2 BIL

2 BIL
BAGIAN 27


__ADS_3

    Ini terlalu cepat ,berita itu tersiar kemarin dan pagi ini mata itu sudah ada di depanku,memberiku tatapan pilu yang menyakitkan,wajahmya agak sedikit berantakan dengan kemeja warna abu_abu dia menghampiriku dan dia____


"Ada apa sebenarnya....?Dia mengeluarkan suaranya diiringi dengan isak,aku tahu dia menahan sesak di hatinya


"Aku______"Aku tidak bisa mengatakan apapun ,aku tercekat oleh suatu alasan yang tidak mampu aku ucapkan


"KENAPAAAAA"Sajad berteriak,ini pertama kalinya dia meneriakiku,dia slalu bersikap lembut padaku, wajah yang ada di hadapanku ini terasa asing,Aku menatapnya penuh maaf


"PERGILAAHHH..."Sebuah suara muncul dan itu suara milik dari Mubarak Hadi orang yang sudah membuatku memberikan luka pada laki_laki yang ada di hadapanku ini,namanya yang slalu bersentuhan dengan hidung dan bibirku di saat aku shalat "SAJADAH HADI"


    "Orang asing tidak perlu ikut campur"Sajad makin mendekatiku yang saat itu berdiri tepat di bawah tangga,saat ini aku berada di Rumah Mubarak Hadi,orang yang memiliki nama belakang yang sama dengan Sajad.


"Hehhh...."Mubarak tertawa sinis


"Saya kira yang asing disini itu kamu"Mereka berdua saling bertatapan dengan kilatan murka


"Barak...please...."Aku menatap Barak dengan tatapan memohon,dan aku memang sudah mengubah panggilanku padanya yang dulu Tuan Bos sekarang aku memanggilnya Barak.


"Kamu tidak perlu menjelaskan apapun,biar aku yang menjelaskan semuanya "


"Iya...tapi tidak perlu ada yang terluka"Aku masih memohon


"Aku tidak akan menyakiti dia."


"sepertinya ada yang kamu lupa ,dia itu adikku"Barak memberiku keyakinan


"Biarkan dia meluapkan sakit hatinya,aku akan menerima semua perkataannya"Aku dan Barak bicara berdebat dengan berhadapan,dan pasti terdengar seperti bisikan di pendengaran Sajad.


"KENAPA KAMU BISA SEDEKAT ITU DENGAN DIA SAKINA NABILA"Sajad berteriak ,aku dan Barak seketika menoleh kearah Sajad  aku bisa melihat tatapan nya yang menampakkan luka yang mendalam


"Aku____aku ___"Aku masih tidak bisa mengatakan apapun


"AKU APAAAAA...."Sekali lagi Sajad berteriak


"Duduklah akan kami jelaskan dengan tenang"Barak berusaha menenangkan suasana,dia merangkul Sajad


"LEPASSS"Sajad menghempaskan rangkulan Barak


"Baiklah ...jelaskan" Sajad bersuara


masih terdengar getaran amarahnya,diapun duduk di sofa singgle yang ada di dekatnya,Barak dan aku ikut duduk,aku hanya bisa menunduk,aku sudah tidak mampu berbicara apapun ,aku tidak mampu lagi untuk menyakiti Sajad .


"Nabila sudah menjelaskan semuanya tentang usahamu untuk membuka hatinya untukmu,dan dia bilang dia tidak bisa membuka hatinya untukmu"Barak bicara dengan gamblang


"Lalu kamu kak Bara bisa membuka hatinya dan mampu membuat hati nya jatuh hati pada kak Bara gitu"Sajad seakan meneruskan cerita Barak


"Iyaa...itu kenyataannya"Barak menjawab dengan tenang,dia sengaja menghiasi ucapannya dengan senyum untuk lebih me yakinkan Sajad tentang semua ini


"Dan aku tidak mempercayai semua ini,aku ingin mendengar langsung dari mulut dia"Sajad menunjukku dengan wajahnya


"Aku mencintai dia"Aku langsung bersuara ,dan aku yakin suaraku tidak bergetar,aku tidak ingin Sajad curiga


"DIA SIAPAA"Sajad berteriak ,sepertinya emosinya terpancing mendengar perkataanku


"Dia...Mubarak Hadi,aku mencintai dia,selama bersamamu ,di hatiku selalu membisiki nama lain,dari masa laluku,kamu tahu itu kan,tapi....saat bersama Barak hatiku hanya membisiki namanya,tidak ada nama lain,dia sudah mampu menghapus nama lain itu Sajad,aku mohon kamu terima semua ini,selama ini aku slalu berusaha menghapus nama lain itu ,tapi aku tidak bisa,namun Barak mampu melakukan itu,saat bersama dia aku melupakan segalanya  "Hiks....hiksss.....heeeeeeee ...."Aku bicara dengan aliran air mata yang mengalir begitu deras dari mataku


"Ekkkhemmm"Sajad berdiri dia menyesuaikan suaranya dengan berdehem,aku yakin dia tidak tega melihatku menangis seperti saat ini,bersama Sajad aku tidak pernah menangis dia selalu mampu membuatku tersenyum,dan sekarang aku menyakiti orang yang slalu membuatku tersenyum.


"Aku akan mencari tahu sendiri kebenarannya,sampai kapanpun aku tidak akan mempercayai ini semua dan sampai kapanpun aku tidak akan melepas cincin ini"Sajad mengangkat jari manisnya dan menunjukkan cincin yang ada di jari manisnya,cincin pertunangan kita dulu


"Aku akan rela melepasnya ,saat aku melihat adanya cinta di matamu"Sajad berbalik dia hendak melangkah namun dia menghentikan langkahnya


"Aku...mencintaimu SAKINA NABILA,dengan segenap jiwa dan ragaku,andai aku melihat sinar bahagia di matamu ,maka aku akan melepasmu dengan rela hati"


"Aku sangat mencintaimu Sakina Nabila"Sajad melangkah pergi dan hilang dari pandanganku


"Kamu membuat dia curiga,seharusnya______"


"HENTIKAN,aku mau kekamar dan aku ingin sendiri dulu"Aku menghentikan ucapan Barak dan langsung berbalik dan melangkah menuju kamarku


  Aku menumpahkan air mataku yang tertahan tadi


"Maaf....maaf...maafkan aku Sajad kamu orang yang baik"


"Kamu tidak pantas bersamaku Sajad,kamu sangat baik,aku minta maaf benar_benar minta maaf"Hikssss....hikkksss


  Saat aku memberimu kesempatan untuk menempati hatiku,itu sungguh benar_benar berasal dari hatiku,sungguh itu berasal dari hatiku,aku hanya bisa mengeluarkan suara yang berbunyi maaf_maaf beribu maaf untukmu,aku yakin kamu orang yang baik ,dan akan mendapatkan orang yang baik juga


   Aku bukan orang baik Sajad,ada sisi yang tidak bisa aku tepis dari diriku,sisi itu sekarang sedang menguasaiku penuh tidak ada celah untuk sisi yang lain


   Selamat tinggal ,yakinlah kau sungguh berharga.


    Pesan yang aku kirim terakhir untuk Sajad pernyataan putusnya hubunganku dengan Sajad dan saya yakin setelah itu Sajad sudah mendengar kabar tentang hubunganku dengan kakaknya.


     Mubarak Hadi,sungguh aku menyepelekan dia,aku sangka dia tidak mengingatku sama sekali ,namun semua dugaanku salah,dia tahu aku, siapa aku, dan tujuanku bersikeras bekerja di tempatnya,dia benar_benar licik dia menggunakan tujuanku untuk mengikatku


Saat itu


   "*Tuan Bos ada tamu di luar"Aku memberi kabar tentang adanya seorang tamu yang datang,dia seorang pemuda mungkin berumuran 17 tahun ,karena pemuda itu memakai seragam SMA nya.


"Tamu____"


"Kaku pikir saya ini sedang menyelenggarakan pesta apa,perjelas sebelum saya murka"!Begitulah Tuan Bos yang sangat tegas kalau soal


pekerjaan


"Seorang pemuda sedang marah_marah di luar ,dia mengoceh tentang adiknya"Dan perkataanku mampu membuat Tuan Bos didepanku ini mengangkat kepalanya dan menatap kearahku,dia berdiri dan melangkah kearah kaca yang berukuran persegi di ruangannya yang memang bisa melihat keadaan di luar sedang orang di luar tidak mampu melihat keadaan di dalam


  Dia berdiri cukup lama menatap kearah pemuda yang sedang meluapkan emosinya,si Bos menyunggingkan senyum misterius.


"Singkirkan dia dan hubungi pengacara  Derry Hariz suruh dia untuk membereskan semua ini"Tuan Bos bicara namun masih tetap berdiri di depan kaca itu,perkataan nya sungguh dingin dan datar.


"Baik Tuan.."Aku mengangguk patuh dan langsung melangkah keluar

__ADS_1


  Pemuda itu duduk di lantai meratap penuh dengan duka,suaranya mampu membuat pegawai kantor ini menatapnya penuh iba namun tidak ada yang berani menolongnya


  Aku menghampiri pemuda itu


"Laki _laki brengsek,******** tidak tahu diri,tidak punya hati ,kau sudah menghancurkan hidup kami,kami benar_benar hancur


"Bangunlah dan pulang"Aku berjongkok di depannya


"Heehhhh"Pemuda itu tersenyum mengejekku


"Kamu siapa...?Dia malah memberi pertanyaan


"Tidak penting siapa aku,pergilah jangan buang tenaga dengan percuma,disini kekuatan otak dan otot tidak berguna"Aku berucap dingin


"Kamu pasti tidak percaya kan pada semu ucapanku,aku bicara jujur sungguh,aku tidak mungkin bohong ,KENAPA SEMUA ORANG TIDAK MEMPERCAYAIKU"Pemuda itu berteriak frustasi sedang aku masih duduk berjongkok di depannya


"PULANG DAN ISTIRAHATLAH"aku mengeram kesal


"Kenapa semua orang tidak mempercayai kami KENAPA....HEHH ...KENAPA.... HEEHHH..."


"KARENA SEMUA ORANG MEMPERCAYAI KEKUATAN UANG"Aku menatap ngeri pada pemuda itu


"Jadilah orang yang kuat,kamu laki_laki jangan bertindak seperti BANCI MERANA"Aku berkata sinis,dan semua perkataanku terlihat mempengaruhi pemuda itu


"Saat kamu memperoleh kekuatan dari kekuasaan UANG,kamu akan menyadari betapa mengerikannya pengaruh kekuatan UANG,saat ini kamu pasti sedang meremehkannya,sadarlah dan gapailah dulu kekuasaan baru kamu bisa melawannya".Aku berdiri dan membersihkan tanganku.


"PULANG....sebentar lagi pasti akan ada seseorang yang akan menemui keluargamu


    Pemuda itu menatapku penuh arti ,aku tahu dia pasti sudah tahu akan maksudku,dia bangun dari lantai berdiri dan melangkah dengan tertatih menuju keluar kantor ini.


   "Hahh.....hahh....hahhh"Aku merasa sesak ,ada genangan air mata yang tertahan dari tadi,aku faham akan tubuhku sepertinya aku akan kambuh,seakan ada yang menekan hatiku dengan batu yang begitu panas membara,tubuhku mulai berkeringat,aku tidak mau pingsan disini


    Tasku,obatku,"Ohhh....itu ada di dalam ruangan"Aku harus bisa menahannya,aku membalik badanku dan segera masuk kedalam ruangan tak lupa aku mengetuknya terlebih dahulu,aku langsung masuk dan mengambil tasku,aku melihat Bosku yang masih sibuk dengan berkasnya


"Saya permisi ke toilet dulu Tuan Bos"Aku berusaha menahan suaraku agar tidak bergetar


"Yaa.... pergilah"Tuan Bos menjawab datar


   Aku langsung keluar dan melangkah pergi menuju ke toilet,sampai disana aku buru_buru membuka tasku dan mengambil obatku dan langsung meminum air yang memang slalu aku sediakan,tanganku masih bergetar,aku menghentikan dengan menggenggamnya sendiri,tubuhku merosot kelantai dan air mataku tidak tertahan lagi langsung mengslir dengan deras


"Haaaaaa.....hiksssss...hikssss"Aku menangis agak lama,keadaan pemuda itu sungguh mempengaruhiku,rasa kasihan iba tidak terima betcampur menjadi satu,aku harus membuang semua itu agar tidak terlihat lemah,namun itu semua kelemahanku,selama hidup aku tidak pernah mengabaikan orang lain ,aku slalu mengulurkan tanganku dengan suka rela untuk membantu meski harus melawan kekuatan sebesar apapun ,tapi hari ini harus menahan semua itu karena tujuanku


   Sungguh aku tidak menduga Tuan Bosku itu ternyata dia lebih mengerikan dari yang aku duga,tidak ada iba dalam hidupnya,yang ada hanya Ambisinya,aku masih berusaha mengambil kepercayaannya,aku melihat keraguan di matanya yang ia tujukan padaku.


    Satu hal memang yang harus aku lakukan yaitu lebih berhati_hati,menahan untuk tidak menolong pemuda tadi sungguh menyakitkan buatku,makanya aku berkata sinis pada pemuda itu.


   Aku tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh pengacara Derry Hariz ,dialah yang sering menyelesaikan masalah Tuan Bos ,tadi aku sudah menghubunginya dan memberitahu tentang adanya pemuda tadi yang mengatakan tentang keadaan adiknya yang menjadi korban Tuan Bos,tidak jelas apakah mereka punya hubungan atau apa yang pasti pemuda tadi mengatakan bahwa adiknya sudah di hancurkan masa depannya,sedang dia masih di bawah umur ,adiknya masih kelas 1 SMA baru menikmati menjadi murid SMA malah adiknya ternoda,sungguh kakak dari perempuan tadi terlihat sangat hancur


    Padahal Tuan Bos sudah berumur 30 tapi kok malah berhubungan dengan gadis yang masih di bawah umur,sunguh aku ngeri mengingat hal itu.


    Tenang sudah kurasakan tubuhku sudah berhenti bergetar,aku memeriksa ponselku dan melihat pesan yang dikirim sajad,Sajad keseringan berbagi pesan hingga aku tidak tahu harus membalas apa


"Disini sedang panas,coba ada kamu pasti ada yang mengelap keringatku"Aku tersenyum melihat pesan Sajad yang terlihat lebay


"Tutt...tutt...."dalam.dering kedua langsung diangkat


"Aku mau aja tapi di bantu kain lap ya....?Tanpa salam tanpa halo aku langsung asal bicara


"Kok kain lap sihhh!


"Lho katanya mau di lap,biar nanti aku pinjem kain lap sama OB kantor ini"


"Jangan dong nanti wajahku bertemen lagi sama meja"


"Apaan sih....Sajad ngelantur kemana_mana tahu"


"Kalau ide ngerayunya habis browsing aja di google"


"Engga' ahh.....aku kan pengen yang berbeda dari pada yang lain"


"Lagi ngga' sibuk?Sajad kembali serius


"Engga' ....lagi ijin ke toilet ,saat lihat pesan kamu langsung aku telfon"Aku menjelaskan


"Udah dulu ya...takut dicariin Bos"Aku menghentikan obrolan kami


"Kalau di cariin oleh hatiku,jangan takut yaaa ...!


"Lebayyyyyy ..and recehhh..."


"Udah...ahhhh....assalamu alaikum"


"Waalaikum salam"Aku pun menutup telfonku dan memasukkan ponselku kedalam tas.


  Aku langsung bergegas menunu kedalam ruangan,aku hendak mengetok pintu Ruangan Bos,namun terdengar suara


"Arrrkkkkkk....Brakkkkk .."Aku tererangah,dan langsung membuka pintu ruangan itu tanpa mengetuk


"BOS...."Aku melihat Tuan Bos menjambak rambutnya sendiri,Ruan Bos mengangkat wajahnya dan melihat kearahku,terlihat wajah Tuan Bos begitu kusut,matanya memerah


"Nabila.....kamu temui Derry "Tuan Bos memerintah


"Iaa....Tuan dimana?Aku bertanya


"Hubungi dia ,dan bantu dia menyelesaikan masalah ini"


"Iya..Tuan saya segera berangkat "Aku segera beranjak setelah permisi dan mendapat anggukan dari Tuan Bos


  Aku sampai di sebuah rumah sederhana ,aku mendekati sebuah mobil yang masih terparkir disana aku menghampiri mobil itu karena aku melihat Derry disana


"Haaahhhhh"Aku menghembuskan nafasku setelah melihat keadaan Derry yang berantakan


"Kenapa...."?Aku langsung melempar pertanyaan pada Derry

__ADS_1


"Mereka sulit untuk di bujuk,terutama kakaknya"Derry menjawab lesu


"Aku kira kita harus menggunakan cara yang kedua"


"TIDAK...."Aku menolak dengan agak meninggikan suaraku,cara yang kedua yang di bilang Derry itu sungguh mengerikan ,aku pernah menyaksikan itu saat ada sebuah keluarga yang menolak mati_matian tidak mau menjual Rumahnya,mereka menghancurkan keluarga itu sampai keakarnya,baik itu tentang keuangan ,pekerjaan dan pendidikan dari anak keluarga tersebut semuanya hancur,dan sebisa mungkin aku untuk mencegah hal itu terjadi lagi


"Aku akan mencoba"


"Aku akan masuk"Aku berbalik  melangkah memasuki Rumah sederhana itu .


"Tok.....tok...tok"Suara ketukan pintu,dan terbukalah pintu itu,pemuda kemaren menyambutku,dia agak terkejut,aku tersenyum padanya


"Bolehkah aku masuk?Aku bertanya


Dia menyingkir dan mempersilahkanku masuk.


   Aku berhasil membujuk mereka dan mau menerima penawaran kami,aku keluar dengan mengangkat daguku


"Bagaimana ..?Aku bicara menyombongkan diri pada Derry si pengacara itu,dulu dia selalu meremehkanku,dan lihat aku mampu menyelesaikan pekerjaan yang terlihat sulit baginya


"YA....YAA..."Kali ini kamu menang


"Ya...tentu saja"Aku menjawab dengan sombong


  "Mau ikut atau_____


"Aku ikut"Aku menghentikan ucapan Derry dan langsung memasuki mobilnya


   Kami sudah ada di kantor ,dan membicarakan hal ini dengan Tuan Bos .


"Asistenmu sungguh hebat dia mengalahkanku"Derry memujiku di depan Tuan Bos


"Yaa....kamu memang tidak berguna,dikalahkan oleh seorang wanita"Tuan Bos mengejek Derry


"Terserahlah.....kamu memang menyebalkan"Derry memasang wajah kesal


"Sudah beres semua....kan,"


"Lebih baik aku pulang,dari pada terus makan hati disini"Derry berdiru dari duduknya


"Perbesar hatimu untuk mendengar ocehan nya Nabila,kalau aku yang menjadi kamu mungkin udah stroke karena emosi"


"Kamu stroke bukan karena emosi tapi karena sudah tua"Tuan Bos masih mengejek Derry,aku menahan tawaku


"Terserahlah aku pergi..."Derry pun keluar dari ruangan dan tinggal aku dan Tuan Bos


"Saya akan kembali kemeja saya Tuan"Aku hendak beranjak,Namun___


"Tunggu...."Tuan Bos menghentikanku


"Kamu tahu kenapa aku memilihmu untuk menggantikan Sania dari pada Mauli waktu itu?


"Tidak Tuan...saya tidak tahu!Aku menjawab santai


"Karena aku melihat kelicikan di matamu"Aku terkejut mendengar perkataan Tuan Bos,aku sadar di memahami kelicikanku


"Dan aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya,APA KAMU FIKIR SAYA BODOH ....HAAAHHH Sehingga tidak mampu mengenalmu"Tuan Bos bicara tegas dia terlihat emosi,dan apa maksudnya apa dia tahu siapa aku yang sebenarnya,"OHHH....kenapa aku sebodoh ini"?


"Jadi  ....aku ketahuan"Aku bicara santai seakan tidak bersalah


"Putuskan Sajad,dan jadilah pasanganku"Aku tersentak kaget,namun aku tidak menurunkan pandanganku aku masih menantangnya dengan tetap memberi nya tatapan ngeri


"Tidak akan,dan tidak mungkin"Aku menjawab singkat,aku memutus pandanganku darinya dan hendak beranjak menjauh


"Aku akan keluar dari kantor ini dan______


"Aku akan mewujudkan tujuanmu"Ucapan nya menghentikan pergerakanku ,aku menatapnya lagi


"TUJUAN....Aku tidak mengerti maksudmu"Aku masih ingin menebak seberapa jauh dia mengetahui tentang diriku


   Tuan Bos berdiri dia membuka laci di mejanya dan melempar sesuatu


"Brakkkkkk"Terlihat beberapa foto berserakan di lantai,itu fotoku waktu masih 10 tahun bersama dengan kakakku dan suaminya,melihatnya aku tidak mampu menahan air mataku aku menangis dan menghampiri foto itu dan mengambilnya.


    "Putuskan Sajad,dan bertunanganlah denganku,aku akan mewujudkan tujuanmu,dan menghapus rasa bersalahmu itu"Aku mendekap foto itu dan menangis tersedu


   Akupun menyetujui tawaran Tuan Bos yang licik itu,namun aku memberinya syarat bahwa tidak ada sentuhan sebelum halal,kalau dia tidak menyetukuinya sebesar apapun tujuanku aku tidak akan mau


    Dia mengangguk patuh dan menyetujui persyaratanku,dia langsung menghubungi Derry dan mengatakan keinginannya dan menyuruh Derry untuk mengurusnya,ini akan menjadi cerita yang mengejutkan karena bukan hanya aku yang sudah bertunangan tapi Mubarak Hadi juga sudah bertunangan


    Namun dia seakan tidak peduli dengan semua itu dan terus melanjutkan rencanya untuk bertunangan denganku,sebenarnya dia juga mengajakku langsung menikah ,tapi aku tidak mau,aku bilang padanya,WUJUDKAN TUJUANKU BARU KITA MENIKAH"Aku bicara dengan tegas,dia  mengangguk patuh*,


   


💟💟💟💟💟💟💟💟


   Selanjutnya Tuan Bos Mubarak Hadi yang sombong itu mengadakan pertemuan,dan menjelaskan bahwa dia memutuskan hubungan dengan tunangan nya dan akan bertunangan denganku yang merupakan tunangan dari adiknya,aku ikut duduk di sampingnya,dia bicara sambil menatap padaku,bersandiwara bahwa dia seorang pria yang sedang jatuh cinta sehingga melakukan segala hal untuk cintanya


     Dan satu lagi semua keputusan ini dia ambil sendiri tanpa meminta persetujuan dari orang tuanya,tentu saja dia tidak minta ijin ,kalau dia masih ijin saya yakin kedua orang tuannya tidak akan merestui


    Dan kata_kata yang ia buat seakan menghipnotis  semua orang,dia licik dan pandai memainkan kata_kata.


"Kepala tiga yang menerpaku membuat ibuku pusing,beliau takut anaknya akan membujang seumur hidupnya ,sehingga dia menjodohkanku dengan anak dari teman nya,sebagai anak yang berbakti dan berniat untuk membuat kedua orang tuaku bahagia saya menerima perjodohan itu,mungkin dengan kebersamaan kami nanti mampu membuat kami saling jatuh hati,namun di tengah usahaku untuk membuka hati untuk tunanganku ternyata ada gadis lain yang mampu membuka hatiku yang tertutup,dan gadis itu yang ada di sebelahku ini,bisa kalian lihat betapa mempesonanya dia"Mubarak menatapku di sela ucapannya ,aku memberinya senyuman mautku yang paling manis,biar dia kelebihan manis dalam tubuhnya ,hingga diabetes"Sebenarnya dia memberi keterangan apa sedang merayu sihhhhh,agak lebay .


    Aku yang segan dan seakan jijik ,namun berbeda dengan semua perempuan yang sedang ada di depanku ini,mereka semua terlihat merona dan terpengaruh pada ucapan Mubarak .


"Jadi saya harap kalian tidak menghakimi kami,saya kira ini adalah hal yang patut untuk di syukuri ,karena kami meninggalkan mereka ketika masih bertunangan,kalau kami sampai menikah dan saat menjadi suami saya malah jatuh cinta pada istri orang menurutku itu lebih parah,sekali lagi kami harap kalian tidak mencaci gadisku ini,dia adalah gadis yang aku cinta,dan kami melakukan semua ini karena cinta"Tuan Mubarak Hadi ini sungguhhh......bikin aku mual......,aku hanya diam disana biar dia saja yang bicara,dia terlihat begitu senang dan bahagia tanpa memperdulikan perasaan adiknya,saat aku mengingat Sajad sungguh aku merasa sesak,aku yakin dia akan sangat kecewa padaku


     Setelah acara klarifikasi tersebut aku mengirim pesan terakhir itu pada Sajad,dan selanjutnya mematikan ponselku,itu perintah dari Mubarak,dan menurutku itu ide yang bagus karena saat ini aku belum mampu bicara apapun dengan orang terdekatku terutama Abi dan Umi.


  


 

__ADS_1


__ADS_2