2 BIL

2 BIL
Bagian 22


__ADS_3

   


Sajad sudah menceritakan semua alasannya menghilang selama sebulan ini, katanya dia menemani mamanya berobat keluar negri ,mamanya Sajad sedang sakit ,Sajad bilang papanya sibuk dengan dunia Bisnis nya jadi dia yang menemani mamanya keluar negri untuk berobat


   Jujur aku merasa kehilangan saat dia tidak ada,selama ini dia lebih banyak sering menemaniku dari pada Ibam yang belakangan ini lagi sibuk,dan kami juga seakan melupakan tentang usaha pendekatan diri yang di lakukan Sajad padaku,semua berjalan seperti biasa Sajad lebih terlihat seperti saudaraku ,aku yang merasakan itu ,tapi tidak tahu gimana perasaan Sajad saat ini apakah masih sama  ,


    Sajad sepertinya melupakan hal itu ,dia tidak menyinggungnya sama sekali,tapi aku lebih menyukai ini,aku sangat suka dan nyaman menjadi  sahabat yang dekat dengan Sajad.


   Kuharap Sajad merasa kan hal yang sama denganku,aku tidak ingin kehilangan sahabat seperti dia,dia mengingatkanku pada Ibam,Roy ,dan Irfan.


    Hari ini kami janjian untuk jalan _jalan di Taman hiburan mumpung lagi libur,sampai di Taman hiburan aku langsung di suguhkan dengan  berbagai macam wahana ,kami menaiki berbagai macam wahana sampai kami lelah.


Untung kami berdua masuk dalam orang yang kuat ,saat perut kami harus di kocok_kocok oleh permainan yang kami naiki,sangat melelahkan tapi ,bagus untuk menghilang kan stress.


    Cuaca agak mendung kami memutuskan untuk menyudahi jalan_jalan nya namun kami masih ingin makan dulu ,perut sudah keroncongan minta diisi dari tadi


  "Sekarang giliran aku yang traktir makan untuk kita"Sajad menatap kearahku


"Engga' sekarang giliran aku,kemarin kamu sudah"!Kami memang selalu berebutan dalam soal menraktir makan,bahkan pernah sampai bertengkar hingga berakhir kami saling diam dan tidak menyapa selama 3 hari,dan selalu Sajad yang menyerah dan dia menyapaku duluan,dia bilang dia tidak sanggup jika sehari saja tidak bicara denganku.


"Lagi pula,tadi  wahana permainan yang kita naiki tiketnya kamu semua yang bayar sekarang biar aku yang bayar makanan kita"


"Ayolah putri biar aku aja sekarang yang bayar ya...?Sajad memasang wajah memelas berusaha mempengaruhiku


"ENGGA'... AKU YANG BAYARIN"Aku bersikeras dan berteriak di hadapannya


"AKU..."Sajad masih tidak mau mengalah


"AKU___"


"AKU..."


"AKUUUU...."Aku berteriak sekeras_kerasnya,sontak semua orang memandang kearah kami


"Heeee...."Kami nyengir salah tingkah memberi tatapan maaf pada  semua orang yang melihat kearah kami


"Kamu sihhh..."Aku mendorong bahu Sajad


"Kamu juga...."Sajad mendorong bahuku juga,dan karena tenaga Sajad lebih besar aku terjatuh


"Brukkkk"Aku merengut menatap kearah Sajad


"Sorry....."Sajad memberi tatapan menyesal padaku ,lalu dia menjulurkan tangannya ingin membantuku berdiri


"Ngga' usah aku bisa sendiri"Aku berbicara sinis dan berdiri sendiri dan tidak menghiraukan uluran tangan Sajad


"Jangan  marah gitu dong,bagaimanapun yang mengajak kamu kesini itu aku,jadi semua kegiatan seharusnya aku yang bayar"!Sajad menjelaskan dengan halus takut membuat aku marah


"AHAAAA..."Aku berteriak ceria


"Aku punya ide"berbarengan dengan perkataanku tiba_tiba terdengar suara gemuruh dan petir mengkilat di langit,saat ini kami sedang berada di depan di restoran.


"Ayoo....kita masuk dulu nanti aku ungkapin di sana idenya"Kami melangkah dan masuk kedalam restoran,sebelum sampai di dalam restoran hujanpun tidak bisa dicegah,dia turun begitu derasnya.


    Sampailah kami di dalam restoran ,untung kami segera masuk dan tidak memperpanjang perdebatan kami


    Kami langsung menduduki kursi restoran ,hawa terasa agak hangat ,di luar memang sangat dingin,pemilik restoran pasti sudah mematikan Ac nya,sehingga hawa restoran ini begitu hangat ,bajuku dan baju Sajad hanya sedikit terkena hujan jadi kami cepat merasa hangat


"Apa idenya...?Sajad langsung bertanya


"Huffffff....biarkan saya menikmati kehangatan yang ada di restoran ini,di luar tadi sangat dingin"Aku menghirup udara yang terasa hangat


"Padahal aku juga mampu kok,memberikanmu kehangatan"Sajad berkata pelan ,tapi aku bisa mendengarnya


"Tapi kehangatan kamu itu ,haram buatku"


"Ya...ya..ya..."


"Ayo sekarang bilang apa idenya"?


"Kita kesana dulu"Aku menunjuk pada tempat yang menyediakan berbagai macam Ice cream,Aku melangkah kesana ,Sajad mengikutiku dengan sabar


"Mba' Ice cream dua"Aku mengeluarkan beberapa rupiah untuk membayar Ice cream itu


"Mau di apain tuhhh Ice cream di cuaca diingin seperti ini"?Sajad seperti merasakan sesuatu yang tidak bagus


"Diam dan ikuti aku saja"Aku berbicara tegas


  Ice cream pun sudah di tangan


"Ayoo....ikuti aku"Aku melangkah menuju pintu keluar dan disini kami si luar di depan restoran dengan dua cup Ice cream


"Kita lomba makan Ice cream ,siapa yang lebih dulu bisa menghabiskan Ice cream ini ,dia yang membayar makanan kita ,oke...."Aku mengacungkan jempolku


"Ice cream ....di tengah cuaca yang hampir membuat darah membeku ini"


"Sudah kuduga pasti ,sesuatu yang tidak bagus ...hhahhh ternyata aku tidak salah duga"Sajad bergumam sendiri dan aku tidak memperdulikan itu


"Yaa....siapa yang bisa menghabiskan Ice cream ini duluan dia yang bayar nanti"


"Kok di luar sihhh..."?Sajad masih mengajukan protesnya


"Biar lebih seru...dong,dan lebih menantang"!Aku berbicara sok


"Tapi____


"Ahhh....tidak ada tapi_tapi an"


"Ayoo....segera kita mulai....."Sajad hanya bisa meringis ,mau mentraktir aja ..gini amat pengorbanannya,apalagi kalau aku ingin yang lain.....pastinya_____


"Ahhh...sudah ayooo...sebelum Ice nya mencair"Aku menghentikan ucapan Sajad


"Ohhh....helllo...Sakina Nabila,ini cuacanya sudah hampir membekukan kota ini,jadi saya kira Ice cream mu ini tidak mungkin mencair"


"SATU....."Aku mulai menghitung tanpa mau mendengar ocehan Sajad


"DUA....TIGAAAA"Mulailah kami memakan Ice cream itu di tengah derasnya hujan,aku sengaja memilih Ice cream karena saya tahu Sajad paling tidak suka dingin ,sedang aku sangat menyukai dingin nya Ice cream


"Huuuffff....enak dingin nya Ice cream"Aku berseru menggoda Sajad ,yang sudah terlihat menggigil sambil sesekali berusaha menyendok Ice cream yang ada di tangannya


  Dan____"hee..he..he.."Aku tersenyum melihat bibir Sajad yang membiru.


"YEEYYYYYY...HORE....."Aku berteriak gembira


"Aku menang..."!Sajad menunduk lesu ,dia menyerah dia hanya bisa menghabiskan setengah dari Ice cream nya.


"Suka_suka kamu deh putri ,aku menyerah"Aku tersenyum melihat Sajad


"Yukkk....kedalem"Kami masuk kedalam restoran,dan langsung duduk di kursi kami


   Kami makan dengan tenang ,menikmati hawa hangat dari makanan setelah tadi kedinginan dan hampir beku  karena berdiri di luar sambil memakan Ice cream.


  Saat dalam suasana tenang dan sunyi ,saat aku dan Sajad sedang fokus pada makanan kami,tiba_tiba terdengar suara yang memecah kesunyian


"NABILAAAAAA"Aku tersentak dan terdiam,terdengar suara langkah kaki mendekatiku,aku menoleh secara perlahan


"Heeee....Kak Hima"Aku menoleh begitu juga Sajad,dan saat Sajad menoleh ,Kak Hima tiba_tiba menghentikan langkahnya dia juga terlihat kaget,dan lebih mengejutkannya lagi ,orang yang ada di samping kak Hima


  "Haaaa diaaaa..Ibamm"Aku meringis dalam hati ,bakal runyam ini,bagaimana ini .


  Disinilah kami ,duduk di kursi dengan satu meja,dari tadi Ibam memberi tatapan penuh dengan pertanyaan dan jangan lupakan ada aliran Amarah disana ,dan itu sangat terlihat ,aku tahu Ibam sedang menahan nya.


  "Dia Sajadah Hadi kannn?Pertanyaan Kak Hima memecah kesunyian


"Iaa..kak Hima..."


"Kak Hima pasti sudah tahu dia kan"


"Sajad ..kenalkan ini sepupuku"Aku berbicara hati_hati,seperti orang yang sedang memegang gelas yang hampir jatuh kelantai,kalau sampai pecah maka____"Ahhhhh....aku tak bisa membayangkan ini"Aku tahu Ibam pasti marah ,selama ini aku selalu terbuka padanya ,dan sekarang ini,aku terlihat seperti pencuri yang sedang tertangkap basah


"RAHIMA YUSUF"Kak Hima menyebutkan namanya


"Kamu pasti sudah tahu namaku"Sajad dan kak Hima melepas jabatan tangan mereka


  "Dan ini_____"Aku terdiam lama


"Kenalkan saya IBRAHIM "Ibam langsung menyebut namanya, tidak menungguku selesai berbicara,dan sepertinya Sajad menangkap ketidak senangan Ibam padanya.


Sajad terlihat canggung ,Ibam dari tadi selalu memberikan tatapan tidak suka padanya


Kami terdiam sebentar

__ADS_1


"Kak Hima mau makan dulu"Aku berusaha membuka percakapan berusaha mencairkan suasana


"Ngga' usah Nabila ,kami sudah makan"Kak Hima menolak,"Terus aku harus gimana ini"?


"Kalian pacaran...."?Sajad betanya seperti itu pasti karena ingin mencairkan suasana tapiii.


"Ohhh....Sajad apasih yang kamu tanyakan"Aku berseru dalam hatiku


"Tidak ,aku islam dan tidak ada pacaran dalam islam,"Ibam menjawab dengan cuek


"Ngga' pacaran kok bisa jalan berdua"Sajad masih  cerewet,sekarang Sajad terlihat seperti orang yang sangat menyebalkan.


"Kami sedang mencari seseorang"!Pasti yang di maksud Ibam itu aku,aku sadar sekarang ternyata ini sudah malam,aku lupa diri karena keasyikan main di Taman hiburan tadi.


"Terus orang nya sudah di temukan"?Sajad masih aja"Ohh...ya allah ."!


"Sudah..."Ibam hanya menjawab singkat sepertinya dia sudah sangat kesal


"Kaliann....pacaran"?Ibam menatap


"E______"Baru aku mau menjawab Sajad malah mendahuluiku dan menjawab dengan lantang


"IYA....."Suara Sajad keras lagi,jadi itu terdengar jelas


"Hee...hee..."Ibam tertawa sinis,dan sepertinya Sajad tersinggung dengan kekehan Ibam itu,dia terlihat menegang.


"Kenapa.....lho tertawa"Sajad mulai mengubah nada bicaranya


"Ngga' percaya kalau kami pacaran"Sajad seperti ingin menyulut api kemarahan dari Ibam,aku masih berdoa semoga,Ibam tidak terpengaruh


"Emang dia siapa sihhh..."?Sajad menoleh kearahku.


"Dia___"Aku tidak sempat menjawab,semua orang sepertinya tidak ada yang mau mendengarkanku,aku dan kak Hima hanya menepuk dahinya


"Gue sahabat dari orang yang lho sebut sebagai pacar itu,"Ibam mengeluarkan amarahnya,aku hanya bisa menunduk lesu


"Cuma...sahabat ,tapi kok sangat posesif ,kayak pacar aja"Sajad mulai terpancing emosinya


"Gue ngga' posesif...gue cuma ngga' percaya kalau lho dan dia itu pacaran"!


"Emang kenapa lho ngga' percaya"


"Ya..ngga' percaya lah...gue"!


"Dia itu tidak mungkin pacaran____


"Kenapa ,kenapa ngga' percaya  ?


"Atau lho cemburu karena sebenarnya lho ingin lebih tapi dia tidak menanggapi"Sajad nyerocos dia selalu memotong ucapan Ibam,sekarang aku ngerti ,dia pasti cemburu dan mengira Ibam mempunyai perasaan yang lebih padaku.


"Ohhhh ...jadi begitu keadaan lho,ingin lebih tapi tidak di tanggapi"


"APA MAKSUD LHO"Sajad berteriak


Tiba_tiba,orang sekitar sudah mulai memperhatikan kami


  Mereka berdua saling memegang kerah baju mereka


"Kenapa lho ngga' percaya kalau gue pacaran sama Nabila"Sajad menyebut namaku,itu sudah pertanda kalau dia sedang emosi tingkat tinggi,bahkan saat bersamaku Sajad jarang memangilku dengan nama itu


"Karena Nabila,adalah orang yang memberi tahuku ,kalau pacaran itu dilarang dalam Islam"


"Bisa sajakan dia berubah fikiran"!Mereka berdebat sangat panjang ,aku sudah tidak mampu meredam kemarahan mereka dengan perkataan


  Ini merupakan jalan satu_satunya untuk bisa menghentikan mereka yang sekarang  terlihat seperti ingin saling membunuh.


  Aku meniup kedua tanganku dan mengepalkannya


"BUGGGGGHH"Itu suara tonjokan ku ,aku menonjok mereka berdua,jangan di kira orang yang mendapat tonjokan dari tangan kiriku,akan merasa sedikit ringan,itu salah besar ,walau aku seorang cewek ,tapi satu yang perlu di ingat,aku pernah belajar pencak silat,jadi tonjokan tangan kiri dan kananku tidak perlu di ragukan lagu


"AHHHHHHKKKK"Mereka berdua memegang pipi mereka masing _masing dan meringis kesakitan,mereka memandang kearahku,merekapun sadar kalau aku sedang marah


"AKU PULANG DULUAN"Ibam mengambil kunci mobilnya dan pergi melangkah keluar


"IBAM TUNGGU..."Aku berteriak dan ingin mengejarnya,tapi kak Hima menghentikanku


"Biar dia sendiri dulu,nanti kalau udah tenang pasti dia ngubungin kamu,


"Kamu tau sendiri kan ,dia tidak bisa , berlama_lama marah sama kamu"


"A____"Sajad ingin mengatakan sesuatu tapi Kak Hima menghentikan


"Sebaiknya bicarain lain kali aja,ini sudah malem dan kalian sedang dikuasai amarah"Kak Hima berbicara menasehati


Sajad mengangguk mengerti ,dia melihat kearahku,dan berusaha tersenyum


   Kamipun pulang diantar Sajad ,di dalam perjalanan tidak ada pembicaraan diantara kami ,semua hanya diam membisu.


   


Kurebahkan tubuhku yang terasa begitu letih,senyum dan tawaku sirna begitu cepat diterpa badai masalah ,ini semua karena aku yang tidak terbuka dan hanya menyimpan semuannya sendiri


"Kalau aku tidak bisa menunggu.... kamu harus segera menceritakan semuannya padaku"Kak Hima ikut berbaring di ranjangku,kami sudah selesai membersihkan diri ,membuang rasa lelah dan letih kami dengan mandi


"Tadi aja nyuruh yang lain untuk menunggu besok,tapi kak Hima malah ingin segera mendengar ceritaku"


"Harus itu .....""


"Kamu tahu kenapa"?


"Karena aku adalah pihak yang tidak akan marah ,apapun isi dari ceritamu itu"!


"Terserah deh"


"Udah sekarang ayo ceria"Kak Hima bertingkah seperti anak kecil


"Cerita mengenai apa sih"?Aku pura_pura


"Hubungan kamu dengan keluarga Hadi itu"


"Sajad"?


"Ehemm"kak Hima mengangguk


"Hahhh..."Aku menarik nafas


"Kami hanya teman kak Hima"!


"Tapi tadi Si Hadi bilang_____


"Dia emang menyukaiku."


"Belakangan ini dia berusaha untuk mendekatiku"


"Benarkahhh"!


"Bukan kamu yang merayu dia"!


"KAK HIMA,ya engga' lah"Aku  mengelak keras


"Ya baiklah"


"Terus______


"Terus apanya?


"Terus gimana sekarang apa sudah berhasil pendekatannya"?


"Tahulah kak Hima"


"Sajad sihhh...orang asyik ,di juga ngga' maksa aku untuk suka sama dia"!


"Ohhh..."!


"Sejak kapan kalian dekat"


"Kami ngga' sengaja ketemu di tempat parkir,teruss____,sampai sekarang kami berteman"


"Ngga' bisa lepas dari dia"?Aku mengerti maksud kak Hima pasti Bilal,karena aku sudah menceritakan semua nya pada Kak Hima


"Karena itulah aku ngijinin dia deketin aku"

__ADS_1


"Tapi kamu ngga' cerita sama Ibam"


"Iya....kan"?Aku mengangguk


"Kak Hima ngga' cemburu kan"?Aku bertanya memberi tatapan menyesal,aku takut menyakiti Kak Hima ,bagaimana Ibam begitu marah saat mendengar aku pacaran.


"Tahulah Nabila"!


"Aku sihh....selalu terlena kalau di dekat Ibam,tanpa Ibam merayu dan perhatianpun aku sudah klepek_klepek"


"Saat ini aku masih nyaman dengan hubungan yang seperti ini,menjadi sahabat "


"Tahu ngga' kak Hima ,itu tadi tanda_tanda adanya apa"?


"Apa emang..."


"Itu tandanya Kak Hima sudah mengalami tanda_tanda menyebarnya virus di tubuh kak Hima"Aku berbicara pelan berusaha menciptakan suasana serem


"Apa sihhh....Nabila ngga' lucu"!


"Itu.....virus yang sekarang ini lagi viral"


"Apa hubungannya sih,perasaan suka sama virus"?Kak Hima terpengaruh


"Emang kak Hima kira aku bicara soal virus apa?


"Ya...itu Virus yang sekarang lagi merebak"!


"Apaan sihhh....kak Hima ,maksudku itu virus bucinnn"!


"Hahhh....Bucinn,virus apalagi itu Nabila ,apa ngga' cukup ,sekarang malah bertambah"


"Yaa...Kak Hima ngga' tahu Bucin"?Aku menatap kak Hima tidak percaya


"Engga' emang apa?Kak Hima menggeleng lugu


"Mangkanya Kak Hima ,jangan terlalu fokus sama dunia pelajaran saja,sekali_kali bergosip ngga' apa_apa kaleee.....biar ngga' bosen


"Apaan sihhh....kok kemana_mana,emang apaan tuh Bucin"?


"Dengerin ya .....kak Hima ku yang cantik tiada duannya tapi sayang lugu"


"Bucin itu...virus yang membuat seseorang rela melakukan apapun demi orang yang ia suka ,yang kepanjanganya adalah Budak cinta"!


"Ohhh...begitu,tapi Nabila kalau budak cinta aku sudah lama mendengar tentang itu,yang baru aku denger itu Bucin"


"Iyaa....budak cinta disingkat jadi Bucin ,ngerti sekarang"!


"Hee...he..he..ia ,aku memang orang nya jarang  update Nabila ,jadi suka ketinggalan berita"!


Obrolanku dan Kak Hima berakhir ,kamipun istirahat .


  Di cafe dimana dulu Ibam membawaku untuk pertama kalinya ,dan aku begitu terpesona akan keindahan pemandangan yang di ciptakan oleh pemiliknya ini,namun saat ini cafe nya terasa begitu seram karena aura kemarahan yang di pancarkan oleh Ibam.


"Sejak kapan bisa dekat dengan dia"Sekarang aku ada di hadapan Ibam ,di tanya_tanya layaknya tersangka,saya ngerti yang di maksud dia oleh Ibam itu pasti Sajad orang yang belakangan ini dekat denganku


"Sudah lama Ibam"Aku menjawab masih dengan nada lesu


"Kenapa tidak cerita"?Ibam masih penuh dengan intimidasi,inilah letak kesalahanku.


"Maaf"


"Aku hanya tidak ingin membuat kamu hawatir,sejak Sajad bilang dia menyukai ku dan berusaha mendekatiku,aku berusaha menilainya sendiri ,apa dia memang baik untukku atau tidak.


"Lalu___"


"Dia baik Ibam,selama ini walau dia bilang berusaha mendekatiku namun dia mendekatiku dengan sopan ,kami bahkan belum pernah berpelukan ,hanya pegangan tangan,itupun dia lakukan karena dia hawatir padaku.


"Dia memperlakukan Ketua ,layaknya seperti kami"?Ibam mulai faham dan mulai terlihat santai


"Iya Ibam,dia seperti kalian ,aku nyaman bersama mereka"


"Jadi ketua memberi dia kesempatan untuk mendekati ketua"?


"Ia.....dia juga menyadari kalau hatiku sudah ada yang memiliki ,jadi dia begitu memaksa,dia hanya bilang ,dia berusaha ,dia tidak ingin menyesak ,karena harus menyerah tanpa usaha"!


"Aku tahu itu ketua,kita ini sudah lama berteman jadi aku tahu betul ,ketua bisa begitu santai dan tidak bercerita padaku ,karena ketua merasa nyaman"


"Aku bisa melihat itu saat ketua melihat kearah pria itu"Aku tersenyum mendengar perkataan Ibam


"Tapi aku ingin bertemu dia"


Aku menganga ,tidak menyangka Ibam akan meminta hal ini


"Bisa sekarang"!


"Tapi sekarang dia lagi sibuk Ibam"


"Aku ingin melihat keseriusannya ketua ,jika dia mampu ,meninggalkan semuanya sekarang ini demi ketua ,maka aku akan langsung mendukungnya tanpa protes."Sekarang Ibam terlihat seperti Abiku,aku cuma bisa mrengut menatap Ibam kesel


"Aku melakukan ini karena perintah Abi,jadi ketua jangan banyak protes"Aku menelan air ludahku"Bagaimana bisa Ibam tahu ,kalau aku nyamain dia sama Abi,semua temanku termasuk Ibam memang sudah memanggil Abi dengan Abi juga seperti aku,jadi Abi yang di maksud Ibam tadi ya Abiku.


"Oke....ini aku bakalan ngubungin Sajad ,tapi kalau dia bilang dia tidak bisa ,aku ngga' bakalan maksa oke"!


"Berarti ,aku tetep ngeluarin protesku,karena itu perjanjiannya,jika saat ketua ngubungin dia ,dan dia langsung bersedia untuk dateng ,tak ada satupun kata protes yang akan keluar dari mulutku"


"BAIKLAH TUAN IBAM YANG TERHORMAT"aku menjawab dengan keras,lalu aku mengeluarkan ponselku dan menghubungi Sajad ,sesuai dugaanku dia lagi sibuk ,tapi saat aku bilang


"Ibam yang berantem sama kamu kemaren ingin bicara ,sekaligus biar kamu tahu bagaimana hubunganku dengan Ibam"Sajad langsung mau dan sekarang ini dia ada di hadapan Ibam ,menunggu apa yang akan di katakan oleh Ibam


"Mendekati hanya ingin di jadikan pacar,atau lebih serius menuju ke sebuah ikatan yang Halal"Pertanyaan Ibam tidak ada basa_basinya sama sekali


"Aku serius,hanya menungu kelulusan ,maka aku akan segera mengikatnya ,kalau dia mau"Sajad berbicara tegas ,tapi ada nada tidak percaya dirinya di sana,saya faham itu karena aku memang belum begitu merespon rasa sukanya.


"Apa kamu akan cemburu jika aku bilang aku sangat dekat dengan dia"


"Tidak....."Ibam menaik kan alisnya heran


"Karena aku tahu ,orang yang ada di hati dia bukan kamu"


"Kamu tahu tentang hal itu?


"Terus tau dari mana kamu kalau aku bukan orang nya"Ibam menyecar Sajad dengan pertanyaan


"Dari cara dia memandang kamu"Sajad menjawab tegas


"Haaahhhh,ya...itu sangat kelihatan ya...!"


"Baiklah kalau kamu sudah tahu,good luck ya bro,semoga kamu berhasil menaklukkan hatinya dan mampu membuat dia berpaling dari orang itu"Mereka berdua bertos layak nya pria


"Selama ini kami semua sudah berusaha mendekati dia,tapi ngga' berhasil ,padahal kalau masalah tampang mah kami di atas rata_rata,ngga' kalah tuh sama orang yang ada di hatinya,tapi nih cewek satu ngga' terbius sama sekali heran gue"Dasar Ibam ,tadi aku kamu sekarang pake' gue


"Kami___ jadi masih ada lagi saingan gue?Sajad ikutan Ibam ,aku terkekeh pelan,mereka seakan sibuk dengan obrolan mereka dan melupakan aku yang ada di samping mereka.


"Yaa....mereka sedang di Luar Negri sekarang bro,ngampus kayak kita "Jangan bilang saingan lah,kami ini bisa di bilang di apain aja ama nih cewek mau aja,dijadiin teman mau ,di jadiin pacar mau apalagi di jadiin suami,pokoknya apapun jadi,


"Dan gue harap semoga lho berhasil merubah hati dia ,jangan sampai bernasib seperti kami,hanya bisa menjadi sahabat"


"Heh...Ibam ,orang yang kamu bicarain masih bertengger disini ya ..!Aku nyeletuk dan melempar Ibam dengan makanan yang ada di depanku


"Muji dikit kek....bilang kalau aku cantik imut daaann_____mempesona"


"Ketua pengen di puji rupanya"


"Oke...."


"Akan aku keluarkan jurus rayuan ku"


"Mmmmmm_____


"Ahhh....udah telat,udah ngga' nafsu"Aku pura_pura kesal


"Kok bisa di panggil ketua"?Sajad ikut menyela ,dia heran mungkin dengan jenis panggilan yang di gunakan Ibam untukku


"Ya....bisalah dia itu ketua geng kami"


"Masih banyak yang harus lho ketahui bro tentang dia,sering_seringlah ngobrol dengan kita,oke...."


"Aku menggeleng_gelengkan kepala melihat mereka,kemarin mereka adu mulut ehhh...sekarang malah_______


   Aku memandang mereka kesel ,tapi ada senyum sedikit ,karena aku senang ,sekarang masalahnya sudah mencair.

__ADS_1


   


 


__ADS_2