
Kembalinya Ingatan
Kuputuskan bahwa mulai saat ini aku dan Bilal sudah berakhir,keputusan ini tentu di dasari oleh kabar berita yang di bawa oleh Irfan dan Roy yang memberi kabar kalau Bilal akan menikah
Sakit dan sesak aku rasakan itu tapi aku sudah tidak mau meratapi ini semua
biarlah dia memulai kehidupan barunya dengan orang lain
Aku tidak menyesal pernah meraung_raung menangis memohon bahkan berlutut di kaki Bilal agar supaya dia tidak pergi meninggalkanku mungkin aku akan menyesal jika tidak pernah melakukan itu setidaknya aku pernah berjuang mati_matian untuk hubungan ini karena aku kira Bilal begitu membutuhkanku dalam hidupnya sebagaimana aku membutuhkannya namun aku salah dia terlihat baik_baik saja tanpa aku tentunya
Sedang aku lagi berjuang agar aku bisa hidup baik_baik saja tanpa Bilal
Namun aku akan slalu berterima kasih karena selama ini dia selalu menjagaku layaknya aku ini seorang Ratu.......Terimakasih Bilal .....
kalau kita bertemu lagi nanti semoga kita masing_masing sudah bisa untuk saling melupakan dan bisa berteman seperti biasanya .......
"Aku memandang wajahku di kaca toilet....sungguh aku termasuk orang yang sangat beruntung memiliki teman _teman seperti mereka aku bisa melewati ini semua karena mereka,namun ada satu hal yang masih aku simpan sendiri dan tidak aku ceritakan kepada mereka yaitu tentang trauma yang aku derita ,tadi sepertinya aku akan kambuh namun aku mampu menahannya sampai mereka mengijinkan aku ke toilet inilah sebenarnya tujuanku ketoilet yaitu untuk meminum pil penghilang rasa sakit yang aku derita jika aku kumat.... entah kenapa mendengar berita Bilal akan menikah membuatku tertekan dan seketika wajahku pucat dan merasakan sesuatu seperti ketika aku merasakan akan kambuh alhamdulillah aku bisa sampai ke toilet tanpa harus pingsan kalau sampai aku pingsan aku takut mereka curiga padaku dan menanyakan hal yang macam_macam
karena aku sudah di kota jadi aku mudah berkonsultasi dengan dokter skiater disini dan dokter itu merekomendasikan obat ini yang menurut dokter agak ringan efek sampingnya tidak seperti obat yang dulu aku komsumsi jadi obat ini sudah tersedia di tasku,agar mudah jika aku merasa tertekan dan merasakan akan kambuh barulah obat ini di minum ,jadi tidak perlu mengkomsumsinya setiap hari
Trauma ini terjadi ketika aku harus kehilangan kakak tersayangku,namun sayang aku melupakan kejadian itu ,semuanya seakan lenyap dari kepalaku ,kata dokter suatu saat ingatan itu akan kembali namun dokter tidak mengatakan kapan itu akan terjadi itu tergantung keadaan sikisku,dan keinginan dari tubuhku sendiri
Sampai saat ini aku selalu menunggu ingatanku itu kembali sehingga aku bisa tahu apa sebenarnya yang terjadi pada kakakku,namun ternyata waktu menunggu ini harus aku lalui dengan melewati trauma yang aku rasakan jika aku dalam keadaan tertekan aku akan merasakan trauma ini.
............................
Setelah selesai dengan urusanku di toilet dan aku sudah bisa mengendalikan diriku aku keluar dari toilet
"Apa....tidak ada yang ketinggalan ya...sebaiknya aku cek isi tasku takut ada yang ketinggalan "!Itu isi fikiranku otomatis aku langsung mengecek isi tasku sehingga membuatku tidak melihat kearah depan parahnya lagi aku melakukan itu semua sambil berjalan
Bruuuukkkk..."Tabrakan tidak bisa di hindari,tasku jatuh membuat semua isinya berserakan....
"Maaf tuan... saya benar_benar tidak sengaja"Aku langsung menunduk berusaha membereskan barangku yang berserakan dan mengucapkan kata maaf tanpa melihat kearah orang yang aku tabrak
"Nona lain kali nona lihat jalan dong"
Orang yang saya tabrak berkata dengan sewot
"Kalau sedang ada di jalan dan jangan melakukan sesuatu yang membuat orang lain mengalami kerugian,dengan membuat orang lain membuang_buang waktu karena bertabrakan dengan anda"Orang yang aku tabrak ini laki_laki atau perempuan kenapa dia cerewet sekali kayak bebek tapi bebek yang mempunyai suara yang besar khas suara laki_laki sejati tapi sayang cerewetnya minta ampun
"Maaf tuan ...saya ngga' sengaja beneran suwer deh....kalau tuan ngga' percaya silahkan periksa cctv ruangan ini"Aku mendongakkan wajahku terlihat seorang pria yang kira_kira berumur 30 an dia tampak keren dan gagah tapi sayang semua kebagusan dan kelebihan yang ada padanya tidak mampu membuatku terpesona seperti saat aku terpesona pada Bilal
Aku berusaha membalas semua omongan pria itu dengan balik nyerocos juga,sambil berusaha meredam kemarahan orang itu
"Penting amat sampai meriksa cctv cuma karena hal sepele"
"Naaahh"Aku berteriak senang dengan ucapan orang itu yang sangat tepat
"Itu tuan benar ini kan cuma hal sepele jadi ngga' usah di perpanjang"Aku cengengesan di depan tuan tadi sambil memandang kearah matanya
Dan tuan itu juga memandang kearah mataku ,tatapan itu membuatku terpaku
Tiba_tiba...ini kenapa dengan kepalaku kok muter_muter gini pandangan mata itu membuka sesuatu yang tertutup yang ada dalam ingatanku
Muncul sekilas peristiwa di kepalaku
Peristiwanya tidak aku pahami
aku belum bisa menyambungnya. ..peristiwanya berpecahan dan terpotong_potong
Aku bersaha menghalau ingatan itu dengan menggeleng_gelengkan kepalaku
Laki_laki yang aku tabrak tadi melambai_lambaikan tangannya di depanku karena melihat aku diam dan bengong dengan pandangan yang terlihat kosong
"Ehh...maaf tuan"Aku tersentak dari lamunanku lalu aku melihat kearah tuan tadi lagi.....
Aku merasakan sesak lagi pandangan mata tuan tadi membuatku merasa muak dan terlihat tuan tadi tersenyum misterius
"Aku harus cepat pergi dari sini"senyum misterius tuan tadi tampak tidak asing
"Sekali lagi maaf tuan...'Aku menunduk dan segera berlalu meninggalkan laki_laki tadi untungnya tuan tadi tidak memperpanjang masalah ini sehingga tuan tadi membiarkan aku pergi walau aku dengar sekilas tuan tadi menggerutu mengataiku tidak tahu sopan santun dan tidak tahu cara minta maaf yang benar
Siapa laki_laki tadi kenapa dia berhasil membuka ingatanku yang hilang
"Ibammm....ayo..kita pulang"Setelah sampai di tempat duduk kami tadi aku langsung mengajak Ibam pulang
"Tapi ketua....kita belum selesai makan"Ibam protes
"Please Ibam aku capek banget"Aku memasang wajah memelas
Ibam pun mengalah dan mengantarku pulang
Sepanjang perjalanan aku hanya diam tidak bercanda seperti biasa itu semua membuat Ibam memandang kearahku dan dia sepertinya ingin menanyakan sesuatu namun aku menghentikannya
"Jangan nanya sekarang aku lagi males...dan kamu jangan hawatir aku baik_baik saja kalau ada apa_apa kamu adalah orang pertama yang akan aku kasih kabar"
Aku membungkam mulut Ibam yang ingin mengutarakan pertanyaan ,Ibam pun menurut dan di sepanjang perjalanan dia ikut diam seperti yang aku lakukan
Sampai dirumah bibiku aku langsung keluar dari mobil Ibam
__ADS_1
"Terimakasih Ibam...."
Aku berusaha memberi Ibam senyuman agar dia tidak curiga dan bertanya macam_macam
"Ya..udah masuk sana kalau ada apa_apa ingat jangan sungkan untuk menghubungiku "OKEEE...👍"
"Okeee....."!Aku membalas jempol OKE...nya Ibam dengan tersenyum ,setelah itu wajah Ibam terlihat lega,karena melihatku ceria seperti tadi
Aku langsung masuk ke kamarku untung rumah lagi kosong Paman Bibi dan kak Hima sedang keluar
Aku mencari sesuatu yang aku bawa dari rumahku dan kusimpan aku membongkar semua barang_barangku
setelah barang_barang semua berserakan aku akhirnya menemukan barang itu satu lembar foto aku dan kakakku
Biasanya aku gemetar saat melihat foto kakakku namun saat ini aku hanya bisa mengucapkan kata ...
"Maaf.....kak ....maaf "
Aku langsung menangis meraung_raung mengucapkan kata maaf
"Maaf kak.....aku baru ingat semuanya aku melihatnya kak aku melihatnya dia terlihat baik_baik saja....."Gambaran yang terpotong_potong yang setiap malam menghiasi mimpiku sekarang sudah jelas bahkan aku dengan jelas mengingat wajah itu,ya..aku yakin itu dia....
"Maaf kak...."Aku mengusap foto kakaku...
"Sepertinya aku harus melihat wajah itu untuk memgembalikan semua ingatanku seandainya aku tahu aku akan mengingat peristiwa itu jika melihat wajahnya maka aku akan mencarinya,selama ini aku hanya tahu namanya saja karena saat aku sadar setelah peristiwa itu Abi menanyakan apa aku ingat tentang orang itu dengan menyebut namanya jadi aku tahu nama orang yang ada di peristiwa itu
Sekarang aku faham dan mengerti alasan yang sebenarnya sehingga membuat orang tua Bilal membenciku ,aku memang pantas untuk di benci.
Dulu tujuan hidupku hanya aku tumpukan untuk bersama Bilal sekarang aku mempunyai tujuan hidup yang lain...
"Aku mohon bantu aku ya...kak..."!Aku mengusap air mataku
"Sekarang bukan waktunya untuk menangis,aku akan mencari tahu dulu apa yang tadi itu benar dia aku akan cari tahu namanya kalau nama orang tadi sama dengan dia berarti aku tidak salah orang.
"Apa yang harus aku lakukan untuk mengetahui siapa nama orang tadi sedang aku saja tidak punya foto dia..."
"Oke....sebaiknya terserah besok ,aku akan kesana lagi besok ,tapi aku akan sendiri aku tidak mungkin mengatakan pada Ibam..."
"Maaf teman_teman aku tidak bisa membuat kalian tahu tentang semua ini,namun jika waktunya tepat nanti aku akan menceritakannya..
"Hehhh....hehh..hehh"Aku terkekeh misterius
"MUBARAK HADI"!
Nama dan wajah itu sudah aku ingat ,nama yang begitu indah tapi dimiliki oleh orang yang begitu buruk
Keesokannya setelah menyelesaikan semua urusanku aku langsung menuju ke cafe kemarin sendirian tanpa di temani Ibam
Dari tadi pandanganku terus tertuju ke pintu masuk menunggu orang yang kemarin kesini dan aku bisa mengintainya untuk memastikan namanya karena aku takut salah orang karena banyak sekali sekarang orang yang memiliki wajah yang hanpir mirip
Hingga aku melihat seorang yang dari tadi sudah aku tunggu kedatangannya "Alhamdulillah ,Allah memberiku jalan yang terasa mudah"!Aku harus mengunakan kesempatan ini untuk mengetahui nama dari orang yang kemarin tak sengaja menabrakku di dekat toilet
Yang wajahnya mirip dengan orang yang ada dalam ingatanku.
Orang itu menuju ke meja dibelakangku yang tidak jauh dengan mejaku jadilah aku berada di depannya,agak sulit untuk memperhatikan mereka tapi setidaknya aku bisa mendengar percakapan mereka dan ternyata orang itu menemui seorang perempuan yang terlihat sangat cantik dengan pakaian yang sangat berkelas ,membuat semua orang yang ada di cafe kagum menatap mereka berdua yang terlihat serasi.
"Lama sekali BARA aku sampe' ingin pulang tadi"Aku mendengar wanita tadi menyapa dengan ucapan protes karena keterlambatan laki_laki tadi
Cewek tadi hanya menyebut panggilan untuk laki_laki tadi
"Mengapa di dunia ini harus ada yang namanya nama lengkap dan nama panggilan"Aku menggerutu sendiri
"Yaa....sudah ayo kalau mau pulang."Laki_laki itu malah mengiyakan keinginan wanita tadi padahal kelihatan sekali si cewek tadi cuma merajuk"Aku tersenyum sedikit mendengar betapa tidak pekanya kaum lelaki
sambil mengaduk minumanku dan pura_pura sibuk dengan Hp di tanganku
"Kamu ...ih...kok gitu aku kan tunangan kamu"cewek tadi makin manja aja
"Ohhh....jadi dia tunangannya"Aku manggut_manggut sendiri
"Tunangan hasil dari perjodohan jelasnya" Laki_laki itu masih aja berbicara sinis dari tadi padahal si cewek begitu lembut walau agak manja
"Bara jangan gitu dongg...."
si cewek sepertinya mau menangis
"Oke....oke..."!Laki_laki tadi akhirnya menyerah dan menuruti semua keinginan cewek tadi.
Tidak ada lagi yang terjadi mereka makan dan membicarakan tentang hal yang tidak penting menurutku
Dan setelah itu mereka beranjak pergi ini sungguh menyebalkan
Aku menunduk frustasi apa yang harus aku lakukan aku ingin segera tahu nama orang itu untuk memastikan semuanya
Saat ini aku menatap kosong HP yang ada di genggamanku tiba_tiba
"clingggg....."!ide ini muncul begitu saja ...
Aku langsung berdiri dan menuju ke meja kasir sampai disana
__ADS_1
"Maaf mba' permisi "Aku tersenyum memasang wajah ramahku
"Iaa...ada apa mba' "?mba' kasir tadi membalas senyumku
"Sepertinya tadi pelanggan yang mejanya ada di belakangku meninggalkan ini"Aku menunujukkan Hp ku mengatakan kalau Hp ku ini milik dari orang yang tadi duduk di belakangku
"Meja yang mana mba'?
"Yang itu...barisan kedua.."!Aku menunjuk meja yang di tempati orang tadi.
"Tunggu dulu ya mba'.."Mba'tadi memanggil seseorang dan sepertinya menanyakan tentang siapa yang tadi duduk di meja yang aku tunjuk
Lalu mba' kasirnya kembali ketempatnya dan menghadap kearahku
"Ohh....kebetulan itu tadi pak Bara "
"Anda mengenalnya...?Aku bertanya penasaran
"Iaa...dia pelanggan kami dan dia juga orang yang sangat terkenal di kota ini karena kesuksesannya"
Mba' kasir menjelaskan dengan detail tapi sayang dia juga menyebut laki_laki tadi dengan nama panggilan juga
"Di tinggal disini aja mba' nanti saya akan berikan langsung pada orangnya"Aku melongo..kok jadi gini ya ..pokoknya aku harus mengelak dan bagaimana caranya aku bisa mengetahui nama lengkap orang tadi tanpa harus mereka curigai
"Sebenarnya kemarin tanpa sengaja saya menabrak lali_laki tadi di depan toilet dan belum sempat saya untuk minta maaf,jadi bisa saya minta alamat atau tempat yang bisa saya kunjungi untuk menemui laki_laki tadi"Ini sangat bagus setidaknya aku tidak bohongkan
Mba' tadi terdiam sejenak ,mungkin menaruh curiga padaku dan tidak mengerti maksudku yang sebenarnya
"Bener begitu mba'..."?
"Ia....mba' masak mba' ngga' percaya lihat dong penampilan saya mba' sangat bisa di percaya kan...?Aku menunjuk diriku sendiri agar mba' nya menyelidiku dengan baik
"Ia...mba' maaf bukannya kami curiga cuma ingin memastikan saja soalnya ini kan tanggung jawab kami selaku pemilik cafe"
"Kalau memang itu tujuan mba' kami ucapkan terimakasih"
"Ahh.....biasa aja .."Aku tersenyum salah tingkah
"Kalau mba' ingin menemui pak Bara silahkan mba' kegedung sebelah cafe ini disana pak Bara bekerja..."
"O...ya"!
"Ia...mba' dia pemilik perusahaan itu"
"Terimakasih mba'"aku tersenyum
"Saya akan kesana untuk memberikan Hp ini
"Ia sama_sama..." Mba' kasir tadi tersenyum manis membalas senyumanku
Akupun keluar dari cafe tadi dan berjalan keluar dengan jalan kaki aku menuju ke gedung yang sudah ditunjukkan mba' tadi
Sampailah aku di sebuah gedung dan terpampang disana nama
HADI yang terpampang sangat besar ini menambah keyakinanku bahwa aku tidak salah orang
Setelah masuk kedalam gedung aku jadi bingung aku harus ngapain agar bisa tahu nama lengkap laki_lali tadi
Saat aku celingukan tak tentu arah ada sebuah lift terbuka dan dari lift itu langsung keluar beberapa orang yang berjaz hitam yang sangat kekar,namu ada seorang pria lagi dia memakai pakaian yang sana tadi saat saya melihat dia di cafe
yaa...itu dia pria yang aku cari_cari
Bagaimana ini apa yang harus saya lakukan,hingga semua pria tadi keluar gedung termasuk pria yang aku cari tadi aku langsung sadar dan berlari mengejar pria_pria tadi
"Eeehhh.....tunggu ....." Aku berlari tergesa_gesa sambil berteriak
"Ya....ya...ya..mereka pergi dan hilang" Aku menunduk lesu melihat mobil yang membawa pria tadi hilang dari pandanganku .
"Ada apa..mba'? Ada yang menyapaku,aku menoleh kearah suara itu ....ternyata itu satpam yang menjaga gedung ini
"Ngga' ada apa_apa kok pak"
"Cuma saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini
"Ohhh....maksud mba' Bapak MUBARAK HADI"
"ALHAMDULILLAH,Akhirnya ada yang menyebut nama orang itu dengan lengkap dan nama itu yang ada di memoriku,sekarang aku harus lebih memastikannya"!Aku bergumam sendiri dalam hati
"Ehemmm"Aku menyesuaikan suaraku agar tidak gugup
"Iaa...pak saya bingung soalnya saya tidak kenal dan tidak tahu wajah dari Bapak Mubarak Hadi"!Aku memulai sandiwaraku
"Apa salah satu dari mereka bernama Mubarak Hadi"?Aku pura_pura lagi dengan menambah memasang wajah lugu
"O...iya...mba' .."pak satpam menjawab dengan ramah
"Semua yang berbaju hitam tadi pengawalnya mba' ,sedang pak Mubarak Hadi yang hanya memakai kemeja Abu_abu "
"O.....begitu ya pak...kalau begitu terimakasih banyak pak besok saya kembali kesini ,untuk melaksanakan perintah bos saya "Aku menunduk hormat pada pak satpam tadi sambil mengucapkan banyak terimakasih
__ADS_1
kemudian berlalu pergi menjauh dari gedung itu.
🌅🌅🌅🌅