2 BIL

2 BIL
Bagian 16


__ADS_3

    SAJADAH HADI


"Ngomong_ngomong  kak Hima ,nama laki_laki itu siapa?Aku bertanya pada kak Hima masih dengan perasaan ingin menangis


"Kamu tahu tidak namanya siapa?


"Kak Hima ngga' usah di perpanjang,bilang aja namanya siapa?


"Namanya____selalu kau cium saat kamu sholat dan menghadap sang kholik"


"Kak Hima ngga' usah buat puisi dulu ,cepet bilang siapa nama dia sebenarnya"Aku memprotes kak Hima yang seakan memuisikan nama laki_laki itu


"Kamu Nabila ngebet banget pengen tahu nama laki_laki itu, padahalkan aku lagi ingin mengungkapkan namanya dengan menggunakan puisi


   "Baiklah aku menyerah dengarkan baik_baik,nama laki_laki itu SAJADAH HADI"Ketika mendengar nama laki_laki aku langsung ingat sama kata_katanya"Namaku slalu menemanimu saat sholat"Dan tentu ucapan kak Hima"Namanya slalu kau cium saat kamu menghadap sang kholik"


   "Jadi begitu,.....namanya Sajadah Hadi,oke baiklah sekarang aku akan berusaha mendekatinya ,kelihatan tidak sulit diakan kayaknya suka sama saya"Aku berbicara sendiri


  Dan sebaiknya jangan sekarang aku akan melakukannya besok,nanti di rumah aku akan memikirkan cara dan strateginya.....


**************


  Seperti rencana kemarin


tentang aku yang ingin mendekati si Sajadah dari keluarga  Hadi itu dan aku harus memulainya sekarang


  Mula_mula aku mencari mobil laki_laki itu yang sangat aku kenal karena sudah dua kali aku melihatnya mengendarai mobil


   "Naahh...itu dia "Aku tersenyum melihat mobil laki_laki itu


"Alhamdulillah dia masuk hari ini"


  Aku beranjak meninggalkan tempat parkir dan berjalan menuju ke ruanganku .


  Sebelum Dosen yang mengajariku datang aku berjalan mengelilingi fakultas ini berniat mencari si Sajadah laki_laki yang aku incar


  Aku tersenyum sendiri melihat tingkahku ,padahal semenjak aku masuk ke fakultas ini aku tidak pernah berjalan _jalan hanya untuk menyusuri fakultas ini bahkan aku agak tidak nyaman saat harus berjalan menuju keruanganku dan harus di pandang oleh segerombolan mahasiswa yang sedang nongkrong di sekitar kampus


    Sekarang aku melakukan ini  hanya karena Laki_laki itu,dan ini demi mendekati keluarga Hadi


  Sampailah aku di lapangan basket dimana kemaren perempuan_perempuan itu meneriaki laki_laki itu saat bermain basket


  Aku menemukan bola basket disana aku menghampiri bola itu dan mulai memainkannya,dulu semasa SMA aku dan geng ku sering main basket jadi aku agak ahli memainkan bola basket ini


  Saat asik memainkan bola itu tiba_tiba ada yang menangkap bola yang aku lempar


  "Nona berhijab namun pintar bermain basket"Aku melihat kearah suara itu, suara khas laki_laki


tepat sekali ....itu laki_laki yang aku incar dia Sajadah Hadi aku harus memulai aksiku dan berusaha mendekatinya


  "Menurutmu aku terlihat pintar memainkan bola basket ini?Aku bertanya berusaha mengakrabkan diri dan juga berusaha menutupi rasa senangku karena tujuanku untuk mendekatinya berjalan dengan lancar dan hal ini semakin membuatku yakin bahwa si Sajadah Hadi ini menyukaiku


"Kalau kamu pemula kamu tidak akan semudah itu memasukkan bola ke ring bahkan tembakanmu tidak ada yang gagal"


"Bisakah kita berkenalan dulu?Aku menjulurkan tanganku untuk berjabat tangan dan menawarkan perkenalan,namun laki_laki itu mengernyitkan dahinya menatapku curiga karena aku bersikap ramah padanya


"Kenapa kamu berubah fikiran ,bahkan kemarin kamu masih terlihat tidak menyukaiku"laki_laki itu hanya menatap tangan yang aku julurkan dia berbicara sambil memainkan bola yang ia pegang


Aku menurunkan tangan yang aku julurkan terbesit rasa kecewa ,dan aku sadar aku akan sulit untuk mendekatinya


"Kamu sadar ngga' bahwa selama kita bertemu yang kamu lakukan hanyalah seperti laki_laki yang sedang merayu seorang perempuan dan tidak pernah mengajakku berkenalan"Aku berceloteh panjang lebar


"Dan seharusnya kita berkenalan dulu baru bisa berteman"Aku tersenyum padanya


"Saya sudah tidak ingin berteman denganmu"laki_laki itu berbalik memunggungiku


"Kenapa...?Aku bertanya heran


"Karena alasan bertemanmu"Wajahku memucat tapi aku berusaha untuk tetap tenang


"Memang menurutmu apa alasanku untuk berteman denganmu?


"Kamu berubah sikap padaku karena kamu sudah  tahukan kalau saya berasal dari keluarga Hadi yang sangat terkenal itu"Tebakannya tepat banget membuatku agak gentar


"Apa berteman dengan salah satu keluarga Hadi akan membawa keuntungan untukku?Aku masih berusaha terlihat tenang


"Tentu ...sudah banyak orang yang menjadikanku sebagai alat untuk mendekatkan mereka pada keluarga Hadi agar tujuan mereka tercapai"


"Bahkan seluruh siswa yang ada di kampus ini yang dekat dengan saya,mereka semua hanya memanfaatkan saya saja ,saya sudah hafal wajah_wajah seperti itu dan kamu tidak bisa membohongi saya kalau sebenarnya kamu juga ingin memanfaatkan saya untuk dekat dengan keluarga Hadi ia....kan?


"Ya..ampun sekali lagi dia benar!Aku hanya bisa bergumam dalam hati


"Huffffff"Aku menghembuskan nafasku berusaha menahan kekesalanku


"Oke baiklah...terserah kamu mau menuduhku apa aku tidak peduli,namun aku masih tetap ingin berteman denganmu"Aku pantang mundur demi tujuanku aku yakin aku pasti bisa menaklukkannya


   "Bagaimana kalau kita  bertanding basket ,kalau kamu menang maka saya tidak akan berusaha mendekatimu lagi dan akan slalu menjauh darimu dan kalau aku yang menang maka kamu akan bersedia menjadi temanku"Otakku berjalan lancar kuharap dia menerima tantanganku


"Segitu inginnya kamu menjadi temanku sampai memaksa kayak gini"


"Tidak ada cara lain"Aku membalas ucapannya dengan suara datar


"Saya bilang kamu pintar main basket karena pertama kali ini aku melihatmu bermain basket ,tapi saya tidak pernah bilang bahwa kamu bisa mengalahkan saya!


  " Dan apa kamu tidak pernah mendengar prestasi saya di bidang ini ?Dia menanyakan hal yang tidak penting


"Saya tidak peduli ,mau kamu juara sefakultas ini ataupun senasional bahkan internasionalpun aku tidak peduli,yang penting kamu mau ngga' menerima tantanganku?


"Diam berarti jawabannya iya.."Aku menjawab sendiri ,sedang si Sajadah Hadi terlihat bengong mendengar ucapanku

__ADS_1


"Cewek gila"Si sajadah hendak berlalu dan hendak pergi meninggalkanku namun aku langsung melempar kepalanya dengan bola


"Kamu_____


"APA....ngga' berani ngelawan perempuan ...takut ya  ?Aku mengeluarkan jurus mengejek memaksanya menuruti keinginanku dia kepancing dan terlihat marah


"BAIK...akan kuturuti keinginanmu,kalau kalah jangan nangis"


"Tong kosong nyaring bunyinya,jangan banyak bicara buktikan dulu"Jurusku sangat ampuh dia mulai meladeniku,yaaa...walaupun aku agak kesulitan karena sekarang aku berhijab tapi saat ini aku menggunakan celana yang longgar pastinya ,aku ngga' terlalu suka celana yang ketat tidak nyaman ,aku selalu mencari celana jeans tapi yang longgar


  Aku langsung beraksi dengan mengambil bola yang ada di tangan Sajadah Hadi,dan mulai memainkannya,aku selalu bermain bagus ,ya....walaupun aku dulu belum pernah bisa mengalahkan Bilal tapi aku masuk dalam kategori pemain yang patut di perhitungkan


   Dia ternyata tidak bohong ,dia memang hebat bahkan aku sampai dibuat jengah karena dia selalu berhasil memasukkan bola itu kering


  Aku masih tidak menyerah ,aku berlari kesana kemari berusaha merebut bola itu dari tangannya,dan yappp....Berhasil ....


     Saat ini bola di kuasai olehku,sampai beberapa kali tembakan aku sudah berhasil mengimbangi skor dan sampai beberapa waktu aku pun berhasil memperoleh nilai lebih dari dia..


   Namun karena aku didera capek aku agak ngga' fokus jadilah dia mampu merebut bola dari tanganku


  Waktu berlalu namun kami mampu bermain seimbang aku sudah tidak mampu menahan rasa lelahku


"Stop...huff..huff..huff ."!Aku mengangkat tanganku dengan deru nafas dan keringat yang sudah membanjiri seluruh bajuku ,karena sekarang aku berhijab angin lewat pun tidak mampu menghalau rasa gerah ku


"Kita berhenti dulu"Ini semua karena aku kurang persiapan seandainya aku latihan dulu pasti aku mampu mengalahkan dia  aku sudah lama tidak bermain ini dan memang belakangan aku malas melakukan olahraga begini jadinya aku mudah sekali lelah


"Bagus ...!


"Berarti kamu sudah menyerah...kan...?Dia menampilkan wajah dinginnya membuatku sangat jengah


"Jangan muncul lagi di hadapanku"!Dia berkata dengan sinis ,melempar bola tadi ketanganku  berpaling dan melangkah jauh dari tempat aku berdiri


"SETIDAKNYA BISAKAH KITA BERKENALAN"Aku berteriak karena dia agak jauh dariku


"BESOK SAYA AKAN BERUSAHA LAGI, DALAM HIDUPKU TIDAK ADA KATA MENYERAH"Dia tetap berlalu tapi aku yakin dia mendengar ucapanku,dan besok aku akan berusaha lebih gigih lagi untuk dekat dengannya


  Aku duduk dilapangan menunduk ini sangat melelahkan ,kenapa dia harus menjadi laki_laki yang aku incar ,aku sungguh menyesali akan sikapku padanya


  


  Saat waktunya pulang aku bilang pada kak Hima akan pulang sendiri dan aku juga  menolak Ibam yang ingin menjemputku, aku mempunyai sebuah rencana untuk lebih mendekatkan diri dengan dia ,si Hadi


Aku berkeliling seperti yang aku lakukan tadi mencari Sajadah Hadi,namun nihil aku tidak bisa menemukannya ,jadi aku putuskan untuk melakukan rencanaku besok saja akupun langsung pulang


******


  Hari ini aku berniat berusaha mendekatinya lagi walau kemarin tidak berhasil tapi aku tidak akan menyerah dengan mudah


  Aku sudah berkeliling mencarinya di kampus tapi aku tidak menemukannya padahal saat tadi aku periksa di tempat parkir mobilnya ada


   Sampai kampus bubar aku belum bisa menemukannya ,akhirnya aku putuskan untuk menunggunya di tempat parkir


"Ya ..itu dia mobilnya ,ternyata dia belum pulang"!Aku tersenyum semangat


  Aku berdiri menyender tepat di pintu mobil


"Mau apa lagi kamu?Dia si Sajadah Hadi,kasar sekali dia bicara padaku


membuatku sedikit tersentak namun ketika ingat pada rencanaku aku langsung berusaha untuk tenang


"Heeèeeeee..."Aku memasang cengiran yang menurutku sangat manis


"Aku mau diantar pulang"Aku berbicara dengan lembut berusaha untuk menggugah hati si Sajadah


"Minta antar pulang sama pacar kamu aja sana..."


"Pacar ...."Aku mengernyitkan dahiku berfikir apa aku udah punya pacar ?


"seingatku aku tidak pernah dekat dengan Mahasiswa yang kuliah disini


,bahkan semua cowok kampus disini menjauhiku karena sifat jutekku


"Pacar yang mana sih...?


"Kayaknya aku ngga' punya pacar dehhh..."Aku menyangkal karena memang itulah kenyataannya


"Itu yang pernah nganterin ke kampus"


"Cowok....?Aku masih tidak paham


"Yaiyalah cowok ,masak gue cemburu sama cewek"


"Ohhh ...jadi kamu cemburu"!Aku tersenyum dan mengerti sekarang yang di maksud laki_laki ini pasti Ibam ,karena hanya Ibam yang sering nganterin aku ke kampus


"Ya...engga' lah...a ..a...aku cuma ngga' mau berselisih hanya karena cewek"Kulihat laki_laki itu gugup dan dia berusaha mengelak


  "Ya sudahlah jangan di bahas sekarang kamu minggir,pokoknya ngga' ada kesempatan buat kamu untuk mendekatiku"Laki_laki itu menyeretku supaya menjauh dari mobilnya


"Ayolah....please...."Aku masih tidak menyerah aku berusaha dengan memohon


"Dari tadi aku sudah menolak beberapa orang yang ingin mengantarku pulang hanya karena aku ingin pulang sama kamu "Aku berbicara dengan memelas


'Ngga' peduli.."Laki_laki itu masuk kedalam mobilnya dan menghidupkan mesin mobilnya tidak memperdulikan aku


  Aku berlari kedepan mobil dan merentangkan tanganku menghalangi mobil laki_laki itu


"Pokoknya kali ini aku maksa buat di anterin pulang"Aku berteriak dengan memejamkan mataku masih dengan merentangkan tangan di depan mobil laki_laki itu


"Dremmmmm....dremmm"Terdengar suara deru mobil ,dia mengegas mobilnya berusaha mengancamku

__ADS_1


"Satu hal lagi kalau sampai hitungan ke tiga kamu tidak memperbolehkan aku untuk masuk kedalam mobil  kamu maka aku akan teriak minta tolong berpura_pura teraniaya"Aku berusaha dengan mengancam laki_laki itu.


"SATU...."Aku mulai bersuara dengan lantang


"DUA.....TI....GA"Sampai hitungan ketiga dia masih diam dan hanya memandangku sinis


"Oke baiklah...TO_____


"Cepetan masuk "Dia  menghentikan niatku yang ingin berteriak dan memerintah dengan nada dingin


"Yeyyyyyyy...."Aku meloncat kegirangan,dan akupun langsung masuk kedalam mobil,Sajadah Hadi hanya bisa geleng_geleng kepala melihat tingkahku


"Terimasih....."Aku memberinya senyum manis,tidak peduli dengan mukanya yang dingin


"O iya...kita harus kenalan dulu "Aku menyambar tangan si Sajadah tanpa permisi dan menggenggamnya


"Kenalkan namaku SAKINA NABILA"Aku mengguncang_guncang tangannya sambil mengucapkan namaku


  Aku masih tidak melepas genggaman tanganku menunggunya untuk mengucapkan namanya


"APA...?Dia menatapku heran karena aku tidak melepas genggaman tangannya ,aku menaik turunkan alisku namun dia tidak mengerti juga akan maksudku


"Hisss...kamu ini ,sebut juga dong nama kamu"Aku mengutarakan maksudku


"Ngga' perlu,kamu pasti sudah tahu namaku"!Dia berusaha menarik tangannya tapi aku menahannya dengan sekuat tenagaku tetap menunggu dia mengucapkan nama nya tidak peduli dengan semua yang dia katakan


"Oke...oke..."!Dia menatapku kesal


"SAJADAH HADI"!Dia mengucapkan namanya dengan nada dingin


"Ohh....SAJADAH"Aku berpura_pura baru tahu akan namanya ,Sajadah tersenyum sinis mendengar ucapanku ,dia sudah tahu kalau aku pura_pura baru tahu akan namanya,dari awal dia sudah menebak kalau aku sudah tahu tentang namanya dan karena hal inilah yang dia kira ,yang membuat sikapku berubah padanya ,dan sayangnya itu semua benar,memang aku mau dekat dengan dia karena dia berasal dari keluarga Hadi


"Namamu selalu menemaniku saat aku sholat ya...." Aku mengulang perkataannya dulu yang pernah ia sampaikan ,dia tersenyum sinis sambil memutar bola matanya dia merasa jengah dengan tingkahku


"Iya...itu nama orang yang tidak kamu ingin tahu namanya "Dia menyingungku aku memang pernah menolaknya saat ia hendak memperkenalkan namanya


"Sudah tidak ada lagi yang mau kamu ucapkan ..kan ,sekarang bolehkan saya menjalankan mobilku ini "putri pemaksa"!Aku mengerucutkan bibirku kesal dengan julukan yang ia berikan ,namun aku menahannya lalu tersenyum lagi


"Tentu....dong...ayo...kita berangkat"Aku mengayunkan tanganku memberi aba_aba untuk berangkat


  Mobil pun melaju dengan kecepatan biasa ,dia terlihat menyetir dengan tenang


"Kamu mau di panggil apa olehku"?Aku bertanya tentang nama panggilan untuk dia,karena dia tidak mengatakan nama panggilannya siapa.


"Terserah....."Dia masih aja sinis


"Baiklah ....bagaimana kalau SAJAD...."


"Semua orang memanggilku dengan nama itu,masih sok bertanya lagi kamu"Dia menyinggungku


"Ya...gimana lagi otakku sedang buntu tidak bisa memunculkan ide baru pada panggilan untuk namamu,tapi menurutku juga nama SAJAD sudah begitu indah jika di ucapkan terasa begitu pas di pendengaran"Aku berusaha mengatakan hal_hal yang indah demi bisa membujuknya


"Bukan nya kamu pernah bilang tidak mau berkenalan  dan berniat hanya untuk kuliah dan tidak mau berhubungan ataupun berteman dengan siapapun "?Ah dia malah bertanya seperti itu , ini salahku karena sudah terlalu banyak bicara


"Lalu apa yang membuatmu berubah..!


"Apa karena aku yang berasal dari keluarga Hadi?


"A..aku.."Aku tiba_tiba bicara tergagap tidak tahu harus mengatakan apa


"Sudahlah ...aku sudah terbiasa kok di manfaatin"!Dia berkata sinis,membuatku menunduk


"Sebenarnya aku berasal dari desa"Aku berbicara masih dengan menunduk,aku harus bicara apa lagi ya ....biar dia yakin dan bersimpati padaku dan akhirnya mau berteman denganku


"Aku kagum akan kesuksesan keluarga Hadi ,aku ingin menjadi sukses dan mencontoh kesuksesan dari keluargamu yang katanya kesuksesannya benar_benar di bangun dari nol oleh ayah kamu,aku mengagumi ayah kamu ,yang bisa mencapai kesuksesan ."Aku membuat alasan yang menurutku masuk akal semoga dia mengerti akan maksudku


"Lalu karena tahu saya berasal dari keluarga Hadi kamu ingin dekat dengan saya kemudian memanfaatkan saya agar bisa mencapai keinginan dan cita_citamu itu "Dia masih terlihat kesal


"Yaaaa......begitulah dunia ...!Aku berkata dengan sinis


"kamu tidak akan faham karena kamu selalu di beri kemudahan karena pengaruh keluarga kamu,coba kamu memandang dari arah pandangan mata kami yang harus berjuang di tengah kesulitan ekonomi kami,berlari kesana kemari demi untuk mendapatkan beasiswa demi untuk mengurangi beban hidup kami,setidaknya dengan mendapat beasiswa kami bisa membeli keperluan lainnya"  cerita ini muncul saat aku mengingat pengalamanku Sebenarnya waktu mendaftar di fakultas ini aku bertemu dengan seorang perempuan dia terlihat letih dan wajahnya begitu  menampakkan betapa berat beban yang ia pikul,aku menghampirinya dan ternyata dia sedang kesulitan menemui seseorang yang bertanggung jawab pada beasiswanya ,katanya dia ingin mengajukan perpanjangan beasiswa namun sulit sekali saat ingin menemui orang yang bertanggung jawab pada beasiswanya,lalu aku membantunya dan kebetulan sekali orang itu kenalan dari Abiku jadi aku bisa sedikit membantunya ,dari sinilah aku bisa mendapat pengalaman ini ,perempuan itu juga sempat curhat tentang beban yang ia pikul dia sangat berterimakasih sekali padaku ,padahal aku hanya sedikit membantunya


  "Tidak apa_apakan aku menggunakan sedikit pengalamanku untuk mempengaruhi anak dari keluarga Hadi ini"Bicaraku dalam hati


  Sepertinya ini berhasil kulihat dia diam dan tertunduk seakan menyesali segala ucapannya


"Maaf...."Dia makin menunduk


"Sudahlah...kamu tidak usah seperti itu"!Aku mendorong  bahunya sedikit,dia menatap penuh penyesalan


"Seperti kamu yang terbiasa di manfaatkan ,aku juga terbiasa di remehkan"Kami berdua tersenyum akan apa yang aku ucapkan


    Aku berusaha merendah ,aku memang mengalami hal itu yaitu diremehkan ,tapi bukan karena ekonomi tapi karena aku yang berasal dari desa


  "Pertama kali bertemu kamu benar_benar tidak tahu namaku kan?


"Iya..."Aku mengangguk pembicaraan kami mulai normal tidak di hiasi dengan emosi lagi


"Lalu kamu tahu dari mana tentang namaku?Dia masih dalam keadaan nyetir


"Dari sepupu aku,dia udah 2 tahun di kampus itu"


"Terus bagaimana perasaan mu ketika tahu aku berasal dari keluarga Hadi ?


"Sebenarnya aku memang benar_benar hanya ingin fokus kuliah,aku slalu menolak jika ada laki_laki yang ingin mendekatiku,karena itulah aku bersikap ketus sama kamu,tapi saat aku tahu kamu dari keluarga Hadi ,aku sungguh kaget dan ngga' nyangka,aku menyesal bersikap seperti itu pada salah satu keluarga yang aku kagumi"  Tidak sepenuhnya aku berbohong bukan.....mungkin hanya kata_kata kagumnya aja di ganti dengan kebencian.


  Sekarang aku merasa dia sudah luluh,selanjutnya semoga kita makin dekat,agar aku bisa masuk dalam keluarganya dan mendekati kakaknya.


   

__ADS_1


  


__ADS_2