2 BIL

2 BIL
BAGIAN 38 LOMBA& DINNER


__ADS_3

  Kami semua sedang di halaman , sesuai dengan perkataan nya ,Bilal datang,dan dia tidak sendiri dia membawa beberapa anak anggota KPSD


"Hehhh....memanggil bala bantuan rupanya "Aku melihat Bilal sinis


  Bilal melangkah dengan senyum sumringah nya dia di temani dua orang pria yang sangat aku kenal yaitu Khalil dan Akhi Ali dan di belakang mereka ada empat orang dua cewek dua cowok


"Sudah kuduga dia tidak akan melewatkan keberadaanmu disini Nabila "Suara Barak yang terdengar olehku,aku tersenyum salah tingkah,bukan hanya tidak melewatkan bahkan Bilal sudah menikahiku, dan hanya ketiga temanku dan mungkin semua orang yang baru datang itu juga tahu kalau aku sudah menikah dengan Bilal


  Aku berjalan mendekat tentu Barak tidak mau kalah dia mengikutiku bagai di tarik oleh magnet namun tidak berani menempel


"Mau apa kalian kesini"Barak menatap mereka sinis


"Tidak....cuma tadi kami tidak sengaja mendengar kalau kalian hendak main sepak Bola " Bilal bicara santai


"Lalu kalian ....kesini mau ngrecokin gitu"


"Kami mau ikut tanding lah...."


"Terus kalau kami nggak mau main kalian bakal nangis dan nyakar_nyakar tanah gitu...."?Aku mengejek sinis


"Kami tidak peduli ,terserah kalian ,aku tidak mau bermain dengan kalian...maless. .."!Mendengar perkataanku Bilal tidak marah ,dia malah berjalan mendekatiku ,Barak di sampingku langsung melangkah dan menghadangnya sehingga tubuhnya tertutup ,Bilal menatap Barak nyalang, tapi dia menggerakkan tangan nya dan memperlihatkan tangannya yang tersemat cincin pernikahan kami,dan menggerak_gerakkan jarinya di depan mukaku,semua itu seperti sebuah ancaman untukku kalau tidak menurut dia akan membongkar tentang alasan keberadaan cincin tersebut ,sedang dia pura_pura menatap Barak penuh intimidasi .


"Aku kesini hanya______"


  Wajahku langsung pias pucat ,aku segera menghentikan ucapan Bilal dan menyetujui keinginan mereka


"Aku mau....."


"Kenapa? Barak mempertanyakan keputusanku aku tahu dia tidak suka


"Sudahlah Barak biar nggak ribet"Aku menjawab santai


"Mau ...apa nihh.....mau sama aku gitu?Barak menatap Bilal marah


"Kalau masih banyak ngomong lagi ,aku akan merubah keputusanku_____"


"Enggak. ...enggak jangan.....aku diem " Bilal menutup mulutnya dengan jari telunjuk nya


"Baiklah......kita atur sekarang"


"Kami cuma bertujuh sihhh.....tapi kami tetap ,tidak akan mundur"


"Jangan kuatir kamu,Kak Adz nanti jadi wasit,itu sudah kami atur tadi"


"Oke ee. ...lah"


"Okee....lah...bilang aja ciut " Aku mengomel sendiri ,hampir berbisik sihhh. ...


"Oke....."Aku melihat satu persatu anggota Bilal,dan berhenti di satu cewek,aku tersenyum, berjalan menghampiri cewek itu,semua mengernyit heran melihat tingkahku


"Kamu....."!Aku mendekat pada cewek itu


"Ia......Nona ini saya,masih ingat nama Saya kan Nona"


"Tentu aku ingat namamu sangat indah dan bagus,PESONA.... kamu dan nama kamu membuatku terpesona " Pesona gadis yang ada di depanku ini hanya tertunduk malu ,tapi tidak tersenyum dia seperti menahannya


"Merayu Nona"Bilal ikut bicara "Dasar tukang ikut campur"Aku bicara sendiri


"Kamu juga mau di rayu"Aku menantang Bilal


"Mau..."Bilal mengangguk manja


"Jangan salahkan aku ya....kalau nanti kamu bakal klepek_klepek "


"Buktikan. ....."Bilal menantang


  Aku melangkah mendekati Bilal,sampai mendekat dan berdiri di hadapan nya


"AKU...."Aku berhenti ,suasana hening seakan mereka semua menungguku untuk melanjutkan apa yang aku katakan


"AKU....SANGAT.....SANGAT....SANGAT MEM_BEN_CI_MU..."Aku bicara dengan sambil menekan setiap perkatanya


"Ohhhh.......sungguh benar-benar rayuan maut,membuat ku serasa ingin berhenti bernafas "Bilal berlagak memegang dadanya


  Aku melengos menatap penuh dengan kemalasan,begitupun yang lain


"Tingkah mu itu Bilal sungguh _____"


"Sebaiknya jangan di ladeni Nabila, makin seneng dia Nanti " Barak mencegah ku untuk meneruskan ucapan ku,Bilal menatap sinis pada Barak,dan terjadilah saling melotot antara mereka


"Ya....udah Sona  kamu akan ikut permainan ini menjadi anggotanya Bilal,tetap semangat ya. .."Aku menghentikan perdebatan yang terjadi diantara mata Bilal dan Barak


"Iya ...Nona..."


  Kamipun memulai permainan, kali ini aku menyuruh pak Dirman untuk ikut membantu Kak Adz mengawasi permainan ini,pak Dirman ini ,yang mengurus rumahku bagian luar ,dan hasilnya ya ...halamanku ini yang begitu nyaman ditumbuhi rumput dan sekarang kami jadikan sebagai lapangan ,tidak selebar lapangan bola sihh ....tapi cukup buat kita main sepak bola mini seperti sekarang ini


  "Priiiiitttttt........"Bunyi peluit yang ditiup Kak Adz tanda permainan di mulai


  Kami mulai, sekarang bola sedang dikuasai pihak Bilal ,salah satu anggota nya yang cowok menendang dengan lihai lalu mengoper bola tersebut kearah Bilal lalu Bilal mengopernya pada Khalil ,tapi aku sempat heran sih ...kenapa mereka meletakkan Sona di sisi gawang rupanya ini alasan nya ,setelah dari Khalil dia mengopernya kearah Sona dan Sajad yang menghadangnya di lewati dengan mudah,untung ada Hamba namun aku harus menggigit jari karena Sona bisa melewatinya dan tanpa di cegah Bola melewati dengan cepat pertahanan Roy yang jadi penjaga gawang dan.....


"GOOOOLLĹ......."Bilal dan teman-teman nya bersorak girang,dan pemandangan yang menggugah rasa sakit dihatiku muncul, disana Bilal berpelukan  dengan ..ahh....sayang nya gadis itu aku suka,Pesona "Ya. ...ampun sakit banget rasanya,mereka terlihat deket banget ,sambil saling tersenyum mereka melepas rangkulan mereka


"Aku meraba dadaku untuk menenangkan hatiku agar tenang"Ada yang memelukku dari belakang, aku tersentak kaget,Barak tersenyum melihatku ,aku melepaskan diri "Kamu. ..sudah ku bilang jangan..."


"Maaf Reflek. ...aja ,aku tahu kamu terganggu dengan pemandangan di depanmu aku benar_benar tidak tahu caranya membuat kamu merasa lebih tenang "


"Alesan....."Aku menatapnya sinis,Ibam mendekat,dia mendorong Barak "Apa_apaan sih..."Barak menatap kesal


"Pelecehan tadi kamu itu "


"Sudah Ibam jangan di perpanjang"


"Sekali lagi berbuat seperti itu ,kamu bakal rasain tonjokan ku"Aku menunjuk _nunjuk Barak,aku memang slalu berani di hadapan Barak


   Semua melihat kami ,aku berusaha tersenyum tenang...Ini pertama kali sihhh....Barak melakukan ini,aku yakin tadi dia jujur saat mengatakan hal tadi


  Permainan di mulai lagi keadaan sudah tenang,Bilal memang slalu bisa memancing suasana jadi panas,aku benci dia.....


  Kali ini Bola ada dalam kuasa Sajad,dia terus berjalan menggiring Bola,dan saat nya untuk mengoper bola pada Barak aku lihat keengganannya namun Sajad memang slalu profesional, urusan pribadi di buang dulu sekarang yang penting bagaimana bisa bermain dengan baik


  Saat Barak mengiring bola dia tidak bisa melewati pertahanan Akhi Ali ,sehingga Akhi Ali mampu merebut bola,namun aku bergerak cepat dan merebut bola itu,Bilal ternyata langsung menghadangku dia berusaha merebut bola dariku ,aku mempertahankan dengan baik ,yang lain datang ikut membantu Ibam dan Irfan ,aku hendak mengoper bola kearah Ibam namun ya.....Bilal mampu merebut nya selanjutnya seperti yang terjadi di awal mereka mampu mencetak gol kali ini Khalil  yang mampu mencetak gol,seperti  yang terjadi tadi mereka semua ber tos penuh semangat, anggota ku cuma bisa  mrengut


"Gunakan jurus andalan mu Ketua " bisik Ibam padaku,aku mengernyit tidak mengerti ,dan menatap Ibam penuh tanya


"Jurus waktu ketua ngalahin Bos Bilal"Bisiknya lagi


"Bener nihh aku harus make' jurus itu"


"Kenapa tidak"!


"Emang kamu tahu apa yang aku lakuin waktu itu"


"Iya. ....aku lihat di bawah meja"


"Kamu ini bikin aku malu aja,itu kan menjurus ke mesum"


"Tak apalah ketua.....udah halal ini"


"Oke....akan aku lakukan jurus yang itu"Aku menatap Bilal tajam,dia hanya melihatku tidak mengerti


  Permainan pun di mulai lagi....sekali lagi aku berhadapan dengan Bilal,"hehh....jurus. ya...akan kuguna kan itu sekarang mumpung ada kesempatan ,dan saat bola ada di kakiku ,terlihat Bilal serius ingin merebut bola itu dari ku,dan saat dia persis didepan ku dan pandangannya penuh pada bola  aku langsung....


"Dhukkkkk. .....Bukkk"Terdengar suara tendangan dan tubuh yang terjatuh


"AAWWWW....."Bilal berteriak memekik, dia berguling _guling menahan sakit,nggak nyangka tendangan ku  berakibat begitu mengilukan


aku meringis melihatnya,tapi aku hanya berdiri menatapnya tanpa mau menolongnya


"Kamu......arkkhhh. ...."Bilal memekik sekali lagi,dia memberiku tatapan amarah nya ,aku hanya meringis ngeri, semua berlari menghampiri Bilal ,Khalil berjongkok berusaha menenangkan Bilal tapi Bilal hanya berguling _ guling kesana kemari


"Kamu kok gitu sihh.....Nabila...ini curang namanya"Akhi Ali menghakimiku


"Maaf nggak sengaja"Aku menatap mereka semua penuh penyesalan " Beneran loh aku nyesel,Bilal terlihat sangat kesakitan lagi ya ....ampun aku keras banget ya....nendangnya"Aku hanya menelan ludah


Ibam menghampiri ku ,dia menggaruk _ garuk kepalanya


"Jurus apa namanya itu ketua..."?Ibam terlihat merasa bersalah karena ini semua ide dia


"Heeeeeeeee. ........"Aku nyengir salah tingkah


"Tak taulah. ...Ibam mungkin jurus kekesalan"Ibam menahan tawa nya begitupun aku ,takut terlihat yang lain


  "Ayo....bantu dia bawa kedalam biar di obati"Hamba yang slalu cekatan memaparkan Bilal di bantu khalil mereka memang slalu siaga,aku lihat Barak juga sepertinya mengizinkan Hamba melakukan itu


  Semua menatapku penuh tanya...


"Kamu marah karena kamu kalah Nabila "?Akhi Ali sepertinya benar_benar marah padaku


"Enggak cuma refleks aja tadi"Aku menjawab santai dan cuek kemudian ikut masuk kedalam dan didalam langsung terdengar


       "TIDAKKKK .... TIDAKK. ..."Bilal berteriak ,aku melangkah menghampiri mereka yang sedang mengelilingi Bilal yang terkapar di Sofa


"Kenapa dia......?Aku bertanya pada Khalil


"KAMU MASIH NANYA "?Bilal bicara sambil meringis menahan sakitnya, dia benar-benar marah kali ini


"Dia tidak mau di obati Nabila, dia malu katanya "


"Hahh.....HA. ...HA. .Malu....masih punya malu kamu"Aku menertawakan Bilal tanpa merasa bersalah


"NABILA  ..."Khalil  menegur ku,dan Bilal menatapku nyalang


"Apa ......aku benerkan,..lihat kamu udah bisa marah ,berarti kamu tidak apa_apa menurutku"Suara ku makin menjengkelkan

__ADS_1


"Enak. ... .aja...Arkkkkkhhh"Bilal memekik menahan


"Setidaknya di kompres dengan air hangat Bilal biar mendingan ngilunya"Aku menelan ludah kasar mendengar ucapan Khalil, pasti ngilu banget


"Apa.....ke dokter saja"?Semua orang  sekarang ada disini melihat keadaan Bilal ,aku masih berdiri kokoh tidak sekalipun menatap Bilal


"Aku mau ,yang menyebabkan kesakitan ini agar bertanggung jawab"Bilal masih sempet saja menggunakan akal licik nya, dia tidak mengerti kalau aku kesel sama dia setengah mati karena dia sudah memaksaku untuk menikah dengan dia


"Bertanggung jawab gimana, selepas di gituin kamu hamil gitu"Aku masih dengan kepala batuku, dan suaraku masih bernada sinis


"Ya.....kamu yang obatin"Kami berdebat yang lain hanya menatap kami heran,mereka memang baru pertama kali melihat interaksi kami ,sedang Ibam, Roy dan Irfan cuma senyum _senyum karena sudah biasa


"Gimana cara dia ngobatin, dia cewek loh..."Sajad ikut bicara,dia memang slalu pengertian slalu mengerti keadaan dan peduli


"Nggak  apa-apa namanya juga tanggung jawab "Bilal memaksa, tentu saja yang tidak tahu kalau aku sudah menikah dengan Bilal menatap tidak terima termasuk Barak dan Sajad"OHHHH....Ya ampun disini yang tidak tahu kalau aku sudah sah kan memang Barak dan Sajad dan juga kedua pengawalku Hamba dan Kak Adz


"Biar aku yang menggantikan dia,aku tunangannya "Barak ikut nimbrung


"Nggak mau. ..aku mau dia yang mengobatiku"Bilal menunjukkan jari telunjuknya padaku, aku hanya bisa menatapnya ngeri


"Kamu lupa kalau dia perempuan "?Barak mencegah dengan keras ,dia langsung marah tentunya ,melihat Bilal meminta aku yang saat ini masih tunangan nya Barak ,malah di suruh ngobatin Bilal yang kesakitan di bagian yang tidak boleh di lihat oleh perempuan.


"Enggak aku lupa kalau dia perempuan "


"Buktinya dia menendang ku tanpa berperasaan "Mereka malah berdebat,dan Bilal mengungkit kesalahan ku,ini memang salah ku sihh. .....


"Sudahhhhhhhh jangan berdebat,Nabila..... panggil saja dokter"Khalil memang slalu bijak,diaengansnia memberikan ide yang sangat brilian


"Kamu nggak usah macam-macam,"Khalil memukul bahu Bilal,seakan memberi peringatan ,dia pun langsung diam,mengerti kode yang di berikan khalil,Bilal memang selalu bertingkah semau nya dia padahal dia tau disini ada Barak


"Ayo ooo. ...anter dia ke kamar Nabila biar nanti di periksa dokter,biar dokter yang menangani"Solusi yang keluar dari mulut Khalil seakan menghipnotis kami sehingga kami menurut ,dan memang itu jalan yang terbaik dari pada mengikuti kemauan Bilal yang mampu menimbulkan kecurigaan, Bilal memang erkkkkhhh kesel aku sama dia ,ternyata tendangan ku tadi bukan membuat sadar tapi semakin membuat  otak nya miring 


"Kalian semua pulang saja"Khalil bicara dengan tegas pada Semua yang tadi ikut bersama Bilal yaitu para anggota KPSD   ,mereka mengangguk pamit pada kami,aku lihat Pesona tersenyum padaku,dan aku hanya membalasnya dengan senyum tipis,bayang_bayang dia memeluk Bilal ada di pelupuk mataku,aku masih merasa tidak nyaman.


  Aku dan Khalil mengantar Bilal kekamar dan yang lain semua ada di Ruang tamu,mungkin mereka ngobrol atau bertengkar terserah lah aku masih pusing mikirin keadaan Bilal kasian juga dia.


  Sampailah kami di kamar, tadi aku sudah menghubungi dokter dan dia sedang dalam perjalanan menuju kesini


"Gimana Bilal? Khalil bertanya


"Ambilin  kompres air hangat deh....ini ngilu banget benar_benar Si Bila..."!


"Heeeeeeeee " Aku hanya nyengir kali ini


"Biar. ..aku ambilin"Aku segera bergegas kedapur,tanpa menunggu persetujuan mereka mengambil apa yang di bilang Bilal tadi


  "Kayaknya.....dia kesel banget sama kamu Bilal .."?


"Iya.....parah...ngilu banget, beneran ini ngilu"


"Khalil kamu keluar dehhhh....biar nanti Nabila yang urus aku"


"Beneran nihhh. .....emang hubungan kalian udah______


"Ayolah...... toh kita sudah halal"


"Iya....deh...terserah kamu"


  Akhirnya khalil keluar...tak lama datang Nabila dengan sebaskom air hangat ,ini kesempatan kapan lagi ngerjain Nabila


"Loh.....khalil Mana " Bilal tersenyum semanis mungkin karena memang dia ingin menebus rasa bersalahnya


"Yang berbuat dong.....yang harus bertanggung jawab "Aku meletakkan baskom di meja ,dan mendekati Bilal duduk di sampingnya


"Kamu mau aku yang ngopres"?


"Ia....."Bilal menjawab tenang


"Oke......"Aku menjawab dengan mengangkat daguku tidak mau merasa kalah dan sok berani


    Aku mulai menggerakkan tangan ku menuju ke arah celana Bilal yang saat itu tidur di tempat tidurku,bahkan ini kamarku


  Tanganku gemetaran belum sampai ke tempat tujuan pelipis ku sudah mengucur deras keringat salah tingkah, tanganku sudah memegang sabuk Bilal dan mulai menariknya ,aku menelan ludah ku


  Bilal meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya menatapku dan menunggu ku menyelesaikan pekerjaan yang sulit ini,sabuk sudah berhasil terlepas ,lalu aku melepas pengait celananya sudah terlepas juga hingga resleting nya aku turunkan kebawah secara perlahan dan


"Bukkkkk"Bilal menarikku dan sekarang aku berada diatas tubuhnya


"Tidak usah di teruskan "Bilal tersenyum,dia menatapku nakal,aku membalas nya dengan melotot padanya


     "Kamu ini beneran sakit atau hanya pura_pura sih....."?Bilal hanya nyengir tanpa dosa


"Ehhh.....kayaknya posisi ini terasa tidak nyaman"Aku bergerak gelisah menyadari keadaan kami 


"Ohh....ya...kalau begitu"Bilal menggulingkan badannya lalu "Bukkkkk. ...."Sekarang aku yang berada di bawahnya,Bilal sungguh membuatku gugup setengah mati


"Kamu ini.....lepas  ...lepas .....nggak, kalau tidak aku teriak nihh...."Aku bergerak berusaha melepaskan diri


"Teriak saja.....bukan aku yang bakal rugi"


"AWWW ..AWW......sakit Bila"Bilal langsung melonggarkan pelukan nya,membuatku bernafas lega


"Makanya jangan nakal....maaf ya " Aku membenahi rambut Bilal,merasa bersalah,sudah tadi aku tendang sekarang malah aku menjambak rambutnya


"Emmm....sebenarnya itu yang sakit..."Bilal menunjuk kearah


"Lalu.....yang mana"?Aku mengernyit tidak mengerti


"Yang di bawah lutut kamu itu,!


"Hahh.....yang aku tendang tadi...Ohh. ..maaf...maaf.."Aku bangun dan duduk di samping Bilal


"Sini ini handuk nya biar aku kompres sendiri"


"Tekuk dulu kakimu aku mau lewat"


"Aku nggak menekuk kakiku Bila masih Sakit " Aku menatapnya sinis,dengan terpaksa aku melewati nya dengan melangkah nya tapi tetap menunduk,untung aku pintar menghindar sehingga aku bisa lewat tanpa bersentuhan dengan Bilal


  Aku memeras handuk kompres dan memberikan nya pada Bilal,Bilal hendak melorot kan celananya


"Ehhh....tutup pakek selimut,ada aku apa kamu tidak malu"


"Melihat ini udah hak kamu loh Bila ,yakin nggak mau Lihat " Bilal sepertinya dari tadi slalu membuatku merasa malu sendiri


"Nggak mau nggak nafsu"


"Kamu nggak tahu aja rasanya ,kalau sudah tahu rasanya pasti ketagihan"


Bilal bicara tapi tetep dia menurutiku dan menutupnya dengan selimut


"Dari tadi kamu mesum terus"


"Nggak apa-apa dong ....udah halal gini"


"Ka____"


"Tok..tok...."Suara ketukan pintu menghentikan perdebatan kami, aku langsung membukanya,dan rupanya itu dokter tadi yang aku panggil,dia diantar Khalil dan Akhi Ali


" Aku keluar dulu.....ya.."Aku pamit sama Khalil,sedang Bilal sedang di periksa oleh dokter,tidak enak dong kalau aku tetap disini ,pasti akan membuka celananya Bilal dan itunya pasti kelihatan kan,tadi aja aku nolak waktu Bilal mau menunjukkannya masa' sekarang aku malah terlihat ngebet banget"kok jadi vulgar ya.....ini harus segera di hentikan"Ngelantur aku jadinya.


  Aku duduk di bawah diatas rumput di halaman rumahku yang tadi di jadikan tempat main bola,aku menatap kosong kedepan


"Gila.....ketua....SADEEESS...."Suara Roy,aku melihat kearah mereka dan tersenyum,Ibam, Irfan dan Roy duduk mengapitku dan yang ada di dekatku Ibam dan Roy sedang Irfan ada di samping Ibam


   "Tadi Ibam tuhhh...yang nyuruh aku"Aku menunjuk Ibam dengan daguku


"Tapi nggak pake' jurus itu ketua maksudku jurus yang waktu ketua menang main panco


"Kalau itu sihh..jurus manja dan kasih sayang,dan sekarang ngapain aku manja dan berkasih sayang sama orang yang sudah mencampakkanku"Siniss....banget


"Yang waktu panco di KPSD itu"


"Ya.....aku suruh pakek jurus itu,ehhh....malah pakek jurus kekesalan"Ibam meledek


"Gimana keadaan dia sekarang ketua"Irfan bertanya


"Sedang di tangani dokter"


"Nggak bahaya tuh ketua, nanti dia nggak bisa ngasih ketua anak-anak yang lucu"


"Ihhhhh. ....siapa yang mau punya anak sama dia"


"Tapi Bos Bilal memang luar biasa iya...kan..kapan saja dimana saja slalu menang....kayak nggak pernah merasakan kekalahan gitu"


"Yang aneh tuhh...dia sekarang akrab sama khalil....."


"Iya aneh banget mereka dulukan musuh bebuyutan"Kami jadi membicarakan Bilal,aku hanya tersenyum mendengarkan mereka


"Ketua nggak seneng ya ...kita bicara soal Bos Bilal "Ibam menyadari ketidak nyamanan ku


"Enggak. ......cuma lagi bad mood "


  "Hahh ......"Aku menghembuskan nafas


"Aku ini jahat nggak sihh......"


"Ya....nggak lah ketua manusia paling baik sedunia "


"Baik dari mana ,dua Orang pria udah aku tipu habis_habisan "


"Mereka seperti nya sangat tulus padaku ,apalagi Sajad ,aku benar-benar tidak enak saat melihat dia"


"Inilah yang membuktikan bahwa ketua itu orang baik "

__ADS_1


"Ya...ketua merasa bersalah saat melukai oranglain "


"Tak taulah, aku hanya bisa pasrah saat ini "


"O....iya....apa kamu memberitahu Sajad tentang pernikahanku dengan Bilal "


"Tidak ketua. .....kami tidak  tega,seperti yang ketua bilang dia orang yang sangat baik"


"Iya....dia baik banget, "


"Kita lupakan dulu masalah kita ya. ....,mumpung ada kesempatan kita berkumpul,kita seneng_seneng....oke"!


"OKE. ....."!


"Ayo......ikut kita ke KPSD"


"Ngapain kesana "Ibam bertanya


"Ikut sajalah, nanti aku jelasin"


   Aku Ibam Irfan dan Roy menuju ke garasi rumahku,disana ada sepeda  motor ku yang dulu dan sepeda Abi kami memakai sepeda itu untuk kesana,Ibam yang menyetir dan aku yang duduk di belakang sedang sepeda satunya Irfan yang menyetir Roy yang duduk di belakang


   Kami menuju ke tempat KPSD di desa sebelah sampai disana ,aku langsung menanyakan seseorang pada salah satu anggota KPSD ,setelah itu kami menunggu di luar kelas dan duduk di kursi tunggu


  Lima menit setelah nya sudah ada yang menemui kami


"Ada apa Nona Nabila "Pesona bertanya


"Jadi dia yang ketua cari "Roy berkomentar


"Diam kamu. ...."Aku melotot pada Roy


"Kamu bisa membantu ku"?


"Memang Nona perlu bantuan apa, dan tentu saya bersedia membantu Nona"


"Ikut aku nanti aku jelasin"


"Ikut kemana Nona"?Sona bertanya


"Kerumahku. ....."


"Baiklah saya beres_beres barang_barang  dulu Nona"


"Oke aku tunggu "!


  Dan tak lama kemudian ia datang dengan tas di punggung nya,dia tersenyum pada kami


  "Kalian jalan duluan, aku ikut sama Sona " Aku menyuruh Ibam Irfan dan Roy duluan sedang aku ikut bersama Sona yang memang mengendarai sepeda motor


  "Kamu tau jalan kerumah ku kan"?


"Ia....Nona.."Motor pun meluncur melaju melewati jalan menuju ke rumahku ,tadi sudah aku jelaskan bantuan yang aku minta pada Sona dan ia mau membantuku


  Sampailah kami di rumahku


"Kalau boleh tahu umurmu berapa sekarang "?Sona memakirkan sepedanya kemudian kami melangkah kedalam rumah sambil bicara


  "Emmmm. ....20 Nona "


"Kuliah. ......"


"Tentu tidak Nona ,gadis desa seperti saya .....mana mampu menuju kearah sana,lulus sekolah menengah saja merupakan keberuntungan bagi saya Nona "Aku berhenti menggali lebih dalam, takut mengarah pada ketersinggungan.


  Aku di luar rumah,menunggu semua orang keluar, tadi aku sudah bicara pada  Ibam agar menyuruh, semua orang keluar,untung Abi sama Umi tidak di rumah, mereka sedang keluar kerumah nenek....ku,ibu dari Abi ,dia tinggal sendiri, kakek sudah lama meninggalkan kami,sedang nenek diajak tinggal bareng tidak mau ,karena disana dia mempunyai musolla tempat anak-anak khusus perempuan mengaji, jadilah Umi dan Abi sering kesana ,aku tidak ikut dulu ,tidak enak meninggalkan Barak ,dan aku memang belum mengenalkan Barak pada nenek,tidak diijinkan Abi,nenek tentu sudah tahu tentang pernikahan Ku dan Bilal,dia tidak hadir karena sakit,dan karena sakit ini pula Abi sama Umi kesana,kerumah nenek 'Jadi rindu sama nenek".


  Semua sudah di luar mereka berdiri semua diteras menatap ku penuh tanya


  "DENGAR. ........"Hari ini ,siapa yang mau berkencan makan malam bersamaku ,lawan Pesona maka dia akan makan malam denganku dan bonus berpegangan tangan selama makan malam berlangsung


  Sedang yang kalah akan mempersiapkan segala hal persiapan makan malam yang di adakan di halaman ini,tentu akan terlaksana saat malam hari,


"Bagaimana ....kalian semua mau?


"Tidak maksa ini loh,dan tenang pendaftaran gratis "Aku melihat wajah semua orang yang ada di depanku ini,aku sadar sekarang selama ini aku di kelilingi oleh laki-laki dan hanya aku seorang wanita diantara mereka "Oohhhhh. ...disana terlihat wajah penuh amarah dari seorang Bilal Abimana, aku tidak peduli dia kesel ,lagi pula aku yakin dia tidak bisa ikut dalam........emmmm ,apa nama yang harus aku kasih pada acara yang kuadakan ini ya .....yang pasti ini cuma bentuk keisengan dari otakku yang sedang suntuk


    Khalil berjalan mendekatiku, aku sudah duduk di kursi dan sebuah meja yang sudah di sediakan oleh Ibam tadi,dan.sekarang Ibam Irfan dan Roy berada di belakangku berdiri bak seorang Bodyguard


"Nabila. ....."Khalil memanggil nama ku setelah ada di depanku


"Ia......Khalil...."Aku menjawab santai


"Apa maksud nya ini?


"Maksudnya ini ,Emmmmm. .....apa..ya..Ahhhh. ..


aku hanya ingin makan malam saja, ingin berdua dengan seseorang ,tapi karena kalian terlalu banyak,akhirnya muncul ide ini"Jawabanku makin santai


"walaupun dia cewek  tapi dia slalu juara di KPSD Nabila"Khalil bicara sambil melihat Pesona, aku lihat mereka saling menatap,agak lama ,membuatku terdiam juga


  Dan ada sesuatu diantara mereka aku yakin itu ,entah itu apa,saat melihat tatapan Pesona pada Khalil rasa cemburuku sepertinya terlalu buta tadi saat permainan bola waktu melihat Bilal memeluk Pesona, sepertinya Bilal sengaja melakukan hal itu untuk membuat Khalil cemburu bukan aku ,tapi malah aku ikut marah dan cemburu dan berakhir dengan tendangan yang aku lakukan pada Bilal


"EKHEMM. ......"Aku berdehem keras,membuat mereka berdua tersentak kaget


"Bisa kamu menyingkir Khalil " Aku mengisyaratkan dengan tanganku mengusir Khalil pergi


"Aku. ....mau ikut "Khalil menghadap dengan membusungkan dadanya


"Ya....sudah kalau mau ikut"


"Dari tadi kek bilang pakek acara basa basi segala "Aku mengomel sendiri


"Ibam.....awasi pergerakan mereka "Ibam mendekat dan menuruti perintahku


"Mulai.....aja...sana lawan Pesona"Khalil mendekati Pesona, mereka saling menatap lagi ,namun sebelum aku menegur mereka sudah tersadar dan memulai aksi mereka ,menggerakkan badan mereka melakukan pemanasan,lalu saling memberi hormat,Pesona tersenyum sinis,aku Menganga melihat dia begitu,aku tahu sihh dua juara tapi kan khalil tetap senior nya ,kok dia jutek amat,apa Pesona memang jutek ya orangnya,jadi bicara sendiri aku


  Mereka sudah mulai saling menyerang,tadi yang menyerang duluan itu Khalil,dan Pesona bisa menangkisnya dengan baik ,pertarungan pun terjadi tak sampai 10 menit Pesona mampu melumpuhkan Khalil.


"Prokk....Prokk. ..Prokk. ....."Semua bertepuk tangan termasuk aku,padahal Khalil yang paling hebat dan senior diantara kami dan Sona mampu melumpuhkan nya


"Mundur kamu Khalil "Khalil mundur sekilas menatap Sona dengan tatapan, tak taulah aku tidak mengerti dan hal itu menambah keyakinanku tentang adanya sesuatu diantara mereka


"Apa....ada lagi yang berani "Tak lama aku bicara ,ada yang maju dan itu Sajad,apa dia bisa bela diri ya.   ...tak taulah aku nggak pernah nanya soal ini padanya ,yang pasti saat kami bersama aku tidak pernah melihat Sajad berantem.


   Pertarungan di mulai ,ternyata Sajad bisa melawan Sona berarti dia bisa ilmu bela diri,tapi tetep Sona mampu melumpuhkan Sajad juga


   Sajad pun mundur berdiri di belakangku ,tak lama Barak muncul ,dia sihh....memang jago kalau dalam membangun usaha sekarang kita lihat apa dia mampu mengalahkan Pesona,aku juga tidak tahu pasti saat aku mulai deket dengan dia sampek sekarang yang kami bicarakan hanya tentang proyek, klien,hanya seputar perusahaan .


   Aku melihat kearah Barak yang sudah bersiap menghadapi Sona yang dari tadi sudah mampu menaklukkan dua laki-laki, apa sekarang dia mampu melumpuhkan Barak,sekilas aku melihat lurus kedepan di mana tersisa laki_laki yang belum maju,ternyata hanya tersisa, Bilal, Kak Adz dan Hamba,sekila tatapan mataku bertabrakan dengan tatapan mata Bilal, ya......dia..marah..dia anggap aku tidak peduli, pokok nya bodoh amat, aku merasa dia tidak pantas aku nomor satukan karena dengan apa yang sudah dia lakukan padaku


   Pertarungan antara Pesona dan Barak berjalan agak lama sepertinya Barak jago dalam ilmu bela diri, "Maaf Barak ,bukan kamu yang ingin aku buat menang ada orang lain yang aku inginkan "


"Awww........"Aku membuat tangan ku terjepit bangku dan aku sengaja melakukan itu untuk membuyarkan konsentrasi Barak,dia akan sesuai keinginan ku dia menoleh padaku dan "HAPPPPP. ........"


"BRRRUK......"Barak sudah berhasil di jatuhkan oleh Sona


"Maaf tuan Barak anda sudah kalah " Ibam mengintrupsi ,dengan terpaksa Barak mundur dan berkumpul dengan para pria yang kalah di belakangku


   Aku melihat kedepan lagi menunggu siapa yang berkeinginan melawan Sona,ada seorang yang melangkah,EHHHH. ...aku rasa dua orang namun satunya lagi mundur"yeeeehhhh.....aku berhasil dia maju"laki_laki itu melangkah dan mendekatiku


  "Saya ikut Nona Nabila " Suara Hamba


"Tentu saja Hamba ikutlah ..ini bebas untuk siapa saja ,termasuk kamu juga"Ya......sekarang yang aku inginkan untuk maju adalah Hamba ,apa sebabnya, aku melihat ketertarikan di mata Hamba pada Pesona aku lihat itu saat kami bermain bola tadi ,dan penghormatan dan perlindungan yang Hamba lakukan padaku melebihi dari perintah Barak itu aku yakini sebagai kasih sayangnya padaku sebagai saudara, adik atau apalah itu pokoknya aku yakin bukan tertarik seperti seorang laki-laki pada perempuan seperti biasa yang menjurus pada hubungan lebih jauh


      Bilal yang memundurkan langkahnya tadi ,menatapku kecewa karena melihat aku yang antusias sekali menyambut keinginan Hamba yang ingin maju bertarung dengan Pesona,Bilal memang slalu bisa membaca setiap gerak gerikku matanya slalu mengawasiku,membuatku kesel banget


  Masa bodoh lah dengan pemikiran Bilal aku tidak peduli jika dia cemburu


  Kali ini pertarungan berjalan lama ,mereka berdua terlihat sebanding ,mereka berdua sama-sama hebat,hingga _____


"BRUUKK ......"Sona terkapar di atas rumput ,Hamba mampu mengalahkan nya.


"Prokk......prookkk....prokk..."Semua bertepuk tangan, aku bersorak ceria


Hamba mengulurkan tangannya berniat membantu Sona berdiri, Sona menyambutnya dan mereka saling senyum dan Sona Menepuk _ nepuk seluruh tubuh nya berusaha membersihkan dari dedaunan kering yang menempel


  Aku menghampiri mereka berdua dan bertos ria dengan Hamba


"Kamu memang luar biasa....Hamba "!Aku menepuk _nepuk bahu Hamba,lalu aku melihat pada Sona dan langsung memeluknya sambil berbicara" Kamu juga luar biasa Sona,kamu mampu membasmi kesombongan yang melanda hati para kaum lelaki ini dengan mengalahkan mereka dalam ilmu bela diri ini"kami


masih saling merangkul dan aku menarik paksa Sona lebih terlihat aku menyeretnya


  "Kamu ikut dengan ku Sona"!


"Kalian semua siapkan makan malam romantis untukku dan Hamba,jangan lupa kalian dandani Hamba biar terlihat keren abisssss....."


  Aku akhirnya duduk dikursi dan di depan ku Hamba tersenyum dengan manis ,semua pria ini memang sungguh hebat dalam menyenangkan seorang wanita mereka semua terlihat sangat ahli


    Saat ini aku sedang duduk di hadapan sebuah meja yang di atas terdapat lilin dan beberapa makanan, semuanya makanan yang aku suka ,ternyata kesukaan ku sudah merupakan rahasia umum diantara Cowok _ cowok ini


    "Hamba ganteng ya ....Sona " Aku berbisik di telinga Sona yang saat ini ikut duduk bersama kami ,tadi aku sudah mendandani Sona ,make up sederhana dan aku menyuruhnya untuk memakai salah satu gaun ku yang memang belum pernah aku pakai dan juga dengan hijab style ala_ala Sakina Nabila dan hasilnya Pesona terlihat sangat luar biasa ,saat aku keluar tadi dengan dia ,semua membuka mulutnya menatap kagum kearah kami yang paling kentara menatap Sona tentu Si Khalil "Hahh seperti nya Sona menyukai Khalil karna dia terlihat salah tingkah jika bersitatap dengan Khalil ,niat aku yang ingin menjodohkan dia dengan Hamba seperti nya tidak akan berjalan mulus


"Iya....Nona"Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Sona


"Wahhhhhh. ....ini minuman apa ya....?Aku bicara antusias melihat ada minuman bening yang ada di gelas yang begitu bagus pasti minuman yang sangat mahal


"Ini pasti minuman yang sangat mahal kayak di Drama korea itu ya....!Aku mengambil minuman itu dan menggoyang_goyangkan nya ,lalu mencium minuman itu bergaya seperti di Drama korea ,aku pasti terlihat menawan dan keren ,tapi kok tidak ada bau sesuatu di minuman ini "Aku mengernyit sendiri "Ahhh. ...mungkin memang begini bau dari minuman mahal aku mana tahu aku kan baru kali ini meminumnya


    Senyumku mengembang"Ambil minuman kalian kita tos "Aku menyuruh Hamba dan Sona untuk mengambil minuman yang tersaji didepan mereka ,Sona dan Hamba menurut mereka mengangkat gelapnya dan kami mempertemukan gelas kami


"Ting......"Bunyi benturan gelas kami,aku mulai menempelkan gelas itu ke mulutku dan meminum minuman itu dan_____


"BYUURRR..."Aku menyemburkan minuman tadi untung tidak kena Hamba ataupun Sona karena aku langsung menghindar dan menyemburkan minuman itu ke samping ,sedang mereka berdua bereaksi biasa saja saat memimum minuman itu ,aku melotot menatap kearah Ibam.

__ADS_1


"Kenapa Nona. ...apa minuman nya tidak enak ?Ibam mendekatiku dan langsung bertanya dan tidak lupa memasang senyum ramah.....


"MINUMAN APA INI ?....


__ADS_2