
Berpisah 2
4 hari sudah aku berada di rumahku setiap hari aku lewati dengan bermanja pada umi ,memasak bersama makan bersama dan mengobrol di malam hari sampai kami mengantuk dan setelah itu kami istirahat di kamar
Aku berusaha menghalau tekanan di jantungku saat melihat foto kakakku
Aku menghindarinya dengan tidak memandang foto itu
Umi ku orang yang sangat penyayang dari dulu dia tidak pernah membedakan kasih sayang nya pada kami,aku tahu bukan hanya aku yang terpukul akan kepergian kakak tapi mereka sebagai orang tua pastinya lebih terpukul
"Nak....kapan kamu akan memutuskan untuk meneruskan pendidikanmu ,"!Malam itu saat kami sedang mengobrol bersama Abi dan umi
"Segera Abi ....Abi ngga' usah hawatir"!Aku menjawabnya saat masih ada dalam dekapannya saat itu kami sedang nonton bersama
"Apapun jurusan yang kau pilih kami pasti mendukungmu"!
"Oke...Abi..."!
"Dan satu lagi..."!Abi membelai rambutku
"Kapan ini akan kamu tutup sesuai dengan syariat islam nak"!
"Ehmmm....segera Abi"!Aku menjawab dengan malas
Abi memang tidak pernah memaksakan kehendaknya ,tapi dia tetap memberi nasehat pada kami
Mungkin karena aku pernah mengalami sebuah tragedi dimana tragedi itu tidak aku ingat
Mereka seakan memberi kebebasan padaku ,namun aku tahu Abi juga slalu menyuruh salah satu santrinya untuk mengawasi kami ,melihat seperti apa pergaulan kami ,jadi dia sangat percaya padaku dan juga pada temanku yang lain dan Abi juga kenal dekat dengan keluarga teman_temanku itu
Apalagi mereka semua ...termasuk Bilal merupakan mantan santri nya Abi ..jadi Abi sangat percaya pada kami semua
Mungkin satu yang di hawatirin Abi yaitu kami yang tidak memikirkan masa depan
Kami sepakat berjanji pada keluarga kami semua bahwa kami akan meneruskan pendidikan kami setelah kami istirahat selama setahun
"Apa Abi terlalu menuntutmu ,Apa kamu tertekan dengan semua keinginan Abi sehingga kamu tidak betah di rumah
"Abi jangan bertanya begitu
bukan itu alasanku tidak betah di sini"!Aku langsung menangis
Ibu menghampiriku dia ikut memelukku
"Aku sayang Abi Aku sayang Umi
Maafkan anakmu ini Abi ,Umi"!tangisanku makin kencang
"Apa karena kakak.....?Aku kaget mendengar pertanyaan Abi
"Abiii....jangan ungkit itu"Ibu brusaha mencegah Abi
"Tidak umi ....kina harus jujur
Abi tidak mau dia menyimpannya sendiri"!Abi kekeh dengan pendiriannya
"Sekarang kamu harus jujur nak
Jangan simpan semuannya sendiri berbagilah dengan kami orang tua mu"!
"ABI...UMII..."
"Apa kamu ingat sesuatu"?Abi bertanya tentang ingatanku yang hilang begitu saja
"Engga' Abi...."!
"Cuma ..."!Aku berhenti sebentar
"Cuma kina seperti tertekan ketika melihat fotonya kakak "Badanku tegak aku menatap Abi
Umi masih menggenggam tanganku
"Apa kamu hanya merasa begitu ?
"Badanmu tidak bergetar dan kepalamu tidak pusing"!kenapa Abi bertanya seperti itu apa Abi tahu selama ini aku sering mengalami itu
"Kenapa Abi bertanya seperti itu"?aku menatap Abi heran
"Sebenarnya setelah peristiwa itu ,dokter bilang kemungkinan besar kamu akan mengalami trauma"!
"Lalu Abi bertanya biasanya apa aja gejala yang di alami orang yang sedang trauma
Lalu dokter mengatakan itu semua..."!Abi masih menatapku dalam
"Engga' kok bi Alhamdulillah kina ngga' mengalami itu semua"!aku menunduk berusaha menyembunyikan sesuatu
Maaf Abi aku terpaksa berbohong padamu
"Alhamdulillah...kalau begitu..."!
"Apa perlu kita konsultasi dengan dokter dan mengatakan semua ketakutanmu saat melihat foto kakak"!
"Ngga' usah bi ...aku baik_baiksaja kok"!aku menolak Abi dengan halus
"Ia...ngga' apa_apa"!
"Kina kekamar dulu ya....Abi ,umi .."!
"Kina udah ngantuk"!aku pamit untuk masuk kekamarku
"Ya....sudah "!
"Tidur yang nyenyak...ya..."!aku berdiri dan melangkah menuju kamar ku
Aku hendak membuka pintu kamarku ,namun aku berhenti dan pandanganku tertuju pada kamar di sebelahku yang merupakan kamar dari kakakku
__ADS_1
Aku berjalan kearah kamar kakakku kupegang heandel pintunya kuputar lalu kudorong pelan dan terbukalah kamar itu masih rapi karena ibu selalu merapikannya
Di meja ada 2 foto kecil satu fotoku dan kakaku satunya lagi foto kami sekeluarga waktu dia menikah dengan pujaan hatinya
Aku mengambil foto yang ada diriku dan kakaku
Kupandangi senyum kakakku yang begitu manis foto itu diambil saat aku baru lulus dari sekolah dasar
Badanku langsung gemetar air mataku langsung mengalir
"Kakk....Bina..."!ya kakaku yang sangat aku sayangi dia gadis yang begitu cantik Abi dan umi memberinya nama Dewi shabina fatahillah
"Nama yang begitu manis"!
Aku merasa tidak kuat menahan ini aku segera berlari keluar dan segera masuk ke kamarku
Aku menangis meraung_raung di tempat tidurku
Tekanan ini aku benar_benar tidak mengerti
Apa yang aku alami sehingga aku merasa seperti ini
Aku merasakan perasaan bersalah yang begitu besar ,tekanan batin yang tidak aku mengerti
Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi hanya aku yang tahu
Namun peristiwa itu menghilang dari ingatanku
Tangisku sudah reda tak terasa aku tertidur ,namun ada suara yang mengusikku
"Srekkk...srekkk..srekkk.."!Namun aku tak menghiraukannya aku tidak membuka matamu berusaha untuk terlelap lagi
"Tok..tokk..tok..."!sekarang malah seperti suara ketukan
Aku masih tidak memperdulikannya
Namunnn
"Tok...tok...tok ."! Suara itu terdengar lagi ..
"Apa...sih.."!dengan rasa kesal akhirnya aku membuka mataku
Dan berjalan menuju pintu
"Ceklek..."Namun kosong tidak ada orang
"Tok..tok..tok..."Hahh...aku menoleh kedalam ternyata suara itu berasal dari jendela kamarku
Aku langsung gemetar dan merasa takut,aku diamkan suara itu dan aku hanya berdiri memandang jendelaku
"Dddrrtt drrtttt...."Ponselku bergetar,aku langsung mengambilnya dan alhamdulillah itu telfon dari Bilal
Aku segera mengangkatnya
"Halo...bilal"Aku berbicara dengan serak karena habis menangis dan bangun tidur
"Apa....kalian di luar "!
"Ya...di depan jendela kamu"!
Aku langsung berjalan menghampiri jendelaku dan membukanya
"He..he..he kangen"!Langsung terlihat wajah Bilal yang sialnya terlihat tampan dia tersenyum cenge..ngesan
"Kalian...ayo...cepetan naik..."!aku mematikan telfonku dan menyuruh mereka untuk segera masuk di luar dingin lagi.
Mereka semuapun masuk
"Huhh....akhirnya kamu membuka jendela kamu ketua dari tadi kami gedor_gedor..."!
"Ya....suruh siapa kalian masuk lewat jendela kan saya kira itu maling..."!
"Ini semua ide nya orang yang paling bandel diantara kami..."!Semua menatap Bilal memberi wajah kesel pada Bilal
"Dia bilang rindu berat nga' sanggup nungu 3 hari lagi udah ngga' kuat katanya ..."!Ibam berbicara sambil duduk di sofa kamarku
Diikuti Irfan dan Roy sedang Bilal masih berdiri memandangku penuh Arti dari dia masuk ke kamarku
"Karena kami dilarang menemui kamu tidak ada jalan lain ,kami lewat dari jalan yang terlarang"!Bilal berusaha membela diri
"Dasar...anak bandel...."!Aku meninju lengan Bilal
"Kucel amet kamu....."!Bilal terlihat agak lusuh tapi tetap terlihat tampan
"Dampak ketidak adanya seorang ketua membuat kami semua hilang arah ...."!Irfan bicara sambil pura_pura mengiba😔😔😔
"Wajah kami semua terlihat sendu ,apa lagi Bilal kerjanya cuma murung ,melamun ,bahkan marah_marah ngga' beralasan"Ibam menambahi
"Dan satu yang paling kami tidak suka,dia lupa untuk mandi"Roy ikut_ikutan
"Jangan membahas yang sudah berlalu....ayo kita ngobrol..."Bilal menghentikan ocehan teman_temannya
"Ketua kami haus ,dan lapar ,kalau ketua ngga' ada Bilal jadi pelit"!
"Sial....kalian sepertinya minta di cekek ya....dari tadi ngejelekin mulu"Bilal memelototi ketiga temennya
"Aku ambilin minum dulu...ya..."Aku keluar menuju kedapur hendak mengambil minuman dan makanan kecil untuk teman_temanku itu
"Kalian...diam di sini jangan berisik
Aku bantuin Bila dulu di dapur ,dasar kalian maruk...padahal tadi sudah makan di warteg"Bilal memberi perintah pada ketiga temennya yang di balas cengiran oleh mereka
"Awas jangan berisik nanti orang tua Bila bangun kalau mereka sampai tahu nanti kita tambah di larang menemui Bila"!Bilal masih berceramah panjang lebar
"OKE....BOS BILAL"!mereka menjawab serempak tapi dengan suara pelan
__ADS_1
Aku mengambil nampan dan menyusun minuman dan tak lupa cemilan juga...
"Haii...."Tiba_tiba ada suara sapaan yang walaupun sangat terdengar pelan tetep aja membuatku kaget
"Bilal kamu ngagetin aja .."Aku mencubit perut bilal
"Apa kamu tidak takut ketauan Abi"?
"Insyaallah engga'"Bilal menjawab dengan cengiran
Aku meletakkan kembali nampan yang berisi minuman tadi
Dan menatap Bilal penuh arti
"Bolehkah aku mendapatkan pelukan"?aku memang selalu meminta untuk di peluk saat aku lagi merasa sesak dalam hidup
Dan saat aku meminta hal itu Bilal langsung mengerti bahwa aku lagi sedih
Bilal langsung menarikku dan mendekapku
"Lagi sedih...hah...."?
"Hahh...."!aku menghela nafasku
Pelukan Bilal slalu bisa membuatku tenang
"Jangan bertanya dulu "Bilal pun hanya diam dia tidak protes dengan sikapku yang tidak membagi kesedihan ku padanya
Selama ini dia slalu menungguku untuk mengungkapnya sendiri tanpa di minta
"Semalaman juga aku mau begini"!
"Tapi ...."!
"Aku takut kepergok sama Abi dan Umi kamu...."!
"Kalau dinikahkan sih aku ikhlas dan senang hati,tapi aku takut mereka bakalan misahin kita"!
"Aku bisa mati karena tidak bisa bernafas ....karena nafasku ada di kamu Bila"!
"AWWWW....."!aku mencubit perut Bilal kemudian
Kami mengakhiri acara peluk_pelukan kami dan berjalan menuju kekamarku yang di sana sudah ada teman_teman kami
Kami mengobrol bermain bercanda bersama kira_kira sampai jam 12
Mereka memutuskan untuk pulang
"Irfan Roy dan Ibam sudah ada di bawah,sedang Bilal seakan berat untuk meninggalkanku
"Aku nginep aja yah....."!Bilal memanyunkan bibirnya
"3 hari lagi kita ketemu....
" Kan.. Abi bilang setelah ini aku bebas"!
"Tapi aku ngga' kuat ,aku ngga' bisa sehari ngga' lihat kamu"!
"Kamu ini .."!aku memukul bahu Bilal
"Kamu tahu setiap pagi hari aku selalu berdiri di balkon kamarku menikmati udara pagi "!
"Kamu bisa pura_pura lari pagi hari
"Atau pura_pura lewat atau alasan yang lain "!
"Ia...ya...kok aku ngga' mikir sampai situ"!Bilal mengetuk_ngetuk pelipisnya
"Makanya akal di perbanyak ,jangan amarah emosi aja yang kamu banyakin"!
"Oke...Bilaku sayangku cantikku
Pokoknya semuanya punyaku"!Bilal mencubit kedua pipiku
"Duk....duk...."!ada yang menggoyang_goyangkan tangga
Kami langsung melihat kebawah
Terlihat Ibam melambai_lambaikan tangannya mengajak Bilal pulang
"Aku pulang dulu ya.....besok tunggu aku ,jangan kedalam kamar dulu tunggu aku ,setelah aku bisa melihat kamu ,baru kamu masuk kedalam ya....."?
"Oke....boss...👌👌👌👌"!aku memberi tanda oke
Bilal pun turun setelah sampai kebawah dia masih memandangku
Aku melambaikan tanganku
Bilal masih diam menatapku
"Udah....pulang...."!aku menyuruh Bilal pulang yang seakan tidak mau beranjak dari tempatnya
"Ayo....pulang aduhh...susah kalau udah cinta setengah tiang eehh...maksudnya setengah mati"!Ibam berseloroh sambil menyeret Bilal yang masih menatap keatas
Melihat Bilanya
Aku melambai dan tersenyum ...
Bilal melipat tangannya dan meletakkan nya dipipinya lalu memiringkannya memberi isyarat menyuruhku untuk tidur nyenyak
👌👌👌"!sekali lagi aku memberi kode oke
Merekapun sudah tak terlihat
Akupun masuk kedalam kamarku dan tidur....
__ADS_1