
Gagal dekat
Setelah kejadian di mobil itu ,ternyata tidak membuat usahaku untuk dekat dengan Sajad berjalan mudah, sudah seminggu sejak kejadian itu kami tidak bertemu lagi dia seakan menghindariku
Dia sungguh membuatku kesal dan sekarang aku lagi duduk dikursi yang ada di Taman kampus kami,aku merenung sendiri ,lesu dan tak bergairah mengingat usahaku yang gagal
"Apa aku harus memaksanya ya....!
Seperti yang aku lakukan dulu pada Irfan ,dan walau berteman karena paksaan Irfan sampai sekarang menjadi sahabat yang baik dan tidak pernah meninggalkan ku sendirian saat aku dalam kesulitan
"Flash back"
Ketika itu ,sekolah mengadakan lomba memasak dan aku memaksa pada Bilal untuk mengikuti lomba itu namun diantara kami tidak ada yang bisa memasak termasuk diriku yang nota bene nya adalah seorang perempuan
Kami masih berempat aku,Bilal,Roy,dan Ibam ,kami berteman karena keadaan kami yang sama_sama merupakan anak yang di lahirkan di keluarga yang terpandang dan keluarga kami juga berteman baik kecuali orang tuaku dan orang tua Bilal pastinya yang tidak pernah akur
"Pokok nya bagaimanapun caranya kelompok kita harus menang"Aku berdiri sambil berlagak memberi perintah pada mereka semua saat itu kami sedang duduk di taman sekolah diatas rerumputan taman ,ingin menyejukkan fikiran pusing karena memikirkan keinginanku yang tiba_tiba ingin mengikuti lomba memasak sedang diantara kami ngga' ada yang bisa masak
"Bagaimana kalau kita rekrut anggota baru yang pintar memasak ,dan aku kenal dengan orang yang pintar memasak itu"!Ibam memunculkan ide dari otaknya
"Tapi kan syarat dari lomba itu ada yang mengharuskan kita semua itu satu kelas"!Roy menyela memperingatkan tentang salah satu syarat untuk mengikuti lomba itu
"Dia...satu kelas dengan kita"Ibam menjawab
"Tapi mungkin kita akan agak sulit untuk membujuknya karena dia orangnya rajin dan selalu mengikuti aturan"Ibam menatap kami semua menjelaskan tentang karakter orang tersebut
"Jangan kuatir soal itu kita semua kan punya pesona dari seorang SAKINA NABILA,dan ini saatnya aku memanfaatkan pesona itu"Aku berlagak sok berwibawa
"Jangan gunakan itu ..."!
"Pesona itu hanya untukku saja ,aku tidak rela untuk membaginya.... NABILA KU"!Bilal berbicara tidak rela sambil merangkulku dan mencubit kedua pipiku gemas,Ibam dan Roy memutar bola matanya malas mendengar ucapan Bilal yang agak lebay
"Bilal sakit...."Aku mengusap_ngusap pipiku yang di cubit Bilal
"Aku punya cara lain yang akan di jamin ampuh untuk membujuk orang itu ,tinggal kamu tunjukin siapa orang itu pada kami"Bilal berbicara agak sombong ,kami semua sudah bisa menebak apa bujukan yang Bilal maksud,ya.....pastinya akan menggunakan keluasaan yang ia miliki karena pengaruh orang tuannya
Kami pun berjalan menuju ke perpustakaan sekolah ,kata Ibam di jam istirahat begini orang yang dia maksud pasti ada di sana,saat dekat dengan perpustakaan Ibam langsung menunjuk seseorang yang dia maksud
"Itu dia....."Terlihat seorang cowok yang seumuran dengan kami,dengan seragam yang sangat rapi ,dia terlihat tampan dengan senyum dan wajah ramah yang slalu dia tunjukkan ,ia..aku ingat dia memang teman sekelas kami dia selalu duduk di depan ,dia yang selalu di tunjuk guru untuk menulis kedepan karena tulisannya yang sangat rapi masuk dalam daftar siswa teladan dan dia merupakan wakil ketua kelas kami
"Kamu tinggal bilang kalau dia wakil ketua kelas kita Ibam"Aku mengeram kesal pada Ibam ,dan Ibam hanya nyengir tanpa mau membalas ucapanku
Dia siswa yang kami incar untuk menjadi anggota baru kami terlihat masuk kedalam perpustakaan
"Kita masuk nihh...."!Roy memberi pertanyaan pada kami semua yang saat itu hendak masuk kedalam perpustakaan ,kami memang tidak pernah sekalipun masuk kedalam perpustakaan sesulit apapun ujian yang kami hadapi
Dan ini untuk pertama kalinya dan merupakan rekor dalam dunia persekolahan kami ,malah bahkan kami sering kali tidak membawa buku kesekolah,tapi walaupun begitu kami tetap aktif di setiap kegiatan sekolah dan tidak pernah bolos kecuali jika diantara kami ada yang sakit maka kami semua tidak sekolah bersamaan apalagi kalau yang sakit itu saya pasti semuannya pada heboh sendiri.
Kami duduk di kursi perpustakaan tanpa mengambil buku seperti yang lain,semua siswa terlihat sibuk dengan bacaan mereka masing_masing mereka semua terlihat fokus pada buku yang mereka pegang,sedang yang kami semua lakukan hanya duduk diam dan pandangan kami yang tertuju pada siswa yang kami incar yaitu wakil ketua kelas kami Ibam bilang dia pintar sekali memasak dan Ibam tahu itu semua karena dia adalah tetangganya .
DIA SYARIF HIDAYATULLAH dan mempunyai nama panggilan SYARIF ,ibunya seorang janda tapi mandiri dan sibuk dengan pekerjaannya sedang tugas rumah diembankan pada putra pertamanya yang ia beri nama SYARIF Itu .
Jadilah Syarif ini setiap hari harus mengurus rumahnya dan adik_adik nya,dia harus masak untuk makanan adik_adiknya juga ,karena walaupun keluarganya masuk pada keluarga menengah keatas ,ibunya harus pintar_pintar memenej keuangannya untuk masa depan anak_anaknya,dan dari mana Ibam tahu kalau si SYARIF ini pintar masak
Ceritanya malam itu Ibam ingin membeli makanan ,dirumah nya saat itu ia sendirian kedua orang tuanya sedang keluar kota mempunyai urusan penting untuk bisnisnya
Ibam merupakan anak tunggal dan keberulan saat itu pembantu di rumahnya sedang libur,jadilah ia kelaparan malam_malam,dia memutuskan untuk jalan kaki saja karena tujuannya sangat dekat,dan mau tidak mau Ibam melewati depan rumahnya SYARIF
Ibam berjalan santai dan saat menoleh kearah rumah SYARIF ternyata disana begitu ramai ada ibu dan kedua adik Syarif ,Ibam menunduk tersenyum pada ibu Syarif dan menyapanya
"Haii....tante"Ibu Syarif ikut tersenyum dan membalas sapaanku
"Nak Ibam mau kemana"?Ibu Syarif bertanya
"Mau kewarung sebentar tante membeli makanan"Ibam menjawab sopan
"Mampir kesini aja Nak ,kami sedang ngerayaain ulang tahunnya Lila "!Ibu Syarif menjelaskan ,dan Lila merupakan adik bungsunya Syarif,dia masih kelas 5 SD
Dan sepertinya ibunya Syarif tahu kalau Ibam sendirian di rumahnya
"Ngga' usah tante saya______
"Ngga' apa_apa ini beneran lho saya nawarinnya bukan basa_ basi makanan nya banyak "Ibu Syarif memaksa
"Sudahlah ayooo.."Ibu Syarif yang bernama Salma itu menghampiriku dan menarik paksa tanganku,dengan terpaksa aku mengikuti langkah tante Salma
Ibam tersenyum canggung pada Syarif ,dia merasa tidak enak hati ,karena mereka memang tidak akrab walaupun mereka tetangga bahkan Ibam selalu membantah jika Syarif ini menyampaikan tugas dari guru yang di titipkan padanya
"Hai Hanif..."Ibam menyapa Hanif adik si Syarif
dan Ibam menepuk bahunya
Ibam tahu nama adiknya Syarif karena sering mendengar ibunya saat berteriak memarahinya
Aku duduk di meja makan tersebut di sana sudah tersedia berbagai macam makanan ,sedang Syarif masih sibuk dengan daging yang ia panggang
"Sudah Nak kalau belum mateng di tinggal aja kita makan dulu"!Tante salma menyuruh Syarif anaknya untuk berhenti
__ADS_1
"Ini sudah kok bu"Dia ikut duduk di meja tadi sambil meletakkan daging dari hasil panggangannya
Kami mulai makan dan saat merasakan makanan yang tersedia aku kira semuanya di masak oleh Tante salma namun aku salah mengira , soalnya enak banget makananya tersaji seperti bagaimana restoran menyajikan makanannya dan dengan rasa yang penuh dengan cita rasa khas perpaduan bumbunya dan tingkat kematangannya sungguh pas di lidah ,aku juga ngga' tahu apa ini efek dari aku yang sedang lapar atau gimana aku ngga' tahu tapi ini enak banget bikin aku jadi pengen nambah terus ,untung semuanya sibuk dengan makanan mereka masing_masing sambil mendengar celotehan Lila orang yang sedang berulang tahun sehingga aku tidak begitu canggung saat ingin menambah makanan,perayaan yang sederhana tapi sangat mengesankan Lila terlihat bahagia dia tidak terlihat murung sama sekali aku yakin dia senang dengan perayaan yang di buat oleh keluarganya walau terlihat biasa aja tapi luar biasa menurutnya
"Gimana enak ngga' makanannya ?
"Ngga' usah bilang enak karena ingin menghargai lho "!Tante salma bertanya ketika kami sudah selesai makan dan kami sedang menikmati makanan penutupnya
"Ini enak kok tante,malah enak banget ,suwer ...deh Tante,dan asal tante tahu saya merupakan orang yang tidak pintar berbohong,dan makanan ini benar_benar enak"Aku menjawab dengan antusias
"Alhamdulillah kalau begitu"
"Masakan seorang ibu memang selalu nikmat"Aku berkomentar ringan,tapi ada yang aneh semua menatapku
"He....he...he"Tante salma tersenyum
"Ini bukan masakan tante ,ini semua masakannya Syarif"Tante salma menunjuk Syarif dengan mukannya,aku hanya bisa menganga terkejut mendengar ucapan tante salma,dari situlah Ibam tahu keahlian memasak Syarif dan Syarif hanya tersenyum tanpa mau mengatakan sesuatu.
Pandangan kami tertegun masih menatap kearah Syarif wakil ketua kelas kami ,fikiran kami masih berputar memikirkan bagaimana caranya membujuknya
Syarif keluar dari perpustakaan dan tanpa sadar kami semua juga bangun dari tempat duduk kami dan mengikutinya keluar dari perpustakaan .
Syarif melangkah santai ,dan ternyata dia menuju ke taman sekolah dia duduk di salah satu bangku di taman itu dan membuka buku yang ia bawa dari pepustakaan,kami berdiri tidak jauh dari tempat yang di duduki Syarif dan memandang kearahnya,sepertinya Syarif menyadarinya dan memandang kearah kami namun kami segera menoleh kearah lain pura_pura ngobrol dan mentertawakan sesuatu kemudian Syarif beralih pada buku bacaannya lagi,otomatis kami memandang kearahnya lagi,sekian lama ini terjadi ini terjadi akhirnya aku ngga' tahan dan memutuskan untuk menghampiri dia
Aku berjalan kearahnya
"Bila jangan ..."Bilal mencekal tanganku
"Tapi kita tidak bisa begini terus kita harus bicara padanya sebelum nanti dia di rekrut kelompok lain"Aku berusaha menjelaskan
"Biar aku aja yang membujuknya"Bilal langsung melangkah tanpa mau menunggu ucapan kami
"Heh...wakil ketua kelas"Bilal mulai menyapa ,kami yang mendengar kata sapaan yang di sampaikan Bilal hanya bisa menepuk jidat kami ingin rasanya kami meneriakinya.
Syarif menutup bukunya dan memandang kearah Bilal yang sudah ada di depan nya
"Kamu harus mau ikut dalam kelompok kami ,dan mengikuti lomba memasak"Bilal bicara dengan dagu yang ia naik kan keatas tanpa mau menunduk,kami terduduk mendengar ucapan Bilal itu
"Makin sulit ini urusannya,mana ada orang mau di bujuk dengan menggunakan cara kasar seperti itu"Ibam berkomentar
"Oya....."Syarif manggut_manggut
"Kalau saya ngga' mau apa yang akan kamu perbuat?
Syarif menatap Bilal sambil bertanya dia memang tidak pernah merasa takut pada kami ,padahal kami slalu memberikan ancaman dan bully an padanya tapi dia terlihat tidak perduli
Ya.....emang benar sihhh,sekolah ini milik keluarganya dan dia mampu melakukan itu
"Lakukan sesuka hatimu"Syarif membalas dengan tidak perduli
"Kamu______"Bilal menarik kerah baju Syarif dan hendak memberi tonjokan padanya,namun sebelum semua itu terjadi kami berlari kearah mereka dan mencegah Bilal untuk melakukan itu semua
"Waaaaa......Bilal hentikan "Kami berlari menghampiri Bilal dan menariknya agar menjauh dari Syarif
Kami bisa mengatasi Bilal sekarang dia ada di belakang kami ,kami menatap kearah Syarif yang masih tidak peduli pada kami,
menduduki tempatnya duduknya tadi dan sibuk dengan buku nya
"Lihat dia......dia begitu sombong "Bilal terlihat emosi melihat tingkah Syarif
"Jadiiii.....dari tadi kalian menguntit hanya bertujuan mengajakku ikut lomba memasak?Imam Hanafi mulai bersuara
"Iyaaa....jadi kamu harus mau membantu kami"!Aku menerangkan
"HARUS....!Syarif mengernyitkan dahinya
" Aa....bu ...bukan ....maksud, saya"Dia membuatku salah tingkah
"Wakil ketua kelas tahu saya kan. ..?Aku memasang wajah manis berusaha meluluhkan Syarif
"Yaa.....saya tahu kamu ,Siswi populer di sekolah ini "dia menjawabku tanpa melihat kearahku matanya masih ada di bukunya
"Huffftttt..."Aku menghembuskan nafasku berusaha menahan kesal
"Dengar....sekali lagi saya mohon"
"Bisakah kamu membantu kami "
"Kami ingin mengikuti lomba memasak ,Ibam bilang kamu pintar memasak dan masakanmu enak mantap GILAA....."
"Jadi kamu mau ya....menjadi anggota kami ,dan mengikuti lomba memasak ini"Aku mengeluarkan bujukan yang luar biasa manis dan memasang senyum yang menawan
............................."Hening tidak ada suara kami diam menunggu balasan dari Syarif
"AKU MAU.........____"Kami menganga mendengar jawabannya
"Yeeeyyyyyyy...."Kami berteriak histeris dan meloncat gembira
__ADS_1
"STOOP......"Syarif menghentikan kegembiraan kami dengan mengangkat tangannya di hadapan kami
"ADA SYARAT NYA...."Dia menatap kami serius
"Ahhh....santaii...apapun syaratnya kami pasti mau menyanggupinya"Kami mengangguk semangat
"Oyaaa...."
"Kalian...janji.."Syarif menjulurkan jari kelingkingnya
"Kami janji"Dan aku langsung menyambutnya dan menautkan jari kelingkingku
"Lepas ..jangan lama_lama"Bilal melepas tautan jari kami dan langsung menggenggam tanganku dia terlihat kesal,dan Syarif memutar bola matanya malas melihat tingkah Bilal
"Kamu sebut saja apa syaratnya?Bilal langsung mengeluarkan sifat sok pemimpin nya
"MULAI DARI SEKARANG SAMPAI NANTI KALIAN LULUS SEKOLAH KALIAN HARUS MENGIKUTI TATA TERTIB SEKOLAH JANGAN PERNAH BERANI MELANGGAR NYA
DAN IKUT MEMBANTUKU DALAM MEMAJUKAN SEKOLAH , JUGA MENGIKUTI DENGAN BENAR KEGIATAN SEKOLAH DAN TIDAK BOLEH MENYEPELEKAN NYA
"TAAA_______
"SATU LAGI"Syarif menghentikanku yang ingin mengucapkan sesuatu
"SETIAP HARI KALIAN HARUS BELAJAR DAN BERUSAHA MENAIKKAN NILAI KALIAN DAN AKU AKAN MENGAWASI KALIAN ...."
"SUDAH HANYA ITU" Syarif nyerocos panjang lebar memberikan syarat pada kami
Memang sih selama ini Nilai kami selalu berada di peringkat 20 ke bawah ,tapi tidak pernah menjadi peringkat yang terakhir,kami slalu bisa mempertahankan peringkat kami dan tidak pernah naik ataupu turun,menurut kami itu sudah lumayan ,sekarang malah kami harus memenuhi semua syarat itu.
"Dia bilang HANYA ITU,Ihhh....itu sih bukan Hanya...tapi BANYAK "Aku menggerutu sendiri sedang yang lain terlihat shok......dan langsung menatap kearahku berharap aku tidak menyetujuinya
"OKE...aku setuju"Aku menyetujuinya
"Yaaaaa .....ketuaaa..."Semua menggerutu dan menunduk lesu ,dan hanya itu yang bisa mereka ucapkan karena memang selama ini mereka tidak pernah membantahku
"Tapi....aku boleh kan meminta sesuatu padamu?Aku menatapnya serius
"Apa itu...?
"Mulai sekarang kami akan memanggilmu dengan panggilan....APA YA....."Aku berfikir sebentar
"IRFAN.."
"Ya....itu panggilan yang bagus untukmu"
"Daaann....."Aku mengangkat jari telunjukku dan menggerak_gerakkannya kedepan dan kebelakang
"Kamu harus menjadi anggota tetap geng kami yaitu" GENG NO COMENT"dan slalu mematuhi Titah dari sang KETUA"Aku berucap dengan tegas
"Baiklah.....tidak ada ruginya menjadi salah satu anggota kalian ,asal kalian mau menerima semua syaratku aku juga mau menerima syarat kalian."Dia menjawab dengan tenang
"Ngomong_ngomong siapa yang menjadi ketua geng kita...?Syarif bertanya
"Ketua nya saya..."Aku menunjuk diriku sendiri
"WHAAA...HA...HA..."Syarif tertawa terpingkal_pingkal sampai memegang perutnya
"Jadi selama ini tiga cowok ini yang di takuti semua siswa dan yang menjadi idola semua siswi di sekolah ini berada di bawah pimpinan seorang cewek yang bernama SAKINA NABILA"Imam Hanafi bicara sambil menahan tawanya
Bukkkkkk"terdengar suara tonjokan
tonjokan itu berasal dariku ,dan mendarat di pipi Syarif
"Itu bukti kalau saya pantas menjadi ketua.."Aku menatap Syarif sinis
"Dan selamat bergabung dalam geng kami"Aku mengambil tangan kanannya dan bersalaman dengannya sedang tangan kirinya ia gunakan untuk mengusap_ngusap pipinya yang terkena tonjokanku
Aku berlalu dan berjalan meninggalkan Syarif yang saya beri nama panggilan Irfan .
"SAKIT YA..."?Ibam bertanya sambil merangkul Irfan
"Jangan pernah lagi menyinggungnya dan meremehkannya
" ya....begitulah sifat nya ,maka dari itu dia bisa menakluk kan kami semua.
"Sakit banget tonjokannya"Irfan masih mengusap_ngusap pipinya"
"Selamat datang anggota baru semoga betah ya...."Kami semua tersenyum dan bersalaman pada Irfan,Irfan tersenyum sambil terus mengusap pipinya yang agak memar karena habis di tonjok oleh SAKINA NABILA
Dan benar_benar luar biasa kami menang dalam lomba itu ,Irfan benar_benar pandai memasak dan semenjak itu kami mulai akrab ,kata Irfan dulu dia tidak suka dengan tingkah kami ,tapi setelah mengenal kami dia mengerti kenapa kami bisa dekat dan membentuk geng ini dan dia sadar sebenarnya kami itu baik ,tapi memang agak urakan banyak bukan sedikit
Selama berteman dengan kami Irfan mampu membuat kami belajar dengan benar dan nilai kami meningkat drastis sehingga kadar kepopuleran kami meningkat ini semua terjadi karena kami yang terikat dengan janji yang kami sepakati dulu .
Tapi kami belum bisa menghentikan sifat kami yang suka membuat onar ,terkadang kami suka khilaf ,namun Irfan tidak pernah berhenti untuk memperingati kami.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1