
Janji tak tertepati
Keesokan harinya sesuai janjiku tadi
malam
aku berdiri di balkon menunggu Bilal lewat di depan rumahku
Waktu terus berjalan aku sedari tadi berdiri lalu duduk lagi tapi kok Bilal ngga' lewat_lewat ya...
Aku di balkon mulai dari jam setengah 6 selesai melaksanakan solat subuh
sampai jam 7 pagi bilal belum terlihat
Juga
"Aku telfon aja..ah biar aku omelin dia dasar bikin aku dongkol"!aku menggerutu sendiri
"Tutt..tut...tut.."!Hingga suara tadi berhenti Bilal tidak mengangkatnya
Aku pun mencobanya sampai 5 kali ngga' ada satupun yang di jawab
"Tok...tok...tok..."!terdengar suara ketokan pintu
"Ayo sarapan nak"!Itu suara umi yang mengajakku sarapan
"Ia...umi aku segera turun"!
Aku turun kebawah menuju meja makan
Disana udah ada Abi dan umi
Kami mulai sarapan bersamanya kami masing_masing sedang fokus ke makanan kami sehingga tidak ada yang bicara
"Aku makan di kamar ya umi Abi"!
"Lho kenapa .?umi berusaha menghentikan
"Aku ingin menikmati udara pagi ini"!aku meraih piringku dan membawanya keatas
Aku menuju balkon dan duduk di atas ayunan
"Bilal mana sih....bikin hawatir aja ngga' biasanya dia ingkar begini"!aku menggerutu sendiri
Makanan yang aku bawa tadi udah terasa hambar di mulutku
Aku mencoba menghubunginya lagi tapi ngga' di angkat sama sekali
"Aku mencoba bersabar ya mungkin Bilal lagi sibuk ..
Hingga malam menjelang dan aku berniat ingin tidur tapi mataku tidak bisa terlelap fikiran ku tertuju pada Bilal
Aku ingin menghubungi Ibam dan bertanya padanya ,tapi aku tidak bisa bersabar lagi
Aku memutuskan untuk pergi kerumah tongkrongan kami
Aku berjalan pelan_pelan mengendap_ngendap persis maling sih tapi apa boleh buat minta izin ngga' bakal di izinin belum terlalu malam masih 8.30
"Yappp....aku berhasil keluar"!
"Alhamdulillah..."!
Sampai di luar aku berjalan agak di percepat ingin segera sampai aku memutuskan berjalan kaki ngga'mungkin juga aku pake' sepeda motor nanti malah ketauan lagi
"Hahh....Alhamdulillah udah nyampe' ..."!
"Tapi kok sepi sih....."!
Saat kuputar pegangan pintunya terkunci
Lalu aku coba untuk mengetoknya mungkin mereka lagi nyantai tanpa melakukan apa_apa
"Tok...tokk...tok..."Sampai kesekian kalinya masih tidak ada respon
Karena udah capek aku memutuskan untuk menghubungi Ibam...
Sampai 3 panggilan dia tidak mengangkatnya
"Sebenarnya mereka kemana sih"?Aku menggerutu sendiri
Lalu aku mencoba menghubungi Roy
Roy ngga' menjawab aku menghubungi Irfan tapi tak ada satupun dari mereka yang mengangkatnya
Sampai terdengar bunyi...yang menandakan kematian untuk hp ku yang dari tadi aku ngga' biarkan istirahat
"Yah...yah...yah...kenapa mati sih..?Aku menggerutu menggoyang_goyangkan ponselku
"Karena aku sudah capek"Aku menjawab mewakili hp ku,jadi agak stres tingkahku.
"Sebenarnya mereka semua kemana sih aku kan hawatir"!
aku menggerutu untuk kesekian kalinya
Aku menyenderkan pungungku kesandaran kursi yang ada di teras berusaha menghalau rasa pegal dan capek yang melanda
"Hahh......."Aku menghela nafasku untuk kesekian kalinya...
Lalu apa yang harus aku lakukan selanjutnya haruskah aku kerumah Bilal
"Engga' engga' aku ngga' mau mengusik tante Raisya....dia selalu memberiku tatapan tajam terlihat jelas dia begitu membeciku
Sebaiknya aku pulang dan besok pagi_pagi sekali aku akan kesini
Aku yakin mereka pasti bakalan kesini besok
Akupun pulang menggunakan cara seperti tadi yang aku lakukan waktu keluar rumah untung Abi dan Umi ngga' bangun
Aku berusaha untuk tidur ,aku harus bisa besok aku harus bangun pagi
Akhirnya aku tertidur kira_kira jam 11
Esok paginya aku
Masih pagi sekali malah matahari belum menampakkan batang hidungnya
Aku menuju kekamar Abi dan umi untuk meminta izin agar bisa keluar rumah
"Kina...masih 2 hari lagi ,kamu ngga' sabaran ya...?Ayah memberi protes aku duduk di sofa kamar Abi sama umi
Abi mendekatiku ikut duduk di sampingku sedang umi mungkin sudah ada di dapur repot dengan masakannya
"Abi kina mohon...."
"Biarin kina keluar ...ya...ya....!
"Kina janji bakalan pulang
ngga' nginep seperti biasa.."!
"Oke Abi...."Aku menegakkan badanku dan memandang Abi penuh harap
"Baikkk....janji ya bakalan pulang"!
__ADS_1
"Siap bos....."!Akupun berdiri berjalan hendak keluar kamar
"Sarapan dulu kina ...."!Abi menghentikanku
"Tapi Abi......."!
"Itu termasuk syarat untuk bisa keluar rumah"!
"Saya bungkus deh ya Abi....nanti kina sarapan sama temen_temen"!
"Kina....kamu kira rumah ini warteg apa pake' di bungkus"!
"Ayolah....Abi..."!
"Ya....ya ...kina mohon..."!
"Astagfirloh ya...udah deh Abi nyerah terserah kamu pokok nya kamu sarapan "!
"Terimakasih Abi..."!
Akupun menuju ke dapur dan meminta umi untuk membungkuskan aku makanan
Terjadi perdebatan seperti yang terjadi saat aku minta ijin sama Abi
Tapi umi langsung diam ketika aku bilang sudah dapat ijin dari Abi
Maklum Umi kan istri yang penurut...
Semoga nanti kalau aku nikah sama Bilal dia bisa mempunyai sikap seperti Abi maka otomatis aku akan bersikap seperti umi..
"Beautiful dream"!
Tapi untuk saat ini aku harus segera kerumah tongkrongan kami ,aku benar_benar merasa hawatir dari kemarin ,ngga' biasanya Bilal tidak menepati janjinya
Selama ini aku slalu menjadi prioritas utamanya dia tidak mungkin sampai tidak mengangkat telfonku apalagi kami tidak dalam keadaan bertengkar ....
Aku keluar dan langsung mengendarai sepeda motorku
"Abi membiarkan kina keluar,Umi yakin dia pasti mencari Bilal nya itu"!
Umi agak sewot
"Umi ngga' suka Bilal"?
"Bukan ngga' suka ,tapi Umi takut kina bakalan sedih ...."!
"Kita ikutin jalannya aja umi ,kalau mereka jodoh pasti mereka bakal bersatu ,untuk sekarang kita hanya perlu konsen sama pendidikannya kina..."!Abi menjelaskan panjang lebar
Sementara itu sakina Nabila yang di bicarakan tadi sudah ada di depan rumah Bilal yang mereka jadikan tempat tongkrongan
Di rumah itu masih sepi..."!
Tak lama terdengar deru motor...
"Alhamdulillah itu Ibammm..."!
Aku begitu sumringah melihat Ibam aku menyambut nya dengan senyum mereka
Aku lari menghampirinya
"Ibammmmm....."!aku berteriak histeris
"Ketua...."!
"Iya....."!
"Alhamdulillah aku masih menjadi ketua ,aku kira kalian sudah mengganti posisiku dengan orang lain"!Aku menyinggung Ibam
"Ya....ngga' mungkin lah ketua....bisa di tabok kami sama Bilal
"Ketua Nabila tak tergantikan"👍👍👍!Ibamm...mengacung kan jari jempolnya
"Tak tergantikan hahh..."!
"Buktinya kalian nyuekin panggilan telfon aku"Aku memberi tatapan tajam pada ibam
"Maaf ketua ,kami lagi sibuk"!
"Kami hahhh..."!
"Jadi kalian semuanya sibuk dengan urusan kalian sendiri"!Aku makin geram mendengar ucapan ibam ,mereka seperti menyepakati untuk tidak menjawab telfonku
"Sebaiknya kita duduk dulu ketua...biar bicaranya agak tenang"!
"Baikk"!kami duduk di teras
"Sekarang mulai ceritanya..."!Aku tidak bisa menunggu lagi....
"Setelah kita dari rumah ketua seperti biasa kami pulang kesini
Kami berniat untuk ustirahat
Bilal masih aja senyam _senyum di sofa ,kami menonton acara bola tapi Bilal malah nyengir tidak jelas
"Lagi seneng boss..."!Roy berusaha menggoda Bilal
"Ia....dong kan udah ketemu sama belahan jiwa"Itu irfan yang jawab bukan Bilal sedang Bilal hanya nyengir kayak orang gila tidak memperdiulikan ocehan kami
"Namun tiba_tiba ponsel Bilal berdering"!
Dia langsung menjawabnya kayanya itu dari ayahnya..."!
'Ia....yah...."Bilal mengangkat telfonnya dan langsung menyapa ayahnya
"Ia..."!
"Ia..."!hanya itu yang di ucapkan Bilal sampai telfon itu tertutup
Kemudian dia bangun dari sofa dan bersiap_siap untuk pulang
"Mau pulang bosss..."!Ibam menanyakannya,wajah Bilal terlihat panik
"Ia...nih....mama lagi sakit aku pulang dulu ya..."!Hanya itu yang di ucapkan Bilal kemudian dia pergi meninggalkan kami
"Esok harinya kami pulang kerumah kami masing_masing"!
"Masalah telfon ,saat ketua nelfon mungkin kami sedang tidak memegang hp itu termasuk saya ...."!
"Tapi setelah saya melihat ada panggilan dari ketua aku langsung menghubungi ketua "!
"Namun hp ketua tidak aktif"!
"Ohhh....jadi gitu ceritanya"!
"Lalu yang lain mana ,"?
"Mungkin sebentar lagi nyampe'"!
"Ya....sudah sambil menunggu yang lain ayo kita siapin makanan tadi aku bungkus dari rumah"!
Tak lama semua sudah datang dan kami langsung sarapan bersama tanpa Bilal ,
Dari tadi aku
__ADS_1
berusaha menghubunginya tapi ngga' nyambung kelihatannya hp nya mati...
"Bukannya ketua masih punya 2 hari lagi waktu yang di tentukan Abi ketua...."? Ibam bertanya heran
"Nanti saya ngga' nginep bakal pulang'!
"Kita jenguk mamanya bilal yuk .."!
"APA...."semua berteriak kencang terkejut dengan ucapanku
Sebenarnya ini kan hanya hal sepele aku ingin menjenguk calon mertuaku yang lagi sakit tapi mereka malah heboh sendiri
"Ngga' kapok ketua..."?Irfan mengernyitkan dahinya
"Engga' ..."!Aku menjawab dengan polos .
"Lagi pula apapun dan bagaimanapun sikap mamanya Bilal dia tetap adalah mertuaku"!
"Calon...aja belum masak langsung jadi mertua ,"!Ejek Ibam
"He....he...he.."!Ngga' apa_apa kan aku mengaku duluan sebelum sah..
"Beneran nih ketua mau menjenguk tante Raisya ngga' kapok "?
"Engga' asal kalian ikut ya...!Terakhir aku kerumah Bilal
waktu kami berencana memberi suprise pada bilal pada ulang tahunnya yang ke 17
Karena itu sweet seven teen jadi kami berusaha memberinya hal yang istimewa dengan membangunkannya di tengah malam dan membawanya ke rumah tongkrongan karena di sana sudah kami hiasi sedemikian rupa dan kami membuat panggung kecil yang akan kami gunakan untuk menyanyikan sebuah lagu yang akan kami persembahkan padanya
🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎂🎂
Saat itu kami masuk kedalam rumah Bilal dengan mengendap_ngendap seperti maling
Kami bisa masuk lantaran tadi Ibam sengaja mencuri serep kunci rumah ini yang memang bergelantungan didepan pintu rumahnya Bilal
Ibam sering main kerumah Bilal jadi dia afal seluk beluk isi rumahnya Bilal
Sampailah kami kedalam kamar Bilal
"Boss Bilal ..bangun..."!
"Bossss.....bangun..."!Irfan membangunkan Bilal dengan mengguncang bahu Bilal sambil memanggilnya dengan suara pelan
Bilal mengerjap_ngerjapkan matanya
Dan membukanya perlahan
"Kalian disini..."Bilal membuka suaranya yang serak khas orang yang sedang bangun tidur
"Lihat kesana bos..."Bilalpun mengikuti arahan tangan Irfan yang menuju kearahku yang sedang memegang kue kecil dan lilin kecil di atasnya
"Selamat ulang tahun...selamat ulang tahun..selamat ulang tahun dear Bilal semoga panjang umur"!aku bernyanyi berusaha membaguskan suaraku dan asal kalian tahu .....ya aku berlatih mengeluarkan nada ini biar ngga' faks selama seminggu jadi kalian mau ngga' mau harus rela berkorban memujiku..ya...
"Pok...pok..pok."Semuanya bertepuk tangan dengan pelan takut orang tua bilal terbangun
"Bilal meniup lilin tadi lalu aku meletakkan lilin tadi di meja dan langsung menyuapi bilal dengan kue tadi
"Terimakasih...."!Bilal tersenyum manis padaku dan kami saling berpandangan
"Syutt...syutt ..syuttt..."!Ibam berusaha menyadarkan kami yang sedang saling memandang
Kamipun tersadar dan memberi cengiran pada teman_teman kami
"Ayo...kita menuju kerumah tongkrongan kita ,disana masih ada kejutan yang menunggu
"Oyah ....masih ada kejutan yang lain"!
"Aduhhh....terimakasih teman_temanku aku jadi terharu"!
Kami keluar dari kamar Bilal dan mengendap_ngendap seperti tadi waktu kami datang
Saya di depan sedang di bekakang ku Bilal dan yang lain debelakang bilal
"MALINGGGG......"!terdengar teriakan yang mengagetkan kami
"Maling...kurang ajar berani_beraninya masuk kedalam rumahku"!Itu suara tante Raisya mamanya bilal
Dia memukul Irfan Roy dan Ibam dengan sapu sehingga mereka lari kocar_kacir Bilal menggenggam tanganku dia menarikku dan berlari hendak menuju kedinding mungkin dia mau menghidupkan lampu agar ruangan terang dan tante Raisya bisa melihat bahwa yang dia kira maling itu adalah anaknya sendiri
Namun sebelum Bilal nyampe' kedinding tante Raisya sudah berada di depan ku dan dia langsung memukulkan sapunya kearah ku
Namun bilal langsung mendekapku
Dan melindungiku dengan punggungnya dan tante Raisya memukul Bilal dengan brutal
"Ma....ma ...ini Bilal...ma"!untuk kesekian kalinya Bilal berteriak berusaha menyadarkan tante Raisya
Hingga"tekkk..."!seketika ruangan menjadi terang dan tante Raisya langsung menghentikan pukulannya ketika melihat yang ia pukul ternyata anaknya sendiri
"BILAL....KALIAN....NGAPAIN KALIAN DISINI "!tante raisya berteriak
"Kalian persis maling"!Tante Raisya masih mengomel ngga' beraturan melihat tingkah kami
"Ada apa ini...."!Ya allah itu ayahnya Bilal aku kan sangat takut pada ayahnya Bilal
Ayahnya Bilal slalu menampakkan aura kebencian padaku
Kami semua sudah berada di ruang tamu
"Mereka mau merayakan ulang tahun Bilal "Ayah...."!Bilal pertama yang berusaha menjelaskan
"Oh....merayakan ulang tahun "Ayah Bilal memandang kami semua dengan remeh
"Dengan cara melakukan hal bodoh dan tidak berguna seperti ini😠😠😠"!perkataan ayahnya Bilal membuat kami mendongak kaget ngga' nyangka ayahnya Bilal bisa mengeluarkan omongan kasar seperti tadi
"Ayahh....mereka teman_teman bilal "!Bilal berusaha membela kami
"Teman ....yang slalu membuatmu terluka"!Ayah Bilal menatapku tajam terlihat sekali bahwa kata_kata itu ia tujukan padaku
"Pasti ini semua ide dari kamu ya....wanita satu_satunya yang slalu merepotkan Bilal "!aku langsung menunduk takut aku baru sadar darimana Bilal mendapat aura intimidasi yang selama ini dimiliki Bilal
"Ayah.....jangan menghina Bila"!
"Menghina Bila berarti menghina Bilal"Bilal berusaha membelaku
"Lihat pengaruh buruknya Bilal"!
"Dia membuat kamu menjadi orang yang mampu melawan orang tuanya sendiri"Ayah Bilal masih terus menghinaku
Aku terisak tidak mampu menahan lajunya air mataku
"Ayah.......dia bilaku aku hanya akan hidup jika ada dia...aku tidak akan peduli dengan hal lainnya
"JIKA KALIAN MEMBENCINYA ITU SAMA ARTINYA KALIAN MEMBENCIKU"Bilal berteriak membuat ayah dan mama Bilal kaget
"Bilal ... .mata hati kamu sudah tertutup karena obsesimu pada gadis yang kerjanya slalu nyusahin ini"!
"Sudah cukup....sekali lagi kalian menghinanya Bilal tidak akan pulang kerumah ini lagi"!Bilal saling menatap dengan ayahnya
Lalu Bilal menunduk dan merangkulku dan melangkah keluar rumahnya
ayah dan mamanya Bilal hanya bisa diam memandang kepergian kami
__ADS_1
Karena itulah acara ulang tahun yang kami rencanakan yang rencananya akan kami isi dengan bernyanyi bersama
Namun kami lewati dengan diam dan di hiasi tangisanku yang ngga' berhenti dari tadi padahal Bilal sudah berusaha menenangkanku tapi aku masih terisak ....