2 BIL

2 BIL
BAGIAN 29


__ADS_3

  Wajah itu datang lagi


Wajah itu menghampiriku lagi


Wajah itu kurindukan lagi


Wajah itu terlihat di depanku lagi


     Dia nyata


     Dia ada


     Dia berwujud


    Dia nampak


Biasanya hanya bayangan


Biasanya hanya mimpi


Biasanya hanya kilasan


Biasanya hanya samar


      Hatiku masih untuknya


   Jantungku masih berdetak karenanya


Ragaku masih mendambanya


Jiwaku masih terikat dengannya


     Aku masih cinta dia


           Aku masih merasa ini mimpi,pertemuan tadi kami tidak banyak bicara,hanya perdebatan kecil kami langsung membicarakan hal penting tentang kerja sama kami,setelah itu aku dan Barak pamit pulang


     Bilal ku masih sama seperti dulu tampan manis keren,tidak ada duanya,dia juga tambah gagah,aku tidak mengenali nama perusahaannya ,karena tidak ada embel Abimananya"2 BIL "Nama yang aneh.....


  Sampai di rumah aku duduk di sofa "Hahhhhh,capek ...."Aku bersender di sofa sambil memejamkan mataku


   Aku merasa sedang di tatap,ahhhh aku yakin itu Barak ,biarlah aku malas berdebat kali ini


"Masak buat makan malam nanti"Jadi dia masih ingin aku masakin,dia ngga' tahu apa kalau aku ngga' bisa masak,aku masih diam tidak merespon


"Engga' mau!Aku menolak dengan tegas tanpa membuka mataku,seandainya aku mampu menolak Barak seperti ini ketika dia mengimingiku dengan janji itu,pasti sekarang aku hidup tenang ,tanpa perlu bersusah _susah menahan hati setiap di dekat Barak


"Kamu tinggal masak,semua bahannya udah ada ,apa susahnya sihhh?"Beginilah kalau tinggal dengan orang yang tidak mengenal kita,pasti di suruh_suruh dengan sesuatu yang tidak aku bisa,aku cuekin ahhhh ....biar tahu rasa dia,aku bayangin wajahnya Bilal tadi aja,"Ya...Allah dia makin mempesona,aku slalu tertawan pada senyumnya,beruntungnya perempuan yang bersama dia,aku mengembangkan senyum di bibirku,aku tidak peduli walau akan di lihat oleh Barak


"Awww..."Aku meringis,tiba_tiba ada yang mencengkram kedua pipiku,sangat keras dan sangat menyakitkan,otomatis terbukalah mataku


"Berani kamu tidak memperdulikanku hahhh"Saat Barak membalas tatapanku,matanya seperti tersentak kaget,aku mengerutkan keningku,kenapa dia malah kaget gitu melihat mataku,mungkin mataku ada kotorannya kali....,tapi biarlah sama dia juga apa peduliku,mau mataku ada kotorannya kek sampai menumpuk juga aku tidak perduli


"LEPASSS..."Aku bergerak berusaha melepas cengkraman tangan Barak tanpa menyentuh lengan nya ,aku tidak sudi sama sekali menyentuh dia


"Kamu...sudah janji tidak ada kontak fisik antara kita"


"JADI KAMU MAU AKU BERSIKAP SEAKAN KITA ORANG ASING,BEGITU?Barak berteriak dan membentak,dia sudah melepas cengkraman tangannya


"Baru sadar kalau kita ini memang orang asing"Aku masih berbicara dengan nada dingin,melawan dia tanpa rasa takut,mungkin dia bisa mengancam semua orang tapi tidak denganku


"AAAARRRKKKHHH"Barak berteriak


"PRANKKKK"Dia melempar vas bunga yang ada di meja  ,aku menutup telingaku dan memejamkan mataku


"Kamu kenapa sihh....."?


"Dari tadi aneh....pengen di masakin lah ..."


"Di depan klien bilang aku ini calon istri kamu lah,biasanya kamu slalu mementingkan keprofesionalan  nya kamu itu,sekarang kok malah bersikap begini...anehhh...kamu"


"Siapa dia....?Aku diam memasang wajah tidak mengerti,pertanyaannya mirip dengan lirik lagu ......"he....he...he..."Aku tertawa sendiri tapi hanya dalam hatiku saja


"Apa arti dia bagimu?Barak masih memberi pertanyaan yang membuat aku bingung,kemana arah pembicaraan nya,kenapa Barak ngga' nyanyi aja sih ....sekalian buat hiburan........"Aku masih mengomel dalam hati


      


"MUHAMMAD BILAL ABIMANA"Aku tersentak kaget,tadi saat pertemuan kami sudah menjelaskan bahwa dia hanya teman satu desaku ,kami saling berdebat karena kami memang tidak pernah cocok,tadi Barak terihat percaya pada semua ucapanku tapi sekarang mengapa dia bisa berfikiran seperti ini


"Nama lain itu dia kan ...?


"Benar begitu?Barak sungguh jeli aku bahkan berusaha untuk menutupi semua itu dengan sekuat tenaga ,namun hasilnya nihil


"Makin aneh kamu ,nama lain apa sih..."


"Aku pergi ,istirahat sebentar,nanti saya masakin dehhh....sesuai keinginan kamu"Aku melangkah berlalu menuju ke kamar yang selama ini aku tempati selama tinggal dengannya,Aku tidak memperdulikan tatapan Barak yang seakan ingin memberiku banyak pertanyaan


   Karena tadi manusia brengsek itu bersikap aneh katanya dia ingin aku memasak untuk nya ,akupun akhirnya menyerah dan sekarang aku disini memasak untuk dia,kasihan juga kayaknya dia kurang kasih sayang


    Dengan di temani ponsel yang menyala karena aku sedang melihat menu yang aku masak,zaman sekarang semua serba gampang ,tidak bisa masak bisa browsing di HP,pokoknya serba mudahhhhhh.....


   Aku jadi ingat Abi sama Umi,mereka tidak berhenti menasehatiku hingga sampai di depan mobil,aku memaklumi kehawatiran mereka melihat aku tinggal berdua dengan laki_laki yang bukan muhrimnya"Maaf Umi ,maaf Abi,kuharap kalian memahami ini semua


    Setelah acara mereka menginap disini dan keesokan paginya mereka langsung pulang,sebenar nya aku masih merindukan mereka,namun aku menahannya,mereka langsung pulang itu agak melegakanku karena aku takut keceplosan berbicara yang sebenarnya,karena aku tidak mampu membohongi mereka.


  "HAAAAAHHHH Akhirnya selesai juga"Aku menepuk_nepuk tanganku dan melihat puas semua masakan yang aku masak,dan sekarang sudah tersaji di meja seraya menaikkan dada membagakan diri,masalah dapur yang berantakan nanti bisa di beresin sama pelayan


   Aku naik keatas menuju ke kamar Barak yang ada di lantai atas,letak kamar Barak ada diatas sedang kamarku ada di lantai bawah ,ini sudah menjadi persyaratanku juga,bagaimanapun Barak ini seorang pria dan aku yakin di balik sifat mengalahnya ,dia menyimpan rasa berupa gairah tinggi seorang laki_laki yang biasanya tidak pernah menghadirkan malu di dalamnya.


   Sampai saat ini Barak tidak berani menyentuhku ,berpegangan tangan sekalipun ,Barak juga tidak pernah berani memasuki kamarku,dia selalu mengeruk pintu terlebih dahulu jika dia memerlukan sesuatu,seperti yang aku lakukan sekarang ini


"Tok...tok...tokk..."


"Tuan Bos Barak yang terhormat yang katanya ingin di masakin,sekarang masakannya sudah tersaji di meja makan silahkan yang mulia Tuan Bos menghadiri meja tersebut dan sudi untuk memakan masakan yang sudah saya siapkan"Aku bicara panjang lebar,menyebutkan semua panggilan yang sangat memuja untuk Barak


   "Biarlah sekali_kali mengalah,bukankah mengalah bukan berarti kalah tapi mengalah adalah kemenangan yang tertunda.


"Krekkk"Suara pintu terbuka ,Barak tersenyum padaku,senyum yang sangat manis,di padu dengan pakaian mahal yang selalu terlihat baru,tentu menambah ketampanan pria ini"Tapi dia hanya tampan belum mampu membuat hatiku tersenyum manis,yaaaaa....mungkin kalau gadis lain pasti sudah klepek_klepek melihat Barak seperti ini,tersenyum ceria namun tidak untukku


"Makanan sudah siap ,mau makan malam sekarang"?Aku disini masih bersikap profesional


"Baiklah ayo....kita makan"


"Aku yakin masakan kamu pasti enak"Barak bicara sambil berjalan


"Syukurlah kalau anda yakin"!Aku menjawab lagi dengan formal


"Tapi kok aku tidak yakin........ya"!Aku bicara sendiri dalam hati


     Sebenarnya dulu aku pernah memasak untuk semua anggota genk ku,saat mencicipi makananku mereka semua memuntahkannya,mereka bilang rasanya aneh,mereka semua langsung berlalu memasuki toilet untuk mengeluarkan makanan yang aku masak dari mulut mereka,tapi telihat satu orang yang dengan tenang memakan masakanku tanpa mengeluh dan dia adalah Bilal,aku memasang muka cemberut pada Bilal"Sudahlah Bilal,kalau tidak enak ngga' usah di makan"Aku bicara lesu pada Bilal


"Sudahlah...."Aku menepis sendok Bilal yang hendak masuk kemulutnya


"Kamu pasti takut aku sedih kann....?


"Jangan begitu,aku ngga' apa_apa kok ,aku sadar aku kekurangan dalam hal memasak"Kamu sudah capek_capek memasak kalau di buang kan sayang"Bilal masih kekeh


"NGGA' USAH BILAL  please"


"Bilaku sayang,aku lagi lapar ,jadi biarkan aku makan oke...."


"Kamu tahu.....bukan hanya hatiku yang jatuh cinta padamu ,tapi seluruh tubuhku juga termasuk perutku,jadi kamu tahu kan bagaimana orang jatuh cinta itu,apapun akan terasa nikmat,jangan dengerin ucapan mereka yang bilang masakan kamu anehh....mereka aja yang anehh,lidah mereka tidak sesuai dengan masakan kamu,kalau lidahku,apapun itu jika berhubungan dengan kamu pasti sesuai untukku"Semua omongan manis Bilal membuat ku merona,aku pun mencoba masakanku ,aku langsung mengernyit,mereka semua benar rasanya aneh...aku hanya bisa meringis ketika melihat Bilal menyuapkan makanan itu kemulutnya,aku sampai meragu "Benar ngga' sihhhhh....kalau dia tidak terganggu dengan masakanku yang aneh ini,kok dia terlihat lahap,aku sendiri aja udah ogah dan tidak memakan makanan ini semua,cinta memang aneh.


   Kami sudah sampai dan udah duduk manis di meja yang sudah di penuhi oleh masakanku,aku adalah jenis orang yang tidak pernah mencoba makanan yang di masaknya


   Jadi saat makanan ada di meja baru aku mencobanya kalau enak trus di makan dehhh....


  Aku melihat Barak ,aku ingin dia yang memakan masakan ini pertama kali,dia diam sebentar menatap kearah masakanku,lalu dia menatapku


"Ayoo....silahkan makan"Aku mempersilahkan Barak makan,"Kalau rasanya tidak sesuai ,jangan sungkan_sungkan untuk bicara"Rasanya hatiku ketar_ketir,Barak terlihat menyerupai chef juri yang ada di TV itu,yang terlihat seram dan selalu memberi komentar PEDAS SEPEDAS CABE.


   Barak mulai memasukkan makanan itu kemulutnya,dia mengunyah secara perlahan


"Not bad,masih layak untuk di makan"Barak menelan madakan itu perlahan


"Tapi____,besok ngga' usah masak lagi,biar pelayan saja yang masak"Aku merengut setelah mendengar itu"Katanya tadi tidak buruk ,kok malah bilang tidak usah masak lagi,dasar penjilat,pasti dia ingin aku terharu,tapi sorry ya .....aku tidak terharu sama sekali,aku sadar kok kalau masakanku memang tidak enak.


"Jadi nama yang ada di hatimu,berasal dari keluarga Abimana?Barak memulai perang mulut denganku.


"Aku__tidak___mengerti___apa ____maksud dari pembicaraan ini"Aku bicara cuek dan menghindar


"Apa kamu cemburu,pada orang yang baru darang itu"?Aku berusaha santai


"Terserah kalau kamu tidak mau jujur"


"Yang pasti mulai sekarang____"Barak berhenti

__ADS_1


"Mulai sekarang saya ingin berusaha untuk menjadi satu_satunya nama yang ada di hatimu"


"Apa kamu tidak berlebihan"Aku mengernyit heran,bukannya dia tahu aku sangat membenci dia jadi kemungkinan aku untuk menaruh namanya di hatiku ,itu seperti sesuatu yang tidak mungkin


"Bukankah itu sesuatu yang mustahil terjadi"


"Hahh....ha...."Barak menertawakanku


"Nabila tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini"Dia menatapku remeh


"Aku yakin aku bisa membuatmu mempunyai perasaan padaku"Aku memutar bola mataku malas


"Kamu tidak perlu bersusah payah berusaha membuatku mempunyai perasaan padamu,toh.....aku sudah punya perasaan padamu"Aku membalasnya sinis


"O.....yahhh....perasaan apa itu?Barak membalasku santai aku rasa dia tahu maksudku yang sebenarnya


"Yaaa.....saya tahu pasti perasaan benci iya kan?Dia mendahuluiku ysng ingin mengucapkan hal tersebut


"Syukurlah kalau kamu sudah tahu"


"Berarti aku tidak perlu repot_repot bicara"


"He...he....he..Nabila  ___Nabila apa kamu tidak tahu kalau benci itu beda tipis dengan cinta,jadi aku akan mengikis perbedaan tipis itu sampai habis tak tersisa hingga benci itu menyatu dengan cinta "Barak menyeringai puas ketika melihatku terdiam,aku sadar akan hal ini,banyak sihhh....orang yang bilang begitu,dan pernah mengalaminya,aku takut ini semua terjadi,aku benar_benar tidak mau ini terjadi ,aku tidak mau merasakan cinta untuk Barak,aku tidak mau ,dia orang yang sudah menyebabkan aku slalu mengalami mimpi buruk,bukannya menghukum dia masa' aku malah memberikan dia hadiah berupa cinta,ihhhh....itu hal yang mengerikan.


"Aku sudah selesai"


"Terimakasih sudah memasak untukku"Barak berdiri hendak beranjak dari kursi,aku hanya menatapnya malas


"Aku rasa ini hal yang baik ,untuk mengawali rasa cinta"Barak berhenti melangkah dan bicara seperti itu


"ITU TIDAK AKAN TERJADI"Aku berteriak histeris,Barak berhenti melangkah lagi dia seperti menunggu apa yang akan aku ucapkan selanjutnya


"Kalau seandainya aku sampai merasakan cinta padamu dan jatuh hati,maka aku akan  menghancurkan hatiku sampai tidak bersisa"Aku bicara sinis,tidak ada yang Barak ucapkan,dia tidak membalas ucapanku dan terus melangkah pergi


    Nafasku naik turun,Barak sungguh menyulut emosiku,selain mengekangku sekarang dia juga ingin menguasaiku ,dengan cinta,akan aku pastikan itu tidak akan terjadi,"Ingat Nabila ,kalau kamu sampai menaruh hati padanya,maka bukan hanya Barak yang akan ku hancurkan tapi dirimu juga Nabila"Aku menceramahi diriku sendiri


   "Sebaiknya aku mandi dan istirahat ,agar kepalaku dingin"Setiap hari itulah yang di lakukan Barak padaku,mengintimisasi dan bicara tentang hal_hal yang menyulut emosiku .


   Hari ini kami bekerja seperti biasa,sibuk kesana kemari ,bertemu dengan klien,ngomong_ngomong soal klien ,Bilal masuk dalam daftar itu ,jadwal pertemuan kami selanjutnya dengan Bilal masih lama.


   Bagaimana kehidupan Bilal saat ini aku tidak tahu, saat aku mulai kuliah aku makin jarang membuka akunku sendiri,bahkan bisa di bilang tidak pernah,aku memang menghindari berita tentang Bilal,aku takut semakin sakit,aku juga mulai memfokuskan pada tujuanku .


    Kemarin saat bertemu Bilal aku sempat ke tolilet sebentar untuk meluapkan emosiku,dan air mataku mengalir di sana namun aku berusaha menghalaunya ,karena aku tidak mau mataku bengkak.


    Namun saat aku keluar dari toilet,tidak kusangka ada seseorang yang sudah berdiri di depanku,aku berusaha melewati dengan tetap menunduk,aku tahu dia siapa,aku hafal aromanya bau parfum yang aku suka,seharusnya dia mengganti parfum yang ia pakai,soalnya aku yang menyuruh dia untuk memakai parfum ini ,dan harus dia gunakan saat dia sedang denganku,kalau tidak bersamaku aku melarangnya untuk menggunakan parfum ini,dan dia menurut patuh padaku,manis dia kan .....tapi kenapa setelah semua sikap manisnya yang ia mulai dari kecil padaku itu,seketika berubah dalam waktu sekejap,sungguh itu sangat memukul jiwaku mrmbuat aku terpuruk,aku bisa bangkit setelah bertemu Barak,dia sudah mengubah tujuan hidupku.


  Aku masih  berusaha melewatinya namun dia slalu menghadangku,hingga aku sudah merasa kesal dan mengangkat wajahku berusaha menatapnya padahal jantungku sudah berdetak tidak karuan dari tadi


"Haaahhhh......"Aku menarik nafas merasa lelah


"Bisa saya lewat,saya sedang di tunggu oleh calon suamiku"Aku menatap mata Bilal berusaha mengintimidasinya,terlihat dia merapatkan giginya dan rahangnya mengeras ,aku tahu aku sudah menyulut emosinya.


     Namun yang di lakukan Bilal sungguh di luar dugaanku


"Brukkkkk"Bilal mendekapku membawaku kedalam rengkuhannya,aku tersentak kaget,tapi aku hanya diam,kami berpelukan agak lama,aku rindu dekapan hangat ini yang slalu membuatku nyaman,rasanya aku ingin menangis dan meluapkan semua rasa rinduku namun suara bisikan Bilal membawaku ke dalam kenyataan


"Aku akan mengambil milikku"Setelah berbisik seperti itu Bilal menarik bahuku memberi jarak lalu dia menatapku dan berbicara


"Selamanya Bilal dan Bila akan selalu ada"Lalu Bilal melepas bahuku berbalik dan melangkah pergi"Apakah maksud Bilal dia masih mempunyai perasaan padaku,setelah semua yang sudah dia lakukan meninggalkanku padahal dia tahu aku tidak mampu hidup tanpa dia,dan sekarang saat aku sudah pulih dari lukaku dia bilang Bilal dan Bila akan slalu ada bullshit,


itu tidak mungkin


"MEMANG MASIH ADA TAPI HANYA DALAM MIMPIMU SAJA"Aku berteriak setelah sadar akan situasi ,Bilal belum jauh aku yakin dia mendengar teriakanku yang aku sesalkan kenapa tadi aku hanya diam dan tidak mengelak"Dasar hati memang tidak bisa di ajak kompromi,apa peduliku soal hati,bagiku sudah tidak berarti .


"AKU TIDAK PEDULIIIIIII"Aku berteriak sekali lagi,untung toiletnya lagi sepiiiii,dasar Bilal penghianat.


"Kapan aku bisa memegang ponsel?Aku bertanya di saat aku sudah selesai membaca jadwal Barak,tidak tahu di kemanain ponselku yang sudah di ambil yang pasti aku tidak memegang ponsel setelah membereskan barangku di rumah Bibiku dan bilang aku harus tinggal di Rumah yang sudah di sediakan perusahaan dan tak lama setelah itu aku bertunangan dengan Barak,kali ini aku ingat kalau aku sudah rindu pada semua temanku dan juga Kak Hima.


"Setelah semua urusan nya selesai ,dan____ ponsel yang akan kamu pegang nanti terhubung dengan ponselku jadi kamu jangan berani macem_macem"Barak seperti biasa penuh dengan ancaman


"Tidak akan berani,aku sudah terikat denganmu dengan tali janji dan harus di tepati ,kalau sampai janji itu tidak di tepati,jangan kan ponselku,kamu tidak akan menemukan diriku dimanapun"Aku balik mengancamnya,dikira aku takut apa,dasar brengsek tidak tahu aturan,seenaknya saja dia membuatku tidak memegang ponsel


    "Bolehkah aku kerumah Bibiku?


"Aku rindu Bibiku"Barak mengangkat kepalanya dari tadi dia hanya menunduk saat menjawab pertanyaan


"Hanya sama Bibi kamu kan?


"Engga'.....aku rindu Kak Hima juga"Aku berbicara agak di cberutin dikit,biar si Barak di depanku ini,terenyuh.


"Malam nanti kita kesana"


"Alhamdulillah....bisa ketemu Kak Hima"


"Tapi tunggu dulu.."


"KITAAA..?


"Kamu juga mau ikut..?


"Tentu aku ikut Nabila,aku tidak akan membiarkan orang seperti kamu yang terlihat sudah jinak tapi kelihatan sekali ingin menerkamku,keluar sendirian tanpa adanya sang penjinak"Barak bicra panjang lebar menunjukkan kekuasaannya padaku


"Kamu kira saya ini hewan apa....pake' acara di jinak_jinakkan segala"Aku memandang Barak kesal


"Terserah kamu dehhh......."


"Saya permisi dulu   Tuan Bos Barak yang sudah menjinakkanku tapi masih terlihat ingin menerkam"Aku memutar mataku malas melihat Barak yang tersenyum  penuh kemenangan


"Aku mau ke kantin dulu ..makan siang"


"Tunggu....aku ikut juga,sebentar lagi selesai"Barak menghentikan langkahku


"Aku mau makan sendiri"Aku masih membantah


"Tunggu sebentar..atau kamu tidak boleh keluar tanpaku"


"Uuurrrrkkkkhh"Aku mengeram menahan emosiku


"Terserah kamu dehh....."Aku kembali duduk di tempatku,dan membereskan meja sambil menunggu Barak


"Kenapa.. ....semua pria yang dekat denganku seperti ingin nempelin aku teruss.....kayak ngga' ada perempuan lain di dunia ini"Aku menggerutu tidak jelas


"Karena kamu tuhhh.....selalu bikin semua orang di sekitarmu itu,menyukaimu,jadi kami sebagai laki_laki tidak rela jika gadis yang kami cinta di lirik ataupun di sukai laki_laki lain"Barak bicara masih dengan menunduk tanpa melihat kearahku


"Kalian aja yang lebayyy....abiss"Aku membalasnya ,namun Barak hanya memberiku senyuman tipis


    Malam harinya sesuai janji Barak aku dan dia berkunjung kerumah Bibiku,Rumah yang aku tempati dulu saat kuliah,Bibi menyambutku dengan antusias dia sangat merindukanku,pamanku juga kebetulan ada di rumah,suami dari Bibiku ini yang bernama HILAL YUSUF merupakan pengusaha di bidang perhotelan dia dan Bibiku yang dulunya bernama FATIMAH FATAHILLAH tapi setelah menikah menjadi FATIMAH YUSUF.


    Mereka bertemu di kota ini saat Bibiku meneruskan pendidikannya di bangku kuliah,teman kuliah bertemu berteman saling jatuh hati ,lalu setelah lulus kuliah dan bekerja pamanku melamar Bibiku dan menikah,alhamdulillah rumah tangga mereka terlihat sangat harmonis,mereka hanya mempunyai Kak Hima dalam hidup mereka.


   Saat melihat Kak Hima menuruni tangga aku langsung menghampirinya dan kami berpelukan


"Masih ingat kamu sama Kak Hima mu ini"Kak Hima bicara saat kami masih berpelukan


"Aku benar_benar merindukan Kak Hima"


"Rindu tapi tidak mau cerita yang sebenarnya ia kan....?Kak Hima bicara bernada marah,kami bicara pelan ,aku sengaja takut Barak mendengar,pandangannya dari tadi sudah mengawasiku jadi aku harus lebih hati_hati


   Kami melepas pelukan kami aku menunduk dan berkata


"Maaf untuk yang ini aku belum bisa cerita"Aku sudah menangis dari tadi air mataku sudah mengslir deras


"Ngga' apa_apa aku paham kok"Kak Hima mengusap bahuku


"Tapi aku masih menunggu ceritamu"Kak Hima berbisik di telingaku dia pura_pura memelukku lagi dan mengusap punggungku


"Terimakasih"Aku mengangguk pelan sambil mengucapkan terimakasih


"Ayooooo....kita kesana ngumpul sama mereka "Kami berdua pun melangkah menuju ruang tamu disana sudah ada Barak dan paman yang sepertinya berbicara tentang bisnis mereka dan di samping pan Bibi yang tersenyum menyambut kami


"Kalian kok ngga' Kasih tahu dulu kalau mau kesini ,Bibi kan bisa masak lebih banyak,ini pertama kalinya Tuan Mubarak Hadi berkunjung kesini"Bibi bicara ramah


"Ahh....Bibi jangan memanggilku formal seperti itu panggil saja Barak seperti saat Nabila memanggilku"


"O....iya Nak Barak maaf"


"Iya Bi..paman ,tadi kebetulan Nabila tiba_tiba dia bilang rindu sama Bibi jadi setelah dari kantor kami langsung kesini"


"Di jalan tadi kami sudah makan kok Bi ....."Barak menjelaskan


"Sebenarnya Hima dari dulu mengagumi anda dan sepak terjang anda dalam Bisnis....."


"Benarkah"Barak melihat kearah kami


"Iya....calon adik ipar.....aku juga ngirim surat lamaran kerja ke kantor anda,tapi tidak di terima"

__ADS_1


"O......jadi gitu,terus sekarang Hima udah kerja atau apa"?


"Udah sihhh....saya udah kerja "Kak Hima menjawab dan menyebut tempat di mana dia bekerja.


"Tapi ngga' apa_apa kok calon adik ipar ,sekarang saya sudah senang di tempat kerjaku yang sekarang"


"Jangan bicara formal seperti itu,dan panggil saja dengan panggilan yang di gunakan Nabila,sebentar lagi kan kita jadi keluarga"


"Ya....ya....Barak ya....."Kak Hima mengangguk _nganggukkan kepalanya.


"Ting....tong.....ting...tong..."Terdengar suara Bel memecah pembicaraan kami.


     "Sepertinya ada tamu"Aku bicara santai


"He..."Paman nyengir


"Itu pasti dia ..."Aku mengernyit tidak mengerti ucapan paman


"Dia....siapa paman....?Aku bertanya penasaran


"Kamu buka sana Hima"Paman memerintah Kak Hima


"Aku ikut Kak Hima ,aku penasaran"Aku berdiri,sambil menatap Barak meminta persetujuannya,Aku berusaha santai sku sungguh penasaran ,semoga dugaanku benar,dia yang di maksud paman itu Ibam,aku ingin bertemu aku sudah sangat merindukan dia.


   Barak mengangguk memberiku persetujuan


"Ya....ikut sana biar paman yang nemenin tunangan kamu,takut  paman makan ya....tunangan kamu ini,sampe' mau buka pintu saja minta ijin"Paman menggodaku


  Akupun melangkah mengikuti Kak Hima


"Apa.....itu Ibam"Aky merangkul bahu Kak Hima dan berbisik


"Iyaa...."Kak Hima menganguk sambil tersenyum


"AHH____"Aku ingin berteriak senang,tapi Kak Hima menghentikanku


"Sssuuttss kamu jangan berisik"


"Aku tahu kamu di kekang sama tunangan kamu itu,dan tidak di perbolehkan menemui Ibam"


"Kak Hima tahu dari mana"?


"Tahu dari mana......"Kak Hima mengulang ucapanku


"Ya.....aku tahu sendiri lahh....kelihatan banget kali Nabila,Ponsel kamu mati tidak bisa di hubungin,setiap kamu keluar dari kantor selalu ada pengawal yang menemani dan mengawasi kamu"


"Kak Hima memang pengertian "Aku memasang wajah manis terharu


"Tapi kami menunggu kejujuran kamu Nabila,SE_CE_PAT_NYA_"


"SIAPPP...."Aku berlagak memberi hormat.


"Saat kamu kesini aku kaget lho,aku yakin Ibam pasti seneng"


   Kami melangkah sambil bicara ,dan sampai di depan pintu,aku langsung lari kecil dan segera memegang gagang pintu mendahului Kak Hima"


"Ngga' sabaran kamu"Kak  Hima menepuk bahuku


    Terbukalah pintu dan disana terlihat seorang pria tersenyum manis sahabatku Ibam,semula aku lihat dia tersenyum manis namun saat melihat aku yang ada di depanku,dua tersentak kaget


"KETUAA...."Ibam berteriak


"Suttssss"Aku menghentikan teriakan Ibam takut terdengar kedalam


"Waahh....kamu berani mendekati kakak ku ya ...."Aku menarik hidung Ibam


"Sudah lebih jauh sekarang ya ..."!Aku memindahkan cubitanku pada kedu pipinya


"Aduhhh.....sakit ketua"Ibam meringis mengusap hidung dan pipinya


"Hima.....lihat ketua mencubitku"Ibam merajuk pada Kak Hima


"Kamu aja takut sama dia apalagi aku"Kak Hima malah menatap Ibam malas


"Kami ini sudah satu hari Ibam,kalau aku bilang ya....Kak Hima juga bilang iya,kalau aku bilang tidak Kak Hima pasti bilang tidak juga.....ia....kan?Aku merangkul Kak Hima


"SIIIPPPPP...."Kami menyatukan jempol kami


"Tapi kalian co_______"Perkataan ku terhenti,apa ini,dia disini bersama Ibam,apa aku sedang menghayal,aku langsung terdiam dan terpaku menatap kearah orang itu


"Assalamu alaikum Bila"Dia Bilal ya dia Bilal dan hanya dia yang memanggilku Bila,orang yang sudah meninggalkanku ,dia tersenyum menawan seperti biasa,


     Jadi mereka sudah saling bertemu,Ibam dan Bilal,pasti Irfan dan juga Roy sudah bertemu dengan Bilal juga,dan mereka pasti sudah saling bertemu di belakangku tanpa aku,cemburu merongrong hatiku,mereka bisa bersama lagi seperti dulu,sedang aku terjebak dengan orang seperti Barak,aku ingin juga seperti dulu,aku ingin kembali mengulang semua kenakalan kami yang mampu membuat semua warga desa geleng_geleng,namun semua tak sama tak bisa sama lagi semua berubah,karena kepergian Bilal yang begitu saja pergi tanpa menjelaskan sesuatu


"Hehhh......"Aku tertawa sinis


"Kalian bersama"Air mata sudah mengalir tidak bisa di tahan.


"KALIAN SUDAH BERBAIKAN...."Aku berteriak histeris


"Kalian sudah bersama tanpa AKU tentunya.....IYAAA...."Aku bicara masih bernada sinis


"Ketua dengerin dulu"Ibam meraih lenganku berusaha menenangkanku,Kak Hima hanya diam begitu pula Bilal,dia mungkin sadar kalau dia sudah terlalu dalam menyakitiku,sehingga kedalaman itu tidak mampu di tutupi oleh kedatangannya,aku rindu....aku sangat merindukan dia,tapi sakit yang sudah dia torehkan tidak dapat aku buang begitu saja,luka itu masih sangat membekas sangat membekas.


"Dia....yang meninggalkan kita Ibam,dia mencampakkan kita Ibam,


KAMU TAHU ITU KAN"?


"Iya....iya...iya ....ketua...aku tahu itu dan aku sadar"Ibam mendekatiku dan berusaha membuatku tenang


"Lalu ini apa?


"Aku tidak tahan ketua ...."


"Ketua terlihat jauh,ketua seperti tidak tercapai,aku hawatir ,kami .....semua sangat hawatir,kami butuh bantuan,kami terluka melihat ketua seperti ini"


"Aku tidak terluka Ibam aku baik_baik saja"Ngga' kusangka kami skan berdebat di depan pintu,untung jarak antara ruang tamu dan pintu depan agak jauh dan tak terlihat jadi saya yakin Barak tidak akan mendengar hal ini ,kecuali Barak ada disini sekarang.


"Saya....tidak percaya sama sekali ketua...."


"Hehhh.....ketua yang aku kenal tidak mungkin setega itu menghancurkan seseorang,apalagi seseorang seperti Sajad yang begitu baik"Aku menunduk mendengar perkataan Ibam,aku memang terkenal dengan bagaimana aku begitu menghargai orang lain,walau itu akan menghancurkan diriku sendiri,aku akan tetap mengedepankan orang harga diri orang lain.


"Sajad hancur ketua .....dia terlihat sangat goyah,aku bisa menunggu kejujuran sampai ketua bersedia bercerita sendiri,tapi Sajad aku yakin dia akan hancur_sehancur nya jika menunggu hal itu"Ibam menyebut nama Sajad,aku yakin Sajad menemui Ibam dan mengeluarkan keluh kesahnya pada ibam


"Apa hubungan nya dia dengan hal ini"Aku bicara masih dengan terisak


"Karena aku masih yakin akan pengaruhnya pada diri ketua"


"Kamu lucu Ibam,pengaruh itu sudah hilang saat dia mengusirku dari hatinya"


"Aku mohon biarkan kami berusaha"


"Ketua.....lakukan apa yang menjadi keinginan ketua,dan biarkan kami mencari tahu ini"


"Please....ketua.. ...aku mohon,lagi pula aku terpaksa kok ,menerima dia"Ibam melirik kearah Bilal yang dari tadi melihat perdebatan kami


"Ya....ya...ya"Bilal menatap Ibam malas


"Sepertinya kamu sudah mulai berani padaku Ibam"Bilal bicara setengah mengejek Ibam


"Aku sudah tidak takut sama Bos...."Dasar Ibam ,katanya terpaksa ,tapi dia tetap manggil Bilal dengan panggilan Bos ...


"Beneran tidak takut....?


"Ya....iya lah,aku kan tidak pernah bohong,lagi pula hubungan kita udah putus"Ibam.dan Bilal malah betdebat seperti sepasang kekasih yang lagi bertengkar


"Kok aku jadi ngeri ya...?Kak Hima berceletuk


"Hubungan apa yang kalian maksud"Aku nyengir melihat wajah Kak Hima


"Bener Kak Hima,sebaiknya Kak Hima pikirin lagi,tentang Taaruf Kak Hima dan Ibam"Aku merangkul Kak Hima,sambil menyulut api emosi pada kak Hima


"Hehhh ...Bilal.....kamu jangan coba_coba merebut Ibam dariku ya ...."Kak Hima menunjuk_nunjuk Bilal, aku tersenyum senang mendengar ucapan Kak Hima, Bilal dan Ibam melongo tidak percaya.


"Sudah cukup seorang Nabila menjadi orang ketiga diantara kami dan sekarang di tambah lagi dengan dia dan parahnya dia laki _laki"


"Sungguh naas nasibku ini...Hikss.....hikss.....he...."Kak Hima terlihat sekali pura_pura menangis,sambil meletakkan telapak tangannya di dahi


"Kok aku juga di bawa_bawa Kak Hima"Aku menunjuk diriku sendiri,protes tidak terima.


"Sebaiknya kalian keluar dulu.....kami mau menyelesaikan urusan kami"Kak Hima mendorongku keluar,Kak Hima memberi isyarat pada Ibam untuk mendorong Bilal keluar juga,dan aku melihat semua itu


"Tapi....tapi ...Kak Hima,Kak Hima jangan.gini dong"


"Kak Hima ini ngga' lucu"Aku berusaha dengan memelas

__ADS_1


Aku masih bertahan namun Kak Hima tetep berhasil membuatku berada di luar begitu pula Bilal,dan sekarang aku berdua dengan Bilal di luar.


    


__ADS_2