2 HATI SATU CINTA

2 HATI SATU CINTA
22


__ADS_3

Malam Harinya, Gita datang ke rumah Efan.


" Eh Gita! Lo ngapain kesini malem-malem ?" tanya Efan.


" Nggak, gue cuma mau ngasih makanan ini buat Lo." jawab Gita seraya memberi rantang berisi makanan ke Efan.


.


" Waaah! kebetulan nih, Mama Papa gue lagi ke luar kota.Jadi,gak ada yang masak. Makasih ya! " kata Efan. Efan membuka Rantang itu.


" Gue suapin ya. " ucap Gita.


" Nggak, nggak usah, gue bisa sendiri kok! " Kata Efan. " Udah,gak papa. sini, gue suapin " ujar Gita. " *Gita ini sebenarnya baik juga ya*.**tapi**, *selama ini gue cuekin dia*" batin Efan.



" Gimana, Enak gak masakan gue ?" tanya Gita. " Enak, Enak banget! " Jawab Efan. Gita Tersenyum. " Ya, walaupun Asin sih..Tapi gue hargai Lo yang udah caek-capek masakin gue.. " gumam Efan lirih.



" Apa Lo bilang ?" tanya Gita lagi.


" Mggak kok, masakan Lo enak banget kok. iya, enak." jawab Efan. " *S*uper duper uasiiin bangetttt... " batin Efan.


Waktu menunjukkan pukul 9 malam.


" Git! udah malem nih, Lo gak pulang? Gue udah ngantuk nih." Ujar Efan. " Ya udah, Lo istirahat ya. Gue pulang dulu! " pamit Gita.


" Ya,Lo hati-hati ya." Kata Efan. Gita hanya mengangguk. Efan kembali membuka ponselnya. ia menatap sendu foto Alia di ponselnya.



" *S**ebenarnya aku gak bisa terus-terusan begini... aku kangen sama kamu, Alia lagi apa Sekarang? Aku kangen*. " batin Efan.



Efan merencanakan sesuatu untuk membuat Alia cemburu. ia Akan berpura-pura mengungkapkan perasaannya pada Gita. " Git, gue mau bicara sama Lo. " Ajak Efan.



" fan, Lo mau bicara apa ?Lo mau bawa gue kemana?" tanya Gita. Ternyata, Efan mengajak Gita ke taman.



Alia yang baru sampai di sekolah kebingungan. Di taman banyak murid berkerumun. Alia menghampiri kerumunan itu. tampak Efan sedang berlutut di depan Gita sambil memberikan Bunga mawar putih ke Gita.



" Git,Gue selama ini gue suka sama Lo. Lo mau gak jadi pacar gue ?" Tanya Efan .


" Iya fan,Gue selama ini juga suka sama Lo" Jawab Gita sambil menerima bunga mawar putih itu.


Efan memeluk Gita " Makasih sayang" Ujar Efan . Air mata Alia tak terbendung. Tak kuasa menahan semuanya, Alia lari ke kelas.


" *M*aafin aku alia " Batin Efan.


Alia menangis sejadi-jadinya di kelas." Li, Lo kenapa?" Tanya Wildan. Alia tak menjawab. Spontan, ia memeluk Wildan. " Efan Wil, Mutusin gue,Dia jadian sama Gita " Jawab Alia sambil menangis.


.


" Lo yang sabar aja Li." Kata Wildan menenangkan Alia. Efan mengintai Alia dari jendela Kaca luar kelas. "*O**h, ternyata Alia lagi pelukan sama Wildan*. " Batin Efan.



Efanpun pergi Meninggalkan kelas Alia. Tiba-tiba, Tasya masuk dan memergoki Wildan dan Alia berduaan di kelas. Alia melepas pelukannya. " Sya, Ini gak seperti yang Lo pikirin " Ujar Alia.



Tasya tak menjawab. Ia lari entah kemana. Alia mengejar Tasya. " Sya! Lo dengerin penjelasan gue dulu! " Kata Alia sambil menarik tangan Tasya.



" Penjelasan Apa lagi Li? Semua udah jelas. Lo pelukan sama Wildan! " Ucap Tasya. " Nggak Sya, Gue cuma.. " sanggah Alia.



" Cuma apa?Cuma suka sama Wildan ? Iya? " Tanya Tasya memotong pembicaraan Alia.


" Nggak Sya! Lo salah paham! " Sanggah Alia. " Udah deh Li! gue capek debat terus sama Lo! " kata Tasya.


Tasyapun pergi ke Aula sekolah. Disitu Ada Auny dan Gita yang sedangberbincang-bincang. " Kakak senang deh... Akhirnya kamu bisa jadian juga sama Efan.... " Ujar auny.


.


" Iya kak, Ini semua juga berkat bantuan kakak." kata Gita. " Bantuan ?Bantuan apa? " Tanya Tasya. Auny dan Gita saling tatap. "Apaan sih sya! Kepo Lo! " Jawab Gita.



" Iya! Ngapain sih kepo urusan kita! " Timpal Auny. Tasya melanjutkan langkahnya.


" *K*ok gue curiga sama mereka ya? kalo kemarin gue di pukul, berarti kak Gita di pukul juga dong! " Batin Tasya.


Tasya berbalik arah. " Kak Gita, " Panggil Tasya. " Apaan lagi sih ?" Tanya Gita. " Nggak gue cuma nanya. Lo gak kenapa-kenapa kan kan? soalnya gue kemarin di pukul orang jahat." Jawab Tasya.



"*Adduh! Tasya* *ini pasti* *mikirnya kalo dia kena pukul, gue juga kena pukul*.*kalo gue bilang nggak papa*, *nanti dia curiga sama gue*. " Batin Gita.



"Gue di bungkam sama tuh preman Sya! Sampai gue pingsan, Habis itu gak tau deh. Gue sadar, tiba-tiba ada di jalan raya. gue pusing jadi gue tinggalin lo" ucap Gita berbohong.



Auny kebingungan. " *P**reman?preman yang mana maksud Gita*? " Batin Auny. Tasya kembali melanjutkan langkahnya.



" Preman ? Preman yang mana maksudmu git ?" Tanya Auny. " Gini kak, Kemarin yang waktu Alia mau ke taman kota. tuh si Tasya mau ikut! Nah, gue ajak aja ke toilet kak, " Jelas Gita.



" Awalnya mau gue kunciin disana. Tapi, gue ngeliat kayu. Ya udah gue pukulin sekalian " Sambung Gita. " Sadis banget sih kamu! " Sindir Auny sambil tertawa.



"Bodo Amat kak! Yang penting dia gak ganggu Rencana kita " ujar Gita. " Sayang, Aku cari kemana-mana ternyata kamu disini " Kata Efan. " Iya sayang, Lagi ngobrol sama kak Auny.. " ucap Gita.



" Ikut Aku yukk,! Ke taman." Ajak Efan.


" Ya udah yuk Kak, duluan ya! " Pamit Gita. Auny mengangguk. " Kamu ngapain ngajak Aku kesini?" Tanya Gita.


" Nggak kok, Aku cuma pengen berduaan sama kamu disini ," Jawab Efan. Gita tersenyum. " Oh ya, Nanti maem kamu Ada Acara nggak ? " Tanya Efan.


" Enggak ,Aku di rumah aja nanti malam. " Jawab Gita. " Aku mau ngajak kamu ke cafe nanti malam " Ucap Efan


" Boleh! " Kata Gita.


" Ya udah kalo gitu nanti malam aku jemput kamu ya.?" Tanya Efan. " Ok! Nanti Aku tunggu di rumah " Jawab gita


.


Efan dan Gita berjalan berdampingan sambil bergandengan tangan menuju kelas.


" akhirnya, Efan jadi milik gue seutuhnya" Batin Gita.


Di kelas Alia termenung. " *kasihan alia kok dia termenung gitu* *sih*? pasti *ada masalah*.*tapi,dia*..*nggak*,persahabatan *gue sama Alia gak* *boleh sampai* *hancur karena cowok* " Batin Tasya.



Tasya menghampiri Alia. " Li, Lo kenapa ?" Tanya Tasya. " Sya, Lo udah gak marah sama gue ?" Tanya Alia. Tasya memegang kedua pundak Alia.


__ADS_1


" Li, Lo sahabat gue sejak masuk SMP ini. Gue gak mau persahabatan kita rusak hanya karena Cowok Dan Lo wil.Gue minta maaf ya, Terlalu berharap lebih sama Lo.Hue mau Lo juga jadi sahabat gue " Kata Tasya.



" Ya Sya, Gue terima kok. Apapun keputusan Lo. Yang penting, Lo maafin gue " ucap Wildan. Tasya tersenyum." *P**adahal, gue cinta sama Lo Sya. tapi, ya udahlah*. " batin Wildan.



" Lo sebenarnya kenapa Li??? Kok jadi sadgirls gini ???" Tanya Gita. " Lo inget kan sebelumnya.,Gue izin ke Lo ke taman kota?" Tanya balik Alia. " Iya... Pas gue ke toilet sama kak Gita.. " jawab Tasya.



" Gue di jebak Sya Gue di peluk dan di cium tiba-tiba sama preman, Lo tau gak? Setelah itu, Efan datang ke situ bareng kak gita dan Efan putusin gue" Ujar Alia.



" Loh? Bukannya kak Gita kemarin juga di sekap ya? Sama preman yang mukul gue ya, trus dia pingsan. Sadar-sadar di ada di jalan raya trus pulang?" Tanya tasya.



Alia menarik hidung Tasya.


" Aadduuuhhhh! Sakit Li! Lo kebiasaan deh, Cubit hidung gue " Rintih Tasya.


" Habisnya! Lo songong banget jadi orang. Gue liat sendiri Efan ke taman kota bareng kak Gita. " Kata Alia meyakinkan Tasya.



" Li,! Ada yang gak beres nih.yukkk, Ikut gue ke toilet! " Ajak Tasya. Alia mengiyakan. Mereka berdua pergi ke toilet." Ini gelang siapa?" Tanya Tasya menemukan gelang di atas kayu.



" Kurang tau deh sya.Tapi, menurut gue, Pemilik gelang ini. Adalah orang yang mukul Lo.! " Jawab Alia. " Kalo dia pake gelang, Berarti yang mukul gue cewek dooong?" Tanya Tasya.



" Astaga! Ya iyalah lah sya. " jawab Alia. Terbenak di pikiran Alia soal chat dari Efan yang kemarin belum sempat ia hapus. Alia merogoh sakunya. Berniat mengambil ponsel.



" Kenapa Li " Tanya Tasya. " Lo liat Deh! ini chat yang kemarin waktu Efan ngajak gue ke taman kota " Jawab Alia sambil menunjukkan ponselnya.



" Li, Ini di lihat-lihat kok tulisannya beda ya,? nggak Kayak di chat sebelumnya" Tanya tasya. " Ya makanya,Jangan-jangan ada orang lain chatting gue lewat ponselnya Efan. " Jawab Alia.


.


" Mending Lo ikut gue sekarang ke kelas Efan! "Ajak Alia. " Eh lia, Ada apa?" Tanya Danu. " Gini kak. Kakak tau nggak? jam 11.45 biasanya Efan kemana?" tanya balik Alia.


.


" Jam segitu, Gue..Ke kantin bareng Riska Kalo Efan, dia pamit sama gue mau ke perpustakaan " Kata Danu." Kalo ke perpustakaan handphone Efan di bawa gak kak?" tanya Alia.



" Setau gue nggak pernah Li " Jawab Danu. " Ya udah kak, Kalo gitu makasih ya! " Ujar Alia. Danu mengangguk. Lalu, masuk kembali ke kelas.



" Dugaan gue bener sya,Tapi, gimana caranya biar gue tahu siapa pelakunya... ? " Tanya Alia.


" Lia-Lia! Kenapa gak ke pos satpam aja sih! Kan kelas 9 ada cctvnya. " Jawab Tasya.


" Pinter juga Lo, Yukkk! " Ajak Alia. " Kemana lagi sih ?" Tanya Tasya. " Kita ke pos satpam " Jawab Alia. Tasya mengiyakan Ajakan Alia.


" Pak rekaman cctv kemarin jam 11.45 di ruang kelas 9 masih ada pak???" Tanya Alia.


" Sebentar ya, bapak cek dulu. " Jawab pak Haviz, satpam sekolah.


Alia dan tasya mengikuti pak Haviz dari belakang. " Oh.Ada, ini filenya." Kata pak Haviz. " Tolong di putar pak,Saya ingin lihat." pinta Alia.



" Bisa." Jawab pak Haviz


Pak havizpun menyalin rekaman cctv itu ke ponsel Alia. " Ini, Sudah! " ujar pak Haviz.


" Terima kasih ya pak! " Kata Alia.


Tanpa mereka sadari, Auny Mengikuti Alia dan Tasya sedari tadi. " *A**pa? jadi mereka tahu kalau* *Gita pelakunya* *dan Alia akan memberitahu* *Efan* ? aku *harus ngelakuin sesuatu! sebelum semuanya terlambat* " batin Auny.



"Aduh! Sya,Gue kebelet nih.Gue titip ponsel ya! Lo duluan aja ke kelas, Nanti gue nyusul ." Ujar Alia. " Ya udah deh " Kata Tasya.


.


"*I**ni kesempatan gue!gue harus hapus rekaman cctv di ruang ini dulu, baru gue hapus rekaman cctv yang ada di ponsel Alia* " batin Auny.



Auny menerobos masuk Pos satpam saat pak Haviz lagi kluar sebentar. " Mana ya? Kuncinya " gumam Auny mencari kunci. Auny mengambil kunci yang tergeletak di meja.



Dengan cepat, Auny membuka ruang cctv tersebut dan menghapus rekaman itu.


Auny segera mengunci kembali ruangan itu dan mengembalikan kuncinya ke pos satpam.


"*Berhasil*! sekarang *tinggal gue hapus rekaman cctv yang ada di ponsel Alia*" gumam auny dalam hati.



Auny, mengendap-endap di pintu kelas Alia. " Adduuuh! Gue laper nih, mana kelas sepi lagi! Terus, ponsel Alia gimana ya? " ujar Tasya


.


Tasya memasukkan ponsel Alia ke tas Alia. Lalu, ia beranjak berdiri dari bangkunya menuju kantin. Auny masuk perlahan dan menggeledah tas Alia.



Auny Segera menghapus rekaman itu. " *Beres!dengan* *begitu,Alia gak punya bukti lagi* " umpat Auny dalam hati. aunypun keluar dari kelas Alia.



" Sya,Lo ikut gue ya bertemu Efan! " Ajak Alia. "Ya udah yuuuuk! " Ujar Tasya. Alia dan Tasya pergi ke taman.



" Fan,Gue punya bukti kalo gue kemarin di jebak! " Kata Alia. " Mana? " Tanya Efan. "Alia mencari rekaman itu di ponselnya, namun tidak ada.



" Ikut gue ke Pak Haviz sekarang! " Ajak Alia. Efan mengikuti Alia. " Pak,Boleh di tunjukkan Rekaman cctv yang tadi bapak salin ke ponsel saya???" Tanya Alia. " Sebentar ya " kata pak Haviz.



Pak Haviz mencari rekaman cctv itu namun , filenya sudah tidak ada. " Maaf, filenya sudah terhapus" kata pak Haviz. " Mana? Gak ada kan? Udah deh, Kalo selingkuh ya selingkuh aja! " Sindir Efan.



Efan pergi meninggalkan Alia dan tasya


" Kok bisa gak ada sya? Di ponsel gue juga gak ada... ??? " tanya Alia. " Gue nggak tau Li! Oh ya, gue punya 1 bukti lagi, Gelang" jawab Tasya


" Lo masih Simpan gelang itu kan ?" Tanya Alia. "Tasya merogoh sakunya dan menunjukkan gelang itu pada Alia. " Bagus! " kata Alia. Alia mengambil gelang itu dan mengejar Efan.


" Fan! Tunggu! " teriak Alia. Efan menghentikan langkahnya. " Apa lagi ?" Tanya Efan. Alia menunjukkan gelang itu pada Efan. " Gelang siapa ini ?" Tanya Efan lagi.Efan teringat sesuatu


.


" Itu gelang pemukul Tasya dan penjebak gue, Lihat ini! ini bukan ketikan chat Lo kan! " jawab Alia. Efan teringat sesuatu. " Gue tau, Siapa pemilik gelang ini.! ujar Efan. Efan berjalan ke kelas di ikuti Alia dan Tasya.


__ADS_1


" Git, Ini gelang Lo kan ? " Tanya Efan. " Iya sayang.makasih ya, udah menemukan gelang ini... " Jawab Gita.



" Berarti bener, Lo yang mukul Tasya dan Lo juga yang menjebak Alia di taman kota?" Tanya Efan. " Apaan sih fan!Gak mungkin lah aku ngelakuin itu! " elak Gita.


" Oh! jadi Lo gak mau ngaku juga ya! li, Mana ponsel kamu " Ujar Efan. Alia memberikan ponselnya pada Efan.


" Nih, Liat! Ini bukan tulisan gue! Pasti Lo kan, yang Ngambil ponsel gue. lalu! chatting Alia??? NGAKU LO ! " bentak Efan.


" Gita ceroboh banget sih sih! " batin Auny.


" Ok fan! Gue ngaku! Iya, itu semua rencana gue. Gue nglakuin ini,Karna gue sayang ke Lo Fan " Jawab Gita.



" JAHAT LO GIT! LO UDAH BIKIN GUE BENCI SAMA ORANG YANG GAK PUNYA SALAH APA-APA!DAN LO UDAH BIKIN GUE BENCI SAMA ORANG YANG GUE SAYANG!" bentak Efan.



" Gue minta maaf Fan, gue sayang ke Lo! Gue gak mau Lo deket-deket sama Alia." Mohon Gita .



" UDAH!!! MENDING, LO PERGI JAUH DARI KEHIDUPAN GUE!!!! KITA PUTUS!!! " bentak Efan. Gita menahan Efan dengan berlutut di depan Efan. " Maafin aku fan, Aku mohon" Ucap gita.



Terlanjur kecewa, Efan menendang Gita hingga tersungkur. Ditariknya tangan Alia oleh Efan, untuk Menjauh dari Gita.


" Sayang, maafin aku ya... Aku selama ini Salah paham sama kamu " Ujar Efan memegang kedua tangan Alia.


Terbesit kembali di fikiran Alia bagaimana di saat Efan meninggalkannya saat di bekap preman itu. Spontan, di lepaskannya kedua tangan Efan.



" Maaf, beri waktu aku untuk berfikir! " Kata Alia. Alia pergi meninggalkan Efan sendirian. " Aku janji Alia! Tidak akan mengulangi kesalahanku! " Teriak Efan.



Alia menghentikan langkahnya dan menoleh ke Efan sejenak. Lalu kembali melanjutkan langkahnya. " Gue nggak nyangka ya Li! Kak Gita sejahat itu sama Lo" Gumam Tasya



" Iya sya, Gue juga gak nyaman dengan Sikap Efan yang tempramen gitu! Nuduh tanpa bukti. " Ujar Alia. " Jadi Lo belum maafin dia? " Tanya Tasya. Alia menggelengkan kepalanya.


.


" Gue butuh waktu sya,Gue butuh waktu untuk maafin efan. Oh ya, gue juga minta maaf ya. Soal,gue yang pelukan sama Wildan." Jawab Alia.


" Ya elah! Gak papa kok Li,Lagian Wildan cuma teman biasa kok! Gue juga nggak terlalu berharap banget sama dia " kata Tasya.



" *Gue tau Sya*, *Lomencintai Wildan.Gue akan bantu Lo bersatu dengan Wildan* " Batin Alia.


" Sya, Nanti sore lo temenin gue di cafe depan lampu merah itu ya! Jam 3 " Bisik Alia. " Ok! " Ujar Tasya.


Alia Me-chatting wildan.


'*Wil,nanti sore lo temenin gue ke cafe depan lampu merah itu ya*! *sama si Tasya* '



' *Ok Li! kalau sama Tasya* ' balas Wildan.



Alia Menyiapkan segala-galanya. Mulai dari booking meja, Dekor dan Request lagu. Malam harinya, Alia menjemput Tasya. "Waaah! Lo udah cantik aja,Yuk naik! " Ajak Alia



Tasyapun naik ke motor Alia. Alia melajukan motornya. 2 menit kemudian, mereka sampai di cafe. " Sya,Lo masuk duluan ya.gue mau ke toilet! " pamit Alia



" Biasa Lo,Beser! " Celetuk Tasya. Alia segera berlari ke toilet. "**Wildan** *udah datang belum ya*?" batin Alia. Alia menelfon Wildan


Alia: Wil,Lo ada dimana sekarang ?


Wildan: Gue udah masuk parkiran cafe nih!


Alia: Ya udah, Lo masuk aja ke dalem!Gue


Udah booking meja no 10.Inget, kali ini


Lo harus ungkapin perasaan Lo ke


Tasya! jangan sia-siakan kesempatan!


Wildan: Tapi Li,


Alia mematikan sambungan teleponnya. Sedangkan Wildan, Masuk ke cafe. " Tasya, " Panggil Wildan. " Wildan, Lo Ngapain kesini ?" Tanya Tasya. " Gue kesini nemuin lo." jawab Wildan.


" Jadi semua ini Lo yang nyiapin ?? Trus Alia? " Tanya Tasya lagi. " Alia cuma bantuin gue biar Lo bisa kesini. " jawab wildan. Salah satu Barista cafe memberi bunga pada Wildan.


" *A**dduh! kok gue grogi gini ya* " batin wildan. Wildan memegang kedua tangan Tasya. " Sya, Dari awal kita bertemu.Gue udah jatuh hati sama Lo,Lo mau gak jadi pacar Gue?" Tanya wildan.



Tasya tersenyum dan mengambil bunga yang di pegang Wildan. " Gue mau Wil. " Jawab Tasya . " Lo serius Sya?" Tanya Wildan meyakinkan. Tasya mengangguk.



Saking bahagianya, Wildan memeluk Tasya. " Terima kasih sayang " Ucap Wildan. Alia memberi isyarat agar barista cafe segera memutar Lagu 'BAHAGIA BERSAMAMU '



Wildan dan Tasya duduk bersebrangan. Salah seorang barista datang menghampiri mereka berdua. " Mau pesan apa mbak, mas ?" Tanya barista tersebut.



Tasya membuka buku menu. " Saya pesan Ayam bakar sama jus Jambu. " Jawab Tasya.


" Aku sama deh mbak. " jawab Wildan. " Baik! " Ujar barista tersebut.


Barista tersebut melangkah menuju dapur cafe. " Sayang! Aku gak nyangka loh,Kamu ternyata nyiapin ini semua buat Aku" ujar Tasya. " Ya sayang,Aku sengaja bikin suprise ini buat kamu " Kata Wildan.


.


Tasya yang tau Alia sedang sendirian di meja lain, menghampiri Alia. " Lo ngapain disini? Yuk gabung di meja gue! " Ajak Tasya.



" Gak usah Sya, Ntar gue jadi nyamuk lagi! " Kata Alia. " Udah, gak papa kok! Yukkk! "Ajak Tasya. Alia bergabung bersama Wildan dan Tasya. " Aduh! Malah ganggu kalian. " Gumam Alia.



" Gak papa kok Li, Mbak! " Panggil


Wildan ke salah satu barista. " Iya mas. " Barista yang bernama Mia itu menghampiri mereka. " Ini mbak,Teman saya mau pesan makanan" ujar Wildan.


Alia membuka buku menu. " Saya pesan mie spagetti mbak " Kata Alia. " Baik mbak! Tunggu sebentar ya. " ucap Mia.



Mia beranjak ke dapur. " anggap aja ini PJ dari kita buat Lo! " Goda Tasya. " Ah! Lo bisa aja Sya! " Ucap Alia. Mia kembali dengan membawa nampan berisi makanan pesanan Alia.



" Ini mbak, Makanannya. " Kata Mia sambil menghidangkan makanan di depan Alia.


" Makasih ya mbak, " Ujar Alia. Mia beranjak pergi melayani pelanggan lainnya.


" Oh ya, Kenapa sih Li?kok Lo gak maafin aja si Efan? Gue tau, Lo masih cinta kan ke dia? Mulut Lo bisa bohong Li.Tapi,tidak dengan hati Lo " Tanya Tasya.

__ADS_1


__ADS_2