
Waktu berlalu ,Bosku MUBARAK HADI masih bersikap dingin dia tidak pernah memanggilku keruangannya ,yang membuatku betah hanya kebaikan Mba' Mauli padaku,dia membimbingku dengan baik,banyak pelajaran yang aku dapat ,dan dia juga memuji hasil kerjaku sampai hari magangku berakhir.
Aku Sajad dan Ibam sudah lulus dan sudah di wisuda,Kak Hima sudah lulus setahun yang lalu dia sudah bekerja di sebuah perusahaan yang hampir menyamai kelas perusahaan Hadi,namun perusahaan Hadi di atas segala_galanya.
Tujuanku belum berubah masih sama walaupun sulit tapi aku terus berusaha sekarang aku lagi menungu surat panggilan dari kantor perusahaan Hadi, yaa..tentu saja aku melamar pekerjaan di sana ini semua karena tujuanku.
Dari hari kelulusanku sudah hampir 2 bulan aku menganggur,Ibam sudah mengeluarkan semua kalimat nasehatnya untukku ,agar aku melamar pekerjaan ke perusahaan lain,tapi aku masih kekeh dan menunggu surat panggilan dari perusahaan Hadi,Ibam tidak menaruh curiga ataupun menanyakan alasanku ,aku merasa percaya diri karena komunikasiku dengan mba' Mauli masih lancar dia sering mengabariku tentang keadaan di kantor ,dia bilang aku masih berpeluang untuk bekerja di sana karena masih ada tempat kosong di sana yang belum terisi ,dan selama ini Mba' Mauli juga sering merekomendasikan ku pada Bos tentang kinerja ku yang patut di perhitungkan.
Ibam dia...
Memulai dengan membangun usahanya sendiri disini ,padahal di desa usaha keluarganya sudah menunggu dia ,tapi dia memilih menetap, semua itu dia lakukan karena aku ,untuk menjagaku,padahal berulang kali sudah aku bilang ,bahwa aku disini sudah punya Sajad jadi dia tidak perlu menghawatirkan ku namun dia tetap kekeh dan mempertahankan keinginan nya,aku hanya bisa menghela nafas dan pasrah
Dan kabar tentang hubungannya dengan Kak Hima ,berjalan lancar ,Ibam membalas perasaan Kak Hima,tapi tetep mereka berdua tidak mau pacaran,kata mereka ,"Mereka mau mengejar karir dulu ,kalau sudah siap maka Ibam akan segera melamar kak Hima,aku jadi iri sama mereka yang slalu bisa bersama di saat mereka lagi senggang,tidak seperti aku ,Sajad sering juga sihh..ngajak aku keluar,tapi belakangan ini sepertinya dia lagi sibuk,bahkan malam minggu sampai tidak sempat mengunjungiku,apalagi saat ini aku pengangguran akut,jadi mempunyai banyak waktu untuk menganggu Sajad baik melaui chat atau telfon,Sajad menerima semua tingkahku dengan senyum.
Perasaanku tidak aku bahas lagi ,yang penting bagiku ,aku bisa mencapai tujuanku,Sajad tahu aku sangat terobsesi pada perusahaan keluarga Hadi,Sajad mengira aku kekeh tetap ingin bekerja di perusahaan Hadi karena ingin ilmu di sana,jadi dia tidak pernah mengungkit tentang tujuanku ,kalau kami bertemu dia hanya bertanya"Apa sudah ada panggilan?
Dan aku menjawab dengan lesu"Belummmm".
Pagi yang cerah semua orang menyambut sinar matahari dengan senyum,mereka menumbuhkan semangat dengan merenggangkan otot mereka,bersiap_siap untuk berangkat kerja.
Berbeda dengan diriku yang menyandang sebagai pengangguran aku bergerak lesu menuju meja makan yang sudah penuh dengan makanan yang sudah di siapkan oleh Bibiku.
"Aduhhh....lesu banget ponakan Bibi"Bibiku menyambutku dengan senyum
"Sini_sini duduk, kita makan,biar semangat menunggunya nambah"Bibi menyinggungku yang belakangan ini memang hanya sibuk degan pekerjaan yang bernama menunggu
"BIBIIII...."Aku mencebik manja mendengar Bibi yang sedang menggodaku
Aku duduk dan meletakkan kepalaku di meja
"Sudaahh...ayoo..makan yang banyak,biar ngga' lemes,dan tetap semangat oke.."!Bibi menepuk bahuku
"Bibi benaarrr...aku harus makan yang banyak biar lebih semangat untuk menunggu surat panggilan "Aku mengangkat wajahku dan menatap kedepan dengan wajah berbinar
"Yakiinn...tuhhh..bakal dapat surat pangilan?Kak Hima mencoba menggodaku
"AKU YAKIINNN.."
"Berapa persen....?Kak Hima masih belum berhenti menggodaku
"SERIBU PERSEN"Aku menjawab dengan semangat
"Seribu persen bakal ngga' terima"
"KAK HIMAAAA...."Aku berteriak
"Bukannya ngasih semangat malah ini seperti memotong semangatku"
" Semangat apa yang harus aku kasih ...SEMANGAT MENUNGGU"?
"NABILA...NABILA...Perusahaan yang bagus itu bukan cuma perusahaan Hadi saja disini banyak yang lebih bagus,yang tidak saya mengerti juga sebenarnya alasan kamu itu apa....iya kalau seumpamanya yang memimpin perusahaan itu tunangan kamu ,baru aku faham semangat kamu untuk bekerja di sana tapi ini...."Kak Hima berbicara panjang lebar
"Kakak masih ngga' ngerti tujuan kamu yang katanya ingin menimba ilmu dan mencari pengalaman disana"Kak Hima menatapku
"Kak Hima....."Aku merajuk
"Sudahlah...aku berangkat kerja dulu,apapun itu aku skan tatap mendukungmu kokkk..."Kak Hima bangun dari tempat duduknya menghampiriku dan merangkulku
"Makasihh...."Aku tersenyum pada Kak Hima,dan Kak Hima membalas senyumku
"Salam buat Ibam yaa...!Aku berbisik di telinga Kak Hima
"Apaan sih kamu"Kak Hima merona,aku tahu nanti dia ada janji sama Ibam,untuk sementara ini Kak Hima memutuskan untuk tidak memberitahu Bibi,jadi dia masih sembunyi_sembunyi kalau ingin bertemu Ibam
"Tadi Ibam sudah bilang..."
"Jangan keras_keras nanti ibu denger"Kami melihat kearah Bibi,dan kebetulan Bibi menatap kami
Kami berdua hanya bisa nyengir
"SEMANGAT KAK HIMA"Aku pura_pura berteriak memberi semangat
"Kamu ini"
"Awww"Aku meringis pelan Kak Hima mencubit pinggangku
Aku duduk sendiri mencari saluran TV yang bisa aku tonton ,tapi aku tidak menemukan sesuatu yang menarik yang bisa aku tonton
"ARRRRKKKK AKU BOSAAANNNN"Aku berteriak sendiri dalam hati
"Ting...tonggg..."Itu bunyi bel pintu
"ALHAMDULILLAH...akhirnya ada tamu ,semoga itu Sajad"Aku berteriak gembira dan langsung berdiri berjalan penuh gembira
"Yaa...."Terlihat seorang laki_laki pengantar surat.
"Dengan Sakina Nabila"Laki_laki pengantar itu menyebut namaku
"Yaaa...itu aku.."
"Ini ada kiriman silahkan tanda tangan disini"
Laki_laki pengantar surat itu menyerahkan pulpen dan kertas untuk di tanda tangani
"Terima kasih pakkkk..."Laki_laki pengantar surat itu langsung pergi setelah itu
"Surat apa...ya?Aku bicara sendiri
Aku membalik surat tersebut dan terlihat pengirimnya disini
"Deg ..deg...deg.."Jantungku langsung berpacu kencang melihat si pengirim surat itu,ini dari perusahaan Hadi
"Apa...ini surat panggilan atau apa...ya ..?Aku masih bicara sendiri
__ADS_1
Aku membukanya perlahan,sambil menahan jantungku yang seakan semakin kencang laju detakannya
Tertera disana sebuah tulisan yang menunjukkan bahwa aku di terima disana dan mulai besok di harap segera melaksanakan pekerjaan nya.
Aku membacanya berulang kali,karena tidak percaya akan ini
"OHHH...."Aku berseru
"ALHAMDULILLAH"
"ALHAMDULILLAH"Ada suara lain yang terdengar mengucap syukur,aku langsung menoleh kebelakang,dan aku langsung disuguhkan oleh senyuman laki_laki tampan,yang belakangan ini slalu menemaniku
Dia SAJADAH HADI,tunanganku.
"SAJADDDD.....AKU DITERIMA"Aku berteriak gembira sambil meloncat
Sajad ikut tersenyum dia menatapku penuh haru
"Alhamdulillah ...sekarang bukan pengangguran"
"Iaa...dongg.."Aku bicara dengan mengangkat daguku berlagak sombong
"Nanti pertama gajian ,aku yang harus bayar makanan kita"
"Makanan....emang siapa coba yang mau makan sama kamu!Sajad menggodaku
"Yaa...sudah kalau kamu ngga' mau,aku ngajak Ibam aja..."Aku bersedekap dan pura_pura cemberut
"Duuhh...gitu aja ngambek...kan cuma bercanda"Saja mengalah
"Eiitthh...tunggu dulu ,kayaknya ada yang ganjil"Aku berfikir
"Apa yaa.....?Aku tadi seperti ingin melakukan sesuatu pada Sajad kalau dia datang menemuiku
"Haahhhh....sekarang aku ingat"Sajad menatapku heran
"Aku kan lagi kesel sama kamu,yang belakangan ini ngabain semua telfon dan pesanku"Aku beredekap kesal
"Kamu sibuk ngapain sihh...?
"Udah bosen ya....sama aku"Aku masih merajuk
"He...he..he"Sajad tersenyum melihat tingkahku
"Maaf yaaa....putri pemaksa ku"
"Harus maklum donggg...aku lagi berusaha untuk masa depan kita,lagi sibuk ngumpulin urusan dunia,agar bisa membuat putri jutekku yang cantik ini bahagia selalu ..."Sajad berbicara panjang lebar
"Tapi ngasih kabar donggg...jangan menghilang"Aku masih mencebik kesal
"Oke...dehhhh...Sorry my putri pemaksaku"Sajad membujukku
"Baiklah lupakan itu semua"
"Sebagai ucapan selamat,dan untuk merayakan hari terakhir kamu jadi pengangguran sekarang kita makan yuuukk..."Sajad mengajakku keluar
"Sudahlah...putri... kamu bayar makanan kita nanti kalau sudah gajian,saat itu aku akan diam dan akan memesan makanan sebanyak_banyaknya sampai uang gajian kamu habis...."
"PUAAASS..."
"Ia....begitu juga boleh ..."
"Yukkk....kita keluar makan"
Kamipun keluar untuk makan...
Sajad begitu tulus padaku ,tapi dia belum bisa membuka hatiku yang sudah tertutup oleh satu nama ,dan nama itu yang sudah membuatku merasakan sakit hati
Aku tidak faham akan hatiku ,mengapa nama itu masih begitu gagah bertahta di hatiku,tidak ada yang mampu meruntuhkan kekuasaannya di hatiku,nama itu seakan sudah menyatu dengan hatiku.
Bahkan orang yang mempunyai nama itu terlihat begitu membuangku mencampakkanku
Namun semua perlakuan menyakitkan itu,tidak mampu merubah hatiku
Saat Sajad memandangku penuh cinta dan dihiasi dengan ketulusan,aku selalu merasa bersalah,sangat merasa bersalah,aku selalu mengucap maaf dalam hatiku untuk Sajad"Maaf....maaf...maaf"
Sudah sebulan ini aku bekerja di perusahaan Hadi yang di pimpin oleh Kakaknya Sajad, MUBARAK HADI
tidak ada sesuatu yang terjadi ,pak Bos yang merupakan calon kakak iparku tetap cuek dan menatapku dingin ,dia tidak menyapaku sama sekali.
aku ditempatkan untuk mendampingi Mba' Mauli,seperti pekerjaan yang aku lakukan waktu magang.
Sajad selain sibuk dengan urusannya dia juga masih sempat menjemput dan mengantarku pulang,namun seperti ada yang berbeda dia seperti menyimpan sesuatu dari ku ,aku ingin bertanya namun aku ragu,lebih baik menunggu dia bicara sendiri aja.
Hari ini kami makan bersama di restoran ,setelah selesai makan Sajad tiba_tiba berbicara
"Putri aku harus pergi"Sajad menatapku sendu
"Pergi....?Aku menatapnya penuh tanya
"Iaa....Orang tuaku menawariku untuk mengambil S2 di luar negri,mereka bilang akan mendukung keinginanku"Sajad berbicara dengan halus,dia seperti ingin memangis
"Lalu kamu mau,atau masih ragu?
"Aku tidak ragu ,hanya______"Sajad berhenti dia menatapku
"HANYA..."Aku mengulang ucapannya
"Hanya aku ragu untuk meninggalkanmu"
"Haaaahh"Aku menghembuskan nafasku
"Kenapa sih semua orang seakan tidak percaya kalau aku bisa melindungi diriku sendiri,ini terlihat seperti aku menghambat keinginan kamu Sajad"Aku mengeluh dengan tingkah Sajad,yang terlalu menghawatirkanku
__ADS_1
"Aku tidak meragukan kemandirianmu Putri ,Cuma_____"Sajad berhenti lagi
"Cuma Apa?Aku bertanya agak melotot pada Sajad
"Cuma aku takut kamu di ambil orang,kamukan belum sepenuhnya memberikan hatimu padaku"
"Haa...ha.....ha....kamu ini"Aku pura_pura tergelak,sebenarnya aku juga tidak yakin pada diriku sendiri,dari pertama bertemu Sajad,aku memang sudah memanfaatkannya.
"Ada_ada aja kamu Sajad,aku tidak mungkin melakukan itu,kamu harus yakin padaku oke"!Aku berusaha meyakinkan Sajad
"Sajad...jujur kamu sudah menempati tempat yang istimewa di hatiku,kamu harus yakin itu"
"Tapi belum mampu menggeser nama itu bukan?Sajad menatapku
"Sajad......😔"Aku langsung menunduk lesu,aku memang selalu begini jika diingatkan akan ketidak mampuanku untuk melupakan Dia,aku benci ini semua
"Ohhh....maaf Putri "Sajad menatapku penuh penyesalan
"Maaf...sungguh aku sedang dalam keadaan labil,aku sedang bingung dan bimbang ,aku takut akan rindu yang akan melandaku jika aku jauh dari kamu
"Aku mohon....jangan menangiss"Sajad ikut menunduk mengikuti kepalaku,dia membelai kepalaku dengan tangannya ,berusaha meredam tangisku yang sudah terisak
"Sebaiknya kita jangan membahas itu lagi,aku benci jika mengingat hal itu"
"Sungguh Sajad ,setiap harinya aku slalu berusaha menyingkirkan nama itu,sungguh aku tidak bohong"Aku memberi tatapan penuh penyesalan padanya
"Duhhh...sudah cup...cup..cup"
"Aku ngga' marah kok ...,sudah kubilang tadi aku lagi meloww"
"Maaf ya....🙅"Sajad memegang kedua telinganya kebiasaan dia kalau minta maaf padaku
"Heee...."Aku terkekeh melihat tingkah Sajad
"Alhamdulillah akhirnya kamu senyum"Sajad bernafas lega
"Pergilah Sajad,turuti keinginan orang tuamu,jangan berfikiran buruk pada mereka,yakinlah tidak ada orang tua yang akan mendorong anaknya sendiri kejurang"
"Capailah keinginan mu ,jadilah Arsitek yang cerdas dan mampu membangun gaya bangunan yang bagus oke👌"
"OKE ...TUNANGANKU"Sajad tersenyum sumringah,aku membalasnya dengan ceria
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Hari ini aku ada di Bandara mengantar kepergian Sajad ,tidak ada drama kesedihan yang terjadi seperti kepergian dia dulu,maksudku Bilal.
Hanya Sajad terlihat begitu berat meninggalkanku,Sajad menggenggam tanganku
"Apa aku ngga' dapat pelukan"?
"Aku akan pergi jauh lho"!Sajad merajuk
"Ini pelukan"Aku mengangkat tangan Sajad dan mengaitkan jari_jari kami
"Ini sudah melebihi batas,kalau kamu minta lebih,aku bisa_bisa mengeluarkan jurus andalanku,mau kamu"?Aku menatap sinis dan mengancam Sajad yang mendadak seperti anak kecil yang akan di tinggal ibunya,padahalkan dia yang pergi.
"Kamu manisss..dehhh..."Sajad mengusap kepalaku
"Maniss...aku kan marah_marah,kok malah di bilang manis"Aku menatap Sajad heran
"Apapun yang kamu perbuat kamu selalu terlihat maniss.."Sajad merayuku
"Kamu ihhh...bisa aja bikin cewek klepek_klepek"Aku mencubit lengan Sajad
"Aww..."Sajad berteriak melebih_lebihkan,membuat semua orang menatap kami
"Kaliann..ini,masih aja bercanda,tuhhh....denger udah ada panggilan buat penumpang"Mama Sajad yang waktu itu bergandengan dengan papanya memperingati kami
"Ia....ma sebentar lagi"Sajad bicara sambil nyengir,aku hanya ikut tersenyum salah tingkah
"Kamu baik_baik ya...dan slalu rindukan aku"Aku tersenyum mendengar ucapan Sajad yang terlihat seperti agak memaksa
"Ya...ya....kamu jangan hawatir aku pasti akan merindukan Sajad yang sangat perhatian padaku dan slalu melindungiku"
"PUAS KAMU"?
"Ia..aku puas"Sajad menganguk lucu
Kedua orang tuanya Mama dan juga papanya menatap kami penuh haru,sedang kakak Sajad terlihat memasang wajah mencibir,dia kesini bukan untuk mengantar Sajad ,namun dia juga ikut kenegara yang sama dengan Sajad,dia disana mengurus urusan Bisnisnya,dan jadilah dia disini ikut menyaksikan keadaan Sajad yang melow karena harus berpisah denganku
💛💛💛💛💛
Setelah mengantar kepergian Sajad Aku dan juga papa dan mamanya Sajad pulang,kami pulang dengan satu mobil ,dan jadilah sekarang ini aku duduk di kursi penumpang bersama mamanya Sajad sedang Papanya Sajad yang menyetir
"Kalau ada perlu apa_apa jangan sungkan ya...ngubungin mama"Mama Sajad menggenggam tanganku sambil berbicara
"Ya..Ma..."Aku mengangguk patuh
"Kamu jangan peduliin kakaknya Sajad yang jutek "
"Hubungan mereka memang kurang baik,biasa sesama saudara,kalau bertemu bukannya pelukan malah saling melotot,tapi mereka saling sayang kok"!Mama Sajad menjelaskan panjang lebar,Aku hanya bisa mengangguk patuh,Mamanya Sajad sangat lembut dia terlihat sangat menyayangi kedua orang anaknya itu .
__ADS_1