2 BIL

2 BIL
Bagian 18


__ADS_3

  Aku tersenyum sendiri mengingat kenangan ku bersama teman_teman ku,aku rindu semua itu


"Aku merindukanmu Bilal"Kusadari diriku tidak bisa benar_benar lepas darinya


"Ini begitu sakit Bilal"Air mataku mengalir dengan deras


"Dulu aku sangat suka saat aku merindukanmu tapi sekarang ini terasa sakit,hanya kau orang yang paling memahamiku,hanya kau yang mampu mengobati rasa sakitku,hidupku bergantung padamu Bilal ,tapi kamu tega meninggalkanku"Aku menangis tersedu mengeluh akan kepergian Bilal,aku memang slalu begini saat aku ingat pada Bilal ,menangis histeris,sulit berhenti kadang traumaku akan kumat dan segera aku langsung meminum obatku agar aku bisa mencegah trauma itu muncul,aku sadar semenjak kepergian Bilal aku jadi sering mengkomsumsi obat penenang ini ,makanya aku mencari obat yang lebih sedikit efek samping nya , pengaruh Bilal dalam hidupku begitu besar, dulu saat aku slalu bersama Bilal aku kadang suka lupa kalau aku mempunyai trauma .


trauma itu muncul hanya saat aku melihat foto kakak ku .


   Tubuhku bergetar ,aku sulit bernafas dan dadaku sesak ,sebelum makin parah aku langsung merogoh tasku dan mengambil obatku dan meminumnya


   Aku memejamkan mataku berusaha meredakan getaran dan sesak yang aku alami


"Hah...hah...hah......hufffftt..."!Deru nafasku makin mereda dan aku sekarang sudah terlihat lega dan bernafas normal.


    Angin berhembus memberi kesejukan padaku serta menghalau keringat yang ada di tubuhku ,ini begitu sejuk,aku merasa tenang dan aku masih memejam kan mataku


   Namun ada yang aneh,seperti ada yang sedang memperhatikanku,aku membuka mataku,di depanku berdiri


seorang pria dia tersenyum padaku dan akupun tersenyum padanya


"Ketua..."Itu Ibam,dia langsung menghampiriku dan duduk di sebelahku


"Udah selesai kuliahnya"?Ibam menatapku


"Sudah...."Aku menjawabnya dengan tenang,untung Ibam datang setelah aku menangis ,aku tidak mau membuat dia khawatir


"Awal sekali ....yang jemput"Aku melihat jam tanganku ,saat sadar kedatangan Ibam yang terlalu cepat


"Tahu aja kalau aku disini"!Aku heran sihh..kok Ibam bisa menemukan aku disini


"ketua kan cerita ,kalau tempat favorit ketua saat di kampus ,yaitu di Taman


jadi saat aku tidak bisa menemukan ketua di kampus ,aku langsung kesini ,teringat akan cerita ketua..."Ibam menjelaskan panjang lebar


"jemputnya kok agak awal"Aku melihat jam tanganku saat sadar kedatangan Ibam yang terlalu cepat.


"Dosennya ngga' ada ,jadi aku pulang cepat"!Ibam menerangkan


"Ketua mengingat dia?Tiba_tiba Ibam


mengungkit tentang Bilal,dia memang slalu bisa menebak saat aku sedang mengingat Bilal


"Mataku bengkak ya..?Aku meraba mataku,dan tersenyum pada Ibam


"Ya..."Ibam mengangguk


"Iya ingat sebentar,ngga' mungkin kan aku langsung melupakan dia"Ibam menatapku khawatir


"Sudahlah jangan khawatir gitu"Aku mengibaskan tanganku


"NABILA...."Di depan kami ada kak Hima dia melambaikan tangannya


"Kak Hima"Aku berteriak


   Kak  Hima berlari menghampiri kami dan dia langsung berdiri di depan kami


"Hai Hima..."Ibam menyapa kak Hima


"Hai Ibam.."Kak Hima membalas sapaan Ibam dan tersenyum padanya


"Kalian mau pulang ya...?


"Ia..kak..."!


"Kak Hima udah selesai kuliahnya atau gimana?


"Kalau udah selesai kita pulang bersama ya...?


"Aku kesini memang mau mengajak kamu pulang"


"Benarkah....ya..sudah ayo kita pulang ,mumpung ada yang nganterin ,dannnn________


"GRATISSSSS...."Aku bicara bersamaan dengan kak Hima,setelah mengucapkan itu kami tertawa ,Ibam hanya tersenyum melihat tingkahku dan kak Hima


   Kami sudah ada di mobil ,aku dan kak Hima duduk di belakang dan Ibam dong yang nyetir karena dia yang punya mobilnya....


"Maaf  .....Ibam ,untuk sementara kamu jadi sopir dulu ya.....?Aku bicara sambil nyengir


"Menjadi sopir dari dua wanita yang sangat cantik ,siapapun pasti rela melakukan itu semua..."


"MAKASIHH...IBAMMM..."Aku dan kak Hima berbicara berasamaan lagi dan Ibam sekali lagi hanya tersenyum


   Aku bersyukur masih bisa tersenyum dan tertawa walau tadi aku habis menangis karena mengingat Bilal,kak Hima memang orang nya slalu cepat akrab,dia mampu membuat suasana menjadi nyaman,karena itu aku sangat menyukai kak Hima.


"Kita makan dulu yuk...aku yang traktir...!Kak Hima mengajak kami makan


"Emmm...."Ibam masih berfikir


"Shutt...."Aku bersuara sambil menaik turunkan alisku menatap Kak Hima


"Ini rencana Kak Hima biar makin dekat dengan Ibam ya ...?Aku berbicara pada kak Hima dengan bebisik


"Kamu apa_apaan sih ah..."!


"Ya...enggak lah!Kak Hima berusaha menghindar


"Aku setuju"


"AYOOO...KITA MAKAN.."Aku berteriak setuju ,Kak Hima menatapku meringis ,melihat tingkahku


"Kalau ketua....mau,aku juga mau,AYO KITA MAKAN"Ibam berteriak meniruku,aku tahu Ibam tidak akan menolak semua keinginanku ,makanya aku menerima tawaran makan yang di ajukan Kak Hima,namun Kak Hima tiba_tiba terlihat murung,aku mengerti ,dia pasti kecewa melihat tingkah Ibam yang terlihat begitu perhatian padaku,dan aku tahu Kak Hima mengajakku dan Ibam makan itu tujuan nya agar bisa lebih dekat dengan Ibam


  Kami sampai di tempat makan yang di rekomendasikan oleh Kak Hima,tempatnya bagus, dengan nuansa out door,banyak tanaman dan bunga_bunga kecil yang mengelilinya


  Dan lantainya beralaskan rumput bukan keramik ,waah...ini sungguh indah...


"Baru kali ini kak Hima ngajak aku kesini"!Aku berucap sambil melihat sekeliling


"Ngga' sempat Nabila,kamu saat kesini kan langsung di sibukkan dengan urusan kuliah kamu"Kak Hima menjelaskan

__ADS_1


"Iaa....sihh.."


"Ini bagus banget kak ...bakal jadi tempat favorit nih ...."


"Jadi ketua belum pernah kesini"?Ibam tersenyum melihat tingkahku


"Iaa...ini pertama kalinya"


"Aku malah sering kesini,soalnya disini kan dekat dengan area kampusku"Ibam menjelaskan


"Ahhh...kalian curang.... jadi hanya aku yang pertama kali kesini"Aku menggerutu memasang wajah cemberut


"Maaf...ya ketua..."


"nanti saya bakalan sering ajak   ketua kesini"Ibam mengelus puncak kepalaku,terlihat kak Hima makin murung aku jadi merasa ngga' enak hati ,sebenar nya sih Ibam udah biasa bersikap gini padaku ,tapi aku malah sungkan saat Ibam melakukan itu semua didepan perempuan yang menyukai Ibam ,apa lagi ini Kak Hima,sepupu  yang aku sayangi.


"Hee...he..."Aku jadi tersenyum dengan terpaksa


"Aku ketoilet dulu ketua..."Ibam permisi ke toilet,


"Iya...."Aku mengangguk


  Setelah Ibam tidak terlihat,aku segera memandang Kak Hima


Kak Hima terlihat sangat murung dan nampak wajah kecewannya.


"Tidak murung begitu"Aku menggenggam tangan Kak Hima


"Kesempatan Kak Hima masih terbuka lebar kok..."


"Tapi dia terlihat begitu menyukaimu Nabila"Kak Hima menunduk lesu


"Dia memang dari dulu menyukaiku,tapi....kami tidak mungkin bersama,nanti dirumah saya ceritain ya....."Aku masih menggenggam tangan kak Hima


"Nanti kalau sudah mendengar ceritaku ,Kak Hima pasti mengerti kenapa sikap Ibam padaku telihat sangat perhatian


"Ia....saya tunggu cerita kamu"Kak Hima mengangguk paham


"Dan jangan murung begini,nanti Ibam melihat wajah jelek kak Hima sebelum waktunya"


"Apa maksud kamu sebelum waktunya ,jadi ada waktunya Ibam boleh melihat wajahku yang lagi suram"


"Ia...lah ada waktunya..."!


"Emang kapan ...?Kak Hima bertanya


"Saat sudah halal..!


"Yaa....kalau itu terjadi"


"Aamiennn....gitu lho kak Hima,"


"waaah......!"


hilang kemana Kak Himaku yang semangat dan percaya diri "


"Tahu tuh....kemana..kecebur sungai paling"!Kak Hima menunduk lesu


" Aku ngga' tahu Nabila...rasanya saat melihat Ibam menatapmu itu terlihat sekali seakan hanya kamu satu_satunya wanita di dunia ini,perhatiannya saat dia memanggilmu ,itu semua membuat aku cemburu"Semua ucapan Kak Hima memang benar,bahkan dari dulu sampai sekarang Ibam tidak pernah berbicara kasar padaku.


"Waahh...sampe' tahap cemburu ya...aku kira kak Hima masih sebatas suka sama Ibam"


"Ngga' tahulah Nabila ,rasanya ini begitu menyesakkan dada"Kak Hima masih menunduk lesu


"Kak Hima..ayoolah...kakak harus percaya sama aku"


"Nanti kita bicara di rumah....ya...!


"Tuhh...Ibam sudah dateng...udaahh...ayo senyumm..."Kami menghentikan obrolan kami melihat Ibam berjalan kearah kami


  Ibam duduk di tempatnya


"Sudah memesan makanan"?Ibam membuka pembicaraan dengan bertanya ,sekarang aku sadar tatapan Ibam memang selalu terpaku padaku bahkan saat dia menanyakan apakah kami sudah memesan makanan,dia hanya menatap kak Hima sekilas setelah itu dia hanya menatapku


  Aku menunduk lesu,gimana ya ...caranya agar Ibam menatap kak Hima,dan tertarik padanya.


"Sejak kapan kalian berteman ?Kak Hima memberanikan diri untuk mengakrabkan diri pada Ibam


"Sejak kami SD "Ibam menjawab singkat,aku hanya menyimak sambil memakan makanan yang sudah kami pesan


"Apa kamu tidak pernah pacaran Ibam"?Kak Hima mulai membahas masalah pribadi


"Kak Hima ..bukannya sudah aku bilang nanti aku ceritakan semuannya ,kok malah masih menanyakan hal itu pada Ibam"!Aku menggerutu dalam hati


"Eheehhhh..."Ibam nyengir dan tersenyum padaku


"Ada yang memberi peraturan pada kami tentang larangan untuk berpacaran,katanya hal itu tidak ada dalam islam"Ibam bicara menjelaskan dengan nada ceria


"Siapa dia..."?Kak Hima bertanya penasaran,aku memahami tentang keingin tahuan nya Kak Hima tentang Ibam,itu semua ia lakukan karena dia tertarik pada Ibam


"Tuhhhh....disamping kamu,Ketua geng kami"!Ibam menunjuk dengan mukanya


"Heehhhh"Aku hanya bisa nyengir


"Dulu kami tuhhh....punya Geng kak Hima,dan saya menjabat sebagai ketuannya"!Aku menperjelas ucapan Ibam .


  "Jadi kamu mengetuai sebuah geng"?Kak Hima tambah penasaran


"Ia...dong..aku sangat populer lho kak"!Aku bicara membanggakan diri ,Ibam tersenyum melihatku


"Ihhhhh...sombong"


"Emang berapa anggotanya ?


"Lima orang"Aku menjawab dengan antusias


"Yang laki_laki cuma Ibam?


"Emmmmhh...bukan.."Aku menggeleng


"Lebih tepatnya hanya aku cewek yang ada di geng itu,dan aku mampu membawa geng itu ketingkat popularitas yang sangat tinggi"Aku masih berlagak sombong berusaha membuat kak Hima dan Ibam tidak kaku lagi

__ADS_1


"Beneran itu Ibam?Kak Hima bertanya pada Ibam tidak percaya padaku


"He..ehh"Ibam mengangguk


aku menaikkan daguku menyombongkan diri.


   Kami terus bercerita tentang banyak hal,setidaknya aku sudah membuat Ibam dan Kak Hima tidak canggung lagi mereka terlihat makin akrab


      Kami sudah pulang dari restoran dan sekarang aku sudah ada di kamarku,sudah mandi ,sholat dan_____"Tok..tok...tok.."Ada yang mengetuk pintu kamarku


"Ya....masuk....ngga' di kunci"Aku berteriak


   Kak Hima tersenyum dia langsung menghampiriku dan ikut duduk di tempat tidurku


"Hutang penjelasan cerita"Kak Hima berucap dengan manis


"Masih kurang penjelasan ceritanya,tadi kan Ibam udah cerita sebagian besar."Aku bersedekap menatap kak Hima gemes


"Sorry..."!Kak Hima hanya bisa nyengir


"sudah di bilang tunggu nanti di rumah ,Aku bakalan cerita semua...ini malah...."Aku pura_pura kesal


"Yaa....jangan marah dong Nabila,kan udah minta maaf ,aku juga ngga' sengaja itu"Kak Hima memelas


"Susah ya...kalau sudah tertarik setengah mati ,semua omongan ngga' mempan"Aku masih pura_pura kesal


"Nabila...jangan marah dong...."Kak Hima mengguncang_guncang bahuku


"YAA....ngga' jadi dong ceritanya"Kak Hima menunduk lesu,dia beranjak ingin turun dari tempat tidurku


"BERCANDAAA...."Aku menahan lengannya dan berteriak


"Kamu ini bikin ngga' enak hati"Kak Hima tersenyum


"Aku ngga' marah kok Kak Hima"


"Pura_pura aja ingin menggoda Kak Hima"


"Lagi pula aku paham kok,itu semua kak Hima lakukan karena rasa tertarik Kak Hima pada Ibam"


Terimakasih....."Kak Hima memelukku,aku tersenyum,kemudian kami kembali ketempat masing_masing dan memulai cerita


   "Kami berteman mulai SD ,kami


terkenal karena sifat kami yang urakan dan slalu bikin onar,tapi kami tetap menjadi idola karena kami memang berasal dari keluarga yang berada dan juga tampang kami yang masuk dalam rata_rata


"Nihh...album fotonya"!Aku memberikan sebuah album pada kak Hima ,album itu berisi semua foto kami mulai SD sampai terakhir kami mengambil foto waktu itu di KPSD


   "Ibam bersikap seperti itu karena memang hanya aku wanita yang dekat dengan dia dan juga yang lain Irfan ,Roy dan______"Aku berhenti rasanya berat mengucapkan namanya,saat menyadari dia sudah tidak bersamaku dan tidak menginginkanku lagi.


"Dan siapa...?Kak Hima membuyarkan lamunanku ,sepertinya aku terdiam cukup lama.


"Dan Bilal...."Setelah mengucapkan nama itu ,mengalirlah semua cerita tentang kedekatan kami,tapi aku tidak menceritakan tentang trauma yang aku miliki ,aku belum bisa terbuka tentang ini.


    "Jadi bisa di bilang kami terikat karena adanya Bilal .


"Bilal teman masa kecilku kemudian dia mengenalkanku pada mereka sebagai gadis yang harus mereka lindungi dan juga sayangi tapi sebagai saudara tidak boleh menganggapku lebih dari itu ,karena yang berhak menganggapku lebih hanya dia seorang .


" Itu perkataan Bilal kak Hima ,aku tidak berniat menyombongkan diri"Aku berusaha tersenyum menutupi semua sesak yang aku rasa karena mengingat Bilal lagi


   "Lalu dia sekarang kemana,tidak mungkin kan dia ngebiarin kamu disini ,hanya di temani Ibam?Kak Hima menanyakan tentang Bilal


"Haahhhh"!Aku menghembuskan nafasku


"DIA PERGI"


"Daan____tak ada alasan yang ia sampaikan kenapa dia pergi,bahkan terakhir kami mendengar beritanya katanya dia sudah menikah"


   Kak Hima terdiam ,dia menatapku dengan penuh penyesalan karena menceritakan tentang lukaku


   "Jadi karena itu alasan kamu pindah kesini?


"Iaa...."Air mataku mulai menetes pelan,aku menundukkan kepalaku


"Husss....sudah....sudah,sini aku peluk"Kak Hima memelukku,aku makin menangis


"Sudah jangan nangis,kamu harus tetap semangat,dan buatlah dia menyesal karena sudah meninggalkan kamu ."Kak Hima memegang kedua bahuku memberi semangat


"Tapi Ibam bilang katanya kamu ngasih peraturan untuk tidak pacaran ,tapi kok kamu pacaran"!Kak Hima berusaha mencairkan suasana


"Siapa yang pacaran?Aku menatap kak Hima heran,aku mengusap air mataku terpancing dengan ucapan kak Hima


"Kamu sama Bilal mu itu"


"Kami ngga' pacaran Kak Hima,Bilal cuma mengklaim aku sebagai miliknya,lagi pula aku mengeluarkan peraturan itu karena larangan dari Abi."


"O..iya...ya...aku lupa kamu punya Abi seorang kiyai"Kak Hima menepuk dahinya


"Iaa...lah kalau sampai kami ada yang pacaran bisa  di damprat sama Abi habis_habisan"Aku menggeleng ngeri membayang kan amarah Abi.


"Lalu yang lain kemana kok..hanya Ibam yang slalu riwa_riwi di dekat kamu"?Kak Hima menanyakan tentang yang lain


"Ihhhh....sangking ngga' relanya Ibam dekat sama aku,sampe' segitunya ya.."Aku mencubit lengan Kak Hima gemes


"Aduhh....sakit Nabila"Kak Hima mengusap_ngusap bahunya


"Yang lain kuliah juga....tapi di luar Negri"!Aku menjelaskan


   Obrolan berjalan seputar aku dan yang lain ,tapi kebanyakan kak Hima menanyakan tentang Ibam


" Kalau seandainya Kak Hima dan Ibam berjodoh aku harap kak Hima ngga' marah dengan kedekatan aku dan Ibam ,dan suatu saat jika Ibam lebih mementingkan aku dari pada Kak Hima ,Kak Hima mau mengerti itu semua kan...."Aku menatap kak Hima meminta persetujuan


"Tapi kalau seandainya Ibam berubah sikap padamu dan lebih mementingkan aku,kamu cemburu ngga'?Kak Hima menatapku berniat menggoda


"Insyaallah engga' kak Hima....tapi...ya..ijinin sedikit bertemu berdua gitu ,buat curhat,soalnya Ibam paling ngerti aku ,dan dia orang nya enak kalau diajak curhat,Kak Hima cobalah sekali_kali bicara berdua sama Ibam dia...orangnya asyik di ajak ngobrol"


"Nihh..aku kasih no telfon nya Ibam"


    Aku memberikan no Ibam pada Kak Hima ,katanya nanti dia akan mencobanya.


    Setelah ngobrol dengan kak Hima rasanya agak mengurangi beban kerinduanku pada Bilal,walau aku merasa sudah menjadi orang yang tidak penting lagi di hidup Bilal ,tapi aku tetap slalu mendoakan dia selalu bahagia disana tanpaku,dan biarlah aku disini merana dan merindu tanpa dia .

__ADS_1


__ADS_2