
Alia dan Melisa bersahabat sejak kecil. mereka seperti saudara, namun tak sedarah. Rumah mereka juga saling berdekatan.
Alia tipe cewek tomboy, tinggi semampai, Berkulit kuning langsat, rambut panjang sebahu ,dia memiliki lesung pipi jika tersenyum tampak manis.
Beda dengan Melisa, Dia tipe cewek feminim, berpostur tubuh sedang, kulit putih dan rambut Panjang se punggung.
Melisa memiliki Bibir yang mungil dan sedikit berwarna merah jambu. sehingga, membuat dia tampak imut. Alia dan Melisa bersahabat sejak kecil.
Sekolah di sekolah yang sama,berangkat sekolah bersama, suka main bersama dan bersepeda bersama. dimana ada Alia, disitu ada Melisa. begitu pula sebaliknya.
Alia menganggap Melisa seperti Adik Sendiri. begitu pula Melisa, Dia menganggap Alia seperti Kakaknya Sendiri. Alia juga selalu melindungi Melisa, dari bullyan Anak-anak seumurannya.
" Makasih ya kak.. udah nyelametin Aku dari Anak-anak nakal itu " ujar Melisa.
" Sama-sama dek.. lain kali kamu hati-hati ya " kata Alia.
Alia sangat menyayangi Melisa. " Ih mel, ayo pulang!!!! ngapain kamu berteman sama Anak pedagangan Asongan ini! " Ajak mama Melisa.
__ADS_1
Ya, Alia adalah pedangang Asongan. kesehariannya berkutat di jalanan untuk menyambung hidup dan biaya sekolah.
" Ma, kakak ini baik...dia udah nolong Aku Dari Anak-anak nakal itu " Bela Melisa.
" Udah, Ayo kita pulang! " Ajak mama Melisa.
Mama Melisa menyeret Tangan Melisa. sepertinya, mama Melisa tidak suka dengan kehadiran Alia.
" Wajarlah... aku ini di jauhi orang,aku anak jalanan, bahkan orang tuaku saja tidak tau " batin Alia.
Alia di besarkan Bu. Zainab. seorang Buruh panggul beras di pasar. suami Bu.
Zainab meninggal 3 tahun yang lalu.
Setiap pagi, Alia berangkat sekolah. saat pulang, ia berjualan. " Kak! " panggil Melisa dari kejauhan.
Begitu senangnya bertemu Alia, Melisa tidak menyadari bahwa dari Arah kiri Ada mobil Sedang melaju Kencang.
Alia segera berlari dan menolong Melisa. dengan secepat mungkin, Alia mendorong Melisa. sampai-Sampai Alia Sendiri yang tertabrak mobil itu.
__ADS_1
. 'Duuugh ! ' mobil itu tetap berjalan. Melisa segera menghampiri Alia.
" Kak, kak Lia bangun kak.. tolooooong!!! tolong!!! " teriak Melisa.
Beberapa warga menghampiri Melisa.
" Ada apa dek ?" tanya ibu paruh baya.
" Tolong bu.... bantu saya Bawa teman saya ke rumah sakit dia kecelakaan Bu " jawab melisa.
Warga membantu mengangkat tubuh Alia yang terbujur kaku dengan kepala berlumuran darah.
Bu Minah, tetangga Bu Zainab tergopoh-gopoh menghampiri Bu Zainab yang sedang menjemur pakaian. " Bu! Bu Zainab! Alia Bu,Alia! " teriak Bu Minah dengan raut wajah panik dan nafas Yang tersengal-sengal
" Ada apa Bu ?" tanya Bu Zainab. " Alia Bu, Alia.. Alia kecelakaan saat nolongin temennya sekarang, di bawa ke rumah sakit kota " jawab Bu minah.
Bu zainab meletakkan baskom berisi pakaian baru di cuci. " Baik Bu, saya akan kesana" ujar Bu. Zainab.
Bu Zainab ganti baju dan segera pergi Ke rumah sakit. di rumah sakit, Sudah Ada Melisa dan mamanya.
" *Ya Allah, aku merasa bersalah pada Lia* " batin mama Melisa. Dokter keluar Dari ruangan Alia.
" Dok, gimana keadaan Teman anak saya?" tanya mama Melisa.
" Pasien baik-baik saja, luka di kepalanya hanya luka ringan.. sebentar lagi Pasien Sadar " jawab dokter. Melisa dan mamanya bernafas lega.
__ADS_1
Melisa dan mamanya masuk ke ruangan Alia. " Lia, maafkan saya, sudah salah paham ke kamu " Gumam mama Melisa.
Alia menggerakkan jarinya dan perlahan membuka matanya.