
BELAJAR SILAT
Dari dulu sebenarnya kami ingin sekali belajar silat ,karena kami sangat rawan dengan yang namanya perkelahian
kami sadar kami sering membuat rusuh dan tentunya itu menciptakan banyak musuh yang mengintai kami
kebetulan si Ibam mempunyai teman yg bernama..
Ali Ramadhan yg mempunyai komunitas pencak silat Desa
Bilal agak tidak senang bergabung di komunitas ini karena disana juga ada Khalil
yang lebih dulu bergabung
ini juga alasannya kenapa kami masih membutuhkan waktu lama untuk bergabung
Kami juga heran kenapa Khalil yang notabene nya Alimmm tiada tandingannya itu tertarik mempelajari silat
ya...ya...ya...saya tahu pasti kalau ditanya dia akan jawab "Untuk perlindungan diri"!
Namun sekian lama dia bergabung dengan komunitas ini dia tidak pernah melawan Bilal dengan benar saat Bilal emosi karena dia
dan memukulnya sampai babak belur
dia tidak pernah melawan dia hanya diam dan menerima pukulan Bilal dengan pasrah
"Ayolah ketua kita bergabung di kpsd"bujuk si Ibam waktu itu.
"Alasan siBily tidak mau bergabung dikomunitas itu sebenarnya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi .
Bily alias Bilal memang tidak suka sama Khalil dia sangat membenci Khalil karena menganggap si Khalil itu sok alim lah.
sok ganteng dan sok pintar
dan sok segala_galanya
Bilal membenci Khalil sangat membencinya
dia seakan sangat takut aku diambil oleh khalil dari dia
Apalagi orang tua saya..malah menjodohkan saya dengan khalil tambahlah kebencian dia sama khalil tapi itu masih rencana kok
karena aku sendiri yang menentangnya
karena aku memang tidak mempunyai perasaan apapun pada khalil
aku hanya menganggapnya seorang kakak teman dan sahabat karena orang tua khalil merupakan teman dari kedua orang tuaku
"Kita ini perlu penjagaan diri ketua apalagi ketua perempuan!"Tambah Ibam dengan memasang muka penuh harap.
yang mesti berjuang di era yang di penuhi dengan kekerasan ini"!Ibam menambah omongannya
"Iya...kalau ketua sedang bersama kami ketua merasa aman
coba kalau kami sedang sibuk dengan urusan pribadi kami masing_masing dan ketua sendiri
tidak ada yang melindungi
ini bisa ketua jadikan sebagai penjagaan diri buat ketua"!Ibam menjelaskan padaku panjang kali lebar......
saya memang tidak pernah mencoba untuk membujuk Bilal .
waktu Bilal ngga' mau ikut komunitas itu saya nurut aja tapi alasan Ibam ada benernya juga.
." Baiklah aku coba .!
"sekarang dimana dia?tanya saya sama Ibam..."
"didalam markas ketua"kami memang menyebut rumah Bilal sebagai markas
."Bilal...Bilal..!teriak saya memanggil nama Bilal
"Eh salah Bily" saya pura_ pura membuat kekeliruan
"Untung dia kayak nya sekarang ini lagi bagus mood nya ."
kamu Ibam ngintip dari luar pintu ya .!!perintah saya waktu itu..Ibam langsung bersembunyi
" Kamu lagi ngapain?Bilal langsung menoleh dan terlihat dia lagi memegang buku
Bilal memang senang membaca. "Biasa ......memang kenapa"?Bilal menjawab tanpa melihat kearahku
waktu itu dia duduk dimeja belajarnya..
saya pun duduk di tempat tidurnya Bilal
yang memang dekat dengan..meja..itu..!!Bilal langsung tersenyum ..ketika melihatku ,senyuman yg begitu menawan yg dihiasi dg munculnya lesung pipit kecil diwajah nya.membuat semua perempuan di desaku terpukau ketika melihatnya..
termasuk aku
ngga' ada yg membenci Bilal walaupun dia berbuat rusuh gaduh di desaku..semua terpana pada Bilal.."
"Ayo kita bergabung dengan komunitas pencak silat"
suara saya agak di perhalus karena ingin Bilal terbujuk"!!! pandangan Bilal langsung pindah kearahku
" Kamu ingin belajar silat"? Tanya Bilal agak pelan
" Ia..untuk jaga jaga diri" !Jawab saya agak manja
" Ya..sudah! "Tapi, besok aja ya daftarnya
" Dan kamu harus janji
untuk jauh jauh dari si Khalil....ganjen itu!!syarat Bilal terlihat lucu
apalagi ngatain khalil ganjen
"Apa..." aku agak terkejut dengan kata kata bilal
"Ngga' salah tuhh"!!aku membalasnya dengan wajah heran
Khalil kan orang nya alimmm
Masa' Bilal ngatain khalil ganjen...
"Iaaa.....dia memang Alimmm"
"Ngga' kayak saya yang bandellll"wajah bilal cemberut mendengar komentarku pada kata katanya
"Dia...itu ganjen kalau didepan kamu!!!alasan Bilal ada benernya
Khalil kalau ketemu dengan saya...
Seperti gugup...tapi tidak pernah
Menghindariku dia selalu menyapaku dengan manisss
Walaupun saya terlihat lagi ngumpul sama gengku
Dia selalu tersenyum padaku
Dan menyapaku...
Dia tidak seperti warga kampung lainnya yang takut pada Bilal,
__ADS_1
karena memang Bilal sudah mencap saya sebagai miliknya jadi tidak ada yang berani mendekatiku
Apalagi kalau ketemu saya pass lagi sendiri.....khalil langsung mendekatiku..
Dan berusaha membuka obrolan denganku...
Seperti ingin sekali dekat denganku
Bilal pernah melihat hal itu
Waktu itu Bilal langsung mendekati kami dan mengajakku pergi meninggalkan khalil......
""Kalau cuma itu....oke....saya akan berusaha menghindari khalilll!!"""
Jawabku tegas
"Kalau begitu aku setuju"!Bilal memberi jawaban yang membuatku sangat senang
beneran kamu mau iya..!!
"Iya.." tambah Bilal sambil mencubit pipi saya...saya pun beteriak kegirangan senang sekali...
Bilal hanya tersenyum.melihat tingkahku.
." Ibam keluar...."!aku menyuruh Ibam untuk keluar dari tempat persembunyian nya
"Besok kita belajar silat"!seketika ibam keluar dari persembunyiaannya,dan berteriak""
"Yyyessss" sambil meloncat kegirangan...Bilal hanya tersenyum melihat tingkah Ibam karena memang dari tadi dia sudah mengetahui keberadaan Ibam.
"Tapi....besok aja daftarnya.!!Bilal mengulang kata katanya tadi
"Oke...bosss Bilal"Jawab aku dan Ibammm berbarengan sambil mengangkat tangan kami
memberi hormat layaknya seorang prajurit
Malampun tiba
tidak sabar menunggu hari esok...
aku sampe' tidak bisa tidur tapi aku paksain untuk tidur agar staminaku kuat untuk mulai latihan besok
akhirnya hari yang kami tunggu tunggu pun datang
Sesuai perjanjian kami kemarin kira kira jam 08.00 kami keluar bersama menuju tempat pelatihan silat yg ada di desa sebelah..
suara motor kami pun menggema memecah kesunyian pagi itu..
dan tidak ada yg berani ..mengumpat apalagi memarahi kami..
tidak lain tidak bukan ini semua karena orang tua Bilal adalah orang yg sangat berpengaruh di desa kami dan juga sangat di segani
bukan hanya..
karena kekayaan nya yg melimpah, keluarga Bilal juga banyak menyumbang untuk semua pembangunan yg ada didesa kami.....
Ditengah perjalanan kami berpapasan dengan anak anak remaja yg sedang pacaran mereka tak segan segan berpelukan
padahal tempat nya berada dekat dengan jalan raya,mereka pemberi contoh yang buruk
masih dikejauhan kami berhenti ..
kami saling berpandangan menatap kearah anak muda tadi dengan menggeleng_gelengkan kepala kami
sambil berdecak sinis
" Bagaimana ini ketua kita apain anak anak kecil itu?
Tanya Roy padaku..."Roy itu lho yang nama aslinya Khoirul
" Lempari petasan"!
langsung anak anak semua mengeluarkan petasan yg ada di saku mereka ,
mereka nyalain dan melampar petasan itu didekat anak remaja yg pacaran tadi.
Awwwwwww"!!! Para cewek nya kaget berteriak ketakutan
dan yang cowok langsung melihat kami dengan memasang muka marah..
mereka mau mengeluarkan suara tapi menciut ketika melihat bahwa itu kami yg melakukan nya ...
Ha..ha..ha.."
" Masih kecil pacaran " Ibam berteriak " mereka hanya bisa diam menunduk ketakutan"
kami pun pergi dengan menambah suara deru motor kami...dan berlalu begitu saja tanpa merasa bersalah.....
Sampailah kami di desa sebelah yang tidak begitu jauh dari desa kami sendiri yaitu tempat pelatihan
KPSD(komunitas pencak silat desa)..
deru motor kami sepertinya membuat.
semua murid murid yang belajar di kpsd kaget mereka langsung keluar ketika mendengar suara deru motor..
semua pandangan tertuju pada kami...mereka juga agak heran .
mau ngapain kami ke tempat mereka..
Ibam pun langsung mematikan motornya dan langsung menuju ke temannya yaitu
Ali Ramadlan yang merupakan pemilik dari tempat ini
semua menatap kearah kami tapi kami sok keren dan tidak peduli
"Assalamualaikum Akhi" sapa Ibam memulai percakapan.
Ali memang di komunitas itu dipanggil Akhi..semua anggota kpsd memanggil dia Akhi.
baik yang muda maupun yang lebih tua dari dia..karena selain pemilik dia juga pendiri komunitas ini...
" Wa alaikum salam"balas si Ali dengan menghiasi mulutnya dengan senyuman..
dia seumuran dengan kami..
dia orang yang sangat baik..
berteman dengan Ibam karena dia masih kerabat jauh dari Ibam
"Saya mau membicarakan tentang hal kemarin seperti yang sudah saya sampaikan
" O.iya..mari silahkan masuk kekantor kami untuk mengurus semua pendaftarannya, dia mengajak kami menuju ke kantornya.
." Ayo..!"tambahya lagi dengan mengangkat tangannya..dan merangkul Ibam...
" Ayo....ketua..kita menuju kekantor nya kpsd untuk mendaftar!Ibam pun mengajak kami semua untuk segera menuju ke tempat pendaftaran..
kami semua pun turun dari motor kami dan mengikuti dibelakang Ibam dan Ali
tempat ini lumayan besar warna bangunan nya dominan memakai warna Hitam
Tibalah kami dikantornya kpsd..kulihat seketika wajah Bilal berubah...merah padam
Oh...ternyata di dalam kantor itu udah ada si Khalil...
__ADS_1
"Mari silahkan semua masuk !!ajak si Ali
"Dan kebetulan nih yang mengurus semua tentang pendaftaran....
Khalil, dia teman sesama desa kalian kan???pandangan kami semua tertuju pada Khalil,
kami semua hanya diam tidak menjawab pertanyaan Ali tadi..karena kami tau bagaimana tidak sukanya siBilal pada Khalil..
"Oooh tentu kami tahu dia..." seloroh Bilal dengan nada agak ketus.."
"Baiklah saya tinggal ya.. biar yang mengurus semuanya si Khalil!!
"Ali pun pergi setelah berkata seperti itu..tinggallah kami semua dan ditemani Khalil
" Ini silahkan mengisi formulir pendaftaran nya!" khalil pun membagikan formulir pada kami semua.
"Silahkan mengisinya sesuai dengan data pribadi kalian semua
sesaat kami menyimak semua perkataan khalil termasuk Bilal yang sepertinya sangat membenci khalil..kemarahan diwajah Bilal seakan lenyap seketika ,kami semua larut dengan konsentrasi kami masing masing
terhadap syarat dari pengisian formulir
Setelah menyelesaikan semua syarat syarat pendaftaran
khalil mengantarkan kami semua ketempat pelatihan silat...
" Ini tempat latihan kalian!
"Tempat ini kami beri nama kelas tsalatsa..
"Kelas bagi para pemula seperti kalian!"terlihat ditempat itu sudah ada banyak para pemula seperti kami
"Lalu kelas yang paling tinggi disini disebut kelas apa?" Roy bertanya dengan memasang wajah serius..
agak lucu karena selama ini ia adalah orang yang ngga' pernah serius
"Namanya kelas wahid!"jawaban khalil menunjukkan bahwa dia bersikap profesional pada kami
Membuang masalah pribadi diantara kami
Padahal kami sering mengganggunya,mengejeknya
Ngatain dia kuperlah!,,sok alimmm!!
Cari muka !!dan lain sebagainya!!
Dia memang orang baik ,kami semua tidak bisa menyangkalnya
Tapi karena memang sifat kami yang rusuh ,kami tidak menperdulikan sifat baiknya itu
Cuma kali ini saya lihat anak anak memandang khalil dengan serius
Dan seperti tercipta kekaguman dalam pandangan mereka
"Tapi disini kami memisahkan tempat pelatihannya khusus perempuan dan khusus laki laki dan juga guru yang melatih
kalau perempuan yang melatih nanti juga perempuan kalau laki laki yang melatih laki laki juga
"Kami semua saling memandang..
Karena disini hanya aku yang perempuan
Sedangkan kami tidak mau berpisah
Aku ingin selalu bersama dengan teman temanku
"Aku ngga' mau Berlin jauh dari kami!Bilal menghela nafas yang menunjukkan dia sedang emosi
"Dan seperti nya kamu senang memisahkan saya dengan Bila...
Ia....kan?Bilal semakin mengeraskan suaranya
"Bilyy sebaiknya dengerin dulu penjelasan khalil!!aku berusaha meredam emosinya Bilal dengan mengusap punggungnya
"Ayo...lah Bilal kalian semua satu kelas.....
Cuma tempat latihannya dan yang melatih saja yang berbeda
Itupun kalau kita sedang latihan sedangkan materi akan diterangkan didalam kelas
"Soalnya disini syariat islam masih dipegang dan kalau silat tidak akan lepas dari yang namanya bersentuhan....dan bersentuhan dengan selain mukhrim itu dilarang dalam syariah
kalian kan tahu siapa akhi Ali...!!Khalil memperjelas
"Ya........pastinya kami semua tau kalau akhi Ali itu adalah keturunan kiyai yang terpandang didesa ini
"Lagi pula Bilalll memang kamu mau Nabila dipegang oleh orang lain yang bukan mukhrimnya"!!khalil berkata seperti itu sambil memandang tajam kearah mata bilal seakan dia menyinggungnya
"Gimana...ketua ..ngga' apa apa kan...??Ibam bertanya padaku
" Tentu saja ngga' apa apa ..
Benarkan Bily.."?aku melihat Bilal
Dia menunduk berusaha meredam emosinya
"Oke....ngga' apa_apa cuma saat berlatih aja kan ...yang berpisah..."?
Bilal membalas tatapan khalil
Saya sudah biasa melihat sifat posesif nya Bilal kepadaku..
Saya menerima semua itu...
Bahkan mungkin saya senang karena ada orang seperti Bilal didekatku
Apakah itu cinta...??saya juga tidak tahu yang pasti aku dan Bilal tidak bisa di pisahkan Bilal begitu tergantung padaku akupun sebaliknya!!
Kalau di dunia ini tidak ada Bilal
Aku berharap aku juga tidak ada di dunia ini
Dan semua sobat kami yang sekarang ini berdiri bersama kami
Juga tidak akan segan segan melindungiku dari apapun
Dan juga mengetahui dan paham akan perasaan Bilal padaku
Jadi tak ada yang protes ketika Bilal menunjukkan rasa tidak sukanya pada Khalil
Padahal khalil teman mereka juga
Ini semua juga karena khalil begitu terang terangan mendekatiku
dia tidak merasa gentar walau sering kali bertengkar dengan Bilal dan sering mendapat tonjokan dari Bilal karena hal yang sepele
Padahal dia tahu sangat tahu banget
aku sudah dekat dengan Bilal sangat dekat melebihi kedekatan hubungan apapun
Baik itu teman saudara keluarga maupun kekasih
Kedekatan kami melebihi dari semua hubungan itu
dan tak ada yang bisa merusak itu kecuali tentunya jika memang di antara kami ada yang berubah haluan
__ADS_1
🔜