
Keesokan harinya, Miko mengajak Feby ke sebuah pantai. Feby terpesona dengan keindahan pantai, yang bertabur bunga membentuk tulisan ' I LOVE YOU FEBY'
" Miko, ini semua kamu yang buat? " Tanya Feby. " iya," jawab Miko memegang kedua tangan Feby " Feb, dari awal bertemu kamu. sebenarnya, Aku sudah jatuh cinta. Kamu mau gak, jadi kekasihku? " Tanya Miko.
Feby tersenyum. Belum sempat Feby menjawab, " Miko! " panggil Gita. Miko dan Feby menoleh ke arah Gita yang menghampiri mereka berdua. Gita menyelipkan tangannya dan bersandar di bahu Miko.
" Kamu jangan kepedean deh feb! Miko itu cuma mencintai gue. dia bilang gitu, Hanya jadiin Lo pelarian! " Ujar Gita bohong. " Feb, Ini semua gak benar feb.Aku cuma mencintai kamu! " Tegas Miko. Merasa geram, Feby menampar miko
' PLAAAAK! ' satu tamparan keras melayang di pipi Miko. " TEGA LO! " bentak Feby. Feby pergi meninggalkan Miko dan Gita. Miko melepas pegangan tangan Gita" PUAS LO SEKARANG ! " bentak Miko. Mikopun mengejar Feby. " *Hah! rasain! Gita di lawan* ! " batin Gita
Di tariknya tangan Feby oleh Miko. " Feb, dengerin dulu penjelasan gue! " kata Miko.
" Penjelasan? Apa lagi yang Mau Lo jelasin? Semua udah jelas kok! " sanggah Feby tak percaya. Feby kembali berlari meninggalkan Miko. Kali ini, Feby benar-benar sangat kecewa pada Miko.
__ADS_1
Pak Yogi, Papa Efan dan mama Efan sedang berbincang di ruang tamu. " Maaf pak, saya tidak bisa terus-terusan menggantikan posisi pak Efan. " Kata pak Yogi. David,kakak Efan kebetulan baru pulang dari balapan liar, kebingungan menatap mereka
" David, duduk nak! papa mau bicara sama kamu" pinta Papa Efan. Davidpun duduk di sebelah mamanya. " Kamu tau kan nak, adikmu kabur dari rumah? " tanya Pak Hendra, papa Efan. " Iya Pa, David tau" jawab David.
" Papa mau, kamu gantikan adikmu mengelola perusahaan nak ! " pinta Pak Hendra. " Gak! david gak mau! " Tolak David.
" DAVID! BERANI KAMU MEMBANTAH PAPAMU! " bentak Mama Efan. " David, papa mohon nak. Apa perlu papa berlutut di kaki kamu? " tanya Pak Hendra.
"Walaupun Aku mengelola **CV DAMARA GROUP**, jangan larang aku balapan liar " jawab David. Pak Hendra menyetujui syarat yang di berikan David.
Pak Yogi memperkenalkan David pada seluruh karyawan kantor. " Perkenalkan, Saya David Azka Damara. direktur baru kalian disini, menggantikan Efan, " Ucap David memperkenalkan diri.
Setelah David memperkenalkan diri, Pak Yogi meminta seluruh karyawan kembali bekerja. " Gawat! kalau sampai kak David mengelola perusahaan ini, bisa-bisa *perusahaan ini bangkrut* ! " Gumam Efan dalam hati.
__ADS_1
" Kamu kenapa? " Tanya Alia. " Nggak Apa-apa kok, " jawab Efan. " Ya udah, Aku kesana dulu ya! " pamit Alia. Efanpun mengangguk.
Efan diam-diam mengecek data keuangan perusahaan tanpa sepengetahuan David. " Pak, Hutang perusahaan sudah mencapai 100 triliun, kalo tidak segera di lunasi. terpaksa, Perusahaan ini terancam bangkrut Pak" Ucap Pak Yogi memberi tahu
" *Gawat! keuangan perusahaan semakin hari semakin menipis*, *hutang perusahaan semakin banyak*, " Gumam Efan dalam hati. " Ya terserah kamu lah! yang penting, saya sudah mengelola perusahaan Dengan baik " kata David tak mau tau.
Pak Yogi terpaksa memberi tahu pak Hendra. " Apa! hutang perusahaan mencapai 100 triliun ? kok bisa? " tanya Pak Hendra. " Pak David sering menggunakan uang Perusahaan untuk balapan liar, " jawab Pak Yogi. Dengan geram, Pak Yogi datang ke kantor
" DAVID! JADI SELAMA INI, KAMU MENGAMBIL UANG PERUSAHAAN UNTUK BALAP LIARMU ITU! " bentak Pak Hendra. " Kan udah aku bilang pa, aku gak mau menggantikan Efan mengelola perusahaan ini " kata David.
.
" Efan, Kamu harus bertindak! kamu harus mengakui kalau kamu itu Efan, " bisik Alia.
" Tapi. Kalau aku mengakui semuanya, Mamaku akan menjodohkan aku dengan Feby Li " kata Efan.
Alia memegang kedua tangan Efan. " Aku ikhlas fan, ini semua demi keluarga kamu " Ujar Alia. Meskipun berat, Efan menyetujui permintaan Alia. " Pa, " panggil Efan. " Siapa kamu? " tanya Pak Hendra.
__ADS_1
Efan membuka topi dan kumis palsunya. Pak Hendra langsung memeluk Efan . "Efan, Kemana aja kamu selama ini nak ? " tanya pak Hendra . " Maafin Efan Pa. Karna keegoisan Efan selama ini, Perusahaan jadi korbannya" Ucap Efan