
Setelah sekian lama aku menjalani hidupku tanpa kehadiran Bilal orang yang sudah meninggalkanku,dan hubunganku dengan Sajad makin dekat ,kami sering jalan bersama Nonton dan belajar bersama di tempat favorit kami yaitu dirumah pohon
Dan sampai saat ini ,Ibam maupun Kak Hima belum tahu tentang kedekatanku dengan Sajad,kami sama_sama sibuk dengan urusan kita masing_masing ,terutama dalam urusan kuliah,kami harus benar_benar fokus.
Siang ini kegiatan ku di kampus sudah selesai dan begitu pula Sajad ,sehingga kami memutuskan untuk makan siang,kami makan di sebuah cafe dan berbincang_bincang seperti biasa ,hanya tentang kuliah kami serta perdebatan_perdebatan kecil yang terjadi diantara kami
Ditengah obrolan kami dan saat itu kami sedang menikmati makanan pencuci mulut yang kami pesan ,tiba_tiba Sajad mengajak pulang,tidak seperti biasanya dia slalu betah berlama_lama denganku bahkan lebih sering aku yang memaksanya pulang.
"Ayooo...kita pulang putri"Sajad masih memanggilku putri dia bilang itu merupakan panggilan sayang dia untukku
"Yaaahhh....pulang...ihhh ....engga' _engga' ,kamu kan tahu ini makanan kesukaan aku jadi pantang untuk diriku ,meninggalkan dirinya sendirian,aku harus membawanya pulang dan membungkusnya dengan perutku....eemmmm enakk"Aku mendramatisir sambil menyuapkan makanan kesukaanku itu ke mulutku
"Yaa....sudah aku ke toilet dulu ya...!Sajad mengusap kepalaku ,aku membalasnya dengan tersenyum ,dia terlihat tegang,"Ahh....mungkin dia kebelet kali sehingga dia terlihat seperti orang yang shok..."
"Iya....ya.."Aku mengangguk berubah ceria setelah tadi cemberut karena Sajad meminta pulang
Sajad melangkah menuju ketoilet, dan menghilang dari penglihatanku
Namun ada yang aneh aku merasa seperti ada yang memperhatikanku,aku menoleh kekiri,semuanya sibuk dengan makanan mereka ,lalu aku melihat kearah kananku terlihat sama mereka semua sibuk dengan urusan mereka masing_masing,aku menggeleng_gelengkan kepalaku berusaha menghalau perasaanku yang tiba_tiba tidak enak.
Akhirnya aku berusaha fokus pada makanan kesukaanku yang ada di depanku ini,aku merileks kan fikiranku sambil mengunyah makanan kesukaanku ini ,aku mendongak menatap kearah depan dan pandanganku bertabrakan dengan laki_laki yang sedang duduk dimeja yang tepat ada di depanku,aku terdiam agak lama ,saling bertatapan dengan laki_laki itu aku kira orang itu akan menghindari tatapanku namun ,setelah sekian lama kami bertatapan laki_laki itu belum juga menghentikan tatapannya
Aku berusaha untuk menghalau sesakku aku tidak mau kumat didepan orang itu ,sehingga membuat dia tahu tentang keadaanku
Laki_laki itu bangun dari tempat duduknya ,aku bernafas lega dan menunduk,aku kira laki_laki itu akan beranjak meninggalkan cafe ini ,namun aku salah menduga,saat aku mengangkat kepalaku ,tiba_tiba laki_laki tadi sudah ada tepat didepan ku
"Astagfirloh"Aku tersentak kaget sambil memegang dadaku yang berpacu dengan detakan yang begitu cepat
" Jangan sampai aku kumat,jangan sampai...ya Allah ...ya Allah...ya Allah"!Aku menutup mataku berusaha menghalau perasaanku yang merasa ketakutan ,aku juga tidak mau terlihat pucat pasi didepannya
"Haiiiii....boleh berkenalan"laki_laki itu menjulurkan tangannya untuk berkenalan
Aku mengangkat wajahku dan menatap wajah orang itu,dan berpindah memandang kearah tangannya yang terjulur di depanku
"Aku harus kuat,aku harus bisa "Aku berbisik dalam hati berusaha memberikan keberanian pada diriku sendiri
"Kenapa anda ingin berkenalan dengan saya"Aku bertanya pura_pura tidak mengetahui bahwa dia kakaknya Sajad,aku yakin dia menghampiriku karena tahu aku sedang bersama dengan adiknya
"jadi.....kamu belum tahu siapa saya"?Dia mengernyit heran padaku
"Engga'...."Aku menggeleng memasang tampang bodoh amat
"Kenalkan,aku kakak dari pria yang bersamamu tadi"
"Benarkahhh..."Aku pura_pura kaget
Aku terpaksa mengangkat tanganku hendak menyambut tangan orang itu,namun belum sampai tanganku menggapai tangan orang itu___
"JAUHI DIAA...."Suara teriakan itu berasal dari suaranya Sajad
Aku dan orang itu sama_sama menurunkan tangan kami dan melihat kearah teriakan Sajad
"JANGAN PERNAH BERANI MENDEKATINYA"Sajad berjalan sangat cepat dan langsung menghampiriku
"Ayo ....kita pulang putri..."Sajad meraih tasku membantuku membawanya ,Sajad sudah biasa melakukan itu
Aku berdiri dan Sajad langsung meraih tanganku
"KAMU JANGAN PERNAH BERANI MENGGANGGUNYA"Sajad menunjuk_nunjuk laki_laki tadi
Aku dan Sajad berbalik badan hendak meninggalkan orang itu
"Jangan terlalu kuat menggenggam tangannya adikku ,saat sesuatu di genggam begitu erat itu akan mudah terlepas"orang itu adalah MUBARAK HADI,kakak nya Sajad ,penyebab dan alasan adanya kedekatan Sajad denganku ,ngga' nyangka kami bisa bertemu disini,aku sudah mengharap pertemuan ini dari pertama dekat dengan Sajad,tapi karena kesibukan ku di kampus dan rasa nyaman yang sudah di berikan Sajad padaku membuat aku agak melupakan itu
Perkataan Mubarak menghentikan langkah Sajad,tapi dia tidak menoleh,aku melihat kearahnya ,dia menunduk dan memejamkan matanya berusaha menahan sesuatu,aku mengusap lengannya memberinya kekuatan lebih.
"Sajad...."Dia menoleh kearahku,matanya terlihat merah dan memancarkan amarah
"Kita pulang ...."Sajad tersenyum kearahku dan dia mengusap kepalaku,aku hanya bisa mengangguk patuh,kami melangkah tanpa menoleh kebelakang.
"Waaah rupanya adikku sekarang sudah mempunyai keberanian dan dukungan ya..."!Kakak Sajad masih tetap kekeh ingin mengintimidasi Sajad,namun semua sia_sia aku dan Sajad tetap melangkah pergi
Syukurlah Sajad langsung membawaku pulang ,jujur aku belum mempunyai banyak kekuatan untuk menghadapi si Mubarak Hadi,tapi aku harus belajar agar tidak terlihat ketakutan didepannya.
Dan ngga' nyangka juga ternyata hubungan Sajad dan kakaknya tidak baik,tapi aku tidak mungkin mundur,rencanaku tetap harus terus berjalan,MUBARAK HADI ....."
"Bersiaplah untuk hancur,aku akan menghancurkanmu secepatnya"
Saat dimobil Sajad masih terlihat marah ,aku tidak berani menanyakan apapun padanya.
Sampainya di depan rumahku aku langsung keluar dari mobil Sajad,dan dia juga ikut keluar dari mobil
"Maaf ...."Sajad menunduk di hadapanku
"Maaf untuk______"Aku menunduk berusaha melihat wajah Sajad
"Kamu pasti ilfeel saat melihatku marah tadi"
"Ha....ha...ha...apaan sih kamu Sajad,masa' cuma karena aku ngeliat kamu sedang marah aku jadi ilfeel ,yaa...engga' lah.."
"Yaa...bisa aja kan"Sajad tersenyum sambil menggaruk kepalanya dan tersipu malu
"Kok kamu tersipu sihh..."?
"Kaya' gadis yang sedang di rayu cowok aja"
"Heeeee...."Sajad hanya nyengir
"Sekarang masuk kedalam....nanti kalau aku sudah siap untuk cerita ,akan kuceritakan semuannya"Sajad berbicara serius
"Oke..."Aku mengacung kan jempolku
Akupun masuk kedalam rumah dan Sajad pun pulang.
😟😟😟😟😟😟😟😟😟
Setelah kejadian itu selama 1 bulan ini, Sajad menghilang,ngga' nyangka pertemuan kami dengan Mubarak Hadi sangat berpengaeuh pada Sajad
Sajad tidak menghubungiku lagi ,dia juga tidak masuk kuliah,aku merasa sangat hawatir,aku sudah bertanya pada teman_temannya namun mereka tidak ada yang tahu,aku juga sudah bertanya pada pihak kampus ,mereka bilang Sajad sudah ijin untuk tidak masuk kuliah dengan alasan melakukan perjalanan keluar negri.
Dan sekarang aku disini berdiri di depan Rumah Sajad ,selama kedekatanku dengan Sajad
tidak pernah sekalipun Sajad mengajakku kerumah nya,dan aku mendapatkan alamat rumahnya dari pihak kampus.
Kutekan bel yang ada di depan pagar Rumah ini ,rumahnya tentu sangat besar ,merupakan Rumah yang pantas dimiliki oleh orang yang super kaya seperti mereka
Aku memandang kedalam pagar ,tidak terlihat pergerakan orang ,aku tidak menyerah lalu kutekan sekali lagi bel itu,aku masih menunggu
__ADS_1
Ada yang membuka pintu seorang wanita dan saya yakin itu pelayan Rumah ini
"Cari siapa Nonn.."
"Ohh....iya...saya ingin bertemu dengan Sajadah Hadi"Aku berbicara agak formal
"Masuk dulu nonn..."Aku masuk mengikuti wanita tadi menuju kearah teras Rumah yang begitu besar ini
"Silahkan duduk disini dulu Non,saya akan memberitahu den Sajad dulu...
"O...iya "
"Non namanya siapa dan__
"Non siapanya den Sajad "?
"E..anu..ah..bilang aja temannya gitu Bi'"Aku tergagap
"Dan namaku Nabila Bi..."Aku berusaha menjawab dengan santai
"Saya kedalam dulu ya...Non.."
"Iya....Bi"
Bibi itu masuk kedalam.
"Hahhh..."Aku menarik nafas berusaha menenangkan sesak didadaku,Rumah ini begitu luas banyak sekali tanaman hiasnya .
"Jadi....cuma teman ya..."Ada suara di belakangku aku langsung menoleh,tentu saja mukaku berubah pucat,aku ngga' nyangka orang yang katanya super sibuk karena banyaknya Bisnis yang harus ia urus, di jam segini dia sedang ada di Rumah"Mubarak Hadi" dia di depan mataku menatap kearahku penuh dengan tatapan intimidasi ,sekilas ingatan masa lalu melayang_layang di otakku hal itu membuatku seperti orang yang tercengang
"Aku harus menghilangkan rasa takutku ,aku yakin aku tidak akan kumat ,karena aku tadi sudah siap sedia dengan meminum obatku ,aku menyadari jika aku kerumah Sajad ,pertemuanku dengan orang ini tidak mungkin bisa di hindari."Aku membisiki diriku sendiri berusaha menguatkan diri
"Ohhh...iya..saya temennya Sajad"Aku tersenyum kearahnya berusaha terlihat tenang
"Beneran cuma temen?Dia mengernyitkan dahinya seperti tidak percaya dengan ucapanku
"Heemmmm....iya temen"Aku
tersenyum sekali lagi
"Tapi_______"Ucapanku menghentikan mulutnya yang ingin mengucapkan sesuatu
"Tapi apa...."Dia bertanya seperti tidak sabar
"Tapi mesra maksudnya?
"Hehhmmmm"Aku tersenyum terkekeh melihat ketidak sabarannya ,terlihat sekali sifat playboy nya,dia sangat berbeda dengan Sajad ,kalau Sajad jangankan merayu cewek ,dekat dengan cewek aja dia ogah,hanya aku yang selama dekat dengan Sajad .
"Bukann....maksudku ,Tapi.... Sajad sedang berusaha mendekatiku ,dia bilang dia menyukaiku"
"Woooowwww....pasti kamu merasa tersanjungkan.....karena hanya kamu yang bisa membuat seorang Sajadah Hadi yang ngga' tahu akan perempuan,bahkan kami keluarganya mengira dia seorang yang tidak menyukai perempuan ..."
"Apa maksud kamu"Aku menautkan kedua Alisku
"Maksudku_____"Ucapan Mubarak terhenti karena ada seorang yang memangilku
"Putri......"Aku menoleh kearah suara itu begitu pula Mubarak .
Sajad langsung menghampiriku dan menarikku menjauh dari Mubarak kakaknya
"Kamu ngga' apa_apa kan"?Sajad bertanya dengan berbisik
"Aku ngga' apa_apa"Aku menjawab pelan
"Kami ingin bicara ,sebaiknya kamu pergi"Sajad malah mengusir kakaknya
"Kamu mengusir ku dari Rumahku sendiri"Mubarak kelihatan marah karena dia merasa di usir
"Dia tamuku .....jadi kami ingin bicara berdua saja tanpa adanya orang ke tiga"Sajad menatap kakaknya nyalang.
"Ha...ha..ha..."
"Urusan pribadi ya...okelah saya tidak akan menggangu,tapi____"Mubarak menjeda perkataannya
"Apa kamu tidak berniat untuk mengenalkannya pada keluargamu ini ,aku yakin dia juga ingin mengenal keluarga kita lebih jauh,
"Iya....kan ___?Mubarak menjulurkan tangan nya ingin berkenalan
"Kenalkan saya Mubarak Hadi ,kakak nya Sajad"!Dia menyebutkan namanya sambil mengedipkan matanya,aku berusaha menahan rasa jijik ku padanya,dasar pemain wanita
Aku melihat Sajad berusaha meminta ijin dengan menatapnya,lalu Sajad mengangguk memberiku persetujuan
"Aku yakin aku bisa...."Aku membisiki diriku sendiri ,aku takut traumaku kumat,namun aku harus bisa karena setelah ini aku pasti akan sering melihat orang yang ada di depanku ini,dan setelah ini semoga aku mampu untuk membiasakan diri melihat dan berdekatan dengan ,musuh yang ingin kuhancurkan ini.
"Iya...saya tahu tentang anda...
"Kenalkan namaku Sakina Nabila"Dia tersenyum manis padaku penuh dengan godaan
"Ohh.......rasanya ingin ku congkel matanya ,yang suka mengerling nakal jika di depan wanita,Mubarak orangnya memang sangat tampan dan mempesona ,jadi aku tidak menyalahkan gadis_gadis di luar sana jika menggilainya ,namun beda denganku,bahkan aku sangat membencinya sampai_sampai ingin nya aku cekek saat ini ,bahkan saat mengenggam tanganku dia menjabatnya dengan sangat erat ,setelah ini aku harus membersihkan tanganku dengan Hand sanitizer biar tidak ketularan virus genit darinya ,ketampanan dan pesonanya tidak mampu menggetarkan hatiku,kelakuannya membuatku merasa jijik.
"Sudah...sekarang sebaiknya kakak pergi"Sajad menarik tanganku yang tidak dilepas oleh Mubarak dari tadi dan Sajad mengusirnya sekali lagi
"Ohh...tentu aku akan pergi"!
"Tapi tunggu dulu__sepertinya wajah gadismu ini tidak asing..."Aku gugup mendengar ucapan kakaknya Sajad,apa dia mengingatku?Aku menunduk salah tingkah
"Yaa....ya..ya ,semua gadis yang ada dikota ini memang sudah kakak kenal dan sudah kakak temui,tapi gadis ini___
"Seujung kukunya pun tidak boleh kakak sentuh ,kalau kakak berani,maka kakak akan berhadapan denganku"Sajad menatap nyalang pada kakaknya,terlihat amarah di wajahnya
"Santaii.....bro ,tidak perlu emosi "Mubarak menepuk bahu Sajad,namun Sajad langsung menepisnya.
"Okeyy....saya pergi....Daaaa...Sakina Nabila"Dia melambai kan tangannya dan sekali lagi dia mengerling nakal padaku
Dia pun pergi masuk kedalam mobilnya dan keluar Rumahnya dengan membawa mobil yang harganya aku taksir seharga Rumah.
Setelah mobil kakaknya Sajad hilang dari pandanganku seketika aku beralih menatap Sajad dengan sinis sambil meletakkan kedua tanganku di pinggang ,memberinya tatapan penuh pertanyaan,dan juga pura_pura memasang wajah marah ,untuk mengembalikan suasana agar mencair.
"Heee....kamu marah ya...?Sajad nyengir salah tingkah
"Ohhh.......engga,' aku sedang senang dan bahagia....." Aku berteriak dengan keras
"Kita jangan bicara disini ya..."!
"Lalu kita mau bicara dimana?
__ADS_1
"Jangan_jangan kamu mau mengajakku berbicara di kamar kamu terus kamu______"Aku menatap curiga pada Sajad
"Pletakk...."Sajad menjitak dahiku
"Hisssshhh...."Aku meringis
"Sakit Sajad..."Aku mengelus_ngelus dahiku
"Makanya jadi perempuan jangan suka berpikir ngerres,
"Kamu tuhh .. .perempuan ....berjilbab lagi"!
"Ya..ya...ya..!
" Tapi itu bukan pikiran ngeres namanya Sajad,hanya PRA_DU_GA_"kami mulai saling adu mulut,ini yang aku rindukan ,Sajad merupakan teman adu mulut yang asyik,walaupun pada akhirnya selalu Sajad yang menang.
"Ayo...kita kesana,tempatnya bagus kok ,kamu pasti suka"Sajad menyeretku dengan menarik tas ransel yang ada di punggungku
"Apa ngga' bisa romantis dikit sih ..cara ngajaknya.."
"Katanya suka...."?Aku menggerutu sendiri ,sedang Sajad hanya tersenyum.
Kamipun berjalan beriringan menuju tempat yang di maksud Sajad
Sampailah kami di sebuah taman dan terlihat sebuah ayunan
"Waahhh....ada ayunan aku suka"Aku langsung menghampiri ayunan itu dan duduk di sana sedang Sajad duduk di kursi taman panjang yang ada di depanku
"Tahu dari mana alamat rumahku"?Sajad menatapku
"Aku nanya pada pihak kampus"!
"Kamu kemana aja,lama sekali menghilangnya?Aku nanya tanpa jeda
"Kenapa?
"Kamu merindukan teman tampanmu ini ya...?
"Woeeekkk"Aku berlagak mau muntah
"Kamu menyuruhku kesini,karena takut minta makan dan ngabisin makanan di rumah kamu ya...?Aku memasang wajah cemberut
"Ha...ha...ha"Sajad tertawa mendengar omonganku
"Kamu laper ya....?
"Ihh....engga' "Aku pura_pura"Dasar ngga' peka"!Aku menggerutu dalam hati
"Jangan kuatir sebentar lagi makanan kesukaan kamu akan datang"Sajad menghampiri ku dan mengelus kepalaku ,aku masih memberinya tatapan cemberut
Lalu tiba_tiba datang segerombolan pelayan mereka membawa wadah makanan ada juga yang membawa alas tikar yang terlihat sangat bagus dan mewah
"Kalian atur di sebelah sana"Sajad menunjuk daerah lapang yang di bawahnya di tumbuhi rumput hijau di depannya .
Aku melihat betapa hijau rumput yang ada disini,dari tadi aku ingin mencoba merasakannya ,penasaran soalnya biasanya kan ada rumput yang kalau di injak akan terasa seperti ditusuk.
Aku melepas sepatuku dan meletakkan kakiku diatas rumput ,Sajad masih sibuk memerintah pelayan untuk memgatur makanannya dengan baik
Rumputnya terasa lembut dan tidak gatal di kulit ,kering dan tidak basah karena hari ini sudah agak siang sekitar jam sebelasan
"lembutkan..."?Itu suara Sajad
"Hee......"Aku tersenyum kikuk ,
"Aku kan sudah bilang kalau kamu akan menyukai tempat ini "
"Ini juga tempat favoritku di rumah ini"!
"Ayoo...kesana kita makan dulu"Sajad mengajakku menuju tempat yang tadi sudah di atur oleh pelayan tadi dan sekarang semua pelayan sudah pergi dari tempat itu
Aku berjalan di balakang Sajad dan langsung duduk tepat di depan Sajad
terlihat berbagai macam makanan yang sungguh menggiurkan ,dan sesuai dengan apa yang di katakan Sajad semuanya adalah makanan kesukaanku ,kami memang sering makan bersama tentu Sajad tahu tentang makanan kesukaanku ,dan makanan penutupnya..."Ohhhh....itu makanan yang paling aku suka di antara yang aku sukai,membuatku menelan air liurku"
Tanganku melayang kearah makanan manis yang paling aku suka itu tanpa aku sadari,tadi aku sudah mencuci tanganku lho.
"Ekhemmmm"Itu suara deheman Sajad dia pasti tahu aku selalu lupa diri kalau berhadapan dengan menu makanan penutup yang paling aku sukai itu.
"Berdoa dulu..."Sajad mengangkat kedua tangannya keatas
"Heee...he..."
"Iya..berdoa dulu"
Kami pun makan dengan tenang sambil saling senyum,aku makan begitu lahap,aku dari pagi memang belum sarapan karena tergesa_gesa ingin berangkat pagi hari karena ingin menemui pihak kampus dan menanyakan tentang Sajad,hingga sekarang aku di sini di rumah Sajad sedang makan dengan lahap.
"Yang bilang tidak lapar siapa tadi"?Sajad menyinggungku
"Hee...he"Aku nyengir menampilkan gigi putihku yang mempesona
"Kamu tahu dari mana kalau aku lapar"?Aku bertanya sambil makan
"Kita ini sudah lama berteman jadi aku tahu kebiasaan kamu ,yang akan mengabaikan semua makanan jika dalam keadaan sibuk mengurusi sesuatu"
"Terimakaseeehhhh.....kamu memang temen yang paling pengertian"Aku bicara dengan ceria
"Tapi kamu masih utang penjelasan padaku"Aku menatapnya sinis
Semua makanan habis dan makanan penutupnya juga sudah aku lahap ,minumanku juga sudah tandas tinggal gelas kosong
"Bukkkkk"Bunyi gelas yang aku letakkan di bawah
"Eerrrrkkkkk..hahhh "Suara sendawaku ,Sajad tersenyum sambil menggeleng_gelengkan kepalanya
"Kenapa aku bisa suka sama gadis seperti dia"?Sajad berkata pelan ,tapi aku masih bisa mendengarnya
"Aku mendengar itu"!Aku menatapnya tegas
"Tunggu jangan ngobrol dulu ,kita baca doa sesudah makan dulu"
Aku dan Sajad mengangkat tangan kami dan mulai membaca doa sesudah makan"ALHAMDULILLAHIL LADZI ATH AAMANA WA SAQONA WAJA AALANA MINAL MUSLIMIENN"
"AAMIEN ".
__ADS_1