2 BIL

2 BIL
BAGIAN 39


__ADS_3

DINNER ALA\_ALA


   


"Ibam....ini apaan sihh......kok cuma air putih biasa "Ibam terlihat menahan senyuman


 


"Lalu ketua ngarep nya minuman apa .......?Ibam bicara dengan tegas


"Ya...kali aja kayak di Drama korea itu loh,minuman yang bikin______


"Bikin ketagihan dan hilang akal "Ibam meneruskan maksud ucapanku


"Kalau aku sampai membawa minuman seperti itu kesini dan memberikan nya pada ketua .....bisa di penggal aku sama Abi ketua "Ibam mengingatkanku pada Abi


"Lagian air putih aja dituang di gelas yang bagus begini ,setidaknya sirup gitu minuman _minuman yang manis yang agak majalah gitu"


"Air putih lebih sehat loh Ketua "Ibam masih berusaha mendebatku


"Ya...sudahlah aku makan dulu, kamu diam dan jadi pengawal saja dari tadi selalu kalimat nasihat yang keluar dari mulut kamu "


"SIAP. ....KETUA " IBAM bergaya hormat padaku dan meletakkan tangan nya di pelipis nya sambil memberi senyuman padaku


   "Hamba ,Sona yuk kita mulai makan"


"Nggak apa-apa nih....cuma kita bertiga yang makan ketua "Sona menatapku di wajahnya jelas tersirat ketidak nyamanan


"Iya...Nona  saya juga merasa tidak enak sama Bos besar"Hamba menambahi


"HEIIIII KALIAN SEMUA "Suaraku agak keras ,Aku menatap seluruh pria yang saat ini berdiri tidak jauh dari meja makan kami mereka berbaris seakan hampir mengelilingi ku ,Ibam agak dekat karena memang dia yang sering aku panggil untuk memenuhi keinginanku sedang yang lain berdiri agak kebelakang semua nya ada Irfan, Roy ,Barak Sajad Bilal ,Khalil dan Akhi Ali juga ada ,mereka dari tadi hanya berdiri seperti mengawasi kami


"APA KALIAN KEBERATAN JIKA HANYA KAMI BERTIGA YANG MAKAN SEDANG KALIAN HANYA BERDIRI DAN MENGAWASI KAMI "?Kalimat tanyaku agak panjang


"TIDAK KAMI TIDAK KEBERATAN. .....SILAHKAN MENIKMATI MAKANANNYA"Semua menjawab dengan serentak


"BARAK......"Aku menanyakan Barak untuk meyakinkan Hamba untuk menghilangkan rasa tidak nyaman nya karena dia makan di temani oleh tunangan Bos nya sendiri ,dan Bos nya saat ini hanya berdiri seperti seorang pengawal


"BAGUSS. ......"Aku mengacungkan jempol pada mereka


"Denger kan......sudah ayo makan ...jangan pedulikan mereka semua "Aku berusaha membuang rasa tidak nyaman mereka


  Kamipun makan..."Emmmm makanannya sangat lezat ...aku yakin Irfan yang masak karna dia memang jago dalam memasak


    Kami bertiga makan tanpa berbicara namun aku kadang memberikan senyuman pada mereka berdua supaya mereka tidak canggung ,aku tahu mereka berdua canggung karena harus makan sambil di tonton orang ....


"Ahhh.....aku lupa tentang janji berpegangan tangan. ...."Aku mengingat janjiku di sela-sela kami makan


"Tunggu selesai makan ya......nanti saat makan makanan penutup baru kamu boleh menggenggam tangan ku"


"Tapi Nona aku______


"KAMI SUDAH SELESAI MAKAN "Teriakan ku menghentikan kalimat yang akan di ucapkan Hamba


"SILAHKAN SAJIKAN MAKANAN PENUTUP NYA " Aku berteriak sekalilagi persis seperti Bos yang memerintah bawahan nya.


     Makanan penutup  sudah tersaji ,aku menatap penuh antusias ,makanan yang paling aku suka ,sudah kubilang bahwa kesukaanku sudah merupakan rahasia umum jadi semua yang ada di sini aku pasti yakin mereka tahu kalau aku sangat menyukai makanan ini


"O.....iya....nihhh.....kamu boleh menggenggam tangan aku "Aku menjulurkan tanganku


"Ehh.....saya rasa tidak perlu Nona ,tidak enak sama Bos....Nona"Hamba menatapku dengan rasa tidak nyaman nya


"Hahhh.....sudahlah ini kan sudah janji aku tadi .....nihh pegang aja nggak apa_apa kok....!Aku berusaha memberi keyakinan pada Hamba


"Tapi Nona....."


"Ayolah.....nggak apa_apa nihhh " Aku masih tetap memaksa ,aku tersenyum memberi tatapan kalau semua baik-baik saja.


      Hamba masih diam ,dia masih memikirkan keadaan sekitar sehingga matanya mengelilingi sekitar dan dia melihat kearah Bos Barak nya


"Lihat dia...tersenyum kan.....berarti tidak apa_apa "Aku menunggu hingga waktu berjalan akhirnya Hamba mengenggam tanganku ,aku tersenyum padanya


"Tapi kok________Hahh......."Ada yang salah tangan Hamba masih terlihat di depan ku lengkap dua.....lalu siapa yang menggenggam tangan ku"?Aku mengucek mataku berusaha melihat dengan jelas lagi ,dan terlihat lah tubuh tinggi menjulang di depanku dan dia tersenyum sambil menggenggam tangan ku


"Bilal Ihhh. .......kamu Apa_apaan sihh......"Aku menarik _ narik tanganku berusaha melepaskan tangan ku dari genggaman nya


"Bukannya kamu pengen di pegang tangannya "Bilal menggoda ku


"Tapi bukan kamu. ....."Aku menatap Bilal dengan rona merah di pipiku, dia membuatku terlihat seperti perempuan yang sangat ingin di sentuh


"LEPPAAASS. ....."Tanpa di duga, Ohhh......salah seharusnya memang aku sudah menduga hal ini ...Barak menarik tangan Bilal dari genggaman tanganku ,sehingga terlepas dan________


"BHUKKKKK...."Barak mendorong Bilal hingga terjatuh merunduk diatas meja karena memang Barak mendorong sengaja hingga Bilal tertelungkup diatas meja


    Setelah itu Barak menarik Bilal dan_______"BRUKKKKKK "BARAK  melempar Bilal ke bawah hingga pantat Bilal menapaki tanah,dan Bilal sepertinya shokkk sehingga dia hanya diam saja dan mengikuti alur yang di atur


Barak menatap sinis pada Bilal yang terlihat sangat berantakan terkapar penuh noda di bajunya,aku berdiri hendak menghampiri Bilal, namun tanganku langsung di cekal oleh Barak, dia menyeret ku hendak membawaku kedalam rumah, aku menoleh kearah Bilal, aku tahu dia tidak akan diam saja melihat aku di seret tidak karuan, dia segera bangun dan ingin mengejar Barak yang sedang menyeret ku, aku membentangkan kelima jariku mencegah Bilal yang ingin menyusul, aku menatap nya memberikan isyarat bahwa aku baik-baik saja,aku lihat Bilal memelan  kan langkahnya hingga berhenti


"Barak berhenti "Aku bicara dengan nada dingin, Barak menatap ku


"Biarkan aku menikmati hari ini dengan mereka, apapun itu Barak mereka adalah orang-orangyang penting untuk ku ,kali ini saja cobalah untuk memahami nya ....Please "Aku bicara lirih penuh permohonan, Barak menatap ku penuh rasa bersalah


"Maaf....aku di kalahkan oleh rasa cemburu "


"Aku mengerti rasa cemburu mu"Aku berusaha bersikap bijak


"Lagi pula dari mana sih. ..dia tahu kalau kamu ada disini? Aku menatap Barak kesal, tadi bilang mau mengerti tapi masih cerewet


"Oke. ...oke. ..maaf..aku akan memaklumi nya,asal kamu tidak menyuruhku untuk pergi dari sini "Barak akhirnya mengalah, dari awal menginjak kan kakinya di sini Barak memang slalu mengalah


"Kamu ini baper iiihh,mana mungkin aku mengusir mu sedang kamu tamu  istimewa dan spesial disini"


"Kamu jangan menyamakan ku dengan Martabak yang menambahkan kata istimewa dan spesial di dalamnya"


"Tidak enak kamu ya. .....kalau tidak mendebat ku "Sambil menahan kekehanku mendengar perkataan Barak


"Gimana boleh kan aku melakukan apapun keinginan ku saat ini dan kamu hanya akan diam dan mengikuti ,okee....deal"


"Oke....."Barak menjawab sambil memutar bola matanya malas


"Sudah sana lakukan apapun yang kamu inginkan, sebelum aku berubah fikiran "


"Terimakasih Barak. .."!Aku berterima kasih dan tersenyum ceria, lalu aku menghampiri Sona 


"Hebat kamu berhasil menjinakkan hewan buas,lain kali aku ingin belajar melakukan hal itu "Bilal meledek,aku menatap nya sinis, pasti dia cemburu


"Auuu ahh...."Aku memutar bola mataku malas, berlalu kedalam sambil menggandeng Sona


"Sabar Bos......anggap ini hasil dari apa yang sudah Bos perbuat"!Ibam menepuk Bilal


""Sebaiknya tidak usah memanggil Bos kamu,tidak sesuai dengan sikap yang kamu tunjukan slalu kurang ajar " Bilal menatap Ibam dengan emosi ,bukan nya menghibur Ibam malah makin memojokkan Bilal


"Maaf Bos udah kebiasaan"Ibam dan yang lain berlalu masuk kedalam rumahku,sedang Bilal sudah menggerutu tidak karuan ,karena ucapan dari Ibam....


*********


 

__ADS_1


Ini sudah di kota ,kesibukan menyambutku juga Barak ,kita santai saja masih bekerja sedang undangan pernikahan sudah tersebar,semua nya sudah di urus sihhh.....sama WO yang sudah di sewa oleh Barak.


   Pusing sebenar nya otakku,padahal aku sudah menikah tapi harus menikah lagi aku hanya menunggu apa yang  akan dilakukan Bilal untuk mempertahankan diriku,saat ini rencanaku sebenar nya sudah banyak kemajuan, aku sudah tahu tempat dimana markas bandar Narkoba yang sudah menjebak KAK RAIZ


  Iya Kak Raiz waktu itu difitnah sebagai bandar narkoba dan Barak mempunyai bukti ketidak bersalahan dari Kak Raiz,dan Barak menjanjanjikan hal itu,aku tahu ini semua tidak berguna sama sekali karena keadaan Kak Raiz yang sudah tiada ,tapi aku ingin membersihkan nama baik Kak Raiz ,dia pria paling baik yang pernah aku kenal dan dia juga sangat menyayangiku


Flash back


     Kira-kira tiga bulan sejak terakhir aku memperkenalkan Kak Bina pada Kak Raiz mereka menjalin hubungan ,tentu ini di ketahui oleh Abi,kami anak perempuan dari Abi tidak pernah membina hubungan dibelakang Abi ,proses perkenalan yang sering di sebut Taaruf


   Kak Bina menjalani Taaruf ini dengan cara hubungan jarak jauh, karena Kak Raiz di sibuknya oleh usahanya yang baru ia mulai di kota ,namun kadang juga kira_kira sebulan sekali kadang Kak Raiz datang ke desa dan bertemu Kak Bina.


     Setelah setahun menjalani Taaruf Kak Bina akhirnya menerima lamaran Kak Raiz,terakhir kali waktu itu Kak Bina mengajak kita jalan_jalan bersama Kak Raiz,mereka memberikann ku berbagai macam mainan hingga kami bertiga duduk di taman sambil menikmati camilan yang kami beli,aku sering tidak mengerti obrolan orang dewasa waktu itu mungkin otakku belum nyampe untuk mencernanya,namun tiba-tiba Kak Raiz menanyakan sesuatu padaku


     Sebelumnya Kak Bina terlihat murung dan seperti ikut menyebut namaku dalam obrolan mereka


"Apa kamu yakin Nabila hanya menyayangimu sebatas kakak"?Pertanyaan Kak Bina ,matanya terlihat berkaca-kaca ,aku menatap mereka berdua dan seakan ikut sedih ketika melihat Kak Bina sedih,aku juga tidak mengerti maksud ucapan Kak Bina ,kenapa dia sedih hanya karena aku menyayangi Kak Raiz


  "Sekarang kamu perhatikan ini"Setelah mengucapkan hal itu Kak Raiz melihat kearahku yang sedang menikmati ocehan ceramah ku


"Nabila kamu menyayangi Kak Raiz"?pertanyaan Kak Raiz padaku,tatapannya selalu tulus dan hangat makanya aku nyaman saat bersamanya, aku sadar sekarang kalau waktu itu Kak Bina sedang cemburu padaku ,ini semua karena Abi ,dia selalu menyuruh mereka untuk membawaku di saat mereka mau jalan-jalan, ya. ...karena aku menyayangi dan nyaman sama Kak Raiz aku mau aja dan aku selalu terlihat antusias dan senang saat itu .


"Iya aku sangat menyayangi  Kak Raiz"!Aku menjawab dengan nada lugu seorang anak kecil


"Bener kan Nabila menyayangi kamu Raiz"Aku menatap Kak Bina tidak mengerti "Kenapa Kak Bina menangis ketika aku bilang kalau aku menyayangi Kak Raiz "Bisikan hatiku waktu itu yang tidak mengerti


"Dengar dulu Bina...."Kak Raiz mengenggam tangan Kak Bina berusaha menenangkan dia,aku menatap Kak Bina makin tidak mengerti.


"Apa kamu senang jika aku menikah dengan Kak Bina"?


"Menikah Kak Bina dan Kak Raiz......tentu aku senang ,aku nanti bisa sering main dan ngobrol dengan Kak Raiz,menikah berarti kalian akan tinggal bersama kan dan berarti Kak Raiz akan tinggal dengan ku juga kan,tentu aku bahagia dan senang "Aku menjawab ceria dan antusias


"Lihat kan .....dia itu seneng karena akan tinggal sama kamu"!Kak Bina terlihat kesal


"Tunggu dulu,sekarang kita dengar yang ini"


"Apa lagi sih.....Raiz..."


"Denger dulu sayang,saat mendengar ini kamu pasti akan tersenyum dan gemes sama adik kamu ini"Kak Bina terlihat penasaran, aku menatap mereka makin tidak mengerti maksud mereka, aku masih mendengar dan menjawab mereka sambil memakan ice cream ku


"Kamu menyayangi  Bilal"?kak Raiz menatap ku serius,mendengar pertanyaan itu seperti nya Kak Bina hendak bertanya lagi namun di hentikan oleh tangan Kak Raiz yang menyuruhnya untuk menunggu, Kak Bina menurut dan diam


"Aku sangat menyayangi Bilal "Aku menjawab dengan nada lugu anak kecil sambil tersenyum ceria


"Kalau Bilal menikah dengan Kak Bina apa kamu seneng juga"?Saat  pertanyaan itu aku dengar aku seakan merasa sesak ,aku tidak rela kalau Kak Bina menikah dengan Bilal, aku sedikit tahu waktu itu kalau menikah itu berarti akan tinggal bersama dan juga akan tidur bersama , membagi kasih dan perhatian Bilal sungguh aku tidak suka,mataku mulai berkaca-kaca dan bibirku sudah terlihat mewek


"Whooaaa ....HAA. .hiks. ....hikks"Aku langsung menangis histeris


"Aku sayang sama Kak Bina.  ...hiks. ..hiks. ..,tapi aku tidak mau Bilal tidur berdua dengan Kak Bina,Bilal hanya boleh bersamaku. ...hiks. ..hiks...... tidak boleh dengan orang lain, maafkan aku Kak Bina tapi aku tidak senang "Aku bicara sambil sesengggukan


"Hahh. ...HA. ...HA. .."Kak Raiz tertawa


"Kamu ini ahhh. .....jail banget "Kak Bina memukul bahu Kak Raiz


"Sudah.....sudah ....sini  ...peluk Kak Bina"


"Hikks......hiks. .....hiks....Kak Bina tidak akan menikah dengan Bilal kan"Kak Bina menahan senyuman nya,Kak Raiz sudah terbahak-bahak sambil memegang perut nya


"Enggak Kak Bina tidak akan menikah dengan Bilal, tapi kak Bina akan menikah dengan Kak Raiz, kamu ...senang?


"Ia....aku senang...."Waktu itu aku tidak mengerti kenapa Kak Raiz menertawakanku, sekarang Aku  mengerti, ternyata aku bisa sekonyol itu dalam mencintai Bilal


       Tak lama setelah  peristiwa itu, Kak Bina dan Kak Raiz menikah ,dari kecil hubungan ku dengan Bilal terjalin namun begitu mudah Bilal memutuskan semua dengan sekali mengedipkan mata dia pergi tanpa penjelasan.


      Hari ini kami ada di kantor perusahaan Bilal 2 BIL Company ,nama apa itu sebenarnya ,aku tidak mengerti ya.......mungkin Bil itu maksudnya Bilal tapi 2 itu apa..ya...mungkin maksudnya 2 istri.....ahh.....tidak mungkin, bukan kah berarti Bilal merencanakan semua ini dari dulu ,berencana untuk memiliki 2 istri.  ...Ohhh.....astagfirloh dasar Bilal maruk banget


"Kenapa...."Barak bertanya padaku ,melihat aku menggeleng_gelengkan kepalaku


"Kamu ini bisa aja"Barak mengusap_ngusap kepala ku,sekarang _sekarang ini Barak sering melakukan itu membuat ku agak risih dan sungkan, namun apa daya dia tunanganku tidak mungkin aku menepis tangannya


  "Ini pasti ruangan nya Barak "


"Iya....udah terpampang nyata tuhhh..."Barak menunjuk tulisan yang ada di atas pintu


"Tapi kok nggak ada yang  jaga sihh....mana pak Herman ya....?


"Ketuk aja .....biar cepet selesai dan kita cepat pulang "


"Dasar malas......"


"Malas ketemu dia......"Aku hanya bisa memutar bola mataku malas mendengar ucapan Barak


"Tok.......tok ...kok"Suara ketukan pintu,sekian lama kami tunggu belum ada respon sama sekali


"Tok....tok..tok.."Aku mengetuk sekali lagi, belum juga ada bunyi pintu terbuka, karena sudah gregetan aku mengulurkan tangan ku pada gagang pintu dan memutarnya


"Ceklekkk....."


"Waahhh......terbuka ternyata tidak di kunci


"Gimana ini Barak kita buka atau bagaimana "?Aku meminta saran Barak,dari tadi Barak sibuk dengan ponsel nya


"Ya....buka saja nanti kita bilang permisi gitu"


  Akupun menuruti ucapan Barak, menarik dan membuka lebar pintu yang sudah terbuka sedikit tadi


"PERMI_______"Aku mengeraskan suaraku ,namun aku tercekat tidak bisa meneruskan ucapan ku,pemandangan di depan ku membuat dadaku sesak


"Kenapa berhenti? Barak bertanya, namun dia segera diam tidak meneruskan ucapannya ketika dia melihat apa yang aku lihat


"Kamu tenang saja, semua pasti bisa diatasi oke"!Bilal mengusap air mata wanita itu kemudian berpelukan lagi


  Ohhhh. ..kenapa sesakit ini, ada rasa tidak rela, membagi pelukan hangat Bilal dengan orang lain, tapi ingat lah ,kamu itu orang ketiga, tidak pantas untuk marah dan cemburu


"EKHEMM. ..."Barak berdehem agak keras sengaja ingin kedua orang yang ada di depan kami ini sadar kalau kami ada di depan mereka


   Mereka berdua langsung menoleh, sudah kuduga wanita di pelukan Bilal itu pasti RISTA, istri pertama Bilal


"Hahhh......"Aku menghembuskan nafasku berusaha meredam kan sesak Yang kurasakan


"Maaf....ta..tadi...kami sudah mengetuk pintu berkali_kali, kita sudah ada janji untuk bertemu " Kami saling tertegun diam,aku merasa canggung dengan tatapan Rista, selain cemburu aku juga merasa takut kalau Rista tahu tentang pernikahan Ku dengan Bilal, aku melihat Barak memberi dia isyarat supaya suasana tidak canggung, tapi yang kulihat dia malah tersenyum licik"Dasar Barak dia pasti senang melihat keadaan Bilal yang terpojok"


   Aku mencebik_cebikkan bibir ku sambil mendelik pada Barak supaya mengatakan sesuatu, diapun langsung mengerti


"Kami akan menunggu di luar"Syukurlah Barak mengatakan hal itu, dia memang cerdik tapi licik,kali ini aku berterima kasih pada kecerdikan nya


    Aku dan Barak pun berbalik hendak melangkah pergi


"Tidak usah kalian masuk saja,kami sudah selesai "Bilal mencegah pergerakan kami


"Kamu pulang dulu ya, nanti kita bicara lagi "Bilal menangkup kedua pipi Rista,kemudian mereka berpelukan lagi


  "Ohhhh.....ya....ampun kayaknya sudah ada genangan di mataku,aku harus bisa menahannya "Mereka pun


melepas pelukan mereka dan Rista berbalik hendak melangkah  pergi,aku menghembuskan nafasku lega


  Namun saat hampir mencapai pintu Rista berbalik dan melangkah menuju kearah kami ,aku dan Barak yang berdiri berdampingan

__ADS_1


"Calonmu tampan, keren berkarisma"Rista bicara sambil mengernyit kan dahi nya


"Jangan coba_coba merayu calonku,yang keren itu ya....."Rista melirik kearah Bilal, aku hanya bisa menelan ludah ku tanpa bisa membalas ucapan Rista,setelah mengucapkan hal itu Rista melenggang pergi,terasa ada keringat dingin mengalir di dahiku


  Tapi....tunggu, kok....tadi Rista bilang calon yaa....apa maksud nya itu, dasar Rista sinting ,biarlah untuk sekarang aku memaki nya dalam hati, apapun itu disini aku yang menjadi orang ke tiga diantara mereka


  "Silahkan duduk "Bilal mempersilahkan kami duduk


"Apa kabar kalian "?


"Kami  baik "Barak yang menjawab


"Maaf tadi mengganggu, tunanganku sudah mengetuk pintu berkali_kali tadi tapi tidak ada yang merespon, karena kami terburu-buru, kami membuka pintu Ruangan ini yang ternyata tidak di kunci "


"Tidak apa_apa , tidak usah di bahas "Bilal melihat kearah ku,aku hanya menunduk takut ketauan kalau sebenarnya aku cemburu melihat Bilal dan Rista tadi


"Biar saya telfon Herman untuk membawa berkas kerja sama kita kesini "!Kami mengangguk tanda setuju


"Kami juga ingin memberikan ini"Barak menyodorkan sebuah undangan pada Bilal dia letakkan di mejanya


"Apa....ini "Bilal mengambil undangan Ini  dan membolak_baliknya


"Undangan pernikahan, pernikahan kami"Ya....itu undangan pernikahan Ku dengan Barak, seharusnya Bilal tidak kaget karena itu udah di rencanakan jauh hari sebelum Bilal nekat memaksaku untuk menikahi nya


"Pernikahan kalian "Bilal melirik kerahku lagi,aku dan Barak mengangguk bersamaan,raut wajah Bilal terlihat biasa tidak ada emosi, seharusnya aku senang melihat hal itu tapi sekali lagi aku dibuat kecewa oleh Bilal


"Senin besok?Bilal bertanya saat sudah membuka undangan itu


"Berarti satu minggu lagi"Hari ini hari senin ,senin besok nya rencana pernikahanku dengan Barak akan dilaksanakan, aku hanya pasrah saja,satu yang aku yakini Bilal pasti merencanakan sesuatu, namun apapun itu ,aku harus menyelesaikan semuanya sebelum hari pernikahan itu,setelah urusan ku beres aku akan jujur pada Barak mengenai aku yang sudah menikah


   Barak berjanji akan menyelesaikan janjinya saat kami sudah menikah nanti, aku menerima itu tapi sekarang masalah nya aku sudah menikah jadi dibelakang Barak aku sedikit kurang menyelidiki tujuanku tanpa sepengetahuannya Barak


"Iya....kami harap tuan Abimana sudi menghadirinya"


"Tentu saya  akan sudi,bahkan merupakan suatu kehormatan bagi saya karena di undang oleh kalian "


"Terimakasih Tuan Abimana "


"Sama_sama, kuharap pernikahan kalian tidak batal "


"Apa maksud anda mengatakan hal itu? Barak terlihat emosional


"Barak. ...jangan emosi "Aku mencekal lengan Barak yang hendak mendekati Bilal, dia terlihat seperti pemangsa yang sedang kelaparan


"Ohh.....jangan emosi dulu Tuan Hadi,tidak ada maksud apa-apa, cuma kita ini kan cuma manusia yang hanya bisa berencana, ingat Tuan Hadi semua Allah SWT yang menentukan "


"Tapi tadi anda terlihat seperti mendoakan pernikahan ini batal "


"Maaf kalau begitu,sungguh maksud saya bukan itu"Barak mulai mereda dia duduk tenang kembali sambil membenahi  bajunya, masih ada kilatan emosi di matanya


  "Aku benar kan .....Bilal itu jago dalam mengintimidasi orang lain "Aku menatap Bilal sinis


   Pertemuan kami yang membahas tentang kerja sama kami sudah selesai,aku dan Barak pun permisi untuk kembali ke kantor kami sendiri


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama, nanti biar saya yang ba_____"


"Tidak usah kami mau makan berdua saja tanpa pengganggu "Barak memotong ucapan Bilal dengan penolakan


"Tidak bermaksud apa_apa cuma biar sekalian gitu "


"Tidak usah terimakasih, kami permisi dulu, dan terimakasih tadi sambutan nya sangat mengesankan "


Barak menyinggung tentang hal tadi saat kami memergoki Bilal bersama Rista "Ahh......mengingat itu aku jadi sedih lagi ...sialan Barak pake ngungkit hal tersebut "


   Barak menyambar tanganku dan menggenggamnya aku seakan di seret oleh Barak, aku menunduk dan mengikuti Barak,kamipun melangkah keluar dari ruangan Bilal, namun di depan pintu ada orang yang membuka pintu itu dan aku yakin itu tamu nya Bilal juga


"Apa kabar tuan Mubarak Hadi " Ohh. ....ternyata orang itu kenal sama Barak, mereka berdua berjabat tangan, dan berbincang membicarakan keinginan mereka untuk bekerja sama juga,mereka tidak sadar kalau mereka sedang berdiri, Bilal tiba_tiba ada di sampingku, aku masih memasang wajah sinis ku padanya, ingat yang  tadi sihhh. ...


   Aku lihat Bilal mengedip_ngedipkan mata nya pada teman bicara Barak, dia membalas dengan tersenyum, aku yakin senyum itu untuk Bilal, jadi aku melihat kearah Bilal dan menatap nya curiga pasti ada sesuatu yang mereka rencana kan


   Namun tiba-tiba Bilal meletakkan kedua tangannya di pipiku dan menarik ku kedekat nya, dia berbisik di telingaku "Diamm kalau tidak ingin tunangan kamu itu, tahu tentang kita "seperti terhipnotis dengan ucapan Bilal, aku diam dan menatap mata Bilal, selanjutnya sungguh. Bilal membuatku kaget dan kesal setengah mati, dia mendekat kan bibir nya dan mempertemukan bibirnya dengan bibir nya, aku kaget mataku terbuka lebar melirik kesana kemari takut Barak melihat ini ,namun penglihatan mataku tidak bisa kemana _mana hanya ada Bilal di depanku yang memejamkan matanya menikmati bibirku seakan menikmati makanan manis ,perasaan ku tidak bisa di bohongi lagi perasaan saat di sentuh oleh orang yang ada di hati kita bagaimana orang yang kita inginkan menyentuh kita, sial ....aku sangat menikmati ini ,rasa yang tidak bisa di gambar kan,Akupun tidak peduli lagi,aku memejamkan mataku ikut menikmati belaian bibir Bilal padaku dan pastinya aku juga membalas nya,akal sehatku sudah menghilang entah kemana ,tanganku tidak bergerak tubuhku diam sedang kepalaku bergerak tidak tahu bergerak kearah mana saja aku sudah tidak sadar,tanganku mulai bergerak ragu ingin  menggapai pinggang Bilal, namun Bilal lebih dulu menarikku hingga tubuh kami tidak berjarak lagi


  Mungkin hal itu terjadi 5 menitan tiba-tiba Bilal melepas tautan bibir kami dan langsung menghadap kedepan, sedang aku masih melongo berdiri mematung menghadap kearah Bilal, perasaan ini seperti rasa kehilangan rasa kurang yang tidak bisa aku ungkap


"EKHEMM. ...."Suara deheman Barak, bahkan aku lupa kalau Barak ada disini, aku sudah gila, Bilal membuatku seperti wanita yang kurang akan belaian "AKU MEMBENCIMU BILAL "Aku berteriak dalam hati


"Ada apa sayang. ..?Aku berusaha meredam detak jantungku dan berusaha meredam deru nafas ku ,dan berharap wajah ku yang memerah agak berkurang ,untung tadi bukan lipstik yang aku pake melainkan pelembab bibir,tapi mungkin bibir ku agak sedikit bengkak, semoga Barak tidak menyadari nya


"Heee. ...."Aku menyunggingkan senyumku semanis mungkin, mungkin agak bisa membuat Barak terlena pada senyumku hingga tidak memperhatikan keadaan ku,detak jantungku bertalu tidak karuan, Barak terlalu dekat aku takut dia mendengar nya


"Kamu tidak apa_apa "Barak memegang dahi ku,pastinya dia melihat wajah ku yang memerah


"Aku...nggak apa_apa " Aku ikut memeriksa wajahku menekan_nekan nya setidaknya rona di wajahku meredam


"Maaf Tuan  Sajid kami permisi "Aduhhh.....aku malu banget sama orang di depan ku ini ,Bilal emang gila dan tidak tahu malu, dia melakukan hal tadi di depan orang asing, tapi terlihat orang itu bersikap biasa dan tadi aku liat waktu Bilal mengedip_ngedipkan matanya pada orang itu,mereka pasti sekongkol dan aku yakin orang itu tahu kalau aku dan Bilal sudah menikah


  "Bilal memang brengsek "!Aku mengumpat dalam hati


"Beneran kamu tidak apa_apa Nabila? Barak bertanya sekali lagi saat kami sudah ada di luar dan bersiap memasuki mobil


"Nggak apa-apa cuma bosen aja kamu terlalu lama berbicara dengan orang tadi"


"Maaf. ....ya....dia.....temen lama ,satu kampus dulu..."


"Ohh....."Hanya itu responku


"Sekarang kita makan siang yukk....."!Aku hanya mengangguk, kami pun memasuki mobil dan berlalu dari kantor Bilal "Syukurlah Barak tidak curiga "Aku bergumam sambil mengelus dadaku


  Sampai  dikantor perusahaan Hadi kami di sambut dengan kedatangan kedua orang tua Barak dan mereka


"Ayo....kita bicara nak, bawa juga calon mu itu"Suara papa nya Barak


"Tapi kami sudah makan Pa......"


"Kami tidak mengajak kalian makan kok, kami mau bicara "


"Baiklah kita keruangan ku saja"Setelah itu kami pun berjalan memasuki ruangan


"Bagaimana pernikahan kalian "


"Sudah beres semua Pa......"


"Baguslah, semoga berjalan lancar sampai hari H"


  Papa Barak yang bernama FAJAR HADI,terlihat sangat menyayangi Barak, tapi Barak bersikap dingin, Barak akan menyahut pertanyaan papa nya jika bicara mengenai perusahaan


   Sebenarnya Tuan Fajar juga memiliki perusahaan yang ia pimpinan, perusahaan yang ia bangun dari nol,namun ternyata Barak malah tidak tertarik untuk menggantikan papa nya dia malah membangun usaha nya sendiri dan perusahaan itu meluncur berkembang begitu pesat melebihi milik papanya itu.per


  Sajad pernah cerita tentang keluarga nya ini yang begitu menentang  keinginan nya untuk menjadi arsitek, mereka mengharapkan Sajad untuk mengganti kan dan bisa memimpin perusahaan yang sudah di bangun oleh pak Fajar ini.


"Bagaimana dengan kamu Nak.....apa sudah siap lahir batin ?Pak Fajar bertanya padaku


"Isyaallah saya siap pa...."


   Kamipun membicarakan berbagai hal, tentang masalah persiapan selanjutnya setelah kami nanti menikah


     Dulu aku dekat dengan mereka saat aku bersama Sajad,tapi hubungan itu renggang saat aku memutuskan secara sepihak hubungan ku dengan Sajad dan membina hubungan dengan Barak.

__ADS_1


  Orang tua mana saja pasti akan bersikap seperti mereka,namun aku dan Barak terus berjalan tanpa memikirkan Sajad,ini memang salah besar,tapi apa mau di kata ,aku punya tujuan yang sangat ingin aku capai tidak memperdulikan lagi perasaan Sajad membuatnya hancur apalagi semua itu akan berhasil sebentar lagi.


  


__ADS_2