
Muhammad Bilal Abi mana /menjenguk
Kami sudah sampai di depan rumah
keluarga ABIMANA Ya itu nama keluarga Bilal dan ABIMANA bertahta juga di nama Bilalku Muhammad Bilal Abimna anak kedua dari keluarga Abimana
Ayahnya yang bernama FAIZAL ABIMANA merupakan pengusaha sukses yang sudah terkenal di kota. banyaknya kekayaan yang mereka miliki membuat mereka begitu memanjakan Bilal
Dia menikahi anak dari seorang pengusaha terkenal juga yang bernama RAISYA ABIMANA
Mereka sebenarnya orang yang sangat baik namun mereka menampakkan kebencian kepadaku karena beberapa hal dulu yang ada padaku yang membuat mereka terpuruk
Dan aku menerima kebencian mereka dengan tangan terbuka kadang aku menangis sendiri saat menikmati kebencian mereka kadang aku bisa menahannya dengan baik sehingga aku bisa bertahan
Dan Bilal sayangnya merupakan putra dari keluarga yang sangat membenciku itu ,seharusnya aku memang suka rela untuk menjauhi Bilal di mana kebencian mereka mempunyai alasan yang kuat sudah berkali_kali mereka menyuruhku untuk menjauhi Bilal
namun berkali_kali juga aku meminta maaf pada mereka dan mengatakan bahwa aku tidak bisa
Setelah kejadian yang mengerikan yang aku alami di mana kejadian itu tidak aku ingat sama sekali
Aku kehilangan arah aku selalu merasa terancam akan sesuatu hal yang tidak aku mengerti aku selalu merasa gelisah tidak ada ketenangan dalam diriku aku merasa tersesat
Hingga ada suara yang memanggilku
"Saat itu aku ada dalam masa pemulihan....dokter berkali_kali memeriksa kepalaku sebenarnya apa penyebab sebenarnya aku bisa melupakan peristiwa penting yang menimpaku
"TIDAK..TIDAK ...TIDAK"Aku selalu gelisah dalam tidurku aku ingin berteriak saat ad bayangan hitam yang menutup mulutku
"BILA..."!ada suara yang memanggilku saat suara itu terdengar bayangan hitam tadi menghilang
"BILA..BILA....."Suara itu terdengar lagi
Akupun membuka mataku
"BILALLLLL....."Aku menangis terisak mengeluarkan air mata yang begitu deras sebelumnya setelah kejadian itu aku tidak mengeluarkan air mata sama sekali aku hanya menatap kosong
Tapi setelah melihat Bilal aku mengeluarkan air mataku aku seperti bisa mengeluarkan rasa sesak yang ada dalam dadaku
"Bilal kamu kemana aja..."Aku makin menangis wajah Bilal terlihat begitu meneduhkan hatiku
"Aku disini Bila aku akan slalu menemanimu"!dia menggenggam tanganku mengusap_ngusap kepalaku
Sungguh dia membuatku merasa begitu tenang
Aku memang sudah berteman dengan Bilal semenjak kecil pertemanan yang timbul karena kedua orang tua kami yang bersahabat
Kami terbiasa bersama hingga sekolah TK maupun sampai sekolah dasar kami selalu satu sekolah
Bahkan waktu Bilal kelas 5 SD dia meminta kepada kedua orang tuannya untuk menurunkannya ke kelas 4 karena aku waktu itu kelas 4 alasan nya sih dia mau selalu di dekatku
Karena Bilal merengek sampai 1 minggu ngga' berhenti_berhenti dan takut malah Bilal sakit karena mogok makan mereka menurutinya
Dan jadilah kami selalu satu kelas
"Aku tersenyum sendiri saat mengingat itu
"Kenapa tersenyum"Bilal menatapku yang tersenyum tidak berasalan
"Terimakasih..."!aku mengucapkan terimakasih dengan tulus
"Sama_sama Bilaku "!
"Aku juga mau bilang terimakasih karena sudah mau menjadi orang yang terpenting di hidupku"!Bilal tersenyum ,senyum yang membuat aku begitu tenang,dari situlah aku sadar akan ketergantunganku pada Bilal dan entah ini sampai kapan semoga bertahan walau nyawa sudah meninggalkan ragaku aku harap perasaan kami masih bertahta . ....
"ASSALAMU ALAIKUM.."!Ibam dengan berani mengucapkan salam dia terlihat tenang Irfan maupun Roy juga terlihat tenang hanya aku di sini yang gelisah
Aku saling menautkan jariku
"Waalaikum salam"!Bibi pembantu rumah ini membukakan pintu untuk kami
"Ehh....den Ibam "!sepertinya dia sudah mengenal Ibam ,yang memang sering main kesini
"Kami ingin bertemu Bilal bi ..."!
"Bilal nya ada...."!Ibam berkata dengan sopan
"O....iya...ada silahkan masuk..."!
Kami pun masuk kedalam rumah Bilal rumah yang dominan dengan warna Abu_abu dan warna putih
Si Bibi tadi menggiring kami keruang tamu dan menyuruh kami untuk duduk
"Mau minum apa"!
"Apa aja bi'"!
"Dan tolong panggilin Bilal ya...."!
"Iya den..."!si Bibi tadi pun berlalu dan meninggalkan kami
Aku benar_benar gugup
Terakhir kesini waktu ulang tahun Bilal membuatku sedikit trauma
Aku masih menunduk berharap segera bertemu dengan Bilal
"Ehh....kalian..."!Aku langsung mengangkat kepalaku mendengar suara Bilal
Ya allah baru 2 hari yang lalu terakhir kami bertemu dia masih menatapku dengan hangat tapi apa ini kenapa dia menatapku dengan tatapan dinginnya terlihat dari sikapnya yang menghindar untuk menatapku dia seakan menghindariku
"Kami ingin menjenguk tante Raisya"!Ibam memecah kesunyian yang terjadi ,bukan hanya saya saja yang heran melihat tingkah bilal yang tidak antusias sama sekali ketika melihat ku
"Ohhhh...."!
"Ayo...aku anter ke kamar mama tapi kalian jangan berisik"!
Kami semua berdiri dan mengikuti langkah Bilal ,aku sengaja mempercepat langkahku dan menyamakan langkahku dengan Bilal
Lalu tanpa berkata apapun aku menggenggam tangan Bilal berniat menenangkannya aku tahu saat ini dia sedang risau
Aku tersenyum kearahnya ,
Namun dia hanya diam tidak membalas senyumanku
Tapi dia tidak menepis tanganku
"Alhamdulillah dia masih Bilalku"Aku bergumam sendiri
Kemudian Bilal membuka sebuah kamar disana tante Raisya sedang tertidur
"Tante Raisya sakit apa boss..."!Roy bertanya dengan pelan
"Mama sedang istirahat kita bicara di teras aja yukkk..."!
Kami mengikuti langkah Bilal, genggaman tanganku tadi terlepas saat Bilal membuka kamar mama nya Bilal seperti tidak betah saat menggenggam tanganku tidak seperti biasanya
dia begitu betah saat menggenggam tanganku sampai membuat tanganku kram karena kelamaan di genggam
"aku menggeleng_gelengkan kepalaku"!
aku masih berusaha berpilkir positif
__ADS_1
Mungkin dia lagi capek
Sampailah kami di teras depan rumah Bilal
kami semua duduk dikursi teras aku duduk duluan kemudian Ibam duduk di sebelahku
mereka menyisakan kursi yang ada di dekatku
karena biasanya Bilal selalu marah kalau mereka deket_deket denganku
namun dia malah duduk di dekat Ibam
kami semua hanya bisa melongo dan menatap heran pada Bilal
terlihat sekali perubahannya
"Mama ngga' apa_apa dia cuma ke capean.."!Bilal langsung membuka suaranya
"Tapi kenapa telfonku tidak kamu angkat..."!
"Dan aku menunggumu kemarin ,di balkon kamarku katanya kamu ingin melihatku"!
Aku mulai bersuara berusaha mencairkan suasana
dan masih memasang sikap percaya diri
dan yakin bahwa Bilal masih mengistimewakan diriku seperti biasa
"Maaf aku tidak bisa lama_lama aku lagi sibuk bantuin ayah mengurus perusahaannya"!Bukanya menjawab pertanyaanku
Bilal malah seperti mengusir kami tapi secara halus
dan untuk kesekian kalinya dia tidak merespon ucapanku
aku hanya diam menunduk mataku sudah berkaca_kaca,aku masih berusaha menghalau sesak yang aku rasakan
"Jadi kamu memutuskan untuk membantu ayah kamu di perusahaannya?Ibam masih mengajukan pertanyaan terlihat keraguan di matanya karena dulu Bilal pernah berkata bahwa ia ingin membangun karirnya sendiri tanpa bantuan ayahnya
"Apa kamu tidak mau ikut kami ketempat biasa"!Yempat biasa maksudnya tempat tongkrongan kami
yaallah ini usaha terakhirku kalau ini tidak di respon oleh Bilal aku yakin kepercayaan diriku akan hancur_sehancurnya
"Kalian pulang lah aku masuk dulu"!Bilal masih saja mengacuhkanku
aku benar_benar terpukul
ini begitu menyakitkan
aku seperti orang yang sedang berhianat pada Bilal dan berusaha mendapatkan maaf darinya,
aku tidak mengerti sama sekali dengan keadaan ini
sikap Bilal sedari tadi yang selalu mengacuhkanku
Seperti nya itu menyulut kemarahan Ibam
"Kamu sudah keterlaluan Bilal"!Ibam mendekati Bilal dan menarik kerah bajunya dia memandang sinis pada Bilal
"Apa maksudnya ini....?Mereka saling ngotot,Irfan dan Roy bukannya melerai mereka malah berdiri mendekat ikut menatap tajam pada Bilal mereka juga terlihat sangat emosi
mereka memang sangat menyayangiku aku begitu beruntung mempunyai teman seperti mereka
"Saya tidak mengerti maksud kalian"!Bilal masih acuh
"Tidak mengerti ,"!Ibam berbicara sinis,aku mulai menangis mendengar semua ucapan Bilal yang seakan tidak peduli padaku
"Dia ...yang sering kamu panggil dengan Bilaku..."!
"Huhhh...."!Bilal menghela nafasnya
"Aku tidak peduli padanya dan aku juga tidak sudi melihatnya kalian puas"!Bilal berucap begitu sinis dia memutar bola matanya acuh
Aku makin menangis
"KENAPAAA....?Aku berteriak sambil menahan isakku semua melihatku termasuk Bilal kami saling menatap dan dia diam namun setelah itu perkataannya sungguh membuat aku hancur tak bersisa
"Karena kamu sudah tidak berarti lagi dalam hidupku"!Bilal makin menatap sinis padaku
Seketika aku langsung luruh ke lantai
Menangis dengan begitu keras
"Hiksss...hikss...hikss....😭😭😭😭😭"!
Ibam langsung memukul Bilal dengan bringas dia terlihat hanya diam sedang Roy dan Irfan tidak berinisiatif untuk membantu Bilal
Aku lihat Bilal sudah tidak berdaya tapi dia hanya diam dan Ibam sepertinya tidak mau berhenti
Aku berusaha bangun untuk melerai mereka ...
"Aku mohon berhenti Ibam..."Aku menatap Ibam penuh permohonan
"Seharusnya kamu jelasin semuannya dengan gamblang apa permasalahan sebenarnya.
dengan diam begini dan dengan kamu yang selalu mengacuhkan dia itu akan lebih membuatnya hancur dan tidak menyelesaikan masalah sama sekali
"Ayolah....kita bicarakan ini baik_baik"!
"Kami siap menjadi pendengar yang baik"Ibam berusaha meredam emosinya berusaha membicarakan ini dengan baik_baik dan jelas
"Maaf aku sudah tidak peduli padanya"!Ya allah perkataan yang singkat ini sangat menyayat hati ,aku merasa sangat sakit dan sesak
"kamu sudah sangat keterlaluan Bilal"!Ibam hendak memukul Bilal lagi
"sudah Ibam hentikan_
hentikan semua ini aku ingin pulang....ayo..kita pulang"Aku menarik tangan Ibam sambil menangis
Ibam mengusap wajahnya dengan kasar berusaha meredam emosinya
"Puas kamu sudah
menghancurkannya bahkan tanpa adanya alasan pasti "!
"Dan camkan ini .....bukan hanya kamu yang menganggap dia berharga
Banyak sekali laki_laki yang bersedia menggantikan kamu dengan suka rela....bahkan ikhlas walau hanya untuk di jadikan pelarian
"Dulu aku selalu menjaganya untukmu,namun sekarang aku akan menjaganya untuk diriku sendiri"!
"Semoga kamu tidak menyesal"!
"Bilal hanya memberi tatapan kosong tidak terlihat sedih atau terluka
Lalu Ibam menggenggam tanganku dan menunjukkannya pada Bilal,
Biasanya dia akan marah dan menghajar Ibam ,Irfan atau Roy kalau dia melihat mereka menggenggam tanganku
Namun ini ....dia tidak merespon sama sekali ,dia terlihat tidak peduli
Sungguh itu sangat menghancurkanku
__ADS_1
Akupun hanya diam dan mengikuti langkah Ibam ,kami pergi dari rumah Bilal ,aku masih aja menangis
Mereka membawaku kerumah tongkrongan kami
Kami duduk di ruang tamu aku masih menangis sedang Ibam mondar_mandir memikirkan perubahan Bilal yang begitu cepat san drastis
"Ketua tenang dulu"!Ibam berlutut menyamakan tingginya denganku dan dia menggengam tanganku berusaha menenangkanku
"Kita jangan tempati dulu rumah ini biarkan menjadi sepi
"Dan Sebaiknya kita pulang dulu kerumah kita masing_masing,besok saya akan mengembalikan kunci rumah ini pada Bilal
"Ketua ..tenangin fikiran dulu
dan harus yakin bahwa tadi itu bukan boss kita,saya yakin ngga' sampek 3 hari pasti dia akan mencari ketua....
"Ketua harus yakin itu"!Ibam menatapku penuh keyakinan
"Ia....ibam kamu benar..."!
"Tadi itu bukan Bilalku"Aku mengusap air mataku dan bersemangat lagi
"Aku akan pulang dan menunggu Bilal menghubungiku"!
'Itu baru ketua kita..."!Ibam membalas dengan semangat juga
Kamipun pulang kerumah kami masing_masing..
💔💔💔💔
Bilal sedang mengobati luka lebam di wajahnya yang di hajar Ibam habis_habisan
Dia melihat bagaimana Ibam mengenggam tangan Bilanya
Itu sangat menyakitkan tapi dia berusaha untuk tidak peduli
Dan membuang rasa sakit itu jauh_jauh
"Bagus nak .."!suara ayahnya Bilal
"Kamu sudah melakukan hal yang benar"!Ayah Bilal menepuk_nepuk bahu Bilal
"Sekarang sebaiknya segera urus kepergianmu"!
"Secepatnya kamu pergi itu lebih baik"!
"Ia....ayah aku ke kamar mama dulu"!
Aku berjalan menuju ke kamar mama
Demamnya sudah turun
Ia saat itu ketika kami pulang dari rumah Bila Ayah menyuruhku pulang dia bilang mama sedang sakit dan ingin sekali melihatku
"Mama...."Aku memeluk mama
Mama langsung menangis di pelukanku
"Pulang nak mama mohon ....kamu jauhi perempuan tidak berguna itu"!Bilal langsung marah mendengar ucapan mamanya
"Mama kalau mama masih menghina Nabila lagi aku akan pergi lagi dari rumah ini"!
"PERGI....PERGI SAJA BILAL dan tinggalin mama seperti kakakmu yang meninggalkan mama dan ayah"!Mama mulai menangis terisak
"Apa maksud mama..."?Bilal bertanya dengan heran
"Kamu kira kenapa kami membenci wanita itu...hah"!
"Itu semua karena wanita itulah yang menyebabkan kakakmu pergi untuk selamanya meninggalkan kita semua"!
"Tidak mungkin ....mama bohong"!Bilal berusaha menghindar aura amarah terpancar di wajahnya
Dia memang slalu membela Nabila dimanapun ia berada
"Mama mu tidak bohong Bilal"!Ayah ikut masuk ke kamar mama
"Kalian pasti bersekongkol ingin menjauhkan aku dari Bila"!Bilal masih saja membela Bilanya
"BILA ...BILA....BILA...."!
"Selalu Bila yang ada di otak kamu "!
"Sadarlah Bilal kami tidak ingin kehilanganmu kami hanya punya kamu sekarang
setelah kakakmu meninggal"!
"Dan perempuan yang selalu kamu sebut bagai dzikir itu juga penyebab kematiannya calon cucu ayah.."!
Bilal menegang....dia tidak lagi kaget dia bahkan shok...
Bagaimana bisa Bilanya yang merupakan dunianya adalah penyebab hancurnya dunia orang tua yang dia sayangi.
...............
"BILAL ..."!terdengar panggilan mamanya Bilal yang terdengar serak
"Mama udah mendingan"!
"Alhamdulillah...."!
"Astagfirloh muka kamu kenapa nak"Mama bilal kaget melihat anaknya babak belur
"Tadi ada peristiwa kecil...."!Bilal menjawab dengan enteng
"Tapi udah Bilal obatin kok"!
"Tadi temanmu kesini?
"Ia....ma"!
"Saya tahu itu ...tidak mungkin anak mama babak belur sampai begini
Kalau ngga' berantem sama temenya sendiri ."!
"Mereka marah karena kamu menghindari wanita itu"?
"Sudahlah ma....jangan di bahas
Bilal ngga' apa_apa .."!Bilal menghindar
"Bilal hanya ingin melihat mama"!
"Bilal ke kamar dulu ya ma...."!
"Ya....sudah kamu istirahat gihhh..."!Mama Bilal mengusap kepala Bilal
Lalu Bilal melangkah keluar dari kamar mamanya
Bilal masuk kekamarnya sendiri dia berdiri di balkon kamarnya dia hanya diam memandang kosong kedepan ....
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1