2 BIL

2 BIL
BAGIAN 31


__ADS_3

     Hari ini aku minta ijin untuk tidak ke kantor dulu tadi aku meminta ijin pada Barak lewat ponsel ,kami berbicara seperti biasa layaknya Bos dan karyawan dan Barak memberiku ijin,padahal kami satu rumah ,tapi kami bertingkah seperti berada di ruang yang berbeda


   Mungkin Barak faham akan keadaan diriku yang mungkin tertekan karena ke jadian semalam,jadi dia memaklumi dan memberiku ijin untuk istirahat


   Semoga Barak tidak melakukan sesuatu yang membuat ku harus berpacu dengan degupan jantung yang berdetak cepat,biasanya jika aku berulah maka dia akan melakukan sesuatu yang membuat ku harus menahan nafas dan penuh dengan kejutan,aku teringat akan kejadian dulu saat Sajad menemuiku yang membuat dia mempercepat pertunangan kami,dia mungkin terlihat tenang namun aku yakin Barak merasa gentar mendengar ucapan Sajad yang tidak mau menyerah begitu saja dan tetap tidak mau melepasku dengan suka rela,dan terjadilah pertunangan itu.


   Apa lagi sekarang ,kejadian tadi malam,tanpa aku bercerita dengan jelas dia dengan fikiran cerdiknya sudah menebak bahwa aku dan Bilal tadi malam bertemu,padahal tadi malam aku dan Bilal hanya bertengkar ,tidak lebih dari itu,namun Barak tidak memerlukan penjelasanku dia langsung mengamuk tidak karuan.


      Niatnya mau santai ini malah kefikiran ,takut Barak melakukan hal yang di luar nalar ku


"Ahhh.....rasanya bosan menikmati liburan kerja hanya mendekam di kamar,aku ingin keluar tapi tadi aku ijin tidak masuk kerja karena ingin istirahat,ngga' enak kalau tiba_tiba aku minta ijin untuk keluar,sekarang kalau aku hendak keluar harus atas ijin dari Barak.


    Barak sudah mendominasi hidupku saat aku di janjikan sesuatu olehnya ,dan bodohnya aku tergiur pada janji yang di ucapkan Barak padaku


    Tapi tidak apalah aku akan minta ijin ,dari pada aku mati bosan di kamar,sudah lama sejak aku berhubungan dengan Barak setiap harinya aku slalu sibuk mengurus pekerjaan,sekali_kali aku ingin menikmati udara bebas       yaa....walaupun pastinya aku nanti bakalan pergi bersama 2 pengawalku yang sekarang ini sering membuntutiku kemanapun aku melangkah,dua pengawal setiaku yang saat ini sedang duduk diteras menjagaku dari orang yang menyayangiku,dan membuat aku harus berada di samping orang yang tidak saya inginkan.


     Selama ini Barak masih membatasi pergerakanku,mencegahku bertemu dengan teman_temanku ,katanya dia takut aku berubah fikiran,jadi antisipasi sebelum hal buruk terjadi.


"Tut...tut....."Di dering nada kedua bunyi nada tunggu itu langsung berhenti dan langsung di ganti oleh suara Barak


"Ya....halo Nabila,apa kamu memerlukan sesuatu"?Barak selalu terdengar antusias saat menerima telfon dariku,padahal aku sangat terpaksa melakukan ini.


"Emmmm....."Aku masih bergumam.dan ragu untuk berbicara


"Ya.....aku menunggu kata selanjutnya dari kamu"Barak membalasku  dengan sabar


"Bo__bolehkah aku keluar rumah"?


"Emmmm....aku bosen di rumah ,pengen jalan_jalan dan belanja tentunya"


"He...he..."Cengiran Barak terdengar jelas di telingaku


"Syukurlah kalau kamu merasa bosen di rumahku"


"Hahhh.....😰😰😰"Aku menganga mendengar ucapan Barak ,dan melongo tidak mengerti


"Sebaiknya kamu tutup mulut kamu dan dengar baik_baik yang aku ucapkan😮😮"Aku menganga sekali lagi"Apa Barak memasang CCTV ya...kok dia bisa tau aku membuka mulutku"Aku bicara sendiri dalam hati"Lalu dia berarti melihat semua dong kegiatanku di kamar "Ohhh....Barak memang perlu di hajar"Aku menggerutu sambil bergidik ngeri membayangkan Barak melihat semua kegiatanku di kamar ini


"Saya tidak mungkin memasang CCTV Nabila,kamu wanita yang sangat aku hormati"Ya...ampun ,dari tadi aku hanya diam saja dan Barak mampu membaca fikiranku lewat telfon,waahhh....Barak memang tidak bisa di sepelein


"Kamu tahu dari mana semua isi kepalaku,lalu apa alasan kamu bilang tadi kalau bersyukur melihat aku merasa bosan?


"Tidak ada alasan khusus, cuma seneng aja....kamu bisa mengeluh padaku,dan tidak menjadi penurut dan dengan terpaksa mengikuti semua perintahku"


"Ohhh .....😮😮😮"Aku melongo lagi ,agak aneh,perkataan Barak seperti terselip perhatian,dia seakan ingin aku tertarik dan terlena dengan semua perhatiannya,sampai sekarang sesungguhnya aku masih ragu,perasaan apa sebenarnya yang di miliki Barak padaku cinta mati atau obsesi yang berlebihan,sehingga dia dengan begitu liciknya membuat aku menghianati adiknya sendiri"Uhhh....gimana aku ini ,Barak kan memang licik,tentu saja dia menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Jadi gimana boleh ngga' aku keluar"?Aku menanya kan hal itu lagi


"Iya....boleh,pergilah belanja,dan bawa kartu yang aku kasih kemarin"!


"Ngga' mau ahhh.....aku ngga' mau di cap matre"Aku mencoba membantah semua ucapan Barak


"Gaji yang kamu kasih sudah lebih dari cukup,malah kelebihan "


"Ya....sudah ,aku tidak akan memaksa"Terdengar Barak menyerah,dari awal aku memang slalu menolak semua pemberian Barak,hanya cincin yang di jari aku ini yang aku terima dari dia,kadang Barak begitu frustasi menghadapiku yang seakan tidak begitu tertarik pada hal berbau materi,dia pernah bilang"Seandainya kamu itu mau bersamaku hanya karena hartaku aku rela Nabila,asal itu kamu,walaupun kamu sampai mengambil semua milikku ,hingga hartaku habis ,aku tetap rela Nabila ,asal itu kamu"Apa coba nama perasaan dari Barak ini,dia malah menginginkan seorang perempuan yang matrealistis,aku hanya bisa geleng_geleng kepala tidak mengerti akan kondisi hidupku.


"Terus boleh ngga'______


"Tidak boleh...."Barak menghentikan omonganku


"Belum juga selesai bicara udah di larang_larang aja"Aku merengut memasang wajah masam seakan aku bicara di hadapan Barak


"Jangan cemberut gitu ,pokoknya tidak akan aku ijinkan"😒Dia tahu lagi kalau  aku lagi berwajah masam dan cemberut"Aku rasa Barak ini termasuk dalam pria yang sangat peka,tapi ini malah terlihat sangat menyebalkan,setiap saat aku slalu berdebat dengan Barak.


"Emang kamu kira aku minta apalagi?Kali ini aku akan pastikan Barak salah menebak akan maksudku yang sebenarnya


"Kamu pasti mau bilang kalau ingin pergi tanpa ke dua pengawal kamu itu kan?


"Yeesssss"Aku berteriak gembira dalam hati sihhhh


"Aku cabut kembali julukan Cowok peka untukmu Barak"Aku menambah gumamanku


"Kali ini kamu salah nebak"Aku seakan melihat wajah pias Barak di pikiranku.


"He....he..."Aku terkekeh sendiri


"Kamu ngetawain aku ya ..?Barak bicara dengan nada pura_pura marah,"Sial Barak mendengar suara kekehanku"


"Engga' cuma ngetawain nyamuk tadi yang sok pintar menebak dan kali ini dia udah salah menduga"Aku malah tambah mengejek Barak,aku ngga' nyangka hubunganku dengan Barak bisa mencair sepert ini,aku tidak tahu ,tapi aku belum bisa memaafkan kesalahannya dulu,saat mengingat itu rasanya aku ingin memaki Barak habis_habisan


"Jadi aku salah duga ya....?Barak meneruskan obrolan kami yang agak ngelantur,namun saat aku mengingat kesalahan Barak aku merubah suara ku,aku sudah menutup diri untuk Barak dia memang ada di sisi hatiku,namun ada disisi yang gelap.


"Sebenarnya aku hanya ingin minta ijin untuk mengubah penampilan pengawal kamu itu "


"Aku hanya merasa capek di beri tatapan aneh oleh orang_orang"Suaraku menggambarkan auraku yang berubah dingin


"Aku ingin merubah mereka agar lebih terlihat seperti temanku"


"Ohhh.....hanya itu ,lakukan apa yang kamu mau Nabila"Aku tahu Barak menyadari perubahan sikapku


"Dan______


"Kalau begitu  ...ya sudah aku siap_siap dulu"Aku memotong ucapan Barak ,dan langsung buru_buru mematikan sambungan telfon .


   Tadi itu bilang aja aku lagi khilaf,aku rindu mengobrol dan bercanda dengan semua temanku,mereka sudah tidak bisa menghubungiku via telfon atau yang lain,Barak melarang itu semua,di ponsel ini hanya ada no ponsel Barak dan nomer ponsel Mba' Mauli,tentu dengan Mba' Mauli aku slalu berhubungan sebatas pekerjaan ,Mba' Mauli tidak pernah membicarakan yang lain selain pekerjaan dia sangat profesional,walaupun setengah mati membenciku,dia tetap bekerja sebagaimana mestinya.


   Aku sudah siap dengan  memakai celana jins tebal agak longgar sedikit,kali ini aku memakai kaos berwarna putih,kaos besar dan panjang sampai diatas lututku dengan hijab yang berwarna peach,kali ini aku memakai hujab instan dengan pet di kepala,lagi males memakai yang ribet,biasanya sih aku slalu memakai pasmina dengan berbagai gaya yang saya tahu,kadang juga jilbab segi empat,yang slalu membuatku merasa sangat simpel


    Tiba di halaman depan ,aku menatap malas pada kedua orang pria yang ada di depanku ini,mereka sudah aku perintahkan untuk memakai baju santai celana jeans dengan kaos berlengan pendek dan apa yang  terlihat di depanku ini,mereka memakai celana jeans itu udah benar tapi mereka malah memakai kaos hitam,itu sih sama aja kaleee....."Seorang pengawal ya....tetap seorang pengawal , mereka memang tidak bisa di jauhkan dari hati nurani dan gaya mereka,dengan kaca mata yang bertengger di hidung mereka tetaplah mereka terlihat seperti pengawal,aku menepuk keningku sendiri


"Ada apa....nona"?Salah satu pengawal menanyaiku


"Tidak....tidak apa_apa...."!Aku menjawab remeh


"Huuufff"Aku menghembuskan nafasku tidak tahan


"Apa perintahku tadi kurang jelas pada kalian?Aku bertanya dengan nada dingin


"Perintah yang mana nona?Sang pengawalku itu masih bertanya


"


Arkkkhh,sudahlah ayo..berangkat"Aku mengerang menahan amarahku,dan langsung memasuki mobil,kedua pengawalku tadi langsung mengikutiku tanpa banyak bicara mereka seakan takut  membuatku marah lagi aku, menarik nafas berusaha menenangkan diri


  Di perjalanan aku melihat sebuah toko baju yang lumayan besar


"BERHENTIII"Aku berteriak membuat pengawal yang menyetirku,menginjak rem begitu mendadak


"Nona kenapa...."?kedua Bodyguard didepanku serempak menoleh dan bertanya bersamaan


"Kalian kompak banget sih..."Mereka hanya tersenyum mendengar pujianku tapi dengan nada mengejek

__ADS_1


   Kedua pengawalku ini sudah di tugaskan Barak untuk mengawalku kemanapun aku pergi,itu terjadi semenjak aku memutuskan untuk bersama dengan Barak dan seketika Barak langsung menyita ponselku,dan baru memberiku ponsel kemarin saat aku memintanya,dia sih udah janji mau memberikan ponsel baru saat pertama kali merampas ponselku,tapi dia begitu nyaman melihatku hidup tanpa ponsel


    Kekompakan kedua pengawalku ini bisa di bilang yang terbaik,mereka begitu kompak saat bertugas,setiap saat berada di samping ku selalu berpenampilan sama dengan warna dan model baju yang sama,saat mereka mengawasiku tidak pernah aku melihat mereka bercanda ataupun tertawa,mereka mengawasiku hanya dengan duduk ,meminum kopi yang sudah di sediakan pelayan, tatapan dingin mereka berdua membuatku seakan ingin membeku


   Mereka berdua tinggal di sebuah rumah kecil yang ada di belakang Rumah besar ini,kalau malam hari,mereka berdua beristirahat secara bergantian , membagi waktu dengan begitu baik dan cekatan.


  Apakah mereka tidak merasa lelah,?benarkah merka melakukan ini semua karena gaji yang begity fantastis,padahal  walaupun mereka terlihat menyeramkan ,aku rasa mereka irang yang baik.


   Tidak banyak suara yang mereka keluarkan,mereka mengeluarkan suara mereka saat melihat aku dalam keadaan terancam,mereka sungguh terlatih dengan begitu hebat


"Berdirilah kalian dengan tegap"Aku menyuruh kedua pengawalku itu untuk menghadap kearahku


"Ini baru yang aku mau"Kami di dalam toko yang tadi kami masuki bersama,aku memaksa mereka untuk masuk kedalam dan menyuruh mereka untuk mengganti pakaian mereka dengan baju yang lebih berwarna,pengawal yang pertama aku ganti kaosnya dengan warna putih di sertai jaket jeans dan yang satunya aku ganti kaosnya dengan warna biru dengan lengan panjang tanpa jaket


"Nahhh....ini baru yang aku mau ..."Mereka ,melihatku dengan tidak nyaman


"Kenapa kalian....,mau mengeluh?


"Kalian harus terima ini,karena aku sudah minta ijin sama Bos kalian untuk merubah penampilan kalian"Aku memberi mereka tatapan setajam duri yang mampu menusuk kerasnya kulit manusia.


"Tidak....Nona"Mereka menegakkan badan mereka memberiku hormat dan menerima dengan pasrah.


    Aku dan kedua pengawalku keluar dari toko pakaian yang aku masuki tadi,kemudian pengawalku itu membukakan pintu mobil akupun masuk dan juga mereka berdua


"Bagaimana Nona,langsung jalan?Salah satu dari mereka menoleh dan bertanya


   "YA.....ayooo...kita berangkat"Aku berteriak gembira,kali ini aku ingin menikmati hidupku dulu,tanpa memikirkan yang lain


   Aku mengambil kartu yang aku gunakan untuk membayar baju yang tadi aku beli untuk kedua pengawalku


"Sekali_sekali aku menggunakan kartu ini tidak apa_apa kan?Aku mengetuk_ngetukkan kartu tadi ke pelipisku,kartu yang di kasih Barak ,selama ini aku belum pernah memakainya,gajiku saja udah lebih dari cukup,kartu itu seakan tidak berguna ada di dompetku,aku terpaksa menerimanya waktu itu,tentu dengan berbagai ancaman yang di keluarkan oleh Barak.


"Ahhhhh....sudahlah ..tohh...aku menggunakannya untuk membeli baju yang di gunakan pengawalku tadi,bukan aku kan berarti yang menggunakannya.


"Nona mengatakan sesuatu?Pengawal di depanku ini mungkin mendengarku yang sedang berbicara sendiri


"Ngga'  ...ngga' ada apa_apa...."Aku menggeleng dengan jelas menunjukkan bahwa aku sedang tidak ingin di ganggu


    Sampailahlah aku di pusat perbelanjaan terbesar di kota ini,aku keluar dari mobil dan pengawalku langsung berjalan di belakangku,sedang yang satunya lagi sedang mengurus parkir mobil


   Saat kami belum terlalu jauh pengawalku yang satunya sudah berdiri di belakangku,"Mereka begitu cekatan dan cepat,membuatku tidak punya kesempatan untuk lepas dari pengawasan mereka"Aku menggerutu sendiri


   "Kalian pura_pura lah melihat apa yang ada disini dan memasang wajah ketertarikan pada sekitar,jangan hanya mengawasiku ,aku tidak akan lari,aku ingin kalian terlihat seperti temanku"Aku bicara cepat dan datar


  Akupun melihat barang_barang yang ada disini ,sekilas aku melirik kedua pengawalku tadi,aku tersenyum mereka mengikuti apa yang aku katakan tadi,tapi tampang mereka malah terlihat seperti ingin mencekik barang yang mereka pura_pura pegang itu,mereka sungguh menggelikan,membuatku untuk menahan rasa gelikku.


"Dasar kaku"Mereka melihatku dan menunduk menyadari ke kakuan mereka


    Lama aku tidak belanja,saat ini aku ingin menikmati hidup sebagai tunangan dari keluarga Hadi,dan menikmati hidup tenang_tenang ,enjoysekali_kali,untuk merilekskan fikiran


     "kamu lihat gadis tadi "Aku mendengar sebuah pembicaraan yang berasal dari dua perempuan yang kebetulan ada di depanku kami di batasi oleh jejeran pakaian sehingga mereka tidak melihatku


"Gadis yang mana"?Aku masih bergeming,namun rasanya tidak enak mendengar pembicaraan orang lain,tapi mau bagaimana lagi,aku masih tertarik untuk melihat pakaian yang ada di depanku ini


"Gadis tadi yang di temani dua orang pria"


"Yang keluar dari sebuah mobil mewah itu"Kayaknya ciri_ciri yang di sebut ibu_ibu itu terdengar familiar


"Emang kenapa dengan gadis itu??Ibu satunya menanggapi sambil melihat baju yang ia pegang


"Gadis itu tunangannya anak dari keluar Hadi"Yaaappp benar sekali mereka sedang membicarakanku,seharusnya aku sadar bahwa wajahku ini sudah terekam jelas di ingatan masyarakat


"Dulu dia bertunangan dengan adiknya ,eeehhh.....karena melihat kakak dari tunangannya sendiri lebih tampan dan lebih kaya ,dia malah merayu kakaknya itu"Mereka kok bisa tahu begitu detail ya.....,saat aku tunangan dengan Sajad ,memang di expose sihh"!Tapi kan.....kayak ngga' viral gitu,kebanyakan masyarakat tidak peduli,yang peduli paling para cewek yang suka sama Sajad ,mereka seakan tidak menyangka pria dingin ,yang tidak pernah terlihat menggandeng cewek tiba_tiba bertunangan paling hanya itu.


"Gadis itu memang licik,ngga'tahu dengan apa dia memikat mereka,sehingga mereka mau aja,padahal udah kelihatan betapa murahannya perempuan itu"


"Ia......sihhhh gadis itu memang sudah tidak punya urat malu"


    Panas_panas telingaku panas,amarahku mulai terpancar ,tapi sebaiknya aku diam anggap mereka orang bodoh yang  tidak tahu apa_apa


  "Dan lihat sekarang dia malah jalan dengan dua laki_laki sekaligus,apa anak keluarga Hadi itu ngga' sadar ya .....,membiarkan wanita itu bertingkah sesuka hati dia"Lihat aku benar kan....,para pengawalku malah mereka kira sebagai pria yang menyukaiku,niatnya aku ingin di anggap perempuan biasa yang jalan_jalan bersama teman_teman gitu,ehh....para pengawalku itu bukannya di sangka temen malah aku disangka cabe_cabean yang sedang bersama dengan dua orang pria sekaligus


   Sebelum pembicaraan mereka makin panas lebih baik aku pergi dari sini,mencari barang yang aku ingin di lain tempat saja


  Kedua pengawalkupun langsung mengikuti langkahku,ternyata hidup menjadi tunangannya anak dari keluarga Hadi bukannya menikmati hidu senang,malah harus selalu tertekan tidak di luar ,tidak juga di kantor.


    Di kantor sebenarnya tidak ada yang berani menjelek_jelekkanku baik itu di depanku maupun di belakangku,di toilet yang kemarin itu, terakhir kali yang tahu,cuma sekarang para karyawan lain,seakan menghindariku,tidak ada yang menyapaku dengan ramah,baik karyawan atau para OB sekalipun.


      Aku sudah selesai dengan segala keinginanku,sebaiknya aku cepat pulang dan aku rasa dunia luar tidak cocok denganku,mereka terlalu jahat dan  kemunafikan yang meraja lela


   Tepat di pintu masuk aku melihat seorang pria baru keluar dari sini di temani seorang perempuan,dan aku kenal perempuan itu,perempuan yang sudah membuat aku menjadi manusia yang tidak memiliki jiwa karena dia sudah mengambil jiwaku


RISTA HIMAWAN,dan pria itu tentu saja dia Bilal


  He...he...."Aku tertawa sinis


"Lihat dia Nabila ,orang yang tidak bisa kamu lupakan,orang yang slalu membuatmu menangis ketika kamu merindukannya,orang yang tidak bisa kamu hapus namanya dari hatimu"


"LIHAT NABILA....DIA SUDAH BAHAGIA"Aku meneriaki hatiku,aku merasakan sesak


"Nona....."Suara pengawalku membuyarkan lamunanku,akupun melanjutkan langkahku dan mengangkat daguku,saat sudah di luar aku melihat Bilal sibuk memasukkan barang belanjaan istrinya,Bilal berjalan menuju kebelakang mobilnya dengan menenteng belanjaan istrinya itu,aku melangkah sengaja di percepat lalu aku sengaja menabrak Bilal sehingga


"BRAKKK....."Semua barang yang di pegang Bilal jatuh betantakan


"OPSSSS .....  SORRY.."Aku pura_pura kaget dan kebingungan,semua barang tadi berserakan di jalan,aku pun pura_pura membantu Bilal memunguti semua barang tersebut tapi sengaja aku ambilin sambil menginjak_nginjak barang yang lain


"Saya bantuin dehhhh..."Aku masukkan barang itu dan kulihat itu baju,namun dibawah kakiku menginjak sebuah benda keras,aku yakin itu tas,aku masukkan barang yang aku pegang tadi kedalam jok mobil,setelah itu mengambil barang yang tadi aku sengaja injak dan kakiku berpindah menginjak barang yang lain,aku tidak peduli,jika Bilal marah,dia terlihat kaget tadi,tapi langsung tersenyum ketika melihatku ngga' tahu deh apa maksud dari senyumnya itu.


    "Kok lama sihh...Bilal"Ada suara yang sangat menjijikkan terdengar


"Apa_apaan ini"Si Rista tidak tahu diri itu kaget melihat keadaan barang_barangnya


"Rasainnn.....he...he..."Aku mengumpat dan menertawakan Rista


"Kamu siapa hahh...berani_beraninya ngancurin barang_barang saya,kamu tidak tahu apa...semua barang ini harganya mahal dan stok nya terbatas


"Emang gue pikirin...."Opppsss aku keceplosan mengumpat Si Rista ,niatnya aku mau mengumpat dalam hati tapi malah keceplosan


"Kurang...ajar..."Muka Si Rista memerah


"Ahh.....maaf_maaf salah ngomong,tadinya aku mau ngomong maaf,tapi saat melihat muka kamu ngeselin itu ,mulutku ngga' bisa di remmm..langsung dehhh....keluar kata_kata itu"Aku malah menambahi sehingga suasana tambah runyam


"Kamu...."Rizta kayaknya menyadari siapa


"Ohhh....ha...ha...."Si Rista itu malah sumringah


"Kamu Nabila yang di campakkan Bilal...itu ya....?


"Ha....ha..ha.."Rista tertawa kesenengan,aku menatapnya sinis


"Lihat apa yang akan aku lakukan apa...kamu masih bisa tersenyum setelah ini"Aku bergumam dalam hati,aku mempersiapkan acktingku sebaik mungkin

__ADS_1


"KAMU MEMANG NYEBELIN RISTA"Aku berteriak_teriak sambil menghentak_hentakkan kakiku,dan di bawah kakiku ini,masih banyak berserakan barang_barang mahal pembelian si Rista ini


"SEBEL....SEBEL....SEBEL.."Aku berputar_putar sambil berpindah_pindah menginjak_nginjak barang_barang tadi,sampai lusuh dan sobek alias ancur lebur.......Si Rista tertawa melihat keadaanku,dia belum menyadarinya,dia hanya terlihat melipat kedua tangannya di dada sambil memberiku tatapaan mengejek


"Ayoo....kita pulang..."Aku melihat pada kedua pengawalku yang dari tadi hanya mengawasiku,mendengar ucapanku,mereka langsung mengeti dan beranjak melangkah kearah mobil kami,aku pergi tanpa melihat kearah Bilal,aku tidak tahu apa dia marah padaku karena sudah menghancurkan barang milik istrinya itu


"AHHHHH....."Saat membuka pintu mobilku aku mendengar teriakan histeris Rista,aku tidak peduli aku langsung memasuki mobilku dan menyuruh pengawalku untuk segera pergi dari sini


"EHHH....NABILA...KAMU HARUS MENGGANTI SEMUA BARANG_BARANGKU"Aku lihat Rista mengejarku namun mobilku terus melaju hingga mereka berdua tidak terlihat


  Aku menatap kosong kearah jalanan,kenapa aku tidak bisa lepas dari Bilal?kenapa.......aku masih begitu mencintai Bilal,tadi saat melihat Bilal membantu memasukkan barang_barang milik si Rista itu,aku jadi teringat pada semua perhatian dia dulu.


    Dulu dia hanya melihatku


    Dulu dimatanya hanya ada aku


    Dulu dia tidak betah jika tidak ada aku di sampingnya


"DULU..DULU...DULU...itu dulu NABILA"Airmataku tidak bisa aku tahan lagi,dia keluar begitu,aku benci kelemahanku,aku benci saat merindu ,aku benci keadaanku yang lemah"


"AKU BENCI..."Aku beteriak dalam hati seandainya bisa aku ingin berteriak sekarang juga tapi.....di depanku ada dua pengawalku itu,biarlah sekarang ini mereka melihatku menangis,terserah jika mereka akan melaporkannya pada Barak, aku tidak perduli.


  "Aku lapar kita berhenti di restoran terdekat"Tak lama mobil pun berhenti dan merapat di tempat perkir sebuah restoran


"Kalian ikut masuk temani aku makan,kalau kalian tidak mau,aku tidak akan makan sampai besok,dan kalau Bos kalian nanti nanya kenapa aku tidak mau makan,aku akan bilang ini semua karena kalian yang tidak mau saya ajak makan"Aku memerintah dengan nada bicara yang sangat dingin dan datar tanpa expresi,aku sadar aku terlihat sangat menyeramkan kalau dalam keadaan begini,mata sembab hidung merah,muka merah padam,semua alat make up yang aku pasang tadi kewajahku hilang di hapus oleh aliran air mataku


  "Duduk ,dan tidak usah terlalu sering melirik  kemana_mana"


"Makan dengan tenang....aku ingin makan tanpa perasaan was_was"Sekali lagi aku memerintah mereka


"Baik Nona"Mereka menjawabku dengan tegas


    Kami sudah ada di meja makan restoran makananpun sudah kami pesan,kedua pengawal yang ada di depanku ini terlihat duduk dengan kikuk,mereka seperti tidak terbiasa untuk selalu mengawasi ,mata mereka tidak berani untuk mengelilingi sekitar ,mata mereka juga tidak berani untuk menatapku


   Aku jadi jengah dengan situasi ini


"Kalian berdua....lakukan apa yang biasa kalian lakukan,tapi tetap duduk disini,temani aku makan"Wajah kedua pengawalku itu berubah cerah


"Heehhhhhh"Aku memutar bola mataku melihat perubahan mereka


"Orang kalau disuruh untuk istirahat sebentar dari pekerjaannya itu pasti senang,bukannya malah cemberut,kayak kalian berdua"Aku mengejek mereka.


  Tapi apa.....semua ucapanku hanya di balas dengan tatapan ramah oleh mereka berdua,Terimakasih kek ...karena aku sudah menjadi majikan yang sangat bijak,"Haahhh,aku seharusnya tidak berharap banyak pada mereka"Aku bicara sendiri


"Nona...mengatakan sesuatu?Sepertinya ada yang mendengar gerutuanku


"Engga' .....aku ngga' ngomong apa_apa,tadi aku cuma lagi menghitung uang yang ada di sakuku,takut ngga' cukup bayar makanan kalian berdua"Aku berkelakar berusaha bercanda


"Kalau begitu _______"


"STOP.....kalian tetap di tempat,atau aku melakukan ancamanku tadi,aku serius tidak bercanda"Aku memotong ucapan mereka berdua yang sudah aku mengerti tentang tujuannya,tadi niatnya bercanda malah mereka anggap serius.


  Kami menunggu makanan yang kami pesan ,keadaan meja kami sunyi tanpa suara tawa yang menghiasi meja lain nya,hidupku harus di kelilingi oleh manusia dingin seperti mereka,di tambah lagi Barak,yang dingin nya mampu membuat orang membeku sangking dinginnya,dia menatapku hangat sesekali ,tapi itu hanya di rumah,kalau di kantor,dia jadi pemimpin yang begitu profesional .


    Untuk menutupi rasa jenuhku saat menunggu makanan yang aku pesan selesai,aku mengambil poselku dan memainkannya.


"Waahh....waah si pengacau liar ternyata ada disini juga"Terdengar suara,yang cempreng dan menggelegar membuat telingaku agak berdengung,suara itu terdengar jelas di dekatku,berarti suara itu membicarakan tentang aku,sebenarnya aku ingin mengangkat kepalaku,dan melihat siapa orang yang yang sudah mengganggu ketenanganku,namun aku mengurungkan niatku setelah mencerna pendengaranku dengan baik,dan aku kenal suara itu,bunyi suara tadi yang berteriak memakiku karena sudah merusak barang_barangnya.


    Aku menutar bola mataku jengah namun tetap menunduk dan memainkan ponselku,tanpa merasa terganggu sedikitpun,aku tidak peduli walaupun di depanku pastinya ada Bilal,aku yakin karena mengenal aroma Bilal yang begitu familiar.


"Lagi morotin uang tunangan mu yang kaya raya itu ya ....?Rista berbicara sinis,aku masih menunduk tanpa memperdulikan ucapan Rista


"Dasar cewek desa rendahan"!Rista memaki ,suaranya terdengar kesal karena aku cuekin


"Sudah kita cari meja lain....jangan ganggu dia"Suara Bilal yang aku rindu,namun kenapa suara perhatian Bilal untuk Rista itu yang membuatku merasa sesak sekarang,sedang cacian dan makian Rista tadi tidak mempengaruhiku sedikitpun


"KENAPA......tidak terima aku menghina dia?Mereka malah berdebat di depanku,aku menggeleng_gelengkan kepalaku mendengar perdebatan mereka namun aku masih menunduk


"Sudahlah .....ayo ...katanya tadi lapar,ayo kita makan"Makin sesak nafasku mendengar perhatian Bilal pada Rista


"Sebaiknya kalian cari tempat yang lebih private untuk bermesraan jangan di depanku,perutku mual mendengar bualan kalian"Aku berbicara sinis tanpa mengangkat kepalaku


"KENAPA....kamu cemburu hah"Terdengar gemuruh nafas Rista yang menandakan amarah


"Hah......hahh...hah...ngga' lucu"Aku terkekeh mengejek


"Ngapain aku cemburu,aku tuh udah punya tunangan,dan benar yang kamu bilang tadi aku disini sedang menghambur_hamburkan uang tunanganku yang kaya raya"Aku membalas dengan dingin


"Kalau begitu ganti semua barang yang sudah kamu rusak tadi"Ternyata Rista masih dendam tentang masalah barang_barang tadi


"SUDAHLAH RISTA BIAR AKU YANG MENGGANTI SEMUA BELANJAAN KAMU ITU"Segitu perhatiannya Bilal pada Rista,aku cemburu ,aku tersesat dalam patah hati,padahal itu sebuah teriakan tapi itu seperti sebuah perhatian seseorang untuk orang yang spesial.


      Aku berdiri dari tempat dudukku,dan menatap tajam pada dua orang di hadapanku ini,aku marah entah karena hinaan Rista,atau  karena rasa cemburuku ,kedua pengawalku tadi ikut berdiri ,melihatku yang tadi terlihat tenang,sekarang terlihat  seperti Singa yang siap menerkam mangsanya.


"PERGI.....Aku mohon pergi"Aku berhasil meredam amarahku,sehingga aku mengeluarkan perkataan yang begitu dingin ,seakan dua orang di hadapanku ini,tidak berarti


"Kamu menyuruhku pergi hah   .  ....."?Rista mengeluarkan amarahnya


"Kamu minta maaf dan ganti semua barang_barangku"Ternyata Rista masih saja membahas barang_barang nya,bukannya tadi Bilal sudah mengatakan bahwa dia yang akan menggantikannya.


"Ngga' penting dan ngga' peduli"Aku bicara sambil mengejek


"KAMU DASAR WANITA KURANG AJAR"Rista meronta dari pegangan Bilal,dan Rista berhasil lepas darinya ,dan langsung mendekatiku,dia mengangkat tangannya hendak menamparku,aku syok dan bukanya menghindar aku malah menajamkan mataku,seperti hendak menerima hukuman


   Namun sekian lama aku tunggu ,tidak ada sesuatu yang mendarat di pipiku,aku malah mendengar suara gedebuk seperti sebuah barang yang jatuh


"Bukkkkk"Aku membuka mataku,dan ternyata salah satu pengawalku yang sudah menghentikan Rista,aku lihat Rista duduk terkapar di atas lantai


"Aww....essssshh"Rista meringis,Bilal langsung menunduk dan berusaha menolong Rista,mataku memanas,dadaku sesak,aku menatap Bilal dengan pandangan sendu dan nanar,tidak adakah jejak yang tertinggal tentang aku di hatimu Bilal,mengapa kamu begitu mudah untuk mengubah hatimu sedang aku tidak bisa sama sekali.


"Kita.....pulang"Aku menatap Rista sinis dan beranjak pergi meninggalkan Bilal dan Rista ,kedua pengawalku menurut tanpa membantahku


"Dasar gadis desa genit ,sudah punya tunangan masih aja jalan.sama laki_laki lain,bukan hanya satu dua lagi"Rista berdiri dan menggerutu sambil menepuk_nepuk pantatnya yang tadi sudah berpapasan dengan lantai,aku berjalan tanpa menoleh,tidak memperdulikan perkataan Rista


"Langsung pulang aku...capek"Setelah memberi perintah pada kedua pengawalku ,aku memejamkan mataku,berniat meredam api yang sudah membara di hatiku,karena tersulut oleh rasa cemburu.


   Orang yang dulu tidak mengijinkan sesuatu apapun melukaiku,sekarang dia hanya diam tidak peduli ketika melihat ada orang yang ingin menyakitiku


  Aku hancur,aku patah,aku pecah,tapi kenapa......setelah semua sakit yang aku rasa ini tidak mampu membuatku untuk menghapus nama Bilal di hatiku


 


   Menangis lagi_menangis lagi dan itu semua hanya karena seorang Bilal Abimana dan dia sudah mencampakkanku.


   


  


 


 

__ADS_1


  


__ADS_2