
MENGABAIKAN
flash 🔙
Saat itu kami baru mendengar tentang lulusnya kami dari sekolah menengah Atas/SMA
kami memutuskan untuk berpesta pora saling mengecat baju dengan tulisan yang ngga' penting meniru gaya perayaan anak_anak kota
Namun disini kasian Irfan dia mendapat titah dari ibundanya supaya dia tidak mengotori bajunya dan meniru kegiatan perusuhan dengan mencoret_coret seragam yang terakhir kali kami gunakan
Kata ibunda Irfan seragam Irfan itu masih bagus"Yaiyalah masih bagus Irfan kan terkenal dengan kerapiannya ..."!
Karena masih bagus dan masih bisa di pake' lagi ibunda Irfan menyuruhnya untuk tidak mencorat_coret seragamnya dan harus pulang dalam keadaan yang sama sebagaimana dia berangkat
"Kita pake' apa nih...corat coretnya nih"!tanyaku pada Ibam
"Kita pake' spidol____"!Bilal Ibam dan Roy
Menjawab dengan semangat
Sedang Irfan hanya duduk manis di kantin sekolah sambil membaca sebuah buku
"SPIDOL APAAAAA..."?aku berkelakar lagi
"SPIDOL PERMANEEEEEENNNNNN"!kami berempat menjawab serempak
"Aku ngga' ikutan dehh.....aku disini aja nunggu kalian"!Irfan berusaha membujuk kami untuk tidak ikut serta dalam acara terakhr kami yang kami rencanakan akan rusuh_serusuh_rusuhnya...
"Tadi kan udah aku jelasin alasannya..."!
"Ya...please kalian ngerti ya .."!Irfan berusaha memberi tatapan sedihnya pada kami
"OOOOO.......YAAA..."!kami bersuara bersamaan dan memandang ke arah Irfan
"Ketua....jangan dòooongg"!
"Jangan di kasih perintah macam_macam"!Irfan memohon dia sudah paham
tentang akal bulusku yang bakal aneh dan menyiksa
semua menatap kearahku menungu apa titah selanjutnya dari sang ketua yaitu saya
"YAAAANG..TIDAK MAU DI CORET DAPAT CORETAN PERTAMA..."Aku berteriak sekeras_kerasnya..
Irfan langsung berdiri dan secepat kilat melarikan diri dari hadapan kami"!
"Ayooo....kejar...sampai dapat.."Kami berlari mengejar Irfan dia berlari kearah lapangan
Sudah banyak siswa yang lain yang sudah saling corat coret sedang kami masih bersih kami sedang mengejar Irfan yang tidak mau di coret
"Seragam Irfan harus menjadi yang pertama TERCORETTTTT..."Aku memberikan titah berlagak seperti ketua yang berkuasa
"AYOOOO....kita harus menangkap Irfan secepatnya"Kita semua berlari mengejar Irfan dengan sepenuh tenaga ada satu yang kami lupakan
Irfan merupakan siswa yang sering mengikuti ajang lomba lari dan dia sangat jago dalam lari kami semua tidak ada yang bisa menandinginya
"HUHHJ...HUHHH..HUHH..HUHHH"! Suara deru nafas kami semua berhenti sejenak karena sudah kecapean begitu pula Irfan dia juga berhenti mengambil nafas seperti kami tapi badannya masih tegak berdiri sedang kami sudah selonjoran di tanah
"Bagaimana masih kuat.......melawan seorang atlet...?Irfan mengolok kami yang terlihat sangat letih
"KAMU MENYERAH ...."Bilal menunjuk Irfan seperti memberi titah
"Saya belikan kamu seragam baru ...."Bilal mencoba mendapatkan sesuatu yang dia inginkan dengan memakai kekuasaan uangnya yang begitu melimpah
"OHHH....YA...."Irfan tersenyum ceria
"EEMMMMMM"Irfan memasang muka pura_pura mikir
"DUA SERAGAM BARU ......SERAGAM SMA DAN SERAGAM SMP TERBARU DAN TERMAHAL"Irfan sungguh menggunakan kesempatan dengan baik ,dia malah meminta 2 seragam
Dia memang punya 2 adik Yang masih sekolah
"OKE...DEALLLLL..."Bilal berdiri langsung berlari menghampiri irfan dan langsung merangkul Irfan
dan mengunci pergerakan Irfan
"Ternyata atlet lari tercepat yang ngga' ada tandingannya dan ngga' terkalahkan..
bisa di kalahkan oleh kekuatan uang..."Bilal masih memegangi Irfan
"Keadaan yang mengalahkanku BOOOOSSS..."!
"DAN BOSSSS....ngga' boleh ingkar lho....
"INGAT BOSS...janji itu adalah hutang jadi Bos harus menepatinya"Irfan masih aja mengungkit hal tadi
"SANTAIIII...Bilal tidak akan pernah ingkar"!
"Ayoo...teman_teman pelaku sudah tertangkap kita laksanakan hukumannya segera"Bilal melambaikan tangannya pada kami yang duduk selonjoran dari tadi di tanah menyaksikan perdebatan Irfan dan Bilal
"AKUUUUU....."!aku berteriak dan berlari terbirit_birit menghampiri Bilal sambil loncat kegirangan mengacung kan jari telunjukku keatas
"Aku yang harus menjadi yang pertama "!
"Aku.....yang menjabat sebagai ketua...."!Bilal tersenyum padaku sedang Irfan menatapku sinis
"Tentu Bilaku...silahkan "!
"Kamu akan selalu menjadi yang pertama"!Bilal masih aja sok romantis
Aku mendekati mereka dan langsung mengeluarkan spidol permanen milikku
"Silahkan mencoret_coret bajuku ketua yang terhormat dan tiada duanya...."Irfan menunduk memberi hormat berlagak seperti jaman_jaman kerajaan
Aku segera menghampiri Irfan
Dan Bilal langsung membalik badan Irfan
"Di punggung aja Bilaku....biar lebih luas leluasa"!Bilal menunjuk punggung Irfan yang sudah ada di depanku
Akupun mulai mencoret baju Irfan yang pertama ,kemudian yang lain menyusul,Irfan hanya diam.dan pasrah terduduk di atas rumput yang menghiasi lapangan sekolah kami
"Ayoo....sekarang ketua..."Ibam hendak mencoret seragam ku
"Eeehhhh..tunggu "Namun Bilal menghentikannya
"Aku harus menjadi yang pertama untuk Bilaku"Bilal langsung menghampiriku
"OKE...BOSSSSS "Ibam menyingkir dari hadapanku
Aku berbalik hendak memberikan punggungku agar Bilal bisa mencoretnya
"Berbalik aku mau mencoret yang di depan"!Bilal menyuruhku untuk berbalik
Bilal langsung menuliskan sesuatu yang ternyata dia menulis
"BILAKU ❤ BILAL"!Dengan menggunakan huruf kapital semua
"Aku tersenyum melihatnya"Aku dan yang lain sudah tahu tentang perasaan kami masing_masing
Bilal selalu menunjukkan perasaan nya
Tapi kami tidak pernah membina hubungan yang bernama pacaran
Bukan hanya kami tapi kami semua
Orang tua kami sudah memberi titah larangan terhadap pacaran ini
Maklum sih ...kami kan anak penurut sama orang tua walau kami bandel tetep..... menghormati orang tua
__ADS_1
diatas segala_galanya
Bilal mengatakan cinta dan menyatakan kepemilikannya terhadap ku itu karena
Ada yang pernah mendekatiku dulu
Kakak kelas kami....
Namun aku tidak menggubrisnya bukan karena takut pada Bilal tapi karena memang aku tidak mau berpacaran . ..
Dan kamipun saling corat mencoret
Kami semua sudah selesai mengotori baju kami masing_masing
Kemudian Bilal mengajak kami kesuatu tempat katanya ini sebuah kejutan buat kita semua
saat itu aku di bonceng Bilal tidak membawa sepeda sendiri
Kami bersepeda melewati desa kami
Kami semua hanya bisa bertanya dalam hati karena dari tadi Bilal memerintahkan kami untuk mengikutinya
Banyak yang memperhatikan kami saat kami lewat itu semua karena kami yang menggunakan seragam dan seragam tersebut yang di penuhi dengan coretan
Sampailah kami di kota...
Kami masih terus berjalan hingga sampai kesebuah pekarangan disana banyak terlihat pohon_pohon hijau yang menyejukkan persis seperti desa kami
Kami masuk terus kedalam hingga terlihat sebuah rumah yang sangat besar
Bilal berhenti
Kami menatap Bilal penuh pertanyaan
"Ini Villla ....kita rayain kelulusan kita di sini ,tadi aku sudah minta ijin pada keluarga kalian semua..."!
"Dan kita menginap besok kita pulang"!begitulah Bilal penuh kejutan dan sangat teliti
Dia tahu kami bakalan di cari kalau tidak pulang dan menghilang
Dia dengan senang hati meminta ijin pada orang tua kami
Bukan hanya aku tapi kami semua
Siapa coba yang tidak akan menyukainya
Semua orang menyukai Bilal termasuk orang tua kami semua
karena kepeduliannya ini pada sesama kami tidak pernah beranjak dari sisinya dia mengikat kami dengan kebaikannya dan kepeduliannya pada kami
"BENARKAH BILAL.."Aku berteriak senang dan mendekati Bilal lalu merangkul bahunya
"Tunggu apa lagi ayooo....kita buka masuk dan kita pesta..."!kami meloncat kegirangan terus berlari masuk kedalam rumah eehh kata bilal ini Villa
Di dalam sudah tersedia beberapa camilan dan minuman kemasan yang terjamin kehalalannya
Kami menonton TV sambil memakan cemilan itu
"Kuharap kita bisa terus bersama"!aku menatap mereka semua penuh harap
"Tentu kita akan terus bersama saya yang akan menjamin semuanya bakal terjadi"!Bilal menatapku memberikan keyakinan
"Kamu akan menjamin dengan apa...",?
"Dengan jiwa dan ragaku"!Bilal menjawab mantap
"Aku ngga' berharap muluk_muluk sih....tapi setidaknya kita tidak putus komunikasi kalau kita berjauhan...
Saling mengunjungi kalau lagi dekat
Apa yang terjadi selanjutnya kan tidak ada yang tahu"!aku berubah jadi melowww.. ....
"Apa...kalian sudah merencanakan akan kemana kita setelah ini "?
Semua mengeleng bersamaan
"Bagaimana kalau kita istirahat dulu dari hiruk pikuk pendidikan "!bilal mengutarakan idenya..
Kami memandangnya penuh tanya
"Ya....kita jangan ke fakultas dulu rehat sebentar bisa kita gunakan untuk menikmati kebebasan"!
"Bagaimana ideku baguskann"!
Kami semua terdiam sejenak
"Dan Bilaku....."Bilal merangkul bahuku
"Kamu jangan hawatir tentang perpisahan ,kamu harus yakin kalau kita ini tak terpisahkan
"Jika ada diantara kita yang ingin menjauh dari kita ....
"Kita tinggal seret.....dan paksa dia untuk tetap bersama kita..."!
"Okee...."Bilal menunggu balasan dari kami
Kami saling menumpukan tangan kami dan berteriak
"OKEEE...BOOSSSS.."!kami menjawab serempak.
❤❤❤
"Ketuaa...."Aku mendengar suara ..
Tapi suara siapa ya....
Aku berusaha ingin membuka mataku tapi masih terasa berat
Akupun mulai bisa melihat samar_samar
Terlihat wajah yang sangat aku kenal
"Ketua...."Itu suara Ibam dia mencoba memanggilku sekali lagi
Kesadaranku mulai pulih tapi ini aku dimana kenapa aku disini ini terlihat seperti sebuah rumah sakit
Bukan seperti lagi tapi aku yakin ini rumah sakit dari bau obat_obatan yang sangat menyengat
"Ibamm....aku kok disini"?
"Dimana...Bilal"!aku berusaha untuk bangun
"Ketua..tadi ketua pingsan"Ibam mencegahku untuk bangun
"Pingsannn..."?
"Lalu...Bilal...."?
"Ketua..."!
"Ketua sebaiknya istirahat dulu filirin dulu kesehatan ketua...."!
"Kata dokter asupan gizi ketua kurang"Ibam menjelaskan panjang lebar
Sejak Bilal meninggalkanku aku memang makan tidak teratur bahkan aku pernah ngga' makan sama sekali selama seharian
"Tapi....Ibammm"!
"Bilal mana...aku tidak mau dia pergi Ibam aku tidak bisa tanpa dia"Aku mulai menangis lagi
__ADS_1
Sekarang aku ingat semuanya ...
Apa yang terjadi di rumah Bilal
Sesudah bilal mendorongku dan aku mengancam Ibam yang membelaku agar dia tidak memukul Bilal
Aku bangun lagi dari lantai dan menghampiri Bilal dan mendekapnya lagi dengan lebih erat
"Jangan Bilal..."!
"Jangan pergi aku mohon"Aku masih berada di pelukan Bilal
"Kamu sudah janji padaku"!
"Kamu bilang akan selalu berada
Disisiku"!aku masih berurai airmata aku tidak peduli dengan baju Bilal yang basah karena air mataku
"IHHHH....pengemis cinta yang hina..."!Rista yang merupakan wanita yang sudah mendapat klaim kepemilikan atas Bilal karena Bilal sudah menyematkan cincin di jari manisnya
Dia tersenyum mengejekku karena melihat aku begitu memohon pada Bilal untuk tidak ditinggalkan
"Malu_maluin kaum wanita lhooo..."!
Aku makin mempererat dekapanku tanpa memperdulikan ucapan si Rista perebut Bilal dariku itu
"LEPAASSSS..."!Bilal sekuat tenaga menarikku hingga dekapanku terlepas karena tidak bisa menandingi kekuatan Bilal dan sepertinya kepalaku agak pusing
"BRUKKK..."!Dekapanku terlepas lalu Bilal mendorongku hingga aku terjatuh ke lantai
Setelah itu aku sudah tidak ingat apa_apa aku pingsan kehilangan kesadaranku
.................
"Kita harus berusaha melupakannya ketua dia sudah tidak peduli pada ketua"Ibam menatapku sedih
"Bahkan dia tidak menatap iba saat ketua pingsan di lantai"!
"Bahkan lutut ketua terluka karena di dorong oleh Bilal"!
"Saya mohon ketua lupakan Bilal "!
"Anggap dia sudah mati"Ibam mempertegas ucapannya dia terlihat sangat marah
"TIDAAAAAAKKK.."Aku berteriak histeris
"Ini tidak mungkin Ibamm"!
"Mungkin ayah Bilal mengancamnya"!
"Dan memaksa dia melakukan ini semua"!aku masih menangis terisak
"Aku hanya ingin dia agar tidak pergi dari kita Ibam
aku rela melihat dia menikah dengan orang lain asal dia tidak pergi"!
"Ibamm...kamu ingat kan kita pernah berjanji kalau kita tidak akan pernah memutuskan hubungan kita ini
Kalau ada salah satu di antara kita yang ingin berpisah maka kita akan memaksanya untuk tetap bersama kita"!
"Kamu ingat semua janji kita itu kan Ibammm.."Aku menatap Ibam penuh dengan air mata aku benar_benar terlihat frustasi
"Tapi kita sudah terlambat ketua.."Ibam menunduk lesu
"Apa maksud kamu"?Aku bertanya penuh dengan rasa penasaran
"Saat ketua pingsan Bilal langsung pergi meninggalkan ruang tamu rumahnya
bersama orang tuannya dan tunangannya itu
Bilal tidak menoleh sama sekali
Sedang kedua orang tua bilal hanya memberi tatapan sinis pada kita
Mereka bilang kita sangat menyedihkan
Mereka kira kita menempel dan tidak mau melepas Bilal karena kita membutuhkan uangnya saja"Sebenarnya ini terasa sangat menyakitkan
Bahkan aku hanya mendengar cerita Ibam tapi terasa begitu menyesakkan
Aku tidak pernah menyangka Bilal akan begitu menyakitiku orang yang dulu mempunyai kepedulian yang sangat besar melebihi orang tuaku sendiri dia bahkan tidak menatap iba terhadap luka yang aku alami
Dulu dia pernah bilang dia tidak akan membiarkan aku dilukai sekarang dia menjadi orang yang melukaiku
Dulu dia menangis terlebih dahulu sebelum aku ,ketika aku terjatuh
Sekarang dia meremahkan keberadaanku
Ini begitu menyakitkan ya...allah.."!
'Aku merasa ingin menghilangkan nyawa yang ada di tubuhku ini
Aku membenci apa yang terjadi
Aku ingin Bilalku kembali
Aku ingin perhatiannya
Aku ingin rasa posesifnya padaku
Aku ingin rasa cintanya dulu
Aku ingin dia selalu disisiku
Aku ingin semuannya yang pernah bilal berikan padaku
Aku menangis tersedu_sedu
"Aku sempat mendengar perkataan Bilal yang terakhir kali dia bilang"Ibam berhenti sedang aku menunggu dengan sabar apa lagi berita buruk yang akan dia sampaikan
"Mereka..menuju ke bandara "!
"Mereka semua akan pergi ke luar negri sekarang ketua..."Ibam menunduk aku tahu dia juga sedih melihat tingkah Bilal
Ibam sangat tahu betapa besarnya perasaan Bilal padaku tapi Bilal malah mengabaikanku pasti ada alasan tertentu
"APAAAA ......."Aku berteriak lagi suaraku sudah serak tak terdengar
"Ibammmm....tidak
Kita harus melaksanakan janji kita
Ayoo...kita kesana kita seret dia untuk kembali ke kita itu merupakan janjinya sendiri ...Ibamm ......."Aku berdiri sambil berusaha melepas selang infus yang ada di tanganku
"Tapi ketua....masih lemahh..."Ibam berusaha menghentikanku
"AKU TIDAK PEDULI IBAMMMM..."Aku berteriak histeris lagi
"Aku hanya mau Bilal"!
"Aku ingin bertemu dengannya"Aku masih bersikeras tidak memperdulikan darah yang keluar dari tanganku
"Tapi ketua...____
"Kalau kamu tidak mau aku akan pergi sendiri"Aku sudah berhasil melepas selang infusku dan berjalan hendak meraih gagang pintu
"Baik...ketua...ayoo...aku akan mengantar ketua .."!Ibam akhirnya menyerah dia bersedia mengantarku itu membuatku agak tenang dan tidak histeris lagi...
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1