
Keesokan harinya aku sudah bersiap dengan kegiatanku untuk kuliah, sesampainya di kampus aku langsung menuju ke ruang kelasku,dalam perjalanan aku melihat segerombolan siswa yang sepertinya populer disini karena para siswi menatap mereka seakan ingin di lahap habis,tapi.... tunggu dulu bukankah siswa yang sangat populer disini ,si Hadi itu ya....apa mungkin itu dia.?
Mereka semakin mendekat kearah ku dan ya...benar itu dia"!
Lama tak terlihat dia nampak lebih tampan , dengan perpaduan auranya yang membuat semua perempuan berteriak histeris
Dan juga dia terlihat bahagia ternyata aku memang tidak berarti apa_apa aku belum bisa mempengaruhi hidupnya.
Aku menatap mereka sinis,seminggu ini aku selalu berkeliling mencari dia tapi dengan santainya dia sekarang berjalan dengan sok ..".banyak gaya"
"Menyebalkan...ahhh....aku benci jika aku gagal,aku benar_benar gagal membuatnya tertarik padaku.
"Ahhh..sudahlah"Aku berteriak dalam hati
Saat ini aku ingin melupakan sejenak tentang tujuanku untuk mendekati dia ,aku ingin menenangkan otak dan juga fikiranku ,"mmmmm ....bangku Taman kampus kayaknya tempat yang tepat,aku berbelok arah dan menuju ke Taman kampus
Memang terlihat aku seperti menghindari mereka ,tapi tidak apalah ,aku toh memang tidak tertarik sama sekali pada mereka ,aku berusaha mendekati Sajad ,yaa...karena dia memang dari keluarga Hadi ,biar saja aku dibilang sombong ,aku ngga' peduli
"Hufftt.....hahhhhh"Aku menghembuskan nafas berusaha menenangkan fikiranku yang lagi kacau balau
bangku Taman kampus merupakan tempat favoritku disini begitu nyaman udaranya terasa menyegarkan dan menyejuk kan,aku sering kesini saat ingin menyendiri dan berusaha menenangkan diri
Kukeluarkan hand ponsel ku dan mulai mendengarkan lagu yang aku suka melalui head set, lagu yang mampu membuat fikiranku terasa ringan.
"Mhhmmmmmm .....hemmmm"!Aku bersenandung mengikuti lagu yang ku putar dengan memejamkan mataku dan bersender nyaman di senderan kursi Taman
"sejenak berusaha melupakan penat yang terasa,berusaha meringankan beban hidup yang terasa begitu berat"
Terasa ada seseorang yang duduk di sebelahku ,aku masih diamberusaha tidak peduli ,paling siswa kampus ini....
Namun tiba_tiba dia merampas alat pendengar head set yang sebelah kiri telingaku ,sekerika aku langsung membuka mataku dan menoleh kearah kiri
Aku melongo menatap orang yang ada di depanku ,terlihat sebuah senyuman
"Kamu"!Hanya itu yang mampu aku ucapkan pada orang di sebelahku,orang yang ingin aku dekati karena tujuan tertentu orang yang selama seminggu ini menghilang
dia Sajadah Hadi.
"Mau apa kamu"Aku berbicara dengan sinis,dan head set yang tadi dia ambil dari telingaku dia taruh di telingannya aku masih belum menyadari itu
"Aku hanya ingin tahu lagu apa yang mampu membuatmu tersenyum begitu manis seperti tadi"!
"Apaaa..."Mataku langsung tertuju kearah head set tadi dan menyadari sesuatu
Aku langsung menarik paksa head set di telinganya dan mengambilnya kemudian mematikan lagu dan melepas head set satunya yang ada di telinga kananku
"ini sungguh menyebalkan"Aku menggerutu dalam hati
"Lagu dan suara siapa itu?Aku terlambat ternyata dia sudah mendengarnya
"Bukan urusan kamu"!Aku masih memberinya tatapan sinis
"Jadi.... mode jutek nya kembali nihhh..."Dia menyindirku ,sebenarnya aku tidak bermaksud bersikap jutek padanya , hanya saja aku tidak ingin ada orang yang tahu tentang kebiasaanku yang satu ini,yaitu mendengarkan suara orang yang dulu menganggapku begitu penting dalam hidup nya namun sekarang aku sudah tidak di anggap
Dulu waktu lomba menyanyi di KPSD kami sengaja merekam suara kami semua buat kenang_kenangan karena kami melakukan itu semua untuk pertama kalinya dan kami simpan di ponsel kami masing_masing ,dan tak kusangka saat aku mendengarkan suara Bilal ,ternyata mampu membuat aku tenang,aku menyadari ini saat aku pertama kali masuk kuliah dan sedang merasa resah karena merindukan dia,suara Bilal mampu menenangkanku bahkan saat aku merasa traumaku ingin kambuh aku mampu meredamnya dengan mendengarkan suara Bilal.
"Heii...hei...."
"SAKINA NABILA"Sebuah teriakan membuatku tersentak dari lamunanku,aku menatap sinis pada Sajad orang yang sudah berteriak tadi
"Sebenarnya apa yang ada di fikiranmu Sakina Nabila"?Sajad menatapku penuh selidik
"Apa maksud kamu "!Aku menatapnya tidak mengerti
"Dan aku tidak suka kamu tersenyum begitu manis hanya karena mendengar suara yang ada di ponsel mu itu"Aku tersentak kaget mendengar ucapan Sajad,dan aku tidak menyangka dia menyadari pengaruh dari suara yang aku dengarkan tadi,aku yakin dia sudah lama disini dan mungkin memperhatikanku
"A__a__apa maksud kamu "Aku menjawabnya salah tingkah
"Maksudku hanya_____
"Aku ingin menjadi alasan adanya senyum di wajahmu itu"Dia menatapku dengan teduh
"Hah..hahh.."aku tertawa makin salah tingkah
"Sepertinya kamu lapar buktinya kamu tadi teriak_teriak ngga' jelas,sebaiknya kita makan dulu,biar aku yang traktir"Aku berdiri dan mengajaknya makan aku berusaha menyembunyikan rasa gelisahku ,aku tidak ingin dia mengetahui tentang masa laluku,aku takut dia malah tidak mau dekat lagi denganku
"Aku serius dengan perkataanku,"Sajad tidak bergeming dari duduknya dia menatapku dengan wajah serius
"Aku suka pada Sakina Nabila" Aku tersentak kaget,aku ngga' nyangka bisa secepat ini berhasil membuatnya tertarik padaku ,ternyata aku salah menduga tadi
Tapi aku masih meragukan ucapannya,buktinya dia menghilang selama seminggu membuat aku berfikir macam_macam
"Kamu__menghilang selama seminggu dan sekarang kamu mau menjadi alasan adanya senyuman di wajahku,.
"Dan ungkapanmu itu ,
Astagfirloh ngga' ada romantisnya ......sama sekali"!Aku bersedekap menatap dia sinis
"Malahan kamu sudah menjadi alasan adanya rasa kesal dan cemberut yang menghiasi wajah cantikku ini" Aku memutari wajahku dengan telunjukku menunjukkan padanya betapa aku sangat kesal pada nya karena sudah menghilang selama seminggu padahal aku merasa sudah berhasil mendekatinya.
"Sorry putri pemaksa "Dia memberiku tatapan penyesalan
"Apa itu panggilannya putri pemaksa ,bukannya tadi kamu yang terlihat memaksa"?Aku masih berdebat
__ADS_1
"Tapi tidak se agresif kamu ,aku memaksa tapi tetap mengedepankan kenyamanan dari orang yang saya paksa"
"Hehh...pinter kamu ya....kalau dalam hal mengelak"
"Emang aku pintar dan jenius juga"
"Sombong ..."
"Ehhh....bukan sombong itu namanya tapi aku berbicara fakta"
"Terserah...."!Aku melengos kesal
"Aku lapar aku mau ke kantin dan makan"Aku langsung melangkah pergi meninggalkan Sajad,sambil tersenyum ,saya kira kejadian tadi sudah menandakan bahwa aku sudah dekat dengan dia ,rasa percaya diriku mulai naik kembali,dan rasa percaya diri ini akan bertambah kuat jika Sajad sekarang ini mengikutiku
"Heiii.....putri pemaksa tunggu"Sudah kuduga ,aku tersenyum penuh kemenangan, tapi aku tidak menoleh pura_pura tidak perduli
"Tawaran traktiran masih berlaku ngga' ?
"Masihh....."Aku menjawab tanpa melihat kearahnya dan berbicara dengan berteriak
"Siapa yang duluan sampai ke kantin maka dia akan dapat traktiran"!Aku berbicara keras dan tegas agar Sajad langsung mengerti maksudku.
"Gimana__setuju"Aku menoleh dan menatap dia menunggu persetujuan
"SETUJUUUU_____"Dia menjawab seperti itu namun dia tiba_tiba lari tanpa aba _aba terlebih dahulu
"Hehhhh.....ngga' boleh curanggg..."!Aku berteriak dan langsung lari mengikutinya.
Sajad agak jauh jaraknya dariku,aku tetap berusaha mengejarnya,walau aku cewek tapi aku pantang menyerah,aku harus bisa mengalahkan pria itu.
"DASAR SAJAD CURAAAAANG"Aku berlari sambil berteriak
"Hufftt.....hufft ...."Suara deru nafasku ,aku sudah ada di depan kantin sedang dia si Sajad sudah duduk manis sambil tersenyum melihat kearahku
" curang kamu "Aku duduk dikursi yang ada di depannya
"Sepertinya hanya kecurangan yang mampu menaklukkan gadis sepertimu ,jadi mulai sekarang aku akan melakukan apapun demi untuk mendapatkanmu"Sajad menatapku penuh selidik,dia seakan ingin memindai otakku dan melihat apa isi dari otakku
"Kenapa kamu berkata seperti itu ,bukannya kita sudah dekat bahkan aku,yang terlebih dahulu mendekatimu"Aku menatapnya penasaran
"Hemmm..."Sajad tersenyum
"Aku tidak tahu apa alasan perubahan sikapmu padaku,tapi satu hal yang saya tahu....hatimu sudah ada yang memiliki..."!Aku tercengang mendengar ucapannya
"Aku benarkan..."?Aku hanya diam tanpa mau menjawabnya
"Diam berarti iya...."!Sajad menunduk seperti menahan sesuatu ....bolehkah aku katakan bahwa dia terlihat cemburu."wooww ...!Aku harap aku berhasil menggaetnya
"Aku ingin jadi pemilik hatimu"!Sajad bicara dengan halus sambil menatapku dengan tatapan serius
"Jangan bilang kalau kamu ,mempunyai perasaan lebih padaku"
"Ayoolahh....kita ini baru kenal,bahkan baru seminggu yang lalu aku mengetahui nama kamu"Aku mendorong bahunya ,berusaha membuyarkan keseriusannya
"Tapi aku sudah lama tahu kamu .."
"Hahhh"Aku menganga mendengar ucapannya
"Tahu dari lama ..sejak kapan emang?
"Pertama kali kamu masuk ke kampus ini,saat hendak mendaftar"Sajad tersenyum ,aku makin salah tingkah
"Aku lihat semua yang kamu lakukan saat menolong gadis itu."
"Gadis yang ingin memperpanjang beasiswanya ,kamu menolong gadis itu ,berlari kesana kemari ,padahal kamu tidak mengenal gadis itu,dan urusan pendaftaranmu belum selesai kamu malah lebih dulu menolong gadis tersebut"Sajad bercerita panjang lebar,jadi dia melihat semua itu,berarti dia tahu semua kebohonganku
"Jadi kamu tahu semua kebohonganku,tentang beasiswa itu"?
"He..eh"Dia mengangguk
"Lalu kenapa kamu hanya diam"
"Saat itu kan aku sudah mengeluarkan seluruh tenaga dan kemampuanku ,berusaha memasang wajah sesedih mungkin ."
"Niat menipu ,tapi malah aku yang tertipu"Aku memasang wajah cemberut
"Setelah melihatmu pertama kali,seterusnya aku terus memperhatikanmu,hingga saat aku melihatmu mengaca di mobilku,sebenarnya aku terkejut saat melihatmu waktu itu,aku tersenyum sendiri melihat tingkahmu,lalu aku memberanikan diri membuka kaca mobilku,sebenarnya aku hanya ingin menyapamu dan berkenalan namun aku gugup dan itu membuatku diam dan hanya bisa menatapmu tanpa bisa berkata apa_apa, tiba_tiba kamu malah pergi,aku berusaha mengejarmu namun sudah terlambat kamu berlalu tanpa memperdulikanku ,yaa....walaupun aku sudah tahu nama kamu dari surat pendaftaran mu waktu itu,tapi aku ingin lebih dekat dengan kamu,tapi kamu malah menolakku,dan seterusnya hingga aku melihatmu memainkan bola basket,akupun mendekatimu ,berusaha berbicara padamu,tapi aku malah di kejutkan oleh perubahan sikapmu padaku,hingga pembicaraan kita di mobil,aku tahu dan sadar kamu mempunyai tujuan tertentu dan itu berhubungan dengan keluargaku iyaaa...kan?Sajad bercerita panjang lebar dan tidak aku sangka sama sekali semua ucapannya yang menebak tentang tujuanku
Aku hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Sajad
"Aku tahu kamu tidak akan berbicara jujur tentang tujuanmu mendekatiku,aku tidak akan memaksamu untuk berbicara jujur"!
"Tapi satu hal ,ijinkan aku untuk mendekatimu"!Dia masih memberiku tatapan matanya yang nampak serius.
"Aku ijinkan...."Aku langsung mengulurkan tanganku memberinya persetujuan untuk mendekatiku,jadi....aku tidak perlu susah_susah untuk mendekatinya,dia akan berusaha sendiri untuk mendekatiku
"Cepet amat jawabnya,apa ngga' mau di pikirin dulu gitu"
" Cepet jawabnya salah ,lama jawabnya salah juga ,Dasar cowok" Aku menggerutu di depannya
"Sorry ......ngga' nyangka aja ,kamu menjawabku secepat itu"Dia memberiku cengiran
"Kalau ngga' mau ya______
"Tidak_tidak aku mau " Belum selesai aku bicara ,_Sajad menyambut tanganku dan menggenggamnya
__ADS_1
Sajad mengguncang_guncangkan tanganku,tersenyum sumringah
"Jadi kamu diam_diam ngikutin aku ,kayak stalker gitu"
"Ya....terserah kamu mau menganggapku apa"
"Yang penting sekarang kamu harus lebih serius ,dan lebih berusaha keras untuk mengubah hatimu "
"Ohh ....jadi aku harus mengubah hatiku,
"Kira_kira dirubah jadi berbentuk apa ,apa berbentuk bunga...gitu"Aku berusaha melucu menghindari pembicaraan yang lebih serius,karena untuk saat ini aku belum siap
"Garing dan ngga' lucu tahu"!Sajad paham akan tujuanku dia menatapku kesal
"Sudah yuk....kita pesen makanan"!Terlihat Sajad mengangguk
"Masa berlaku traktiran masih ada kannn...."!
"Tentu........"
"Pesenlah apa yang kamu suka ,aku yang traktir"Aku berlagak seperti seorang Bos
Kamipun mengobrol pada hal_hal yang ringan ,ngga' nyangka dia asyik juga diajak ngobrol,sifatnya agak mirip dengan Ibam,selalu mengalah dengan apa yang aku mau ,tapi tetap tegas jika menyangkut tentang yang terbaik untukku.
Sesuai janji kami tadi Sajad akan mengantarku pulang ,untuk menjalankan misi pendekatan dirinya denganku,dalam hati kecilku aku berharap dia mampu untuk mengubah hatiku,yaa....walau dia dari keluarga Hadi tapi aku akan tetap menerimanya jika dia mampu untuk mengubah hatiku yang masih terpaut pada satu nama,namun tujuanku tetap sama ,aku ingin dekat dengan keluarga Hadi dan menyelidiki dengan baik tentang Mubarak Hadi yang sudah menjadi mimpi burukku selama ini.
Aku sedang menunggu Sajad di depan Area kampus tadi aku sudah menghubunginya dan mengatakan bahwa aku menunggunya du depan kampus,aku sedang menunduk sibuk dengan ponselku
"Ketuaa..."Aku tersentak kaget ,itu suara Ibam,aku tidak mau Ibam bertemu dengan Sajad ,aku belum siap ,dan aku juga belum tahu harus mengatakan apa tentang kedekatanku dengan Sajad.
Ibam tersenyum padaku
"Yuk pulang ...."Ibam mengajakku
"Emm..anu tapi .."Aku tergagap
"Ohh...nunggu Hima ya..?Ibam berusaha menebak
"Ibam ..sebenarnya ehh....,aku udah janjian sama temen..."
"Temennn..."Ibam mengernyitkan dahinya heran ,dia tahu kalau selama ini memang aku tidak pernah dan tidak mau dekat dengan orang lain,bisa dibilang semenjak ditinggal Bilal aku berubah menjadi sosok yang pendiam dan sulit untuk akrab dengan orang lain,jadi selama ini orang yang paling dekat denganku hanya Kak Hima dan tentunya Ibam juga.
"Waaahh...sudah punya temen nihhh..."
"Aku merasa tersingkirkan"
"He...he...he..."Kami sama_sama tersenyum geli,karena kami sama_sama tahu kalau Ibam cuma bercanda ,kalau memang benar aku bisa mulai memiliki teman maka Ibam adalah orang pertama yang akan bahagia .
"Kami sedang ada tugas kerja sama perintah dari Dosen,jadi kami sekarang ingin memcari buku bahan referensi buat tugas itu"Maaf Ibam aku terpaksa membohongimu
"Biar aku anter..."Ibam masih kekeh
"Ohh...terima kasih ,kebetulan dia juga bawa mobil,lagi pula ini takut lama,ngga'enak sama kamu,aku...sih..mau aja ngerepotin kamu ,tapi aku takut temanku merasa sungkan"
"Hehhh....iya kamu benar...ya sudah aku pulang dulu ,belajar yang giat ,biar kita bisa segera menyelesaikan pendidikan kita dan bisa berkumpul lagi seperti dulu"
"Aamienn..semoga segera tercapai.."
"Nanti aku nelpon ya"Ibam menggunakan tangannya membentuk seperti telfon dan mendekatkannya ke telinga nya
"Oke ..."Aku mengacungkan jempolku tersenyum berusaha menutupi rasa gugupku takut ketahuan kalau sedang bohong
"Aku pulang dulu"Ibam menaiki mobilnya dan tak lama mobilnya sudah menghilang dari pandanganku
"Maaf Ibammm..."Aku bergumam semdiri
"Rupanya Tuan putri sudah menunggu sang pangeran dengan tidak sabar"Sajad langsung nyerocos ,aku menatapnya malas, dia masih berada di dalam mobilnya
Aku langsung menghampirinya dan membuka pintu mobil yang ada di belakang ingin memasuki mobilnya
"Tuan putri yang terhormat ,kenapa tidak di depan "Aku menghentikan gerakan tanganku yang ingin membuka pintu mobil
"Aku sih mau aja jadi sopirnya tuan putri ,tapi aku juga ingin jadi pangerannya Tuan putri,ini tetmasuk dalam misi pendekatan lho,kan tadi sudah dikasih ijin untuk mendekati"
"Oke...oke...aku duduk di depan"Aku mengalah dan dengan terpaksa duduk di kursi depan
Dia tersenyum cengengesan,kemudian dia langsung melajukan mobilnya ...
"Kita....mau kemana nihh..."?Sajad bertanya
"Kita pulang Sajad"!
"Tapi aku pengen jalan_jalan sama kamu,hari ini kan malam minggu,dan bisa di bilang kencan juga.."
"Berita yang kudengar.... katanya kamu itu,dingin ,tak tersentuh jarang senyum,dan cuek sama perempuan,kokk...aku sama sekali tidak melihat itu semua. ....."
"Bahkan saat kita baru pertama kali ketemu kamu udah genit dan cengengesan ngga' karuan di depan aku"
"Huffttmmm"Sajad menghembuskan nafasnya
"Tuan putriku yang sangat menawan,kamu itu udah menawan hatiku saat kita pertama bertemu,jadi kamu ngga' usah heran gitu,dan kamu harusnya bangga ,karena hanya kepadamu aku melakukan ini semua ....."Sajad memberiku senyum dan terlihat wajahnya yang sedang serius,aku hanya terdiam mendengar semua ucapan nya ,aku tidak bisa berkata apa_apa lagi,Aku melihat tatapan memuja itu sama seperti tatapan pemujaan Bilal padaku
Aku berharap Sajad mampu mengubah hatiku,sebab aku ingin sekali mengubah hatiku,saat aku merindukan Bilal terasa begitu menyakitkan,karena aku merasa merindukan seseorang yang sudah ada yang memilikinya.
__ADS_1