
Hari ini Bos besar akan kembali dari luar negri ,dia disana selama satu bulan,aku masih setia mendampingi Mba' mauli dan mengerjakan semua yang ia perintahkan
Ada derap langkah yang terdengar ,kami menoleh dan setelah itu kami langsung berdiri dan menunduk,ada yang beda si Bos besar berjalan sendirian,mba' Sania kemana ya?tantaku dalam hati,Tuan Bos sudah masuk kedalam ruangannya,saat pintu sudah tertutup aku langsung menoleh kearah Mba' Mauli dan meluapkan rasa penasaranku dengan segera bertanya padanya
"Mba' Sania kemana?
"Kok Tuan Bos sendirian"?Aku langsung nyerocos tanpa jeda
"Mba' Sania mau menikah ,dia keluar dari kantor dan sekarang kantor lagi nyari penggantinya"Mba' Mauli menjelaskan dengan berbinar
"Kamu doain ya....biar aku yang bisa gantiin Mba' Sania"Mba' Mauli menggenggam tanganku
"Ohhh....karena itu Mba' Mauli terlihat begitu antusias"Aku bicara sendiri dalam hati,dia memang pernah bercerita tentang ketertarikannya pada Tuan Bos,aku tersenyum ikut senang dan berdoa dalam hati semoga yang menggantikan Mba' Sania adalah Mba' Mauli,dan aku harap akulah orang yang menggantikan Mba' Mauli,yaaa...berharap ngga' apa_apa kan.
"Iya...Mba' Mauli memang calon yang tepat untuk menggantikan Mba' Sania"Aku menambah Semangat Mba' Mauli,dari segi pengalaman di kantor ini memang Mba' mauli calon yang tepat untuk menggantikan Mba' Sania
"Terimakasih Nabila"Mba' Mauli menganguk dengan semangat
"Mauli suruh Asistenmu itu keruanganku"Itu suara Tuan Bos dari intercom
"Iya...pak Saya akan sampaikan"Mba' Mauli menjawab dengan lembut
"Tuhh...kamu udah denger kan ,masuk gihh"!Mba' Mauli tersenyum
"Iya...Mba'"Aku mengangguk dan berdiri dari tempat dudukku dan melangkah kearah Ruangan Tuan Bos
Aku merasa was_was,karena selama ini Tuan Bos jarang memanggilku ,saat aku magang itulah terakhir kali aku masuk ke Ruangan Tuan Bos.
"Ekhhem"Aku membenarkan tenggorokanku agar tidak tercekat saat bicara nanti
"Tok...tok..tokk..permisi pak"
"MASUKK..."Nada suaranya yang penuh dengan perintah
Aku membuka gagang pintu dan memasuki Ruangan itu
"Iya...pak saya Asistennya Mba' Mauli"Aku bicara dengan formal
"Duduk dulu"Dia berbicara tanpa menatapku,aku melangkah dan duduk di kursi yang ada di depan mejanya
Sekian waktu berlalu ,akhirnya Tuan Bos,menyingkirkan berkasnya dan mengangkat wajahnya menatapku
"Persiapkan diri kau akan menggantikan Sania"Tuan Bos bicara tegas
"APAAA..."Aku tercekat kaget tapi aku tidak berteriak
"Keluarlah pekerjaanmu akan di mulai besok,siapkan otak dan energi yang penuh,karena kau akan menjadi orang sibuk besok"
"TAPIIIII____"
"Sudah selesai keluarlahh...."Dia tidak memberiku kesempatan bicara,Aku berdiri dan melangkah keluar dengan lesu,bagaimana ini ,aku harus bicara apa sama Mba' Mauli,padahal dia yang sangat berharap pada kedudukan ini,aku juga tidak mengerti pertimbangan apa yang diambil sehingga Tuan Bos memilihku untuk menjadi pengganti Mba' Sania,yang lain pasti berfikir ini semua terjadi karena aku tunangan dari Sajad"Uhhh....menyebalkan sekali punya calon kakak ipar kayak dia,setidaknya jelasin kek kenapa aku yang terpilih untuk menggantikan Mba' Sania,aku benar_benar ngga' enak hati sama Mba' Mauli,dia tadi sangat berharap sekali,aku tidak tahu harus gimana caranya aku memberi tahu Mba' Mauli.
"Heeee...."aku langsung nyengir ketika sudah keluar dari Ruangan Tuan Bos dan langsung bertatapan dengan Mba' Mauli
"Gimana ...?
"Ada perlu apa Bos memanggil kamu?
"Emmm...."Aku ragu untuk berbicara
"Emmm apa.."Mba' Mauli meniru ucapanku
"Sebenar nya Tuan Bos bilang____"Aku berhenti dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal dan terhalang oleh hijabku
"Tuan Bos bilang,aku yang bakal gantiin Mba' Sania"!Aku bicara pelan tapi aku yakin Mba' Mauli jelas mendengar perkataanku
"OHHHH....."Aku mengernyit heran mendengar respon Mba' Mauli kok dia tidak kaget
"APAAA......"Mba' Mauli kaget,ternyata dia lambat mencerna ucapanku
"Ia...Tuan Bos bilang begitu"
"Kok gitu sihhh...aku kan lebih senior dari kamu Nabila,aku tidak terima ini "Mba' Mauli terlihat emosi
"Aku faham kok Mba' Mauli,aku malah mendukung jika Mba' Mauli yang menggantikan Mba' Sania,malah aku berharap aku yang yang menggantikan Mba'Mauli jika Mba' Mauli menggantikan Mba' Sania"Aku bicara panjang lebar berusaha menenangkan Mba' Mauli
"Hehhh....benar begitu ,aku kok ngga' yakin"Mba' Mauli menatapku sinis ,ada sirat kekecewaan di matanya.
"Mba' Mauli jangan begitu,jangan membenciku"Aku merasa kecewa ,Mba' Mauli seakan menyalahkanku
'Aku akan menemui Bos..."Mba' Mauli berdiri dan langsung melangkah menuju ke Ruangan Tuan Bos
Aku duduk menunggu dengan hawatir ,sudah dari tadi Mba' Mauli berada di ruangan Tuan Bos,hingga tak lama ada suara pintu terbuka dan itu pintu ruangan Tuan Bos
Mata Mba' Mauli bertabrakan dengan tatapanku,terpancar kilatan emosi di mata Mba' Mauli,dia melangkah ,aku kira dia akan duduk di tempatnya namun dia melangkah menjauh,dan sepertinya dia menuju ke toilet.
Emosiku tersulut ,aku yakin Si Tuan Bos sombong itu ,sudah mengeluarkan perkataan yang menghina Mba' Mauli,aku tidak terima,aku terlanjur menyukai Mba' Mauli aku ngga' rela Tuan Bos membuatnya menangis
BRAAAKKKK"Aku membuka pintu ruangan Tuan Bos tanpa permisi,terlihat Tuan Bos terperangah ,terlihat wajahnya yang menunjukkan kekagetannya
"APA_APAAN KAMU..."Tuan Bos menampakkan emosinya setelah meredakan kekagetannya,nyaliku agak menciut melihat tampang Tuan Bos
Aku berusaha memberanikan diri dengan mengangkat daguku,aku sadar aku tidak pantas bersikap begini,namun kepalang tanggung,aku tidak akan berhenti di tengah jalan,dulu aku bisa menghadapi orang yang lebih seram dari Tuan Bos yang sombong nya ngga' ketulungan ini,bahkan preman yang ada di desaku takut padaku ,masa menghadapi Tuan Bos sombong ini aku ngga' bisa.
"Tuan Bos bicara apa hingga membuat Mba' Mauli menangis seperti itu"Aku berkata sinis
"Hehh"Tuan Bos berdiri dari tempat duduknya dia berdecak
"Mulai besar kepala kamu ya ....sehingga berani membentak Bos besar di kantor ini"Tuan Bos menatapku dengan kilatan amarah,dan aku yang menyebabkan hal itu
"SAYA HANYA INGIN TAHU APA YANG TUAN BOS KATAKAN PADA MBA' MAULI"Aku bicara dengan berteriak
"KAMU INI"Tuan Bos menggeram kesal
"AYOLAH Tuan Bos saya hanya ingin tahu apa yang Tuan Bos katakan pada Mba' Mauli,soalnya saya mau menenangkan Mba' Mauli."Aku berbicara konyol
"Ohh...saya hanya bilang dia belum pantas untuk menggantikan Sania itu aja,dan juga aku bilang ,kamu lebih pantas hanya itu"Si Tuan Bos bicara dengan enteng
"SUDAH...SUDAH pergi dari ruangannku ,sekali lagi kamu bersikap tidak sopan,maka aku akan memecat Mauli"
"HAAAAHHH"Aku berteriak keras ,membuat Tuan Bos menutup telinganya
"Apa_apaan Tuan Bos ini,kok malah Mba' Mauli yang di pecat,bukannya yang bersikap tidak sopan itu saya "!Aku mengernyit heran
"Karena aku tahu ,kalau aku mengancammu dengan pecatan atas dirimu itu tidak akan bisa menggertakmu,karena kamu tidak takut akan hal itu,kamu pasti lebih peduli pada keadaan Mauli ,iya kan?
"Lagi pula aku tidak mungkin memecat kamu,karena aku tidak mau repot_repot nyari pengganti lagi"Tuan Bos bicara dengan dingin
"KELUARRR"
"Sekali lagi berbuat tidak sopan seperti tadi ,aku tidak segan_segan akan melaksanakan ancamanku"Tuan Bos menatapku penuh intimidasi
__ADS_1
"Baiklah,maaf.....atas perbuatanku tadi,aku memang bodoh"Aku menjitak kepalaku sendiri
Aku keluar menunduk lesu.
"Permisi Tuan Bos"Aku menutup pintu Ruangan Tuan Bos dengan pelan
"He..he...he"Itu kekehan Tuan Bos,dia tertawa melihat tingkah karyawannya barusan
"Apa_apaan dia,tidak sopan,tapi kok aku malah,senang begini ya...?
"Ahhh....sudahlah ..."Tuan Bos berusaha mengenyahkan pikirannya
"Dia bodoh atau apa sihhhh...?
"Hehhhh....membela seseorang yang bahkan hanya pura_pura berteman dengan dia"Si Tuan Bos menggerutu sendiri
Kalau saja dia tahu apa yang di katakan Mauli tadi
"Kenapa pak Bos memilih Nabila ,untuk menggantikan Sania?
"Kenapa,bukannya kamu slalu memuji dia belakangan ini"
"Tapi saya lebih pantas untuk menggantikan Sania bukan dia"
"Apa maksud kamu,kamu meragukan keputusanku,Mauli.disini bukan hanya kamu saja yang merekomendasikan dia ,tapi staf yang lain juga sering memuji dia"
"Tapi dia tidak sebagus yang saya bilang selama ini,pekerjaan nya masih berantakan dan slalu perlu revisi"
"Kamu mau mempengaruhiku?
"Mauli,kedudukan kamu dengan Sania itu sama tidak ada tingkatannya,bahkan jumlah gaji kalian sama ,sebenarnya apa yang coba kamu raih"
"Tapi saya ingin slalu mendampingi anda pak"
"DIAM KAMU,JANGAN NGELUNJAK KAMU ,KARENA SIKAPKU SLAMA INI"
"KELUAR...."
Mauli pun keluar dan langsung menangis.
Aku duduk dengan frustasi meletakkan kepalaku di meja kerjaku,sambil menunggu Mba' Mauli
Ada suara pergerakan kursi"Alhamdulillah Mba' Mauli"Aku berseru melihat kearah Mba' Mauli dengan senyum lega
"AYO ...Mba' Mauli ,saya akan bantu bicara pada Tuan Bos ,supaya Mba' Mauli yang menggantikan Mba' Sania"Aku bicara lemah lembut takut menyinggung Mba' Mauli
"Tidak usah"Suara Mba' Mauli sinis
"Tapi______"Mba' Mauli mencekat omonganku dengan merentangkan kelima jarinya di depan wajahku,sedang dia tidak melihat kearahku sama sekali
"Selesaikan tugasmu lalu beresin barang_barangmu,besok kan kamu mulai mendampingi Bos dan pindah kedalam Ruangan pak Bos"
"Mba' Mauli___
"Ini perintahku untuk terakhir kalinya,saya harap kamu tidak membantah seperti yang sering kamu lakukan,karena besok kedudukan kita sudah sama dan saya tidak bisa memberimu perintah lagi"Mba' Mauli bicara berusaha dengan tegas walau suaranya masih terdengar bergetar.
"Baik Mba' Mauli"Aku menunduk patuh segera mengalihkan fikiranku pada pekerjaan.
Akhirnya pekerjaanku menjadi Asisten Mba' Mauli sudah selesai dan ini untuk terakhir kalinya,besok saya akan menjadi Asistennya Tuan Bos yang mendampingi dia berkeliaran di dunia luar,aku hanya bisa menghela nafas dan bingung harus senang atau sedih,karena aku mendapat keinginanku untuk lebih dengan Mubarak Hadi namun aku harus kehilangan Mba' Mauli yang terlihat sangat membenciku setelah tahu sku yang menggantikan Mba' Sania.
"Wajahnya kok di tekuk..."Ibam menyambutku,setelah Sajad pergi dia yang mengantar dan menjemputku tanpa aku minta.
"Lho....kata Hima besok kamu bakalan pindah menjadi Asistennya Bos besar perusahaan ini,kok cemberut dan sedih"
"Pulang.....nanti aku cerita"Aku mengajak Ibam untuk segera beranjak dari sana,ngga' enak soalnya tadi aku lihat Mba' Mauli juga keluar dan sedang menunggu jemputannya.
Di tengah perjalanan Ibam malah melewati jalan untuk menuju ke Rumah Bibiku
"Kamu bawa aku kemana Ibam ..?
"Sebaiknya ketua diam dulu,hal ini akan membuat ketua melupakan wajah cemberut ketua tadi"
"Haahhh...terserah kamu deh..Ibam,tapi awas ya....kalau hal ini tidak berhasil menghapus kesal di wajahku ini"
"SIPPP ...Ketua jangan hawatir"Akupun hanya diam menunggu kami untuk sampai pada tujuan.
Ternyata Ibam membawaku ke Restoran yang dulu aku pernah puji tempatnya yang membuat aku terpukau,aku dan Ibam langsung turun dari mobil dan memasuki Restoran tersebut ,aku hanya diam tidak banyak bicara,dan lagi aku lagi males berdebat,tadi di kantor sudah banyak menekan jiwaku,jadi saat ini aku berusaha untuk Rileks.
Aku mengikuti langkah Ibam di belakang,sebelum itu aku mengecek ponselku takut ada yang menghubungi,setelah itu aku memasukkan ponselku kedalam tasku,bersamaan dengan itu Ibam menghentikan langkahnya
"Sudah sampai ya...."Aku mendongak dan melihat Ibam di depanku,namun herannya Ibam kok malah berdiri disini di meja ysng terlihat penuh
"Ibamm...meja ini udah ada orang nya"Aku menegur Ibam,dan melihat kearah orang _orang ysng duduk itu untuk mengucapkan maaf
"Maaf ya...."Aku menundukkan kepalaku______tapi kok ada yang aneh,yang cewek kayaknya itu Kak Hima,aku mengangkat kepalaku melihat kearah cewek yang ada di meja itu,dan itu benar kak Hima,mendengar suaraku yang meminta maaf dua laki_laki yang ada di meja itu menoleh
"ASSALAMU ALAIKUM KETUA"
"AAAAAAAA ...."Aku berteriak gembira ketika melihat wajah kedua laki_laki ini,aku tidak peduli pada tatapan orang lain yang langsung mengarah padaku
"KALIAAANNN..."Sekali lagi aku berteriak
"Ketua jawab dulu salam nya"Irfan menyelaku
"OKEEE ...OKEEE..."
"Waalaikum salam IRFAN DAN ROYYYYY"Aku menjawab dengan memekik senang
"Kalian disini...."?Aku langsung duduk di kursi dekat kak Hima
"Iyaa....kami sangat merindukan Ketua..."
"AHHHH AKu juga merindukan kalian"
"Ibamm kamu ini ,untung aja aku ngga' punya penyakit jantung,jadi bisa menanggulangi rasa kaget akibat kejutanmu ini"
"Diaa..memang jagonya ketua ...dari dulu iya kan...?
"IYAÁAA...BENAR,Ibam memang hebat dalam hal mengejutkan orang"
Ibam hanya tersenyum mendengar hal itu
"Ngomong_ngomong,selain rindu pasti ada alasan lain kan,sehingga kalian bisa ada disini?Aku menatap kearah Irfan dan Roy
"Tentu....kami disini ,hendak memantau usaha restoran kami ini"
"Kalian punya restoran?Aku mengernyit heran
"Yaa.....restoran kami bertiga"Irfab meladeni pertanyaanku
"Kalian bertiga......?Aku bertanya lagi
__ADS_1
"YAaaa......___
"Beneran kalian ngga' bercanda,dimana restorannya,kok Ibam ngga' pernah ngajak aku kesana ?Aku sekali lagi memberi pertanyaan
"Ngga' selesai_selesai nih....aku cerita kalau ketua slalu memotong ucapanku"
"Aku kangen banget....sama kalian..IIHHH...AHHH..."Aku mencubit pipi Irfan dan Roy
"Kayak gini nihh....yang namanya kangen yang menyakitkan"Roy menggerutu sambil mengusap_ngusap pipinya
"Sebaiknya kita langsung ke Restoran kalian aja ya .....aku benar_benar penasaran"Aku ingin bangun dari dudukku namun ucapan Ibam menghentikanku
"Kalau ketua ingin melihat Restoran kami,ketua tidak perlu kemana_mana tinggal melihat di sekeliling ketua saat ini"Ibam berbicara serius
"WHAT.....SERIUS..."Aku menganga kaget
"Seharusnya ketua udah nanya dari pertama aku ngajak ketua kesini"Ibam menggerutu
"Yaa...mana bisa aku langsung tahu,kalau kamu ngga' cerita Ibam"Aku mengelak
"Tapi kan ketua bisa menebak itu saat melihat nama dari Restoran ini "Roy menimpali ucapan Ibam
"Emang nama Restoran ini apa?Aku mengernyit tidak mengerti ,sedang aku masih dalam keadaan berdiri
"ASTAGFIRLOH KETUA....Didepan ketua sudah tertera dengan jelas nama Restoran ini ,dan ketua masih menanyakannya sekarang "Aku langsung melihat kearah tulisan besar yang terpampang jelas di depan mataku
😚LOVE KETUA😍
Aku langsung mengerti akan ucapan Ibam tadi ,sungguh aku tidak memperhatikan sama sekali tulisan tersebut,yang kulihat hanya keindahan dekorasi yang ada di Restoran ini,aku memang payah,aku selalu memberi mereka kekecewaan ,aku tidak pernah memperhatikan dan bersikap seperti sahabat yang sebenarnya pada mereka,padahal mereka selalu menomor satukan diriku diatas segala urusan mereka,namun aku malah meletakkan mereka dibarisan terakhir orang yang harus aku perhatikan .
"Maaf...."Aku menunduk penuh sesal😔aku mendudukkan diriku di kursi ku tadi
"HA...HA...HA..."😅😅😅😅Mereka tertawa melihat ku yang terlihat sangat merasa bersalah
"Kalian menertawakanku?Aku berbicara sambil menahan robohnya bendungan air mata yang aku tahan
"Kami bercanda ketua....."
"Jangan di bawa serius gitu ahhh..."Irfan berusaha meredam emosiku yang terlihat sangat ingin menangis
"Dan ketua harus yakin Perasaan kami selamanya tidak akan berubah ...."Irfan menggenggam tanganku,saat itu air mataku langsung mengalir
"Sampai sekarang kami selalu mencintai ketua sepenuh hati dan tidak peduli walau cinta itu bernama cinta sepihak"Roy ikut menggenggam tanganku
"Dan sampai sekarang kami tidak berharap ketua mau membalas cinta kami ini"Ibam ikut juga dan menggenggam tanganku
"Kami rela merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan ini,seumur hidup kami,karena saat ketua mendapatkan cinta ketua,kami juga ikut merasa mendapatkan cinta itu,kuharap ketua bahagia,dengan pilihan ketua saat ini"Ibam bicara agak panjang,semua tertegun dan terdiam kami saling menatap satu sama lain dengan tangan kami yang masih menyatu,aku masih terisak
"Dan aku sudah lapar ,perutku sudah berbunyi dari tadi"Kak Hima memecah kesunyian dia berdiri dan ikut menumpukan tangannya ,dengan memberi senyum cengiran ,sambil menatap kearah kami.
"Ha....ha...ha...."kami semua tertawa bersamaan,sungguh ini kebahagian yang aku miliki sekarang dan aku rasa cukup bagiku kebahagiaan seperti ini,cinta yang begitu melimpah dari orang yang ada di sekelilingku,aku tidak perlu memikirkan cinta dari orang yang sudah meninggalkanku.
Kamipun memakan makanan yang kami pesan masing_masing sambil membicarkan banyak hal
"Bagaimana dengan tunangannya ketua,mana dia...."?Irfan bertanya padaku
"Dia sedang di luar negri sekarang,melanjutkan pendidikan"Aku menjawab mereka santai
"Tunangan ketua keren banget,pertama lihat waktu di pertunangan,aku yakin banget dia baik orangnya,dan cinta banget juga sama ketua"
"Kami mendukung ,hubungan ketua dengan dia"Roy menambahi
"Dan satu lagi yang kami suka dari dia"Irfan menatap Roy dan Ibam bergantian sambil menaik turunkan alisnya seakan mengajak mereka untuk mengucapkan kalimat yang akan ia ucapkan bersamaan
"DIA BUCIINNNN.....SEPERTI KITA,HAAA....HA...HA.."Mereka bicra bersamaaan sesuai yang aku duga
"He...he...he....ngga' lucu tau kalian"Aku mencibir mereka
"Kalian tahu apa yang barusan kalian lakukan itu apa.....?Aku menatap mereka kesel
"UDAH TAHUUUU"Sekali lagi mereka berbicara bersamaan
"ITU NAMANYA GHIBAH"Mereka_____bikin aku gemes aja,dan aku seneng mereka memang slalu bisa membuat ku tersenyum bahagia
"Aku yakin disana pasti Sajad tunangannya Nabila ,lagi bersin_bersin"Kak Hima ikut bicara ,setelah sekian lama menjadi pendengar,Kak Hima sudah mengenal mereka saat pertunangan ku ,jadi dia sudah tahu betul bagaimana hebohnya kami kalau lagi ngumpul
"Tapiii .......ketua,kayaknya diantara kita sudah ada yang move on nih..."Roy melirik Ibam dan Kak Hima,dan aku mengikuti arah lirikan matanya
"Iyaaa....."Aku menjawab cemberut
"Sampai_sampai aku sering di abaikan"Aku menambahkan wajah masam untuk lebih meyakinkan
"Sedih banget tahu"Aku memasang tampang menyedihkan
"Kamu jangan bercanda haaaa...."Kak Hima merangkul leherku dan sengaja mengapitnya
"AWWW.....KAK HIMA"Aku menjerit menerima gerakan tiba_tiba dari kak Hima
"Diabaikan ....hehhhh..."Kak Hima bicara masih dengan tangannya yang masih ada di leherku,dan saya melihat tatapan hawatir dari yang lain,tapi aku meyakinkan mereka aku bahwa aku tidak apa_apa,karena Kak Hima memang slalu begitu kalau dia lagi gemes padaku
"Sekarang kamu lihat di ponsel dia,siapa yang lebih banyak mendapat pesan darinya dan siapa yang lebih banyak ia hubungi setiap harinya"
"Iaa....ya...sorry kak Hima ,bercanda,aku tahu itu"Aku memegang dan mengelus rangkulan lengan Kak Hima.
"Gila....ya.....pesona kamu Nabila, temen kamu yang tampangnya di atas rata_rata ini semuanya menyukai kamu?Kak Hima menggeleng penuh takjub
"Yaaa.....begitulah pesona seorang SAKINA NABILA"Aku mengangkat daguku menyombongkan diri
"Dan diantara ketiga temanmu ini tidak ada yang mampu membuat hatimu jatuh"
"YAAA.....TIDAK di beri kesempatan lagi"Irfan menimpali ucapan Kak Hima
"GILA banget,aku benar_benar penasaran,seperti apa orang itu"
Kalian semua dan juga Sajad saya pikir udah ngga' ketulungan keren nya ,bagaimana dia orang sudah mampu membuat adik sepupuku ini tidak berdaya"Kak Hima mencubit pipiku gemes,dan perkataannya juga sudah mencubit hatiku karena dia sudah membahas tentang dia
"Dan kalian tahu"!
"Walaupun aku tahu orang yang saya sukai lebih peduli pada dia,aku malah tidak mampu untuk membecinya,aku seakan ikut terjerat pada pesona,gadis konyol di sampingku ini"Kak Hima belum menyadari wajahku yang sudah berubah suram
"Dan kesalnya lagi dia menyombongkan itu,dan rasa sombongnya itu tidak menimbulkan amarah sama sekali,makanya aku bilang kalau aku ngga' marah ,waktu Ibam lebih banyak perhatian pada Nabila ,saat itulah aku sadar bahwa aku terjerat pada pesona sepupuku ini."
"Uhhh.....gemesin kamu ini"Kak Hima menangkup wajahku dan menghadapkan wajahku dengan nya ,dan saat mataku bertatapan dengannya barulah dia menyadari perubahan wakahku yang sudah muram
"Astagfirloh ....maaf Nabila aku keceplosan"Kak Hima menggenggam tanganku.
"Ngga' apa _apa kak Hima,aku memang harus terbiasa saat nama itu tersebut,karena itu memang tidak bisa di hilangkan"aku menggeleng memberi isyarat bahwa aku tidak apa_apa
"Aku ini memang keterlaluan"Kak Hima memukul mulutnya sendiri membuat kami semua tersenyum dan seketika ketegangan pun mencair.
Kami pun tenggelam dalam pembicaraan kami ,Irfan dan Roy lebih banyak bercerita tentang bagaimana dia saat kulian dan tentang usaha mereka masing_masing.
__ADS_1