2 BIL

2 BIL
Bagian 20


__ADS_3

   Setelah mengantarku ,Sajad langsung pamit pulang,aku mengajaknya untuk mampir agar bisa kenalan dengan Bibi ku dan Kak Hima tapi dia tidak mau,belum siap katanya buat ketemu Bibi mertua sama kakak Ipar,aku hanya bisa tertawa mendengar candaannya ,dia sangat manis kalau dalam hal berkata_kata ,mungkin kalau cewek yang didepannya bukan aku pasti cewek itu bakal klepek_klepek


   "Tapi satu hal dia memaksaku untuk keluar malam ini katanya dia akan membawaku ketempat yang sangat bagus,dan dia yakin aku pasti menyukai tempat itu,


   Awalnya aku enggan karena males buat keluar rumah ,namun dengan segala macam pemaksaan yang ia lontarkan dengan kata_kata manisnya,akhirnya aku luluh dan mau ikut ketempat yang ia maksud,aku jadi penasaran dengan tempat itu,sehingga membuat Sajad begitu memaksaku untuk ikut dengannya.


   Waktu sudah beranjak menjadi malam ,sesudah menyelesaikan sholat Isyak aku sudah bersiap_siap untuk keluar memenuhi janjiku pada Sajad yang memaksaku untuk mengikutinya,di depan cermin aku jadi tersenyum sendiri ,ternyata keadaan sekarang terbalik,aku yang berniat untuk mendekati dia ,malah dia udah kecantol  duluan, "Memang sihhh...pesona dari SAKINA NABILA ,tidak ada yang mampu menolaknya"Aku tersenyum sombong"Astagfirloh hal Adzim"Kok jadi ketularan sombongnya Bilal sihh


    "Yaaahh...Bilal lagi  ...Bilal lagi,apa cuma Bilal yang ada di otak kamu Nabila,ingat dia sekarang sudah bahagia ,tinggal kamu sekarang ,kamu harus bisa Move on dan mencapai cita_citamu itu yang katanya setinggi langit"Oke ..setuju "Aku tersenyum sendiri di depan cermin berusaha menghalau  perasaanku dan memulai dengan semangat .


 


Tadi aku sudah ijin sama Bibi mau keluar dengan temen ,Bibi sihh...orang nya slalu percaya sama kita ,dia yakin kami sudah mampu menjaga diri kita masing\_masing ,namun dia akan menegur dengan tegas jika aku melanggar aturan jam pulang


Dia hanya selalu berpesen untuk tidak pulang malam\_malam paling lambat jam 11malam"Itulah pesan Bibi ku tersayang.


 


  Aku menunggu di depan pagar Rumah Bibiku ,tak lama muncul sebuah mobil,tentu saja itu mobilnya Sajad


"Yuukkk....langsung masuk masuk Tuan putri"Aku langsung memasuki mobilnya dan mobil langsung melaju


  Tak ada obrolan yang terjadi dari tadi Sajad hanya tersenyum padaku


"Kuharap tempat yang mau kau tunjukkan mampu membuat fikiranku melayang_layang..."


"Saya yakin kamu pasti akan terkesima ,tempat ini sangat indah"Dia menatapku penuh keyakinan


Aku hanya diam tidak membalas ucapannya ,sesaat kemudian mobilnya berhenti di sebuat tempat yang agak sepi,aku menatapnya penuh tanda tanya


"Tempat nya kok sepi..."Aku menatapnya penuh tanda tanya


"Kamu ngga' berniat macem_macem kan?Sajad menatapku dengan horor,dia membuat ku bergidik ngeri


"Sebaiknya kamu diam....turun dari mobil dan ikuti aku,kalau kamu ngga' nurut____"Dia menghentikan ucapannya namun masih menatapku dengan ngeri


"Kamu bakalan nyesel....ha..ha...ha.."Sajad tertawa sampai memegang perutnya


"Kamu lucu kalau ketakutan sampe' pucet gitu"Sajad menunjuk mukaku


"Ngga' lucu tahu...lagi pula aku bukannya takut sama kamu ,tapi tempat ini terlihat sangat sepi dan agak mengerikan"Aku bergidik ngeri


"Udaah  ayooo...kamu ngga' bakalan nyesel"Dia mengajakku turun dari mobil dan berjalan mengikutinya .


   Mobilnya dia parkir di pinggir jalan ,jalannya sepi karena memasuki area yang rimbun banyak pepohonan ,aku juga ngga' nyangka ternyata di kota yang padat penduduk seperti kota ini ,masih ada tempat beginiannya,bahkan sepinya melebihi sepinya jalan yang ada di Desaku


  Kami terus berjalan masuk ,kedalam area pepohonan dan saat sampai di tempat yang lapang,hanya rerumputan yang menghiasi tempat ini,,tempatnya terlihat terang benderang karena di sinari oleh sinar Rembulan


   Sajad mematikan senter yang ia bawa ,dan menghampiri sebuah pohon dan di pohon itu ada sebuah tangga,Sajad menaiki tangga itu


"Ayoo...ikuti aku kita keatas,pemandangan dari sana lebih indah"Aku mengikutinya dan menaiki tangga yang terlihat tangga itu terbentuk dari pohon itu yang sengaja di bentuk seperti tangga ,pohonnya sangat besar sehingga tangga bisa di pijak tanpa takut terjatuh ,pegangannya ada juga ,tapi menurutku walau tidak berpegangan ,tetap terlihat aman untuk di naiki


  .Sampai diatas aku sungguh terpana ,tempanya begitu luas ,seukuran dengan kamarku di rumah Bibi ada lampu yang menyinari begitu terang karena lampunya sangat besar ,dan terlihat ada sebuah pintu,Sajad membukanya .


"Woww..."Aku tersenyum menatap Sajad ,aku begitu takjub ,tempatnya terlihat seperti sebuah kamar ada tempat tidur ,meja...dan rak buku.


"Kita duduk di luar aja ya...aku juga sudah membawa camilan..."Sajad menunjukkan tas plastik yang dari tadi dia jinjing saat kami menyusuri jalan.


   Kami duduk dan Sajad mulai mengatur makanan dan minuman yang ia bawa


"Baguss....aku benar_benar ngga' nyesel mengikuti kamu"Aku menatap Sajad ,seakan memberi ucapan terimakasih padanya,Sajad menatapku bangga


"Kamu sudah mengobati rasa rindu pada Desaku,"


"Sekarang pasti sedang purnama ya..?


"He...eh."Sajad mengangguk


"Tempat ini maksudku Rumah pohon ini kamu sendiri yang bangun"


"Lebih tepatnya ,aku yang men desain nya "


"O....iya aku lupa kamu kan calon Arsitek"


"yes I am"Sajad menarik kerah kemejanya menyombongkan diri


"Ngga' usah sombong juga kaleeee"Aku mendorong bahu Sajad dan Sajad hanya nyengir


  "Kamu sering kesini ya...?


"Pasti kalau lagi galau iya kan ???Aku menunjuk pada mukanya


"Ya...kamu benar Tuan putri,ini tempat persembunyianku saat aku ingin menyendiri"


"Lalu kenapa kamu sekarang kesini"?


"Hee.heee.."Sajad nyengir salah tingkah


"Yaa...aku sedang berusaha membuat seorang cewek terpukau,dan yang aku tahu cewek itu tidak akan terpukau pada barang_barang mahal,jadi menurutku tempat ini bakalan bisa membuat dia terpukau"


"Ha...ha...ha...."Aku tertawa cekikikan


"Kamu tuh lucu,ya..."


"Jadiiiii.....ini tempat andalan kamu "


"Aku terpukau....sangat terpukau"Aku mengangguk_nganggukkan kepalaku


"Tapi kamu tahu kan...kalau aku ini berasal dari desa"?


" Kalau cuma Bulan purnama dan berjuta_juta Bintang di langit ,aku sering melihatnya ,bahkan dari masih Balita ,aku sudah kenal pada rasi Bintang pare....yang berbentuk layangan itu lho...dan yang berguna buat nunjukin arah"Aku melebih_lebihkan padahal aku mengetahui itu karena di kasih tahu Bilal


"Yaa.....jadi kamu tidak terpukau dong berarti aku gagal "!Sajad memasang wajah kecewa


"Engga' begitu juga Sajad ..."!


"Tempat nya bagus kok,apalagi Rumah pohon nya"Aku berusaha menghibur Sajad,Aku memang agak takjub pada Rumah pohonnya sangat bagus dan indah,pohonnya sangat besar ,jadi Rumah pohon nya terlihat seperti sebuah Rumah yang bertengger diatas pohon dengan desain yang sangat menawan.


  Aku memandang kearah langit ,sinar Rembulan begitu terang sehingga hanya sedikit Bintang yang terlihat


Bintang pare pun yang saya sebut tadi tidak terlihat,aku memang akan slalu ingat Bilal kalau melihat rasi Bintang pare yang berbentuk seperti layangan itu.

__ADS_1


"Flash back"


"*Kami  memanfaatkan rasi Bintang itu, saat kami tersesat di hutan karena kemaleman saat bermain menyusuri jalan gelap itu sudah menjadi aktifitasku sejak kecil"Aku tersenyum mengingat salah satu kenanganku waktu masih kecil


"Bilal aku takut ...."Aku menautkan lenganku di lengan Bilal,saat itu aku berumur 9 tahun dan Bilal 10 tahun karena kami memang terpaut satu tahun,dan alasan kami berada dihutan , hanya karena Bilal ngambek , tidak diijinkan turun kelas dan bisa sekelas denganku.


  Dan atas paksaan Bilal pula Ibam dan Roy ikut dalam acara ngambek itu,Bilal juga memaksa mereka untuk turun kelas dan bisa sekelas denganku


  Bilal mengancam mereka jika mereka tidak menuruti semua perintahnya maka Bilal tidak mau lagi berteman dengan mereka ,dan akan menyuruh orang tua Bilal untuk memutuskan kerja sama keluarga Bilal dengan keluarga mereka


"Bilal memang suka mengancam ,dia sering menggunakan kekuasaan orang tuanya untuk mencapai tujuannya"


"Dengar kalian berdua,kita cari tempat yang aman dulu untuk istirahat,Ibam kamu berjalan didepan kami dan Roy kamu berjalan di belakangku"


"Oke...Boss..."Mereka mengacungkan jempolnya tanda setuju


"Waahh..disana Bos "Ibam menunjuk sebuah tempat lapang yang begitu luas


   "Kami duduk di tempat yang sudah di bersihkan oleh Ibam dan Roy tanganku masih bertengger di lengan Bilal tanpa mau melepasnya,sesekali Bilal mengelus rambutku dan tersenyum kearahku


"Kalau di lihat_lihat tempat ini bagus juga Bos..,coba Bos lihat sekitar"Ibam berusaha  mengalihkan suasana agar tidak tegang , karena tempatnya yang agak sepi dan seram jadi terlihat mengerikan


"Sudahlah ...bagiku yang paling bagus adalah Nabilaku ,aku tidak mau dia terluka dan aku tidak peduli dengan keadaan sekitar"Bilal malah meremehkan ucapan Ibam dan tidak peduli akan keadaan sekitar


   Namun saat aku mendengar ucapan Ibam aku langsung memperhatikan sekitar ,Ibam benar tempat ini sangat indah.


   Aku melihat kearah Ibam dan juga Roy memberikan senyum pada kedua teman Bilal tersebut


itu pertama kalinya aku lebih dekat dengan teman Bilal itu,biasanya aku hanya slalu bicara sama Bilal ,dan aku hanya melihat mereka sekilas dan hanya sekedar menyapa,ngga' nyangka mereka terlihat sangat patuh pada Bilal .


"Bilal tempatnya bagus "Aku berbisik pada Bilal ,dari kecil aku memang selalu manja kalau di hadapan Bilal dan sikap Bilal sendiri yang membuatku seperti itu.


Bilal hanya tersenyum dia mengusap_ngusap bahuku berusaha meredam tubuhku yang gemeteran karena hawa dingin malam


"kamu suka tempatnya?Bilal bertanya


"kalau begitu kamu disini aja ya....biar aku pulang dan tidur di kamarku"Bilal tersenyum dia menggodaku


"Itu tidak munghkin kamu lakukan"Aku menjawab percaya diri


"Iaaaa...kamu benar aku tidak mungkin melakukan itu padamu "Bilal mencubit hidungku gemess


"Kita akan menunggu sampai kapan nihh...Bos?Roy bertanya


"Kita disini sampai jam 12 malam saja"Bilal menghela nafasnya ,sebenarnya Bilal melarangku untuk ikut tapi ,aku memaksanya agar diijinkan untuk ikut ,aku merasa tidak enak karena Bilal melakukan ini semua karena diriku...karena dia memaksa ingin sekelas denganku


Dan jujur saja ,aku sangat senang saat mendengar rencana Bilak itu


"Sebenarnya kalau Nabila ngga' ikut aku berniat ngambek disini dan ngga' pulang sampai besok ,tapi karena Nabila ikut ,kita disini sampai jam 12 saja....dan seharusnya kalian bertemakasih pada Bilaku karena dia kalian tidak jadi menginap di hutan semaleman"Bilal menekankan kata_katanya berusaha mengintimidasi teman_temannya itu,aku hanya bisa geleng_geleng kepala melihat tingkah sok Bossy nya Bilal itu.


"Nabila adalah orang yang sangat berharga buatku,jadi jika kalian menghormati dan melindungi dia itu sama seperti halnya kalian menghormati dan melindungiku mengerti"Ngga' nyangka kan...semua perkataan itu bisa keluar dari anak kecil yang masih berumur 10 tahun


"Beress...Bosss..."mereka menyahut bersamaan


"Mulai sekarang ,Nabila adalah orang yang harus kami hormati dan lindungi"Itu ucapan Ibam,mereka begitu patuh dengan Bilal ,


Bilal pernah cerita katanya mereka memang harus patuh padanya karena Bilal sudah menolong mereka saat mereka sedang di bully sama anak_anak yang suka bermain kasar dan slalu mengancam mereka ,Bilal mampu membuat anak_anak nakal itu bertekuk lutut di hadapannya karena kekuasaan orang tua nya dan ketika Ibam dan Roy menjadi teman Bilal mereka tidak lagi di bully malah mereka sekarang sangat populer dan di hormati  .


"Iya kan Nabila"?Bilal melihat kearahku


"Iaa...."Dan aku mengangguk dengan patuh tidak berani membantah dan aku melakukan ini semua bukan karena terpaksa tapi itu memang keinginanku juga.


  "Tapi apa kita tidak akan tersesat Bilal"?Aku bertanya ,menunjukkan rasa takutku karena berada di tengah hutan


"saat bersamaku kamu tidak akan tersesat dan kehilangan arah,karena aku akan slalu


menuntunmu kearah yang benar"


"Bagaimana kalau aku tersesat saat aku tidak bersama kamu Bilal"?


"Coba kamu lihat kelangit"Bilal menatapku dan menyuruhku melihat kearah langit


"Coba kamu lihat dengan teliti "Bilal menunjuk kearah langit dan aku mengikuti arah yang di tunjuk nya


"Disana tuhh...."


"Yang mana Bilal"?


"Itu bintang membentuk seperti layangan..."


"Layangann....."Aku meneliti sekali lagi


"Ohh.....iya yang itu aku melihatnya "Aku menemukan rasi Bintang yang Bilal maksud


"Apa nama bintang itu?Bilal melihat kearahku memberiku pertanyaan


"Aku ngga' tahu"Aku  menatap Bilal


"Kamu ngga' tahu"!


"Itu kan Rasi bintang Nabila ,apa kamu belum mempelajari itu"


"He..he..he"Aku terkekeh salah tingkah


"Mungkin aku kurang merhatiin "


"Kamu...ini"Bilal mencubit hidungku gemes


"Itu rasi Bintang pare namanya ,kegunaannya untuk menunjukan arah"


"saat kamu tersesat dan tidak tahu arah dan aku tidak di samping kamu ,kamu bisa menggunakan Rasi Bintang pare sebagai petunjuk arahmu,maka kamu tidak akan tersesat"


"Lain kali harus lebih serius saat belajar ya...!Bilal memang masuk dalam murid yang pintar dan masuk dalam peringkat sepuluh besar walau agak sedikit urakan


"Ohhh..."Aku beroohh saja sambil memperhatikan bintang itu sekali lagi dan tersenyum pada Bilal*


Aku terdiam sangat lama sambil tersenyum tipis karena mengingat kenanganku dan Bilal saat itu,aku sampai tidak begitu memperhatikan omongan Sajad.


"Lihat kamu tersenyum manis lagi,tapi itu bukan karena aku kan"?Sajad ternyata memperhatikanku dari tadi


"Apaan sihhh...."Aku tersentak dan sadar dari lamunanku

__ADS_1


"Dari tadi senyum manis ,senyum manis yang slalu kamu bahas"Aku ingin menjadi alasan senyum di wajahmu"Aku meniru kata_kata Sajad


"Kamu lihat sekarang, saya ini sedang ada di samping mu bukannya berada jauh darimu"?


"jadi aku ini tersenyum karena kamu bukan karena hal lain"Aku berusaha menutupi


"Ia kamu memang di dekatku,tapi fikiranmu melayang kemana_mana"!


"Siapa yang bilang begitu,kamu sendirikan"!


"Dengar Sajad ,aku berada di dekatmu ,jadi alasan senyum manisku tadi itu ya....karena adanya kamu"


"Aku terpukau dengan Rumah pohonmu ini ,tempat ini yang begitu indah  ...."


"Dan tentunya kamu yang ada di sampingku"Aku menjelaskan dengan nyata ,dan berusaha menutupi semua isi hatiku dan anganku yang sedang merindukan Bilal,aku ngga' tahu lagi harus bagaimana agar aku bisa melupakan Bilal.


"Benarkahhh...?Sajad menatapku antusias


"Iaaa...malam ini kamu sudah berhasil ,menawan penglihatanku"


"Hanya penglihatanmu?


"Dan____ sedikit hatiku"


"Alhamdulillah ...."Sajad mengangkat tangannya mengucap rasa syukur


"Yaaa....walau cuma sedikit ,tapi untuk malam ini sudah lebih dari cukup,selanjutnya semoga seluruh Hatimu akan selalu terpukau padaku"


"Aaamiennn..."


"Aamiennnn..."Aku tersenyum sambil menggeleng_gelengkan kepalaku


"Desain Rumahnya bagus,kamu ahli dalam arsitek"!Aku memberikan pujian pada Sajad


"Tapi tidak semua orang memujiku"!


"Maksudmu"!


"Hahhh..."Sajad menghela nafasnya


"keluargaku ingin aku ,terjun dalam dunia Bisnis,menurut mereka seorang Arsitek hanya akan bekerja di bawah perintah orang lain,sedang orang tuaku terutama kakakku ,masih ingin lebih membesarkan dunia bisnisnya"


"Waahhh..... keluargamu sangat ambisius ya..."!


"Padahal Nama keluarga kalian udah terkenal kemana_mana karena majunya dunia Bisnis kalian,dan orang tuamu merasa itu belum cukup"Aku menggeleng_gelengkan kepalaku


    Sajad hanya diam dan menatap kearah depan


"Kamu yang sabar ya....."Aku menepuk bahu Sajad


"Tunjukkan saja pada keluargamu bahwa kamu bisa juga sukses melebihi mereka,tentunya dengan kita giat belajar"Aku tersenyum tulus


Pada Sajad dan memberinya semangat


"Terima kasih Putri pemaksa"Sajad malah menggodaku dengan mndorongku dengan bahunya


Brukkkk"Aku terjatuh karena dorongan bahu Sajad yang terlalu keras dan tenaga yang ada ditubuhku tidak bisa menandingi tenaga dorongan dari bahu Sajad


"Maaf....maaf..."Sajad membantuku bangun dan duduk seperti semula


  Aku menatapnya sinis ..


"Sorry putri"Sajad menjewer telinganya sendiri


"kamu yaaa_____


"Biar aku aja yang jewer telinga kamu"Aku menyingkirkan tangan Sajad dan menarik telinganya


"Awwwww..."Sajad berteriak kesakitan


"Sadis bener putri pemaksa"Sajad mengusap_ngusap telinganya


"Tapi ada enaknya..."Sajad nyengir


"Lebayyyy...and modus"


"Ngga' kebalik ,bukannya yang megang_megang itu kamu ya...."


"Dan yang modus itu berarti kamu"


Sajad menggodaku .


"Suatu saat aku ingin kamu membantuku mendesain sebuah Rumah"


"yaa...ya....aku mau"Sajad menjawab sangat cepat dengan antusias


"Dengerin dulu aku belum selesai bicara"


"Heèeee..."Sajad nyengir


"Aku ingin membangun sebuah Rumah di desaku suatu saat nanti kalau aku sudah mandiri ,aku ingin membangun rumah itu dari hasil kerja kerasku sendiri,kamu mau kan membantuku"


"Tentu saja aku akan membantumu ,aku akan mendesain sebuah Rumah desain yang sangat spesial untuk Si putri pemaksa"


"Rumah itu akan memberi kebahagiaan untuk kita dan semua anggota keluarga kita nanti."


"Ihhh...lagi serius tahu"


"Lahhh...aku serius juga"


"Belum juga kamu berhasil mengubah hatiku,udah kemana_mana angannya".


"Namanya juga cita_cita ,bebas dong ..."Sajad menyeringai


kami terus mencair dengan semua obrolan kami ,kami makin dekat dan makin akrab tidak ada lagi rasa canggung,Sajad bilang dia tidak akan mudah menyerah sampai kapanpun dia akan memperjuangkan hatiku.


 


 


  

__ADS_1


__ADS_2