2 BIL

2 BIL
Bagian 13


__ADS_3

  New life and bad news


Aku duduk sendiri di teras rumah tatapanku kedepan tapi tampak kosong seperti tidak ada apa_apa


Pikiranku juga terasa kosong


aku tidak merasakan apapun baik itu sedih maupun bahagia aku disini tapi jiwaku hilang entah kemana.


"Apa dia...pergi..?Itu suara Abi siapa yang di tanyakan Abi aku ngga' tahu apa aku penasaran atau apa sehingga aku langsung menoleh kearah Abi dan menatapnya penuh heran karena aku tidak pernah bercerita pada Abi tentang kepergian Bilal tapi dari mana Abi tahu.....


Ya..memang Abi dulu merupakan teman dari ayahnya Bilal tapi hubungan persahabatan itu renggang karena suatu permasalahan yang terjadi dan...


  Mungkin juga Abi menebak dari sikapku yang berubah tidak ceria seperti biasa dan hanya diam di rumah tidak keluyuran kerjaanku hanya bengong dan melamun dan seperti tidak peduli dengan yang lain.


"Siapa maksud Abi "?Aku balik bertanya ,pura_pura tidak mengerti maksud omongan Abi


Abi duduk di kursi yang ada di sampingku


"Siapa lagi kalau bukan Bilalmu itu"!


"Abi tahu dari mana kalau Bilal sudah pergi"!


"Dari...ayahnya Bilal"!Aku mengernyitkan dahiku tidak menyangka akan hal ini


"Jadi kalian sudah bersahabat lagi.."?


"Kalian bersekongkol memisahkan kami ...ia...Abi.."!Wajahku seketika memerah amarah menghampiriku setelah mendengar perkataan Abi


padahal aku tidak pernah marah didepan Abi tapi kali ini aku merasa tidak sanggup menahannya,aku merasa di hianati oleh Abi padahal selama ini hanya Abi yang mendukung hubunganku dengan Bilal


"Haaahhh..."!Abi menghela nafasnya


dia menatapku


"Dia meminta tolong pada Abi,menyuruh Abi untuk membawamu pulang untuk sementara waktu agar bisa jauh dari Bilal


Supaya dia bisa membujuk Bilal untuk menuruti kemauannya"!


"Lalu Abi menyanggupinya?Aku berucap dengan sinis


mengalirlah air mataku dan dadaku terasa sesak


"Abi kira ayah Bilal tidak akan mampu membujuk Bilal "!


"Buktinya dia bisa melakukan itu "!


"Abi kira cinta Bilal kepada anakku ini sangat besar dan tidak akan terbujuk oleh perkataan ayahnya"!Abi mengelus kepalaku penuh kasih


" Namun apa yang terjadi sekarang dia pergi"!


"SAKINA NABILA anakku kamu kan tahu Abi adalah orang yang paling mendukung hubungan kalian"!Abi menangkup pipiku membuatku memandang kearahnya


"Ayah Bilal tidak mengatakan apa_apa"?Abi menaruh kepalaku dalam dekapannya dia paling tahu kalau aku dalam keadaan rapuh


"Dia bilang dia ingin minta tolong untuk yang terakhir kalinya sebagai seorang sahabat ,dia akan membujuk Bilal untuk yang terakhir kalinya juga jika kali ini dia tidak berhasil dia bilang dia akan menyerah dan akan membiarkanmu dan Bilal bersama tanpa adanya gangguan"!aku kaget dan memandang kearah Abi


"Apa ayah Bilal tidak mengatakan apa yang ia gunakan untuk membujuk Bilal"!


"Tidak..."!Abi menggelengkan kepalanya,aku menunduk lesu


Dan makin mempererat dekapanku pada Abi


"Kamu tahu kina...siapa pemilik yang sebenar_benarnya dari Bilal"?Aku mengangkat kepalaku lagi dan menatap Abi


"Iaaa...Abi aku tahu...Dialah pemilik segala yang ada di dunia ini dan yang menguasainya termasuk Bilal yang hanya seorang manusia biasa"!


"Jadi seharusnya kamu tahu kemana seharusnya kamu meminta Bilal agar dia bisa kembali seperti dulu"!


"Sekarang sudah waktunya kamu berubah nak,tataplah masa depanmu walau tanpa Bilal"!


"Aku tahu Abi"!Aku makin menangis dengan sangat terisak


"Tapi ini terlalu tiba_tiba tidak ada peringatan apa_apa dari mereka


kenapa keluarga Bilal tega kepaku Abi padahal mereka tahu begitu bergantungnya aku pada Bilal aku bukannya tidak mau mengingat apa yang terjadi waktu itu tapi itu hilang sendiri dari ingatanku Abi ,seharusnya mereka memahami itu semua,bahkan aku yang paling tertekan dalam hal ini ,tapi mereka tidak mau mengerti mereka sungguh tega"!Aku makin menangis dengan keras


"Sudah jangan menangis lagi sekarang berubahlah, kamu ingin berubah untuk siapa dan mengapa itu terserah


yang penting sekarang Abi harap kamu menatap masa depanmu dan meraih apa yang kamu inginkan"!


"Ia ..bi aku ngerti maksud Abi"!


"Tapi untuk sekarang bisakan aku istirahat dan ingin menyendiri dulu nanti aku akan bicara pada Abi jika aku sudah mengambil keputusan"!


"Baiklah nak...."!

__ADS_1


"Istirahat yang baik jangan banyak begadang "!Abi mencium keningku dan pergi meninggalkanku sendiri sesuai permintaanku tadi


  Bilal aku tidak menyangka kamu bisa memperlakukanku seperti ini sekarang bahkan aku bingung harus berdoa agar kita bisa bertemu lagi atau agar kita tidak usah di pertemukan lagi


  Sungguh sekarang saja aku sudah merindukanmu setengah mati namun aku bingung harus bersikap bagaimana saat kita bertemu lagi .


😊😊😊😊😊


  Awal yang baru


Aku memutuskan untuk meneruskan pendidikanku tapi bukan disini aku minta pada Abi untuk meneruskan pendidikanku di kota.


  Dan disinilah aku tinggal dengan bibiku saudara dari ibuku ,ini sudah ketentuan Abi aku tidak boleh tinggal sendirian dikota besar yang terkenal dengan kerawanannya akan tindakan kriminalnya,


Aku menerima semua ini tanpa banyak membantah,aku sangat suka bibiku dia baik penuh kasih sayang seperti umiku


  Dan juga dia punya seorang anak perempuan yang lebih tua cuma setahun denganku,dan kami memang sudah akrab namanya RAHIMA YUSUF....aku memanggilnya kak hima ,aku akan kuliah di fakultas yang sama dengan kak hima


  Sedang kabar temanku yang lainnya mereka juga memutuskan untuk meneruskan pendidikan mereka ini juga atas perintah dari ketua...yaitu aku,mereka langsung mau dan sudah berjanji untuk saling memberi kabar via telfon dan saluran hubungan internet yang lainnya


  Irfan dan Roy mengikuti jejak Bilal mereka meneruskan pendidikannya di luar negri sedang Ibam berada di kota yang sama denganku tapi dia di fakultas lain....


   Aku di cafe janjian makan siang bersama Ibam..


"Aku sampai duluan disini dan tak lama aku melihat Ibam melambaikan tangannya padaku


"Rajin amat ketua ....bisa nyampe' duluan ngga' biasanya"!Setelah nyampe' dan langsung duduk di kursi yang ada di depanku Ibam malah ngomong nyerocos panjang lebar


"Kamu ini  .....aku tepat waktu kamu protes aku terlambat juga kamu protes"!Aku pura_pura cemberut pada Ibam,kami udah sering bertemu kalau ada waktu luang karena disini hanya tinggal kita yang ada di indonesia,


   Masalah Bilal kami semua berusaha untuk tidak membahasnya lagi


selain malas kami juga tidak ingin membuka luka yang sudah kering


Anggap selama ini waktu yang sudah menyembuhkan kami dari luka yang sudah di torehkan Bilal pada kami ,dan juga mereka sangat menyayangiku mereka ingin aku untuk melupakan Bilal semoga saja itu bisa aku lakukan...


  "Kita VC an sama yang lain yuk..."!


Kami sering juga Video Call sama Irfan dan Roy ,kebetulan mereka satu fakultas jadi mereka juga sering ngumpul seperti aku dan Ibam


"Ayoooolah.."!Ibam membalas dengan semangat


Dan mulai membuka Hp nya dan menghubungi Irfan dan Roy dengan Video call


  Tak lama terpampanglah wajah Irfan dan Roy mereka melambaikan tangan mereka kearah kami


"Biasa ketua kami lagi ngumpul di Apartemen kami tadi sudah selesai dengan  tugas_tugas kami"!ini sudah 6 bulan berlalu semenjak bilal pergi dan kami mulai meneruskan pendidikan kami ke jenjang perkuliahan


   Walau jarak memisahkan kami aku dan Ibam di indonesia dan mereka di luar negri mereka masih mau menerima panggilan telfon kami dan ini sudah menjadi obat kerinduan buat kami dan kenapa Bilal tidak bisa juga melakukan hal ini ,padahal aku akan sangat senang sekali walau hanya lewat via telfon


"Hahhhhh...sudahlah jangan membahas Bilal lagi ...."!Aku bergumam sendiri


  Sekian lama kami ngobrol mereka selalu bisa membuatku tertawa lepas membicaran dari hal yang penting dan juga hal yang tidak penting .


   Hinga Irfan membuka pembicaraan yang sangat sensitif dan hal yang sensitif itu adalah tentang Bilal


"Waahh....ketua makin cantik aja..."!Irfan memujiku yang sekarang terlihat lebih tertutup dengan Hijab yang menghiasi kepalaku aku memutuskan untuk berubah dari segi pandangan dan penampilan jadilah aku terlihat seperti ini memjadi wanita yang berhijab


"Jangan coba_coba merayunya nanti si Bos Bilal marah"!Duuuuuarrr....


keluar lagi nama yang sudah lama tidak kami sebut,aku ngga' tahu apa maksud dari Roy sehingga menyebut namanya ,dari dulu sihh memang Bilal akan selalu marah jika ada orang yang berani memuji dan merayuku bahkan bisa berakhir dengan perkelahian yang sangat sengit jadi ini sudah menjadi kebiasaan mereka yang terlihat takut saat ingin memberiku gombalan karena Bilal memang orangnya sangat posesif


"Maaf ketua ngga' sengaja kesebut namanya..."!Roy meminta maaf


"Udahh...santai"!


"Sekarang aku udah agak terbiasa hidup tanpa dia,kalian lihat sendiri aku baik_baik saja...


"Sebelumnya maaf  sekali lagi ketua"! "Sebenarnya....."!mereka terlihat ragu untuk mengatakannya


"Sebenarnya kalian mempunyai kabar tentang Bilal ia kan....?Aku langsung menyambung omongan mereka yang terlihat ragu dan agak lama untuk mengutarakannya


"Waaahhh...ketua memang penebak yang jenius"!Roy berusaha mencairkan suasana


"Sudaahhhh....jangan kelamaan "!


"Bisa_bisa kalian membuat ku mati penasaran"!


"Jangan dong ketua....kalau ketua mati nanti kami cari di mana lagi ketua yang sangat adil dan bijaksana seperti ketua"!Mereka malah makin ngelantur,aku langsung memberi mereka tatapan mautku


"Okeee....oke..sabar dong ketua.."!mereka mengangkat tangan mereka tanda menyerah dan mengalah disampingku Ibam cengengesan...melihat wajah ketakutan Irfan dan Royy..


"Rasaiinnn kaliann"!Ibam mengejek wajah ketakutan Irfan dan Roy,mereka bukannya takut padaku cuma mereka memang tidak ingin aku marah dan bersedih karena kasih sayang mereka padaku aku mengerti akan hal itu dan aku juga sangat menyayangi mereka


"Sekali lagi kami tekankan "!Irfan terlihat serius

__ADS_1


"Beneran ketua udah siap mendengar berita tentang si Boss Bilal"?


"Iaa....Irfan aku bisa dan siap apapun beritanya"!Aku membalas keseriusan mereka


"Maaf ya...."!Aku tersenyum


"Aku menyeret kalian dengan peliknya urusan kami sehingga kalian tidak bebas seperti dulu dalam berbicara karena takut aku terluka,jujur aku masih ingin mendengar berita tentang dia ,jadi katakan saja baik itu berita buruk maupun berita bagus aku akan menyikapinya dengan tabah


"Kami dengar dia akan menikah..."!Itu suara Roy .....


Seketika suasana sunyi tidak terdengar apa_apa ,semua suara tak terdengar di pendengaranku aku seperti sejenak hilang dari permukaan bumi


Irfan Roy dan Ibam juga ikut terdiam mereka menunggu reaksiku .


"Sudah kuduga...."!Aku tersenyum masam,semuanya hanya diam tidak membalas ucapanku,mereka tahu aku sangat terluka saat ini


"Haaahhhhh..."!aku menghela nafasku


"Aku ke toilet dulu ya....."!Aku berencana untuk mendinginkan kepalaku yang tiba_tiba serasa mau pecah,hanya sesak dan tertekan yang aku rasakan


sekarang tidak ada genangan air mata di pelupuk mataku aku sudah lama tidak mengeluarkannya saat memutuskan untuk melanjutkan hidupku


Aku berdiri hendak berlalu dan menuju ke toilet


"Tidak bisakah ketua menumpahkan segala perasaan gundah ketua disini bersama kami,menangislah dengan kami ketua..kami siap menjadi sandaran ketua"!Perkataan Ibam membuatku menoleh dan membalik badanku kearahnya,dan video callnya juga masih berjalan jadi Irfan dan Roy juga mendengar ucapan Ibam


"Ibam..Irfan Roy"!Aku menyebut nama mereka satu_satu akhirnya aku mendudukkan badanku lagi di kursi


"Ngga' usah hawatir aku cuma ingin mendinginkan kepala sebentar ,kalian percaya dehhh...aku benar_benar tidak ingin menangis lagi karena Bilal,sekarang ini saya sedang berusaha ... jadi kalian dukung aku ya...."!Aku menatap mereka semua memberikan ke yakinan


Namun Ibam malah melakukan hal yang tidak aku duga sama sekali dia turun dari kursinya dan berlutut di depanku dia mengenggam tanganku yang sudah terasa dingin karena kaget mendengar kabar tentang Bilal


"Ibam apa sihh..."!aku merasa risih dengan sikap Ibam takut orang sekitar berpikir yang macam_macam inikan tempat umum


Ibam menatapku ...


"Jadikanlah aku sebagai pelarianmu ketua...aku rela, ikhlas bahkan sangat senang jika ketua melakukan itu"!Aku tidak kaget mendengar ucapan Ibam ,karena aku tahu perasaan Ibam terhadapku


"Ibam aku mohon jangan begini"!


Aku membalas ucapan Ibam dengan perasaan sedih


"Ketua...selalu begini,apa ketua tidak mikirin perasaan kami semua,"!Aku menunduk mendengar amarah Ibam,aku sadar dia memilki perasaan yang sama dengan Bilal padaku ,bukan hanya dia tapi Roy dan juga Irfan ,tapi mungkin mereka memilih untuk mengalah karena melihat bagaimana begitu ketergantungannya aku pada Bilal


"Kami hancur melihat ketua begitu terluka karena ulah si Bos ngga' bertanggung jawab itu ,kami ikut sakit saat melihat ketua menangis,kami ngga' mau lagi melihat ketua terluka lupakan dia ketua jadikan saja kami sebagai pelarian pilih salah satu di antara kami


kami ikhlas dan kami semua akan selalu menjaga ketua dengan segenap jiwa dan raga kami...."!Ibam memberi tatapan memohon padaku


"Terimakasih....kalian memang bisa di andalkan..."!Aku tersenyum penuh haru melihat dan mendengar pengorbanan mereka untukku


"Tapi kalian bodoh..."!aku mencubit lengan Ibam membuat dia meringis itu membuatku tersenyum geli


"Kalian kira aku rela apa membuat kalian bersedih dan hanya menjadikan kalian pelarian ....


"Apa selama ini kalian tidak merasa sudah aku jadikan sebagai pelarian,apa kalian ngga' ingat


saat aku butuh hiburan siapa yang aku cari ,kalian kan....


Saat aku sedang sedih dan sedang down siapa yang pertama aku hubungi kalian tentunya apa lagi saat aku sedang lapar dan ingin makan sesuatu"!Semuanya tertawa mendengar omonganku


kalian selalu bisa di andalkan pokoknya kalian segalanya buatku


Dan yang sudah meninggalkan kita sebaiknya kita bungkus kenangannya dan kita buang ke laut okeee...."!Aku mengacungkan jempolku tanda pemberian setuju dan semangat


yang lain juga ikut mengacungkan jempolnya lalu kami saling menempelkannya dan mengangkatnya keatas dan berkata OKEEE....secara bersamaan


itu dulu sering kami lakukan jika kami ingin menambah semangat kami...


"Aku jujur aku terluka dengan kepergian Bilal ,tapi mau gimana lagi ....dia sendiri yang pergi ....


Dan kuharap dia tidak menyesal karena aku merasa sekarang aku mulai move on dehhh..."!


"Kalian akan mendukungku kan jika aku move on dan menemukan cowok lain "?Aku menatap mereka semua menunggu jawaban mereka


"Tentu....ketua...dukungan kami selalu kepadamu"!


"Walau cowok itu bukan kalian ..."?


"Iaa..ketua jangan hawatirin kami,yang penting ketua bahagia kami akan ikut bahagia..."!


"Walau agak sakit hati tapi kami rela dari pada ketua menangis ngga' tentu arah"!Ibam berseloroh menambah senyum di wajah kami semua


"OKEEE ..."!kami melakukan hal yang sama dengan tadi dan berteriak bersama


"OKEEEEEE....."!kami serempak berteriak membuat orang_orang di sekitar Cafe memandang kearah kami...

__ADS_1


😉😉😉😉😉


__ADS_2