bilal dan kesakitannya pokoknya aku harus menghentikan kepergian Bilal
aku menyuruh Irfan Roy dan Ibam untuk menyeret Bilal
Irfan Roy dan Ibam mendekati Bilal
Tapi sebelum mereka sampai ketempat Bilal mereka di tahan oleh security yang menjaga Bandara
"Kalian pembuat onar"!satpam tadi menahan Irfan Roy dan Ibam mereka tidak bisa berbuat apa_apa karena kekuatan satpam itu melebihi mereka
__ADS_1
"Terdengar suara peringatan keberangkatan ..."!
"Ayoo...kita berangkat "!itu suara bilal
"Sudahlah ayah mama jangan perdulikan mereka
Mereka semua berlalu
Aku berlari mengejar Bilal
"Tidaaaaaakkk ..Bilal jangan pergi aku mohon Bilal "!aku berhasil mensejajarkan langkahku
Bilal masih berjalan tanpa menoleh padaku
Karena tidak berhasil aku mencoba cara lain
"Aku mohon Bilall"!aku menjatuhkan diri di lantai dan memegang kaki Bilal
"Bilal aku sangat membutuhkan dirimu"!aku berbicara apa aja bahasa permohonan biar Bilal terenyuh
Bilal masih menyeret kakinya sehingga membuat terseret di lantai
Ada satpam yang mendekatiku dia berusaha melepas kan peganganku pada kakinya
"Jangan pak "!karena aku tak bisa melebihi kekuatan satpam tadi jadinya satpam tadi bisa melepas cekalanku pada Bilal
"Pak satpam "!
"Dia suamiku ,dia begitu tidak bertanggung jawab meninggalkanku sendiri"!aku mengatakan pada satpam tadi dan terpaksa berbohong dengan memasang wajah sedih
"Pak satpam melihat pada Bilal"!
"Tidak pak jangan percaya dia memang suka membual"!Bilal menyangkalnya dan dia ingin berlalu dari hadapanku
"OOhhhhh...nasib seorang istri yang teraniaya...tidak ada seorangpun yang membelaku "!aku menepuk _nepuk dadaku berlagak seperti orang yang sangat menderita sedangkan air mata tak perlu di ragukan lagi mengalir begitu deras
kan aku memang lagi sedih jadi aku dengan mudah mengeluarkan air mata dari pelupuk mataku
Sedang pak satpam tadi yang hendak menyeretku hanya bisa menatapku sedih
"Ini semua terjadi karena diriku yang berasal dari keluarga miskin"!
"Mereka mau memisahkan kami yang saling mencintai ini ...dengan mengajak wanita ular yang berbisa untuk menjadi pelakor"!
"Ohh....aku hanya bisa meratapi nasib sialku ini "!aku duduk di lantai meraung_raung berusaha meresapi sandiwaraku agar terlihat sungguhan ,semua orang menatapku kasian
sedang Bilal dan keluarganya....hanya menatapku sinis dengan bersidekap dan menggeleng_gelengkan kepalanya tidak menyangka aku bisa berbuat seaneh ini
"Ayooo....kita berangkat Bilal nanti kita ketinggalan pesawat kita"!ayah Bilal memperingati Bilal
"Tidakkkk....jangan Bilal ...jangan pergi hikkksss...hiksss..."! Tak ada yang memperdulikanku
Bilal berlalu dia pergi menjauh dari hadapanku aku ingin bangun dan berlari menghadangnya tapi aku sudah di hadang oleh beberapa security...membuatku hanya bisa menangis tak berdaya...
Kulihat punggung Bilal menjauh sampai tak terlihat dia tidak menoleh sekalipun untuk melihatku
"Hikkksss....Bilall...hiksss...Bilall .."!
"Kenapa...Bilal ......hikkkssss.."!
"Kenapa kamu melakukan ini semua padaku aku benar _benar tidak sanggup😭😭😭😭"!
"Ketuaaa...."!Ibam Irfan dan Roy memanggilku,mereka hanya diam tidak tahu harus bersikap bagaimana
"Aku menunduk melipat lututku dan menangis untuk menumpahkan kesedihanku"!
"Hikkkksss.....hiksss...."!
Hingga malam tiba
Aku terdiam sepertinya Air mataku sudah habis sehingga tidak bisa di keluarkan lagi padahal sesak itu masih ada
"Ayooo....ketua kita pulang..."!Ibam mengangkatku dan menuntunku untuk berjalan keluar dari bandara dari tadi kami sudah menjadi tontonan orang banyak dan security sudah dari tadi mengusir kami
Di mobil aku hanya diam...Ibam Roy dan Irfan tidak mengatakan apa_apa mereka hanya diam
Sampai di pintu gerbang rumahku aku turun Ibam juga ikut turun ingin membantu ku
"Kaliannn pulang aja...."!
"Tapi...ketua...."!Ibam sepertinya kekeh ingin mengantarku kedalam rumah
"Aku ngga' apa_apa..."!
Beneran ngga' apa_apa habis ini aku akan istirahat kokkk .."!
"Nanti aku hubungi..."!mereka mengangguk menyanggupi permintaanku
Aku masuk kedalam rumah berjalan sambil menunduk untung di Abi sama Umi ngga' ada di rumah mereka sedang menghadiri sebuah acara
Di dalam kamar aku langsung mencari hp ku aku akan menghubungi Bilal siapa tahu diangkat.....
Namun ternyata hp Bilal mati tidak aktif
"Aaarrrkkkk"!aku berteriak melempar hpku
Ini begitu menyebalkan
Sudah 1 minggu sejak kepergian Bilal berkali_kali aku menghubungi Bilal
namun no itu selalu tidak aktif
mungkin dia sudah mengganti no nya
Setiap hari yang aku lakukan hanya melamun dan menatap dunia luar dengan tatapan sedih
aku benar_benar tidak terbiasa tanpa Bilal sehari terasa begitu panjang
Dan sangat melelahkan
aku sudah tidak menangis lagi namun senyum ku seakan lenyap semua kebahagiaanku hilang
Karena senyum dan kebahagiaanku ada di tangan Bilal dia yang memintanya dia sendiri dan yang ingin menggenggam nya
Namun dia pergi menjauh meninggalkanku sendiri disini
Irfan,Ibam...dan Roy setiap hari mengunjungiku,namun mereka semua tidak mampu membuatku tersenyum aku hanya menatap kosong kearah mereka tanpa membalas ucapan mereka...
"Ketuaa...."!
"Kami harap ketua tidak menyiksa diri sendiri"!
"Lupakan dia ketua ...dia sudah tidak peduli pada kita ketua..."!Ibam menatapku iba.....mata Ibam berkaca_kaca seperti menahan tangis
"Aku diamm...tidak mengatakan apa_apa ........dan aku hanya bisa menunduk tidak berdaya
Kami tidak pernah bermain kerumah tongkrongan kami Ibam sudah menyerahkan kunci rumah itu pada keluarga Bilal.....
semuanya berubah sejak kepergian Bilal
kami hanya diam dan hanya sedikit yang kami bicarakan ...
__ADS_1
💔💔💔💔💔