
Baru beberapa hari lalu ,aku begitu lega dan bahagia ,karena tidak perlu lagi ,menyimpan kedekatanku dengan Sajad ,Kak Hima dan Ibam sudah tahu,jadi kami sering sekali menghabiskan waktu bersama ,makan siang ,jalan_jalan berempat ,ini sangat menyenangkan
Namun semua senyumku sirna seketika saat aku menerima telfon dari Abi ,dia menyuruhku pulang karena mendengar berita tentang ku yang lagi deket dengan seorang laki_laki,
waktu aku nanya Abi tahu dari mana semua itu ,Abi menjawab dengan tegas ,bahwa Ibam.yang sudah menceritakan semuanya
Ibam bener_bener lemeeeeeeess banget...apa coba alasan dia menceritakan tentang semua ini pada Abi,dia kan tahu Abi paling benci pada yang namanya hubungan yang terjalin sebelum menikah ,kalau bahasa kasar nya Abi itu ngga' suka sama hubungan yang bernama pacaran itu,bukan hanya tidak suka dia menentang itu semua dengan keras,
Dulu Abi melarangku untuk berteman dengan Bilal ,saat Abi tahu Bilal mempunyai perasaan suka padaku begitupun sebaliknya,namun aku membujuknya sekuat tenaga dan bilang padanya,bahwa aku akan memberi peraturan pada anggota gengku begitu pula dengan diriku sendiri untuk tidak pacaran ,jika mau serius dengan perempuan ,lamar kalau cocok lalu menikah
Dan sekarang Abi malah mendengar tentang kedekatanku dengan laki_laki yang tidak Abi kenal ,pastilah Abi marah besar.
Kesel aku sama Ibam,biarin aja aku ngga' bakal ngubungin dia dulu,biar aku pulang sendiri tanpa memberi tahu dia,biar tahu rasa dan dia hawatir dan mikiran aku yang pulang sendirian tanpa dia temenin
Ibam memang biasanya selalu siaga untuk mengantarku jika aku ingin pulang ,tapi untuk saat ini aku tidak melakukan itu,aku pengen ngerjain,sekali_kali,biar bisa ngajarin mulutnya untuk selalu tutup mulut dan bisa menjaga rahasia.
Dan disinilah aku didepan Abiku,di tatap olehnya penuh dengan amarah dan dengan segala ucapan dan prakata menasehati.
saat Abi sedang asyik_asyik nya menasehatiku,tiba_tiba terdengar suara bel
"Ting nong....ting nong.."
Aku ingin bangun dari tempat dudukku dan membuka pintu ,niatnya agar bisa mengistirahatkan pendengaranku ini ,capek dari tadi Abi ngomel_ngomel terus,telingaku udah panas,tapi apa daya Abi menghentikan pergerakanku
"Kamu jangan kemana_mana ,biar Umi yang bukain pintu"Perkataan Abi yang begitu tegas,aku hanya bisa menunduk lesu,Umi beranjak dari duduknya , dari tadi Umi berada di dekatku sambil mengelus punggungku ,berusaha meredam agar Nabila tidak ikutan emosi lalu melawan Abinya ,Umi tidak mau itu semua terjadi.
Tanpa diduga dan tanpa bisa aku cerna dengan baik,munculnya Umi yang membawa dua orang pria yang belakangan ini dekat denganku
Aku tercengang dan menganga,namun aku berusaha menyadarkan pikiranku,aku tidak boleh bengong aku harus bisa mencerna semua ini dengan baik,agar tidak ada salah faham
Aku memelototi Ibam ,dan mencebik_cebikan bibirku ,sebagai isyarat bahwa aku sangat marah sama dia ,dan apa,Ibam hanya nyengir dan mengangkat tangannya dengan jari yang membentuk huruf V
Setelah semua ini akan aku habisin kamu IBRAHIMMMMM..."Aku berteriak dalam hati,ngga' berani dong aku berteriak di depan Abi
Kalau Ibam kerumahku,aku masih bisa menerimanya ,tapi ini pria satunya ,yang saya yakin Ibamlah yang membawa dia kerumahku ,dia Sajadah Hadi"Ohhhhh...aku yakin Abi yang memerintah Ibam supaya membawa Sajad kesini,aku menunduk lesu,dan satu yang saya yakini Abi pasti akan menyuruh Sajad agar segera meresmikan hubungan kami jika dia memang serius ,kalau cuma main_main,pergi dan menjauhlah,itu pasti yang akan di katakan Abi.
"Masuk dan duduklah kalian berdua"Suara perintah Abi begitu tegas
"Coba kamu sebutkan nama kamu dengan lengkap"Abi memandang kearah sajad,menyuruhnya untuk mengenalkan diri
"Perkenalkan nama saya Sajadah Hadi"
"Saya satu angkatan dengan anak anda Sakina Nabila"
"Dan belakangan ini saya sedang berusaha untuk mendekati dia"Aku merasa pusing mendengar ucapan Sajad , kenapa dia berkata dengan detail seperti itu .
"SAJADAH HADI "Abi mengangguk_nganggukan kepalanya
"Nama yang bagus,berarti berasal dari keluarga Hadi ya..?
"Iya ..."Sajad mengangguk
"Abi sudahlah dia itu hanya______
"DIAM DAN DENGARKAN SAJA"Abi menotong perkataanku yang berniat menghentikan ini semua,aku merasa ngga' enak sama Sajad,diakan niatnya cuma ingin mendekatiku,bukannya mau menuju kejenjang yang lebih serius,aku yakin Sajad belum kepikiran untuk kesana ,dan lagi alasanku mau dekat dengan dia kan karena dia adiknya Mubarak Hadi,dan tidak ada yang tahu tentang tujuanku ini.
"Tadi kamu bilang mau mendekati,baiklah,saya akan memaklumi kalimatmu itu"
"Dan mau mendekati untuk menuju kejenjang yang lebih serius atau hanya mau main_main saja"
Aku menepuk jidatku,benarkan dugaanku,Abi tidak mungkin membiarkan anaknya ,membina hubungan yang ada di area hubungan yang tidak halal.
Namun yang lebih mencengangkan lagi,saat aku mendengar jawaban Sajad
"Saya mau menuju ke yang serius Abi"Semua menganga mendengar jawaban Sajad,bukan hanya karena jawaban Sajad ,tapi karena Sajad yang memanggil Abi dengan sebutan Abi,kami semua menahan senyum melihat raut muka Abi.
Sebenarnya dari dulu ini sudah menjadi perdebatan yang tiada akhir antara Umi dan Abi,ini tentang panggilan untuk Abi ,mereka berdua selalu bertentangan
"***Anak kita manggilnya ke aku Aba aja ya sayang jangan Abi"Abi berusaha mempengaruhi Umi agar bisa mengubah panggilan dirinya .
"Ngga' mau pokoknya aku mau di panggil Umi ,dan kamu Abi titik"Umi bersikeras
"Tapi kan terlihat tidak sopan Umi,seakan mereka memanggil nama Abi"
"Tapi kan nama kamu itu ABIZAR FATAHILLAH,tidak sopan dari mana"
"Coba kamu ingat dulu waktu kita masih berteman kamu manggil aku apa Abi kan ,jadi Abi itu pangilan namaku sayang masa anakku manggil aku pake' nama"Abi belum menyerah
"Pokoknya aku ngga' mau tahu ,aku tetep ingin panggilan Abi dan Umi"Umi memasang wajah ngambeknya,Umi seakan ingin menangis karena Abi tidak mau memenuhi keinginannya
"Ya....sudah sayang terserah kamu deh,aku ngalah,kamu jangan nangis ya"
"Hikksss....hikkssss....hiksss...tapi kamu terlihat terpaksa"Jadilah Umi menangis ,dengan berderai air mata
"Engga' sayang.....engga'...aku ngga' terpaksa ,aku senang kokk.."Abi berusaha meredam tangisan Umi
"Hee...he..he....nihhh..buktinya aku tersenyum"Abi berusaha merayu Umi
"Beneran kamu ngga' terpaksa"
"Iaa...aku senang kok,di panggil apa aja aku senang terserah kamu sayang"
"Udah tenang ya...kasian anak kita ,yang masih di perut kamu ini sayang,nanti dia ikutan nangis"Abi mengelus_ngelus perut Umi yang buncit***.
Abi melihat kearah Umi yang terkekeh pelan karena melihat raut wajah Abi
__ADS_1
Abi terlihat imut sih kalau lagi kesel walau umurnya sudah tidak muda lagi.
"Heeeehhhh..denger sini"Abi duduk di sofa ,dia menyuruh Sajad untuk lebih mendekat kearahnya,seperti ingin membisikkan sesuatu ,ngga' tahu tuhh kemana emosinya yang tadi dia luapkan didepanku,semua itu seakan menghilang ketika Abi mendengar panggilan yang di lontarkan Sajad padanya
Sajad mendekat kearah Abi mengikuti perintahnya
"Mau langsung diterima tanpa syarat ngga' ?Aku mengernyit saat mendengar omongan Abi yang pelan tapi masih bisa aku dengar .
"Mau..mau..mau"Sajad menganguk antusias"Adooohhh....kenapa mereka terlihat seperti sudah kenal lama seeeehhhhh.
"Panggil aku Ayah ya..."!Sajad melongo mendengar ucapan Abi,sedang Umi dan Ibam tertawa terpingkal_pingkal,namun tidak dengan diriku
"Abi ....kok seperti menukar aku dengan sebuah panggilan"Aku cemberut,sambil melipat kedua tanganku didada
"Habisnya Abi dari dulu memang ingin di panggil Ayah"!
"Abi ngga' suka dengan panggilan Abi ,kenapa?Sajad bertanya tidak mengerti
"Kenapa...Abi kan artinya juga Ayah"
"Sudah jangan di bahas,itu cerita masa lalu "Umi hanya tersenyum mendengar penuturan Abi
"Sekarang kita bahas masalah kita lebih lanjut,lupakan yang tadi,anggap sebagai Iklan yang lagi lewat"Sajad hanya mengangguk terpaksa,menutupi rasa penasarannya dan Ayah mulai memasang wajah seriusnya lagi
"Karena tadi kamu udah bilang serius sebelum aku memerintah ke jenjang yang lebih serius lagi ,aku nanya dulu sama anakku SAKINA NABILA"Abi menoleh kearahku
"SAKINA NABILA anakku,Abi akan menyuruh temanmu ini untuk membawa orang tuanya kesini,dan menyuruh mereka untuk melamarmu ,dan segera mungkin menuju ke yang lebih serius lagi ,lalu apakah kamu mau menerimanya,atau bagaimana?Abi bertanya panjang lebar
Aku memejamkan mataku,menarik nafas panjang,agar aku tidak salah bicara
"Abi...dia itu sekarang ini masih berusaha untuk membuka hati ku Abi,dia masih berusaha"
"Dan dia belum bisa membuka hatimu ,ia..kan"?Abi menebak
"Ia..."Aku mengangguk lesu,Sajad terlihat putus asa mendengar ucapanku
"Nabila Abi tahu,pengetahuanmu tentang ilmu agama tidak bisa di ragukan lagi,Abi percaya kamu tidak akan melakukan hubungan yang melampaui batas,tapi kamu harus sadar satu hal nak,kamu itu manusia,dan manusia adalah tempatnya salah dan lupa,manusia tidak akan lepas dari itu,dan kamu juga harus memahami kehawatiran Abi,hanya kamu anak Abi sekarang,selama Abi masih hidup,Abi akan selalu menggenggam tanganmu,dan menuntunmu untuk menuju ke jalan yang benar"
"Tapi Abi ,aku belum bisa membuka hatiku"!Aku menunduk lesu
"Masalah hati ,kamu bisa berusaha membukanya sambil lalu setelah terikat dalam taaruf nanti ,tapi kalau belum bisa kamu bisa berusaha membukanya saat menikah ,itu lebih bagus"!
"Apa mau di fikirin dulu ,sambil beristikharah"Abi menyarankan
"Sebenarnya Sajad sudah menyatakan keseriusannya padaku Abi,dan aku sudah ber Ikhtiar juga dengan Istikharah untuk mengambil keputusan"
"Begitukah....jadi dia benar_benar serius,Abi kira tadi dia terpaksa"!Abi melihat kearah Sajad
"Engga' Abi ,aku memang serius"!Sajad menjawab
"Baguslah kalau begitu ,tinggal menunggu keputusan Nabila sekarang"
"Haahhhh"Aku menarik nafas
"Baiklah Abi "Aku menganguk
"Baik apa nihh...."Abi menatapku ,menunggu jawabanku,Sajad juga terlihat tegang menunggu jawabanku
"Ia..Nabila mau menerima ajakan taarufnya nanti ,suruh aja orang tua Sajad untuk melamar,kalau Abi dan orang tua Sajad merestui ,Nabila mau menerima"Aku berbicara dengan lancar tanpa gugup,aku yakin akan hal ini ,aku harus bisa move on dan membuang nama orang yang ada di hatiku,yang sampai sekarang masih aku rindukan,aku benci saat aku merindukan dia dan aku benci pada hatiku yang tidak mau menghapus namanya.
Semua menatapku sumringah,mereka semua terlihat senang terutama Sajad,dia melihat kearahku,dan ingin mendekatiku
"STOP ANAK MUDA"Abi menghentikan pergerakan Sajad,mendengar suara perintah Abi Sajad langsung kembali ketempatnya
"Ungkapin dari situ aja Anak muda"Abi memerintah lagi
"Ia...Abi .."Sajad mengangguk
"Ya....ya...ya..panggil saja Abi ,pangilan Abi sepertinya jodoh denganku,bahkan kedua orang tuaku juga memanggilku Abi"Abi menggerutu sendiri
"Ohh...jadi nama Abi ,ABI..."Sajad mulai mengerti akan kekesalan Abi
"Ya...lebih tepatnya ABIZAR FATAHILLAH"Abi mempertegas ucapannya
"BAIKLAH ...saya akan memenuhi harapan Abi yang ingin di panggil Ayah,mulai sekarang saya akan memanggil anda dengan panggilan Ayah"
"Apa Abi bersedia?
"OKE DEAL..."Abi dan Sajad berjabat tangan,semua menggelengkan kepala melihat tingkah Abi yang seperti anak kecil yang kesenangan karena mendapat Ice cream.
"Jadi boleh nihh...deket_deket?Sajad bicara sambil tersenyum
"Haaaaa..semua melongo mendengar ucapan Sajad,dia seperti menggunakan panggilan Ayah sebagai sebuah sogokan
"Boleh..."
"Ibam.kamu pindah biar Sajad duduk situ"Abi menyuruh Ibam untuk pindah,dia memang agak dekat denganku
"Ngga' apa_apalah,pokoknya agak dekat jaraknya"Sajad pindah dan menduduki kursi yang tadi di duduki Ibam
"Ya....sudah sekarang silahkan,ungkapin apa yang ingin kamu bicarakan"Abi mempersilahkan Sajad untuk bicara
"SAKINA NABILA,selama kita dekat,aku tahu aku belum mampu tuk menghapus nama yang sudah tercantum di hatimu itu
Tapi satu yang harus kau yakin,Namamu tidak akan pernah terhapus dari hatiku"
"Yakinlah padaku ,dan berusahalah untuk menulis namaku di hatimu ,aku rela walau harus membagi hatimu dengan dia"Semua terpana mendengar ungkapan Sajad,aku baru menyadari ternyata perasaan Sajad begitu dalam padaku,ada sedikit rasa bersalah yang bersarang di hatiku,karena kenyataan nya selama ini aku hanya memanfaatkan dia untuk mencapai tujuanku"maaf"hanya itu yang bisa aku katakan
"Kamu berpuisi apa merayu?Abi mengoda Sajad
__ADS_1
"Sebenarnya itu puisi Abi,ngga' apa_apa kan di pakai buat ngungkapin isi hati,
siapa tahu mampu menggugah hatinya Nabila"
"Kamu berhasil kok"!
"Buktinya lihat tuh Nabila tersipu"Abi menunjukku,Sajad melihat kearahku
"Abi apaan sihh..."Aku menunduk malu ,Abi memang jagonya menjahili orang,tidak kuduga ,Sajad mampu membuat Abi begitu akrab dan terlihat senang berbicara dengan dia
"Sebenarnya dulu Umi ngasih Kina makan apa sih..?
"Kok semua pria kayaknya pengen nempel sama dia"Abi berseloroh
"Kayaknya dia mirip Umi deh "!Umi mulai menampakkan sisi narsis nya
"Siapa yang di puji ,siapa juga yang sombong?Aku menggerutu
"Lagi pula....emang siapa aja yang nempelin Nabila,kayaknya cuma dia deh Abi"!Aku menunjuk Sajad dengan daguku
"Temen_temen kamu itu"!Abi menunjuk Ibam
"Mereka temenku Abi,mereka pasti sayang dan nempelin aku,aku juga sayang sama mereka"
"Mereka juga pernah melamar mu Kina"Abi berbicara serius
"Melamarku....."
"SIAPA ABI....."Aku menganga kaget
"Mereka bertiga ,Ibrahim ini,khoirul anwar dan Syarif Hidayatullah"
"HAAAAHHH"Mulutku makin menganga lebar😲😲😲😲
"BENER ITU IBAM"Aku menatap Ibam menunggu jawabannya
"Ia....ketua"Ibam menjawab lesu
"Kok langsung ke Abi ngga' ngomong dulu sama aku"
"Takut di gamprat sama ketua"Ibam menjelaskan
"Jadi lebih menakutkan kamu Kina daripada Abi"
"Masa' seeehhh"?Aku pura_pura ngga' ngerti
"Kapan Ibam lakuin itu Abi"?
"YA.....waktu kamu stress gara_gara di tingal itu...tuhhhhh .....!Abi menyinggung Bilal dan aku yang stres waktu itu,merana karena ditinggal pergi oleh Bilal
"OOOOOHHHHH"Aku melongo
"Terus Abi bilang apa sama mereka?
Saat itu
"Abi ,kami siap mendampingi Nabila,pilihlah diantara kami betiga ,yang menurut Abi mampu mengembalikan Nabila seperti dulu,kami bertiga rela walaupun kami hanya di jadikan sebagai pelarian"Ibam memulai bicara serius,setelah mengumpulkan banyak keberanian untuk mengungkapkan maksud kedatangan mereka saat itu kerumah Nabila.
"Kami juga sudah lama kenal,kami tahu semua hal dan apa saja tentang Nabila,kami sangat menyayangi dia ,kami benar_benar tidak terima akan sikap Bilal yang sudah meninggalkan Nabila begitu saja tanpa penjelasan"Irfan menambahi
"Dan kami yakin salah satu diantara kami pasti ada yang bisa mengubah perasaan Nabila"Roy ikut berbicara
Abi tersenyum pada mereka
"Anakku sangat beruntung,mempunyai teman seperti kalian"
"Ya...Abi bilang semua keputusan ada di tangan kamu Kina,tapi mereka ngga' berani bilang sama kamu sampai sekarang Abi cerita"
"Ahhhh....kalian memang teman yang sangat baik ,aku benar_benar"
"Abi,Umi ,Ibam dan Sajad ,kalian adalah orang yang sangat menyayangiku,aku yakin kasih sayang kalian lebih dari cukup untukku ,untuk bisa menjalani hidup dengan bahagia,aku tidak butuh yang lain,orangyang sudah meninggalkanku,akan aku buat menyesal karena sudah meninggalkanku,aku yakin aku akan bahagia"Umi menghampiriku dan memelukku Abi juga sedang Ibam dan Sajad menatapku penuh arti
Setelah semua air mata bahagia dan pelukan hangat ku dengan Abi dan Umu ,Abi mulai berbicara lagi
"Ibam bawa dia pulang kerumah kamu"Abi bicara pada Ibam
"Kalian kembalilah besok ,menginaplah disini semalam besok kalian boleh pergi"
"IYA..ABI"Kami menjawab serentak
Ibam dan Sajad sudah tidak ada,aku sudah ada di kamarku ,yang sudah lama aku tinggalkan
Aku mengambil foto yang ada di mejaku ,fotoku bersama kakak ku
"Aku tahu kakak tidak akan suka dengan yang akan aku lakukan nanti ,kakak orang yang sangat baik dan mudah memaafkan,tapi aku ingin menebus rasa bersalahku kak,aku sudah membuat keluarga Bilal membenciku dan aku pantas mendapat rasa benci itu,tidak ada yang tahu peristiwa itu ,hanya aku tapi aku malah menghilangkannya dari ingatanku"
Sekarang aku sudah mengingat semua itu,dan itu muncul saat aku melihat wajah orang itu,orang sudah membuatmu kehilangan segalanya dan dia melakukan itu semua karena aku,karena dia menginginkanku,tapi kak ternyata orang itu tidak mengenalku ,mungkin dia sudah melupakan peristiwa itu.
Peristiwa yang sudah merenggutmu ,kakak ipar dan calon ponakanku,akan aku ingatkan dia tentang hal itu dan akan aku buat dia merasakan kehilangan seperti apa yang di rasakan keluarga kita .
__ADS_1